TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
Not a member yet
    225 research outputs found

    Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia

    No full text
    AbstractThis paper aims to know and analyze the forms of moderation of Islamic Higher Education curriculum. This moderate map of the curriculum is useful for policymaking in order to build an inclusive-multicultural awareness to minimize religious radicalism. This research is qualitative research with the historical approach. The method is used to examine the processes that take place in the life of the community under study. The results conclude that the forms of moderation of Islamic university curriculum in Indonesia are: first, integration and internalization of science. The Second, strengthening the theology of Rahmatanlil-\u27Alamin. Third, the deradicalization of religion through the strengthening of the local wisdom of Java. The Fourth, build an anti-radicalism curriculum. Fifth, the evaluation of multicultural-oriented learning. Sixth, Integral Muslim Personality Development Assistance Program (P3KMI). Seventh, Value Integration Plurality in the curriculum.Eighth, multicultural learning methods.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk moderasi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Peta kurikulum yang moderat ini berguna untuk pembuatan kebijakan dalam rangka membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk meminimalkan radikalisme agama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Metode ini digunakan untuk memeriksa proses yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti. Hasilnya menyimpulkan bahwa bentuk moderasi kurikulum universitas Islam di Indonesia adalah: pertama, integrasi dan internalisasi sains. Yang Kedua, memperkuat teologi Rahmatan lil-\u27Alamin. Ketiga, deradikalisasi agama melalui penguatan kearifan lokal Jawa. Keempat, bangun kurikulum anti-radikalisme. Kelima, evaluasi pembelajaran yang berorientasi multikultural. Keenam, Program Bantuan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Ketujuh, Pluralitas Integrasi Nilai dalam kurikulum. Kedelapan, metode pembelajaran multikultural.How to Cite: Ekawati., Suparta, M., Sirin, K., Maftuhah, Pifianti, A. (2019).   Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 169-178. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14886.

    The Assessment of Student Performance in the Practicum Activity of Basic Physics Course

    No full text
    Abstract This study was aimed at obtaining factual information on 1) the assessment of Basic Physics course learning achievement of Physics Education students of the Tarbiyah and Teacher Training Faculty of IAIN Raden Intan Lampung that includes process and product assessment and 2) the results of the implementation of assessment on student performance during the practicum component of the course. The study employed Elliot’s Model of Action Research Study, which is a mixed method in nature. It focused on improving instructional condition as the responsibility of the respective lecturer to make it more responsive to the existing needs .Indeed, it requires commitment of all parties involved in the instructional process to participate and collaborate for improved learning achievement, particularly of the Basic Physics course, to be obtained. In conclusion, based on the process and findings of the action research study, the implementation of performance assessment has significantly improved student learning achievement in the Basic Physics course.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendpatkan informasi faktual mengenai 1) penilaian hasil belajar Fisika Dasar Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung yang meliputi penilaian proses dan kinerja, dan 2) hasil implementasi penilaian prestasi mahasiswa selama praktikum. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Model Elliot, yang merupakan metode campuran. Penelitian fokus kepada peningkatan kondisi pembelajaran sebagai tanggungjawab dosen yang bersangkutan untuk membuatnya lebih responsif dengan kebutuhan yang ada. Tentunya, hal ini membutuhkan komitmen dari seluruh pihak terkait dalam proses pembelajaran untuk berpartisipasi dan berkolaborasi untuk peningkatan hasil pembelajaran, khususnya mata kuliah Fisika Dasar. Dapat disimpulkan, berdasarkan proses dan temuan penelitian tindakan kelas, penerapan penilaian kinerja secara signifikan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Fisika Dasar. How to Cite: Yuberti, Nomida, D., Nuriah, T. (2016). The Assessment of Student Performance in the Practicum Activity of Basic Physics Course. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 3(1), 121-130 doi:10.15408/tjems.v3i1.3397. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i1.339

