TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
    225 research outputs found

    The Development of Students’ Self-Regulated Learning Through Online Learning Design

    No full text
    AbstractSelf-regulated learning is one of the most important factors in online education. This research focused on exploring how the learning design of an online Islamic education course called Pendidikan Agama Islam (PAI) facilitated the development of students’ self-regulated learning. This study was situated at the State University of Malang (MUs), Indonesia and used qualitative approach in the form of case study as its methodology. The data were collected through documentation, online-based interviews, and observation. After being collected, the data then were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The research found that the PAI course at State University of Malang (MUs) had four learning design stages consisting of stimulation and problem identification, learning problem-content analysis, verification of results, and generalization. This stages facilitated the development of students’ self-regulated learning, as observed through three indicators owned by each student, namely, creativity, ability to think critically, and self-regulation. The implication of this study is the emerge of the technical-didactic side of online Islamic education learning through a designed learning design stages so that in the end it will lead to benefits in achieving educational goals more effectively.AbstrakPembelajaran mandiri merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembelajaran online. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi tentang bagaimana desain pembelajaran daring matakuliah pendidikan Islam yang disebut Pendidikan Agama Islam (PAI) memfasilitasi pengembangan pembelajaran mandiri mahasiswa. Penelitian ini berlokasi di Universitas Negeri Malang (MUs), Indonesia dan menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus sebagai metodologinya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara berbasis online, dan observasi. Setelah dikumpulkan, data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian menemukan bahwa matakuliah PAI di Universitas Negeri Malang (MUs) memiliki empat tahap desain pembelajaran yang terdiri dari stimulasi dan identifikasi masalah, analisis konten masalah pembelajaran, verifikasi hasil, dan generalisasi. Tahapan ini memfasilitasi pengembangan pembelajaran mandiri mahasiswa, sebagaimana terlihat melalui tiga indikator yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa, yaitu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan regulasi diri. Implikasi dari penelitian ini adalah munculnya sisi teknis pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam melalui tahapan desain pembelajaran yang dirancang sehingga pada akhirnya akan bermanfaat dalam mencapai tujuan pendidikan secara lebih efektif.  How to Cite: Mardiana, D, Umiarso. (2021). The Development of Students’ Self-Regulated Learning Through Online Learning Design. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 119-134. doi:10.15408/tjems.v8i2.22804

    Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment

    Full text link
    AbstractIn an academic setting, critical literacy necessitates that teacher-students be critical of every text message (textbooks, videos, films, and other electronic media) that they read from courses. This study aims to illustrate the critical literacy of teacher students in an academic college environment in Jakarta, Indonesia, describing how critical literacy becomes a habit, a need, and eventually becomes a teacher-student culture. This case study employs a qualitative technique with an ethnographic design. Purposive sampling is used in this study. The research participants were a group of 14 female and two male teacher-students from the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education study program. Observation and documentation are used to collect research data. Observer becoming an insider who participates in critical literacy exercises in the classroom. Portfolios, notes on critical literacy activities, assignments, midterm exam scores, and final exam scores are among the documents gathered. According to the findings of this study, we should first put up an online platform scaffolding for critical literacy. Second, it demands significant encouragement from lecturers at the start of students\u27 teaching preparation program, as well as commitment from lecturers and teacher students. Third, teamwork among lecturers in the study program is required. Fourth, critical discussions must be constructed using multiple narratives from scholarly papers and social media texts.AbstrakDalam lingkungan akademik, literasi kritis mengharuskan guru-siswa bersikap kritis terhadap setiap pesan teks (buku teks, video, film, dan media elektronik lainnya) yang mereka baca dari kursus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi kritis siswa guru di lingkungan akademik perguruan tinggi di Jakarta, Indonesia, menggambarkan bagaimana literasi kritis menjadi kebiasaan, kebutuhan, dan akhirnya menjadi budaya guru-siswa. Studi kasus ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain etnografi. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah sekelompok 14 orang guru-murid laki-laki dan perempuan dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Observer menjadi orang dalam yang mengikuti latihan literasi kritis di kelas. Portofolio, catatan kegiatan literasi kritis, tugas, nilai ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir termasuk di antara dokumen yang dikumpulkan. Menurut temuan penelitian ini, pertama-tama kita harus memasang perancah platform online untuk literasi kritis. Kedua, menuntut dorongan yang signifikan dari dosen di awal program persiapan mengajar mahasiswa, serta komitmen dosen dan mahasiswa guru. Ketiga, kerjasama antar dosen di prodi sangat diperlukan. Keempat, diskusi kritis harus dibangun dengan menggunakan narasi ganda dari karya ilmiah dan teks media sosial. How to Cite: Rosfiani, O., Kuswiyanti, T.S., Abdultawab, M. M. (2021). Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 179-189. doi:10.15408/tjems.v8i2.24095

