Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Perbedaan Intensitas Radiasi Matahari pada Sistem Vertikultur Wall Planter Bag terhadap Produktivitas Tanaman Mint (Mentha spicata L.) dari Berbagai Bahan Stek

    Get PDF
    Urban farming secara vertikultur pada dinding dapat menjadi solusi pemenuhan pangan perkotaan. Mint merupakan tanaman yang berpotensi untuk dibudidayakan secara vertikultur. Permasalahan pada tanaman mint saat dibudidayakan di Indonesia yaitu sulit untuk terjadi pembuahan, sehingga cukup sulit untuk dilakukan perbanyakan secara generatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas radiasi matahari pada empat arah mata angin dan berbagai bahan stek terhadap produktivitas tanaman mint (Mentha spicata L.) pada sistem vertikultur wall planter bag. Penelitian dilaksanakan di Kampung Wonosari Go Green, Kota Malang pada bulan April – Agustus 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah arah penyinaran matahari yang terdiri dari 4 taraf, antara lain A1: arah utara, A2: arah timur, A3: arah selatan, dan A4: arah barat, dan faktor kedua adalah bahan stek tanaman mint yang terdiri dari 3 taraf, antara lain S1: stek pucuk, S2: stek tengah, dan S3: stek pangkal. Ulangan dilakukan sebanyak tiga kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spearmint pada dinding yang menghadap arah timur dapat mengoptimalkan produktivitas tanaman dibandingkan dengan arah utara dan selatan. Penerimaan cahaya sebesar 80% dari arah timur menghasilkan peningkatan pada jumlah daun, luas daun dan jumlah cabang, sedangkan penerimaan cahaya 39% dari arah selatan menghasilkan tanaman etiolasi dan penambahan panjang tanaman sebesar 40% dibandingkan dengan arah utara. Perlakuan stek pucuk pada arah penyinaran timur memiliki hasil produksi dan bobot kering yang terbaik

    Uji Toleransi Sepuluh Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Cekaman Naungan

    Get PDF
    Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman Leguminoceae yang banyak dibudidayakan dan memiliki keunggulan dibanding tanaman kacang-kacangan lainnya. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman kacang hijau adalah banyak yang dibudidayakan dalam pola tanam tumpangsari sehingga menyebabkan adanya kompetisi dalam penyerapan intensitas cahaya matahari. Penurunan intensitas cahaya dari 100% menjadi 90% tidak nyata menurunkan hasil biji, namun penurunan intensitas cahaya hingga 50% radiasi penuh menyebabkan penurunan hasil biji 37%-74%. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang hijau dan untuk mempelajari perbedaan tingkat toleransi dari sepuluh varietas tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 hingga Oktober 2021 di kebun percobaan milik BALITKABI yang berlokasi di Kelurahan Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang dengan dua faktor, faktor pertama ialah perlakuan naungan dan faktor kedua ialah penggunaan sepuluh varietas kacang hijau. Analisis data menggunakan ANOVA taraf 5%, uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%, menggunakan analisis Indeks Sensitivitas Cekaman naungan (ISC) berdasarkan rumus Fischer dan Maurer (1978). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan 50% berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan penurunan hasil dan produksi pada varietas yang agak toleran terhadap bobot biji per tanaman pada varietas Vima 5 sebesar 48,7%, Vimil 2 sebesar 4,1%, Kutilang sebesar 24,1 % dan Murai sebesar 12%. Varietas Vima 5, Vimil 2, Kutilang dan Murai tergolong ke dalam varietas agak toleran adapun Vima 1, Vima 2, Vima 3, Vima 4, Vimil 1 dan Perkutut tergolong varietas sensitif.Â

