Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus lanatus L.)

    Get PDF
    Semangka (Citrullus lanatus L.) termasuk sebagai tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae. Produksi semangka di Indonesia yang fluktuatif setiap tahunnya menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang diterapkan oleh petani masih kurang tepat. Pemupukan menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Penggunaan pupuk anorganik dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, sehingga perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik diharapkan mampu menjaga kualitas tanah dan menyediakan unsur hara dalam jumlah yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi yang tepat antara dosis pupuk kandang kambing dan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022 di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Perlakuan pupuk kandang kambing 4 ton.ha-1 dan NPK 1 ton.ha-1 mampu meningkatkan panjang batang utama, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, panjang buah, diameter buah, jumlah buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah panen per hektar dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK 1,5 ton.ha-1, namun perlakuan pupuk kandang kambing hingga 6 ton.ha-1 dan NPK 1 ton.ha-1 masih mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka sehingga penggunaan pupuk kandang kambing dapat mengurangi penggunaan pupuk NP

    Pengaruh Pengendalian Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Varietas Takar 2

    Get PDF
    Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) termasuk komoditas jenis legum yang penting sebagai sumber protein nabati setelah tanaman kedelai. Produksi kacang tanah di Indonesia mengalami fluktuatif dari tahun 2015 hingga 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari metode pengendalian gulma yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 hingga Agustus 2022 di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 28 petak percobaan dengan perlakuan P0: Tanpa penyiangan gulma, P1: Bebas gulma (Penyiangan setiap 3 hari sekali), P2: Penyiangan 14 + 21 + 28 + 35 HST, P3: Herbisida oksifluorfen 1 l ha-1, P4: Herbisida oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan 35 HST, P5: Mulsa plastik hitam perak, P6: Mulsa plastik hitam perak + penyiangan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, rerata jumlah polong, rerata bobot segar, rerata bobot kering dan bobot kering per hektar pada tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Perlakuan bebas gulma, perlakuan mulsa plastik hitam perak + penyiangan 35 HST, perlakuan herbisida oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan 35 HST, perlakuan penyiangan 14 + 21 + 28 + 35 HST dan perlakuan mulsa plastik hitam perak memiliki hasil bobot kering per hektar yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa penyiangan dengan hasil sebesar 3,71 ton ha-1, 3,53 ton ha-1, 3,48 ton ha-1, 3,33 ton ha-1 dan 2,93 ton ha-

    Penampilan Pertumbuhan dan Potensi Hasil Tujuh Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt)

    Get PDF
    Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) termasuk dalam famili Leguminosae dan subfamili Papilionoideae. Kacang bambara memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang baik untuk tubuh. Kacang bambara juga memiliki keunggulan dibanding tanaman lain yaitu tetap dapat tumbuh dan berproduksi dikondisi lingkungan yang kering. Komposisi nutrisi dan karakter kacang bambara yang tahan pada lingkungan kering dapat menjadikan tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penampilan pertumbuhan dan potensi hasil dari tujuh galur kacang bambara yang diuji. Sehingga didapatkan karakter yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi varietas unggul. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2020 sampai Juni 2021 di Agro Techno Park, Badan Usaha Akademik Universitas Brawijaya, desa Jatikerto kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat ulangan. Setiap ulangan terdapat tujuh galur kacang bambara dintaranya adalah PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Variabel pengamatan meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif disajikan secara deskriptif dengan bantuan descriptor for Bambara Groundnut dari IPGRI.  Data kuantitatif dianalisis secara statistik dengan analisis ragam uji BNJ taraf 5% , KKF, KKG dan heritabilitas. Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan bahwa pertumbuhan ketujuh galur kacang Bambara tersebut memiliki penampilan yang bervariasi pada karakter tipe pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga. Pada potensi hasil galur SS 3.4.2, SS 2.4.2, dan PWBG 6 memiliki potensi hasil yang melebihi dari galur pembanding TVSU 8.6 dengan rerata potensi hasilnya secara berurutan adalah 3,55 ton/ha, 3,35 ton/ha dan 3,36 ton/ha

    Evaluasi Keunikan dan Keseragaman pada Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) dalam Uji BUSS

