TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
    225 research outputs found

    Indonesian Madrasah in the Era of Globalization

    No full text
    Abstract This paper aims to review the changing roles of madrasah in Indonesian education, identify challenges and opportunities of madrasah and examine the adaptability of madrasah to global challenges. Historical and sociological approaches were used in order to understand the changing social and political contexts. It is assumed that the main challenges that madrasah is facing is no longer how to internalize Islamic values within the context of nation state, but how prepare young Muslims to play important roles in the globalizing world by pushing role of information technology. In addition, this paper also discuss how the dynamic of global values challenges and influences the well-established Islamic values. The major finding of the study is that while successful in promoting the idea of nation state through its curriculum and school traditions during the New Order Era in Indonesia, madrasah is currently struggling to adapt to the rapidly growing communication technology, implies that Indonesian government supports technology to increase role of madrasah. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perubahan peran madrasah dalam pendidikan di Indonesia, mengidentifikasi tantangan dan peluang madrasah dan menguji kemampuan adaptasi madrasah terhadap tantangan global. Pendekatan historis dan sosiologis digunakan untuk memahami konteks sosial dan politik yang berubah. Diasumsikan bahwa tantangan utama yang dihadapi madrasah bukan lagi bagaimana menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam konteks negara bangsa, namun bagaimana mempersiapkan pemuda Muslim untuk memainkan peran penting di dunia global dengan mendorong peran teknologi informasi. Selain itu, artikel ini juga membahas bagaimana dinamika nilai-nilai global menantang dan mempengaruhi nilai-nilai Islam yang mapan. Temuan utama dari penelitian ini adalah ketika berhasil mempromosikan gagasan negara dan bangsa melalui kurikulum dan tradisi sekolahnya selama Era Orde Baru di Indonesia, madrasah saat ini berjuang untuk menyesuaikan diri dengan teknologi komunikasi yang berkembang pesat, menyiratkan bahwa pemerintah Indonesia mendukung teknologi untuk meningkatkan  peranan  madrasah. How to Cite : Supriatna, R. D.  Ratnaningsih, S.(2017). Indonesian Madrasah in the Era  of Globalization. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 89-103. doi:10.15408/tjems.v4i1.5908. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.590

    FRAMEWORK FOR INVESTING INDONESIAN EFL LISTENING MATERIALS WITH CHARACTER EDUCATION

    No full text
    Abstract This paper offers a solution to Indonesia’s mission of investing EFL listening materials with character education in higher institutions. The character is seen as a dimension of content competence, namely attitude. Developed by using Content-Based Instruction approach, the alternative view is reflected through listening materials design to target strengthening moral values, principles, and attitudes. The framework argues that listening materials should accommodate the need to tailor materials for teaching, rather, than for assessment. It also responds to the ubiquity of English as a Lingua Franca. It argues that the investment of character education leads to learning targets that allow students to become concerned, informed, and involved in developing themselves as citizens, and to respond to 21st-century language competences, especially in the ability to embrace cross-cultural understanding and in the use of digital technology in classroom language learning. The proposed framework is offered as decisions made on the materials’ resources, method of development, activities, and assessment.   Abstrak Artikel ini menawarkan solusi terhadap misi Indonesia untuk berinvestasi pendidikan karakter di dalam materi ajar Listening untuk pembelajaran di pendidikan tinggi (universitas). Karakter dimaknai sebagai kompetensi isi yaitu perilaku. Rancangan materi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan berbasis isi (Content-Based Instruction). Kerangka rancangan alternatif ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai moral, prinsip, dan perilaku. Dengan kerangka berfikir bahwa materi Listening seharusnya dibuat untuk tujuan belajar (learning) daripada untuk asesmen semata-mata, maka materi ajar harus mengakomodasi pola ini. Rancangan materi ini juga merespon kehadiran perspektif English as a Lingua Franca. Hal ini bermakna bahwa investasi pendidikan karakter hendaknya bermuara pada tujuan-tujuan pembelajaran yang menciptakan pembelajar menjadi pribadi yang perhatian, cakap pengetahuan, dan partisipatif dalam mengembangkan dirinya sebagai warga negara. Selain itu rancangan materi ini juga merespon pentingnya tercapainya kompetensi berbahasa abad ke -21 khususnya kemampuan pemahaman lintas budaya dan penggunaan teknologi digital untuk keperluan pembelajaran di dalam kelas. Kerangka rancangan materi ini tercermin pada pemilihan sumber materi, metode pengembangan materi, aktifitas, serta asesmen.  How to Cite : Kusumaningputri, R., Khazanah, D., Setiarini, R. (2017). Framework for Investing Indonesian EFL Listening Materials with Character Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 184-199. doi:10.15408/tjems.v4i2.6197. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.6197

