TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
Integration Science and Religion: An Analysis in Islamic Higher Education
AbstractThe integration of Islamic values in the learning process at UIN Sunan Gunung Djati Bandung has become the hallmark of the campus. The Islamic values integrated into the learning process by providing the verses from the Quran for the concepts studied. This study aims to analyze the ability of students used to live in an Islamic boarding school (pesantren) and those who haven’t yet live in an Islamic boarding school in identifying the verses of al-Quran related to some concept of physics. The research was conducted through observation in classrooms and analysis of students’ assignment on identifying. The results showed that generally, students have a decent ability in identifying Qur\u27anic verses related to the concept of physics. The students\u27 ability appeared not to be influenced by the pesantren educational background. However, largely students are not able to interpret the verses of the Qur\u27an related to the physics concept in depth.AbstrakIntegrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran di UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menjadi ciri khas kampus. Integrasi nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menghubungkan ayat-ayat al-Quran dengan konsep-konsep yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang pernah tinggal di pesantren dan yang tidak pernah tinggal di pesantren dalam mengidentifikasi ayat-ayat al-Quran terkait dengan konsep fisika. Penelitian dilakukan melalui observasi di ruang kelas dan analisis tugas yang dikumpulkan dari mahasiswa ketika mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur\u27an yang berkaitan dengan konsep fisika. Hasil penelitian menunjukkan umumnya mahasiswa memiliki kemampuan yang layak dalam mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur\u27an yang berkaitan dengan konsep fisika. Kemampuan mahasiswa tersebut tidak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan di pesantren. Namun, sebagian besar mahasiswa tidak mampu menafsirkan ayat-ayat Al Qur\u27an yang terkait dengan konsep fisika secara mendalam.How to Cite : Nuryantini, A. Y.. Karman., Holik, A. (2018). Integration Science and Religion in Physic Subject: An Analysis in Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 11-18. doi:10.15408/tjems.v5i1.9508
Religious Sectarianism Destroying the Peaceful Image of Islamic Country: A Case Study of Pakistan
AbstractReligious harmony considers good for the development of any sovereign country, in which different schools of thoughts/sects play a vital role in society. Some namely scholars in different religious sects of Islam such as Sunni (Wahhabi, Deobandi, Ahl-e-Hadith and Baralvi) Shia are involving in supporting of sectarianism violence and also destroying the peaceful image of the country from last three decades. Sectarianism conflict is a big hindrance for the development of religious affairs and economy of the country. This study will highlight the role of religious sects and effects on the natives of the country. How sectarianisms destroyed the peaceful image of Pakistan in the world under the shadows of Islam. This cross sectional study of Three month duration which conducted from the present and pass out students of modern educational institutions and religious Madrassa from Punjab, Khyber Pakhtunkhawa, Sindh, Baluchistan and Azad Jammu & Kashmir. For better results of the study, 400 respondents (male and female) selected and analyzed data. As per survey results and primary findings, sectarianism is a bad curse which destroyed the gross-roots of the natives of country religiously, economically and politically for last many years.AbstrakKerukunan umat beragama dianggap baik bagi perkembangan negara berdaulat, berbagai aliran pemikiran/sekte berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Sehingga ada beberapa cendikiawan yang berbeda seperti Sunni (Wahhabi, Deobandi, Ahl-e-Hadits dan Baralvi) Syiah terlibat dalam mendukung kekerasan sektarianisme yang menghancurkan citra damai negara dari tiga dekade terakhir. Konflik sektarianisme adalah penghalang besar bagi perkembangan urusan agama dan ekonomi negara. Studi ini akan menyoroti peran sekte dan efek agama pada penduduk asli negara itu. Bagaimana sektarianisme menghancurkan citra damai Pakistan di dunia di bawah bayang-bayang Islam. Studi cross sectional ini berdurasi tiga bulan yang dilakukan dari sekarang dan lulus siswa dari lembaga pendidikan modern dan madrasah agama dari Punjab, Khyber Pakhtunkhawa, Sindh, Baluchistan dan Azad Jammu & Kashmir. Untuk hasil penelitian yang lebih baik, 400 responden (pria dan wanita) memilih dan menganalisis data. Sesuai hasil survei dan temuan utama, sektarianisme adalah kutukan buruk yang menghancurkan akar-akar kasar penduduk asli negara secara agama, ekonomi dan politik selama beberapa tahun terakhir.How to Cite: Hamza, M., Shams, S. (2019). Religious Sectarianism Destroying the Peaceful Image of Islamic Country: A Case Study of Pakistan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 220-232. doi:10.15408/tjems.v6i2.14961.
