TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
    225 research outputs found

    Analysis of Students Perception about Teachers’ Personality in the Academic Achievement

    No full text
    AbstractThis study is aimed at exploring the relationship of teacher’s personality as perceived by the students with students’ academic achievement. The major objective of the study is to measure the perceptions of students about five dimensions of their teachers’ personality (i.e. Openness, Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, and Neuroticism) and to identify the relationship between these five dimensions of teacher’s personality and students’ academic achievement at the university level. Data is collected from male and female students of five universities of Karachi with the help of questionnaire design on a Likert scale. As the population frame is not available to the random sampling technique (non-probability method) is used to collect data from 385 respondents. Statistical techniques that are applied for analysis of collected data are descriptive analysis, regression and ANOVA analysis. Findings of the study show that there is a significant relationship between teachers’ personality and student’s academic performance at the university level. Furthermore, all personality traits except Neuroticism creates a positive impact on student’s academic output. This study will help teacher and management to better understand the importance of personality traits and their impact on class management and ultimately on student’s academic performance. AbstrakTulisan  ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan kepribadian guru yang dirasakan oleh siswa dengan prestasi akademik siswa. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengukur persepsi siswa tentang lima dimensi kepribadian guru mereka ( yaitu Openness, Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, dan  Neuroticism) dan untuk mengidentifikasi hubungan antara lima dimensi kepribadian guru dan prestasi akademik siswa. di tingkat universitas. Data dikumpulkan dari siswa pria dan wanita dari lima universitas di Karachi dengan bantuan desain kuesioner pada skala likert. Karena kerangka populasi tidak tersedia untuk teknik sampling acak (metode non-probabilitas) digunakan untuk mengumpulkan data dari 385 responden. Teknik statistik yang diterapkan untuk analisis data yang dikumpulkan adalah analisis deskriptif, regresi dan analisis ANOVA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepribadian guru dan kinerja akademik siswa di tingkat universitas. Selain itu, semua ciri kepribadian kecuali Neuroticism menciptakan dampak positif pada output akademik siswa. Penelitian ini membantu guru dan manajemen untuk lebih memahami pentingnya sifat kepribadian dan dampaknya terhadap manajemen kelas dan akhirnya kinerja akademik sisw

    The Synergy of Arts, Neuroscience, and Islam in Early Childhood Learning in Yogyakarta

    No full text
    AbstractArts in Islam is an expression of tawheed (oneness of God) and prophetic, which is in neuroscience stated as able to activate the brain, affect emotions, and improve social skills, motivation, cultural awareness, and aesthetic appreciation. The purpose of this research is to analyze the synergy of arts and science in early childhood learning at three Early Childhood Education institutions in Yogyakarta, which has a variety of Islamic styles. The approach of this research was qualitative descriptive. Data collection techniques were conducted by observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique was done in descriptive, interpretative, and comparative with reference to neuroscience learning theory. The results showed that what makes art always controversial with the Islamic teachings is not in essence, but on other things that are often expressed unethically. Arts in Islamic education of early childhood are the religious arts that empathic and full-meaning, thus not only in accordance with Islamic teachings but becomes the basic needs of every people. The synergy of arts and science in early childhood learning can improve learning creativity.AbstrakSeni dalam Islam merupakan ekspresi tauhid dan profetik, yang dalam neurosains dinyatakan mampu mengaktivasi otak, mempengaruhi emosi, meningkatkan keterampilan sosial, motivasi, kesadaran budaya dan apresiasi estetika. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sinergi seni dan sains dalam pembelajaran anak usia dini pada tiga lembaga PIAUD di Yogyakarta yang memiliki corak keisalaman beragam. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik anailis data dilakukan secara deskriptif, interpretatif dan komparatif dengan mengacu teori pembelajaran neurosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadikan seni selalu kontroversi dengan ajaran Islam bukan pada esensinya, melainkan pada hal-hal lain yang sering kali diekspresikan secara tidak etis. Seni dalam pendidikan Islam anak usia dini adalah seni religi yang empatik dan meaning fullness sehingga tidak saja sesuai dengan ajaran Islam melainkan menjadi kebutuhan asasi setiap orang. Sinergi seni dan sains dalam pembelajaran anak usia dini dapat meningkatkan kreatifitas belajar. How to Cite : Suyadi. (2018). The Synergy of Arts, Neuroscience, and Islam in Early Childhood Learning in Yogyakarta. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 42-54. doi:10.15408/tjems.v5i1.7934

    The Effect of Goal Setting, Self Efficacy, Interest and Peer Support on Self Regulated Learning

