TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
    225 research outputs found

    Curriculum Readiness and Program Evaluation In Implementing Indonesian National Qualifications Framework Curriculum (KKNI)

    No full text
    Abstract The purpose of this study is to determine the study program readiness in State Islamic University (UIN) Jakarta in implementing KKNI based curriculum. It can be seen from the availability of the documents course curriculum in UIN Jakarta which consists of 71% of the vision, mission, graduate profile, achievement of learning, the curriculum structure and Semester Lesson Plan (RPS). It also can be evidenced by the quality of the documents that 1) 99% of study programs have developed a vision and mission for the implementation of the curriculum. 2) 77% of study programs have developed a graduate profile according to level 6 of the KKNI based curriculum which is the basis for the development of graduate-level profile. 3) development of learning achievements in environmental studies program UIN Jakarta, 59% of the study programs have been formulated learning achievements which is in accordance with the learning outcomes defined for an undergraduate level. 4) 35% of the curriculum structure of the study program have met KKNI implementation standards. 5) development of Semester Lesson Plan (RPS) program in environmental studies UIN Jakarta, 82% of the Semester Lesson Plan or RPS which is in line with the principles of RPS development expected in the KKNI implementation  has been developed by several study programs at UIN Jakarta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan program studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengimplementasikan Kurikulum berbasis KKNI. Kesiapan tersebut dapat dilihat melalui ketersediaan dokumen kurikulum program studi di UIN Jakarta yang terdiri dari 71% visi, misi, profil lulusan, capaian pembelajaran, Struktur Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Selain itu, kesiapan program studi dalam mengaplikasikan dapat dibuktikan dari kualitas dokumen, yakni 1) 99% program studi telah mengembangkan visi dan misi untuk pelaksanaan kurikulum. 2)77% program studi telah mengambangkan profil lulusan menurut level 6 Kurikulum berbasis KKNI yang merupakan dasar untuk pengembangan profil lulusan. 3) pengembangan capaian pembelajaran di lingkungan program studi UIN Jakarta, 59% program studi telah merumuskan capaian pembelajaran yang sesuai dengan hasil belajar yang ditetapkan untuk program sarjana. 4) 35% struktur kurikulum program studi telah memenuhi standar pelaksanaan KKNI. 5) pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) program studi di lingkungan UIN Jakarta, 82% dari Rencana Pembelajaran Semester atau RPS yang sejalan dengan prinsip-prinsip pengembangan RPS yang diharapkan dalam pelaksanaan KKNI telah dikembangkan oleh beberapa program studi di UIN Jakarta. How to Cite : Fauzan., Latip A., E. (2015). Curriculum Readiness and Program Evaluation in Implementing Indonesian National Qualifications Framework Curriculum (KKNI).TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society,2(2), 190-203. doi:10.15408/tjems.v2i2.3179. Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.317

    The influence of Self-Concept into the Self Esteem in the Orphanage

    No full text
    Abstract The influence of self-concept into the selfesteem in the orphanage adolescent Akhiruz Zaman is the aim of this research. The participant is from 80 adolescents (in age 13-21) who stay in orphanage X. the subject is taken randomly using two questionnaire, they are: self-concept questionnaire and selfesteem questionnaire. The result is there is the influence of self-concept into the self-esteem of adolescent. The contribution of it is 18.5% with significant P = 0,000 which is very significant. It has the rest in 81, 5% caused by other factors. It concludes that the matter of adolescent selfesteem that stays in orphanage, one of the factors is caused by the concepts of themselves.. Abstrak Pengaruh konsep diri kterhadap kepercayaan diri di panti asuhan remaja Akhiruz Zaman adalah tujuan dari penelitian ini. Peserta meliputi 80 remaja (usia 13-21 tahun) yang tinggal di panti asuhan X. Subjek penelitian dipilih secara acak menggunakan dua kuisioner, yaitu kuisioner konsep diri dan kuisioner kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsep diri dengan kepercayaan diri pada remaja. Kontribusi sebesar 18,5% dengan signifikansi p = 0,000 yakni sangat signifikan 81,5% sisanya, disebabkan oleh faktor-faktor lain. Dapat disimpulkan bahwa masalah kepercayaan diri remaja yang tinggal di panti asuhan, salah satunya disebabkan oleh konsep diri mereka. How to Cite : Multahada, E. Mabelle, M. (2015). The Influence of Self-Concept into the Self Esteem in the Orphanage Adolescent  Akhiruz Zaman Bekasi, West Java. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 117-122. doi:10.15408/tjems.v2i2.2804. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.280

