TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools
AbstractHigher education plays an important role in many developing countries. Graduates are being equipped with professional knowledge and skills to fulfil the demands of the labour market in a knowledge economy. Malaysia is amongst those developing nations that have looked to advanced economies to provide a model of mass higher education which would raise educational levels and national income. Since the 1990s, therefore, the government has been expanding the higher education sector and broadening access to higher education institutions. Its goal is to boost higher education enrollments rate from 48 percent to 70 percent by the year 2025 (Ministry of Education Malaysia, 2015). The need to respond to this expansion of higher education enrolments has implications for all three levels of school education - primary, lower secondary and upper secondary. Using secondary data, this study aims to explore challenges currently facing public schools in order to produce graduates with good academic results that enable them to gain a place in higher institutions. The findings of this study have provided evidence that school education system is still facing great challenges. A key to making higher education more effective, therefore, is to strengthen and improve Malaysia’s public schools.AbstrakPendidikan tinggi memainkan peran penting di banyak negara berkembang. Para lulusan sedang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja dalam pengetahuan ekonomi. Malaysia adalah salah satu negara berkembang yang telah mencari ekonomi maju untuk menyediakan model pendidikan tinggi massal yang akan meningkatkan tingkat pendidikan dan pendapatan nasional. Sejak 1990-an, oleh karena itu, pemerintah telah memperluas sektor pendidikan tinggi dan memperluas akses ke institusi pendidikan tinggi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat pendaftaran pendidikan tinggi dari 48 persen menjadi 70 persen pada tahun 2025 (Departemen Pendidikan Malaysia, 2015). Kebutuhan untuk menanggapi perluasan pendaftaran pendidikan tinggi ini berimplikasi pada ketiga tingkat pendidikan sekolah-sekolah dasar, menengah bawah, dan menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang saat ini dihadapi sekolah umum untuk menghasilkan lulusan dengan hasil akademik yang baik yang memungkinkan mereka mendapatkan tempat di institusi yang lebih tinggi. Temuan penelitian ini telah memberikan bukti bahwa sistem pendidikan sekolah masih menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, kunci untuk membuat pendidikan tinggi lebih efektif adalah memperkuat dan meningkatkan sekolah-sekolah negeri di Malaysia. How to Cite : Abdullah, A. (2018). Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 225-235. doi:10.15408/tjems.v5i2.8118
Developing Entrepreneurship Skills Management of Students at SMK 2 Palangka Raya
Abstract The study seeks to trace the way of disseminating the skills of entrepreneurship among of the students in school (SMK Negeri) 2 Palangka Raya. This study applied qualitative approach by observation, documentation and interviews the principle of school, vice principle for curriculum affairs, vice principals for students affairs entrepreneurial education teacher, and unit production managers. The findings show that developing skills of students entrepreneurship has meer the criteria and functions of contemporary management. The ddissemination of entrepreneuership skills to the students was done through practical way through a variety of channels, such as units of production practice, in collaboration with the real enterprises such as telecommunication, pharmacy store, college of management and communication science, bazaar or flea market and other forms of collaboration with the tellecominication office, gra pari, and salon. In practice, disseminiting the entrepreneuership skills are still faced with many complex challenges such as human resources who has no progressive spirit of teaching due to the contemporary dynamics issues of business,lack professionalism of teacher in teaching and learning process, the curriculum change, lack of facilities and infrastucture owned by the school, and the limitation of time in practicing the theories. Abstrak Study ini mengkaji cara menanamkan ketrampilan berwirausaha pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Palangka Raya. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, guru kewirausahaan, dan pengelola unit produksi. