TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
Portrait of Adequacy of Teachers in DKI Jakarta Public Madrasah
AbstractThis study aims to analyze the availability of professional teachers in public madrasahs using a descriptive analysis survey method. Respondents were 1116 state madrasah teachers (MIN, MTsN, and MAN) in DKI Jakarta. Teacher profile data obtained from Simpatika. Teacher competency data was obtained through a questionnaire in the Google form in 2021. The results showed that there was a quite significant shortage of educators in MIN of Arabic 46%; Art 45%; and Sports 53%. The class teacher has an excess of 17%. For MTsN and MAN, there are significant deficiencies in the subjects of PKN, Indonesian, Cultural Arts, Sports, and Craft-Entrepreneurship. This study recommends that the Central Ministry of Religion recruit civil servant teachers in all subjects that experience shortages. This study has implications for the management of teacher governance in madrasas, it is necessary to pay attention to the adequacy of teachers for each eye. For the Ministry of Religion as a policy maker to pay serious attention to meeting the needs of teachers in every madrasah. For higher education institutions, it is necessary to open several departments which are currently quite limited in the availability of teachers such as teachers of arts, sports, and counseling guidance.AbstrakStudi ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan guru profesional di madrasah negeri dengan menggunakan metode survei teknik analisis deskriptif. Responden merupakan 1116 guru madrasah negeri (MIN, MTsN dan MAN) di DKI Jakarta. Data profil guru diperoleh dari Simpatika. Data kompetensi guru diperoleh melalui angket dalam google form tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kekurangan tenaga pendidik yang cukup signifikan di MIN sebesar: Bahasa Arab 46%; Seni 45%; dan Olahraga 53% sedang untuk guru kelas mengalami kelebihan sebesar 17%. Untuk satuan pendidikan MTsN dan MAN terdapat kekurangan guru yang cukup signifikan pada mata pelajaran PKN, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Olahraga dan Prakarya-Kewirausahaan. Studi ini merekomendasikan agar Kementerian Agama Pusat melakukan penerimaan guru PNS pada semua mata pelajaran yang mengalami kekurangan. Studi ini berimplikasi terhadap manajemen tata kelola guru di madrasah perlu memperhatikan ketercukupan guru untuk setiap mata. Untuk kementrian agama sebagai pembuat kebijakan agar memberi perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan guru disetiap madrasah. Untuk lembaga pendidikan tinggi perlu membuka beberapa jurusan yang saat ini cukup terbatas ketersediaan guru seperti guru seni, olah raga dan bimbingan konseling.How to Cite: Fatra, M., Sihombing, A.A. (2023). Portrait of Adequacy of Teachers in DKI Jakarta Public Madrasah. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 13-38.
SWOT Analysis of Development Strategy Entering the Disruption Era
AbstractThis study aims to find the right strategy for Darus Sunnah Pesantren to face in the disruption era. The disruption era is an era where digitalization is the motor of change that occurs in the social, economic, and cultural sectors. The strategy generated the strengths and weaknesses of Darus Sunnah Pesantren, as well as looking at opportunities and challenges outside Pesantren. This research is a qualitative type of case study model where interviews, observations, and document review as data collection techniques. The results showed that Pesantren Darus Sunnah could utilize its human resources, the majority of whom were millennials and had a good education, to take advantage of digital media, both to raise donations and market their books and promote the institution. Furthermore, based on existing strengths and threats, pesantren can empower their human resources by utilizing their alumni who are many in the digital world. Meanwhile, based on the weaknesses and opportunities, Darus Sunnah can take advantage of online donations and outside assistance to develop digital facilities and infrastructure within the Institution. Meanwhile, based