Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Kerapatan Tanaman dan Pupuk Nitrogen (N) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Paprika

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan tanaman terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman dan pengaruh interaksi antara kerapatan tanaman dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paprika. Lahan penelitian berada di ketinggian 600 m dpl, dengan suhu 24 – 26 oC. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah polibag 9 kg, meteran, alat tulis, gunting, kamera, timbangan analitik, dan ayakan. Bahan yang digunakan selama penelitian adalah benih paprika merah, tanah, kompos, pupuk urea (N) dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 percobaan. Petak perlakuan penelitian ini adalah: N0: Tanpa pupuk nitrogen (Urea), N1: Pupuk nitrogen 50 kg/ha, N2: Pupuk Nitrogen 100 kg/ha, N3: Pupuk Nitrogen 150 kg/ha dan K1: 20 x 20 Cm, K2: 30 x 30 cm, K3: 40 x 40 cm, K4: 50 x 50 cm. Apabila terdapat pengaruh yang berbeda nyata pada perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi: Tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah segar per tanaman dan per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan hasil buah paprika adalah pada jarak tanaman 40 X 40 cm dengan pupuk urea 150 kg/ha. Begitu juga dengan berat segar per tanaman dan per hektar terdapat pada perlakuan yang sama yaitu pada perlakuan N3K3 (pupuk urea 150 kg/ha dan jarak tanam 40 X 40 cm) yang memberikan hasil tertinggi. Kata kunci : Jarak tanam, Paprika, Pertumbuhan tanaman, Urea

    Keragaman dan Potensi Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Sebagai Buah Segar dan Buah Kering

    Get PDF
    Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman tropis yang berkembang di Indonesia. Ciplukan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun diolah dalam bentuk buah kering. Untuk meningkatkan nilai buah ciplukan segar dan kering dilakukan analisis keragaman karakter buah melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman diperlukan karena digunakan sebagai dasar pemilihan aksesi yang berpotensi untuk dikembangkan atau sebagai bahan baku genetik untuk perbaikan karakter buah segar dan buah kering. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman karakter buah segar dan buah yang dikeringkan pada aksesi ciplukan, dan memilih aksesi ciplukan yang potensial dikembangkan sebagai buah segar dan buah kering. Penelitian dilakukan di greenhouse lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan September 2021 hingga November 2021. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok terhadap 19 aksesi ciplukan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada tanaman ciplukan terdapat keragaman rendah, sedang, dan tinggi. Karakter buah ciplukan yang mempunyai keragaman rendah terdapat pada jumlah buah per tanaman dan umur panen. Karakter panjang buah, diameter buah, panjang kelopak, bobot buah tanpa kelopak, dan berat buah kering konstan memiliki keragaman sedang. Karakter bobot buah dengan kelopak dan kadar kemanisan buah mempunyai keragaman tinggi

    Response of Several Melon Varieties (Cucumis melo L.) Effect of EM4 Application

    Get PDF
    Melon is one of the horticultural crops that has the potential to be developed and can meet the nutritional needs of families. The main problem faced by melon farmers is that the demand for melons cannot be fulfilled as a result of the low quality of the melons and the melon seeds are still imported. The use of hybrid varieties is indispensable in increasing market competitiveness nationally and internationally. The aim of the research was to study the interaction of melon varieties with EM4 applications. The materials used in this research activity were the seeds of the Glamor variety, Gracia variety, Action 434 variety, polybags, raffia rope, tissue, name tags, soil, compost, rice husk charcoal, EM4, NPK fertilizer, and KNO3 fertilizer. This study was a factorial experiment which was arranged using a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the application of EM4 with 3 levels. The second factor is the use of varieties with 3 levels, namely the Glamor, Gracia, and Action 434 varieties. This research was carried out from September 2021 to December 2021 on the rooftop of the central building of the Faculty of Agriculture, University of Brawijaya. The results showed that there was no significant interaction between the three varieties of melon plants. with the EM4 application. This indicates that the growth response of the three varieties to EM4 is the same. Varietal treatment had a significant effect on the average time of emergence of male and female flowers of melon plants. This can be caused by the varieties used are superior varieties that can increase the production of melon plants

    Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Konsentrasi Gandasil B Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Tipe Tegak Varietas Balitsa 2

