TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
The Omani Distance Learning Program to Teach the Holy Quran: Analytical Descriptive Study
AbstractThis study aimed to investigate the usefulness of Omani distance-learning program to teach the Holy Quran and identify its advantages and disadvantages as viewed by the program stakeholders (administrators, teachers, students). The study used both analytical and descriptive approaches. The study sample was selected using purposive sampling to be representative of the study community of administrators, teachers and students. A survey questionnaire, consists of 19 statements, was designed and measured to ensure its validity and reliability. The findings indicated high satisfaction among the stakeholders on most items of the questionnaire with regard to the educational components of the program with a mean score of 4.16. Additionally, the findings showed that there was no statistically significant difference between the stakeholders’ views in terms of the gender, both male and female, variables. The study recommended that the program administrators should work to enhance the positive aspects of the program highlighted by the study and to avoid the passivity emerged from the study..AbstrakPenelitian ini bertujuan menyelidiki kegunaan program pembelajaran jarak jauh di Oman untuk mengajarkan Al-Quran dan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dilihat oleh para pemangku kepentingan program (administrator, guru, siswa). Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis deskriptif. Sampel penelitian dipilih menggunakan purposive sampling untuk mewakili komunitas studi dari administrator, guru dan siswa. Kuesioner survei yang terdiri dari (19) pernyataan dirancang dan diukur untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Temuan menunjukkan kepuasan yang tinggi di antara para pemangku kepentingan pada sebagian besar item kuesioner berkenaan dengan komponen pendidikan program dengan skor rata-rata (4,16). Selain itu, temuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara pandangan para pemangku kepentingan dalam hal variabel gender (pria / wanita). Studi ini merekomendasikan bahwa administrator program harus bekerja untuk meningkatkan aspek positif dari program yang disorot oleh penelitian dan untuk menghindari kepasifan yang muncul dari penelitian. How to Cite : Al Akhzami, S., Al Hinai, A., Al Musawi, A. (2019). The Omani Distance Learning Program to Teach the Holy Quran: Analytical Descriptive Study. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 1-9. doi:10.15408/tjems.v6i1.11182
Character Building Through Reinforcement of Islamic Learning
AbstractThis research explores the effects of teacher’s pedagogical competence and student’s achievement to student’s character building. The research method used is mixed method. Data collected by test, questionnaire, interview and observation. Data analyzed by bivariate correlation and Triangulation. The result of this study proved that character building through reinforcement of Islamic learning is effected by the teacher’s pedagogical competence and student’s achievement.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa mempengaruhi pembentukan karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian campuran (Mixed Method). Pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, wawancara dan pengamatan (observasi). Analisis data dilakukan dengan korelasi ganda dan triangulasi. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pendidikan karakter siswa dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. How to Cite : Nurbaiti, Suparta, M., Syukur, T. A. (2019). Character Building Through Reinforcement of Islamic Learning. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 36-45. doi:10.15408/tjems.v6i1.10984
The Pattern of Scientific and Islamic Integration:The Implementation of Curriculum Study Program Based International Qualification Framework
AbstractThe result of this study aims to determine the patterns of scientific and Islamic integration on the curriculum of study programs applying the Indonesian National Qualification Framework, or commonly called KKNI. This study is conducted by using qualitative approach while utilizing document, field observation, and interview as the data collection techniques of this study. Generally, integrated lesson plans with Islamic and Indonesian values in the curriculum of study programs at the Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University in which based on KKNI is still not well-documented. The suitability among ‘graduate profiles’ as the identity of each graduate program was