TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
IDEOLOGICAL TRAP IN EDUCATION: Rivalry Discourse on Islamic Literatures in NW and Salafi Schools in Lombok
AbstractThis study aimed to analyze the ideological contestation between the Nahdlatul Wathan (NW) as a local Islamic group and Salafis as a transnational Islamic group in the Islamic literature, which is utilized as teaching materials in NW and Salafi schools. The rivalry between these two religious groups become a novel phenomenon in Lombok together with the increasing influence of the Salafi group. The success of Salafis in promoting the manhaj salaf, which in many ways contradicts the Aswaja promoted by NW in Islamic practice, has implications for the strengthening of the ideological content in Islamic textbooks in their respective schools. Acoording to the data characteristic this study is library research sourced from several Islamic works of literature utilized as teaching materials in NW and Salafi schools. Based on the identification of literature books utilized as teaching materials, as analyzed based on the contestation theory by Antje Wiener and apparatuses of ideology theory by Louis Althusser, this study argues that religious literature used as teaching materials in Islamic schools is an instrument of ideological trapping of religious groups to generate apparatuses of ideology to win the contestation. The teaching materials contain negation of one another, mono-interpretation, and misleading one another. Finally, students only accept particular religious understandings indoctrination without being taught to think critically regarding different religious perspectives. In this context, a state polyce is needed to makesure that the higher order thinking skills of students have been developing, rather than ideological traping of certain Islamic group.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan ideologis antara NW sebagai kelompok Islam Lokal, dan Salafi sebagai kelompok Islam transnasional dalam literatur keislaman yang dijadikan bahan ajar di sekolah NW dan Salafi. Persaingan kedua kelompok keagamaan ini menjadi fenomena baru di Lombok bersamaan dengan semakin berkembangnya pengaruh kelompok Salafi. Keberhasilan Salafi mempromosikan manhaj salaf yang dalam banyak hal bertentangan dengan Aswaja yang diusung NW dalam praktik keislaman, berimplikasi terhadap semakin menguatnya muatan ideologis dalam buku teks keislaman pada sekolah masing-masing. Sesuai karakteristik data, studi ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersumber dari berbagai literature keislaman yang digunakan di sekolah NW dan Salafi. Berdasarkan identifikasi terhadap buku-buku literatur yang digunakan sebagai bahan ajar, yang dianalisis berdasarkan teori kontestasi oleh Antje Winner, dan teori apparatus ideology oleh Louis Althrusser, studi ini berargumen bahwa literatur keagamaan yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah Islam merupakan instrumen perangkap ideologis kelompok keagamaan untuk melahirkan apparatus ideologi demi memenangkan persaingan. Bahan ajar tersebut memuat penegasian satu dengan yang lain, mono-intrepretasi, dan saling menyesatkan satu dengan yang lain. Akhirnya, siswa hanya menerima indoktrinasi paham keagamaan tertentu, tanpa diajarkan berpikir kritis terhadap perbedaan pandangan keagamaan. Maka dibutuhkan intervensi Negara untuk memastikan berpikir kritis siswa harus tumbuh dalam dunia pendidikan Islam, tanpa dikukung oleh ideology kelompok tertentu.How to Cite: Saparudin. (2022). Ideological Trap in Education: Rivalry Discourse on Islamic Literatures in NW and Salafi Schools in Lombok. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 20-35. doi:10.15408/tjems.v9i1. 24837
Sunnah Schools in Jakarta Greater Area: Dakwah, Education, and the Changing Face of Urban Muslim Communities in Indonesia
AbstractThis qualitative study examines the emergence of sunnah schools and their influence on the development of educational institutions among urban Muslim communities in Indonesia. Three key aspects were explored: (1) the important figures and main actors in establishing sunnah schools, (2) the content and materials used and developed in these schools, and (3) the local community response to their establishment. The study was conducted in the Jakarta Greater Area (Jabodetabek) area, encompassing South Tangerang, Depok, and Bogor Regency. The findings reveal that while sunnah schools have similarities with public schools in general education, there are significant differences in religious education, particularly in the areas of tauhid, fiqh, and other religious sciences according to the Salafi manhaj. In addition to adopting the curriculum of the Indonesian Ministry of Education and Culture, sunnah schools also use some special materials, including extracurricular activities such as horse riding and archery, which are considered part of the sunnah of the Prophet. The study concludes that the growth of sunnah schools is closely linked to the dynamics of