    Get PDF
    Jagung ketan (Zea mays ceratina L.) merupakan jenis jagung yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri. Jagung ketan menjadi salah satu sumber plasma nutfah untuk menjadi kultivar-kultivar baru melalui pemuliaan tanaman. Jagung ketan sebagai tanaman yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri juga berbagai hal positif lainnya mengenai jagung ketan ini memiliki kepantasan untuk mendapatkan hak PVT.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Jl. Kuping Gajah no.45, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan 5 galur yaitu galur R12-01, R12-02, R12-04, R12-05 dan R12-06 dan masing-masing 4 ulangan. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan karakter kualitatif dan kuantitatif dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% dan hasil dapat diinterpretasikan berdasarkan notasi yang berbeda. Pertumbuhan jagung ketan di lahan penelitian berlangsung dengan baik, karena hingga tahap kegiatan pemanenan tidak terdapat kendala yang menimbulkan kerugian yang fatal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur kandidat varietas dapat dinyatakan unik dan seragam, yaitu pada galur R12-01. Namun, ada juga galur yang belum terbilang baik untuk dinyatakan unik dan seragam yaitu pada galur R12-05 dan R12-06. Galur calon varietas dapat dinyatakan unik dan seragam apabila telah memenuhi persyaratan dari PVT

    Pengaruh Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.)

    Get PDF
    Selada merah merupakan tanaman yang berpotensi apabila dibudidayakan di lahan yang terbatas dan dikelilingi bangunan atau pepohonan dengan menerapkan konsep budidaya urban farming. Namun dengan cara budidaya tersebut memiliki keterbatasan yaitu berkurangnya intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanaman selada merah. Selain itu, laju pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada merah juga dipengaruhi oleh kandungan nitrogen yang berada di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kerapatan naungan dengan pemberian dosis pupuk nitrogen yang berbeda serta mendapatkan teknologi pemberian naungan dengan dosis pupuk nitrogen yang tepat dan optimum pada tanaman selada merah (Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Perum. Griya Permata Pamoyanan, Kota Bogor. Penelitian ini dimulai pada bulan Juli 2022 sampai dengan September 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan kerapatan naungan dengan paranet (N) sebagai petak utama terdiri atas: N0 = tanpa naungan, N1 = kerapatan naungan 50%, N2 = kerapatan naungan 75%. Dosis pupuk nitrogen (P) sebagai anak petak terdiri atas P0 = 0 kg N ha-1, P1 = 60 kg N ha-1, P2 = 110 kg N ha-1, P3 = 170 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi akibat pengaruh kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen pada jumlah daun dan luas daun. Pengaruh kerapatan naungan meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per tanaman, bobot segar konsumsi tanaman, dan bobot segar total tanaman. Dosis pupuk nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.)

    Respon Gulma Terhadap Aplikasi Herbisida Berbahan Aktif Paraquat & Glifosat pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus sinensis)

    Get PDF
    Jeruk manis merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi dan permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahun.  Namun produksi buah jeruk manis mengalami penurunan pada periode 2020.  Salah satu penyebab produksi jeruk yang rendah yaitu teknologi budidaya yang belum sesuai, yakni petani belum melakukan pengendalian gulma dengan tepat.  Aplikasi herbisida merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan gulma terutama pada sektor perkebunan. Aplikasi dosis yang tepat dapat mematikan gulma sasaran, namun dosis yang terlalu tinggi dapat merusak tanaman budidaya dan mencemari lingkungan.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji jenis dan dosis herbisida yang efektif terhadap gulma di pertanaman jeruk manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2022 di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan dosis herbisida dengan total 7 perlakuan yang diulang 4 kali, yaitu Penyiangan manual, Paraquat ¾ dosis rekomendasi (225 g b.a. ha-1), Paraquat dosis rekomendasi (300 g b.a.. ha-1), Paraquat 1¼ dosis rekomendasi (375 g b.a. ha-1), Glifosat ¾ dosis rekomendasi (801 g b.a. ha-1), Glifosat dosis rekomendasi (1068 g b.a. ha-1), Glifosat 1¼ dosis rekomendasi (1335 g b.a. ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi herbisida glifosat dosis 1335 g b.a. ha-1 merupakan dosis terbaik dan mampu menekan pertumbuhan gulma total, gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit, dan gulma teki. Herbisida paraquat dan glifosat dengan berbagai dosis tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada tanaman jeruk manis

    Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botritys L.) terhadap Berbagai Dosis Pupuk Kandang Sapi dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