    AN ANALYSIS ON PEDAGOGY CONTENT ISLAMIC KNOWLEDGE OF INDONESIAN QUALIFICATION FRAMEWORK IN BIOLOGY ISLAMIC EDUCATION PROGRAM

    No full text
    Abstract This study aims to analyze Pedagogy Content Islamic Knowledge (PCIK) on the Indonesian Qualification Framework (IQF) in Biology Islamic Education Study Program. The competence in Pedagogy Content Knowledge (PCK) is the achievement of Biology Education Program. The challenge faced by Biology Islamic Education program which lies under Islamic colleges and universities is to combine the program with the knowledge of Islam. The graduates of Biology Islamic Education program are required to master the Pedagogy Content Islamic Knowledge (PCIK). PCIK analysis was conducted qualitatively on Biology Islamic Education curriculum document at three state Islamic universities in Indonesia. The subjects of the study were three heads of study program, fourteen lecturers, and sixteen students. In-depth interviews, questionnaires, and discussions were conducted on the subjects. The results showed that PCIK is conceptually and textually seen in three subjects, namely capita selecta, microteaching practice, and school field practice. PCIK appeared in the scientific process, i.e. critical reflective activity on the significance of natural phenomena created by God. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pedagogy Content Islamic Knowledge (PCIK) pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Program Studi Tadris Biologi.  Kemampuan Pedagogy Content Knowledge (PCK) merupakan capaian Program Studi Pendidikan Biologi.  Bagi program studi Tadris Biologi di bawah naungan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) memiliki tantangan satu tantangan lagi yaitu memadukan dengan pengetahuan islam.  Keluaran dari Tadris Biologi dituntut kemampuan Pedagogy Content Islamic Knowledge (PCIK).  Analisis PCIK dilakukan secara kualitatif terhadap dokumen kurikulum Tadris Biologi pada tiga UIN di Indonesia.  Selain itu dilakukan wawancara mendalam, pengisian angket, dan diskusi terpumpun bersama narasumber yaitu tiga orang ketua program studi,  empat belas dosen, dan enam belas mahasiswa.  Hasil penelitian menunjukkan PCIK secara tekstual konseptual terlihat pada tiga matakuliah yaitu kapita selekta, praktik pengajaran mikro, dan praktik lapangan madrasah.  PCIK muncul pada proses sains berupa kegiatan reflektif kritis terhadap hakekat fenomena alam yang diciptakan oleh Alloh swt.  How to Cite : Herlanti, Y. (2017).  An Analysis on Pedagogy Content Islamic Knowledge of Indonesian Qualification Framework in Biology Islamic Education Program. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 176-183. doi:10.15408/tjems.v4i2.6751. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.6751