on existing weaknesses and threats, Darus Sunnah can hold digital literacy programs and other programs that counteract the disruption era\u27s negative impacts on stakeholders of Darus Sunnah Pesantren. This competency is also an additional competency for students in the era of disruption.AbstrakPenelitian ini bertujuan menemukan strategi yang tepat bagi Pesantren Darus Sunnah menghadapi era disrupsi. Era disrupsi merupakan era dimana digitalisasi menjadi motor perubahan yang terjadi dalam sektor sosial, ekonomi dan budaya. Strategi dihasilkan melalui analisis SWOT dengan menilai kekuatan dan kelemahan Pesantren Darus Sunnah, serta mencermati peluang dan tantangan di luar Pesantren. Penelitian ini berjenis kualitatif model studi kasus dimana wawancara, observasi dan telaah dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pesantren Darus Sunnah dapat memanfaatkan sumber daya manusianya yang mayoritas dari kalangan milenial dan memiliki pendidikan baik untuk memanfaatkan media-media digital, baik untuk menggalang donasi, memasarkan karya tulis mereka dan mempromosikan Lembaga. Selanjutnya didasarkan pada kekuatan dan ancaman yang ada, pesantren dapat melakukan pemberdayaan sumber daya manusianya dengan memanfaatkan alumninya yang banyak berkecimpung di dunia digital. Sementara berdasarkan kelemahan dan peluang yang ada, Darus Sunnah dapat memanfaatkan donasi online dan bantuan-bantuan pihak luar untuk pengembangan sarana dan prasarana digital di dalam Lembaga. Sedangkan berdasarkan kelemahan dan ancaman yang ada, Darus sunnah bisa mengadakan program literasi digital dan program lain yang berfungsi menangkal dampak negatif dari era disrupsi bagi stakeholder Pesantren Darus Sunnah. Kompetensi ini sekaligus menjadi kompetensi tambahan bagi para santri di era disrupsi.How to Cite: Maftuhah., Nurhasanah, S. (2023). SWOT Analysis of Development Strategy Entering the Disruption Era. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 13-38. doi:10.15408/tjems.v10i1. 33399
Fiqh of Disaster: A Development of Landslide Mitigation-Preparedness Module Based on the Transdisciplinary Islamic Approach
AbstractThe purpose of this research is to create a non-formal module on the fiqh of disaster as part of an effort in landslide mitigation-preparedness using a community-oriented in Indonesian society. Indonesia is strategically placed in the ring of fire, making the main areas vulnerable to natural disasters. As one of the most prominent Muslim organizations in Indonesia, Muhammadiyah, with fiqh of disaster attempts to provide direction for society on disaster management based on Islamic norms and regulations. In this study, we use a transdisciplinary Islamic approach within the key fields of Islamic education, Islamic jurisprudence, and disaster jurisprudence, and physics (inclined plane). The research method used in this study is R&D under the ADDIE model, with five steps: analysis, design, development, evaluation, and analysis. This study included data document evaluation and questionnaires as data collection, whereby content analysis, product development, and product feasibility are all data analysis methodologies. The results showed that the module on landslide mitigation for society is well executed. The material examiner obtained a total score of 22 with a percentage of 91% and rated it "very valid.” The subject examiner obtained a total score of 13 with a percentage of 81% and rated it "very valid." This study provides recommendations for further Implementation in the form of the effectiveness of modules for the community based on ADDIE phases. In addition, it is hoped that the study can be developed in the post-disaster stage so that researchers, policymakers, the government, and the community in landslide disaster management can use it. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat modul nonformal fikih kebencanaan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan penanggulangan tanah longsor dengan pendekatan community-oriented pada masyarakat Indonesia. Letak Indonesia yang strategis di ring of fire membuat wilayah-wilayah utama rentan terhadap bencana alam. Sebagai salah satu ormas Islam terkemuka di Indonesia, Muhammadiyah dengan fikih kebencanaan berupaya memberikan arahan kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana berdasarkan norma dan aturan Islam. Dalam studi ini, kami menggunakan pendekatan Islam transdisipliner dalam bidang-bidang utama pendidikan Islam, fikih Islam, fikih kebencanaan, dan fisika (bidang miring). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D dengan model ADDIE, dengan lima langkah yaitu analisis, desain, pengembangan, evaluasi, dan analisis. Kajian ini meliputi evaluasi dokumen data dan kuesioner sebagai pengumpulan data, dimana analisis isi, pengembangan produk, dan kelayakan produk merupakan metodologi analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul penanggulangan longsor untuk masyarakat terlaksana dengan baik. Penguji materi memperoleh skor total 22 dengan persentase 91% dan dinilai “sangat valid”. Penguji mata pelajaran memperoleh skor total 13 dengan persentase 81% dan menilainya “sangat valid.” Penelitian ini memberikan rekomendasi Implementasi selanjutnya berupa efektivitas modul untuk masyarakat berdasarkan tahapan ADDIE. Kajian ini diharapkan dapat dikembangkan pada tahap pascabencana sehingga dapat dimanfaatkan oleh para peneliti, pembuat kebijakan, pemerintah, dan masyarakat dalam penanggulangan bencana tanah longsor.How to Cite Shalihin, R. R., Bustam, B. M. R., Pramudya, Y., Suyadi. (2022). Fiqh of Disaster: A Development of Landslide Mitigation-Preparedness Module Based on the Transdisciplinary Islamic Approach. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 105-122. doi:10.15408/tjems.v9i1.30159
Multicultural Education in Islamic Boarding School
AbstractMulticultural education is crucial in the socio-multicultural atmosphere. Multicultural education encourages students to respect those whose beliefs differ from their own—living in a diverse group of people with the principle that differences are a gift. The method used in this research is qualitative by focusing the design on source triangulation, which analyzes the references from the Qur’an and scholars’ and experts’ ijtima’. This study explored the model of multicultural education practiced by Al-Asyriah Nurul Iman Islamic boarding school in Bogor; It involved stakeholders from students, teachers, and other academic communities. The socio-multicultural values that exist, including ta’aruf, tawasuth, tasamuh, ta’awun, tawazun, peace, and religious freedom, are the foundation of the pesantren education model at the educational institution Bogor. Understanding socio-multiculturalism brings peace and reduces the possibility of social discrimination, violence, and injustice caused mainly by cultural differences in religion, race, ethnicity, language, gender, age, and social strata. AbstrakPendidikan multikultural sangat penting dalam atmosfir sosio-multikultural. Pendidikan multikultural mendorong siswa untuk menghormati mereka yang keyakinannya berbeda dari mereka sendiri—hidup dalam kelompok orang yang beragam dengan prinsip bahwa perbedaan adalah anugerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memfokuskan desain pada triangulasi sumber, yaitu menganalisis referensi dari para ulama dan ahli dari al-Qur’an dan ijtima’. Penelitian ini mengeksplorasi model pendidikan multikultural yang dipraktikkan pesantren Al-Asyriah Nurul Iman Islamicdi Bogor; Melibatkan pemangku kepentingan dari siswa, guru, dan civitas akademika lainnya. Nilai-nilai sosial multikultural yang ada, antara lain ta’aruf, tawasuth, tasamuh, ta’awun, tawazun, damai, dan kebebasan beragama, menjadi landasan model pendidikan pesantren di lembaga pendidikan Bogor. Pemahaman sosio-multikulturalisme membawa perdamaian dan mengurangi kemungkinan diskriminasi sosial, kekerasan, dan ketidakadilan yang disebabkan terutama oleh perbedaan budaya, agama, ras, suku, bahasa, jenis kelamin, usia, dan strata sosial.How to Cite: Rasyid, H, Shomad, A. B. A., Hidayatulloh, Kamarusdiana, Yakin, S. (2022). Multicultural Education in Islamic Boarding School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 77-92. doi:10.15408/tjems.v9i1. 29071.