    Promoting EFL Students’ Academic Character through Instructional Practice in Revolution Industry 4.0

    No full text
    AbstractThis study investigates English as a Foreign Language (EFL) teachers\u27 instructional practices in developing students\u27 academic character. Self-evaluation questionnaires were distributed to 37 teachers, and 26 were returned. Seven Focus Group Discussion (FGD) participants were selected based on their availability. The study reveals that EFL teachers averagely facilitated students to enhance their academic character and rated developing students\u27 academic character at a critical level. There are five majors handicap for EFL teachers in developing students\u27 academic character.  First, the curriculum does not integrate the academic character with the courses offered. Second, implementing academic character into the curriculum is time-consuming. Besides, teachers assume that their students can automatically apply academic character in their life without it should be integrated into the courses. Lastly, the teaching loads that teachers must do are enormous. Drawing from those problems, several recommendations are proposed: curriculum policy at the university level should be taken, providing a standard syllabus application, providing a simple evaluation system, and freeing EFL teachers from bureaucratic and administrative burdens. Furthermore, the current study has sounded the research result to university academic authority and recommended that the department embed students\u27 academic character in learning and suggested the EFL teachers embed and assess students\u27 academic character development through instructional practices.AbstrakStudi ini menyelidiki praktik instruksional guru English as a Foreign Language (EFL) dalam mengembangkan karakter akademik siswa. Kuesioner evaluasi diri dibagikan kepada 37 guru, dan 26 dikembalikan. Tujuh peserta Focus Group Discussion (FGD) dipilih berdasarkan ketersediaan mereka. Studi ini mengungkapkan bahwa guru EFL rata-rata memfasilitasi siswa untuk meningkatkan karakter akademis mereka dan menilai pengembangan karakter akademis siswa pada tingkat kritis. Ada lima jurusan yang menjadi kendala bagi guru EFL dalam mengembangkan karakter akademik siswa. Pertama, kurikulum tidak mengintegrasikan karakter akademik dengan mata kuliah yang ditawarkan. Kedua, menerapkan karakter akademik ke dalam kurikulum memakan waktu. Selain itu, guru beranggapan bahwa siswanya dapat secara otomatis menerapkan karakter akademik dalam kehidupannya tanpa perlu diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Terakhir, beban mengajar yang harus dilakukan guru sangat besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, beberapa rekomendasi diusulkan: kebijakan kurikulum di tingkat universitas harus diambil, penyediaan penerapan silabus yang standar, penyediaan sistem evaluasi yang sederhana, dan membebaskan guru EFL dari beban birokrasi dan administrasi. Selanjutnya, penelitian ini telah menjajaki hasil penelitian kepada otoritas akademik universitas dan merekomendasikan agar departemen tersebut menanamkan karakter akademik siswa dalam pembelajaran dan menyarankan guru EFL untuk menanamkan dan menilai pengembangan karakter akademik siswa melalui praktik pembelajaran.How to Cite:  Hadiyanto. (2020).  Promoting EFL Students\u27 Academic Character Through Instructional Practice in Revolution Industry 4.0. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 167-182. doi:10.15408/tjems.v7i2.18998

    Didactical Design for Overcoming Students\u27 Learning Obstacles on the Inverse Function Concept

    No full text
    AbstractThe inverse function in secondary schools is still a difficult concept to learn. Meanwhile, in national exams or competitions this problem often arises. Didactic design is an attempt to improve the learning process. The purpose of this study is to identify the epistemological obstacle, to develop the learning designs, and to describe the students’ responses regarding the implementation of inverse function’s concept learning designs in the class. This research was held in one of Senior High School in South Tangerang of 38 people from class X. The research method is Didactical Design Research (DDR). This method is conducted from three stages, prospective analysis, metapedia didactic analysis, and retrospective analysis. The result of the study was indicated that the student’s obstacles are according to predictions and didactical design still generates some new epistemological obstacle. The revised didactical design was obtained by updating the initial didactical design to resolve the obstacle. The revised didactical design includes choosing vocabulary, adding new instructions, and expanding predictions and anticipating student responses.AbstrakFungsi invers di sekolah menengah masih merupakan konsep yang sulit dipelajari. Sedangkan dalam ujian atau kompetisi nasional masalah ini sering muncul. Desain didaktik merupakan upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan epistemologis, mengembangkan desain pembelajaran, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terkait penerapan desain pembelajaran konsep fungsi invers di kelas. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Tangerang Selatan yang berjumlah 38 orang dari kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Desain Didaktik. Metode ini dilakukan dari tiga tahap yaitu analisis prospektif, analisis metapedadidaktik, dan analisis retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami siswa sesuai dengan prediksi dan desain didaktis masih menimbulkan hambatan epistemologis baru. Desain didaktis yang direvisi diperoleh dengan memperbarui desain didaktis awal untuk menyelesaikan kesulitan. Desain didaktis yang direvisi terdiri atas: memilih kosakata, menambahkan instruksi baru, dan memperluas prediksi dan mengantisipasi respon siswa. How to Cite:  Muin, A., Pratiwi, A. A., Satriawati, G. (2020).  Didactical Design for Overcoming Students\u27 Learning Obstacles on the Inverse Function Concept. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 183-191. doi:10.15408/tjems.v7i2.13041