still not proportional directly to the learning achievements or learning outcomes in which has became the reference of the learning implementation. The vision of integration, developed by the university’s stakeholders, has not been well-implemented, either in written documents or in implementation. Nevertheless, in the implementation of learning, most of the study programs, have already integrated the science, Islamic and Indonesian values, both in scientific contexts—for instance, applied in the learning methods, in teaching materials, in the lecture activities—and in the utilization of the Qur’an as one of the sources of lectures.AbstrakHasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola integrasi keilmuan dan keislaman pada kurikulum program studi yang menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, atau yang biasa disebut KKNI. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif sambil memanfaatkan dokumen, observasi lapangan, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data penelitian ini. Secara umum, rencana pembelajaran terpadu dengan nilai-nilai Islam dan Indonesia dalam kurikulum program studi di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di mana berdasarkan KKNI masih belum terdokumentasi dengan baik. Kesesuaian antara \u27profil lulusan\u27 sebagai identitas setiap program pascasarjana masih belum sebanding secara langsung dengan prestasi belajar atau hasil pembelajaran di mana telah menjadi referensi dari pelaksanaan pembelajaran. Visi integrasi, yang dikembangkan oleh para pemangku kepentingan universitas, belum diimplementasikan dengan baik, baik dalam dokumen tertulis atau dalam implementasi. Namun demikian, dalam pelaksanaan pembelajaran, sebagian besar program studi, telah mengintegrasikan nilai-nilai sains, Islam dan Indonesia, baik dalam konteks ilmiah - misalnya, diterapkan dalam metode pembelajaran, bahan ajar, dalam kegiatan kuliah - dan dalam pemanfaatan Alquran sebagai salah satu sumber kuliah. How to Cite : Sofyan, A., Fauzan., Sayuti, W. (2018). The Pattern of Scientific and Islamic Integration:The Implementation of Curriculum Study Program Based International Qualification Framework. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 212-224. doi:10.15408/tjems.v5i2.11102
Indonesia National Curriculum Reform in the Context of Standard-Based Education: Policy and Implementation
AbstractCurriculum reform plays an essential role in assuring the success of systematic educational change. The purpose of this study is to portray the government policy and the issues of the Curriculum 2013 implementation. This study employed qualitative methodology using document analysis, observation and Focused Group Discussion (FGD) as data collection techniques. The results of this study show that the curricula philosophy of curriculum reform was well-articulated and relevant to meet the requirements of twenty-first century learning competencies. However, the curricula implementation process faced substantial challenges with technical problems regarding the national standards of education document, teacher training and competences, the availability of school textbooks, and classroom assessment implementation. The findings of this study have several implications for implementing the national curriculum in Indonesia. Therefore, alignment between the national standards of education document, the curriculum structure, and the assessment system is required in order to ensure the successful implementation of Curriculum 2013 throughout the nation.AbstrakReformasi kurikulum memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan perubahan pendidikan yang sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kebijakan pemerintah dan isu-isu implementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif menggunakan analisis dokumen, observasi dan diskusi kelompok terpumpun sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi reformasi kurikulum diartikulasikan dengan baik dan relevan untuk memenuhi persyaratan kompetensi pembelajaran abad kedua puluh satu. Namun, proses implementasi kurikulum menghadapi tantangan besar dengan masalah teknis mengenai dokumen yang terkait dengan standar nasional pendidikan, pelatihan dan kompetensi guru, ketersediaan buku pelajaran di sekolah, dan implementasi penilaian di dalam kelas. Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi untuk menerapkan kurikulum nasional di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan antara dokumen standar nasional pendidikan, struktur kurikulum, dan sistem penilaian untuk memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di seluruh negara.
