Acta VETERINARIA Indonesiana
Not a member yet
    324 research outputs found

    Profil Kreatinin dan Nitrogen Urea Darah pada Anak Sapi Friesian Holstein yang Disuplementasi Zn

    Get PDF
    Parameter kreatinin dan nitrogen urea darah atau blood urea nitrogen (BUN) dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat adanya gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kreatinin dan BUN dalam serum anak sapi Friesian Holstein (FH) yang diberi suplementasi mineral Zn di dalam pakan. Penelitian ini menggunakan 9 ekor anak sapi FH yang sehat secara klinis dan umur berkisar antara 6-10 bulan. Hewan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok tanpa suplementasi Zn, kelompok yang diberi suplementasi Zn sebesar 60 ppm, dan kelompok yang diberi suplementasi Zn sebesar 120 ppm. Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena jugularis sebelum pemberian Zn dan setiap bulan setelah pemberian Zn selama 3 bulan. Sampel darah dalam bentuk serum dianalisis untuk kadar kreatinin dan BUN menggunakan alat spektrofotometer. Hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa kadar kreatinin darah berkisar antara 0,64 sampai 0,77 mg/dL, dan kadar BUN berkisar antara 8 sampai 19 mg/dL. Kadar kreatinin dan BUN darah pada anak sapi FH masih berada pada kisaran normal. Oleh karena itu suplementasi Zn 60 ppm maupun 120 ppm yang diberikan selama tiga bulan pada anak sapi FH relatif aman dan tidak menggangu fungsi ginjal.Kata kunci: mineral Zn, BUN, kreatinin, anak sapi Friesian Holstein. (Creatinin and Blood Urea Nitrogen Profiles on Friesian Holstein Calves Supplemented by Zn)Creatinine and blood urea nitrogen (BUN) can be used for indicator renal disfuction. The objective of this experiment was to study the concentration of creatinine and blood urea nitrogen in Friesian Holstein (FH) calves, received feed supplemented by Zn. Nine healthy Holstein calves, 6-10 months old were used in this experiment. The calves were devided into 3 groups, consisted of three calves, i.e. no supplementation (control), 60 ppm and 120 ppm of Zn supplementation. Blood sample were collected from jugular vein, before dan after supllementation Zn every month untill 3 months. Blood urea nitrogen and creatinine concentrations in serum were analysed using spectrophotometer. Results of the experiment had indicated that the creatinine and BUN concentration ranging between 0,64-0,77 mg/dL and 8-19 mg/dL, respectively. In conclusion, concentration of creatinine and Blood urea nitrogen were in a normal range. So the supplementation of Zn 60 and 120 ppm were given for three months in Friesian Holstein calves relatively safe for renal function.Keywords: zinc, blood urea nitrogen, creatinine, Friesian Holstein calves

