Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Evaluasi Kesehatan Pohon Tepi Jalan di Kawasan Stadion Gajayana Di Kota Malang

    Get PDF
    Kota Malang memiliki 8 tahap perencanaan kota yang dinamakan Bouwplan I hingga VIII yang memiliki tujuan utama dari perluasan ini yaitu pengendalian bentuk kota yang diakibatkan dari pertambahan penduduk serta kemajuan ekonomi. Kota Malang sendiri kerap ditimpa cuaca yang tidak menentu dan musim hujan dengan angin kencang yang memicu banyak pohon yang tumbang yang dapat menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini dilaksanakan disekitar kawasan Stadion Gajayana di Kota Malang Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi sebaran jenis pohon dan mengidentifikasi tingkat kesehatan pohon tepi jalan di kawasan Stadion Gajayana di Kota Malang. Metode yang digunakan yaitu sensus dan dianalisis menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Berdasarkan hasil penelitian kelas jalan kolektor sekunder memiliki populasi tertinggi yaitu sebanyak 621 pohon yang didominasi oleh spesies palem raja (Roystonea regia). Kelas jalan lokal sekunder memiliki indeks keanekaragaman pada Jalan Taman Slamet menunjukan hasil yang tertinggi yaitu dengan nilai sebesar 2,34 dan kelimpahan dengan nilai kelimpahan sebesar 42,22%. Kemerataan vegetasi tertinggi terdapat pada Jalan Arjuno dan Jalan Widodaren yang memiliki kelas jalan lokal sekunder dengan nilai sebesar 0,85. Kondisi kesehatan pohon tepi jalan tertinggi dengan kondisi sakit ringan sebesar 41% didomiasi pada kelas jalan kolektor sekunder. Lokasi kerusakan didominasi pada batang bagian bawah dengan persentase sebesar 82,19% dan jenis kerusakan terbanyak yaitu lain-lain (vandalisme dan rayap) dengan persentase sebesar 52,54% yang didominasi pada kelas jalan kolektor sekunder

    Respon Pertumbuhan Padi Kultivar Ciherang terhadap Variasi Umur, Jumlah Bibit dan Jarak Tanam Sawah Organik

    Get PDF
    Padi merupakan salah satu komoditas pangan penting di kalangan masyarakat Indonesia dalam menunjang kebutuhan makanan pokok. Konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi, rata-rata 130 kg/kapita/tahun. Tetapi, produktivitasnya masih rendah diakibatkan oleh berbagai kendala. Kendala utama usaha tani padi yaitu pemilihan kultur teknik yang kurang tepat untuk memunculkan pertumbuhan yang optimal. Beberapa kultur teknik yang dapat meningkatkan pertumbuhan adalah pelaksanaan umur bibit pindah tanam, pengaturan jarak tanam dan penggunaan jumlah bibit perumpun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah bibit perumpun, jarak tanam dan umur pindah tanam yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menggunakan kultivar padi yang dilepas oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI) Subang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan umur pindah tanam 0 HSTB Tanam Benih Langsung (TABELA) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif) tanaman padi. perlakuan 2 bibit per rumpun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (jumlah anakan) panen tanaman padi

    Studi Pengaruh Pupuk Fosfor dan Aplikasi Hormon Giberelin terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Antosianin Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.)

    Get PDF
    Terung ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti kandungan antosianin sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan senyawa metabolit tanaman terung dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor budidaya seperti lokasi budidaya, pemupukan, dan aplikasi hormon pertumbuhan. Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, termasuk daerah dataran rendah dan curah hujan yang rendah sehingga menyebabkan beberapa permasalahan dalam ketersediaan hara P untuk tanaman. Upaya peningkatan hasil pada tanaman dapat dilakukan melalui pemupukan fosfor dan aplikasi zat pengatur tumbuh seperti hormon giberelin (GA3). Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk fosfor dan hormon giberelin yang optimal dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan, hasil, dan antosianin terung ungu. Hipotesis yang diajukan yakni terdapat interaksi antara pupuk fosfor dan GA3 terhadap pertumbuhan, hasil, dan antosianin tanaman terung ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Oktober 2022 di daerah Mentul Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni Rancangan Acak Kelompok dengan metode faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang pertama yakni dosis pupuk fosfor dengan 4 taraf dan faktor kedua yakni dosis hormon giberelin.       Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemupukan fosfor dan aplikasi giberelin terhadap kadar antosianin kulit buah terung ungu. Pemupukan fosfor mampu meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, jumlah buah panen dan bobot buah. Aplikasi GA3 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, mempercepat waktu berbunga, menurunkan jumlah bunga, meningkatkan persentase fruitset, dan menurunkan panjang buah

    Uji Pengaruh Pelet Pupuk Hayati VP3 dengan Tambahan Cangkang Telur terhadap Viabilitas Bakteri Fungsional dan BibitTanaman Cabai (Capsicum frutescens L.)

