Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Evaluasi Keragaman dan Potensi Produksi Padi Arias Kuning Generasi Mutan-2 Hasil Iradiasi Sinar Gamma
Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat utama di dunia. Penduduk Indonesia yang meningkat tiap tahun menuntut adanya peningkatan produksi tanaman padi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar produksi padi gogo lebih tinggi adalah dengan melakukan perbaikan genetik hingga menghasilkan varietas padi unggul. Penelitian ini untuk mengetahui dosis iradiasi sinar gamma yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi populasi Mutan-2 hasil iradiasi sinar gamma kultivar Arias Kuning serta menentukan keragaman genetik, dan heritabilitas populasi Mutan-2 hasil iradiasi sinar gamma kultivar Arias Kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh yang berlangsung pada bulan Juli sampai November 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang diteliti adalah padi Arias Kuning Generasi Mutan-2 iradasi sinar gamma yaitu (0, 100, 200, 300 dan 400 gray). Hasil penelitian menunjukkan hasil iradiasi sinar gamma padi Arias Kuning berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, umur panen, jumlah gabah permalai dan produksi pertanaman. Adapun pada tinggi tanaman, panjang malai, persentase gabah berisi dan persentase gabah hampa menunjukkan respon yang berpengaruh tidak nyata. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan D2 (200 gray). Kata Kunci: Genetik, Iradiasi, Sinar Gamm
Evaluasi Penampilan Fenotipik Enam Calon Varietas Hibrida Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyaknya kegunaan dan manfaat buah tomat menyebabkan permintaan buah tomat setiap tahun cenderung meningkat. Salah satu cara dalam meningkatkan produksi tomat adalah merakit varietas unggul baru tomat melalui program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu Mengevaluasi penampilan fenotipik enam calon varietas tomat hibrida yang dibandingkan dengan dua varietas pembanding. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 calon varietas tomat hibrida dan 2 varietas pembanding dengan 3 ulangan. Perameter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukan bahwa calon verietas V1, V2, V3, V4 dan V5 menunjukan penampilan bobot per tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar yang sama dengan varietas pembanding Servo dan Diva. Pada penampilan tinggi tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar calon varietas V1 memiliki hasil yang lebih tinggi dari varietas pembanding Servo. Calon varietas V1 memiliki umur simpan yang lebih lama dari pembanding Diva. Berdasarkan pengamatan karakter bentuk buah terdapat empat keragaman bentuk buah yakni bulat (Servo, V2, V3 dan V5), lonjong (Diva dan V1), agak pipih (V4) dan bentuk hati (V6). Pada karakter ukuran buah matang terdapat 2 kelompok yaitu kecil (Diva dan V5) dan intermediate (Servo, V1, V2, V3, V4 dan V
Pengaruh Pemberian Kolkisin pada Karakteristik Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Generasi CT0
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) atau yang dikenal sebagai Butterfly Pea merupakan bunga asal Indonesia, tergolong dalam keluarga Fabaceae atau polong-polongan. Hasil dari bunga maupun polong tanaman masih bervariasi dan secara kuantitatif masih rendah, karenanya diperlukan perbaikkan hasil produktivitas bunga telang agar memiliki kualitas yang unggul dengan dilakukannya peningkatan keragaman pada bunga telang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian kolkisin, sebagai pemicu terjadinya tanaman poliploidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dari setiap perlakuan genotipe bunga telang, membandingkan pengaruh karakter antara genotipe bunga telang yang diberi perlakuan kolkisin dengan perlakuan tanpa kolkisin serta menghasilkan tanaman poliploidi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan September-Januari 2022. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 8 perlakuan yaitu 4 genotipe bunga telang A1 (Cte-56362-02), A2 (Cte-68483-01), B1 (Cte-69281-02), B2 (Cte-55891-03) serta 4 genotipe yang diberi perlakuan kolkhisin 700 ppm P1 (CT0-56362-02), P2 (CT0-68483-01), P3 (CT0-69281-02) dan P4 (CT0-55891-03). perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Karakter pada seluruh perlakuan genotipe yang diberi kolkisin dan tanpa kolkisin menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap variabel pengamatan pada karakter kualitatif dan terdapat perbedaan pada karakter kuantitatif. Sedangkan pada uji t dengan membadingkan setiap genotipe perlakuan kolkisin dengan perlakuan tanpa kolkisin menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan pada beberapa variabel pengamatan diantaranya panjang daun majemuk, luas daun, diameter batang, diameter polen, jumlah stomata, jumlah klorofil dan lainnya. Peningkatan organ tanaman tersebut menjadi salah satu indikator terjadinya penggandaan kromosom pada tanaman poliploid
Respon Pemberian Eco Enzyme Pada Beberapa Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Pentas (Pentas lanceolata)
