Jurnal Pendidikan Humaniora
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
Understanding the Varieties of Research Experience: Stories of Undergraduate Students
Abstract: Engaging in research can benefit students in several ways. However, higher learning institutions have been challenged to engage students in research experiences. The present study is conducted to discover what undergraduate students experience in the research process, and how they accomplish their tasks during the process. Narrative research is used for this study to understand present real-life experiences. The study revealed that students experience different conditions and apply various techniques in the research process. Besides, when they encountered the same or similar challenges, they were prone to accomplish their tasks with the same attempt.Key words: research experience, students’ task accomplishment, narrative inquiryAbstrak: Terlibat dalam penelitian dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam berbagai cara. Namun, lembaga pendidikan tinggi tertantang untuk melibatkan siswa dalam pengalaman penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan apa yang dialami mahasiswa sarjana dalam proses penelitian, dan bagaimana mereka menyelesaikan tugas-tugas mereka selama proses tersebut. Penelitian naratif digunakan dalam penelitian ini untuk memahami pengalaman kehidupan nyata saat ini. Studi ini mengungkapkan bahwa mahasiswa mengalami kondisi yang berbeda dan menerapkan berbagai teknik dalam proses penelitian. Selain itu, ketika mereka menghadapi tantangan yang sama atau serupa, mereka cenderung menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan usaha yang sama.Kata kunci: pengalaman meneliti, penyelesaian tugas mahasiswa, investigasi narati
Students’ Critical Thinking and IRF Sequence in English Literature Class
Abstract: This study is intended to investigate the communication using IRF sequence, issues occurred during teaching-process, and critical thinking in Basic Analysis of Poetry class. The result indicates that the faculty member used questions to build ELT students’ critical thinking and ELT students believe that by reading a lot of poems will help them to develop their critical thinking. In conclusion IRF sequence with certain modification will help the faculty member to communicate with the students.Keywords: basic analysis of poetry, ELT students, classroom discourse, IRF sequence, critical thinkingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti komunikasi menggunakan runtutan IRT, masalah yang terjadi selama proses pengajaran, dan pemikiran kritis dalam kelas Analisa Dasar Puisi. Hasil menunjukkan bahwa dosen menggunakan pertanyaan untuk membangun pemikiran kritis para siswa Pendidikan Bahasa Inggris dan para siswa pendidikan Bahasa Inggris percaya bahwa membaca banyak puisi akan membantu mereka untuk mengembangkan pemikiran kritis mereka. Kesimpulannya, runtutan IRT dengan penyesuaian tertentu akan membantu dosen untuk berkomunikasi dengan para siswa.Kata Kunci: analisis dasar puisi, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, wacana kelas, IRF sequence, berpikir kriti
AN ANALYSIS OF THE EMERGING FACTORS OF FLA AND FLE BASED ON STUDENTS’ PERCEPTION
Abstract: This qualitative survey study investigated the students’ perspectives on the emerging factors of anxiety and enjoyment during ESP class of non-English department students. This study involved 35 freshmen of non-English department study program at Universitas Muhammadiyah Malang who were joining ESP class. The most frequent causes of FLA based on the students’ perception were being afraid that their utterances are not understandable, their own concern on their pronunciation and accent and thoughts that others can speak better than they do. For FLE, the excellent atmosphere created by the teachers was most considered by the students to contribute to their enjoyment in class. Keywords: anxiety, enjoyment, ESP, FLA, FLEAbstrak: Penelitian yang menggunakan metode survey kualitatif ini menggali tentang perspektif mahasiswa di luar jurusan Bahasa Inggris tentang kecemasan (FLA) dan perasaan senang (FLE) dalam mengikuti kelas ESP. Penelitian ini melibatkan 35 mahasiswa yang bukan jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Malang yang mengikuti kelas ESP. Penyebab FLA yang paling sering terjadi berdasarkan persepsi mahasiswa adalah ketakutan bahwa ucapan mereka tidak dapat dimengerti, rasa cemas pribadi terhadap pengucapan dan aksen mereka serta pemikiran bahwa orang lain dapat berbicara lebih baik daripada mereka. Untuk FLE, suasana baik yang diciptakan oleh para guru menjadi sebuah perhatian khusus yang dirasa oleh para mahasiswa untuk menambah rasa senang mereka di kelas.Kata kunci: kecemasan, kesenangan, ESP, FLA, FL
Students’ Perceptions of the Flipped Academic Writing Classroom Learning Activities
Abstract: Flipped-classroom strategy, as the name suggests, flips the conventional teaching and learning process. In a flipped classroom, students learn the materials at home in an online platform (out-class) and then they learn more through discussion with their peers in the classroom (in-class). This study focuses on students’ perceptions of the activities in a flipped academic writing classroom. The data were collected using questionnaires and observation. The result shows that the activities were able to help students to learn and improve their academic writing. In addition, students also gave positive responses to the use of teaching media and peer feedback sessions.Keywords: students’ perceptions, flipped-classroom strategy, Google Classroom, academic writin
