Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Kajian Olah Tanah Pada Budidaya Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas Inpago 9, 10, Dan 12
Produksi padi nasional hingga kini masih bertumpu pada lahan sawah. Oleh sebab itu produksi padi nasional belum dapat memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Padi gogo merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perbedaan pengaruh olah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo. Hipotesis penelitian ini adalah tanah maksimum dapat meningkat pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo, pengolahan tanpa olah tanah pada 3 varietas padi gogo memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih rendah, dan pengolahan tanah maksimum dan varietas Inpago 12 menunjukkan hasil tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai Januari 2021 yang bertempat di Jl. Pringgodani, Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah benih padi varietas Inpago 9, 10, 12, dan pupuk anorganik (Urea, SP36, KCL). Metode yang digunakan dalam percobaan faktorial yaitu Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor diulang sebanyak 3 kali. Hasil panen tertinggi diperoleh pada perlakuan olah tanah maksimum, yakni 26,91 gabah kering giling g.rumpun-1, atau setara dengan bobot gabah kering giling 0,67 kg.m-2. Hasil panen menunjukkan varietas Inpago 12 mempunyai hasil yang lebih tinggi dari pada Inpago 9 dan Inpago 10, dapat dilihat dari hasil panen bobot gabah kering giling g.rumpun-1, dan bobot gabah kering giling kg.m-2 masing-masing 29,63 g.rumpun-1, dan 0,73 kg.m-2
Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Manis (Phaseolus vulgaris L.)
Buncis merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi dosis dan waktu pemberian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, mempelajari pengaruh aplikasi dosis pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, dan mempelajari pengaruh waktu pengaplikasian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada Agustus sampai November 2021, di Lahan Percobaan dengan ketinggian berkisar 460 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20°C-28°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis dan waktu aplikasi pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan tanaman buncis. Pada parameter pertumbuhan, parameter yang berbeda nyata dan memiliki interaksi yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah ruas, dan luas daun. Parameter pertumbuhan yang tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata yaitu pada parameter jumlah daun 21 HST dan jumlah ruas pada 12 dan 35 HST. Sedangkan hasil tertinggi dan pengaruh nyata pada hasil panen tanaman buncis diperoleh dari pemberian dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 (P2) dengan waktu aplikasi saat tanam (W1) pada parameter jumlah bunga, jumlah polong, dan bobot polong sedangkan pada parameter panjang polong hasil tertinggi diperoleh pada dosis 250 kg ha-1 (P1) dan waktu aplikasi saat tanam, 7 HST dan 14 HST (W3)
Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu jenis jagung yang digemari masyarakat karena memiliki rasa yang manis, mudah diolah, dan memiliki kandungan gizi tinggi. Akan tetapi produktivitas jagung manis di Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020 masih mengalami fluktuasi. Salah satu faktor penyebabnya yaitu budidaya tanaman jagung manis masih didominasi penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat mengurangi kesuburan tanah dan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari interaksi penggunaan pupuk organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juni 2022 di Lahan Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor I ialah dosis pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk hijau C. juncea 20 ton ha-1, pupuk kandang kambing 20 ton ha-1, dan pupuk hijau C. juncea 10 ton ha-1 + pupuk kandang kambing 10 ton ha-1) dan faktor II ialah konsentrasi PGPR (tanpa PGPR, PGPR 10 ml l-1, dan PGPR 20 ml l-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hijau dan pupuk kandang serta PGPR memberikan interaksi yang mampu meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, bobot segar tongkol, panjang dan diameter tongkol, serta hasil panen per hektar. Pemberian pupuk hijau 10 ton ha-1 + pupuk kandang 10 ton ha-1 dan PGPR 20 ml l-1 menunjukkan hasil panen tongkol sebesar 10,18 ton ha-1 dan mencapai 34% lebih tinggi jika dibandingkan hasil panen jagung manis tanpa pemberian pupuk organik dan PGPR