    Get PDF
    Buncis merupakan tanaman sayuran berjenis polong polongan yang mayoritas dibudidaya oleh penduduk indonesia dan juga digemari oleh kalangan masyarakat terutama daerah Jawa Timur. Penurunan produksi tanaman buncis disebabkan oleh ketersediaan unsur hara di dalam tanah yang berkurang dan juga menurunnya kesuburan tanah sehingga perlu adanya penggunaan pupuk organik pada tanah dan pupuk daun untuk nutrisi tanaman. Tujuan penelitian adalah mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi Gandasil B yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tipe tegak (Phaseolus vulgaris L) varietas Balitsa 2. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian non faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing yang dikombinasikan dengan Gandasil B memberikan pengaruh yang nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, umur mulai berbunga dan umur mulai terbentuk polong sedangkan pada komponen hasil tanaman buncis memberikan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah polong pertanaman, bobot segar polong pertanaman dan bobot segar polong perhektar. Kombinasi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman buncis adalah pemberian pupuk kandang kambing dosis 10 t ha-1 dan Gandasil B 6 g L-1  karena menghasilkan bobot segar polong sebesar 17,29 t ha-1 dengan memiliki persentase 70,34% lebih besar dalam meningkatkan bobot segara polong perhektar pada tanaman buncis

    Identifikasi Jenis Tumbuhan Anggrek di UPTD Taman Anggrek Magelang

    Get PDF
    Identifikasi jenis tumbuhan Anggrek adalah suatu tahapan untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan Anggrek yang ditemukan di lokasi penelitian secara runtut sehingga dapat ditemukan taksonominya. Anggrek yang terdapat di kawasan UPTD Taman Anggrek Magelang sangat beragam, mulai dari yang habitat aslinya tumbuh secara  secara epifit maupun terestrial. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman jenis  spesies Anggrek di Kawasan UPTD Taman Anggrek Magelang. Metode dalam peneli-tian ini yaitu jelajah (survey eksploratif). Data penelitian ini diambil di wilayah kebun Anggrek UPTD Taman Anggrek Magelang. Instrumen dalam penelitian ini mengguna-kan tabel pengamatan. Berdasar hasil penelitian terdapat 19 spesies  Anggrek yang tergolong ke dalam 10 genus dari 1 famili, yang terdapat di UPTD Taman Ang-grek Magelang, diantaranya  adalah Ang-grek Arachnis flos-aeris, Vanda dou-glas, Vanda (nilareta agrihorti), Vanda (Orange),  Grammatophy-llum  speciosum, Dendrobi-um bigibbum, Bulbophyllum lobbii, Den-drobium bicolor, Dendrobum superbiens, Dendrobium Sp., Oncydium spachelatum, Cymbidium bico-lor, Cymbi-dium golden shower, Cymbidium leucochi-llum, Doritis pullcherima pink, Phalaenopsis amabilis (L.), dan  Doritaenopsis

    Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae var. italica) terhadap Penggunaan Dosis Pupuk Kandang Ayam dan PGPR

    Get PDF
    Tingkat kesuburan tanah yang rendah pada lahan pertanian di Indonesia menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman brokoli di Indonesia. Pupuk kandang ayam dan PGPR dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produksi tanaman brokoli. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Percobaan dilaksanakan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Juli hingga September 2022. Rancangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama dosis pupuk kandang terdiri atas pupuk kandang 0 ton ha-1, 4 ton ha-1 dan 8 ton ha-1. Faktor kedua dosis PGPR terdiri atas 0 l ha-1, 6 l ha-1, 12 l ha-1 dan 18 l ha-1. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan PGPR berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli berupa luas daun pada 49 HST, laju pertumbuhan tanaman pada 35-49 HST, berat segar bunga per tanaman dan berat segar bunga per hektar. Pemberian dosis PGPR yang meningkat belum dapat mengurangi dosis pupuk kandang ayam pada tanaman brokoli

    Respon Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L.)