    Keragaan Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Pada Generasi S2

    Get PDF
    Penggunaan varietas hibrida merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi jagung pakan. Proses mendapatkan hibrida berkaitan dengan keragaan. Pengamatan keragaan akan mempermudah dalam proses seleksi atau pemilihan karakter yang diinginkan oleh pemulia. Keragaan pada jagung pakan menjadi pertimbangan untuk menentukan galur yang berpotensi menjadi tetua hibrida. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaan tanaman jagung yang meliputi karakter kuantitatif, karakter kualitatif, nilai duga heritabilitas, koefisien keragaman, dan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2021 di Desa Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan adalah 26 galur jagung pakan generasi S2 dengan populasi 20 tanaman. Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. 6 dari 26 galur memiliki potensi sebagai tetua hibrida yaitu JPA1, JPA8, JPA12, JPA13, JPA22 dan JPA26. Semua galur yang diuji memiliki koefisien keragaman yang tergolong rendah hingga sedang pada semua karakter sedangkan nilai duga heritabilitas memiliki kategori rendah hingga tinggi. Galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida perlu dilakukan evaluasi pada keturunannya menggunakan seleksi tidak langsung

    Karakterisasi Sansevieria spp. Berdasarkan Karakter Morfologi Untuk Penyusunan Deskripsi

    Get PDF
    Sansevieria adalah tanaman hias yang hadir dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran, tergantung spesiesnya. Jenis tanaman Sansevieria memiliki banyak ragam, sebab perbanyakan tanaman ini tidak selalu menghasilkan jenis yang sama dengan induknya. Keanekaragaman jenis yang ada di alam tidak hanya berasal dari persilangan, tetapi juga dari mutasi tanaman. Tanaman Sansevieria memiliki banyak hibrida, varietas hortikultura dan kultivar sehingga klasifikasi tanaman ini sering kali sulit dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik serta identifikasi tanaman Sansevieria berdasarkan karakter morfologi, agar dapat membedakan antar jenis, menilai besarnya keragaman genetik serta mengidentifikasi jenis. Penelitian telah dilakukan di kebun nursery tanaman hias Hardianto, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia, pada bulan Februari sampai April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan mengkarakterisasi morfologi daun, phyllotaxis rhizome dan akar. Data hasil karakterisasi dianalisis menggunakan metode UPGMA (Unweighted Pair-group Method with Arithmatic Averaging) menggunakan software PAST (Paleontological Statistics) versi 3 yang menghasilkan dendogram. Hasil penelitian di nursery tanaman hias Hardianto menunjukkan bahwa 16 jenis Sansevieria mempunyai keragaman yang bervariasi. Karakter yang beranekaragam ini terdiri dari 20 karakter, dari karakter daun, phyllotaxis, rhizome dan akar. Karakter yang berkontribusi terhadap keragaman adalah kenampakan morfologi daun. Hasil dendogram dari 16 jenis Sansevieria yang digunakan menunjukkan koefisien kemiripan genetik sebesar 28% (0,289) sampai dengan 66% (0,667) atau jarak genetik sebesar 33% (0,333) sampai dengan 71% (0,711). Keragaman Sansevieria terbagi menjadi 3 klaster utama. Klaster yang hanya terdiri dari satu jenis menunjukkan perbedaan yang sangat nyata dari jenis-jenis yang lainnya

    Pengaruh Pemberian Asam Humat dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)

    Get PDF
    Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat baik dari segi ekonomis maupun kandungan gizinya. Kentang merupakan tanaman yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia karena dapat digunakan sebagai bahan dasar makanan, camilan, serta makanan pengganti padi. Namun, jumlah total produksi kentang di Indonesia masih belum memenuhi total kebutuhan masyarakat. Hal ini disebabkan karena budidaya yang kurang maksimal dan penggunaan pupuk yang tidak sesuai rekomendasi karena kurangnya kebutuhan unsur hara membuat penurunan kualitas dari kentang tersebut yang juga dapat menyebabkan penurunan produksi.  Pemberian pupuk anorganik terus menerus dapat menyebabkan kerusakan ekosistem tanah dan pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap hasil panen kentang. Pupuk organik sangat baik untuk digunakan karena dapat memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisik tanah serta meningkatkan mikroorganisme tanah, sehingga akan lebih baik jika pemberian pupuk anorganik diimbangi dengan pemberian pupuk organik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 dosis perlakuan dan 3 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, jumlah umbi, bobot per umbi, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dan pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Kombinasi perlakuan pupuk P3 (300 kg/ha Urea + 200 kg/ha SP36 + 150 kg/ha KCl + 15 L/ha asam humat) secara nyata mampu meningkatkan nilai pertumbuhan dan hasil panen kentang per hektar