educational institutions, changes in lifestyle trends, and the development of identity politics in urban Muslim communities in Indonesia.AbstrakPenelitian kualitatif ini mengkaji kemunculan sekolah sunnah dan pengaruhnya terhadap perkembangan lembaga pendidikan di kalangan masyarakat muslim perkotaan di Indonesia. Tiga aspek kunci yang diteliti: (1) tokoh penting dan aktor utama dalam pendirian sekolah sunnah, (2) konten dan materi yang digunakan dan dikembangkan di sekolah sunnah tersebut, dan (3) tanggapan masyarakat setempat terhadap pendiriannya. Kajian lapangan dilakukan di wilayah Jabodetabek, meliputi Kota Tangerang Selatan, Depok, dan Bogor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sementara sekolah sunnah memiliki kesamaan dengan sekolah umum dalam pendidikan umum, ada perbedaan yang signifikan dalam pendidikan agama, khususnya di bidang tauhid, fikih, dan ilmu agama lainnya menurut manhaj Salafi. Selain mengadopsi kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sekolah sunnah juga menggunakan beberapa materi khusus, antara lain kegiatan ekstrakurikuler seperti berkuda dan memanah yang dianggap sebagai bagian dari sunnah Nabi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan sekolah sunnah sangat erat kaitannya dengan dinamika lembaga pendidikan, perubahan tren gaya hidup, dan perkembangan politik identitas masyarakat muslim perkotaan di Indonesia.
Investigating Neoliberal Values in EFL Textbooks in Indonesia
AbstractThere has been a wide acknowledgment that textbooks are a common medium of classroom instruction. Simulatenously, a growing body of research have found that ELT textbooks have promoted certain ideology, namely neoliberalism. This study concerns the endorsement of neoliberalism and how it is embedded in both locally-developed and internatonally-published ELT textbooks used in Indonesia. Using content analysis, the finding reveals that all the chosen textbooks contain the neoliberal mentality. The mandatory local textbook focuses on how to promote competition, while the local private textbook highlights material wealth and competition. On the other hand, the imported global textbook endorses human capital agenda. In other words, each textbook endorses different neoliberal values. The findings in this study imply the need for critical reading before the textbooks are prescribed to be used especially when the potential readers of the textbooks have different cultural values and learning objectives than those of commonly reproduced neoliberal values in imported ELT textbooks as previous studies found.AbstrakTidak dapat dipungkiri bahwa buku sebagai bahan ajar telah menjadi media paling populer dalam kegiatan ajar-mengajar di kelas. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa buku ajar bahasa Inggris telah menjadi media untuk menyebarkan ideologi, salah satunya yaitu neoloberalisme. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk meneliti adanya ideologi neoliberalisme dan bagaimana ideologi tersebut direpresentasikan dalam buku ajar bahasa Inggris baik yang diproduksi secara lokal maupun impor. Dengan menggunakan pendekatan konten analisis, studi ini menemukan bahwa dalam buku bahan ajar bahasa Inggris, terdapat nilai-nilai ideologi neoliberalisme. Buku bahan ajar wajib nasional berfokus pada glorifikasi kompetisi. Sedangkan buku bahan ajar domestik yang lain mementingkan kekayaan materi dan kompetisi. Di sisi lain, buku bahan ajar bahasa Inggris impor lebih menonjolkan human capital sebagai nilai neoliberalismenya. Melihat temuan tersebut, diperlukan critical reading sebelum suatu buku direkomendasikan untuk dijadikan bahan ajar terutama ketika target pengguna buku tersebut memiliki budaya dan juga nilai-nilai ideologi yang berbeda dari ideologi yang, menurut penelitian sebelumnya, kerap kali direproduksi dalam buku ajar bahasa Inggris, yaitu neoliberalisme
Transpersonal Values Unveiled: A Study On Self-Regulated Learning Model
AbstractReviving transpersonal values in higher education through lectures lacks a proven effective model. Current learning is predominantly expository, focused on cognitive knowledge mastery in classrooms, neglecting experiential exploration and the full potential of peer interaction and environmental resources. A culture of value-based learning has yet to be established. This descriptive qualitative study aims to uncover transpersonal values within the Self-Regulated Learning (SRL) model applied to Media dan Teknologi Pembelajaran (MTP) courses. Data on transpersonal values are collected through interviews and open-ended questions, validated through member-checking using a Likert scale with 122 participants. The MLT\u27s SRL model comprises six stages: task understanding, planning, preparation, exploration, assessment, and reflection. These stages reveal values such as intention, inclusivity, responsibility, spiritual intelligence, trustworthiness, patience, self-reflection, self-observation, and character refinement. Empowering individual autonomy, these steps