    Perilaku Memelihara Burung Paruh Bengkok di Maluku Utara

    Get PDF
    Kajian tentang pemeliharaan burung paruh bengkok di Maluku Utara telah dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli 2012. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan melakukan wawancara terhadap 800 responden rumah tangga di 2 kota di Maluku Utara, yaitu Ternate dan Tobelo. Sebanyak 28 pertanyaan diajukan kepada responden terkait kepemilikan burung, cara mendapatkan, cara pemeliharaan, alasan memelihara, serta persepsi terhadap perilaku memelihara burung terkait dengan kelestariannya. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,6 % rumah tangga memelihara burung. Jenis yang paling banyak dipelihara adalah burung paruh bengkok, seperti kasturi ternate Lorius garrulus (68,2%), kemudian disusul secara berurut-urut kakatua putih Cacatua alba (10,1 %), nuri bayan Eclectus roratus (7,3 %) dan nuri kalung-ungu Eos squamata (16%), sementara jenis lainnya adalah nuri kepala hitam Lorius lory, serta bukan jenis paruh bengkok seperti julang irian Rhyticeros plicatus, merpati Columba livia, dan pergam kaca mata Ducula perspicillata dengan jumlah kira-kira sama. Alasan memelihara burung paling banyak adalah karena bisa menirukan kata (75,3%). Burung biasanya dipelihara dengan merantai kakinya di gantungan kayu (71%) dan pemelihara juga mencabut bulu sayap burung untuk mencegahnya terbang (34%). Rendahnya pengetahuan terhadap pemeliharaan burung berdampak pada tidak terpenuhinya kesejahteraan burung peliharaan dan rendahnya kesadaran terhadap kelestarian burung menjadi ancaman utama kepunahan burung di alam.Kata kunci: paruh bengkok, perilaku memelihara burung, Maluku Utara, wawancara(Parrot Bird-Keeping in North Maluku)Information of parrots bird keeping in North Maluku is available since the study has been conducted during April until July 2012. We interviewed 800 households in Ternate and Tobelo, North Maluku with total of 28 questions. The Questions were about the ownership of the birds, how to get, reason and how to keep care, as well as the perception of bird conservation related to bird-keeping. The results showed 13.6% of households keeping birds. Chattering lory Lorius garrulus were found to be the most popular pet (68.2%), followed by white cockatoo Cacatua alba (10.1%), eclectus parrot Eclectus roratus (7.3%) and violet-necked lory Eos squamata (16% ), the rest is divided equally respectively black-capped lory Lorius lory, and non-parrot species; blyth’s hornbill Rhyticeros plicatus, rock dove Columba livia, spectacled imperial-pigeon Ducula perspicillata. Birds were usually found with chained legs on wooden hangers (71%) and about 34% bird found with the flight feather hacked off to prevent escape. The concern for animal welfare were relatively low as well as for bird conservation.Keywords: Parrot, bird-keeping, Ternate, Tobelo North Maluku, intervie

    Performa dan Kecernaan Pakan Ayam Broiler yang diberi Hormon Testosteron dengan Dosis Bertingkat

    Get PDF
    Testosteron merupakan salah satu hormon anabolik yang dapat memacu pertumbuhan massa otot dan tulang. Hormon testosteron mampu merangsang sekresi growth hormone yang berperan dalam pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian hormon testosteron dengan dosis bertingkat terhadap performa dan kecernaan pakan ayam broiler. Sebanyak 44 ekor ayam broiler berumur 15 hari dengan rata-rata bobot badan antara 650 ± 71 g dibagi menjadi 4 kelompok (K, T1, T2, dan T3). K adalah kelompok kontrol; T1, T2, dan T3 adalah kelompok yang diberi testosteron dosis 1, 2, dan 4 mg per ekor. Parameter yang diukur adalah bobot badan, konsumsi pakan, rasio konversi pakan, serta persentase kandungan nutrisi (di dalam pakan dan feses). Hasil penelitian menunjukkan pemberian testosteron dosis 1 dan 4 mg dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian secara signifikan (p<0,05) pada ayam broiler yang berumur antara 15 dan 18 hari. Testosteron dosis 2 mg meningkatkan bobot badan harian secara signifikan (p<0,05) pada ayam broiler yang berumur antara 21 dan 24 hari. Konsumsi pakan, rasio konversi pakan, dan kecernaan pakan ayam broiler yang diberi hormon testosteron tidak menunjukkan perbedaan dibanding dengan kontrol. Akan tetapi, pada kelompok yang diberi testosteron dosis 4 mg, nilai kecernaan lemak, protein, dan karbohidrat cenderung meningkat.Kata kunci: broiler, kecernaan, pertambahan bobot badan harian, proksimat, testosteron (Broiler Chickens Performance and Feed Digestibility Treated with Multi-Dose Testosterone Hormone)Testosterone is one of the anabolic hormone that can trigger the growth of muscle mass and bone. Testosterone hormone can stimulate secretion of growth hormone that has a role in growth. The aim of this research was to observe the administration of multi-dose testosterone hormone on broiler chickens performance and feed digestibility. Fourty four broiler chickens 15 days old with average weight 650 ± 71 g were divided into 4 groups (K, T1, T2, and T3). K was control group; T1, T2, and T3 were groups which given testosterone dose 1, 2, and 4 mg each chicken. Parameters measured were body weight, feed consumption, feed conversion ratio (FCR), and nutritions percentage (in feed and feces). The results showed that testosterone dose 1 and 4 mg could increase the daily body weight gain significantly (p<0.05) in broiler chickens aged between 15 and 18 days old. Testosterone dose 2 mg could increase the daily body weight gain significantly (p<0.05) in broiler chickens aged between 21 and 24 days old. Feed consumption, FCR, and feed digestibility of chickens given testosterone did not show any difference compare with control. However, in group which given testosterone dose 4 mg, the digestibility values of fat, protein, and carbohydrates tended to increase.Keywords: broiler, digestibility, daily body weight gain, proximate, testosteron