    Critical Discourse Analysis: Hegemony of the Social Media Twitter About National Issues in Indonesia and its Implications to the Discourse Analysis Subject in Colleges

    No full text
    Abstract This research is linked with Twitter, as one of social media services on the Internet that are extremely popular in the world, including in Indonesia. This research is important because Twitter is effective in quickly and accurately delivering messages. In fact, everyone can act as a \u27reporter\u27 and form quick opinions through this social media. This research is aimed to investigate the emergence of the roots of hegemony based on text analysis that is linked with representation, relation, identity, and transformation of national issues that become trending topics on Twitter. Moreover, the research is to discuss the social media\u27s discourse practice that influences media workers in producing news, and to see how it implicates the research on the study of discourse analysis. By using the Fairclough theory, especially on text analysis that is linked with representation, relation, and identity, the researcher attempts to explore how the roots of hegemony emerge in the national issues that become trending topics on Twitter. The researcher also offers a new function to complete the approach of Fairclough in text analysis on social media: transformation – which is an attempt to see the change in roles of news participants and amateur readers as \u27reporters\u27 and participate in forming opinions. Abstrak Penelitian ini berhubungan dengan twitter, sebagai salah satu media sosial di internet yang sangat populer di dunia, termasuk di indonesia. Penelitian ini penting karena twitter efektif dalam menyampaikan pesan dengan cepat dan akurat. Faktanya, semua orang dapat bertindak sebagai "reporter" dan membuat opini yang cepat melalui sosial media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemunculan dari akar hagemoni berdasarkan analisis teks yang berhubungan dengan representasi, hubungan, identitas, dan transformasi isu-isu nasional yang menjadi topik yang sedang tren di twitter. Selain itu, penelitian ini juga untuk mendiskusikan praktik wacana media sosial  yang mempengaruhi pekerja media dalam membuat berita, dan untuk melihat bagaimana hal tersebut melibatkan penelitian dalam studi analisis wacana. Dengan menggunakan teori Fairclough, khususnya pada analisis teks yang berhubungan dengan penafsiran, hubungan, identitas, peneliti berupaya untuk menyelidiki bagaimana akar hegemoni muncul yang menjadi topik tren di twitter. Peneliti juga menawarkan sebuah fungsi baru untuk melengkapi pendekatan Fairlclough dalam analisis teks pada sosial media: transformasi - yang merupakan usaha untuk melihat perubahan peran pembuat berita dan pembaca awam sebagai \u27reporter\u27 dan berpartisipasi dalam membentuk opini. How to Cite : Susanti, E. (2015). Hegemony of The Social Media Twitter About National Issues in Indonesia and Its Implications to the Discourse Analysis Subject in Colleges. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 153-166. doi:10.15408/tjems.v2i2.3180. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.318

    An Evaluation of the Indonesian Ministry of Religious Affairs’ Policies Concerning Terrorism, Radical Religious Movements in Curriculum Content and Pedagogy of Secondary Education