Development of Micro Teaching-Learning Model Based on YouTube Channel in Distance Learning to Improve Students’ Basic Teaching Ability
AbstractTeacher students who have taken the micro-teaching course are expected to master eight essential teaching competencies, namely: 1) opening and closing learning skills, 2) explaining skills, 3) questioning skills (basic, advanced), 4) variation skills, and 5) reinforcement skills, 6) class management skills, 7) small group and individual learning skills, 8) skills to lead small group discussions. YouTube-based microteaching-learning is expected to help master the eight essential competencies even in online learning conditions such as in the Terbuka University. This research was R & D using two classes with 50 students for the control classand 50 students for the treatment class. . From the results obtained in this study, the YouTube channel learning video product is proven effective in improving students\u27 teaching abilities in microteaching courses. Hence, it is recommended for lecturers or teachers at schools to be able to complete their learning media by using videos that are integrated with YouTube to maximize the improvement of students\u27 abilities. AbstrakSiswa guru yang telah mengikuti mata kuliah micro teaching diharapkan menguasai 8 kompetensi dasar mengajar, yaitu: 1) keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, 2) keterampilan menjelaskan, 3) keterampilan menanya (dasar, lanjutan), 4) keterampilan variasi, 5 ) keterampilan memberi. penguatan, 6) keterampilan mengelola kelas, 7) keterampilan belajar kelompok kecil dan individu, 8) keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil. Pembelajaran mikro berbasis YouTube ini diharapkan dapat membantu penguasaan 8 kompetensi dasar bahkan dalam kondisi pembelajaran online seperti di Universitas Terbuka. Jenis penelitian ini adalah R&D menggunakan 2 kelas, 50 siswa masuk kelas kontrol dan 50 siswa masuk kelas perlakuan. Hasil yang didapat dari penelitian ini. Produk video pembelajaran channel youtube terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengajar siswa pada mata kuliah microteaching. Disarankan kepada dosen atau guru di sekolah untuk dapat melengkapi media pembelajarannya dengan menggunakan video yang terintegrasi dengan youtube untuk memaksimalkan peningkatan kemampuan siswa.How to Cite: Sudrajat, A., Darojat, O., Soleh, D. A., Ningtyas, L. D. (2022). Development of Micro Teaching-Learning Model Based on YouTube Channel in Distance Learning to Improve Students’ Basic Teaching Ability. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 51-62. doi:10.15408/tjems.v9i1. 25512
Improvement of Metacognitive Thinking Skills in Teacher-Student Scientific Assignments Through the Use of Online Platforms
AbstractScientific problem-solving, starting with simple tasks and growing in difficulty until reaching the task with the climax level of difficulty, can be used as a training tool for developing metacognitive thinking abilities. Teachers and lecturers can make the most of scaffolding from online platforms by demonstrating how to complete a task in a systematic way. This study uses a participatory action research/PAR design with a class of students from the Islamic Religious Education study program at the University of Muhammadiyah Jakarta to examine how students learn metacognitive thinking abilities from completing scientific assignments in research methods courses employing interviews, documents, and observation to gather data. One of the study\u27s most significant findings is that lecturers can use a number of strategies to help students develop their metacognitive thinking skills. These strategies are as follows: 1) Students can be trained in learning metacognitive thinking skills as early as the first semester through English resources introduced by lecturers from reputable online search engines; 2) Lecturers can offer a focus on research methodology assignments that require students to access various online platforms in their work; 3) It is recommended that research methodology courses be spread out in the early, middle, and final semesters; 4) Lecturers can improve the metacognitive thinking skills and self-efficacy of more advanced students by using various approaches, strategies and learning resources. If necessary, a reward and punishment system can be applied, especially to motivate male students and students who lack discipline.AbstrakPemecahan masalah ilmiah, mulai dari tugas-tugas sederhana dan berkembang dalam tingkat kesulitan hingga mencapai tugas dengan tingkat