    Hots (Higher Order Thinking Skill) in Reading Exercise

    No full text
    Abstract The objective of this study is to get empirical evidence of the distribution of the higher order thinking skill based on the revised edition of Bloom’s Taxonomy in the essay question of the reading exercises in “Pathway to English textbook” for the 11th grade of senior high school student.This study uses the content analysis method to identify specified characteristics of the material in the textbook. The data of essay reading questions are collected  by using “Pathway to English textbook” and the analysis card as the data sources and the checklist table. The writer finds that the distribution of the higher order thinking level is lower than the lower order thinking level. The data also shows that the distribution of the higher order thinking skill in the essay reading questions in the Pathway to English textbook is unequal. It doesn’t treat the higher order thinking skill properly, particularly the create skill which doesn’t exist in the essay reading questions. It only gives more emphasis on the analyzed skill by obtaining the highest number among the three skills in the higher order thinking level. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris distribusi keterampilan berpikir tingkat tinggi berdasarkan Taksonomi Bloom edisi revisi dalam pertanyaan esai latihan membaca "Pathway to English textbook" untuk siswa SMA kelas 11. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi karakteristik materi dalam buku teks.. Data pertanyaan membaca.esai dikumpulkan menggunakan "Pathway to English Textbook" dan kartu analisis sebagai sumber data dan tabel ceklis.. Penulis menemukan bahwa distribusi keterampilan berpikir tingkat tinggi lebih rendah dari keterampilan berpikir tingkat rendah. Data juga menunjukkan bahwa distribusi keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pertanyaan esai membaca dalam buku Pathway to English Textbook tidak seimbang. Buku ini tidak memperlakukan keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan baik, terutama keterampilan yang tidak ada di pertanyaan membaca esai. Buku ini hanya memberikan penekanan lebih pada keterampilan yang dianalisis dengan mendapatkan jumlah tertinggi di antara tiga keterampilan berpikir tingkat tinggi. How to Cite : Anasy, Z. (2016). Hots (Higher Order Thinking Skill) in Reading Exercise. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 3(1), 51-63. doi:10.15408/tjems.v3i1. 3886. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v3i1.388

    Assessing Student Social Studies Learning: Effects of Learning Environment, Inquiry, and Student Learning Interest

    No full text
    AbstractThis study aims to examine the effect of the learning environment, inquiry, and learning interest on student social studies learning assessment. The participants involved in this study are 130 students from public primary schools in South Jakarta. Data collection consists of social studies learning score, learning environment scale, inquiry scale, and learning interest scale. The results of the study show that the learning environment, inquiry, and learning interest directly influenced student social studies learning assessment in which inquiry and learning interest have a significant effect on student social studies learning assessment.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan belajar, inkuiri, dan minat belajar terhadap penilaian belajar Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) siswa. Peserta yang terlibat adalah 130 siswa dari sekolah dasar negeri di Jakarta Selatan. Pengumpulan data terdiri dari skor pembelajaran IPS, skala lingkungan belajar, skala inkuiri, dan skala minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar, inkuiri, dan minat belajar secara langsung mempengaruhi penilaian belajar IPS siswa. Dimana inkuiri dan minat belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penilaian pembelajaran IPS.How to Cite : Rosfiani, O., Akbar, M., Neolaka, A. (2019).  Assessing Student Social Studies Learning: Effects of Learning Environment, Inquiry, and Student Learning Interest. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 46-57. doi:10.15408/tjems.v6i1.11593

    Do Faculty and Gender Matter to Students’ English Proficiency Score?