guide actions towards acquiring information, expertise, self-improvement, and heightened spiritual awareness. Abstrak Menghidupkan kembali nilai-nilai transpersonal di perguruan tinggi melalui perkuliahan belum memiliki model yang terbukti efektif. Pembelajaran saat ini cenderung bersifat ekspositoris, berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif di dalam ruang kelas, yang mengabaikan eksplorasi pengalaman dan potensi penuh interaksi dengan teman sebaya dan sumber daya lingkungan. Budaya pembelajaran berbasis nilai-nilai juga belum terbentuk dengan baik. Studi deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai transpersonal dalam model Self-Regulated Learning (SRL) yang diterapkan pada mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran (MTP). Data mengenai nilai-nilai transpersonal dikumpulkan melalui wawancara dan pertanyaan terbuka, kemudian divalidasi melalui member-checking menggunakan skala Likert dengan 122 partisipan. Model SRL MLT terdiri dari enam tahapan: pemahaman tugas, perencanaan, persiapan, eksplorasi, penilaian, dan refleksi. Tahapan-tahapan ini mengungkapkan nilai-nilai seperti nilai intensi, inklusif, tanggung jawab, cerdas spiritual, amanah, sabar, muhasabah, muraqabah, dan tahsinul akhlaq Dengan memberdayakan otonomi individu, langkah-langkah ini memandu tindakan menuju perolehan informasi, keahlian, peningkatan diri, dan kesadaran spiritual yang lebih tinggi.How to Cite : Munadi, Y., Nata, A., Bahruddin, E, Sa’diya, M. (2022). Transpersonal Values Unveiled: A Study On Self-Regulated Learning Model. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 211-226. doi:10.15408/tjems.v9i2.32827
An Evaluation to Predict the Probability of Success of Student-Centered Learning in Business School
AbstractThe purpose of this study was to describe the implementation of student-centered learning, to evaluate its effectiveness and to predict the possibility of success of it in a business school of the Faculty of Economics and Business of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta. A number of questioners were distributed to lecturers and students who experienced in using this method, followed by focused group discussions and in-depth interviews. Results showed that piloting three student-centered learning methods, i.e. learning by case method, project market research, and gamification at the faculty was welcomed by both students and lecturers as they have taken many advantages from it. They gained deeper and wider knowledge. They could improve their critical and creativity thinking, be more independent, responsible, confidence, courage and had better engagement and dedication to learning process, a set of skills required to be successful after graduation. However, challenges to make this new pedagogy method to be fun, easy to understand and deliver optimum result still remained. This paper contributed to improvement of human resources in the private sector especially in emerging countries by showing that applying right pedagogical method together with multi aspects improvement from lecturers, students, and physical infrastructures will enable business school graduates to fulfill the needs and challenges of current and future business world.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa, mengevaluasi keefektifannya dan memprediksi kemungkinan keberhasilannya di sekolah bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif. Hidayatullah Jakarta. Sejumlah kuesioner dibagikan kepada dosen dan mahasiswa yang berpengalaman menggunakan metode ini, dilanjutkan dengan diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percontohan tiga metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu pembelajaran dengan metode kasus, riset pasar proyek, dan gamifikasi di fakultas disambut baik oleh mahasiswa dan dosen karena mereka telah mengambil banyak keuntungan darinya. Mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dan lebih luas. Mereka dapat meningkatkan pemikiran kritis dan kreativitas mereka, menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, berani dan memiliki keterlibatan dan dedikasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran, seperangkat keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses setelah lulus. Namun, tantangan untuk menjadikan metode pedagogi baru ini menyenangkan, mudah dipahami dan memberikan hasil yang optimal masih ada. Makalah ini berkontribusi pada peningkatan sumber daya manusia di sektor swasta terutama di negara-negara berkembang dengan menunjukkan bahwa menerapkan metode pedagogis yang tepat bersama dengan peningkatan multi aspek dari dosen, mahasiswa, dan infrastruktur fisik akan memungkinkan lulusan sekolah bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan saat ini dan dunia bisnis masa depan How to Cite Ridho, T. K., Jalil, F. Y. (2022). An Evaluation to Predict the Probability of Success of Student-Centered Learning in Business School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 93-104. doi:10.15408/tjems.v9i1.23189.