    No full text
    AbstractThis research aims to see whether goal setting, self-efficacy, interest and peer support altogether have impact on self-regulated learning of students of STSN. Research population is 328 students of first to fourth year of STSN, while the sample is 291 students which filtered using convenience sampling method. This is a quantitative research. Research validity is examined using Confirmatory Factor Analysis (CFA). Data is analysed using multiple regression analysis. The result shows that goal setting, self-efficacy, interest and peer support altogether have impact on self-regulated learning. Variables of intensity, course efficacy, and intrinsic orientation have significant impact on self-regulated learning. While variables of content, roommate efficacy, social efficacy, affected related valence, value related valence, intrinsic orientation, tangible, belonging, appraisal, and self-esteem are statistically not proven to have an impact on self-regulated learning. In particular, this research shows that peer support independently has no effect on self-regulated learning meanwhile previous research has shown the opposite. Further research needs to consider the utilization of operational language which culturally appropriate regarding questionnaire drafting. It is because the questionnaire with the basis of local culture will ignite appropriate response from the respondents.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penentuan tujuan, efikasi diri, minat dan dukungan teman sebaya berpengaruh bersama-sama terhadap regulasi diri mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara. Populasi penelitian adalah 328 mahasiswa STSN sedangkan sampel berjumlah 291 mahasiswa dengan menggunakan tehnik sampling convenience. Validitas alat ukur dianalisis dengan menggunakan CFA sedangkan data riset dianaisis dengan tehnik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan tujuan, efikasi diri, minat dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama berpengaruh terhadap regulasi diri mahasiswa. Secara khusus riset ini menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya tidak berpengaruh terhadap regulasi diri mahasiswa, artinya, riset ini berbeda  dengan hasil riset terdahulu yang menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berpengaruh terhadap regulasi diri. Penelitian lebih lanjut perlu mempertimbangkan penggunaan bahasa operasional yang sesuai dengan budaya terkait penyusunan kuesioner. Pasalnya, kuesioner yang berbasis budaya lokal akan memicu respon yang tepat dari responden.How to Cite: Sanyoto, B., Saloom, G. (2020).   The Effect of Goal Setting, Self Efficacy, Interest and Peer Support on Self Regulated Learning. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 88-101. doi:10.15408/tjems.v7i1.13760.

    Islamic Education’s Responses to Social Changes and Community Behaviors

    No full text
    AbstractThis study explains three things that are significant in the context of change. First, how is the change in community behavior as a result of the development of the oil palm plantation industry in the village of Dak Jaya, secondly why the people of the Dak Jaya village have changed their behavior in publishing Islamic education, third, what are the dimensions of the Islamic education development so that people have increased interest in Islamic education. The research approach is qualitative, data collection methods with interviews and direct observation, data validity techniques using triangulation of sources and extension of observation. Data were analysed from the beginning of data collection through an interactive process that is the collection, reduction, display, and verification or conclusion drawing. The results of the study explained that (1) changes in people’s attitudes as a result of economic changes opening up information openness present new values in people’s lives so that people change behavior into hedonists, pragmatics and individualists, (2) the impact of life towards hedonists, pragmatics and individualists in society make anxious about the future of the young generation so that it grows positive responses that make religious education as the construction of religious values and religious humanism, (3) madrassas and Islamic boarding schools are considered as the foremost oasis of the future because they can provide excellent service, develop creativity and provide ecological literacy for a healthy life.AbstrakPenelitian ini menjelaskan tiga hal yang signfikan dalam konteks perubahan. Pertama bagaimana perubahan perilaku masyarakat sebagai akibat dari perkembangan Industri perkebunan kelapa sawit di desa Dak Jaya, kedua mengapa masyarakat desa Dak Jaya berubah perilakunya dalammerepos pendidikan Agama Islam, ketiga, dimensi apa dari lembanga pendidikan Islam sehingga masyarakat meningkat minatnya terhadap pendidikan Islam. Pendekatan penelitian adalah kualitatif, metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi langsung, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Data dianalisis sejak awal pengumpulan data melalui proses interaktif yakni pengumpulan, reduksi, display dan verifkasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) perubahan sikap masyarakat akibat dari perubahan perekonomian membuka keterbukaan informas menghadirkan nilai-nila baru dalam kehidupan masyarakat sehingga mengubah perilaku masyarkat menjadi hedonis, pragmatis dan individualis, (2) dampak dari kehidupan kearah hedonis, pragmatis dan individualis pada masyarakat membuat rasa cemas terhadap masa depan generasi muda sehingga tumbuh respon positif yakni menjadikan pendidikan agama sebagai konstruksi nilai religiusitas dan humnisme religious, (3) madrasah dan pondok pesantren dinlai sebagai oasis menemuka masa depan karena mampu memberikan layanan prima, mengembangkan kreativitas dan memberikan literasi ekologis untuk hidup sehat. How to Cite: Sukiono., Fauzan. (2020).  Islamic Education’s Responses to Social Changes and Community Behaviors. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 29-47. doi:10.15408/tjems.v7i1.16717.