kesulitan klimaks, dapat digunakan sebagai sarana latihan untuk mengembangkan kemampuan berpikir metakognitif. Guru dan dosen dapat memanfaatkan scaffolding dari platform online dengan mendemonstrasikan cara menyelesaikan tugas secara sistematis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan/PAR partisipatif dengan melibatkan sekelompok mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk mengkaji bagaimana mahasiswa mempelajari kemampuan berpikir metakognitif dari menyelesaikan tugas ilmiah dalam mata kuliah metode penelitian dengan menggunakan wawancara, dokumen, dan observasi untuk mengumpulkan data. Salah satu temuan studi yang paling signifikan adalah bahwa dosen dapat menggunakan sejumlah strategi untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir metakognitif mereka. Strategi-strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mahasiswa dapat dilatih untuk mempelajari keterampilan berpikir metakognitif sejak semester pertama melalui sumber bahasa Inggris yang diperkenalkan oleh dosen dari mesin pencari online; 2) Dosen menawarkan fokus pada tugas metodologi penelitian yang mengharuskan mahasiswa untuk mengakses berbagai platform online dalam pekerjaannya; 3) Disarankan mata kuliah metodologi penelitian disebarluaskan pada semester awal, tengah, dan akhir; 4) Dosen dapat meningkatkan kemampuan berpikir metakognitif dan efikasi diri mahasiswa yang lebih maju dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi dan sumber belajar. Jika perlu dapat diterapkan sistem reward and punishment terutama untuk memotivasi siswa laki-laki dan siswa yang kurang disiplin. How to Cite : Hermawan, C. M., Rosfiani, O., Hassan, S. A, Kuswiyanti, T. S., Sudin, M., Roswati, S. (2022). Improvement of Metacognitive Thinking Skills in Teacher-Student Scientific Assignments Through the Use of Online Platforms. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 190-197. doi:10.15408/tjems.v9i2. 30818
Leadership effectiveness in problem solving: A case study of Madrasas in Borneo
AbstractThis Article is motivated by conflicts between the principal of the Madrasa and the teachers and education personnel in the Madrasa education unit. The general objective of this study is to gain an overview of the effectiveness of the principal of Madrasa’s leadership in solving problems in the Madrasa environment. This study examines the effectiveness of leadership in problem-solving for teachers and staff in Madrasas and identifies factors that influence problem-solving. The researcher used observation, interviews, and documentation methods to collect research data from teachers and education personnel and Madrasa managers at Madrasa Tsanawiya (MTs) An-Nur in Palangkaraya, State Madrasa Tsanawiya 2 (SMTs 2) in Banjar, and Madrasa Tsanawiya (MTs) Al-Kautsar in Tanah Bumbu in the academic year 2022-2023. The samples selected in this study were taken by purposive sampling, with a sample size of 12 people from each Madrasa. The principal of the Madrasa is responsible for empowering teachers and creating a harmonious Madrasa environment. Obstacles include a lack of collaboration and focus on student participation. Solutions include direct communication and involving stakeholders. The research provides recommendations for improving leadership effectiveness and problem-solving in Madrasas. Recommendations for the principal of Madrasas, teachers, education personnel, Madrasa committee and parents of students to improve the effectiveness of the principal of Madrasa’s leadership in solving problems in the Madrasa environment, creating a Madrasa environment that can support a student’s learning atmosphere.AbstrakArtikel ini dilatarbelakangi oleh konflik antara kepala Madrasa dengan para guru dan tenaga pendidik di unit pendidikan Madrasah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang efektivitas kepemimpinan kepala Madrasah dalam menyelesaikan masalah di lingkungan Madrasah. Penelitian ini menguji efektivitas kepemimpinan dalam pemecahan masalah bagi para guru dan staf di Madrasah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data penelitian dari para guru dan tenaga pendidik serta manajer Madrasah di Madrasah Tsanawiya (MTs) An-Nur di Palangkaraya, Madrasah Tsanawiya Negeri 2 (SMTs 2) di Banjar, dan Madrasah Tsanawiya (MTs) Al-Kautsar di Tanah Bumbu pada tahun akademik 2022-2023. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini diambil melalui purposive sampling, dengan ukuran sampel sebanyak 12 orang dari setiap Madrasah. Kepala Madrasah bertanggung jawab untuk memberdayakan para guru dan menciptakan lingkungan Madrasah yang harmonis. Hambatan-hambatan meliputi kurangnya kerja sama dan fokus pada partisipasi siswa. Solusinya meliputi komunikasi langsung dan melibatkan para pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan pemecahan masalah di Madrasah. Rekomendasi bagi kepala Madrasah, para guru, tenaga pendidik, komite Madrasah, dan orang tua siswa adalah untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan kepala Madrasah dalam menyelesaikan masalah di lingkungan Madrasah dan menciptakan lingkungan Madrasah yang dapat mendukung suasana pembelajaran siswa