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Tomat merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang memiliki kandungan gizi dan nilai ekonomis yang tinggi. Penggunaan pupuk anorganik dan pertanian intensif dapat mengakibatkan ketidakseimbangan unsur hara dan mikrobiologi di dalam tanah sedikit. Oleh karena itu, upaya dalam budidaya tanaman tomat dapat menggunakan pupuk kandang sapi dan PGPR. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang sapi dan PGPR pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama yaitu 3 taraf dosis pupuk kandang sapi yaitu S1 : dosis pupuk kandang sapi 5 ton ha-1, S2 : dosis pupuk kandang sapi 15 ton ha-1 dan S3 : dosis pupuk kandang sapi 25 ton ha-1 dan faktor kedua yaitu 3 taraf PGPR yaitu P1 : konsentrai PGPR 10 ml L-1, P2 : konsentrasi PGPR 20 ml L-1 dan P3 : konsentrasi PGPR 30 ml L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kandang sapi dan PGPR menunjukkan adanya interaksi pada parameter pertumbuhan yakni tinggi tanaman dan jumlah daun. Serta pada parameter hasil yakni jumlah buah, fruit set, bobot buah per tanaman, total bobot buah per petak, dan total bobot buah per hektar. Pemberian dosis pupuk kandang sapi 25 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 30 ml L-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman (32,49%), jumlah daun (8,43%), fruit set (70,42%), jumlah buah (14,24%), bobot buah per tanaman (14,21%), bobot buah per petak (14,06%) dan bobot buah per hektar (14,14%)
Pengaruh Dosis Pupuk KCl dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Strawberry (Fragaria ananassa L.) Varietas Sweet Charlie
Strawberry merupakan tanaman subtropis yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan saat ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia, salah satunya di Pulau Lombok. Desa Senaru, Lombok Utara yang berada pada dataran medium di ketinggian 750 mdpl memiliki potensi ekologi untuk budidaya strawberry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk KCl dan komposisi media tanam tanah dan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie, untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie, dan untuk mengetahuii pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman strawberry varietas Sweet Charlie. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang dirancangkan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis pupuk kalium yang terdiri dari 3 level yaitu pupuk kalium 120 kg/ha (K1), pupuk kalium 240 kg/ha (K2) dan pupuk kalium 360 kg/ha (K3), dan faktor kedua yaitu media tanam yang terdiri dari 3 level yaitu tanah : kompos (1 : 1) (M1), tanah : kompos (1 : 2) (M2), tanah : kompos (2 : 1) (M3). Setiap kombinasi diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk KCl dan komposisi media tanam terhadap variabel total jumlah buah dan total bobot buah. Dosis pupuk KCl 120 kg ha-1 dan komposisi media tanam tanah : kompos (1 : 2) (K1M2) memberikan hasil terbaik pada total jumlah buah dan total bobot buah
PENGARUH WAKTU TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP UBI KAYU (Manihot esculenta) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI
Tanaman Ubi kayu merupakan salah satu tanaman bahan pangan utama selain tanaman biji-bijian dan tanaman kentang. Budidaya ubi kayu sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan berbagai cara yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit dalam tumpangsari yaitu untuk mengatur daya kompetisi antar tanaman pokok dengan tanaman sela. Salah satu tanaman yang sering ditanam secara tumpangsari dengan ubi kayu adalah tanaman padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2021 di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan waktu tanam (-7 hst, 0 hst, 7 hst) pada petak utama, dan jumlah benih (2 benih, 4 benih, 6 benih) pada anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah benih per lubang tanam padi gogo memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi kayu. Berdasarkan analisa ragam perlakuan W3 memberikan pengaruh nyata pada luas daun, bobot kering, dan jumlah ubi kayu tertinggi. Perlakuan 2 benih per lubang tanam (J3) menghasilkan luas daun dan jumlah umbi tertinggi
Uji Hasil dan Kualitas Dua Varietas Jagung Manis (Zea mays L. var. Saccharata) pada Pemberian Pupuk Tunggal dan Majemuk
Di Indonesia jagung manis ini cukup digemari sebagai keperluan konsumsi namun hasil produksinya di Indonesia cukup rendah sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksinya yaitu dengan pemberian pupuk dengan dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara dua varietas jagung manis dan pemberian pupuk tunggal dan majemuk terhadap hasil dan kualitas dari jagung manis. Penelitian ini dilakukan di lahan PT Bisi International, Tbk, Desa Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan dan terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu varietas (v) yang terdiri dari dua macam varietas jagung manis yaitu V1 = varietas Golden Boy dan V2 = varietas Prima. Faktor yang kedua yaitu perlakuan pemberian pupuk (p) yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 = Kontrol, P1 = Pupuk N 200 kg/ha, P2 = Pupuk P 150 kg/ha, P3 = Pupuk 150 kg/ha, P4 = Pupuk K 150 kg/ha, P4 = Pupuk NPK 250 kg/ha. Pengamatan pada penelitian ini meliputi karakter hasil dan komponen hasil jagung manis. Jagung manis dengan pemberian pupuk tunggal dan majemuk menunjukkan adanya respon atau interaksi terjadi yang mempengaruhi kualitas hasil dua varietas yang diuji. Respon pertumbuhan dan daya simpan jagung manis yang lebih baik pada pemberian pupuk majemuk dibandingkan pupuk tunggal. Dari kedua varietas yang diuji varietas Prima lebih unggul dibandingkan varietas Golden Boy