Improving Student’s Positive Responses to Schools Rules
AbstractSchools discipline aims to keep the peace and the good implementation process of learning in school. Besides, the habituation of student’s discipline is very vital that the students get used to obeying the rules, accustomed to being an orderly, neat, and organized in a range so that students are comfortable to achieve a better future, for themselves, society, nation, and state. However, many students in the school who are less or even break on school discipline, so the result is a deviation and dependency character (moral) that occur in society, especially in young children (school age). This research approach is a qualitative approach with descriptive methods analytic types of case studies. The location of this research is Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Mempawah. Data collection techniques are observation, interviews, and document analysis. While the data analysis technique is a reduction, display, and data verification. The results reveal that the internalization of disciplinary character in MAN 1 Mempawah conducted seriously through the process of values transformation, transaction, and trans internalization as well as through various extracurricular activities and disciplinary culture in schools. AbstrakDisiplin sekolah bertujuan untuk menjaga ketentraman dan terlaksananya proses pembelajaran di sekolah dengan baik. Selain itu pembiasaan kedisiplinan siswa sangat vital, agar siswa terbiasa taat pada aturan, terbiasa tertib, rapi, dan teratur dalam jangkauan sehingga siswa nyaman untuk meraih masa depan yang lebih baik, bagi dirinya, masyarakat, bangsa. dan negara bagian. Namun banyak siswa di sekolah yang kurang atau bahkan melanggar disiplin sekolah, sehingga mengakibatkan terjadinya penyimpangan dan ketergantungan karakter (moral) yang terjadi di masyarakat terutama pada anak usia sekolah (usia sekolah). Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah Madrasah Aliyah 1 (MAN) Kabupaten Mempawah. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sedangkan teknik analisis datanya adalah reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter disiplin di MAN 1 Mempawah dilakukan secara serius melalui proses transformasi nilai, transaksi, dan transinternalisasi serta melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan budaya disiplin di sekolah.How to Cite: Rianawati., Yusuf, M., Herlambang, S., Ramli, Y. (2020). Improving Student’s Positive Responses to Schools Rules. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 119-132-118. doi:10.15408/tjems.v7i1.15038.
Improving Students’ Scientific Literacy through the Cycle-based Learning Model
AbstractThe study is to provide an alternative science learning model of an elementary school that can invite students to improve science literacy. As observations and questionnaires of researchers in a preliminary study at two elementary schools in the city of Cirebon, West Java, it was found that based on the average results of the initial analysis of scientific literacy tests of students from the two schools, an average of 85.7% showed negative results with the ability to answer the practice of science questions in the form of literacy, which means that students have not been able to answer literacy questions test. The research method uses model development the ASSURE development model starting with Student analysis; setting goals; choose a method, media / material, use media & material; activating student involvement as well as evaluations & revisions developed by Sharon Smaldino. As for the preliminary study conducted by analyzing 5th-grade students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) PGM and Madrasah Ibtidaiyah (MI) An-Nur Cirebon as samples and also observing teachers from the two schools, so this research produces a SIBELPOLEN model for science learning, which consists of teaching syntax, teacher roles, support system, accompaniment impact, instructional impact and designing lesson plans that can improve Science literacy competence of elementary school students.