The Effect of Problem Based Learning Methods and Self Confidence to English Learning Outcomes in the Elementary School Students
AbstractFrom Central Statistics Agency, the total number of primary schools in Indonesia are 147,536 which most of them have not got any good learning outcomes especially in English. This study aims to determine the effect of Problem Based Learning method and students\u27 self-confidence in English learning outcomes. This research was conducted on the fourth grade students of Al-Fath Primary School, South Tangerang Indonesia, with the number of students as many as 4 classes consisting of 96 students, from the population of 120 students. The method used in this research is the experimental method with the design of treatment design by level 2 x 2. The results showed that: 1) English learning result between students who taught using Problem Based Learning method is higher than Expository method, 2) There is interaction effect between Problem Based Learning method with students\u27 self confidence, 3) For students who have high confidence, English learning outcomes taught using the Problem Based Learning method is higher than taught using the Expository method, 4) For students a low level of confidence, English learning outcomes of students taught using the Problem Based Learning method is lower than the Expository method.AbstrakDari data Badan Pusat Statistik, jumlah sekolah dasar di Indonesia adalah 147.536, sebagian besar sekolah tersebut belum mendapatkan hasil pembelajaran yang baik terutama dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Problem Based Learning dan kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Al-Fath, Tangerang Selatan, dengan jumlah siswa sebanyak 4 kelas yang terdiri dari 96 siswa, dari populasi 120 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perancangan desain faktorial level 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar bahasa Inggris siswa yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada yang diajar menggunakan metode Ekspositori, 2) Ada pengaruh interaksi antara metode Problem Based Learning dengan kepercayaan diri siswa, 3) Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi, hasil belajar bahasa Inggris yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada menggunakan metode metode Ekspositori, 4) Bagi siswa yang memiliki tingkat kepercayaan yang rendah, hasil pembelajaran bahasa Inggris yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning hasilnya lebih rendah daripada yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. How to Cite : Ratnaningsih, S., Nahartini, D., Yuliyani, A. (2018). The Effect of Problem Based Learning Methods and Self Confidence to English Learning Outcomes in the Elementary School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 135-144. doi:10.15408/tjems.v5i2.10640
Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand
AbstractIssues related to teacher professionalism may differ among countries. In Indonesia, the problems of teacher professionalism are connected to pre-service education and the lack of continuous professional development. In Malaysia, the major issues are concerned with teaching and management skills of teachers. In New Zealand, teachers face major issues related to work overload and the feeling of poor payment. Using a qualitative approach, this conceptual research paper discusses the issues of teacher professionalism and how the government takes roles in the continuing professional development of teachers in Indonesia, Malaysia and New Zealand. The research data was collected from the existing literature containing descriptions and discussions on the research topic and then analyzed using content analysis. The major findings of the study include that these three counties have issued laws, legislation, and regulations regarding the teacher profession. Then, teachers in the three countries are required to have the teacher’s standard competence embodied with a certificate. In addition, before entering the classroom, all New Zealand teachers must have a certificate of teaching eligibility, while in Malaysia and Indonesia, the teacher certification is executed when teachers are already in the service. Finally, compared to Indonesia and Malaysia, New Zealand has a complete plan for improving teacher professionalism. The study concludes that the three countries put serious effort into improving the teaching profession. Similar research with more country samples would enrich the understanding of ways in which teacher professional development is conducted, thus providing valuable lessons for future reflections.AbstrakMasalah terkait dengan profesionalisme guru mungkin berbeda di setiap negara. Di Indonesia, masalah profesionalisme guru terkait dengan pendidikan pra-jabatan dan kurangnya pengembangan profesional berkelanjutan. Di Malaysia masalah utama berkaitan dengan keterampilan mengajar dan manajemen guru. Di Selandia Baru, guru menghadapi masalah besar terkait dengan kelebihan beban kerja dan persepsi terhadap rendahnya gaji guru. Menggunakan pendekatan kualitatif, artikel penelitian konseptual ini membahas masalah profesionalisme guru dan bagaimana pemerintah berperan dalam pengembangan profesional guru berkelanjutan di Indonesia, Malaysia dan Selandia Baru. Data penelitian dikumpulkan dari literatur yang berisi deskripsi dan diskusi tentang topik penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa tiga negara ini telah mengeluarkan undang-undang, peraturan perundang-undangan, dan peraturan tentang profesi guru. Kemudian, guru di tiga negara harus memiliki kompetensi standar guru yang diwujudkan dengan sertifikat. Selain itu, sebelum memasuki ruang kelas, semua guru Selandia Baru harus memiliki sertifikat kelayakan mengajar, sementara di Malaysia dan Indonesia sertifikasi guru dilaksanakan ketika guru sudah berada dalam layanan. Akhirnya, dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, Selandia Baru memiliki rencana yang lebih lengkap dalam meningkatkan profesionalisme guru. Studi ini menyimpulkan bahwa ketiga negara melakukan upaya serius dalam meningkatkan profesi guru. Penelitian serupa dengan lebih banyak sampel negara akan memperkaya pemahaman tentang cara-cara di mana pengembangan profesional guru dilakukan, sehingga memberikan pelajaran berharga untuk refleksi di masa depan.How to Cite: Kholis, N., Murwanti. (2019). Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 179-195. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11487.