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pengembangan ketrampilan berwirausaha siswa telah memenuhi kriteria penerapan fungsi manajemen komtemporer. Diseminasi ketrampilan berwirausaha siswa selain pemahaman teorertik melalui proses belajar mengajar di kelas juga melalui praktek langsung beresentuhan dengan dunia usaha melalui sejumlah saluran yang berbeda seperti praktek di unit produksi, kerjasama dengan telekomunikasi, apotik, sekolah tinggi ilmu manajemen dan komunikasi, pasar murah, dan bentuk kerjasama lain seperti gra pari dan salon. Dalam prakteknya, diseminasi ketrampilan berwirausaha masih diperhadapkan dengan berbagai tantangan seperti sumber daya manusia yang memiliki semangat berkemajuan untuk mengajar sesuai dengan dinamika isu-isu business kontemporer, kurangnya profesionalisme guru, Perubahan kurikulum, kurangnya fasilitas dan infrasktuktur sekolah, keterabatasan waktu dalam mempraktekkan teori-teori kewirausahaan. How to Cite : Nurbudiyani, I. Said, M. (2015). Developing Entrepreneurship Skills Management of Students at SMK 2 Palangka Raya. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 131-145. doi:10.15408/tjems .v2i2.3182. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.318
Constructivism Based Learning: Design and Practice
Abstract One of many problems in the madrasahs is that learning processes less-involve students actively (teacher-centered), thus, it affects to the improvement of learning outcomes and quality of the graduates. The purposes of this study are , firstly, to analyze what type of constructivism learning models, which can be developed to overcome madrasahs’ problems. Secondly, how to design and implement a learning plan based on the developed constructivism models. This research was conducted at Private Islamic Elementary School (Madrasah) Ad-Diyanah Ciputat, South Tangerang. Research method used in this study is descriptive-qualitative research. The results showed that the active learning models based on constructivism are suitable to be developed in the Madarasah, which were the models of Problem Based Learning (PBM), Realistic Learning, Inquiry Learning and Thematic Learning and also how the development of the learning processes from the lesson plans to the learning implementation showed a paradigm shifting from teacher-centered to student-centered. Abstrak Salah satu permasalahan di madrasah-madrasah adalah proses pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif (berpusat pada guru), sehingga hal ini mengakibatkan pada peningkatan hasil belajar dan kualitas lulusan. Tujuan dari penelitian ini adalah, pertama, untuk menganalisis jenis model pembelajaran konstruktivisme apa yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan di madrasah. Ke dua, bagaimana merancang dan melaksanakan rencana pembelajaran berdasarkan model konstruktivisme yang dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Swasta (madrasah) Ad-Diayanah Ciputat, Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran aktif yang berbasis konstruktivisme sesuai untuk dikembangkan di madrasah, yakni model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Pembelajaran Realistis, Pembelajaran Inkuiri dan Pembelajaran Tematik, juga bagaimana pengembangan proses pembelajaran dari rencana pembelajaran ke pelaksanaan pembelajaran menunjukkan perubahan paradigma dari berpusat-pada-guru menjadi berpusat-pada-siswa. How to Cite : Kurniawati, L. Muin, A. Miftah, R., M. (2015). Constructivism Based Learning: Design and Practice. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 123-130. doi:10.15408/tjems.v2i2. 3183. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.318
Promoting Children’s Reading in Kyrgyzstan
Abstract This paper is on family reading for children in Kyrgyzstan a Central Asian former USSR state. Poor reading skills lead to poor learning in all other subjects. This paper presents the research study on the Reading for Children project, which aimed to promote a love for reading and enthusiasm for books from early ages. The study also identifies whether the Reading for Children project has had any impact on language skills of small children. The study was conducted with the help of survey questionnaire, individual and group interviews as well as observation. The study findings demonstrated that Parents’ involvement in reading tasks can help develop their children’s interest in reading. The study demonstrated that the Reading for Children project increased access to children’s age-appropriate reading materials, promoted enjoyable reading experiences between parents and children, and strengthened family bonds between parents and conducting