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar dalam meningkatkan literasi sains pada siswa. Hasil observasi dan angket peneliti dalam studi pendahuluan di dua Sekolah Dasar di Kota Cirebon Jawa Barat diketahui bahwa berdasarkan rata-rata hasil analisis awal tes literasi sains siswa dari dua sekolah tersebut rata-rata 85,7% menunjukkan hasil negatif dengan kemampuan menjawab soal latihan soal IPA berupa literasi yang artinya siswa belum mampu menjawab soal tes literasi. Metode penelitian yang diterapkan pengembangan model ASSURE yang diawali dengan Student analysis; menetapkan tujuan; pilih metode, media / material, gunakan media & material; mengaktifkan keterlibatan siswa serta evaluasi & revisi yang dikembangkan oleh Sharon Smaldino. Adapun studi pendahuluan dilakukan dengan menganalisis siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) PGM dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) An-Nur Cirebon sebagai sampel dan juga melakukan observasi terhadap guru dari kedua sekolah tersebut, maka penelitian ini menghasilkan model SIBELPOLEN untuk pembelajaran IPA. yang terdiri dari: sintaks pengajaran, peran guru, sistem pendukung, dampak pendampingan, dampak instruksional dan merancang rencana pembelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi literasi sains siswa sekolah dasarHow to Cite: Syamsi, A, M. S. Zulela., Yufiart (2020). ). Improving Students’ Scientific Literacy through the Cycle-based Learning Model. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 133-142. doi:10.15408/tjems.v7i1.1694
Muslim Youth Religiosity: in Terms of Gender Differences and Educational Environment
AbstractThis study aims to determine differences in the religiosity of Muslim adolescents regarding differences in the educational environment and gender. Data analysis was performed by the score collected by questionnaire, which was developed to measure the level of adolescent religiosity consisting of four dimensions: faith, intellectual, ritual and social. The study involved 97 Muslim teenagers taken random cluster sampling from an affordable population of students studying at SMA N and MA in Simo district Boyolali district. The results showed that subject scores varied and were above the theoretical averages, indicating that Muslim youth in Simo had a high degree of religiosity. The result of t-test analysis shows that there is a difference of religiosity level between adolescents studying in heterogeneous and homogenous institutions. The value of t-count is 2,668 bigger than t criterion (t-Table = 2.010) at 5% significance level.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam religiusitas remaja Muslim dalam hal perbedaan di lingkungan pendidikan dan jenis kelamin. Analisis data dilakukan berdasarkan skor yang dikumpulkan melalui kuesioner, yang dikembangkan untuk mengukur tingkat religiusitas remaja yang terdiri dari empat dimensi: iman, intelektual, ritual dan sosial. Penelitian ini melibatkan 97 remaja Muslim yang diambil melalui tehnik sampel gugus (cluster random sampling) dari populasi siswa yang belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri dan Madrasah Aliyah di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor subjek bervariasi dan berada di atas rata-rata teoritis, menunjukkan bahwa pemuda Muslim di Simo memiliki tingkat religiusitas yang tinggi. Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat religiusitas antara remaja yang belajar di lembaga-lembaga yang heterogen dan remaja yang belajar di lembaga-lembaga yang homogen. Nilai t-count adalah 2.668 lebih besar dari kriteria t (t-Tabel = 2.010) pada tingkat signifikansi 5%.How to Cite : Warsiyah. (2018). Muslim Youth Religiosity: With the References of Gender Differences and Educational Environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 19-29. doi:10.15408/tjems.v5i1.7842
Strengthening and Transformation of the Islamic Education System in Malaysia
AbstractEducation is an important aspect in fulfilling the mission and human development agenda. Hence, Islam places great importance in education as was stated in the first verse revealed to the Prophet Muhammad (PBUH). In Malaysia, education is also a priority in the country’s development including Islamic education. The Islamic Education System in Malaysia is constantly evolving and changing in order to meet the needs and demands of the society. Parents and societies who are increasingly interested and realised the importance of Islamic education have created various forms and types of Islamic education. As an example, the emergence of Maahad Tahfiz, Ulul Albab programme, private Islamic Schools, Darul Quran and the J-QAF programme showed a very encouraging improvement. Attention is also given to the children of young prisoners and married teenagers in order they are not left behind in the mainstream education. Hence, this paper will discuss the development, strengthening and transformation of the Islamic education system in Malaysia besides highlighting some research findings that support this discussion. Abstrak Pendidikan merupakan aspek penting dalam memenuhi misi dan agenda pembangunan manusia. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya pendidikan seperti Firman dalam ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad (SAW). Di Malaysia, pendidikan juga menjadi prioritas dalam pembangunan negara termasuk pendidikan Islam. Sistem Pendidikan Islam di Malaysia terus berkembang dan berubah untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Orang tua dan masyarakat yang semakin tertarik dan menyadari pentingnya pendidikan Islam telah menciptakan berbagai bentuk dan jenis pendidikan Islam. Sebagai contoh, munculnya Pesantren Tahfiz, Program Ulul Albab, Sekolah Islam swasta, Darul Quran dan program J-QAF menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan. Perhatian juga diberikan kepada tahanan anak-anak dan remaja yang sudah menikah agar mereka tidak tertinggal dalam meraih pendidikan pada umumnya. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas tiga topik utama; pengembangan, penguatan dan transformasi sistem pendidikan Islam di Malaysia. Dalam rangka mendukung diskusi, beberapa temuan penelitian akan disorot.How to Cite : Suhid, A. (2018). Strengthening and Transformation of The Islamic Education System in Malaysia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 66-77. doi:10.15408/tjems.v5i1.9511
Phonics Instruction with Storytelling Toward Learning to Read and Oral Language Development
AbstractThis study aims to examine the influence of phonics instruction with storytelling toward the students’ learning to read and the influence of phonics instruction with storytelling toward the students’ oral language development at first grade in elementary school. The subject of research is the first students at class A and class B at SDN Siliwangi that located in Bogor. The approach of this research is quantitative and the method used quasi-experiment. The design of this research used Nonequivalent Groups Postest-Pascatest with a purposive sample technique. The total samples were 60 students of first grade in SDN Siliwangi that are divided into two classes. The class control is 30 students, and the experiment class is 30 students. The data were collected through the test, namely test for measuring learning to read and test for measuring oral language development. The result of research finds out that phonics instruction with storytelling was better than conventional learning toward students\u27 learning to read and oral language development. The novelty of this research shows that students pronounced the simple text easier, fluency, and communicative when they described their idea orally after given phonics instruction with storytelling. The second novelty of this result found that phonics instruction was effective when the teacher at elementary school facilitates students\u27 level from the beginning until the advanced level. The teacher should be implemented this instruction for helping students’ low achievement, especially for improving students’ oral language development. Finally, this result should be developed so that it more perfect and more practice.AbstrakStudi ini bertujuan untuk menguji pengaruh instruksi fonik dengan mendongeng terhadap pembelajaran membaca siswa dan pengaruh instruksi fonik dengan mendongeng terhadap perkembangan bahasa lisan siswa di kelas satu di sekolah dasar.. Subjek penelitian adalah siswa pertama di kelas A dan kelas B di SDN Siliwangi yang berlokasi di Bogor. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dan metode yang digunakan eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Groups Postest-Pascatest dengan teknik sampel purposive. Total sampel adalah 60 siswa kelas I di SDN Siliwangi yang dibagi menjadi dua kelas. Kontrol kelas adalah 30 siswa dan kelas eksperimen adalah 30 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, yaitu tes untuk mengukur pembelajaran membaca dan tes untuk mengukur perkembangan bahasa lisan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengajaran fonik dengan mendongeng lebih baik daripada pembelajaran konvensional terhadap pembelajaran membaca dan pengembangan bahasa lisan siswa. Kebaruan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengucapkan teks sederhana lebih mudah, lancar, dan komunikatif ketika mereka menggambarkan ide mereka secara lisan setelah diberi instruksi fonik dengan mendongeng. Kebaruan kedua dari hasil ini menemukan bahwa pengajaran fonik efektif ketika guru di sekolah dasar memfasilitasi tingkat siswa dari awal hingga tingkat lanjutan. Guru harus mengimplementasikan instruksi ini untuk membantu siswa berprestasi rendah, terutama untuk meningkatkan pengembangan bahasa lisan siswa. Akhirnya, hasil ini harus dikembangkan sehingga lebih sempurna dan lebih banyak latihan.How to Cite: Syarif, A. Supriyati, Y., Zulela. (2019). Phonics Instruction with Storytelling Toward Learning tTo Read and Oral Language Development. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 210-219. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14322.