    EDUCATION IN BORDER REGIONS

    No full text
    Abstract This paper aims to figure out the government policy in education management, community participation, and accessibility in border area. The qualitative framed theory with case study approach was used as the method of this study. The results showed that government was enacting special policies in national school operational assistance, providing block grant funds, special allowances for teachers and education personnel in border areas. Participation of the community was in the form of building dormitory in mutual assistance; customary heads took the legal role of school land and cultural preservation through extracurricular activities. Implementation of education in the form of nationalism enhancement assisted by the Indonesian National Army, facilities and school infrastructure were still under the national standards, teachers and employees were not disciplined, and supervision had not functioned optimally. When the teacher had given an assignment out of the region sometimes they had to leave their teaching job for up to two weeks late due to difficult.  Abstrak Artikel ini bertujuan untuk meninjau kebijakan pemerintah dalam manajemen pendidikan, partisipasi masyarakat, dan aksesibilitas di daerah perbatasan. Teori yang dirumuskan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan sebagai metode penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memberlakukan kebijakan khusus dalam bantuan operasional sekolah nasional, menyediakan dana hibah blok, tunjangan khusus yang diperuntukan bagi guru dan tenaga kependidikan di daerah perbatasan. Partisipasi masyarakat adalah dalam bentuk membangun asrama dalam bantuan timbal balik; Kepala adat mengambil peran hukum pada ranah sekolah dan pelestarian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pengimplementasian pendidikan dalam bentuk peningkatan nasionalisme dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia, fasilitas dan infrastruktur sekolah masih di bawah standar nasional, guru dan karyawan yang tidak disiplin, dan pengawasan tidak berfungsi secara optimal. Ketika guru telah diberikan tugas di luar daerah, kadang-kadang mereka harus meninggalkan pekerjaan mengajar mereka hingga dua minggu lebih lama dari waktu yang ditugaskan karena akses yang tidak mudah dijangkau.  How to Cite : Wadjdy, F. (2017). Education in Border Regions. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 224-231. doi:10.15408/tjems.v4i2.6982. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.6982

    Salafiyah Curriculum at Islamic Boarding School in the Globalization Era

    No full text
    Abstract This paper discusses the curriculum of traditional Islamic boarding school in the current globalization era. This institution was born in the era of Walisongo during the colonial period established by the society. In this period, traditional Islamic boarding schools are confronted with the complicated problems. Nowadays, Pesantren becomes a part of a national education system, and it is projected to have a high-level Quality education. In the current condition, pesantren is confronted with the challenges of globalization with negative and positive effects. The development of science and technology gives an ease for humans life nowadays. The economic nowadays is more developed and brings a free trade among Asian. In this era, Pesantren as an institutional education is a part that could pay attention for it. Pesantren in the future should give knowledge to santri dealt with broader perspectives in Islamic knowledge, as well as in science and technology, economic and also give attention to santri about entrepreneurship to enhance their skill of life and then could compete with others in this world. This research is qualitatively based on the sources of some books and journals from scholars that describe the development and challenges of Islamic boarding school and how the institutions are confronted with phenomenon of current globalization era. Abstrak Tulisan ini membahas kurikulum pesantren tradisional di era globalisasi saat ini. Lembaga ini lahir di era Walisongo selama periode kolonial yang didirikan oleh masyarakat. Pada kurun waktu tersebut, pesantren dihadapkan dengan masalah yang rumit. Saat ini, pesantren menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional, dan pesantren diproyeksikan untuk memiliki kualitas pendidikan yang tinggi. pada kondisi saat ini, pesantren dihadapkan dengan berbagai tantangan globalisasi dengan dampak negatif dan positif. Pesantren di masa depan sebaiknya memberikan pengetahuan kepada para santri untuk berurusan dengan perspektif yang lebih luas dalam pengetahuan Islam, serta sains dan teknologi, ekonomi, dan juga memberikan perhatian kepada para santri tentang kewirausahaan untuk meningkatkan keterampilan hidup sehingga dapat bersaing dengan orang lain di dunia ini. Penelitian ini secara kualitatif berdasarkan pada sumber-sumber beberapa buku dan jurnal yang menggambarkan perkembangan dan tantangan pesantren dan bagaimana lembaga dihadapkan dengan fenomena era globalisasi saat ini. How to Cite : Indra, H. (2017). Salafiyah Curriculum at Islamic Boarding School in the Globalization Era. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 74-88. doi:10.15408/tjems.v4i1. 4960. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.496