series of trainings on family reading. In addition, there were indications that the project had also positively influenced the children’s attitude towards education and performance at school. Paper offers practice and policy recommendations. Abstrak Pembahasan Artikel ini tentang bacaan keluarga, untuk anak-anak di Kyrgyzstan Central Asian former USSR state. Kemampuan membaca yang buruk mengakibatkan daya belajar yang rendah pada semua mata pelajaran. Jika siswa belajar untuk membaca di usia awal dan pada tingkat kecepatan membaca yang memadai, maka mereka mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bertindak lebih baik di sekolah. Artikel ini menyajikan penelitian tentang projek membaca untuk anak-anak, yang bertujuan untuk mempromosikan kecintaan terhadap membaca dan antusiasme terhadap buku sejak usia dini. Penelitian ini juga mengidentifikasi apakah projek bacaan pada anak-anak telah memiliki dampak terhadap kemampuan bahasa anak-anak kecil. Penelitian dilakukan dengan angket survey, wawancara individu dan kelompok, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam tugas-tugas membaca dapat membantu mengembangkan minat membaca anak-anak mereka. Penelitian menunjukkan bahwa projek membaca untuk siswa meningkatkan akses kepada materi bacaan yang sesuai dengan usia anak-anak, mempromosikan pengalaman membaca yang menyenangkan antara orang tua dan anak-anak, dan memperkuatan ikatan keluarga antar-orang tua, dan mengadakan rangkaian pelatihan bacaan keluarga. Selain itu, terindikasi bahwa projek tersebut juga mempengaruhi secara positif sikap anak-anak terhadap pendidikan dan prestasi di sekolah. Tulisan menganjurkan latihan dan rekomendasi kebijakan.How to Cite : Shamatov, D. (2015). Promoting Children’s Reading in Kyrgyzstan. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 105-116. doi:10.15408/tjems.v2i2.2801. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.280
Re-Thinking Romanization of Arabic-Islamic Script
Abstract Arabic Romanization has been revolutionized by the impact of information technology. The driving-force in this regard is the need to make the reading of Arabic scripts through Romanization easier than what it is used to be. The needed vital instrument to achieve this venture requires the invention of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters which were successfully done in Romanization of Arabic-Islamic Scripts. Thus, the paper attempts to examine the Romanization of Arabic-Islamic Scripts in the twin discipline of Arabic and Islamic Studies in the occidental world. It is a case study research examining the historical evolution of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters in which the distinction and lack of uniformity of Romanization of Arabic-Islamic Scripts are fully explored. The paper would finally take us through the fundamental role played by the CJKI Arabic Romanization System (CARS) in the recent innovation in the Romanization of Arabic-Islamic Scripts in the twin discipline of Arabic and Islamic Studies in the western-oriented institution of learning. The purpose is to see what element of innovative development ushered in the recent Arabic-Islamic scholarship in the methods of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters. Abstrak Romanisasi Arab telah berevolusi karena dampak teknologi informasi. pendorong hal tersebut adalah adanya kebutuhan untuk membuat pembacaan naskah Arab melalui Romanisasi lebih mudah dari yang digunakan sebelumnya. Instrumen vital yang dibutuhkan untuk mencapai usaha ini memerlukan penemuan transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf-huruf non-Arab yang berhasil dilakukan dalam Romanisasi Skrip Arab-Islam. Dengan demikian, makalah ini mencoba untuk mengkaji Romanisasi Skrip Arab-Islam dalam disiplin ganda Studi Arab dan Islam di dunia barat. Ini adalah penelitian studi kasus yang meneliti evolusi historis transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf-huruf non-Arab di mana perbedaan dan kurangnya keseragaman Romanisasi Skrip Arab-Islam sepenuhnya dieksplorasi. Makalah ini akhirnya membawa kita melalui peran mendasar yang dimainkan oleh CJKI Arabic Romanization System (CARS) dalam inovasi baru-baru ini dalam Romanisasi skrip Arab-Islam dalam disiplin ganda bahasa Arab dan studi Islam di institusi pembelajaran yang berorientasi barat. Tujuannya adalah untuk melihat elemen pembangunan inovatif yang mengantar kajian Arab-Islam baru-baru ini dalam metode transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf non-Arab. How to Cite : Abdulraheem, B. Adegoke, K.A. (2017). Re-Thinking Romanization of Arabic-Islamic Script. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 22-31. doi:10.15408/tjems.v4i1.5549. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.554