Elementary Math Learning Design: An Integration with Islamic Environmental Ethics in the First Grade
AbstractThis research discusses the design of mathematics learning based on Islamic Environmental Ethics (IEE). The purpose of the research was to discover how to implement IEE in elementary mathematics learning, especially grade 1. This qualitative research method begins with the analysis of condition grade1 to 6. By analyzing the themes of grade 1 to grade 6, then themes are qualified percentage according to the use of terms related to Islamic Environmental Ethics (IEE) and after that, compiled a matrix containing competencies, classes, activities and assessments to implement it. The results of this study are, the first year has the lowest percentage of 32.5 % of its IEE content so it needs to be developed. From the selection of basic competencies, 3.5, 4.5, 3.6 and 4.6 are selected for their implementation. The implications obtained by the IEE component concerning Islamic concern for the earth, especially those listed in the hadith on cleanliness. Based on the hadith, learning activities are arranged using used goods at worksheet one and worksheet 2. Based on its activities, assessment is prepared through rubrics, performance assessments and questionnaires. Abstrak Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran matematika berbasis Islamic Environmental Ethics (IEE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan IEE pada pembelajaran matematika SD khususnya kelas 1. Metode penelitian kualitatif ini diawali dengan analisis kondisi kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dengan menganalisis tema dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, maka tema tersebut memenuhi syarat. persentase sesuai penggunaan istilah terkait Islamic Environmental Ethics (IEE) dan setelah itu disusun matriks yang berisi kompetensi, kelas, kegiatan dan penilaian untuk mengimplementasikannya. Hasil dari penelitian ini, tahun pertama memiliki persentase terendah yaitu 32,5% konten IEE-nya sehingga perlu dikembangkan. Dari pemilihan kompetensi dasar tersebut dipilih 3.5, 4.5, 3.6 dan 4.6 untuk pelaksanaannya. Implikasi yang diperoleh komponen IEE tentang kepedulian Islam terhadap bumi, terutama yang tercantum dalam hadits tentang kebersihan. Berdasarkan hadits, kegiatan pembelajaran disusun dengan menggunakan barang bekas pada LKS satu dan LKS dua. Berdasarkan kegiatannya disusun penilaian melalui rubrik, penilaian kinerja dan angket.How to Cite: Mauluah, L., Marsigit, Wangid, M. N. (2020). Elementary Math Learning Design: An Integration with Islamic Environmental Ethics in the First Grade. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 241-251. doi:10.15408/tjems.v7i2.19975
Islamic Values in the Use of Four Steps Teaching Material Development (4-STMD) Method in Teaching Stoichimetry Material
AbstractThe Integration of Islam and Science has been applied in several countries both domestically and abroad. The Chemistry Education Study Program has not yet implemented the integration of Islam and science, especially in the stoichiometry concept. Therefore, Chemistry Education at the Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta added the Program Learning Outcome (PLO) is in the form of mastering the basic concepts of scientific, Islamic, and Indonesian integration in basic chemistry concept. This study aims to analyze the integration of Islam and science on the stoichiometry concept using the 4-STMD method. The 4-STMD method consists of the selection stage, the structuring stage, the characterization stage, and the reduction stage. The subjects used were 49 students of chemical education class of 2016/2017, one validator of integration experts, and three validators of media experts. The instrument used was in the form of mortar test questionnaire sheets and validation sheets for integration experts and media experts. The result shows that at the selection stage, the determination of the main textbook is the book written by Raymond Chang. In the structuring phase, a draft of the Islamic integrated teaching concept is obtained that ready to be tested. At the characterization, stage have a high level of comprehension test of 80.6% with the easy category. This shows that the integrated Islamic stoichiometry concept does not need to be carried out at the reduction stage. The results of the stoichiometric material feasibility test were 96.74% with very decent criteria. The integrated Islamic stoichiometry concept can be used as a reference source in the learning of integrated Islamic chemistry.AbstrakIntegrasi Islam dan Sains sudah diterapkan dibeberapa negara baik dalam negeri maupun luar negeri. Program Studi Pendidikan Kimia belum menerapkan integrasi islam dan sains terutama dalam materi stoikiometri. Oleh sebab itu, Pendidikan kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan Program Learning Outcome (PLO) berupa menguasai konsep dasar integrasi keilmuwan, keislaman, dan keindonesiaan pada materi kimia dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi islam dan sains pada materi stoikiometri menggunakan metode 4-STMD. Metode 4-STMD terdiri dari tahap seleksi, tahap strukturisasi, tahap karakterisasi, dan tahap reduksi. Subjek yang digunakan adalah 49 mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2016/2017, satu validator ahli integrasi, dan tiga validator ahli media. Instrumen yang digunakan berupa lembar angket tes rumpang dan lembar validasi ahli integrasi serta ahli media. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap seleksi dilakukan penentuan buku teks utama yaitu buku karangan Raymond Chang. Pada Tahap stukturisasi diperoleh draft bahan ajar terintegrasi keislaman yang siap diujikan. Pada tahap karakterisasi memiliki uji keterpahaman tingkat tinggi sebesar 80,6 % dengan kategori mudah. Hal ini menunjukkan materi stoikiometri terintegrasi keislaman tidak perlu dilakukan tahap reduksi. Hasil uji kelayakan materi stoikiometri sebesar 96,74 % dengan kriteria sangat layak. Materi stoikiometri terintegrasi keislaman yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber referensi dalam pembelajaran kimia terintegrasi keislaman. How to Cite: Suryaningsih, S., Muslim, B., Wati, N. A. (2020). Islamic Values in the Use of Four Steps Teaching Material Development (4-STMD) Method in Teaching Stoichimetry Material. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 78-87. doi:10.15408/tjems.v7i1.14066.