    An Investigation of Teacher-Student Relationship in Islamic History of Education

    No full text
    Abstract This paper is an attempt to explore the nature of the relationship between teachers and students in Islamic history of education. The research was triggered as a result of investigation that highlighted disappointing teacher-student relationship in contemporary education system. By employing descriptive and qualitative research method the study established that teacher-student relationship had been given an astonishing milieu in Islamic history and was considered one of the core causes for education par excellence. This relationship was based on care, sympathy, mutual understanding, cooperation and common respect. It was concluded that this healthy relationship enhanced class participation, confidence, critical thinking, research and oral communication skills including in areas of interpersonal skills and personality development of the students. The research, therefore, recommends establishing healthy relationship among students and teachers by captivating direction from Islamic history of education since it is perceived not only to improve quality of education but also to equip learners with additional competencies.   Abstrak Artikel ini adalah sebuah percobaan untuk meneliti hakikat hubungan antara guru dan siswa dalam sejarah pendidikan Islam. Penelitian dipicu sebagai hasil dari investigasi yang mengarisbawahi hubungan buruk antara guru dan siswa dalam sistem pendidikan yang kontemporer. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan qualitatif, studi membentuk bahwa hubungan guru-siswa sudah diberikan lingkungan pergaulan yang mengherankan dalam sejarah Islam dan dianggap salah satu akar penyebab persamaan mutu pendidikan. Hubungan ini terbangun atas dasar perhatian, simpati, saling memahami, kerjasama dan menghormati. Hal tersebut disimpulkan bahwa hubungan yang sehat ini meningkatkan partisipasi kelas, kepercayadirian, berpikir kritis, penelitian dan kemampuan komunikasi secara lisan termasuk dalam ranah kemampuan interpersonal dan pengembangan diri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan untuk membangun hubungan yang sehat antara siswa dan guru dengan mengarahkan arahan dari sejarah pendidikan Islam karena dianggap tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga untuk membekali siswa dengan kompetensi tambahan.   How to Cite : Zulqarnain, M. (2017). An Investigation of Teacher-Student Relationship in Islamic History of Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 13-21. doi:10.15408/tjems.v4i1. 5317. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.531

    RESTRUCTURING AND REDESIGNING THE PESANTREN TOWARD AN EFFECTIVE EDUCATIONAL INSTITUTION

    No full text
    Abstract Pesantren is an Islamic boarding school and is the oldest community-based education system in Indonesia. The methods of instruction in Pesantren are over 400 years. The focus of Pesantren is Islamic teaching, teaching community values, literacy and numeracy.  Pesantren has to compete with the contemporary educational practices currently used in Indonesia. Pesantren, as an educational institution faces challenges not only come from outside, but also from within the organization. The complex roles of the Kyai as the leader, for instance, needs to be revisited and this paper highlights the history, key roles of the Kyai and the institutional framework of Pesantren.  Arguably, there is a need to challenge the role of the leaders (Kyai) and communication patterns within the Pesantren it can respond to contemporary issues influencing education in Indonesia.  The study suggests the use of restructuring and redesigning for Pesantren. The restructuring includes, but not limited to, transforming leadership role and involving teachers in designing the curriculum. Redesigning encompasses the idea of shared responsibility among teachers and redesigning infrastructure. In short, Pesantren has embedded strengths and resources used to face challenges and accommodate changes in society. The Kyai have significant roles in revisiting those resources.   Abstrak Pesantren merupakan sistem pendidikan agama Islam berbasis masyarakat yang tertua di Indonesia. Metodologi pengajaran di pesantran bahkan sudah dikenal selama kurang lebih 400 tahun. Diantara ajaran utama pesantren adalah memberikan pengajaran tentang agama Islam, nilai-nilai luhur dalam masyarakat, selain ilmu baca tulis dan serta ilmu berhitung. Pesantren dituntut untuk mampu bersaing dengan sistem pendidikan kontemporer di Indonesia. Tantangan tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari dalam dunia pesantren sendiri. Peran yang sangat kompleks dari seorang Kyai misalnya, memerlukan kajian khusus, dan tulisan ini menelaah tentang sejarah, peran kyai dan kerangka institusional pesantren. Disimpulkan bahwa bahwa perlu adanya penelaahan kembali tentang peran pimpinan pesantren dan pola komunikasi di dalam pesantren dalam rangka merespon persoalan-persoalan kekinian yang mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia, sehingga diperlukan adanya restrukturisasi dan penataan kembali pesantren. Proses restrukturisasi meliputi transformasi peranan pimpinan dan keterlibatan para guru dalam mengembangkan kurikulum belajar mengajar. Sedangkan penataan kembali diantaranya meliputi dikembangkannya rasa tanggung jawab kolektif diantara para guru dan penataan infrastruktur pesantren. Singkatnya, pesantren sebenarnya sudah memiliki potensi dan sumber daya untuk mengakomodir perubahan yang terjadi di masyarakat. Figur kyai menjadi sangat penting untuk menelaah kembali sumberdaya dimaksud. How to Cite : Rahayani, Y. (2017). Restructuring and Redesigning the Pesantren Toward an Effective Educational Institution. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 114-127. doi:10.15408/tjems.v4i2.8009. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.800