The Civilizing Education: Study of Ibn Khaldun\u27s Educational Thinking for Society 5.0 Era
Abstract Education in Society 5.0 Era is essential to make a significant contribution to the development of a morally advanced society. Through Ibn Khaldun\u27s perspective, this essay aimed to find relevant educational theories and models for contemporary society. His selection was based on his renown in the disciplines of social and political philosophy and education. First the results of the study identified three essential components for the development of the ideal civilization: asabiyyah, science and technology, and attitudes toward luxury. Therefore, from Ibn Khaldun\u27s point of view, the perfect education should foster the growth of these three crucial elements. Second, this study presented the Civilizing Education model that put an emphasis on citizenship, cooperation, specialization of expertise, morality, sufism, and anti-corruption. When compared to philosophical groundwork of multicultural education which is currently used in the framework of Society 5.0, the Civilizing Education model is quiet compatible. Researchers and educational professionals interested in creating a multicultural education model based on the perspectives of ancient Muslim thinkers should read this paper. AbstrakPendidikan di Era Masyarakat 5.0 sangat penting untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan masyarakat yang maju secara moral. Melalui perspektif Ibn Khaldun, esai ini bertujuan untuk menemukan teori dan model pendidikan yang relevan bagi masyarakat kontemporer. Pemilihannya didasarkan pada ketenarannya dalam disiplin filsafat dan pendidikan sosial dan politik. Pertama, hasil penelitian mengidentifikasi tiga komponen penting untuk pengembangan peradaban ideal: asabiyyah, sains dan teknologi, dan sikap terhadap kemewahan. Oleh karena itu, dari sudut pandang Ibnu Khaldun, pendidikan yang sempurna harus mendorong tumbuhnya ketiga unsur penting tersebut. Kedua, penelitian ini mempresentasikan model Civilization Education yang menitikberatkan pada kewarganegaraan, kerjasama, spesialisasi keahlian, moralitas, tasawuf, dan antikorupsi. Jika dibandingkan dengan landasan filosofis pendidikan multikultural yang saat ini digunakan dalam kerangka Society 5.0, model Civilization Education cukup kompatibel. Para peneliti dan profesional pendidikan yang tertarik untuk menciptakan model pendidikan multikultural berdasarkan perspektif pemikir Muslim kuno harus membaca makalah ini.How to Cite: Suwartini, S., Sutrisno, Prastowo, A. (2022). The Civilizing Education: Study of Ibn Khaldun\u27s Educational Thinking for Society 5.0 Era . TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 35-50. doi:10.15408/tjems.v9i1. 26357
The Effect of Offline and Online Learning System on Elementary School Students\u27 Stress Levels During a Pandemic
AbstractThe entry of the Covid-19 virus into Indonesia has a direct impact, especially in the education sector. The most felt impact is the implementation of the learning process from home with or without using the internet network. Learning using the internet is known as online learning while learning without using the internet is known as offline learning. This study aims to determine the difference in stress levels of students who use offline learning systems and students who use online learning systems during a pandemic. This study uses a quantitative method with an experimental design of posttest only control group design.. This research was conducted at SDIT Nurul Amal with a total sample of 52 students with details of 36 students using the offline learning system and 16 students using the online learning system. Data collection was carried out using an instrument in the form of a student stress questionnaire with a Likert scale model containing 59 items with a valid value (α = 0.279). Data analysis used Independent Sample t-Test. The results of this study indicate that there are differences in the stress