    No full text
    Abstract The purpose of this study is to evaluate the Indonesian government policies on curriculum and pedagogy that responds the global phenomenon of radical and violent forms of Islam. Specifically I investigate whether the Ministry of Religious Affairs has designed a curriculum content in Islamic Religious Studies for secondary education that discusses key concepts such as radicalism, jihadi-takfiri movements, religious violence, and intolerance towards other faiths. These issues are a central concern to Muslims in Indonesia. This research uses a qualitative approach and descriptive method. My research attempts to answer why the Ministry of Religious Affairs has not included curriculum content that deals with contemporary issues of violent Islamic movements. The data had been collected through observation, documentation and  interviews a number of officials of the Ministry of Religious Affairs and Ministry of National Education, education experts and practitioners, and students. The result of my study will be a recommendation to the Ministry of Religious Affairs and Ministry of Culture and Primary and Secondary Education for developing curriculum content deals with the question of radicalism and religious violence in a direct and honest way. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah Indonesia pada kurikulum dan pedagogik yang merespon fenomena global dari radikalisme dan bentuk kekerasan dalam Islam. Khususnya, saya menyelidiki apakah Kementerian Agama telah merancang konten kurikulum pada mata pelajaran Agama Islam untuk sekolah menengah yang mendiskusikan konsep-konsep seperti radikalisme, gerakan jihadi-takfiri, kekerasan beragama, dan intoleransi terhadap keyakinan lain. Isu-isu tersebut merupakan perhatian utama bagi muslim di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif. Penelitian saya berusaha menjawab mengapa Kementerian Agama tidak memasukkan konten kurikulum yang menyelesaikan isu-isu kontemporer tentang gerakan islam radikal. Data diambil melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sejumlah pejabat kementerian agama dan kementerian pendidikan, para ahli pendidikan, praktisi dan siswa. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi kepada kementerian agama dan kementerian pendidikan dan kebudayaan pendidikan dasar dan menengah untuk mengembangkan konten kurikulum yang mengatasi pertanyaan tentang radikalisme dan kekerasan beragama dengan cara yang langsung dan jujur. How to Cite : Rifai, N (2015). An Evaluation of  the Indonesian Ministry of Religious Affairs’ Policies Concerning Terrorism, Radical Religious Movements in Curriculum Content and Pedagogy of Secondary Education. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 178-189. doi:10.15408/tjems.v2i2. 3181. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.3181

    Front Matter

    No full text

    Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for A Disaster?

    No full text
    AbstractChildren used their internal mechanisms, including faith, in coping and bouncing back after a disaster. In this paper, researcher examines the role of faith in building more resilient communities, and also how Islamic education at school can be used to help teach children to be better prepared for a disaster. The research suggests that Islamic education could be used to increase students hope after a disaster, to seek prayer as a source of strength and peace, to see the essential role of Muslim clergies in disaster recovery, and to see how some religious practices need to be understood in better ways. Qualitative narrative research was used as the method of inquiry with the primary source of data coming from interviews.  There are 27 child survivors being interviewed. All those interviews were audio-recorded and transcribed, then the transcripts were analysed to find any emerging themes.AbstrakBeberapa anak menggunakan mekanisme internal mereka, termasuk iman, dalam mengatasi dan bangkit kembali setelah bencana. Dalam makalah ini, peneliti meneliti peran iman dalam membangun komunitas yang lebih tangguh, dan juga bagaimana pendidikan Islam di sekolah dapat digunakan untuk membantu mengajar anak-anak agar lebih siap menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat digunakan untuk meningkatkan harapan pelajar setelah bencana, untuk menjadikan doa sebagai sumber kekuatan dan perdamaian, untuk melihat peran penting para ulama Muslim dalam pemulihan bencana, dan untuk melihat bagaimana beberapa praktik keagamaan perlu dilakukan. dipahami dengan cara yang lebih baik. Penelitian naratif kualitatif digunakan sebagai metode penyelidikan dengan sumber data utama yang berasal dari wawancara. Ada 27 anak yang selamat yang diwawancarai. Semua wawancara itu direkam dan ditranskripsi, kemudian transkrip dianalisis untuk menemukan topik yang tampak. How to Cite : Rahiem, M. D. H. (2018).  Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for a Disaster?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 178-192. doi:10.15408/tjems.v5i2.9964

    ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan

    No full text
    AbstractSome teachers use ICT as a medium for teaching by using slide presentations. Many others use Information and communication technology (ICT)  as a teaching media to develop the students’ independent learning. The purpose of this research is to reveal: what ICT applied in teaching English in Kalimantan, how to apply ICT in teaching English in Kalimantan, and what barriers factor in developing language skills through ICT utilization in Kalimantan. This is a qualitative descriptive study that attempts to describe the use of ICT in English teaching in Kalimantan. The subjects of this study are English teachers in three provinces in Kalimantan; East Kalimantan, South Kalimantan, and North Kalimantan. Some instruments were used, including: interviews, observation, and documentation. Miles and Hubberman models are used for data analysis. The results show that: first, the English teachers use ICT in English classes in Kalimantan although it is very limited, since they are only familiar to use multimedia. Meanwhile, E-Media, E-Learning, E-Library, and Web-based Communities are rarely used. Secondly, the teachers of madrasah Aliyah in English teaching in Kalimantan more often use LCD projector by using a song or film in the laptop. Third, some obstacles in the application of ICT in teaching English are the ICT equipment problem, limited internet access, lack of the utilization of applications in cellphones, and age constraints.AbstrakBeberapa guru menggunakan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)sebagai media untuk mengajar dengan menggunakan slide presentasi. Banyak orang lain menggunakan TIK sebagai media pengajaran untuk mengembangkan pembelajaran mandiri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: apa TIK yang diterapkan dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan, bagaimana menerapkan TIK dalam mengajar bahasa Inggris di Kalimantan, dan apa faktor penghambat dalam mengembangkan keterampilan bahasa melalui pemanfaatan TIK di Kalimantan. Ini adalah studi deskriptif kualitatif yang mencoba menggambarkan penggunaan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di tiga provinsi di Kalimantan; Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Beberapa instrumen digunakan, termasuk: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Miles dan Hubberman digunakan untuk analisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa: pertama, guru bahasa Inggris menggunakan TIK di kelas bahasa Inggris di Kalimantan meskipun sangat terbatas, karena mereka hanya terbiasa menggunakan multimedia. Sementara itu, E-Media, E-Learning, E-Library, dan Komunitas berbasis web jarang digunakan. Kedua, para guru madrasah Aliyah dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan lebih sering menggunakan proyektor LCD dengan menggunakan lagu atau film di laptop. Ketiga, beberapa kendala dalam penerapan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris adalah masalah peralatan TIK, akses internet yang terbatas, kurangnya pemanfaatan aplikasi dalam ponsel, dan batasan usia. How to Cite : Fauzan, U., Pimada, L. H. (2018).  ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 193-211. doi:10.15408/tjems.v5i2.10414

    Civic Education at Public Islamic Higher Education (PTKIN) and Pesantren

    No full text
    With a brief foundation that covers some reviews of world literature on education and politics, the study points out the significance of developing a certain model of democracy education in the diverse country, Indonesia. The paper aims to establish the development and the excavation of democracy in Indonesia by presenting historical explanation on how Indonesian muslim scholars from UIN Syarif Hidayatullah Jakarta developed a suitable model of Indonesian civic education, which considers the elements of diversity as strengthening elements for democracy. Different from Shanker’s view (1996) on the global challenge of civic education, this study shows the successful experience of Indonesian Muslim in the development and application of civic education as a compulsory subject in Islamic education institutions, namely Public Islamic Higher Education (PTKIN) and pesantren. Finally, it recommends further development and emphasizes the vital influence on rooting civic education in Pesantren since it will positively play an important role to strengthen the evolving democracy in Indonesia by integrating Islamic and Indonesian values. Abstrak Dengan melakukan review singkat terhadap beberapa literatur internasional tentang pendidikan dan politik, studi ini menunjukkan pengembangan model khusus  pendidikan demokrasi di Indonesia sebagai negara multi etnis. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan dan pengembangan demokrasi di Indonesia dengan pemaparan historis  tentang bagaimana muslim Indonesia khususnya di UIN jakarta dalam mengembangkan model Civic Education yang tepat, yang mempertimbangkan  elemen keberagamaan sebagai penguat demokrasi. Berbeda dari pendapat Shanker(1996) tentang tantangan global terhadap pendidikan kewarganegaraan, studi ini menggambarkan pengalaman sukses muslim Indonesia dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib di institusi pendidikan Islam dengan nama Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Pesantren. Di bagian akhir, tulisan ini merekomendasikan pengembangan lebih jauh dan penekanan akan pentingnya pengaruh pendidikan kewarganegaraan di Pesantren, karena Pesantren memainkan peran penting untuk menguatkan pengembangan demokrasi di Indonesia dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.How to Cite : Azra, A. (2015). Civic Education at Public Islamic Higher Education (PTKIN) and Pesantren. TARBIYA: Journal of Education In Muslim Society, 2(2), 167-177. doi:10.15408/tjems.v2i2.3186. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.318