    Get PDF
    Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang ayam dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Selain pemberian pupuk kandang ayam, perlu adanya penunjang pertumbuhan lain dengan penambahan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang ayam yang dikombinasikan dengan konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) secara tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) meliputi: P1: Tanpa pupuk kandang ayam + tanpa PGPR (kontrol); P2: Pupuk kandang ayam 10 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1; P3: Pupuk kandang ayam 20 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1; P4: Pupuk kandang ayam 10 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1; P5: Pupuk kandang ayam 20 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1; P6: Pupuk kandang ayam 10 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1; P7: Pupuk kandang ayam 20 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1; P8: Pupuk kandang ayam 10 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1; P9: Pupuk kandang ayam 20 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan dosis pupuk kandang ayam yang dikombinasikan dengan konsentrasi PGPR mampu meningkatkan panjang tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi, bobot kering brangkasan, bobot kering umbi, dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang ayam + tanpa PGPR

    Pengaruh Jenis Pupuk dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Ungu (Solanum melongena L.)

    Get PDF
    Terung ungu merupakan salah satu sayuran yang populer di Indonesia karena memiliki rasa yang lezat. Produksi terung ungu di Indonesia mengalami fluktuasi pada lima tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari interaksi antara jenis pupuk dan waktu penyiangan serta pengaruhnya pada pertumbuhan dan hasil terung ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 hingga Agustus 2022 di lahan percobaan Fakultas Pertanian yang terletak di Jatimulyo, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : N1 = Pupuk organik, N2 = Pupuk anorganik, N3 = Pupuk organik + anorganik. Faktor kedua adalah waktu penyiangan yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : P1 = Tanpa penyiangan, P1 = Penyiangan 28 HST, P2 = Penyiangan 21 dan 35 HST, P3 = Penyiangan 14, 28 dan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan pupuk anorganik dan organik + anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Waktu penyiangan 21 dan 35 HST serta 14, 28 dan 35 HST meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Perlakuan jenis pupuk dan waktu penyiangan gulma memiliki interaksi pada pengamatan hasil panen terung

    Efektivitas Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Teknik Budidaya Terhadap Hasil Tanaman Padi Varietas Inpari IR Nutri Zinc

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon dari konsentrasi  pupuk organik cair (POC) dan teknik budidaya terhadap hasil tanaman padi varietas Inpari IR Nutri Zinc. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2022 di lahan pertanian Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Sleman. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial (4 x 2) dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair dengan 3 taraf yaitu teknik kocor, teknik semprot, dan kombinasi. Faktor kedua teknik budidaya yaitu konvensional (20 cm x 20 cm) dan jajar legowo 2:1 ( 25 cm x 12,5 cm x 50 cm). Data dianalisis menggunakan Anova dan diuji lanjut menggunakan Orthogonal polynomial untuk konsentrasi POC dan LSD untuk teknik budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk organik cair (POC) 90 ml/L air  berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan produktof dan jumlah malai per rumpun. Perlakuan teknik budidaya berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan produktif, jumlah malai per rumpun,panjang malai, bobot segar biji per rumpun, bobot kering biji per rumpun dan jumlah biji per rumpun. Interaksi antara konsentrasi pupuk oganik cair 135 ml/L air dan teknik budidaya jajar legowo 2:1 dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman sebesar 0,2134 g/m2/hari

    Karakterisasi 6 Calon Varietas Hibrida Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)

    Get PDF
    Produksi jagung manis di Indonesia terus meningkat, namun masih belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga masih melakukan impor. Oleh karena itu perlu dilakukan perakitan varietas hibrida yang memiliki karakter unggul dan memiliki produktivitas tinggi. Salah satu tahap dalam pemuliaan tanaman untuk menciptakan varietas baru yaitu karakterisasi untuk mengetahui karakter calon varietas hibrida sehingga didapatkan genotipe mana yang berpotensi menjadi varietas baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter serta mengetahui keragaman genetik dari 6 calon varietas hibrida jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan April - Agustus 2022. Bahan tanam yang digunakan yaitu 6 calon varietas hibrida dan 3 varietas pembanding. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa karakter kualitatif yang memiliki karakter yang berbeda dengan varietas pembanding, seperti pada bentuk ujung daun, pola helai daun, bentuk tongkol dan tipe biji. Pengamatan karakter kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dengan varietas pembanding, kecuali pada JM-2 yang tidak berbeda nyata dengan semua pembanding dan memiliki keunggulan pada karakter bobot tongkol dan kadar gula. Setiap karakter kuantitatif memiliki nilai koefisien genetik (KKG) yang rendah

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