    PENGARUH JARAK DAN WAKTU TANAM PADI GOGO (Oryza sativa L.) DALAM SISTEM TUMPANGSARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz)

    Get PDF
    Ubi kayu merupakan komoditas sebagai sumber pendapatan untuk kesejahteraan petani di Indonesia, selain itu ubi kayu salah satu tanaman pangan terbesar ketiga setelah padi dan jagung. Permintaan ubi kayu terus meningkat setiap tahunnya, tetapi pada produksi ubi kayu mengalami masalah karena luas tanamnya yang mengalami fluktuasi, selain itu penggunaan bahan tanam kurang berkualitas, teknik budidaya sebagian masih dilakukan secara tradisional, kondisi iklim tidak menentu dan penggunaan lahan yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh jarak dan waktu tanam tanaman padi gogo dalam sitem budidaya tumpangsari tehadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelelitian ini adalah cangkul, tugal, sabit, papan tanda perlakuan, label sampel, oven, meteran, timbangan, dan alat tulis. Bahan yang digunakan benih padi Gogo varietas Inpago 9, bibit singkong gajah, pupuk Urea (46% N), pupuk SP36 (36% P2O5), dan pupuk KCl (60% K2O) dan bahan-bahan lainnya, Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Hasil tanaman tumpangsari padi gogo tertinggi pada perlakuan 7 hst sebelum tanam ubi kayu, untuk jarak tanam padi gogo yang tertinggi diperoleh pada jarak tanam  25cm × 25cm dan 25cm × 30cm. Perlakuan waktu tanam dan jarak tanam pada sistem tumpangsari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi kayu, pada perlakuan jarak tanam yang lebar memeberikan hasil yang meningkat pada tanaman padi gogo sedangkan waktu 7 hst setelah tanam ubi kayu memeberikan pertumbuhan dan hasil yang meningkat pada tanaman ubi kayu

    Pengaruh Media Tanam Dan Pupuk Daun Terhadap Aklimatisasi Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp.)

    Get PDF
    Anggrek (Dendrobium sp.)  sebagai salah satu komoditas tanaman hias yang termasuk tanaman epifit dan cukup popular di Indonesia. Tanaman anggrek ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan diminati konsumen cukup banyak. Produksi tanaman anggrek menunjukkan peningkatan pada tahun 2017 sebesar 20.045.577 tangkai, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 24.717.840 tangkai (BPS, 2019). Permintaan yang terus meningkat harus diikuti dengan persediaan bibit dalam jumlah yang besar dan mutu yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh media tumbuh dan jenis pupuk daun yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman anggrek (Dendrobium sp.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menggunakan 2 faktorr yaitu faktor pertama sebagai petak utama adalah perlakuan pupuk daun Mamigro (P1), Super Bionik (P2), Grow Quick LB (P3) dan pada faktor kedua sebagai anak petak adalah perlakuan media tanam arang kayu (M1), moss hitam (M2), serabut kelapa (M3), arang sekam (M4). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara penggunaan pupuk daun dengan media tanam terhadap panjang tanaman sebesar 8,30 cm, panjang daun sebesar 5,27 cm, jumlah daun 5,00 helai dan lebar daun sebesar 0,48 cm. Penggunaan pupuk daun Grow Quick LB dengan media tanam arang sekam menunjukkan hasil yang terbaik pada pertumbuhan tanaman anggrek

    Pemberian Nitrogen Dan Mulsa Plastik Hitam Perak Pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Varietas Zatavy F1

