Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Efisiensi Intersepsi Radiasi Matahari (Ei) pada Berbagai Mulsa dan Tata Letak Tanaman terhadap Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Kultivar Talenta Pertiwi

    Full text link
    Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Budidaya jagung manis di Indonesia masih mengalami kendala yaitu penangkapan radiasi matahari yang rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi antara lain dengan aplikasi berbagai jenis mulsa dan penerapan tata letak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Efisiensi Intersepsi radiasi matahari (Ei) pada berbagai jenis mulsa dan tata letak tanaman yang tepat terhadap produksi tanaman jagung manis kultivar Talenta Pertiwi. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2023 di kebun praktikum PSDKU Universitas Brawijaya, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi perlakuan mulsa plastik perak-perak + baris ganda dan mulsa plastik hitam perak + baris ganda mampu memberikan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik terhadap panjang tanaman, luas daun per tanaman, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, dan Efisiensi Intersepsi radiasi matahari (Ei) dibandingkan tanpa mulsa, mulsa jerami padi, mulsa plastik hitam putih baik baris tunggal maupun baris ganda.

    Tingkat Agrobiodiversitas Pertanian pada Sistem Usaha Tani Padi di Kota Kediri

    Full text link
    Keberadaan agrobiodiversitas mengalami kemunduran akibat dari penerapan sistem pertanian monokultur secara intensif. Penyusutan agrobiodiversitas dalam jangka panjang berdampak pada keutuhan pangan, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan. Penelitian ini dilakukan guna mempelajari tingkat agrobiodiversitas pada sistem pertanian padi di Kota Kediri berikut dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel penelitian terdiri atas 89 petani yang menanam tanaman padi sebagai tanaman utama. Tingkat agrobiodiversitas ditentukan dengan mempertimbangkan jumlah komoditas yang terdapat pada lahan pertanian, baik tanaman budidaya maupun tanaman pematang. Data penelitian dikelompokkan menggunakan cluster analysis untuk mempermudah identifikasi responden pada setiap tingkatan agrobiodiversitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat agrobiodiversitas diidentifikasi berdasarkan hasil wawancara dengan pertanyaan terbuka, principal component analysis (PCA), ANOVA satu arah, serta uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan sistem pertanian padi di Kota Kediri didominasi oleh tingkat agrobiodiversitas sedang sebanyak 54%, sedangkan agrobiodiversitas tingkat tinggi sebanyak 31%, dan tingkat rendah sebanyak 15%. Selain itu, ditemukan variabel yang mempengaruhi diantaranya usia, pengalaman usahatani, luas lahan, jumlah tenaga kerja, biaya tenaga kerja, dan dosis pupu

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Empat Varietas Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Pemberian Beberapa Dosis PGPR

    Full text link
    Bayam merah dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan sumber protein, vitamin A, B dan C serta mengandung garam mineral seperti fosfor, kalsium dan zat besi. Pemanfaatan PGPR dan varietas unggul untuk meningkatkan produksi bayam merah. Tujuan dari penelitian ini untuk Mempelajari respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bayam merah terhadap pemberiaan beberapa dosis PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2023 di lahan yang bertempat di Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Bahan yang digunakan adalah benih tanaman bayam merah dengan 4 jenis varietas yaitu varietas Mira, varietas Baret Merah, varietas Red Lady, varietas Manila dan larutan PGPR. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianilisis menggunakan analisi ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan BNJ dengan Taraf 5%. Terdapat respon terhadap varietas bayam merah dengan pemberian dosis PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Respon varietas bayam merah dengan pemberian PGPR terhadap hasil yang didapat tidak berbeda dengan perlakuan tanpa pemberian PGPR (kontrol).   Kata Kunci: Bayam Merah, PGPR, Hasil, Varietas

    Pengaruh Pemberian Urea dan Volume Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

    Full text link
    Tanaman kumis kucing jarang dibudidayakan petani karena nilai jual yang rendah. Kandungan simplisia dalam tanaman kumis kucing masih rendah akibat proses budidaya yang kurang baik. Pemberian unsur nitrogen dan frekuensi penyiraman dapat menjadi upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil serta kandungan flavonoid tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga April 2023, di Green House Lahan Percobaan Jatimulyo pada ketinggian kurang lebih 460 mdpl dengan suhu 20°C-28°C dan kelembaban udara antara 50-80%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama ada dosis pupuk urea dengan 3 taraf, dan faktor kedua ada volume penyiraman dengan 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis pupuk urea dan volume penyiraman terhadap kandungan flavonoid tanaman kumis kucing. Dosis pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun dan luas daun, sedangkan volume penyiraman dapat meningkatkan tinggi tanaman dan luas daun

