Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Studi Kondisi Lingkungan, Analisis Vegetasi, dan Komponen Ekosistem di Hutan Universitas Diponegoro dan Kebun Pisang Mulawarman

    No full text
    This research was conducted on September 17 2022 in the Diponegoro University Forest and Mulawarman Banana Garden, Semarang. The tools used are raffia rope, scissors, tape measure, ruler, pegs, sticks, digital lux meter, anymetre, stationery and a camera. The materials used were Diponegoro University forest ecosystems and Mulawarman Banana Gardens as objects of observation. The observation method is by making a 20mx25m plot of land, in which a 5mx5m plot is made, and in it a 1mx1m plot is made 3 times. The 20mx25m plot analyzed the number, circumference, diameter, height of trees. 1x1 m plot was made 20cmx20cm plot 5 times, litter thickness was calculated. Plants in a 20m x 25m plot were analyzed for characteristics, biotic and abiotic factors present in Forest Ecosystems and Monoculture Ecosystems. The results of the research on abiotic factors show differences in temperature, humidity, intensity of solar radiation inside and outside the shaded area. The purpose of this research is to understand the difference in the amount of carbon sequestration at the research location

    Penampilan Agronomi Galur Harapan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.)

    Get PDF
    Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan industri ataupun rumah tangga. Rerata hasil produktivitas cabai pada tahun 2015-2019 berturut-turut 8.65, 8.47, 8.46, 8.77,  9.10 ton  (Direktorat Jendral Hortikultura, 2019). Banyaknya petani dalam usaha budidaya cabai masih belum mencukupi kebutuhan cabai di Indonesia. Upaya dalam perakitan varietas unggul dengan berdaya hasil tinggi mampu meningkatkan produktivitas cabai besar di Indonesia. Uji daya hasil merupakan tahap akhir pada program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dari calon varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) dengan varietas pembanding Bewe dan Pilar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 calon varietas cabai merah dan 2 varietas pembanding dengan 4 ulangan. Perameter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat calon varietas berpengaruh nyata terhadap hampir keseluruhan karakter kuantitatif terkecuali pada karakter tinggi tanaman. CV-49 memiliki hasil unggul pada jumlah buah, jumlah bunga,umur berbunga, umur panen, bobot per tanaman, bobo per plot dan hasil per Ha yang sama tinggi dengan pembanding Bewe yang mencapai 27,75 ton/Ha. Berdasarkan pengamatan karakter bentuk buah, didapatkan hasil Narrowly Triangular untuk keseluruhan calon varietas yang diamati dan pola daun Dropping pada keseluruhan calon varietas yang diuji

    Peningkatan Keragaman Tanaman Kacang Bogor (Vigna subterranea L.) Menggunakan Kolkisin dengan Metode Tetes

    Get PDF
    Kacang bogor (Vigna subterranea L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang berasal dari Afrika. Tanaman ini memiliki potensi yang menjanjikan dari segi agronomi, kandungan gizi dan manfaat kesehatan. Peningkatan keragaman genetik kacang bogor masih sangat rendah dalam segi kualitas dan potensi. Induksi poliploidi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan sumber genetik berdaya hasil tinggi dengan pemberian mutagen kimia seperti kolkisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari frekuensi pengaplikasian kolkisin dengan metode tetes yang optimal sebagai upaya peningkatan keragaman tanaman kacang bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 hingga September 2022 yang berlokasi di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya serta Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancanggan Acak Kelompok (RAK) satu faktor perlakuan dengan taraf F0: kontrol (tanpa penetesan kolkisin), F1: penetesan 1 kali (dilakukan dalam 1 hari), F2: penetesan 2 kali (dilakukan dalam 1 hari), F3: penetesan 4 kali (dilakukan dalam 2 hari) dan F4: penetesan 6 kali (dilakukan dalam 3 hari). Konsentrasi kolkisin yang digunakan adalah 0.2%. Analisis keragaman tanaman, dilakukan dengan perhitungan koefisien keragaman (KK). Pada penelitian ini, perlakuan penetesan kolkisin sebanyak 6 kali dapat meningkakan rerata pada karakter panjang dan lebar daun, panjang dan lebar stomata, umur berbunga, panjang dan lebar biji serta bobot 100 biji. Kemudian perlakuan penetesan kolkisin sebanyak 6 kali juga dapat meningkatkan nilai koefisien keragaman pada karakter panjang dan lebar daun, panjang stomata, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji serta bobot biji

    Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Frekuensi Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)

    Get PDF
    Kacang tanah (Arachis hypogaea  L.) termasuk kedalam jenis tanaman leguminosa yang digunakan sebagai bahan pangan untuk konsumsi langsung, dan juga dapat digunakan sebagai bahan campuran bahan pangan seperti roti, bumbu dapur, bahan baku industri dan pakan ternak. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka kebutuhan akan kacang tanah meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman kacang tanah adalah dengan pemberian pupuk yang kurang tepat dan kehadiran gulma. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan produksi tanaman kacang tanah adalah dengan pemberian pupuk NPK yang tepat, selain itu penyiangan gulma juga meningkatkan hasil produksi kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari interaksi antara dosis pupuk NPK dan frekuensi penyiangan gulma serta pengaruhnya pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Lahan berlokasi di Jl. Martorejo Gg. Lily, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan percobaan faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan dosis pupuk NPK dan kedua ialah perlakuan frekuensi penyiangan gulma. Metode pengambilan sampel berupa metode destruktif dan non destruktif. Analisis ragam menggunakan ANOVA dengan taraf 5%. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyiangan gulma dipengaruhi oleh dosis pupuk NPK yang diberikan. Perlakuan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 dan 2 kali penyiangan sudah dapat meningkatkan hasil tanaman kacang tanah

    Meningkatnya Ketersediaan Air Akibat Perubahan Iklim dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Sorgum (Sorgum bicolor L.)

    Get PDF
    Perubahan iklim seperti peningkatan curah hujan dan suhu menimbulkan ancaman dalam sektor pertanian, karena dapat mengganggu sebaran neraca air. Pemenuhan kebutuhan pangan dapat teratasi dengan pembudidayaan tanaman sorgum. Sorgum merupakan tanaman pangan alternatif yang adaptif terhadap perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah memelajari dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air dan produktivitas tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah thermometer maksmimum, thermometer minimum, penangkar hujan observatorium, dan Microsoft Excel. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan dan suhu selama 30 tahun (1992-2021) yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Gewayanta Larantuka dengan pengelompokkan data selama 10 tahun serta data produktivitas tanaman sorgum selama 10 tahun terakhir (2012-2021). Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan analisis data sekunder tentang perubahan iklim, analisis neraca air, dan analisis produktivitas tanaman sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memengaruhi perubahan ketersediaan air yang berdampak terhadap produktivitas tanaman sorgum.

    Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

    Get PDF
    Permasalahan pada lahan pertanian saat ini yaitu rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah. Tujuan dari percobaan adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, terletak di Jatimulyo, Malang dari bulan Juni hingga September 2022. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, Leaf Area Meter, dan oven. Bahan yang digunakan yaitu benih kacang hijau varietas Vima 5, pupuk kascing, insektisida, dan fungisida. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk kascing: dosis 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, dan 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah jarak tanam: 40 cm x 15 cm, 40 cm x 20 cm, dan 40 cm x 25 cm. Kombinasi perlakuan dilakukan 3 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Dosis pupuk kascing 10 ton ha-1 menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan 5 ton ha-1 dan 0 ton ha-1. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 15 cm menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lainnya. Sementara itu, perlakuan jarak tanam 40 cm x 20 cm menghasilkan hasil biji (ton ha-1) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 25 cm, serta menghasilkan jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 biji (g) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 15 cm

    MorphologicalKeragaan Beberapa Galur Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt.) Generasi S2 Performance of Several Sweet Corn (Zea mays saccharata sturt.) Lines At S2 Generation

    No full text
    Jagung manis mempunyai ciri biji yang berkerut, kulit biji yang tipis dan endosperm berwarna kuning. Jagung manis memiliki kandungan gula pada bijinya sehingga memiliki rasa yang manis. Peningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan dengan penggunaan varietas hibrida. Keragaan berfungsi untuk mengetahui karakter genotipe tanaman sehingga dapat mengetahui identitas tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui keragaan galur jagung manis pada karakter kualitatif dan kuantitatif, nilai duga heritabilitas, koefisien keragaman, dan mengetahui galur mana yang berpotensi menjadi calon tetua hibrida. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2021 sampai Februari 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Percobaan ini menggunakan 6 galur jagung manis generasi S2. Data yang diamati adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif didapatkan hasil berbeda nyata pada semua karakter yang diamati kecuali karakter letak tongkol dan bobot 100 biji. Pada data kualitatif didapatkan perbedaan antara satu galur dengan galur lainnya. Berdasarkan hasil dapat diketahui keragaan pada masing - masing galur baik karakter kuantitatif maupun karakter kualitatif. Nilai duga heritabilitas dari hasil 6 galur menunjukkan hasil heritabilitas rendah dan sedang. Nilai koefisien keragaman pada karakter kuantitatif didapatkan hasil rendah dan sedang. Galur yang direkomendasikan sebagai calon tetua hibrida adalah galur JM-3. Galur JM-3 memiliki keunggulan hampir pada semua karakter