    Get PDF
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap total viabilitas bakteri pelet pupuk hayati, dan pengaruh pupuk hayati VP3 dengan komposisi cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2022 di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Pusat dan Halal Center Universitas Islam Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji viabilitas agen hayati, terdapat 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Sedangkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji pada bibit tanaman cabai, terdiri dari  4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5% (ANOVA). Apabila terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan V3T1 (VP3 + Cangkang telur 15%, suhu pengeringan 40oC) menunjukan hasil rata-rata tertinggi yang jumlah populasi bakterinya sebesar 86,7 x 109 CFU/g, tetapi perlakuan V3T1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan V2T1 (VP3+ Cangkang telur 10%, suhu pengeringan 40oC) dan perlakuan V1T1 (VP3+Cangkang telur 5%, suhu pengeringan 40oC). Pada uji bibit tanaman cabai menunjukkan bahwa perlakuan V3T1 (Limbah Cangkang Telur 15% + VP3 dengan suhu pengeringan 40oC) memiliki pengaruh yang nyata pada tinggi bibit cabai dan bobot segar bibit cabai sedangkan pada panjang akar bibit cabai terbaik terdapat pada perlakuan V2T1 (Limbah Cangkang Telur 10% + VP3 dengan suhu pengeringan 40oC).   Kata Kunci : Bibit cabai, Pelet pupuk hayati, Viabilitas bakteri

    Respon Morfologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) terhadap Induksi Poliplodi Menggunakan Kolkisin

    Get PDF
    Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu tanaman legum dengan segala manfaat baik untuk dikonsumsi atau dimanfaatkan di bidang kesehatan dan pertanian. Mengandung 21,2-32,9% protein, 36,9-39% karbohidrat, vitamin A, B1, dan C, mineral seperti kalsium, potasium, magnesium, dan lainnya serta rendah lemak dan sodium menyebabkan ercis sebagai tanaman yang sangat bermanfaat terlebih ercis dapat menginduksi aktivitas antikanker, antidiabetes, antibakteri, anti-inflamasi, dan lainnya. Kandungan dan manfaat yang dimiliki oleh ercis menyebabkan ercis sebagai tanaman dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Indonesia mengimpor ercis setiap tahunnya dari Ukraina, Cina, dan Australia. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar ercis di Indonesia, dibutuhkannya peningkatan kualitas dan kuantitas dari ercis di Indonesia. Poliploidi merupakan keadaan terdapat lebih dari satu pasang kromosom, dan dapat meningkatkan kualitas, hasil, dan adaptasi lingkungan pada tanaman. Poliplodi dapat terjadi salah satunya dikarenakan pemberian kolkisin pada tanaman. Kolkisin merupakan suatu senyawa yang berasal dari ekstrak meadow saffron yang dapat memengaruhi fase mitosis pada tanaman sehingga menyebabkan penggandaan jumlah kromosom dan memengaruhi karakter morfologi tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon 3 genotipe ercis terhadap pemberian kolkisin 700 ppm dengan direndam pada tunas selama 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan diuji menggunakan uji-t 5%. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada September-Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat respon ercis terhadap pemberian kolkisin pada tinggi tanaman, panjang ruas, jumlah bunga, panjang dan bobot kering polong, jumlah biji per polong, bobot kering biji per tanaman, ukuran biji, dan ukuran stomata

    Pengaruh Pemberian Dosis Biourine Sapi terhadap Pertumbuhan Rumput Gajahan (Axonopus compressus) Dan Rumput Manila (Zoysia matrella)

