Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Timun Suri (Cucumis melo L.)
Ketahanan imun tubuh manusia mempengaruhi kondisi kesehatannya. Timun suri mengandung 24,86 mg vitamin C dalam 100 g buah yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imun. Timun suri termasuk kedalam pasar buah melon dan blewah. Namun produksinya masih fluktuatif untuk memenuhi pasar permintaan. Pada tahun 2020 produksi menurun menjadi 33.056 ton/tahun. Penyebab produksi yang menurun dan cenderung fluktuatif adalah varietas yang ditanam petani secara genetik masih berpotensi hasil rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi untuk mengatuhi penampilan dari 6 koleksi galur yang diamati, sehingga dapat ditemukan galur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam pembentukan varietas unggul. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Parameter yang digunakan adalah karakter kualitatif dan kuantitatif. Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022 yang bertempat di Jl. Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan KarangplosoMalang, Jawa Timur. Alat yang digunakan meliputi peralatan kegiatan budidaya dan pengamatan. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 6 galur timun suri (1) TS01 ; (2) TS02 ; (3) TS03 ; (4) TS04 ; (5) TS05 ; (6) TS06 dengan dua varietas pembanding yaitu Syakira dan Aurelia, serta bahan-bahan budidaya timun suri. Hasil penelitian menunjukan galur TS01 dan TS03 memiliki karakter kuantitatif dan kualitatif yang unik dan unggul. Galur TS01 dan TS03 memiliki nilai produktivitas per ha paling besar serta, galur TS01 dengan ciri khusus alur pada buah dan galur TS03 memiliki warna kulit putih yang unik
Identifikasi dan Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Paku-pakuan di Kawasan Hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, Sulawesi Utara
Tumbuhan paku memiliki tingkat sebaran yang tinggi serta tingkat keanekaragaman spesies yang tinggi. Keanekaragaman jenis tumbuhan paku memiliki manfaat bagi kehidupan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi misalnya tumbuhan paku-pakuan dapat dijadikan sumber obat tradisional, sebagai tanaman hias serta berperan dalam menjaga keseimbangan hutan, namun informasi tentang jenis serta nilai kegunaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan identifikasi dan mengetahui indeks keragaman tumbuhan paku-pakuan di kawasan hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei eksploratif dengan cara melakukan penjelajahan di setiap stasiun atau plot penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling pada stasiun atau plot yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur terdapat 11 jenis tumbuhan paku dari 8 famili, dengan indeks keanekargaman yang dikategorikan pada tingkat keanekaragaman sedang
Orientasi Dosis Iradiasi Efektif Pada Perbaikan Genetik Padi (Oryza sativa L.) Lokal Padang Pariaman Melalui Mutasi Induksi
Peneliti menggunakan induksi mutasi pada padi untuk menciptakan keragaman genetik yang tinggi. Populasi dasar dengan keragaman genetik yang tinggi akan memudahkan proses seleksi karakter yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal yang menginduksi keragaman genetik tertinggi pada tiga genotipe padi sawah. Bahan penelitian adalah tiga genotipe padi sawah yaitu “Madang Pulau”, “Putiah Papanai” dan “Banang Kuniang”. Iradiasi gamma dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN. Setiap genotipe diiradiasi dengan dosis 0, 100, 200, 300, 400 500 dan 600 Gy. Penyemaian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti. Pengamatan dilakukan terhadap persentase kecambah (%), tinggi bibit dan panjang akar. Nilai LD50 ditentukan berdasarkan hasil analisis regresi persentase kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase kecambah yang tumbuh menurun seiring dengan peningkatan dosis iradiasi gamma, kecuali pada genotipe “Puputiah Papanai”, sedangkan tinggi bibit dan panjang akar untuk ketiga genotype yang tumbuh menurun seiring dengan peningkatan dosis iradiasi gamma (2) nilai LD50 pada Genotype Madang Pulau, Putiah Papanai, dan Banang Kuniang masing-masing adalah 333.58 Gy, 377.62 Gy, dan 291.14 Gy. (3) dosis optimal iradiasi sinar gamma untuk ketiga genotype berkisar pada dosis 200-300 Gy. (4) Di antara tiga genotipe padi yang diuji, mutan “Banang Kuiang”
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro
Kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, namun persediaan kedelai di dalam negeri belum mampu untuk mengimbangi tingkat konsumsi dan industri. Penggunaan pupuk organik cair menjadi cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai dengan memperhatikan konsentrasi dan frekuensi pemberiannya agar lebih efisien dan kebutuhan nutrisi tanaman dapat tetap terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui konsentrasi dan frekuensi aplikasi pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 taraf konsentrasi POC yaitu P0: 0 ml-1, P1: 4 ml-1, P2: 6 ml-1, P3: 8 ml-1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf frekuensi pemberian POC yaitu W1: 1 kali (7 HST), W2: 2 kali (7, 14 HST), dan W3: 3 kali (7, 14, 21 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi terhadap komponen pertumbuhan tanaman kedelai. Namun terjadi interaksi terhadap jumlah buku subur, jumlah polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per hektar. Perlakuan konsentrasi POC 8 ml l-1 dengan frekuensi pemberian pupuk 2 kali memberikan hasil yang sama dengan perlakuan konsentrasi POC 8 ml l-1 dengan frekuensi pemberian pupuk 3 kali terhadap jumlah buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman. Selain itu meningkatkan hasil bobot biji per hektar sebesar 169,30% dibandingkan tanpa penggunaan POC
The Pengaruh Media Tanam dan Bahan Bibit Terhadap Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tanaman Tebu (Saccharum oficinarum L.) Varietas Cenning
Produktivitas tebu yang relatif rendah disebabkan oleh teknik penyiapan bibit, kualitas bibit yang digunakan, dan ketersediaan lahan pembibitan semakin berkurang. Teknik pembibitan bud chip dapat menjadi solusi terkait permasalahan tersebut. Pertumbuhan bud chip dipengaruhi oleh media tanam dan bahan bibit sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan bud chip tanaman tebu varietas Cenning dengan penggunaan kombinasi media tanam dan bahan bibit yang tepat. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2023 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok 3 ulangan meliputi; A: tanah dan bud chip dari batang atas, B: tanah dan bud chip dari batang tengah, C: tanah dan bud chip dari batang bawah, D: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang atas, E: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang tengah, F: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang bawah, G: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang atas, H: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah, I: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah mampu meningkatkan pertumbuhan panjang tanaman 42,51% lebih tinggi dibandingkan tanah dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang atas mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah anakan 27,31% lebih tinggi dibandingkan tanah dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah menghasilkan bobot kering 68,77 g.tanaman-1 lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanah+arang sekam dan bud chip dari batang bawah
Eksplorasi Trend Produksi Jagung di Nusa Tenggara Timur dan Prediksinya
Di Nusa Tenggara Timur, Jagung adalah komoditi utama yang paling di minati baik untuk usaha tani mau pun untuk dikonsumsi. Tingkat konsumtif masyarakat yang meningkat berbanding lurus dengan perkembangan produksi jagung yang mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga diperlukan ramalan produksi jagung dalam beberapa tahun kedepan agar menjadi tolok ukur dalam mengupayakan ketersediaan jagung. Banyak analisis yang telah berkembang, namun analisis dasar untuk memprediksi adalah analisis trend. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui trend produksi jagung di Nusa Tenggara Timur dan meramalkannya untuk beberapa periode waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model trend yang terbaik adalah model trend linier dengan model untuk prediksinya yaitu yt = 399.535 + 12.787t. Hasil ramalan untuk tiga periode berikutnya tahun 2022 sampai 2024 adalah 783.145 ton, 795.932 ton dan 808.719 ton. Plot pada data menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan antara data riil dan prediksi apabila dibandingkan
Evaluasi Genetik dan Kemajuan Seleksi Populasi F4 Padi Gogo Hasil Persilangan Kultivar Sileso dengan Varietas Ciherang
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan seleksi populasi F4 hasil persilangan antara varietas Ciherang (tetua berumur genjah) dengan kultivar Sileso (tetua berproduksi tinggi toleran kekeringan). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa Provinsi Aceh dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli sampai November 2021. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan Augmented pola rancangan acak kelompok. Faktor yang diamati adalah keragaman 11 famili F4 hasil persilangan varietas Ciherang dengan kultivar lokal Sileso. Seleksi pembanding digunakan varietas pembanding (check) sebanyak 5 varietas yaitu Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed 2, Ciherang, Sileso dan Situ Patenggang yang diulang sebanyak 3 kali.  Hasil penelitian dari populasi F4 padi gogo hasil persilangan kultivar Sileso dengan varietas Ciherang memiliki nilai keragaman yang luas untuk beberapa karakter yang di amatin. Terdapat perbedaan yang nyata pada karakter tinggi tanaman, keluar malai, umur panen, jumlah gabah per malai dan berat produksi per rumpun. Nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, panjang malai. Jadi untuk tanaman terbaik yang terseleksi dari generasi F4 yaitu populasi A1B (282) yang memiliki umur genjah dan A1B (13) yang berproduksi tinggi toleran kekeringan
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.)