Psychoeducation of Character Personal’s Local Wisdom of Sundanese People’s Behaviour in Internalizing Religious Commitment
Abstract This research aims to make new breakthroughs, to open the students’ paradigm about psycho-education related to religious commitment as the internalization of the values of the Sundanese Islam. Counseling method in this study used mixed methods with Triangulation A one-phased design models. Based on the analysis, it can be concluded that: (1) The students’ increased commitment of religious is significant (47.37%) which is higher than the control group; (2) The answer of questionnaire item number one, two, and three in the experimental group is relatively balanced, with the emphasis on spoken and acted in number 23, whereas in the control group is relatively less balanced with emphasis on spoken and acted in number 13, and two who answered do not. Results of this study are expected to be an evaluation of the socialization of psychoeducation about the application of Islamic values in the local policy on the vision and mission of the faculty, especially stakeholders. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuat terobosan baru dalam memberikan paradigma baru kepada mahasiswa tentang psiko-edukasi terkait dengan komitmen beragama sebagai internalisasi nilai-nilai Islam Sunda. Metode konseling pada penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan model desain Triangulasi satu-fase. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) Peningkatan komitmen relijius mahasiswa signifikan (47.37%) yang lebih tinggi daripada kelas kontrol; (2) Jawaban item angket nomor satu, dua, dan tiga pada kelas eksperimen cenderung seimbang dengan penekanan pada lisan dan tindakan di nomor 23, sedangkan di kelas kontrol cenderung tidak seimbang dengan penekanan pada lisan dan tindakan di nomor 13, dan dua orang menjawab tidak tahu. Hasil penelitian mengharapkan adanya evaluasi dari sosialisasi psiko-edukasi tentang penerapan nilai-nilai Islam peraturan lokalpada visi dan misi fakultas, khususnya pemangku kebijakan. How to Cite : Hikmawati, F. (2016). Psychoeducation of Character Personal’s Local Wisdom of Sundanese People’s Behaviour in Internalizing Religious Commitment. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 3(1), 64-76. doi:10.15408/tjems.v3i1.3395. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v3i1. 339
Empowering character building-based education: Discourse analysis on official English textbook
AbstractPancasila is the ideology of the nation and becomes the foundation of Indonesian characters. However, based on the reality, there were many Indonesian’s characters that are far below expectation of the standard in Butir-butir Pancasila (Items of Pancasila), as a further explanation of the values in Pancasila. Therefore, it is needed to introduce of Pancasila and its 45 items in our formal education system. Textbook still become the primary media formal education schools. By assessing several books which were published by distinguished publishers and used in schools, it was found that they included only a very few of those items. This study was held to know if character points of Pancasila which Indonesian learners need to know have been included in the textbooks titled When English Rings the Bell: Buku Siswa and When English Rings the Bell: Buku Guru which were officially published by the Educational and Cultural Ministry of Indonesia and used the primary textbook in models schools as the implementation of Kurikulum 2013. The findings showed that as the official textbook has adequate number of Pancasila items in it. However, the teachers’ role was still the most important factor to make those items were known and can be applied.AbstrakPancasila adalah ideologi bangsa dan menjadi fondasi karakter Indonesia. Namun, berdasarkan kenyataan, ada banyak karakter Indonesia yang jauh di bawah ekspektasi standar dalam Item Pancasila, sebagai penjelasan lebih lanjut tentang nilai-nilai dalam Pancasila. Oleh karena itu, perlu untuk memperkenalkan Pancasila dan 45 poinnya dalam sistem pendidikan formal kita. Buku teks masih menjadi media pendidikan formal sekolah dasar. Dengan menilai beberapa buku yang diterbitkan oleh penerbit terkemuka dan digunakan di sekolah-sekolah, ditemukan bahwa mereka hanya memasukkan sedikit dari barang-barang itu. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui apakah poin-poin karakter Pancasila yang perlu diketahui oleh pelajar Indonesia telah dimasukkan dalam buku teks berjudul When English Rings the Bell: Books Student and When English Rings the Bell: Books\u27s Teacher yang secara resmi diterbitkan oleh the Educational and Kementerian Kebudayaan Indonesia dan menggunakan buku teks utama di sekolah-sekolah model sebagai implementasi dari Kurikulum 2013. Temuan menunjukkan bahwa sebagai buku teks resmi memiliki jumlah beberapa poin Pancasila yang memadai di dalamnya. Namun, peran guru masih merupakan faktor terpenting untuk membuat item-item itu diketahui dan dapat diterapkan. How to Cite : Husna, N., Kamar, T. L.. (2019). Empowering Character Building-Based Education: an Evaluation on Official English Textbook. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 58-68. doi:10.15408/tjems.v6i1.10354
The Implementation of Multicultural Education and Extra-Curricular Activities at Pesantren
AbstractThis study aims to investigate how pesantren (Islamic boarding schools) conducts extra-curricular activities (ECAs) and how pesantren promotes multicultural education for students through ECAs Pesantren is portrayed as an exclusive educational institution that creates a generation of radical and intolerant Muslims. However, this study describes how one pesantren in Indonesia has carried out and substantially supported the implementation of multicultural education among students through ECAs. The pesantren has made a valuable effort to promote the recognition, understanding, and awareness of Indonesian SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan/ethnic, religious, racial, and inter-groups) issues. This qualitative study involved in-depth interviews with Kyai (top leader/principal), ECA teachers, and students. The study also observed the various ECAs at Pesantren Assalaam, and students completed a questionnaire. Pesantren Assalaam structures its ECAs to instil knowledge of, provide a supportive environment for, and help students experience the cultural diversity of the country. The school focuses on awareness of the relationship among various ethnicities, religions, and local cultures. Students are inculcated with the fundamental values of multicultural education, such as tolerance, respect, togetherness, and appreciation. This study proposes a model of multicultural education implementation for pesantren.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pesantren melakukan kegiatan ekstra kurikuler (ECA) dan bagaimana pesantren mempromosikan pendidikan multikultural untuk siswa melalui ECA. Pesantren digambarkan sebagai lembaga pendidikan eksklusif yang menciptakan generasi Muslim radikal dan tidak toleran. Namun, penelitian ini menggambarkan bagaimana satu pesantren di Indonesia telah melaksanakan dan secara substansial mendukung implementasi pendidikan multikultural di kalangan siswa melalui ECA. Pesantren telah melakukan upaya yang berharga untuk mempromosikan pengakuan, pemahaman, dan kesadaran SARA Indonesia (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan / etnis, agama, ras, dan antar kelompok). Studi kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan Kyai (pemimpin puncak/kepala sekolah), guru ECA, dan siswa. Studi ini juga mengamati berbagai ECA di Pesantren Assalaam, dan siswa menyelesaikan kuesioner. Pesantren Assalaam menyusun ECA-nya untuk menanamkan pengetahuan tentang, menyediakan lingkungan yang mendukung, dan membantu siswa mengalami keanekaragaman budaya negara. Sekolah ini berfokus pada kesadaran akan hubungan antara berbagai etnis, agama, dan budaya lokal. Siswa ditanamkan dengan nilai-nilai dasar pendidikan multikultural, seperti toleransi, rasa hormat, kebersamaan, dan penghargaan. Studi ini mengusulkan model implementasi pendidikan multikultural untuk pesantren. How to Cite: Rahman, B. A. (2019). The Implementation of Multicultural Education and Extra-Curricular Activities at Pesantren. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 117-133. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11915.