    Respon Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Macam Pupuk Cair dan Dosis Pupuk NPK

    Full text link
    Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi. Permintaan pasar terhadap tanaman bawang merah sangat tinggi sehingga bawang merah memiliki peluang pasar yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh aplikasi macam pupuk cair dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, serta untuk mendapatkan pupuk cair dan dosis pupuk NPK terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada bulan Maret - Mei 2023. Penelitian ini menggunakan RAK dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan kontrol, pupuk organik cair Nasa, dan nutrisi hidroponik premium P4S Hikmah Farm. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 4 taraf yaitu 300, 450, 600, dan 750 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian macam pupuk cair dengan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Pemberian Nutrisi Hidroponik P4S Hikmah Farm berpengaruh terhadap panjang tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Pemberian pupuk NPK Phonska pada tanaman bawang merah berpengaruh terhadap panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar total per rumpun, bobot segar umbi per rumpun, dan bobot kering umbi per rumpun. Pemberian pupuk NPK Phonska 750 kg/ha memiliki bobot kering umbi per rumpun lebih tinggi dibandingkan pemberian NPK Phonska 300 kg/ha dan 450 kg/ha. Namun tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot kering total per rumpun, susut bobot umbi per rumpun, bobot segar umbi per petak, bobot kering umbi per petak, dan bobot kering umbi per hektar

    Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kulit Bawang Merah dan Pupuk Cair Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Stek Sambiloto (Andrografis paniculata)

    Full text link
    Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kulit bawang merah dan pupuk cair kotoran kambing pada pertumbuhan stek sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 sampai Maret 2024 di lahan penelitian Universitas Pembangunan Panca Budi di dusun 3 Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair kulit bawang merah dan pupuk cair kotoran kambing berpengaruh berbeda nyata pada semua parameter yaitu umur bertunas, jumlah tunas, panjang tunas, diameter tunas, jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering namun interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter

    The Pengaruh Waktu Tanam Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada Tanaman Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) dalam Pola Tanam Tumpangsari

    No full text
    Kacang bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan dalam program diversifikasi pangan sebagai sumber karbohidrat dan protein. Permasalahan utama yang dihadapi dalam budidaya kacang bambara yaitu daya hasil yang masih rendah akibat masih dibudidayakan menggunakan galur-galur lokal pada lahan yang terbatas, sehingga diperlukan intensifikasi melalui tumpangsari dengan tanaman jagung manis dan memperhatikan waktu tanam jagung manis agar dapat mengurangi kompetisi yang terjadi antar tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tanam jagung manis pada hasil kacang bambara dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, meliputi : A (kacang bambara monokultur), B (kacang bambara ditanam serempak dengan jagung), C (jagung manis ditanam 2 minggu sebelum kacang bambara), D (jagung manis ditanam 1 minggu sebelum kacang bambara), E (jagung manis ditanam 1 minggu setelah kacang bambara), dan F (jagung manis ditanam 2 minggu setelah kacang bambara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kacang bambara monokultur dan tumpangsari dengan jagung manis yang ditanam 2 minggu setelah kacang bambara memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih optimal pada jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat kering total tanaman, dan hasil panen biji kering. Selain itu, semua perlakuan memiliki NKL yang lebih dari 1 yang artinya sistem tumpangsari lebih menguntungkan dan lebih efisien dalam pemanfaatan lahan dibandingkan sistem monokultur

    Pengaruh Frekuensi Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Tipe Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

    No full text
    Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas pangan jenis sayuran buah yang diminati masyarakat. Namun, masih ditemukan masalah yang menyebabkan penurunan produksi buncis, salah satunya adalah kehadiran gulma di lahan budidaya buncis. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Percobaan lapang dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Juni 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Malang. Percobaan ini merupakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan RAK yang terdiri dari 8 perlakuan dengan 4 ulangan. Percobaan ini merupakan kombinasi 2 faktor perlakuan. Faktor pertama ialah tipe buncis yang terdiri dari 2 taraf dan faktor kedua ialah frekuensi penyiangan yang terdiri dari 4 taraf. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan frekuensi penyiangan gulma yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Buncis tipe tegak dengan frekuensi penyiangan 3 kali dan buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis gulma, berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis dibandingkan perlakuan tanpa penyiangan. Buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya

    Sistem Urban Farming Sukini (Cucurbita pepo L.) dengan Pemanfaatan Kompos Limbah Rumah Tangga

    Full text link
    Sukini (Cucurbita pepo L.) mengandung beberapa senyawa bioaktif, seperti fenol, flavonoid, asam amino, vitamin c dan mineral, sehingga menyebabkan kebutuhan sukini menjadi meningkat. Maka dari itu, diperlukan konsep urban farming agar permintaan masyarakat terpenuhi. Konsep ini dapat mengurangi limbah perkotaan dan mengolahnya menjadi kompos. Untuk menghasilkan produksi yang maksimal, diperlukan tambahan pupuk organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan menentukan rekomendasi kompos limbah rumah tangga dan dosis NPK pada tanaman sukini. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2023, bertempat di Desa Ngudi, Kelurahan Tawangargo, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari faktor pertama yaitu komposisi kompos limbah rumah tangga 100% Tanah, 15%, 30% dan 45% Kompos. Faktor kedua yaitu dosis NPK 2, 4, 6 dan 8 g polibag-1. Hasil penelitian berpengaruh pada 45% kompos dengan dosis NPK 8 g polibag-1 terhadap panjang tanaman, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, jumlah buah, dan fruit set. Serta berpengaruh terhadap bobot segar buah dan bobot kering total sebesar 105% dan 46,08%. Partisi berat kering menunjukkan persentase berat kering lebih besar pada bagian buah, batang dan daun sebesar 73%; 12,44% dan 11,82%

    Aplikasi Pupuk Daun NPK pada Pertumbuhan, Kualitas dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Varietas Inthanon pada Sistem Budidaya Tanpa Tanah

    Full text link
    Tanaman melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman yang populer di dunia, yang berasal dari famili curcubitaceae. Warna, bentuk, bobot, rasa, tekstur dan aroma dari buah melon merupakan penentu kualitas buah melon yang dapat meningkatkan minat konsumen.  Budidaya melon tanpa tanah dengan suplai air, nutrisi dan iklim yang dikontrol dapat menjaga kualitas buah. Untuk mendukung pertumbuhan, setiap fase melon membutuhkan kebutuhan pupuk yang berbeda yang tidak memungkinkan diaplikasikan melalui nutrisi irigasi. Aplikasi pupuk nitrogen, fosfor dan kalium secara foliar dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian dilaksanakan di  Fasilitas Smart Greenhouse PT Pupuk Kujang, Cikampek, Kab. Karawang, Jawa Barat pada bulan Agustus - Desember 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 macam pupuk daun yaitu pupuk dominan N, P dan K sehingga menghasilkan 5 perlakuan dengan variasi pengaplikasian di fase vegetatif dan generatif. Terdapat 4 ulangan sehingga menghasilkan 20 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0: Kontrol, P1: Pupuk daun N diaplikasikan pada fase vegetative dan pupuk daun K pada fase generatif, P2: Pupuk daun P diaplikasikan pada fase vegetatif hingga pembungaan dan pupuk daun K diaplikasikan pada masa generatif setelah pembungaan, P3: Pupuk daun P diaplikasikan pada fase vegetatif, pupuk daun P diaplikasikan pada fase pembungaan dan K diaplikasikan pada fase generatif dan P4: Pupuk daun K diaplikasikan pada fase generatif saja. Data pengamatan yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (Tabel Anova) atau uji F dengan taraf 5%, untuk hasil yang berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk daun dominan K pada masa pembungaan dan perkembangan buah dapat meningkatkan nilai indeks klorofil 49 hst, brix, skor organoleptik faktor kemanisan, kesegaran dan aroma. Aplikasi pupuk dominan N pada masa vegetatif pada perlakuan pupuk daun dominan N + P + K dapat meningkatkan bobot buah dan pada perlakuan domanan N + K dapat meningkatkan indeks klorofil daun di 28 hst. Namun memiliki pengaruh negatif terhadap nilai brix buah melon pada perlakuan pupuk daun dominan N + K. &nbsp

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