    Get PDF
    Rumput lanskap merupakan tanaman penutup tanah yang menutupi permukaan dengan cepat. Seiring waktu, peminat rumput lanskap semakin besar dan kebutuhan meningkat. Untuk mendukung kebutuhannya didukung pula dengan ketersediaan unsur hara. Oleh karena itu, alternatif pupuk lokal seperti biourine sapi yang mengandung unsur hara dalam merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Tujuan mengetahui respon pertumbuhan rumput gajahan terhadap dosis biourine sapi dan dosis yang optimal untuk pertumbuhannya, serta mengetahui respon pertumbuhan rumput manila terhadap dosis biourine sapi dan dosis yang optimal untuk pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Mei 2023 di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan dua percobaan secara seri dan 4 ulangan yaitu Axonopus compressus dan Zoysia matrella yang diberikan 6 dosis biourine sapi. Hasil penelitian rumput gajahan dengan dosis biourine sapi menunjukan pengaruh terhadap pertumbuhannya. Dosis biourine sapi 2500 L ha-1 menunjukan perlakuan terbaik dengan memberikan jumlah tunas, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering tanaman lebih tinggi, serta memiliki presentase penutupan sebesar 90%. Pemberian biourine sapi hingga 2500 L ha-1 meningkatkan bobot kering rumput gajahan secara linier (y = 0,0008x + 2,5483). Rumput manila dengan dosis biourine sapi menunjukan pengaruh terhadap pertumbuhannya. Dosis biourine sapi 2500 L ha-1 menunjukan perlakuan dengan meningkatkan jumlah tunas, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering yang lebih tinggi, serta persentase penutupan sebesar 89%. Pemberian biourine sapi hingga 2500 L ha-1 meningkatkan bobot kering rumput manila secara linier (y = 0,0007x + 2,3457)

    Respon Pertumbuhan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon) Terhadap Panjang Bibit dan Berat Stolon

    Get PDF
    Rumput lanskap merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan sebagai penutup tanah. Peningkatan permintaan rumput akan menjadikan produksi rumput yang semakin naik. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput adalah panjang bibit dan jumlah bahan tanam stolon. Semakin panjang bibit yang digunakan, masa pemulihannya semakin lambat, karena panjang bibit juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu, pengoptimalan pertumbuhan rumput dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan berat stolon dalam penanamannya. Tujuan dari peneitian ini adalah mempelajari pengaruh dan menentukan rekomendasi panjang bibit dan berat stolon terhadap pertumbuhan rumput bermuda (Cynodon dactylon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2023 di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan panjang bibit yaitu 3 taraf yang terdiri dari P1 (7 cm), P2 (10 cm), dan P3 (13 cm) sedangkan faktor berat stolon 3 taraf yang terdiri dari S1 (2200 kg ha-1), S2 (2400 kg ha-1), dan S3 (2600 kg ha-1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat interaksi perlakuan pada panjang bibit 7 cm + berat stolon 2400 kg ha-1, panjang bibit 10 cm + berat stolon 2600 kg ha-1, dan panjang bibit 13 cm + berat stolon 2200 kg ha-1menunjukkan hasil terbaik secara umum pada parameter pengamatan

    Efek Pemberian Pelet Pupuk Hayati VP3 dan Trichoderma Viride FRP3 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Kandungan Klorofil Tanaman Kedelai (Glycine max. L) Pada Tanah Marginal Berpasir

    Get PDF
    Lahan marginal merupakan lahan  kering  yang  memiliki  kandungan  hara terbatas. Pupuk hayati adalah suatu bahan mikroorganisme yang hidup dan bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas produksi suatu tanaman. Pelet pupuk hayati VP3 adalah pupuk dengan bahan pembawa limbah cangkang telur dan agar-agar rumput laut yang kemudian ditambahkan Pupuk Hayati VP3 cair yang mengandung 3 bakteri indigenus. Ketiga isolate bakteri tersebut adalah bakteri pengikat Nitrogen (Bacillus licheniformis), bakteri fosfat (P) terlarut (Pantoea ananatis) dan Exopolysaccharide (EPS) yang memproduksi bakteri (Pseudomonas plecoglossicida), dan bahan pembawa pupuk pelet hayati VP3 adalah ampas tahu, bekatul, dedek, VP3 dan cangkang telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efek Pemberian Pelet Pupuk Hayati Vp3 dan Trichoderma Viride FRP3 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Kandungan Klorofil Tanaman Kedelai (Glycine max. L) Pada Tanah Marginal Berpasir. Penelitian ini merupakan percobaan didalam polybag yang dilakukan di Greenhouse dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 polybag. Penelitian dilakukan ulangan sebanyak 4 kali. Setiap perlakuan terdapat 2 sampel tanaman yang diamati. Seluruh perlakuan diacak menggunakan metode angka random. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun serta kandungan klorofil daun. Data hasil pengamatan pada setiap parameter tanaman selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan analisis ragam uji F dengan taraf nyata 5%, apabila terdapat pengaruh nyata diantara perlakuan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menujukkan aplikasi Pelet pupuk Hayati VP3 dengan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman, karena secara umum perlakuan N (menggunakan pupuk NPK) dan K (kontrol) menunjukkan hasil yang lebih rendah dibanding dengan perlakuan yang lain. Dan Aplikasi pupuk hayati VP3 yang diperkaya dengan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil daun kedelai umur 14-70 hst yang mampu mengimbangi aplikasi pupuk NPK anorganik