    Interrelation Kiai Authorities, Curriculum and Learning Culture in Pesantren Indonesia

    No full text
    AbstractIn the education system of Pesantren salaf (traditional Islamic boarding school), Kiai is the highest authority in determining the direction and policies of a pesantren. The figure of Kiai in Pesantren has the authority to determine the direction, the purpose of education, and curriculum/learning materials in Pesantren. Kiai has authority in determining the books of certain scholars. Some books are specifically used in Pesantren to provide guidance for students in implementing the learning process in Pesantren.Those books are selected by Kiai to provide guidance for students in implementing the learning process in this Pesantren. This writing seeks to discuss mutual and interrelated relations among kiai’s authorities, curriculum and norms of students in learning. This paper will discuss how Kiai with authority to select and specify the books on the provisions of the students in learning. While such rules directly strengthen and perpetuate the leadership of Kiai in Pesantren. AbstrakDalam sistem pendidikan Pesantren salaf, Kiai adalah otoritas tertinggi dalam menentukan arah kebijakan pesantren. Sosok Kiai di Pesantren, memiliki wewenang untuk menentukan arah, tujuan pendidikan, kurikulum\materi pembelajaran di Pesantren. Kiai memiliki otoritas dalam menentukan kitab-kitab para Ulama tertentu. Beberapa kitab secara khusus digunakan di Pesantren untuk membimbing siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di Pesantren. kitab tersebut dipilih oleh Kiai untuk membimbing siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di Pesantren ini. Tulisan ini berusaha untuk membahas hubungan timbal balik dan saling terkait antara otoritas kiai, kurikulum dan norma-norma siswa dalam pembelajaran. Tulisan ini akan membahas bagaimana Kiai dengan wewenangnya memilih dan menentukan kitab-kitab belajar  siswa. Sementara aturan tersebut langsung memperkuat dan melanggengkan kepemimpinan Kiai di Pesantren

    A Critical Investigation of English Subject Teaching at Two Types of Madrasas in Bangladesh

    No full text
    AbstractThis study aims to survey the secular subject, teaching of English, and learning in Qawmi Madrasas at grade 8 and Alia Madrasas in Bangladesh. Ethno-methodological surveys have been conducted in 2018 of the Southern region of Bangladesh, particularly among the students, teachers, and principals of eight Qawmi madrasas and five Alia madrasas. Findings revealed that Qawmi Madrasas do not have a conducive English learning environment for grade 8 level, class duration and schedule, teachers\u27 salaries, as well as resources, found inadequate as opposed to the Alia religious schools. Unlike Qawmi Madrasas (Independent Islamic seminaries), Alia Madrasas (reformed religious schools) have so far, the privileges. Interviewees reported the immediate need for teacher training in English language learning for Qawmi religious schools. Moreover, students in the Qawmi schools also claimed that the resources used in the classroom, such as English textbooks should be employed more effectively. This research also found that internal and external factors forced them to include the secular subject, English in particular in their syllabi. Previous studies have focused mainly on religious schools through a sociological lens. However, this study addresses the secular subject, English teaching at unsecular religious schools in Bangladesh; hence, it provides values for avid readers, researchers and those who are involved in future studies of this country.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mensurvei mata pelajaran sekuler, pengajaran bahasa Inggris, dan pembelajaran di Madrasah Qawmi kelas 8 dan Madrasah Alia di Bangladesh. Survei etno-metodologi telah dilakukan pada tahun 2018 di wilayah selatan Bangladesh, khususnya di antara siswa, guru, dan kepala sekolah dari delapan madrasah Qawmi dan lima madrasah Alia. Temuan mengungkapkan bahwa Madrasah Qawmi tidak memiliki lingkungan belajar bahasa Inggris yang kondusif untuk tingkat kelas 8, durasi dan jadwal kelas, gaji guru, serta sumber daya, ditemukan tidak memadai dibandingkan dengan sekolah agama Alia. Berbeda dengan Madrasah Qawmi (seminari Islam Mandiri), Madrasah Alia (madrasah yang direformasi) sejauh ini memiliki keistimewaan. Orang yang diwawancarai melaporkan perlunya segera pelatihan guru dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk sekolah agama Qawmi. Selain itu, siswa di sekolah Qawmi juga mengklaim bahwa sumber daya yang digunakan di kelas, seperti buku teks bahasa Inggris harus digunakan dengan lebih efektif. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor internal dan eksternal memaksa mereka untuk memasukkan mata pelajaran sekuler, khususnya bahasa Inggris dalam silabus mereka. Studi sebelumnya berfokus terutama pada sekolah agama melalui lensa sosiologis. Namun, penelitian ini membahas subjek sekuler, pengajaran bahasa Inggris di sekolah agama unsecular di Bangladesh; karenanya, ini memberikan nilai bagi pembaca, peneliti dan mereka yang terlibat dalam studi masa depan negara ini.How to Cite: Golam, A. Md. (2020).  A Critical Investigation of English Subject Teaching at Two Types of Madrasas In Bangladesh. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(1), 1-15. doi:10.15408/tjems.v7i1.13041