    Attitudes of Australian Muslims and Australian Wider Community Towards Muslim Institutions

    No full text
    Abstract Islamic (community) schools and mosques are extremely important sites for religious education, language and culture maintenance and religious rituals and practices for a large number of Muslim Australians,  These institutions remained significant and symbolic of Islamic identities despite rampant anti-Muslim sentiments:  attacks and threats against Muslim institutions (mosques and Islamic schools) and individual members of the Muslim community and negative media portrayal. Despite these hostilities and tensions, a case study conducted in Adelaide and Darwin shows that the Muslim community holds the view that the attitudes of Australian wider community toward their institutions are mixed with more positive than negative attitudes for which they blamed the media.   Abstrak Beberapa sekolah (komunitas) dan tempat peribadatan Islam  merupakan bagian yang sangat penting untuk pendidikan keagamaan, pelestarian bahasa dan budaya, dan praktik keagamaan bagi hampir semua masyarakat muslim di Australia.  Beberapa Rutinitas seperti ini masih signifikan dan menjadi simbol identitas bagi seorang muslim terlepas dari sikap sentimentil terhadap kaum muslim yang merajalela: seperti serangan dan ancaman terhadap institusi muslim (masjid dan sekolah islam), individu muslim itu sendiri dan penggambaran negatif terhadap islam itu sendiri. Terkait permusuhan dan ketegangan yang sedang terjadi saat ini, sebuah studi kasus yang dilakukan di Adelaide, dan Darwin mengemukakan bahwa komunitas muslim masih berpandangan bahwa sikap masyarakat Australia secara luas terhadap institusi mereka bercampur dengan sikap yang lebih positif daripada sikap negatif dari apa yang ditujukan oleh media.   How to Cite : Dialo, I. (2017). Attitudes of Australian Muslims and  Australian Wider Community Towards Muslim Institutions. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 1-12. doi:10.15408/tjems.v4i1. 5830. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.583

    STREET CHILDREN, POOR TOUCH EDUCATION & PUTTING ATTENTION

    No full text
    Abstract The study wanted to explore how much physiological, psychological, family, school and community factors to the religiousity of street children in Padang City. This research was conducted in one of the schools that inaugurated the city of Padang as a special education school for urban children especially street children. This type of research is field research by using combination method (mixed method) with sequential explanatory design model type. This study yields the following conclusions: First, the results of quantitative research mention the physiological, psychological, family, school and community influence on the religiosity of learners respectively by 6.3%, 17.8%, 12.5%, 10.2% and 14.9%. This figure indicates that street children although already formalized education, but considered not have a significant impact on the religiosity of street children. The two qualitative research results describe that the low nominal influence is caused by the various problems of life faced by street children, among them the most dominant are the problems of family disharmony, such as the concern and the poor attention of the parent to the education of the child, the unhealthy family communication, parental divorce, misconduct of children, financial shortage and so on. This then causes poor street children from the values ​​of religiosity. The results of this study provide a clear picture that the street children are still not getting the proper education as children in the usual and massive attention that all circles.  Abstrak Penelitian ingin menelusuri seberapa besar faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap religuisitas anak jalanan di Kota Padang.. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah yang diresmikan Kota Padang sebagai sekolah pendidikan layanan khusus anak-anak urban perkotaan terutama anak jalanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kombinasi (mixed method) dengan jenis model sequential explanatory design. Penelitian ini menghasilkan sejumlah kesimpulan berikut: Pertama, hasil penelitian kuantitatif menyebutkan pengaruh fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap religiusitas peserta didik masing-masing sebesar 6.3%, 17.8%,  12.5%, 10.2% dan 14.9%. Angka ini menunjukkan bahwa anak jalanan meskipun sudah diformalitaskan pendidikannya, akan tetapi dinilai belum memberi dampak yang signifikan terhadap religiusitas anak jalanan. Kedua¸hasil penelitian kualitatif mendeskripsikan bahwa rendahnya nominal pengaruh disebabkan karena peliknya berbagai masalah kehidupan yang dihadapi anak jalanan, diantaranya yang paling dominan adalah masalah-masalah ketidakharmonisan keluarga, seperti kepedulian dan perhatian orangtua yang minim terhadap pendidikan anak, komunikasi keluarga yang tidak hangat, perselingkuhan, perceraian orangtua, salah pola asuh, kekurangan finansial dan sebagainya. Hal ini kemudian menyebabkan anak jalanan miskin dari nilai-nilai religiusitas. Hasil penelitian ini memberi gambaran nyata bahwa bahwa anak jalanan masih belum mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana anak-anak pada lazimnya dan perhatian yang massif yang semua kalangan.  How to Cite : Mustaqim, M. (2017).  Street Children, Poor Touch Education & Putting Attention. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 200-215. doi:10.15408/tjems.v4i2.7232. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.723