STUDENTS’ WILLINGNESS TO COMMUNICATE IN ENGLISH THROUGH VIRTUAL CLASSROOM
Abstract: The aim of this study is to describe students’ willingness to communicate in English through virtual classroom during Covids-19 Pandemic. This study used descriptive qualitative research design, conducted at SMK Negeri 8 Malang. Data collection methods were obtained from students’ responses on questionnaires and compiled with transcripts of the virtual interview result. The finding showed the students preferred to communicate in English written rather than English spoken.Keywords: student's willingness, English communication, virtual classroomAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan para siswa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif yang telah dilakukan di satuan pendidikan SMK Negeri 8 Malang. Adapun pengambilan data dilakukan berdasarkan hasil tanggapan para siswa dalam mengisi kuisioner dan dikonfirmasikan dengan hasil wawancara antara peneliti dengan siswa yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya para siswa lebih memilih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara tertulis.Kata kunci: keinginan siswa, komunikasi Bahasa Inggris, kelas virtua
Berpikir Kritis atas Informasi Hoaks di Media Sosial bagi Siswa Tingkat SMA
Abstrak: Informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial memberikan dampak buruk bagi penggunanya, pelajar dalam hal ini masuk kategori tinggi sebagai pengguna media sosial, sehingga rawan terpapar dampak informasi hoaks. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan teori berpikir kritis Butterworth dan Thwaites yang dikembangkan menjadi modul bagi siswa tingkat SMA dan buku panduan bagi guru BK sebagai media bimbingan di sekolah. Melalui 9 tahapan, yang telah disesuaikan dari 10 tahapan model Borg dan Gall, Hasil dari penelitian ini menghasilkan modul berpikir kritis atas informasi hoaks di media sosial bagi siswa tingkat SMA dan buku panduan atas modul berpikir kritis atas informasi hoaks di media sosial bagi siswa tingkat SMA yang diperuntukkan bagi guru BK, melalui uji efektifitas.Kata kunci: berpikir kritis, media sosial, hoaks, informasi, sisw
Hear our voices: Pre-service English Teachers’ Challenges and Expectations during Teaching Practice
Abstract: Teaching practicum is one of the most fundamental and crucial stages in the teacher preparation program. The pre-service teacher readiness can be developed to become a qualified future teacher. This descriptive qualitative study is aimed to find the challenges and expectations of pre-service English teachers, mentor teachers, university supervisor, and the head of the teaching practice program. The findings indicated that pre-service teachers are challenged to improve their classroom management, strategies, and methods of teaching. The pre-service teachers, mentor teachers, and university supervisor are expected to gain benefits and successful school-university partnership.Keywords: challenges, expectations, pre-service english teacher, teaching practiceAbstrak: Praktek mengajar adalah salah satu tahap yang paling penting dan berpengaruh dalam program persiapan guru. Kesiapan praktikan dapat dikembangkan untuk menjadi guru masa depan yang berkualitas. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menemukan tantangan dan ekspektasi praktikan bahasa Inggris, guru pamong, dosen pembimbing, dan kepala program praktik mengajar. Temuan menunjukkan bahwa praktikan ditantang untuk meningkatkan manajemen kelas, strategi, dan metode pengajaran mereka. Para praktikan, guru pamong, dan dosen pembimbing diharapkan mendapatkan manfaat dan hubungan sekolah-universitas yang berhasil.Kata kunci: tantangan, ekspektasi, calon guru bahasa inggris, praktik mengaja
Politeness Value Adoption from Petitih Minangkabau Proverbs on Bibliocounseling as KIPAS Counseling Model
Abstract: The purpose of this research was to identify and describe about the value of politeness in pepatah petitih Minangkabau. This research used a descriptive apporoach using with analysis strategi of Gadamerian hermeneutic. The results of the identification value are then adopted into a format and content of bibliocounseling to develop social skills of students’. The result of analysis showed that there were 7 (seven) values of politeness in pepatah petitih Minangkabau. These value are summarized into 4 (four) elements of social skills to the conception of kato nan ampek. The stage activity bibliocounseling was based on the stege of the counseling model of KIPAS which consists of good news, data interation or internalization, planning of action, actualization of planning, and celebration.Key words: politeness value, Pepatah Petitih Minangkabau, bibliocounsellng, KIPAS counseling modelAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai kesopanan dalam pepatah petitih Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan strategi analisis hermeneutika Gadamerian. Hasil dari identifikasi nilai tersebut kemudian diadopsi menjadi format dan isi bibliokonseling untuk mengembangkan kecakapan sosial siswa. Hasil analisis menunjukkan terdapat 7 (tujuh) nilai kesopanan dalam pepatah petitih Minangkabau. Nilai tersebut terangkum ke dalam 4 (empat) unsur kecakapan sosial menurut konsep kato nan ampek. Tahap kegiatan bibliokonseling mengacu pada tahapan konseling model KIPAS yang terdiri dari kabar gembira, integrasi data atau internalisasi, perencanaan tindakan, aktualisasi rencana, dan selebrasi.Kata kunci: nilai kesopanan, Pepatah Petitih Minangkabau, bibliokonseling, model konseling KIPA