    Improving Higher Order Thinking Skills through Project-based Learning in Primary Schools

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the effects of Project-Based Learning development in social studies to improve students’ higher-order thinking skills in the fifth grade, from Al Mursyidiyyah Islamic primary school in Kota Tangerang Selatan. The method used in this research is the research and development (R&D) and quasi-experimental method. Research and development (R&D) is used to develop Project Based Learning to improve students’ higher-order thinking skills in the fifth grade of Islamic primary school. The quasi-experimental method is used to find the difference of students\u27 higher-order thinking skills improvement using project-based learning models in social studies against students who get learning with conventional learning models. Data collection techniques in this study used to test and observation instruments. Thus, this study finds that project-based learning in social studies improves students’ higher-order thinking skills. The novelty of this research is the development of project-based learning in social studies can improve the higher-order thinking skills of Islamic Primary School students.   AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Mursyidiyyah Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dan metode kuasi eksperimen. Metode R&D digunakan untuk mengembangkan project based learning dalam IPS untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dan metode kuasi eksperimen digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen Nonequivalent Control Group Pretest-posttest Design dimana kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasisis proyek dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Novelti penelitian ini adalah pengembangan pembelajaran berbasisis proyek dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. How to Cite: Takiddin, Jalal, F., Neolaka, A. (2020).  Improving Higher Order Thinking Skills through Project-based Learning in Primary Schools. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 16-28. doi:10.15408/tjems.v7i1.14052.

    Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic

    No full text
    AbstractThis research aims (1) to explore the family\u27s role in remote learning practice and (2) to find out what family can do to nurture students\u27 resilience during the COVID-19 pandemic. This study employed qualitative descriptive methodology with a case study approach to obtain and analyse data narratively. The findings of this study are: (1) Family become the observer of students’ resilience and personality development, their observation will determine teachers’ approach in teaching and educating resilience virtue. Their role as facilitator in home learning shows their support and passion to engage with their children’s learning process. (2) Direct assistance during video conferencing is part of collaboration between school and family to participate in resilience-building, but only few parents did so due to diversed backgrounds. AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam praktik pembelajaran jarak jauh dan (2) untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan keluarga untuk memelihara ketahanan siswa selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh dan menganalisis data secara naratif. Temuan penelitian ini adalah: (1) Keluarga menjadi pengamat ketahanan dan perkembangan kepribadian siswa, observasi mereka akan menentukan pendekatan guru dalam mengajar dan mendidik ketahanan kebajikan. Peran mereka sebagai fasilitator dalam pembelajaran di rumah menunjukkan dukungan dan semangat mereka untuk terlibat dengan proses pembelajaran anak-anak mereka. (2) Bantuan langsung selama konferensi video merupakan bagian dari kerjasama antara sekolah dan keluarga untuk berpartisipasi dalam pembangunan ketahanan, tetapi hanya sedikit orang tua yang melakukannya karena latar belakang yang berbeda.. How to Cite:  Sururin,  Mahmuda, M.C., Muslim, M. (2020).  Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 204-216. doi:10.15408/tjems.v7i2.20582