Academic Cheating in Pesantren: How Self Efficacy, Religiosity, and Academic Integrity Predict Academic Cheating
AbstractThis research aims to determine the effect of self-efficacy, religiosity and academic integrity on academic cheating in Pesantren. The population of the research is consisted of students MA. Sample are 332 students and sampling technique is carried out using probability sampling, namely purposive sampling technique. The instrument used were ACS (Academic Cheating Scale), GSE (General Self Efficacy), DUREL (Duke Religion Index), and AIS (Academic Integrity Scale). Data analysis used in this study is multiple linear regression techniques and for the analysis of the construct validity used to measure instrument is Confimatory Factor Analysis CFA. The results of the study show that the effect of the variables of self-efficacy, the dimensions of organizational and dimensions intrinsic to academic cheating which was moderated by academic integrity are significant. Based on the results of the multiple linear regression with academic integrity as the moderator variable, shows that academic integrity has a significant effect or influence on academic cheating and also has a significant influence in moderating one independent variable, namely the organizational dimension to academic cheating. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, religiusitas dan integritas akademik terhadap kecurangan akademik di Pesantren. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa MA. Sampel berjumlah 332 siswa dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah ACS (Academic Cheating Scale), GSE (General Self Efficacy), DUREL (Duke Religion Index), dan AIS (Academic Integrity Scale). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi linier berganda dan untuk analisis validitas konstruk yang digunakan untuk mengukur instrumen adalah Confimatory Factor Analysis CFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel efikasi diri, dimensi organisasi dan dimensi intrinsik terhadap kecurangan akademik yang dimoderatori oleh integritas akademik adalah signifikan. Berdasarkan hasil regresi linier berganda dengan variabel moderator integritas akademik, menunjukkan bahwa integritas akademik berpengaruh atau berpengaruh signifikan terhadap kecurangan akademik dan juga memiliki pengaruh signifikan dalam memoderasi salah satu variabel independen yaitu dimensi organisasi terhadap kecurangan akademik.How to Cite Lestari, W. I., Latifa, R. Rahmah, M. (2022). Academic Cheating in Pesantren: How Self Efficacy, Religiosity, and Academic Integrity Predict Academic Cheating. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 1-18. doi:10.15408/tjems.v9i1.24701.
Printed-Book Reading Habits of Pre-Service Science-Teacher Students
AbstractMany studies reported that reading can improve academic achievements, critical thinking skills, confidence, social behavior, and all characters required by students to get a better job and better life. In the Disruption Era, however, many students are potentially disrupted by social media interactions that affected their reading habits. The present study was aimed to explore the reading habits of students in the printed textbook. The study was carried out in 2019, involving 469 students from three study programs of the Department of Mathematics and Science Education, i.e. Biology Education, Chemistry Education, and Physics Education. Data were collected using questionnaires in a convenience sampling method with a sample of about 70% of the population. Results show that 81% of students read printed textbooks two hours or less per day, and 53% spend less than one hour. There are a few students, however, who read textbooks more than four hours per day. Students\u27 visit to the library is mostly (35%) 3-4 times per year and >5 times per year (33%). Reading for leisure is not very popular among the students. Multiple regression models showed that students\u27 science textbooks, students\u27 interest in information technology books, the number of literature read, and the number of bought-books significantly determine the duration of students\u27 reading time. Potential methods to improve students\u27 reading habits are discussed.AbstrakBanyak penelitian sudah melaporkan bahwa membaca dapat meningkatkan kemampuan akademis, ketrampilan berfikir kritis, perilaku sosial, dan semua karakter yang diperlukan mehasiswa untuk memperoleh pekerjaan yang bagus dan kehidupan yang lebih baik. Pada Era Disrupsi sekarang ini, banyak mahasiswa yang berpotensi terganggu oleh media interaksi sosial yang dapat mengganggu kebiasaan membaca mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan membaca buku teks cetakan pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada tahun 2019, yang melibatkan 469 mahasiswa sebagai sampel dari tiga program studi di Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, yaitu Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan metode convinience sampling, dengan jumlah sampel sekitar 70% dari populasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 81% mahasiswa membaca buku cetakan dua jam atau kurang per hari, dan 53% membaca kurang dari satu jam per hari. Sebagian kecil mahasiswa mengaku membaca buku cetakan lebih dari empat jam per hari. Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan umumnya 3-4 kali per semester (35%) dan >5 kali per semester (33%). Kegiatan membaca untuk hiburan tidak populer pada mahasiswa. Model regresi berganda menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap buku sains, minat mahasiswa terhadap buku teknologi informasi, jumlah buku sastra yang dibaca, dan jumlah buku yang dibeli mahasiswa, merupakan empat variabel yang dapat memprediksi lama waktu membaca mahasiswa. Cara-cara yang potensial untuk meningkatkan kebiasaan membaca mahasiswa didiskusikan
Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context
AbstractThe development of competency assessments that measure 21st century competencies is critical for improving the quality of education. The purpose of this research is to describe a framework and prototype for assessing Math and Science or Math-Sci competency skills in the twenty-first century. The method of development research employed in this study is based on the Akker framework, which entails preliminary research, prototyping, design, and development in a paper and pencil test format. The equipment of the investigation included observation sheets, questionnaires, and tests. This study results in a conceptual framework for the instrument and a verified prototype of the Math-Sci competence evaluation. The Math-Sci competence evaluation is conceptualized around thematic, interdisciplinary questions that integrate three (three) subjects, namely Science (Biology-Physics) and Mathematics, in an Islamic context. Math-Sci, using the ladder analogy (monodisciplinary, interdisciplinary 1, and interdisciplinary 2) to rank students\u27 competency, relates to the thought process of Bloom\u27s taxonomy, the context, and the complexity of the topic. The instrument created was deemed valid and practicable based on the results of expert validation. The development of the Math-Sci competence assessment instrument was the first step toward strengthening assessment for learning and assisting in the improvement of learning through the presentation of integrated contextual problems. AbstrakPengembangan asesmen kompetensi yang membekalkan kecakapan abad 21 sangat urgent untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan framework dan prototype asesmen kompetensi Math-Sci untuk mengukur keterampilan abad 21. Metode penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada framework Akker yang meliputi penelitian pendahuluan, prototipe yang meliputi desain, dan pengembangan dalam format paper and pencil test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh kerangka konseptual instrumen dan prototipe asesmen kompetensi Math-Sci yang telah divalidasi melalui expert judgment. Kerangka konseptual asesmen kompetensi Math-Sci berupa soal-soal tematik, interdisipliner yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA (Biologi-Fisika) dan Matematika pada konteks keIslaman. Math-Sci dengan analogi titian anak tangga (monodisiplin, interdisiplin 1, dan interdisiplin 2) yang mengukur kompetensi peserta didik secara hierarki mengacu pada proses berpikir taksonomi Bloom, konteks dan kompleksitas masalah. Hasil validasi pakar diperoleh instrumen soal yang dikembangkan valid dan layak. Pengembangan instrumen asesmen kompetensi Math-Sci merupakan langkah awal upaya menguatkan asesmen for learning, membantu memperbaiki pembelajaran, bersifat inovatif dengan menghadirkan permasalahan kontekstual integratif. How to Cite: Zulfiani, Suwarna, I.P., Suwarna, Muin, A. (2021). Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 96-107. doi:10.15408/tjems.v8i1.22120
Student Mathematical Literacy Skill of Madrasah in Indonesia with Islamic Context
AbstractMathematical literacy (ML) skill is important because the activities of everyday life are related to mathematics and require prompt and in-depth understanding. Therefore, this study aims to examine the ML skill of madrasah students in Indonesia both as a whole and based on the level of madrasah (MI, MTs, and MA). The sampling technique was then adopted Random Assignment, which obtained a total of 3,285 students from 26 regions in Indonesia. Furthermore, a qualitative descriptive method with a survey technique was used. The instrument used for the was the PISA design with an Islamic context in the form of a description. The results showed the ML skill of madrasah students in Indonesia has an average of 17.23%, with Madrasah Ibtidaiyah (MI) having 6.39%, Madrasah Tsanawiyah (MTs) with 20.01%, and Madrasah Aliyah (MA) with 25.29%. The low ML skill is because most of the students do not understand the context in the questions. The context in the assessment of this skill is important because it helps students to