Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Pengaruh Konsentrasi Eco-enzyme terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tipe Tegak (Phaseolus vulgaris var. Gipsy L.) Dalam Polybag
Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)merupakan salah satu jenis sayuran polong yang diminati masyarakat. Tetapi tingkat produktivitas buncis di Indonesia semakin menurun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi buncis di Indonesia yaitu melalui proses pemupukan menggunakan eco-enzyme yang bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi eco-enzyme yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil buncis yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2023 di Lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor konsentrasi eco-enzyme yang terdiri dari 5 taraf dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian eco-enzyme 40 ml.l-1ditunjukkan pada peningkatan tinggi tanaman 2,62 kali, jumlah daun 1,81 kali, luas daun 1,47 kali, jumlah cabang 2,11 kali, jumlah polong 2,98 kali, panjang polong 1,28 kali, diameter polong 1,23 kali, bobot polong per tanaman 3,13 kali dan indeks klorofil daun 1,89 kali lebih tinggi terhadap perlakuan kontrol, sedangkan variabel waktu muncul bunga dimulai pada 28hst
Efek Polen Jantan Terhadap Karakter Produktivitas Tujuh Galur Jagung Pakan (Zea mays L.)
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan kedua setelah beras di Indonesia. Kebutuhan jagung untuk pakan ternak juga cukup tinggi yang menunjukkan ketersediaan dan keberlanjutan produksi dan produktivitas jagung perlu diperhatikan agar tetap stabil dan dapat mendukung produksi dan produktivitas ternak, salah satunya menggunakan benih hibrida. Dalam produksi benih hibrida, diperlukan calon tetua yang memiliki sifat unggul seperti memiliki daya gabung khusus, sebab berpotensi memiliki heterosis tinggi dan berpengaruh pada peningkatan hasil produksi serta biaya produksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis efek xenia terhadap karakter produktivitas tujuh galur jagung pakan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari - Juni 2023 di lahan percobaan CV. Blue Akari, di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan tanam tunggal dari 7 galur tanaman. Persilangan yang dilakukan berupa crossing dan sibmate. Karakter kualitatif yang diamati yaitu bentuk tongkol dan bentuk biji. Karakter kuantitatif yang diamati diantaranya bobot tongkol per plot, bobot kering tongkol tanpa kelobot, panjang tangkai, panjang tongkol, diameter tongkol, tip filling, jumlah baris biji, bobot janggel, bobot biji, bobot 100 biji, jumlah tongkol per tanaman, rendemen, dan hasil panen per hektar. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji t independen dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur JP-2, JP-5, JP-6, dan JP-7 memiliki jumlah karakter terbanyak yang dipengaruhi oleh xenia. Karakter tersebut diantaranya bobot kering tongkol tanpa kelobot, bobot biji, bobot 100 biji, dan rendemen
Pengaruh Dosis Nitrogen dan Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel ( Daucus carota L.) Varietas Gundaling
Wortel temasuk sayuran umbi-umbian yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi seperti vitamin A, B1, C. Peningkatan produksi wortel dapat dilakukan dengan pemberian dosis nitrogen dengan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang. Tanaman wortel berpengaruh terhadap sifat fisik tanah yang gembur dan remah untuk pertumbuhan dan perkembangan umbi. Pupuk Nitrogen mampu mempengaruhi panjang tanaman, panjang daun, bobot daun tanaman, dan diameter tanaman dan mampu mempengaruhi tinggi tanaman wortel, panjang umbi, bobot umbi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi dosis pupuk N dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2023 di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Alat yang digunakan yaitu meteran, timbangan digital, jangka sorong dan alat dokumentasi. Sedangkan bahan yaitu benih wortel, insektisida klorpirifos, pupuk urea dan kotoran kambing. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang di rancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Adapun faktor pertama ialah dosis pupuk Faktor pertama (N) yaitu pupuk N yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 100 kg ha-1, 125 kg ha-1, 150 kg ha-1. Faktor kedua (K) yaitu dosis pupuk kotoran kambing terdiri dari 3 taraf yaitu 0 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan 40 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk nitrogen dan pupuk kotoran kambing terhadap hasil tanaman wortel berupa bobot total per tanaman, bobot umbi per tanaman, diameter umbi, panjang umbi, bobot umbi per petak dan bobot umbi per hektar. 