    Motives for Moral Behavior Among Malay Muslim Students Secondary School

    No full text
    AbstractThis paper provides an overview of the motives underpinning Malay Muslim secondary school students’ moral behavior in Malaysia in their daily life. The paper is based on a qualitative case study employing purposive sampling into the motives behind Malay Muslim students’ moral behavior. The study of eight Form Four Malay Muslim students in a school in Malaysia identified six themes associated with the motives for moral behavior. The findings illustrate that Malay Muslim students have different motives for their moral behavior and that these are linked to moral reasoning. It offers an insight into what motivates Malay Muslim students who are in a family structure where religion is a strong influence of their moral behavior. It illustrates how family background, religious values and personal experiences shape the reasons for behaving morally. A key implication of the findings for Moral Education is in educating students to behave morally, teachers in particular Moral Education teachers should consider that the motivation for the action may differ based on certain aspects of the student\u27s background that influence their beliefs about what is right and good. Teachers should also identify the prevailing motives and their influences on students’ moral behavior by facilitating reflection on their behavior and the choice the right motives in morality.AbstrakPenelitian ini menyajikan gambaran tentang motif yang mendasari perilaku moral siswa Melayu Muslim pada sekolah menengah di Malaysia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan menggunakan tehnik purposive sampling untuk menginvestigasi motif di balik perilaku moral siswa Melayu Muslim. Delapan pola dari Empat siswa Muslim Melayu di sebuah sekolah di Malaysia teridentifikasi memiliki enam tema yang terkait dengan motif perilaku moral. Temuan mengilustrasi bahwa para siswa Melayu Muslim memiliki motif yang berbeda pada perilaku moral mereka dan bahwa ini terkait dengan penalaran moral. Temuan penelitian ini menawarkan wawasan pada apa yang memotivasi para siswa Melayu Muslim ya ng berada dalam struktur keluarga di mana agama memiliki pengaruh yang kuat pada perilaku moral mereka. Temuan penelitian ini mengilustrasi bagaimana latar belakang keluarga, nilai-nilai agama dan pengalaman pribadi dapat membentuk alasan-alasan untuk berperilaku secara moral. Implikasi utama dari temuan Pendidikan Moral ini adalah dalam mendidik siswa untuk berperilaku secara moril, para guru terutama guru Pendidikan Moral harus mempertimbangkan bahwa motivasi untuk bertindak dapat berbeda berdasarkan aspek-aspek tertentu dari latar belakang siswa yang mempengaruhi keyakinan mereka tentang apa yang benar dan baik. Para guru juga harus mengidentifikasi motif yang berlaku dan pengaruhnya pada perilaku moral siswa dengan memfasilitasi refleksi diri atas perilaku mereka dan pilihan motif yang tepat di dalam moralitas. How to Cite : Yasina, M., Abdullah, Nur S. M., Roslan, S., Wahat, Nor W. A. (2018). Motives for Moral Behavior Among Malay Muslim Students Secondary School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 42-54. doi:10.15408/tjems.v5i1.9510

    Development of Learning Video using Guided Inquiry Methods on Circular Motion Subject to Improve Student Learning Outcomes

    No full text
    AbstractThis study aims to develop a learning video on circular motion subject as a physics learning media for high school students. The developed video is prepared based on the guided inquiry learning stage and completed with the Student Worksheet. This research used Research and Development (R&D) method, with ADDIE model. The developed video has been through feasibility test with the achievement percentage of 91.8% from material expert, 96.8% from media expert, and 85.9% from learning expert with excellent interpretation. The product trial results show the percentage of achievement of 81.7% from educator and 89.4% from learner. There is an increase of result was 54.4 to 79.8 with a normalized gain test of 0.56 Based on the result of feasibility test and experiment, it can be concluded that instructional video using guided inquiry method in circular motion subject is worth to be used as physics learning media in senior high school and improved students’ learning outcomes in medium category.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran pada materi gerak melingkar sebagai media pembelajaran fisika untuk siswa SMA. Video yang dikembangkan disusun berdasarkan tahapan pembelajaran inkuiri terbimbing dan dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), model ADDIE. Video yang dikembangkan telah melalui tahap uji kelayakan dengan persentase pencapaian 91.8% menurut ahli materi, 96.8% menurut ahli media, dan 85.9% menurut ahli pembelajaran dengan interpretasi sangat baik. Hasil uji coba produk menunjukkan persentase pencapaian 81.7% menurut pendidik dan 89.4% menurut peserta didik. Melalui uji coba kepada peserta didik, didapatkan kenaikan dari hasil pretest sebesar 54.4 menjadi 79.8 saat postest. Berdasarkan hasil uji kelayakan dan uji coba dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing pada materi gerak melingkar hasil pengembangan telah layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika SMA.

    21

    full texts

    225

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