    Teachers\u27 Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina

    No full text
    AbstractThis study examined and analyzed nine teachers\u27 teaching practices with children in the sixth to seventh grades of primary school.   Effective teaching was discovered in this study to be dependent on three components of a classroom: 1) introduction – linking prior experience to the new issue; 2) sharing/discussing the primary topic; and 3) reflection/summarizing the lesson learned and new terms acquired. The findings indicated that students\u27 learning and comprehension appeared to be contingent on the teacher\u27s strategies for collaborating with students and constantly focusing their attention on the lesson (particularly on crucial features), which facilitated students\u27 willingness to volunteer for discussion participation through open questions, constructive feedback, and so forth. Additionally, it provided teachers with insight on how to handle unforeseen classroom circumstances. For instance, numerous "attention-seeking" conflicts may arise, preventing the achievement of the objectives when time is spent on them. When reprimands and punishments are utilized, learners are reluctant to seek assistance or express their thoughts. Teachers must demonstrate their managerial competence by refraining to single out specific students in this situationAbstrakStudi ini meneliti dan menganalisis praktik mengajar sembilan guru dengan anak-anak di kelas enam hingga tujuh sekolah dasar. Pengajaran yang efektif ditemukan dalam penelitian ini bergantung pada tiga komponen ruang kelas: 1) pengantar – menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan masalah baru; 2) berbagi/membahas topik utama; dan 3) refleksi/meringkas pembelajaran dan istilah-istilah baru yang diperoleh. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pemahaman siswa tampaknya bergantung pada strategi guru untuk berkolaborasi dengan siswa dan terus-menerus memusatkan perhatian mereka pada pelajaran (terutama pada fitur-fitur penting), yang memfasilitasi kesediaan siswa untuk secara sukarela berpartisipasi dalam diskusi melalui pertanyaan terbuka, umpan balik yang membangun, dan sebagainya. Selain itu, ini memberi para guru wawasan tentang bagaimana menangani keadaan kelas yang tidak terduga. Misalnya, banyak konflik "mencari perhatian" mungkin muncul, mencegah pencapaian tujuan ketika waktu dihabiskan untuk itu. Ketika teguran dan hukuman digunakan, peserta didik enggan untuk mencari bantuan atau mengungkapkan pikiran mereka. Guru harus menunjukkan kompetensi manajerial mereka dengan menahan diri untuk memilih siswa tertentu dalam situasi ini.How to Cite: Jaihu, E. (2021). Teachers\u27 Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 82-95. doi:10.15408/tjems.v8i1.20451

    Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic

    No full text
    AbstractThe delivery of Islamic Religious Education (PAI) in Bali has been fraught with difficulties, which have been exacerbated by the pandemic. This paper discusses 1) the realities of Islamic religious education in Bali, 2) the implementation of a special condition curriculum as a means of humanizing PAI education, and 3) the humanization of Islamic religious education in Bali during the COVID-19 pandemic. This research employed a qualitative phenomenological study, with data gathered through in-depth interviews with school principals, Islamic Religious Education teachers, and Muslim students\u27 parents. The data is handled in stages that include data reduction, visualization, and verification. The findings indicate that: 1) The ratio of Islamic Religious Education teachers to pupils is imbalanced; some schools even lack Islamic Religious Education teachers, and numerous parents express dissatisfaction with online learning in PAI sessions. 2 ) Curriculum implementation for special/emergency situations; some schools have implemented it as a means of increasing learning effectiveness and efficiency, while others continue to use the national curriculum, despite teacher recognition that it is unproductive. 3) The special education curriculum is considered one of the first steps toward humanizing Religious Education Islam, which, in the face of poor online learning, must also be accompanied by teachers who are accessible to parents and students. AbstrakPenyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Bali penuh dengan kesulitan yang diperparah dengan adanya pandemi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penggunaan kurikulum pengaturan khusus/darurat sebagai metode memanusiakan pendidikan. Tulisan ini membahas 1) realitas pendidikan agama Islam di Bali, 2) penerapan kurikulum kondisi khusus sebagai sarana memanusiakan pendidikan PAI, dan 3) humanisasi pendidikan agama Islam di Bali pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif fenomenologis, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan orang tua siswa Muslim. Penanganan data dilakukan secara bertahap yang meliputi reduksi data, visualisasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rasio guru PAI terhadap siswa tidak seimbang; beberapa sekolah bahkan kekurangan guru PAI, dan banyak orang tua menyatakan ketidakpuasan dengan pembelajaran online di sesi PAI. 2) Implementasi kurikulum untuk situasi khusus/darurat; beberapa sekolah telah menerapkannya sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, sementara yang lain tetap menggunakan kurikulum nasional, meskipun diakui oleh guru bahwa kurikulum tersebut tidak produktif. 3) Kurikulum pendidikan luar biasa dianggap sebagai salah satu langkah awal untuk memanusiakan Pendidikan Agama Islam, yang dalam menghadapi pembelajaran online yang buruk, juga harus didampingi oleh guru yang dapat diakses oleh orang tua dan siswa.How to Cite: Ramdhani, F. Z., Rusmayani, Kurniawati. (2021). Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 66-81. doi:10.15408/tjems.v8i1.20636

    The Application of Project-Based Learning (PBL) in Teaching English for Specific Purposes (ESP) in Higher Education in Indonesia

    No full text
    AbstractThis study aims to identify the impacts of applying project-based learning in English as Spesicic Purposes (ESP) classes in Islamic higher education. This research was held in the department of Family Law, Shariah and Law, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta. The study conducted a qualitative approach to explore students learning process. A semi-structured interview, class observation, and a test were used to collect the data of 40 student participants. The interpretation process and coding were conducted to analyse the data. The finding revealed ESP through PBL succeed to improve 87.5% of students in their English achievement. The PBL process also encouraged students in learning discipline and motivated them to solve the learning problems.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penerapan pembelajaran berbasis proyek di kelas English as Spesicic Purposes (ESP) di perguruan tinggi Islam. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Hukum Keluarga, Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi proses belajar siswa. Wawancara semi terstruktur, observasi kelas, dan tes digunakan untuk mengumpulkan data dari 40 siswa peserta. Proses interpretasi dan pengkodean dilakukan untuk menganalisis data. Temuan tersebut mengungkapkan ESP melalui PBL berhasil meningkatkan 87,5% siswa dalam prestasi bahasa Inggris mereka. Proses PBL juga mendorong siswa dalam kedisiplinan belajar dan memotivasi mereka untuk memecahkan masalah pembelajaran

    Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra

    No full text
    AbstractOne of the problems is the low quality of education due to the lack of maximum education institutions in managing the risks that occur in the process of implementing education. The purpose of this study is to find out and obtain data on risk management analysis and what risks faced by Development Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) Pembangunan (MIP) in the implementation of the 2011-2012 Renstra. Through interviews and observations that are known the main subject is a person or group of people who can provide information, they consist of management managers, management leaders to the strategic management staff. This study uses Descriptive Qualitative Analysis Method, to collect data, direct observation at the relevant institution (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). The results of this study explain that Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) belongs to the risk averter, term namely the people who are reluctant to risk. The risk management stages carried out are risk identification (internal analysis, external and SWOT analysis), risk measurement (cross-linking SWOT, ST, WT, SO, and WO analysis), risk control (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) and risk evaluation (consortium meetings, education unit meetings, leadership meetings and management review meetings).AbstrakSalah satu masalah rendahnya kualitas pendidikan karena kurangnya lembaga pendidikan yang maksimal dalam mengelola risiko yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh data tentang analisis manajemen risiko dan risiko apa yang dihadapi oleh Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) dalam pelaksanaan Renstra 2011-2012. Melalui wawancara dan observasi yang diketahui subjek utama adalah orang atau sekelompok orang yang dapat memberikan informasi, mereka terdiri dari manajer manajemen, pimpinan manajemen hingga staf manajemen strategis. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Kualitatif Deskriptif, untuk mengumpulkan data, observasi langsung di instansi terkait (Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa MIP memiliki risk averter, yaitu istilah orang yang enggan mengambil risiko. Tahapan manajemen risiko yang dilakukan adalah identifikasi risiko (analisis internal, analisis eksternal dan SWOT), pengukuran risiko (analisis SWOT, ST, WT, SO, dan WO), pengendalian risiko (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) dan evaluasi risiko (pertemuan konsorsium, pertemuan unit pendidikan, rapat pimpinan dan rapat tinjauan manajemen).How to Cite : Asy\u27ari, H., Munawwaroh, Z., Salwa. (2018).  Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v5i1.9528