    Get PDF
    Kubis bunga merupakan salah satu sayuran yang memiliki nilai komersial yang baik. Produksi kubis bunga di Jawa Timur dari tahun 2017 hingga 2019 fluktuatif dengan data 3 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang sapi dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Kota Malang pada bulan September sampai Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk kandang sapi dengan 4 taraf yaitu Kontrol, 15 ton ha-1, 30 ton ha-1, dan 45 ton ha-1. Faktor kedua adalah dosis pemberian PGPR dengan 3 taraf yaitu kontrol, 5 liter ha-1 dan 10 liter ha-1. Analisis data menggunakan ANOVA taraf 5%, uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang sapi dan PGPR pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan pupuk kandang sapi memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan umur muncul bunga. Perlakuan PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap umur muncul bunga. Perlakuan pupuk kandang sapi dan PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman kubis bunga

    Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea, L.) dengan Aplikasi Pupuk Organik Arang Sekam dan Kandang Ayam

    Get PDF
    Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hyphogaea L.) yang baik memerlukan dukungan sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah yang baik.  Penambahan pupuk organik dapat memperbaiki kondisi tanah secara fisik, kimia, maupun biologi sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Banyak jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah sebagai efek dari perbaikan sifat tanah.  Pupuk organik tersebut diantaranya adalah pupuk organik arang sekam dan pupuk kandang ayam.  Kedua jenis pupuk organik ini relatif mudah didapat di daerah penelitian.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dan untuk mengetahui perlakuan yang akan memberikan pengaruh terbaik..  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan pupuk organik yaitu P0 = tanpa pupuk organik (kontrol), P1 = pupuk kandang ayam 3 kg petak-1 dan P2 = pupuk arang sekam 3kg petak-1. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango selama 4 bulan, dimulai pada bulan September sampai Desember 2022.  Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat biji pertanaman, dan berat biji perhektar,  tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat 100 biji pada semua waktu pengamatan. Perlakuan pupuk organik kandang ayam dengan dosis 3 kg petak-1 (P1) merupakan perlakuan terbaik, namun tidak berbeda nyata dengan pupuk organik arang sekam (P2), tetapi nyata lebih tinggi dibandingkan dengan P0 (kontrol)

    Uji Daya Hasil Dua Galur Harapan Tanaman Paria (Momordica charantia L.) di Dataran Medium

    Get PDF
    Paria (Momordica charantia L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura potensial untuk dikembangkan karena permintaan terus mengalami peningkatan. Penggunaan varietas unggul berperan dalam meningkatkan keberhasilan usahatani. Uji daya hasil galur harapan merupakan salah satu tahapan untuk memperoleh varietas unggul yang akan dilepas. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi hasil dari dua galur harapan tanaman paria dibandingkan dengan varietas pembandingnya di dataran medium. Diduga galur harapan yang diuji memiliki hasil yang sama atau lebih baik dari varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2022 di lahan penelitian PT. Aditya Sentana Agro Malang, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Dua galur harapan BG2104 dan BG2105 serta dua varietas pembanding Trinity F1 dan Lipa F1 diuji menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BG2104 memiliki potensi hasil lebih baik dibanding varietas pembanding dan BG2105 memiliki potensi hasil yang sama dengan varietas pembanding. Rendahnya hasil yang dicapai karena jumlah buah yang dapat dipanen sangat sedikit

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Akibat Pupuk Nitrogen dan Kapasitas Lapang

    Get PDF
      Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman dari keluarga apiaceae. Air dan nitrogen di tanaman saling berhubungan karena air dibutuhkan untuk transportasi nutrisi dan senyawa organik. Berdasarkan hal tersebut apabila tanaman mengalami kondisi kekurangan air maka pemberian nitrogen pada tanaman diperlukan untuk membantu meningkatkan klorofil sehingga tanaman tersebut dapat bertahan di kondisi kurang air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian dosis pupuk nitrogen dan pemberian jumlah air yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan mulai bulan Mei-Juli 2022 di desa Sumberejo Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan, dan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk Urea yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 kg ha-1, 150 kg ha-1, dan 200 kg ha-1 dan faktor kedua yaitu perbedaan jumlah air dengan 3 taraf yaitu kapasitas lapang 50%, kapasitas lapang 75% dan kapasitas lapang 100%.  Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara pemberian nitrogen dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian dosis pupuk 150 kg N ha-1 dengan kapasitas lapang 75% memberikan hasil yang terbaik pada setiap parameter pengamata

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