    No full text
    AbstractIt is undeniable that English is an important international language and there could be some background variables influencing English proficiency. Therefore, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta as the context of the study regulates that all students take an English proficiency test once they are accepted and must achieve 450 for non-English departments and 500 for English studies before they graduate. Having 12 faculties of Islamic and non-Islamic studies, it is interesting to measure whether faculty as a background variable matters. In addition, female as another background variable has been widely found to have better achievement in language, and therefore this study is also intended to investigate whether gender is a contributing factor to students’ English proficiency. The population was all students of UIN Jakarta year 2017, which data of 5089 students’ English proficiency scores, faculties, and gender were collected through the information technology center. The descriptive analysis reveals that the lowest score is 240 while that highest one is 570 and the mean score is 383. The ANOVA analysis reports significant differences among faculties: the Faculty of Medicine achieves the highest score (M = 429) while the Faculty of Ushuluddin attains the lowest (M = 365). In addition, female students, as yielded by t-test analysis, are found to have significantly higher English proficiency score. The findings implies the need to pay more attention to Islamic-related faculties having lower scores and to consider English proficiency score as an enrolment requirement especially for the faculty of Medicine. AbstrakTidak bisa dipungkiri bahwa Bahasa Inggris sangat penting dan ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kecapakan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai konteks studi ini mewajibkan semua mahasiswa yang diterima untuk mengikuti tes kecakapan berbahasa Inggrisd dan harus mencapai skor 450 untuk mahasiswa di luar prodi Bahasa Inggris dan 500 untuk prodi Bahasa Inggris sebelum mereka lulus. Dengan 12 fakultas baik studi Islam maupun non-Islam, menjadi menarik untuk melihat apakah fakultas sebagai sebuah variabel memiliki pengaruh. Selain itu, jender (perempuan) sebagai variabel lain sudah banyak ditemukan oleh studi lain memiliki prestasi yang lebih unggul dalam kecakapan berbahasa, dan oleh karena itu studi ini juga bertujuan untuk mengukur apakah gender merupakah faktor yang berpengaruh terhadap kecapakan berbahasa Inggris. Populasi studi ini adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2017, di mana data skor English Proficiency Test, asal fakultas dan jender sejumlah 5089 mahasiswa berhasil dikumpulkan dan Pustipanda. Dari analisis deskriptif statistik ditemukan bahwa skor terendah adalah 240 sedangkan tertinggi adalah 570 dan nilai rata-ratanya sebesar 383. Hasil analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan diantara fakultas, di mana Fakultas Kedokteran memiliki nilai rata-rata tertinggi (429) sementara Fakultas Ushuluddin memiliki nilai rata-rata terendah (365). Mahasiswa (perempuan), sebagaimana ditunjukkan oleh hasil analisis t-test, memiliki nilai rata-rata yang secara signifikan lebih tinggi dibanding mahasiswa (laki-laki).How to Cite : Azkiyah, S.,N. (2018).  Do Faculty and Gender Matter to Students’ English Proficiency Score?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 116-125. doi:10.15408/tjems.v5i2.1667

    Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia

    No full text
    AbstractThis paper is taking two cases of leadership. The first case deals with a given leadership trait of Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya district, and the other of Nyai Etti Tismayanti, al-Ikhwan Pesantren, Condong, Setia Negara, Tasikmalaya city. Applying a grounded research method and using Anthony Giddens’s perspective of social practice, the study identifies woman’s leadership in Islamic educational institutions, from the competition of social force of kodrat and of democracy and feminism.  The object of the study is the Muslim woman’s leadership at pesantren in the local context. The data used in this study is based on the fieldwork which was done April to November 2010 in both Tasikmalaya district and city. The study found that women apply some strategies and manipulate the hindrances they face dynamically to have a career in the educational realm, in the male world using the limitation imposed by the norm such as kodrat, with several strategies. Modern values as social forces do influence female leadership agency but are implemented through certain rationalization which still maintains the traditional roles of women.AbstrakArtikel ini mendiskusikan bagaimana perempuan memimpin di pesantren, baik dalam bentuk kepemimpinan terberi (inherited) atau kepemimpinan yang diraih dengan usaha (achieved leadership) di konteks lokal, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaaya, dengan mengambil dua kasus kepemimpinan. Kasus pertama mendiskusikan jalan (trait) kepemimpinan Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya Kabupaten, dan kedua Nyai Etti Tismayanti, dari Pesantren al-Ikhwan, Condong, Setia Negara, Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode grounded research dan perspektif praktek sosial Anthony Giddens, kajian ini mengidentifiksi kepemimpinan perempuan di Lembaga pendidikan Islam, dari kompetisi kekuatan sosial kodrat perempuan dan kekuatan demokrasi dan feminism. Obyek kajian ini adalah kepemimpinan perempuan Muslim di pesantren dalam konteks lokal.  ata yang digunakan dalam peneliti ini adalah berdasar pada hasil penelitin lapngan yang dikerjakan dari bulan April sampai November 2010 di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.Kajian ini menemukan bahwa perempuan mengaplikasikan beberapa strategi dan mensiasti halangan yang mereka temui dan mereka  secara dinamis bergerak meraih karir  dalam dunia pendidikan, dengan menggunakan keterbatasan yang mereka punyai  disebabkan pengaruh norma kodrat. Nilai-nilai modern yang berfungsi sebagai kekuatan sosial mempengaruhi agensi kepemimpinan perempuan, tapi pengaruh tersebut dirasionalisasi melalui kekuatan sosial yang masih memelihara peranan tradisional perempuan. How to Cite Kusmana (2019).   Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 23-35. doi:10.15408/tjems.v6i1.8919

    The Ability of Students’ Scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution through Science Writing Heuristic (SWH)