Tanaman Pentas merupakan tanaman yang berfungsi sebagai pengisi taman, digunakan untuk border dan tanaman pot. Peningkatan pertumbuhan dan kualitas bunga tanaman Pentas dapat dilakukan dengan pemupukan dan penggunaan media tanam yang gembur dan memiliki drainase yang baik. Pupuk yang digunakan berasal dari pupuk organik, yaitu eco enzyme. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada akhir April – Juni 2022. Penelitian dilakukan di Greenhouse Universitas Brawijaya Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Kota Malang memiliki ketinggian antara 444 mdpl yang diapit oleh 5 gunung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan, yaitu eco enzyme (E) dan media tanam (S) serta diulang sebanyak 3 kali. Setiap satuan percobaan terdiri dari 6 tanaman, yaitu 3 tanaman sampel non destruktif dan 3 tanaman panen. Sehingga diperoleh 36 tanaman dalam satuan percobaan dengan jumlah seluruh tanaman sebanyak 216 tanaman. Faktor pertama adalah konsentrasi eco enzyme (E) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu E1 (kontrol), E2 (15 ml/L air), E3 (30 ml/L air), E4 (45 ml/L air). Faktor kedua adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu M1 (tanah : arang sekam = 1:1), M2 (tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 1:1:1), M3 (tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 1:1:2). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf 5% dan akan diuji lanjut menggunakan uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil menunjukan pemberian konsentrasi eco enzyme 30 ml l-1 pada media tanam tanah dan arang sekam menunjukkan interaksi terhadap pembungaan tanaman Pentas, dimana jumlah kuntum bunga meningkat sebesar 35% dibandingkan tanpa pemberian eco enzyme
Pengaturan Saat Tanam dan Jenis Tanaman Sela Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lahan pada Sistem Tumpangsari
Tanaman tomat dapat diolah menjadi bahan baku industri pangan, obat-obatan dan kecantikan. Praktik budidaya tanaman tomat secara monokultur memiliki resiko gagal panen yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan produktivitas tanaman tomat dan lahan dengan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela melalui sistem tumpangsari. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu penentuan waktu tanam dengan tiga taraf yaitu: T1 (bersamaan tomat), T2 (1 MST tomat), T3 (2 MST tomat). Faktor kedua yaitu pemilihan jenis tanaman sela dengan tiga taraf yaitu: P1 (selada), P2 (pakchoy), P3 (kubis bunga). Analisis data yang telah didapatkan dilakukan dengan menggunakan tabel ANOVA dan dilakukan uji lanjutan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela secara bersamaan pada sistem tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas tomat dan lahan. Pemilihan waktu tanam bersamaan dengan tomat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman dan luas daun. Penggunaan jenis tanaman sela selada mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun. Secara bersamaan, pemilihan waktu tanam bersamaan tomat dengan jenis tanaman sela selada menghasilkan bobot buah per hektar tertinggi dari perlakuan lainnya sebesar 40,54 t. ha-1 dengan nilai NKL dan R/C rasio masing-masing sebesar 2,40 dan 2,96
Respon Pertumbuhan Bibit Kelor dari Media Tanam dan Pemberian ZPT Ratu Biogen
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon bibit tanaman kelor terhadap media tanam dan pemberian ZPT Ratu Biogen. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2021, bertempat di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan media tanam sebagai faktor pertama (M) terdiri atas 4 taraf, yaitu m0 (tanah), m1 (tanah + sekam bakar = 1:2), m2 (tanah + sekam bakar = 2:2), m3 (tanah + sekam bakar = 3:2). Perlakuan ZPT Ratu Biogen sebagai faktor kedua (B) terdiri atas 3 taraf, yaitu b0 (kontrol), b1 (2 ml L-1 air), b2 (4 ml L-1 air). Hasil penelitian menunjukan bahwa respon bibit kelor dari media tanam sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, diameter batang umur 15 dan 45 HST; berpengaruh nyata terhadap parameter umur muncul tunas, jumlah daun umur 15 HST, serta diameter batang umur 30 HST; dan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah daun umur 30 dan 45 HST. Respon bibit kelor dari pemberian ZPT Ratu Biogen berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 30 HST dan berpengaruh tidak nyata pada parameter pengamatan umur muncul tunas, jumlah daun umur 15, 30 dan 45 HST, tinggi tanaman umur 15 dan 45 HST, dan diameter batang 15, 30 dan 45 HST. Interaksi antara media tanam dan ZPT Ratu Biogen berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan
Pengaruh Ecoenzyme Teknologi Nano Terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) yang Dibudidayakan Secara Hidroponik
Peningkatan produksi pakcoy pada lahan yang sempit dapat menggunakan budidaya hidroponik. Hidroponik adalah budidaya tanaman menggunakan air dan membutuhkan larutan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Upaya mengurangi penggunaan nutrisi AB Mix yang tidak ramah terhadap lingkungan, digunakan pupuk organik dari ecoenzyme. Solusi mengatasi pengendapan nutrisi adalah teknologi nano yang sifatnya slow release dan meningkatkan penyerapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ecoenzyme teknologi nano terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) yang dibudayakan secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-Desember 2022 di Laboratorium Penelitian dan rumah kawat Departemen Biologi, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 5 ulangan : Kontrol (Air sumur+AB Mix), P1 (Air Nano+100% AB Mix), P2 (Air Nano+25% Ecoenzyme Nano+75% AB Mix), P3 (Air Nano+50% Ecoenzyme Nano+50% AB Mix), P4 (Air Nano+75% Ecoenzyme Nano+25% AB Mix), P5 (Air Nano+100% Ecoenzyme Nano). Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji DNMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P2 (Air Nano+75% AB Mix+25% Ecoenzyme Nano), sedangkan luas daun tertinggi pada P3 (Air Nano+50% AB Mix+50% Ecoenzyme Nano). Pengunaan ecoenzyme teknologi nano berpengaruh terhadap pertumbuhan pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik.