Keragaman 33 Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S2
Pemilihan tetua unggul dalam pembentukan varietas hibrida jagung pakan dilakukan dengan proses seleksi tanaman dari galur-galur yang berpotensi. Keragaman pada galur-galur yang berpotensi merupakan syarat awal dalam perakitan varietas unggul. Generasi S2 merupakan galur hasil selfing kedua dari seleksi galur S1 terpilih. Keragaman yang ada pada generasi S2 dapat disebabkan oleh adanya segregasi yang terjadi, oleh karena itu dibutuhkan pengamatan variabilitas pada generasi S2 hasil selfing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman antar galur, nilai duga heritabilitas serta keragaman dalam galur dari beberapa karakter pada jagung pakan generasi S2 dan mengetahui galur yang berpotensi sebagai tetua unggul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2021 di Desa Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak Kelompok (RAK) sebanyak 3 ulangan dengan perlakuan 33 galur jagung pakan generasi S2 masing-masing 16 tanaman setiap plot. Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter kuantitatif yang diamati. Keragaman antar galur tergolong rendah pada semua karakter kuantitatif, dan seragam pada karakter kualitatif warna glume. Nilai duga heritabilitas tergolong dalam kategori sedang hingga tinggi. Keragaman di dalam galur tergolong rendah atau seragam pada karakter tinggi letak tongkol, jumlah susunan baris, diameter tongkol, dan rendemen. Empat galur berpotensi sebagai tetua unggul yaitu galur PA2, PA9, PA12, dan PA16 karena memilikikeseragaman dalam galur terhadap paling banyak karakter yang diamati
Pengaruh Dosis Pupuk N dan Konsentrasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Lahan Kering
Tanaman bit merah adalah tanaman hortikultura yang dikenal sebagai umbi bit. Umbi bit mulai diminati masyarakat, meski permintaannya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Umbi bit umumnya tumbuh di daerah dataran tinggi, tetapi ada juga yang tumbuh di daerah dataran rendah. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengembangan tanaman bit di lahan kering diantaranya yaitu rendahnya tingkat ketersediaan air dan rendahnya tingkat ketersediaan N bagi tanaman. Oleh karena itu pemberian pupuk N (urea) diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman bit. Akan tetapi, penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan akan merusak kesehatan tanah, oleh karena itu penerapan PGPR diperlukan untuk mengendalikan dampak tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk N dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah di lahan kering serta menentukan dosis pupuk N dan konsentrasi PGPR yang tepat sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah yang paling optimum. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan April 2021 sampai dengan Juni 2021. Rancangan yang digunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan konsentrasi PGPR 20 ml/l air, dosis N optimum sebesar 83,58% (278,66 kg urea ha-1) mampu memperoleh hasil panen maksimum yaitu sebesar 14,63 ton ha-1. Namun demikian, pada perlakuan konsentrasi PGPR 10 ml/l air dengan dosis 100% N mampu memperoleh hasil panen yang lebih tinggi seebesar 1,98 ton ha-1 bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Pengaruh Aplikasi Etephon Terhadap Tiga Varietas Bugenvil (Bougainvillea Spp.)
Bugenvil memiliki persyaratan lingkungan tumbuh yang unik untuk pembungaannya. Pada kondisi tertentu tanaman ini tidak berbunga dan diperlukan perlakuan untuk membuat tanaman ini berbunga. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari interaksi dari pemberian etefon dan varietas bugenvil juga pengaruh dari pemberian etephon pada pertumbuhan dan pembungaan tiga varietas bugenvil. Penelitian dilaksanakan di Kota Kediri tepat nya terletak di Central Bougenville. Penelitian menggunakan etephon (ethrel 480 SL) dan 3 varietas bugenvil (Singapura Peach, Singapura Variegata dan Lokal Singapura). Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi etephon dan varietas bugenvil. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali dengan masing-masing petak terdapat 6 tanaman, keseluruhan populasi tanaman 162 tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunkan ANOVA, dan dilanjutkan dengan BNJ 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perlakuan konsentrasi etephon dan varietas bugenvil memberikan interaksi pada jumlah bunga total dengan konsentrasi optimum di 50 ppm. Presentase jumlah bunga total meningkat dengan 2,43% pada Variegata Singapur, 8% pada Singapura Peach dan 7,33% pada Lokal Singapura. Perlakuan etephon dengan konsentrasi 50 ppm memberikan pengaruh pada lama kesegaran bunga yaitu 62 hari dibandingkan dengan kontrol yang hanya 53 hari dan 45 hari pada konsentrasi 100 ppm. Perlakuan varietas Singapura Peach memberikan pengaruh pada waktu awal muncul bunga yaitu 17 hari, dibandingkan kontrol dan 100 ppm 25 hari