remember what they have learned, relate them to the problems, and offer a solution that fits the given context. Another cause is the lack of using problems that have the characters of PISA questions in the learning process. Therefore, the students are less trained in working on contextual questions and require high-level thinking.AbstrakKemampuan literasi matematis sangat penting karena kegiatan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang berkaitan dengan matematika dan memerlukan pemahaman literasi dalam penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia baik secara keseluruhan maupun berdasarkan tingkat madrasah (MI, MTs, dan MA). Penelitian ini dilaksanakan di 26 wilayah yang ada di Indonesia dengan teknik sampling yang digunakan adalah Random Assignment dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 3285 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik survey. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes kemampuan literasi matematis menggunakan desain PISA dengan konteks keislaman yang berbentuk uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia memiliki rata-rata 17, 23%. Kemampuan literasi matematis untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar 6,39%, untuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar 20,01% dan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sebesar 25,29%. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia dikarenakan kebanyakan siswa tidak memahami konteks dalam soal. Konteks dalam penilaian literasi matematis merupakan hal yang sangat penting, sebab konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Penyebab lain adalah kurangnya penggunaan masalah yang memiliki karakter seperti soal PISA dalam proses pembelajaran sehingga siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal yang kontekstual dan menuntut untuk berpikir tingkat tinggi. How to Cite: Kurniawati, L. Miftah, R., Kadir, Muin, A. (2021). Student Mathematical Literacy Skill of Madrasah in Indonesia with Islamic Context. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 108-118. doi:10.15408/tjems.v8i1.3184
The Effect of Achievement Motivation on Organizational Commitment in High School Level of Education
AbstractThis article aims to discuss the effect of economic civil servant teachers\u27 achievement motivation to the organizational commitment in Jakarta High Schools. All this time, Commitment is always associated with motivation. Organisational commitment is a picture of an individual who identifies with the organisation and has a common goal. Organisational commitment does not come by itself but is influenced by factors such as motivation. Therefore, it becomes vital to examine further the effect of motivation, in this case, the achievement motivation of teachers concerning organisational commitment. This study applied quantitative research design with survey methods while employing a path analysis model to analyse the data. A total of 200 economic teachers from the Municipality of East Jakarta, Central Jakarta, West Jakarta, South Jakarta, and the Thousand Islands District joined this study. Sampling in this study was chosen by (simple random sampling) of the population. This study found that based on the results of the analysis and testing of the hypothesis, it can be found that achievement motivation has given a direct positive effect to organizational commitment. Based on this empirical evidence, it can be seen that this finding shows that achievement motivation is one of the variables that have a direct positive effect on organisational commitment. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh motivasi berprestasi guru PNS bidang ekonomi terhadap komitmen organisasi di SMA Negeri Jakarta. Selama ini Komitmen selalu dikaitkan dengan motivasi. Komitmen organisasi merupakan gambaran individu yang mengidentifikasikan diri dengan organisasi dan memiliki tujuan yang sama. Komitmen organisasi tidak datang dengan sendirinya tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti motivasi. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengkaji lebih jauh pengaruh motivasi dalam hal ini prestasi belajar guru terhadap komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei dengan menggunakan model analisis jalur untuk menganalisis data. Studi ini diikuti oleh 200 guru ekonomi dari Kota Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dipilih dengan (simple random sampling) dari populasi. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis diketahui bahwa motivasi berprestasi berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. Berdasarkan bukti empiris tersebut dapat diketahui bahwa temuan ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu variabel yang berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. How to Cite: Nurochim (2020). The Effect of Achievement Motivation on Organizational Commitment in High School Level Of Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 192-203. doi:10.15408/tjems.v7i2.15956