The Meaning of Sekura Cakak Buah Tradition of Saibatin Community
Abstract: Sekura Cakak Buah is the oldest tradition of saibatin community in Lampung Barat regency. The tradition that were born and developed in tandem with the civilization of the people certainly have profound meaning and values. This research aims to uncover and explore the meaning and value of sekura cakak buah tradition for indigenous saibatin communities and to understand the implementation of meanings and values of tradition in the lives of saibatin community. The study used qualitative design with an understanding approach to the meaning of ethnography. Data were analyzed by analyzing domains, taxonomic, components and cultural theres. The results of the study showed that the meaning of sekura cakak buah tradition for the saibatin community is self-identity, life, and sosial life. The meaning and values are implemented in community’s lives which are namely cultural meaning and values including: self identity, cultural heritage, and regional icon; the meaning and value of religion includes the almighty god, praying, giving thanks and ngejalang (forgiving each other; the meaning and values of the economy include activities in the Pasar Tumpah dan Lamban Sekura; as well as the meaning and social values including kinship and relatives, equality between fellow being, beguai jejama (working together) and social relationship of saibatin community.Key words: tradition, indigenous community, social relationship, identity, saibatin communityAbstrak: Sekura Cakak Buah merupakan tradisi tertua masyarakat saibatin di Kabupaten Lampung Barat. Tradisi yang lahir dan berkembang beriringan dengan peradaban masyarakatnya tentu memiliki makna dan nilai yang mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menggali makna dan nilai tradisi sekura cakak buah bagi masyarakat adat saibantin, dan memahami implementasi makna dan nilai tradisi dalam kehidupan masyarakat saibatin. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan pemahaman makna ethnografi. Data dialisisis dengan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tradisi sekura cakak buah bagi masyarakat saibatin adalah identitas diri, kehidupan, dan kehidupan sosial masyarakat. Makna dan nilai tradisi terimplementasi dalam kehidupan masyarakatn yang tercakup dalam makna dan nilai budaya meliputi: identitas diri, warisan budaya, dan ikon wilayah; makna dan nilai religi (keagamaan) meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, berdoa, bersyukur, berserah, dan ngejalang (saling memaafkan); makna dan nilai ekonomi meliputi aktivitas di Pasar Tumpah, dan Lamban Sekura; serta makna dan nilai sosial meliputi kekeluargaan dan kekerabatan, kesamaan antar sesama, beguai jejama (bekerja sama) dan hubungan sosial masyarakat saibatin.kata kunci: tradisi, masyarakat adat, hubungan sosial, identitas, masyarakat saibati
Fostering Autonomy through Digital Reading: Students’ Evaluation of the ReadyRead Application
Abstract: ReadyRead is an Android-based application which provides several features for scaffolding reading comprehension practice. It is the product of Design-Based Research. The present study examined high school students’ experience in using the application. An online questionnaire was employed to gather information on students’ opinions regarding the content, learning activities, and usability of the app. Results of the data analysis revealed the most favorable feature in the app perceived to be the most helpful for students in learning reading independently. Further, the app provides space for students to learn individually and collaboratively. Suggestions from the students are constructive and taken into account in the further development and sustainability of the app.Keywords: digital reading, reading application, autonomy, evaluation Abstrak: ReadyRead merupakan aplikasi membaca yang menyediakan fitur-fitur untuk mendukung pembelajaran membaca. Artikel ini meneliti pengalaman siswa SMA selama menggunakan aplikasi tersebut. Kuisioner daring digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait pendapat siswa tentang isi, aktivitas dan penggunaan aplikasi. Hasil data analisis mengungkapkan bahwa fitur yang disukai siswa adalah fitur yang dirasa sangat membantu siswa untuk belajar secara mandiri. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan ruang untuk siswa belajar secara kolaboratif selain belajar secara individu. Masukan dari siswa sangatlah membangun untuk pengembangan dan keberlanjutan aplikasi ReadyRead.Kata kunci: membaca digital, aplikasi membaca, kemandirian, evaluas