Kata Kunci: AB Mix, ecoenzyme, hidroponik, pakcoy, tekologi nan
KARAKTERISASI 6 GENOTIPE CABAI RAWIT HIJAU (Capsicum frustecens) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI
Cabai rawit (Capsicum frustecens) termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri di Indonesia. Permintaan cabai meningkat setttiap tahnnya terutama saat hari besar keagamaan mencapai 10-20%, sedangkan produksi rata-rata mencapai 6-7 ton per ha. Hal ini mengakibatkan pemerintah harus melakukan impor untuk memenuhi permintaan. Varietas cabai rawit yang beredar di masyarakat saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada tingkat produksi. Hal ini dapat terjadi karena varietas cabai rawit yang beredar memiliki tingkat produksi yang rendah sehingga perlu dilakukan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Karakterisasi merupakan langkah penting dalam pemuliaan tanaman cabai rawit. Karakterisasi bertujuan untuk mendeskripsikan sifat tanaman yang bernilai ekonomis sehingga dapat diketahui karakter unggul yang dapat dimanfaatkan. Karakterisasi tanaman dibagi menjadi yaitu karakter morfologi dan agronomi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter morfologi dan agronomi keenam genotipe cabai rawit hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilaksanakan pada bulan Juni-November 2022 di lahan CV. Borneo Seed yang berada di Kecamatan Karangploso, Malang. Bahan tanam yang digunakan adalah genotipe CRR03, CRG 18, CRC19, CRK27, CRS22, dan CRA43. Deskripsi karakter keenam genotipe cabai rawit hijau menunjukkan beberapa karakter yang tidak berbeda pada tiap genotipe meliputi bentuk daun, antosianin pada daun, antosianin node batang, pola bunga, pola buah, bentuk pangkal, bentuk ujung, bentuk buah dominan membujur, dan calyx. Karakter kuantitatif genotipe CRR03, CRK27 dan CRA43 memiliki hasil per hektar tinggi, umur panen paling genjah genotipe CRS22 dan CRC19. Pada karakter daya simpan buah paling lama adalah genotipe CRG18 sebesar 9,5 har
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di PTPN XII
Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan strategis sebagai sumber devisa negara. Negara Indonesia berada pada urutan ke 4 dengan pengeskpor kopi terbesar di dunia setelah negara Brazil, Vietnam dan Kolombia. Budidaya bibit kopi arabika perlu dikembangkan salah satunya mengkombinasi POC dengan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) yang baik dengan pemberian konsentrasi POC dan PGPR yang tepat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan: faktor 1: POC = P0 : tanpa POC, P1 : POC 30 ml L-1, P2 : POC 50 ml L-1, P3 : POC 70 ml L-1 dan faktor 2 : PGPR = Q0 : tanpa PGPR, Q1 : PGPR 5 ml L-1, Q2 : PGPR 10 ml L-1, Q3 : PGPR 15 ml L-1. Peubah yang diamati ialah pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. Hasil menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan POC dan PGPR terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika pada parameter pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. Perlakuan POC 30 ml L-1 dengan PGPR 10 ml L-1 mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman sebesar 23%, pertambahan diameter batang sebesar 98%, pertambahan jumlah daun sebesar 38% dan pertambahan luas daun sebesar 70% dalam budidaya bibit kopi arabika
Pendugaan Heterosis pada Karakter Kuantitatif Tanaman Rosela (Hibiscus sadbariffa L.)
Usahatani bunga rosela memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini terbukti dari adanya permintaan pasar luar negeri. Untuk memenuhi permintaan tersebut Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 5 ton sampai 8 ton per tahun. Rendahnya produktivitas pada rosela dapat ditanggulangi dengan penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 sampai dengan Juli 2020 yang bertempatan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso, Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, tugal, meteran, penggaris, jangka sorong, alat tulis, timbangan, polybag, gunting, kertas label, papan nama, kamera, papan lebel. Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah benih F1 rosela dengan tetua yang terdiri dari Roselindo 1, Roselindo 2, Roselindo 3, Roselindo 4, IDN/09/HSB/303, IDN/09/HSB/443, IDN/09/HSB/677. Pengamatan terdiri dari tinggi tanama