Penampilan Hasil Beberapa Mutan Padi Inpago Unram I dan Mutan G10 Generasi Keempat (M4)
Produktivitas yang rendah pada beras merah dan beras hitam dipengaruhi oleh tingginya jumlah gabah hampa akibat faktor genetik. Kekurangan lain yang dimiliki oleh padi beras hitam yaitu umur tanaman yang tergolong panjang serta hasil yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan beras putih. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu perakitan varietas berdaya hasil tinggi melalui induksi mutasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hasil beberapa mutan padi beras merah Inpago Unram I dan G10 generasi keempatM4) yang lebih tinggi dibandingkan kontrol Inpago Unram I dan Inpari-32. Pelaksanaan percobaan dimulai dari bulan Maret sampai November 2024 yang bertempat di Desa Saribaye, kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat, NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 22 perlakuan dengan 3 ulangan: 20 genotipe mutan (10 genotipe mutan Inpago unram I dan 10 mutan galur G10). Analisis data dilakukan menggunakan analasis keragaman (ANOVA) dan hasil yang berbeda nyata di uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Genotipe G1 adalah genotipe yang memiliki hasil lebih tinggi yaitu 6,85 ton/ha dari perlakuan lainnya kecuali G6 dan G18. Hasil yang lebih tinggi pada genotipe G1 (6,85 ton/ha) didukung oleh komponen hasil bobot 100 butir (2,74g), jumlah gabah berisi per malai (123,97 butir), dan bobot gabah berisi per rumpun (42,78 g)
Pertumbuhan Kultur Meristem Mahkota Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) pada Media Murashige Skoog (Ms) dengan Penambahan Ekstrak Jagung (Zea Mays (L.) dan Naphthalene Acetic Acid (Naa)
Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu jenis buah-buahan holtikultura yang berpotensi untuk dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi baik di Kalimantan Barat. Perbanyakan tanaman nanas dapat dilakukan secara in vitro melalui kultur meristem mahkota nanas dengan menumbuhkan eksplan pada media Murashige Skoog dengan penambahan ekstrak biji jagung dan Naphthalene Acetic Acid (NAA). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji jagung dan NAA terhadap pertumbuhan kultur meristem mahkota nanas. Penelitian dilaksanakan bulan September 2019 hingga April 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ekstrak biji jagung konsentrasi 0% (J1), 10% (J2), dan 15% (J3) ; faktor kedua NAA konsentrasi 0M (N1), 5x10-8 M (N2), dan 10-7 M (N3) . Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan ekstrak biji jagung berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas (hari), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai) dan tinggi planlet (cm). Perlakuan 10-7 M NAA+15% ekstrak biji jagung (N1J2) menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan waktu muncul tunas 8,6 hari dan jumlah tunas 7 buah tunas
Pengaruh Varietas dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca Sativa L.) Menggunakan Hidroponik Sistem Sumbu
Hidroponik merupakan kegiatan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah di dalam prosesnya. Terdapat berbagai sistem dalam melakukan budidaya secara hidroponik, salah satunya adalah hidroponik sistem sumbu (wick system). Sistem sumbu merupakan salah satu metode hidroponik yang memanfaatkan sumbu untuk mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam. Salah satu tanaman yang cocok dibudidayakan dengan menggunakan hidroponik sistem sumbu adalah selada merah. Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik harus diberikan nutrisi dengan dosis yang tepat. Larutan nutrisi tepat dosis dan berimbang yang diberikan akan mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik. Selain dosis nutrisi, pemilihan varietas juga menentukan hasil produksi tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik. Salah satu faktor penentu produksi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yaitu sifat genetik yang dibawa oleh tanaman dan adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas dan faktor kedua yaitu Konsentrasi Nutrisi. Dari hasil penelitian tidak diperoleh interksi antara perlakuan varietas dan konsentrsi nutrisi baik terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Varietas red rapid selada merah memiliki bobot konsumsi, bobot total, dan kadar air lebih tinggi. Penggunaan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 500-1500 ppm tidak menunjukan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)
Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dimanfaatkan bijinya. Tanaman pangan seperti jagung merupakan sektor penting dibidang pertanian dan merupakan salah satu kelompok tanaman yang menghasilkan bahan pangan sebagai sumber energi untuk menopang kehidupan manusia karena kandungan jagung antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan perlakuan terbaik dari berbagai macam dosis pemupukan kombinasi antara pupuk organik cair (POC) dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan, setiap perlaukan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 30 satuan percobaan. Perlakuan Pupuk Standar + Pupuk Cair dosis tinggi (40L/Ha) (P6) memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan Pupuk Standar (P2). Pada variabel jumlah daun serta luas daun memiliki hasil yang sama yaitu perlakuan Pupuk Standar (P2) memiliki hasil yang sama dengan perlakuan lain nya kecuali dengan perlakuan Kontol (P1). Sedangkan untuk parameter hasil tanaman jagung meliputi berat tongkol + brangkas (kg), berat tongkol (kg) dan hasil ton/ha memiliki hasil yang sama yaitu perlakuan Pupuk Standar (P2) tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya kecuali dengan perlakuan Kontrol (P1) dan perlakuan Pupuk Cair dosis tinggi (40L/ha) (P3). Hal ini memiliki arti bahwa dibandingkan dengan pengaplikasian pupuk anorganik dosis 100% pengurangan dosis pupuk anorganik 25% - 50% ternyata hasilnya tidak berbeda nyata dengan pengaplikasian pupuk anorganik dosis 100%, apabila pengurangan pupuk anorganik ini dikombinasikan dengan pupuk organik cair
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan Pupuk N pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)
Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae. Produktivitas mentimun di Indonesia tergolong rendah yaitu 10,67 ton ha-1 padahal potensinya mencapai 20 ton ha-1. Permintaan mentimun juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil mentimun dapat dilakukan dengan cara pemupukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus secara berlebihan menyebabkan kualitas tanah menurun sehingga perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik diharapkan mampu menjaga kualitas tanah tetap optimal serta menyediakan unsur hara bagi tanaman dalam jumlah yang cukup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk N pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing dengan 3 taraf, faktor kedua adalah pupuk N dengan 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan 3 ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dan pupuk N pada panjang tanaman, bobot buah per tanaman dan bobot buah per hektar. Pupuk kandang kambing berpengaruh pada jumlah daun, sedangkan pupuk N berpengaruh pada jumlah daun, panjang buah, diameter buah dan jumlah buah
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada Metode Olah Tanah dan Dosis Pupuk Kompos
Produktivitas jagung di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 53,05 ku ha-1 mengalami penurunan sebesar 0,78 pada tahun 2017 menjadi 52,27 ku ha-1. Penurunan produktivitas tanaman jagung manis dapat disebabkan kurangnya pengaplikasian pupuk organik dan pengolahan tanah secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi metode pengolahan tanah dan dosis pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Bulupasar, Kabupaten Kediri pada bulan Agustus hingga Oktober 2021 menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) Faktorial dengan 9 perlakuan dan mendapatkan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan metode olah tanah dan dosis pupuk kompos tidak menunjukkan interaksi nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan tanpa olah tanah meningkatkan tinggi tanaman sebesar 13,30% pada 21 HST, jumlah daun sebesar 11,48% pada 14 HST dan 8,14% pada 42 HST, diameter batang pada 14 HST 12,35% serta 13,37% pada 21 HST dibandingkan perlakuan olah tanah konvensional. Perlakuan dosis pupuk kompos 20 t ha-1 meningkatkan diameter batang tanaman sebesar 10,11% pada 14 HST, diameter tongkol tanpa kelobot 3,33%, berat segar tongkol tanpa kelobot 8,68% dan kadar gula 6,54% dibandingkan perlakuan tanpa pupuk kompos.
Kata Kunci: Dosis Pupuk Organik, Jagung Manis, Olah Tanah, Pupuk Komp
Hubungan Kekerabatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Kabupaten Ponorogo
Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tumbuhan endemik dari Amorphophallus. Porang banyak tumbuh di hutan-hutan pulau Jawa, karena memiliki toleransi terhadap naungan sehingga mampu tumbuh dengan baik di bawah tegakan tanaman hutan. Porang menghasilkan umbi dan bulbil yang memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Kekayaan plasma nutfah Amorphophallus yang berada di Indonesia cukup banyak, namun belum banyak memperoleh perhatian dan penanganan dengan maksimal, serta belum banyak dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman. Porang memiliki keragaman yang sempit karena memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hubungan kekerabatan tanaman porang di Kabupaten Ponorogo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juli 2022 di Kecamatan Ngrayun, Pulung dan Ngebel. Karakter morfologi yang diamati yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif dari karakter tangkai, daun, bulbil, dan umbi. Analisis data dilakukan dengan mentransformasikan karakter kuantitatif dan kualitatif menjadi data biner. Analisis untuk mengetahui hubungan kekerabatan dilakukan dengan analisis kelompok menggunakan software XLSTAT dan R-package untuk menghasilkan dendogram dan heatmap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porang memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Analisis hubungan kekerabatan pada porang di Kabupaten Ponorogo menunjukkan hubungan kekerabatan dekat dengan koefisien kemiripan sebesar 0,60-0,84. Karakter morfologi yang menjadi pembeda yaitu warna daun, warna daging umbi, dan bentuk bulbil