    No full text
    AbstractMany students have found the difficulties to give proper evidence scientifically. Therefore, it is necessary to provide the learning approach model which guides students to argue scientifically on the laboratory work writing namely science writing heuristic (SWH). In this research, we tried to describe the quality of students scientific argumentation on acid-base and buffer solution laboratory work writing through mixed methods embedded concurrent. The research data was obtained through assessment rubric of ability scientific argumentation SWH formatted and field notes. The overall of ability scientific argumentation was moderate (63.60%).  From this research, we found that laboratory work writing with laboratory report SWH formatted can improve students’ ability on their scientific argumentation.AbstrakBanyak pelajar telah menemukan kesulitan untuk memberikan bukti yang tepat secara ilmiah. Oleh karena itu, perlu untuk menyediakan model pendekatan pembelajaran yang memandu pelajar untuk berdebat secara ilmiah tentang penulisan kerja laboratorium yaitu heuristik penulisan sains (SWH). Dalam penelitian ini, kami mencoba mendeskripsikan kualitas argumentasi ilmiah pelajar pada penulisan kerja laboratorium larutan asam-basa dan buffer melalui metode campuran yang disatukan secara bersamaan. Data penelitian diperoleh melalui rubrik penilaian kemampuan argumentasi ilmiah SWH yang diformat dan catatan lapangan. Keseluruhan argumentasi ilmiah kemampuan adalah sedang (63,60%). Dari penelitian ini, kami menemukan bahwa penulisan kerja laboratorium dengan laporan laboratorium yang diformat SWH dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam argumentasi ilmiah mereka.How to Cite : Firmansyah, R. A., Kumala, L. H. (2018).  The Ability of Students’scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution Through Science Writing Heuristic (SWH). TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 166-177. doi:10.15408/tjems.v5i2.10412

    Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia

    No full text
    AbstractThe study aims to investigate the knowledge of junior high school students on Islamic religious education materials and the social awareness of the Minangkabau religious social activist community. The subject matter of Islamic education is al-Quran, al-Hadith, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah and Arabic language. The research method is community based research. The general steps of the CBR are cycles in four stages, namely, laying the foundation, planning, gathering/analyzing information and action to finding. This study involves junior high school students and the community of Minangkabau religious social activist. This study found that these students have poor Islamic religious knowledge in seven materials. The Minangkabau religious social activists have a high social awareness when activities strengthen formal education with Islamic non-formal education is carried out. The study also provides recommendations on the need for further on finding action for the development of madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) by exploring Minangkabau values. The findings of this study have implied that this research is an effort that can be done to stop the “silent or slow running phase” of the Minangkabau (surau) mosque and madrasa. This study has also reaffirms that Minangkabau surau and madrasah are not lost or will be lost in Minangkabau, West Sumatra Indonesia.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan siswa SMP pada materi pendidikan agama Islam dan kesadaran sosial dari komunitas aktivis sosial religius minangkabau. Subyek pendidikan Islam adalah materi al-Quran, al-Hadits, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah dan bahasa Arab. Metode penelitian adalah penelitian berbasis komunitas (community based research). Langkah-langkah umum CBR adalah siklus dalam empat tahap: meletakkan fondasi, perencanaan, pengumpulan / analisis informasi dan tindakan untuk menemukan. Penelitian ini melibatkan siswa SMP dan komunitas aktivis sosial keagamaan minangkabau. Studi ini menemukan bahwa para siswa ini memiliki pengetahuan agama Islam yang buruk dalam tujuh materi. Para aktivis sosial keagamaan minangkabau memiliki kesadaran sosial yang tinggi ketika kegiatan memperkuat pendidikan formal dengan pendidikan non-formal Islam dilakukan. Studi ini juga memberikan rekomendasi tentang perlunya untuk lebih lanjut menemukan tindakan untuk pengembangan madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) dengan mengeksplorasi nilai-nilai minangkabau. Temuan penelitian ini telah mengimplikasikan bahwa penelitian ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan "fase diam atau lari perlahan" surau dan madrasah minangkabau. Penelitian ini juga menegaskan bahwa surau dan madrasah minangkabau tidak hilang atau akan hilang di minangkabau, Sumatera Barat Indonesia.  How to Cite : Haviz, M. Afwadi. Kasmuri. Maris. I. M., Hanif, A., Trisoni, R., Effendi, Y. (2019).  Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 10-22. doi:10.15408/tjems.v6i1.8657