Soybean is one of the potential food crops that has a high vegetable protein content, which is around 40%. The aim of this study was to obtain an optimal combination of manure dose and PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) concentration on the growth and yield of soybean (Glycine max L.). The study used a randomized block design (RBD) with two factors repeated three times. The first factor is the dose of manure: K1 = 0 tons ha-1, K2 = 10 tons ha-1, and K3 = 20 tons ha-1. The second factor was the concentration of PGPR, namely P0 = 0 ml l-1, P1 = 5 ml l-1, P2 = 10 ml l-1, and P3 = 15 ml l-1. The results showed that there was no interaction between the treatment dose of manure and the PGPR concentration. Separately, the treatment dose of manure and concentration of PGPR had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, plant dry weight, number of productive nodes, number of pods per plant, percent of filled pods, dry seed weight, and weight of 100 seeds. The dose of manure 20 tons ha-1, was able to increase the dry seed yield to 21.42 g plant--1 and 2.91 tons ha-1, and the weight of 100 seeds was 30.49 g plant-1. While the application of PGPR with a concentration of 15 ml l -1 resulted in a dry seed weight of 21.11 g plant-1 and 2.93 tons ha-1 and a weight of 100 seeds of 30.09 g plamt-1, which was higher than without PGPR treatment
Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)
Kacang panjang (Vigna sinensis L.) termasuk tanaman legum yang dapat tumbuh di dataran rendah dan tinggi. Penurunan hasil produksi kacang panjang terjadi karena ketersediaan unsur hara di dalam tanah belum memenuhi kebutuhan tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan hasil panen kacang panjang perlu adanya perbaikan dan peningkatan unsur hara di dalam tanah yaitu pemupukan dengan dosis yang tepat. Pemupukan harus sesuai dengan tingkat kebutuhan tanaman akan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Tujuan penelitian adalah mempelajari dan mengetahui pengaruh serta interaksi antara dosis pupuk nitrogen dengan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Februari 2022 hingga Mei 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian yang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Perlakuan terdiri dari pupuk nitrogen sebagai petak utama (main plot) dan pupuk kalium sebagai anak petak (sub plot) dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan dosis pupuk nitrogen 25 kg ha-1 dengan dosis pupuk kalium 90 kg ha-1 mampu meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, jumlah polong, bobot segar polong pertanaman dan bobot segar polong perhektar. Perlakuan pemupukan kalium berpengaruh nyata terhadap peningkatan waktu berbunga dan fruit set yaitu perlakuan pemupukan kalium 90 kg ha-1 merupakan waktu muncul bunga tercepat dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya sementara itu untuk perlakuan pemupukan kalium 60 kg ha-1 dapat meningkatkan nilai fruit set secara nyata
Uji Daya Hasil Galur dan Hibrida Tomat Potensial (Solanum lycopersicum L.)
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.), merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran yang mempunyai peran cukup penting bagi kesehatan tubuh dan sebagian besar dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi baik segar maupun olahan mulai dari skala rumahan hingga industri. Produksi tanaman tomat dari tahun 2017 hingga 2021 terus mengalami peningkatan, sehingga menjadi faktor pendorong masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman tomat dengan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Masalah yang sering dihadapi dalam penggunaan galur-galur potensial tomat adalah adanya perbedaan hasil tomat bila ditanam pada lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk menguji dan mengetahui potensi hasil dari galur dan hibrida tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 yang bertempat di CV. Borneo Seed Indonesia, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%. Jika terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh genotipe yang di uji, Hibrida To 052 memiliki bobot total buah per tanaman yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding Servo. Kemudian To 064 memiliki bobot per plot dan potensi hasil per hektar yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding servo. Hibrida To 064 memiliki potensi hasil sebesar 63,58 ton/ha