level of students who use offline learning systems and students who use online learning systems as indicated by the value of t count = 10.03 with p = 0.039 (p <0.05) and the value of Sig. 2 (tailed) 0.00 (Sig. 2 tailed < 0.05). This shows that there are differences in the stress levels of students who use offline learning systems and students who use online learning systems. AbstrakMasuknya virus Covid-19 ke Indonesia berdampak langsung terutama pada sektor pendidikan. Dampak yang paling dirasakan adalah pelaksanaan proses belajar dari rumah dengan atau tanpa menggunakan jaringan internet. Pembelajaran dengan menggunakan internet disebut pembelajaran online sedangkan pembelajaran tanpa menggunakan internet disebut pembelajaran offline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di SDIT Nurul Amal dengan jumlah sampel 52 siswa dengan rincian 36 siswa menggunakan sistem pembelajaran offline dan 16 siswa menggunakan pembelajaran online. Sistempengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket stres siswa dengan model skala Likert yang berisi 59 item dengan nilai valid (α = 0,279). Analisis data menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online yang ditunjukkan dengan nilai t hitung = 10,03 dengan p = 0,039 (p < 0,05) dan nilai dari Sig. 2 (berekor) 0,00 (Sig. 2 berekor < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online. How to Cite: Masyithoh. S., Sindi. L. (2022). The Effect of Offline and Online Learning System on Elementary School Students\u27 Stress Levels During a Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 63-76. doi:10.15408/tjems.v9i1. 24690
Curriculum Evaluation of Islamic Elementary Teacher Education Programs in Indonesia
AbstractFrom the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) perspective, each study program should be able to present itself with the “graduate profile” obtained through tracer study activities, feasibility studies and needs analysis in the community. The graduate profile must at least reflect abilities that refer to four aspects of needs (1) attitude, (2) knowledge, (3) general skills; and (4) special skills. The four abilities are translated into a learning outcome (learning outcome) in each course in the study program. Thus, all learning plans or Semester Learning Plans should be based on learning outcomes (learning outcomes) following the needs of the graduate profile. This study aims to evaluate the readiness of the Islamic Elementary Teacher Education study program in Indonesia to implement the current curriculum policy, called the Indonesian National Qualification Framework. This study follows a mixed-method research design by undertaking an evaluation study. Moreover, the data were collected through a literature study, document study, questionnaire, and interview. Twenty-one departments were analysed, involving seventeen state and four private universities. This study provided some noteworthy findings, one of which is to measure how much the readiness of programme directors to implement new policies.AbstrakDari perspektif Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), setiap program studi harus dapat mempresentasikan dirinya sendiri dengan "profil lulusan" yang diperoleh melalui kegiatan studi tracer, studi kelayakan, dan analisis kebutuhan di masyarakat. Profil lulusan harus setidaknya mencerminkan kemampuan yang mengacu pada empat aspek kebutuhan (1) sikap, (2) pengetahuan, (3) keterampilan umum; dan (4) keterampilan khusus. Keempat kemampuan tersebut diterjemahkan menjadi hasil belajar (learning outcome) dalam setiap mata kuliah dalam program studi. Dengan demikian, semua rencana pembelajaran atau Rencana Pembelajaran Semester harus didasarkan pada hasil belajar (learning outcome) mengikuti kebutuhan profil lulusan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia untuk menerapkan kebijakan kurikulum saat ini, yang disebut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Studi ini mengikuti desain penelitian campuran dengan melakukan studi evaluasi. Selain itu, data dikumpulkan melalui studi literatur, studi dokumen, kuesioner, dan wawancara. Dua puluh satu departemen dianalisis, melibatkan tujuh belas universitas negeri dan empat universitas swasta. Studi ini memberikan beberapa temuan yang mencolok, salah satunya adalah mengukur seberapa besar kesiapan direktur program untuk menerapkan kebijakan baru.How to Cite : Fauzan. (2022). Curriculum Evaluation of Islamic Elementary Teacher Education Programs in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 149-162. doi:10.15408/tjems.v9i2.14869