    DEVELOPING SOCIAL INTELLIGENCE SCALE INSTRUMENTS FOR VOCATIONAL SCHOOL (SMK) STUDENTS

    No full text
    AbstractThis study aims to develop scale instruments that can be used to identify potentials in relation to the readiness of students to enter the workforce with very high commissioning characteristics. The study was conducted at SMK Negeri 57 South Jakarta, using a simple random technique for 135 students. Data were analyzed using a Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the SEM (Structural Equation Modeling) method. The findings of the study show that: (1) Steps to develop a valid and reliable social intelligence scale instrument are; synthesis, construct, type of instrument, instrument lattice, instrument items, theoretical validation, trial, calculate validity and reliability, instrument assembly. (2) The dimensions and indicators underlying the concept of social intelligence scale are; component of social awareness (dimensions of basic empathy, dimensions of alignment, empathic accuracy, social understanding), components of social facilities (dimensions of synchronization, self-appearance, influence, concern). (3) Calculation of instrument validity using total gain correlation formula, Pearson product moment with a significance level of 0.05; r table = 0.176. (4) Instrument reliability is α = 0.858.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen skala yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi dalam relasinya dengan kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja dengan karakteristik commissioning yang sangat tinggi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 57 Jakarta Selatan, menggunakan teknik acak sederhana untuk 135 siswa. Data dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan metode SEM (Structural Equation Modeling). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah-langkah untuk mengembangkan instrumen skala kecerdasan sosial yang valid dan dapat diandalkan adalah; sintesis, konstruk, jenis instrumen, instrumen kisi, item instrumen, validasi teoretis, percobaan, menghitung validitas dan reliabilitas, perakitan instrumen. (2) Dimensi dan indikator yang mendasari konsep skala kecerdasan sosial adalah; komponen kesadaran sosial (dimensi empati dasar, dimensi keselarasan, akurasi empatik, pemahaman sosial), komponen fasilitas sosial (dimensi sinkronisasi, penampilan diri, pengaruh, kepedulian). (3) Perhitungan validitas instrumen menggunakan rumus korelasi total gain, Pearson product moment dengan tingkat signifikansi 0,05; r tabel = 0,176. (4) Keandalan instrumen adalah α = 0,858.How to Cite : Tjalla, A. (2018).  Developing Social Intelligence Scale Instruments for Vocational School (SMK) Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 145-154. doi:10.15408/tjems.v5i2.10622

    Strengthening Student’s Spiritual Attitude Through Reflecting Learning Experiences by Teaching Materials Utilization

    No full text
    AbstractSpiritual and social attitudes are important competencies that must be obtained by students through direct or indirect learning. Among the factors that determine the success of strengthening spiritual and social attitudes in learning are teaching materials that enable students to understand the experiences gained. The focus of this study is to strengthen students\u27 spiritual and social attitudes through teaching materials that can make students give meaning to learning experiences. This research was conducted by observing and open questionnaire filling by students regarding the meaningfulness of teaching materials used in learning Islamic education (PAI) to strengthen the competency of spiritual attitudes and social attitudes of students. The results showed that the use of teaching materials in the student\u27s book to reflect learning experiences and follow-up to improve their spiritual and social behaviour had fulfilled the need to reflect the values of spiritual and social attitudes from their learning experiences.AbstrakSikap spiritual dan sosial adalah kompetensi penting yang harus diperoleh oleh siswa melalui pembelajaran langsung atau tidak langsung. Di antara faktor-faktor yang menentukan keberhasilan penguatan sikap spiritual dan sosial dalam belajar adalah bahan ajar yang memungkinkan siswa untuk memahami pengalaman yang diperoleh. Fokus penelitian ini adalah memperkuat sikap spiritual dan sosial siswa melalui bahan ajar yang dapat membuat siswa memberi makna pada pengalaman belajar. Penelitian ini dilakukan dengan mengobservasi dan pengisian quesioner oleh siswa mengenai kebermaknaan bahan ajar yang digunakan dalam belajar PAI untuk menguatkan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang ada pada buku siswa untuk memaknai pengalaman belajar dan tindak lanjut bagi perbaikan perilaku spiritual dan sosial mereka, belum memenuhi kebutuhan refleksi nilai-nilai sikap spiritual dan sosial dari pengalaman belajar mereka. How to Cite: Nursobah, A., Suhartini, A., Basri, H., Hayat, T. (2019).   Strengthening Student’s Spiritual Attitude Through Reflecting Learning Experiences by Teaching Materials Utilization. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 117-133. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11915.

    21

    full texts

    225

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