    The Implementation of Laptop Mobile in the Teaching-Learning Process in Islamic Boarding School

    No full text
    AbstractComputer literacy has become an interesting issue in the field of education as the integration of technology in education develops rapidly and continues to increase in the future. One aspect of computer literacy teacher’s and student’s perceptions and attitudes to use computers for classroom instruction. Unfortunately, this has been a challenge for incorporating technology during the teaching and learning process. The current study aims to analyze the implementation of the use of a mobile laptop in the class and unfold the student’s attitudes toward using laptops during their learning activities. This research was a survey study that includes interviews, observation and documentation as a data collection technique. The subject of the study is 312 students from seventh to ninth grade. Data analysis was done by the following steps: data collection, data reductions, data analysis, and conclusion making. The study finds that 1) course content and learning activities have been predetermined/ predesigned and stored in the laptops, 2) every student have access to the device with the help of group work. The study also reveals that the attitude of students toward the use of laptops in the classroom process is positive in the sense that they show satisfaction on the use of laptops. They also acknowledge the advantages of the computer for their learning and show high awareness of the importance of keeping the devices maintained and secured.AbstrakSalah satu bidang Tehnologi pembelajara adalah pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Hal tersebut selaras dengan perkembangan abad 4,0.  Kemampuan siswa dalam menggunakan dan memanfaatkan computer (Komputer Literasi) menjadi isu yang menarik saat ini. Komputer literasi menjadi bagian dari teknologi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi penggunaan laptop Mobile dalam aktivitas belajar di kelas dan bagaimana respon siswa dalam penggunaan laptop Mobile di kelas.  Penelitian ini dilakukan dengan survey. Sedangkan metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII, dan VIII sejumlah 312 anak. Analisis penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi penggunaan laptop mobile dilakukan saat proses belajar mengajar dilakukan dengan cara 1) semua materi dimasukkan dalam laptop mobile, 2) semua siswa mendapatkan hak akses untuk menggunakannya, dan 3) aktivitas belajar sudah didesain dalam laptop mobile. Sedangkan respon siswa dalam menggunakan mobile laptop menunjukkan 1) tingkat kepuasaan dalam menggunakan laptop mobile, 2) tingkat kemanfaatan dalam menggunakan laptop mobile, dan 3) tingkat tanggungjawab dalam merawat laptop mobile pada angka rerata yang paling tinggi pada lilihan stuju dan sangat setuju. How to Cite: Rusydiyah, E. F., Ummah, F. S., Mudlofir, A.  (2020).   The  Implementation of Laptop Mobile in the Teaching-Learning Process in Islamic Boarding School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 67-77. doi:10.15408/tjems.v7i1.13650.

    Successful Accreditation Techniques

    No full text
    AbstractThe challenges of accreditation reviews create a sense of stress across academic institutions that can be significantly reduced when strategies are implemented and maintained. Understanding the purpose, value, and benefits of the accreditation process is critical. Two techniques that lead to accreditation success include ongoing program meetings resulting in assigned tasks that address government or commission evaluation standards, and the use of a program matrix. The article includes meeting strategies and a universally adaptable matrix design. Moving from stress to success is possible when the techniques are linked to all standards and subsections, and each task successfully meets accreditation requirements.AbstrakTantangan akreditasi menciptakan rasa stres di seluruh institusi akademik, hal ini dapat dikurangi, secara signifikan ketika strategi diterapkan dan dipertahankan. Memahami tujuan, nilai, dan manfaat dari proses akreditasi sangatlah penting. Dua teknik yang mengarah pada keberhasilan akreditasi, termasuk  program rapat yang sedang berjalan sehingga menghasilkan tugas-tugas saat membahas standar evaluasi pemerintah atau komisi, dan penggunaan matriks program. Artikel ini mencakup strategi rapat dan desain matriks yang dapat disesuaikan secara universal. Beralih dari rasa stres akan keberhasilan akreditasi, hal ini memungkinkan jika teknik ini dikaitkan dengan semua standar dan subbagian, serta setiap tugas yang berhasil memenuhi persyaratan akreditasi.How to Cite:  Baker, S., Camden-Anders, S. (2020).  Successful Accreditation Techniques. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 226-240. doi:10.15408/tjems.v7i2. 20592

    21

    full texts

    225

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