    Pertumbuhan dan Hasil Terung Gelatik (Solanum melongena L.) pada Perbedaan Jenis Mulsa dan Dosis Pupuk Fosfor

    Get PDF
    Salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah Terung Gelatik Ungu. Produksi terung di Indonesia meningkat selama empat tahun terakhir pada tahun 2016 - 2019 dan terjadi penuru-nan 0,3% tahun 2020. Upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil pnen dapat dengan pengaplikasian mulsa dan pemberian pu-puk fosfor. Ditinjau dari manfaat mulsa hitam perak dan mulsa jerami yang dapat mendukung pertumbuhan dan hasil. Masa-lah rendahnya efisiensi fosfor juga menjadi masalah penting karena fiksasi fosfor yang tinggi oleh tanah. Manfaat ke dua jenis mulsa tersebut apabila di padukan dengan penambahan pupuk P dapat mengefisiensi penggunaan dosis pupuk P. Tujuan pene-litian untuk mengetahui interaksi pertum-buhan dan hasil tanaman terung gelatik ungu pada perbedaan jenis mulsa dan pemberian dosis pupuk fosfor yang berbeda. Selain itu, mempelajari pengaruh jenis mulsa dan berbagai dosis pupuk Fosfor pada pertumbuhan dan hasil tanam-an terung. Penelitian dilakukan Februari - Juni 2022 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Penelitian menggunakan rancangan Split plot. Faktor pertama jenis mulsa yaitu M0 = Tanpa mulsa, MJ = Mulsa Jerami, MH = Mulsa Hitam Perak dan faktor kedua dosis pupuk Fosfor yaitu P0 = Kontrol, P50 = 50 kg ha-1 P2O5, P100 = 100 kg ha-1 P2O5, P150 = 150 kg ha-1 P2O5, P200 = 200 kg ha-1 P2O5. Hasil penelitian bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dan pupuk P2O5 dengan dosis 150 kg ha-1 menunjukkan interaksi antar perlakuan pada parameter hasil ialah jumlah buah per tanaman 23,30 tan.-1, total bobot per tanaman 694,2 g tan.-1, dan bobot buah per hektar 11,49 t ha-1

    Pengaruh Jenis Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) G1 Varietas Granola L. dan Sangkuriang

    Get PDF
    Kentang merupakan tanaman nonserelia dengan produksi tertinggi di dunia. Selain itu kentang menunjukkan kandungan gizi yang memadai untuk dijadikan sumber kalori dan mineral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai bulan Desember 2019 di lahan percobaan PT Internasional BISI Tbk. Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bahan yang  digunakan benih kentang varietas Granola L dan Sangkuriang, pupuk AB mix, pupuk NPK 16:16:16, pupuk tunggal KNO3, ZA, KP. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAL-F). Terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama terdiri dari dua taraf yaitu varietas kentang Granola L dan Sangkuriang, faktor ke dua terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk NPK 16:16:16, kombinasi pupuk tunggal KNO3, ZA, KP, dan pupuk AB mix, dihasilkan 6 kombinasi perlakuan. Percobaan menggunakan 4 ulangan dihasilkan 24 petak percobaan. Setiap unit petak percobaan terdapat 20 tanaman, total keseluruhan terdapat 480 tanaman. Analisa data kuantitatif menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika hasil F hitung berbeda nyata, maka akan dilakukan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian yang telah dilakukan diambil kesimpulan adanya interaksi antara varietas Granola dan Sangkuriang dengan perlakuan pemberian pupuk terhadap pertumbuhan, jenis pupuk mempengaruh varietas tanaman yang berbeda, pupuk tunggal menunjukkan hasil jumlah umbi yang sama dengan pupuk AB mix sedangkan  pupuk NPK tidak menunjukkan hasil pada varietas Granola sedangkan varietas Sangkuriang pupuk NPK dan pupuk pupuk tunggal menunjukkan hasil lebih tinggi dibandingkan pupuk AB mix, namun pada berat segar dan berat kering umbi, pupuk AB mix menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan pupuk NPK dan pupuk tunggal

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