    Pengaruh Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

    Get PDF
    Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman semusim yang dibudidayakan di Indonesia dan tanaman perdu yang tanamannya tumbuh membelit. Jumlah panen kacang panjang dilaporkan mengalami penurunan dari 2014 sampai 2017 sebanyak 69.523 ton/tahun. Kalium membantu dalam proses fotosintesis. Sehingga penambahan kalium adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil panen tanaman kacang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di desa Jatimulyo,  Malang, jawa Timur. Metode penelitian menggunakan rancangan petak terbagi. Terdiri dari petak utama dan anak petak, petak utama terdiri dari 3 taraf (varietas Parade Tavi, KP1000 dan Peleton) dan anak petak terdiri dari 5  taraf (0 kg KCl/ha, 50 kg KCl/ha, 100 kg KCl/ha, 150 kg KCl/ha dan 200 kg KCL/ha). Dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara dosis pupuk kalium dengan varietas tanaman pada hasil tanaman kacang panjang yaitu panjang polong, jumlah biji, dan sangat nyata pada berat 1000 biji. Tidak terjadi  interaksi yang nyata pada pertumbuhan tanaman (panjang tanaman dan banyak daun), jumlah polong total pertanaman, dan hasil panen. Perlakuan dosis pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, dan sangat nyata pada panjang polong, jumlah biji, jumlah polong total pertanaman, berat 1000 biji dan hasil panen. Perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong, jumlah biji dan berat 1000 biji. &nbsp

    Pengaruh Waktu Pemangkasan Cabang Lateral pada Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

    Get PDF
    Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran polong yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Namun produksi kacang panjang nasional mengalami penurunan setiap tahunnya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemangkasan cabang lateral dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan cabang lateral pada pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022, berlokasi di Desa Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu waktu pemangkasan cabang lateral dan varietas. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu pemangkasan cabang lateral dan perlakuan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Waktu pemangkasan cabang lateral 30 hst meningkatkan panjang tanaman, jumlah bunga, jumlah polong segar, bobot polong segar per tanaman, produksi polong per petak panen dan produksi polong per hektar. Perlakuan varietas Pertiwi dan varietas Kanton Tavi memberikan pengaruh yang sama pada luas daun, jumlah bunga, panjang polong, bobot polong segar per tanaman, produksi polong per petak panen dan produksi polong per hektar. Perlakuan waktu pemangkasan cabang lateral dan perlakuan varietas tidak berpengaruh nyata pada umur berbunga dan umur panen kacang panjang

    Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Umur Pindah Bibit terhadap Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PS 862

    Get PDF
    Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) termasuk tanaman famili graminae atau rumput-rumputan. Peningkatan produksi bibit dilakukan melalui penggunaan bibit bud chip yang mudah. Pemindahan bibit dengan umur tanam serta pemberian media tanam yang sesuai mampu membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu saat fase vegetatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit bud chip tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 di Kebun Percobaan Jatimulyo yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Kombinasi menggunakan 9 kombinasi yang diulang 3 kali dengan perlakuan umur pindah tanam 14 HST, 21 HST, dan 28 HST yang dikombinasikan dengan media tanam tanah, tanah + pupuk kandang, dan tanah + blotong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam tanah - blotong pada berbagai umur bibit menghasilkan pertumbuhan panjang tanaman, diameter batang, dan jumlah anakan per rumpun yang lebih baik pada 30 HST saja. Pada pengamatan 90 HST, kombinasi media tanam tanah - blotong dengan berbagai umur bibit mempunyai luas daun dan jumlah daun yang relatif sama.  Umur bibit bud chip pada 14 HST - 28 HST kombinasi media tanam memiliki hasil bobot kering relatif sama, kecuali pada umur bibi 14 HST dan 28 HST kombinasi media tanam tanah dan 21 HST dengan kombinasi media tanam tanah - blotong memiliki nilai bobot kering yang lebih rendah

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