    Get PDF
    Keberhasilan dalam budidaya tanaman mentimun perlu memperhatikan faktor genetik dan faktor lingkungan diantaranya dengan mulsa dan pupuk yang digunakan. Mulsa plastik hitam perak merupakan salah satu cara untuk mempertahankan produktivitas dan hasil optimal dari pengaruh lingkungan sekitar.  Selain penggunaan mulsa untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun dapat dilakukan pemupukan. Pupuk anorganik memiliki keunggulan mudah larut sehingga lebih cepat diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan mulsa, kombinasi pupuk ZA dan urea serta interaksinya pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu petak utama berupa mulsa terdiri dari tanpa mulsa (M1), mulsa plastik hitam perak (M2), dan anak petak berupa pupuk N yaitu ZA 100% (N1), Urea 100% (N2), Urea 50% + ZA 50% (N3), Urea 75% + ZA 25% (N4), Urea (25%) : ZA (75%) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang tanaman mentimun mengalami peningkatan 17,38% akibat penggunaan mulsa plastik hitam perak, sedangkan penggunaan urea 100% mampu meningkatkan pertumbuhan  25,15% lebih tinggi daripada ZA 100% namun kombinasi ZA dan urea tidak menunjukkan panjang tanaman yang berbeda. Hasil panen mentimun menunjukkan bahwa penggunaan mulsa dengan kombinasi pupuk urea 50% + ZA 50% menghasilkan panen 25,77% lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain, sedangkan penggunaan mulsa dengan pupuk urea 100% dan kombinasi pupuk urea dan ZA yang lain menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata

    Upaya Peningkatan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa Linn.) Varietas Rajasa-01 Melalui Integrasi Populasi Itik

    Get PDF
    Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penghambat yang mengurangi hasil padi hingga 50% adalah gulma. Saat ini gulma dikendalikan dengan cara manual, mekanis dan kimiawi yang membutuhkan tenaga kerja tinggi dan tidak ramah lingkungan. Sebagai alternatif, Sistem Padi Kompleks yang menggunakan itik untuk mengendalikan gulma dapat diterapkan. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari pengaruh jumlah itik terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Rajasa-01 serta pengaruhnya terhadap gulma. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2022 di Desa Sukorejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok 6 kali ulangan; D0: penyiangan manual; D1: 1 ekor per 20 m2; D2: 2 ekor per 20 m2; D3: 3 ekor per 20 m2. Variabel meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, Summed Dominance Ratio, berat kering gulma, berat gabah per rumpun, berat gabah kering panen per m2, berat kering total tanaman, dan berat 1000 butir. Data ditabulasi dengan Microsoft Excel, dianalis dengan tabel Sidik Ragam, dan menggunakan Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel berbeda nyata kecuali berat 1000 butir. Penggembalaan itik sebanyak 2 ekor per 20 m2 menghasilkan gabah kering panen sebesar 620,51 g.m-2, sehingga meningkatkan produksi padi varietas Rajasa-01 hingga 36,65% daripada perlakuan penyiangan manual, 25,22% daripada penggembalaan itik 1 itik per 20 m2, dan sebesar 21,86% dibandingkan penggembalaan 3 itik per 20. Penggembalaan itik sebanyak 1000 ekor per hektar dapat mengurangi kerapatan populasi gulma dan waktu muncul gulma

    Uji Daya Hasil Enam Galur Kacang Bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) Pada Musim Penghujan

    Get PDF
    Tanaman kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakan komoditas potensial yang masih belum dibudidayakan secara luas di Indonesia dan tergolong tanaman yang belum banyak mendapat perhatian. Padahal kacang bogor dapat menjadi alternatif pangan fungsional sebagai sumber protein dan karbohidrat. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang bogor salah satunya ialah melalui pemuliaan tanaman, diperlukan beberapa kegiatan penelitian untuk mendapatkan varietas unggul. Salah satu tahapan yang dilakukan dalam pemuliaan tanaman ialah uji daya hasil. Uji daya hasil merupakan tahapan awal untuk menguji galur agar dapat diketahui galur yang memiliki daya hasil tinggi, sehingga dapat menentukan galur yang dapat dilepas sebagai varietas baru. Uji daya hasil kacang bogor dilakukan pada musim penghujan terhadap 6 galur harapan kacang bogor potensial yakni PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hasil 6 galur kacang bogor dan mendapatkan galur berdaya hasil tinggi pada musim penghujan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Mei 2021 di Kebun Percobaan Balitkabi di Jambegede. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh galur yang diuji memiliki daya hasil yang beragam. Didapatkan daya hasil galur yang diuji berkisar antara 1,8 – 2,8 ton/ha. Pada penelitian ini galur BBL 1.1 dan PWBG 6 merupakan galur harapan terpilih yang berdaya hasil tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan tumbuhnya

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