    Islamic Religious Education in the Era of Afta

    No full text
    Abstract Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), Pesantren and Madrasah Diniyah are important parts in the development of Islamic national education. Although the future of those Islamic education is quite difficult to be predicted, they have already become vital components of the national education system. In addition, the quality of this various Islamic institution is also leaded to the International standard education. This article is a qualitative research study which compare and contrast several literatures about Islamic religious education in Indonesia. ASEAN State of Education Report revealed that one of the 2013’s agenda is to develop the quality of education in ASEAN countries. Based on this agenda, Islamic education, which is an important part of the educational system in Indonesia, is also hoped to increase its quality and be ready to compete in International level to face the AFTA. Several efforts have been devoted in order to increase the quality of Islamic religious education. This research is qualitative research study. Abstrak Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), Pesantren dan Madrasah Diniyah merupakan bagian yang penting dalam perkembangan pendidikan Islam nasional. Meskipun cukup sulit untuk diprediksi. masa depan pendidikan Islam tersebut sudah menjadi komponen yang sangat penting bagi sistem pendidikan nasional. Lebih lagi, kualitas institusi Islam yang beragam ini juga mengarah kepada standar pendidikan internasional. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif yang membandingkan dan membedakan beberapa literatur tentang pendidikan Agama Islam di Indonesia. Laporan Bagian Pendidikan ASEAN menunjukkan bahwa salah satu agenda 2013 adalah untuk mengembangkan kualitas pendidikan di negara-negara ASEAN. berdasarkan agenda tersebut, pendidikan Islam, yang merupakan bagian penting darui sistem pendidikan di Indonesia, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya dan siap untuk bersaing di tingkat internasional untuk menghadapi AFTA. Beberapa usaha telah dicurahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. How to Cite : Indra, H. (2015). Islamic Religious Education in the Era of Afta.TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society,2(2), 204-221. doi:10.15408/tjems.v2i2.2208. Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.220

    Teacher Professional Development and Appraisal

    No full text
    Abstract The paper is based on analysis of international literature on school teacher appraisal and professional development.  Teacher appraisal is a very important area of study, and traditionally it has been quite a contested field as well.  Teachers used to feel tension and anxiety due to unfair teacher appraisal, and they often reacted to teacher appraisal with resentment and nervousness.  Historically, teacher teacher appraisal was aimed to inform the issues and training considerations in education during the decades of the seventies and was establish to exercise greater accountability to maintain a high standard in education. However, eventually the developmental purpose had been emphasized. This paper presents rich literature on teacher appraisal and teacher development concepts. Abstrak Artikel ini berdasarkan analisis literatur internasional pada penilaian guru sekolah dan pengembangan profesional. Penilaian guru merupakan bidang kajian yang sangat penting, dan sudah menjadi bidang kajian yang cukup sering diperdebatkan. Guru kerap merasa tegang dan cemas dikarenakan penilaian guru yang tidak adil, dan mereka sering bereaksi terhadap penilaian guru dengan kekesalan dan gugup. Dalam sejarahnya, penilaian guru bertujuan untuk memberitahukan isu-isu dan pertimbangan pelatihan dalam pendidikan selama dekade tujuh puluhan dan telah dibentuk untuk melatih akuntabilitas yang lebih baik untuk mengatasi standar pendidikan yang tinggi. Namun, akhirnya tujuan pengembangan telah ditekankan. Artikel ini memberikan beragam informasi tentang penilaian guru dan konsep pengembangan guru. How to Cite : Kimshanov, K. Dyikanbaeva, T. (2015). Teacher Professional Development and Appraisal. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(2), 146-152. doi:10.15408/tjems.v2i2.2802. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i2.280

    21

    full texts

    225

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