Islamic Theological Perspective on Pancasila Textbook in Higher Education
AbstractThis reasearch aims to describe the reconstruction of the worldview of Islamic theology within the Pancasila course textbook used at Islamic institutes of higher education. The authors’ observation, research, and knowledge indicate that the majority of students taking compulsory subjects in both general and Islamic tertiary institutions tend to assume that there is no link between the teachings of Pancasila and the teachings of Islamic theology. On the contrary, according to the formulators of Pancasila and the founding fathers of Indonesia, Pancasila is an essence of religious teachings. For example, Soekarno explained that the reason for naming the nation\u27s philosophy Pancasila was because it was inspired by the five pillars of Islam. This research is qualitative in nature by exploring and examining available data in more depth and detail. This type of research places emphasis on library research. Up to the present time, various findings and discussions seem to indicate that the virtuous theological values of Pancasila, with its many variants of scientific studies, are discussed and studied separately from the ‘life and death’ struggle of its theological concept throughout the history of Pancasila to become the nation’s philosophical foundation. Pancasila education has long been considered as a pure knowledge free from any practical involvement of its initiators. The theological concept of Pancasila, which later evolved to become part of subject material in Pancasila Education, demonstrated that it was, in fact, played a role in the zeitgeist, which caused quite a commotion stir during its formulation days.AbstrakPenelitian bertujuan untuk menggambarkan rekonstruksi pandangan dunia teologi Islam dalam buku ajar kursus Pancasila yang digunakan di lembaga pendidikan tinggi Islam. Pengamatan, penelitian, dan pengetahuan penulis menunjukkan bahwa mayoritas siswa yang mengambil mata pelajaran wajib di lembaga pendidikan umum dan Islam cenderung berasumsi bahwa tidak ada hubungan antara ajaran Pancasila dan ajaran teologi Islam. Sebaliknya, menurut perumus Pancasila dan para pendiri bangsa Indonesia, Pancasila adalah inti dari ajaran agama. Misalnya, Soekarno menjelaskan bahwa alasan penamaan filsafat bangsa Pancasila adalah karena ia terinspirasi oleh lima rukun Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan mengeksplorasi dan memeriksa data yang tersedia secara lebih mendalam dan terperinci. Jenis penelitian ini menekankan pada penelitian kepustakaan. Hingga saat ini, berbagai temuan dan diskusi tampaknya mengindikasikan bahwa nilai-nilai teologis Pancasila yang saleh, dengan banyak varian studi ilmiahnya, dibahas dan dipelajari secara terpisah dari perjuangan \u27hidup dan mati\u27 dari konsep teologisnya sepanjang sejarah Pancasila menjadi landasan filosofis bangsa. Pendidikan Pancasila telah lama dianggap sebagai pengetahuan murni yang bebas dari keterlibatan praktis penggagasnya. Konsep teologis Pancasila, yang kemudian berkembang menjadi bagian dari materi pelajaran dalam Pendidikan Pancasila, menunjukkan bahwa itu sebenarnya memainkan peran dalam zeitgeist, yang menyebabkan keributan yang cukup besar selama hari-hari perumusannya.How to Cite: Khalimi., khaer, A. (2020). Islamic Theological Perspective on Pancasila Textbook in Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 102-118. doi:10.15408/tjems.v7i1.16718.