The Effect of Creative Teaching Technique to Creative Problem-Solving Ability in Students
Abstract The focus of this study is increasing creative problem-solving study through creativity training programs for teacher trainee Tarbiya and Teaching Science. Results of previews research in relation to structured programs for fostering creative thinking and problem-solving abilities include the Productive Thinking Program (Covington, Crutchfield, Davies, & Olton, 1972, the Purdue Thinking Skill Program (de Bono, 1973, 1976, 1983). These studies investigated differences in student primary, elementary and high school creative thinking while this study investigates the creative teaching problem-solving in adult learner the PGMI (Teaching Trainee for Elementary), The experiment was conducted in firsts semester of the school year 2015/2016 0f 2 September, 25 –December 2015. ( The main objective of this study to answer the question whether teaching creative increase the ability of the trainer teacher to respond to the varied challenges on their elementary student in a creative manner. The creative training program consisted of class discussion and also active stimulation creative problem-solving. The Participant of this research is PGMI students age 19-20. Classes manipulate by teaching creative or student discussion. The result showed that experimental class increases creative problem solving then discussion class. The recommendation for teacher use teaching creative in the class room. Abstrak Fokus pada penelitian ini adalah pembelajaran untuk meningkatkan pemecahan masalah secara kreatif melalui program pelatihan kreativitas untuk bidang ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Hasil penelitian pratinjau dalam kaitannya dengan program yang terstruktur untuk meningkatkan pemikiran kreatif dan kemampuan memecahkan masalah, diantaranya yaitu Program Berpikir Produktif (Covington, Crutchfield, Davies, & Olton, 1972, Program Keterampilan Berpikir Purdue (deBono, 1973, 1976, 1983). Penelitian tersebut telah menginvestigasi perbedaan pemikiran kreatif pada siswa SD, SMP dan SMA sedangkan penelitian ini menyelidiki pengajaran pemecahan masalah pengajaran kreatif pada pelajar dewasa yaitu untuk PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah). Percobaan ini dilakukan pada semester pertama tahun ajaran 2015/2016, 2 September- 25 Desember 2015. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk menjawab pertanyaan apakah pengajaran kreatif dapat meningkatkan kemampuan guru pelatih untuk merespon terhadap tantangan yang variatif pada siswa SD mereka secara kreatif. Program pelatihan kreatif terdiri dari diskusi kelas dan juga stimulasi aktif yang kreatif dalam pemecahan masalah. Peserta penelitian ini adalah siswa PGMI usia 19-20 tahun. Kelas dimanipulasi dengan pengajaran kreatif atau diskusi siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan pada kelas eksperimen dalam pemecahan masalah secara kreatif dibanding kelas diskusi.Direkomendasikan agar guru menggunakan pengajaran kreatif di ruang kelas. How to Cite : Nuraida. (2017). The Effect of Creative Teaching Technique to Creative Problem-Solving Ability in Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 53-62. doi:10.15408/tjems.v4i1.5907. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.590
Students Metacognitive Level on Solving Chemistry Problems
Abstract Metacognitive is knowledge and understanding of the cognitive process or knowledge of mind, and it’s work. Metacognitive is needed on solving the problem. Every student has different metacognitive abilities. This research is to describe students metacognitive level on solving chemicals molarity problem. This research was held in SMAN in South Tangerang, by 104 students as the subject research. This research is a quantitative descriptive by the essay results as the data. This result is analyzed, and the metacognitive level is stated based on the indicators. As the results of this research are 14.42% students are in Aware Use level, 73.08% in metacognitive Strategic Use level and 12.50% in metacognitive Reflective Use level. Metacognitive Reflective Use is the level for the high score students. Metacognitive Strategic Use is for middle score students. And metacognitive Aware Use for the low score students. Metacognitive Strategic Use level as the average. Most of