    The Relationship Between Students’ Text Genre Awareness and Critical Thinking Disposition with Their Reading Comprehension

    No full text
    Abstract This research was aimed at knowing the relationship among three variables, genre awareness (X1), critical thinking disposition (X2), and reading comprehension (Y). The study was conducted at SMAN 4 South Tangerang, and the participants were 180 students of the twelfth-grade students. A quantitative method was used to get through this research using the correlation as the design. Some instruments were developed to collect the data; they are tests (genre awareness test and reading comprehension test) and questionnaire to measure students’ critical thinking disposition adapted from Facione (2000). In data analysis, r product moment and R multiple regression coefficient tests was applied to test the correlation value through SPSS 21 program. The research found that (1) there is a correlation between genre awareness (X1) and reading comprehension with correlation value ro 0.876 which is higher than 0.05, (2) there is a correlation between students’ critical thinking disposition (X2) and their reading comprehension (Y) with value ro 0.263 which is higher than 0.05, (3) there is a simultaneous correlation among students’ genre awareness and critical thinking disposition with their reading comprehension with correlation value Ry.12 0.881 and the ρ-value = 0.00 < 0.05 meaning that the Ho is rejected. The contribution of X1 and X2 to support the Y variable is found as 77.5%, or it is stated that reading comprehension success is determined by students’ genre awareness and their critical thinking disposition. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tiga variabel yaitu, pengetahuan genre (X1), sikap kritis (X2), dan kemampuan membaca (Y). Penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Tangerang selatan dan siswa kelas XII sebagai populasi penelitian. Seluruh populasi 180 siswa dipilih sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode quantitative dan model korelasi sebagai desain penelitian. Adapun untuk menjaring data, ada beberapa instrument penelitian yang digunakan yaitu tes (test pengetahuan genre dan tes pemahaman membaca) dan kuesioner sikap kritis Facione (2000). Untuk menganalisa data, penelitian ini menggunakan r product moment dan R uji koefisien regresi ganda melalui program SPSS 21. Penelitian ini membuktikan bahwa: (1) terdapat hubungan antara pemahanan genre (X1) dan pemahaman membaca siswa (Y) dengan nilai korelasi rhitung 0.876 yang mana lebih besar dari 0.05; (2) terdapat hubungan antara sikap kritis siswa (X2) dan pemahaman membaca (Y) dengan nilai indeks korelasi rhitung 0.263 yang mana lebih besar dari 0.0; (3) terdapat hubungan yang simultan di antara ketiga variable penelitian X1, X2, dan Y dengan indeks korelasi Ry.12 0.881 dan ρ-value = 0.00 < 0.05 yang menyatakan bahwa Ho ditolak. Kontribusi variable bebas terhadap variable terikat adalah sebesar 77.5%, yang manadapat dikatakan bahwa keberhasilan pemahaman membaca ditentukan oleh pengetahuan siswa terhadap genre dan sikapkrits mereka. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa terhadap genre dan sikap kritis mereka berhubungan dengan kemampuan pemahaman membaca mereka. How to Cite : Indra, H. (2017). Salafiyah Curriculum at Islamic Boarding School in the Globalization Era. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 104-113. doi:10.15408/tjems.v4i1.5909. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.590

    21

    full texts

    225

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