the students can use and realized the right strategy on solving problems. Male students have a metacognitive level that is higher than for women. Abstrak Metakognitif adalah pengetahuan dan kesadaran tentang proses kognisi, atau pengetahuan tentang pikiran dan cara kerjanya. Dalam memecahkan masalah kimia, memerlukan keterlibatan metakognitif. Setiap siswa memiliki kemampuan metakognitif yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level metakognitif siswa dalam memecahkan masalah pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri di Tangerang Selatan dengan subjek penelitian sebanyak 104 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif sehingga datanya berupa hasil tes essai. Hasil tes essai tersebut dianalisis dan ditentukan level metakognitifnya berdasarkan indikator yang telah dibuat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebanyak 14.42 % siswa berada pada level metakognitif Aware Use, sebanyak 73.08 % siswa berada pada level metakognitif Strategic Use dan sebanyak 12.50 % siswa berada pada level metakognitif Relective Use. Siswa yang memiliki hasil belajar yang tinggi di dalam kelas berada pada level metakognitif Reflective Use. Siswa yang memiliki hasil belajar yang sedang di dalam kelas berada pada level metakognitif Strategic Use. Dan siswa yang memiliki hasil belajar yang rendah di dalam kelas berada pada level metakognitif Aware Use. Rata-rata level metakognitif siswa berada pada level metakognitif Strategic Use, karena rata-rata siswa dapat menggunakan dan menyadari strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah, tidak hanya mampu memahami masalah. How to Cite : Nurjanah, A., I. Milama, B. Fairusi, D. (2017). Students Metacognitive Level on Solving Chemistry Problems. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 63-73. doi:10.15408/tjems.v4i1.5846. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.584
META-ANALYSIS OF THE EFFECT OF LEARNING INTERVENTION TOWARD MATHEMATICAL THINKING ON RESEARCH AND PUBLICATION OF STUDENT
Abstract The purpose of this study was to analyse the effect of mathematics learning intervention on students\u27 mathematical thinking ability. The research method used survey of thesis of the student. The effect of studies applying learning to mathematical thinking was done using meta-analysis techniques. The research finding that research conducted by students by providing learning intervention was able to improve students\u27 mathematical thinking ability. Aspects of mathematical thinking ability include connection ability, communication, representation, problem-solving, logical, critical, creative, analytical, generalization, quantitative, and adaptive thinking. The types of research used by students are dominated by the experiment with mix-method approach and classroom action research. Other methods, research development. The research and publication at the Department of Mathematics Education, Faculty of Educational Sciences have adapted to the trend of mathematics education research on the national and international level. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pengaruh intervensi pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap skripsi dan publikasi mahasiswa. Pengaruh penelitian-penelitian yang menerapkan pembelajaran terhadap kemampuan berpikir matematis dianalisis dengan teknik meta-analisis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara keseluruhan penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa dengan memberikan intervensi pembelajaran ternyata mampu meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa. Aspek kemampuan berpikir matematika yang meliputi: kemampuan koneksi, komunikasi, representasi, pemecahan masalah, kemampuan berpikir: logis, kritis, kreatif, reflektif, intuitif, penalaran: analalogi, generalisasi, kuantitatif, kreatif, dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan mahasiswa didominasi metode eksperimen dengan pendekatan mix-method dan penelitian tindakan kelas. Disamping itu terdapat beberapa mahasiswa memilih metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian dan publikasi pada Program Studi Pendidikan Matematika telah menyesuaikan dengan tren penelitian pendidikan pendidikan matematika baik pada level nasional maupun internasional. How to Cite : Kadir. (2017). Meta-Analysis of the Effect of Learning Intervention Toward Mathematical Thinking on Research and Publication of Student. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 162-175. doi:10.15408/tjems.v4i2.8010. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.801