    Multiple Trichoepithelioma pada Kukang (Nycticebus coucang) Jantan di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia: Studi Kasus

    Get PDF
    Berbagai macam neoplasia telah dilaporkan di prosimian tetapi masih sedikit sekali kasus tumor kulit pada kukang yang dilaporkan. Tulisan ini bertujuan untuk membahas kasus multiple trichoepithelioma pada kukang sumatra (N. coucang). Seekor kukang sumatera berjenis kelamin jantan, dewasa, memiliki berat 670 gram, telah diterima oleh Pusat Rehabilitasi Primata Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (PRP-YIARI), Bogor pada Mei 2014. Pada pemeriksaan fisik ditemukan sebanyak 18 buah bentukan masa di kulitnya dengan diameter yang bervariasi 5-25 mm dan tersebar di seluruh tubuh mulai dari kaki, tangan, punggung, perut dan dahi. Hasil biopsi jaringan menunjukkan adenoma kelenjar sebaseous dan pemeriksaan histopatologi lanjutan menunjukkan trichoepithelioma. Merujuk dari hasil histopatologi dan keberadaan jumlah tumor yang banyak, maka diagnosa dari kasus ini adalah multiple trichoepithelioma dengan prognosa fausta. Terapi berupa eksisi tumor dengan pembedahan telah dilakukan dan cukup efektif. Masih belum diketahui apakah penyakit ini telah ada pada kukang sejak hidup liar di alam atau terjadi ketika dipelihara dalam lingkungan captive.Kata kunci: kukang, IAR Indonesia, multipel trichoepithelioma, neoplasia (Multiple Trichoepithelioma pada Kukang (Nycticebus coucang) Jantan di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia: Studi Kasus)A variety of neoplasia have been reported in prosimians, but only a few skin neoplasia were reported in slow lorises. The objective of this case study is to report a case of multiple trichoepithelioma on sumatran slow loris (N. coucang). On May 2014, Pusat Rehabilitasi Primata Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia  (PRP-YIARI), Bogor, has been rescued an adult male Sumatran slow loris with 670 gram of body weight. During the physical examination, he was found with 18 masses in his skin, in varies diameter (5-25 mm) and spread in his whole body from hand, foot, back, stomach and forehead. The result of tissues biopsy shown that the masses were sebaceous gland adenoma, but further histopathological examination shown that it was trichoepithelioma. Due regard of the histopathological result and the amount of the tumour, we diagnosed this case study as multiple trichoepithelioma with good prognosis. Treatment by surgical tumour excision has already done and had quite effective result. It still remind unclear whether this case happen since the slow loris live in the wild or during in captivity.Keywords: slow loris, IAR Indonesia, multiple trichoepithelioma, neoplasi

    Aktivitas Larvasida Biji Bengkuang sebagai Insektisida Nabati terhadap Larva Lalat Crysomya bezziana

    Get PDF
    Bengkuang merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas biji bengkuang sebagai insektisida nabati terhadap larva lalat Crysomya bezziana (C. bezziana) agen penyebab miasis secara in vitro. Penelitian ini terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Masing-masing sebanyak 20 Larva instar 1 (L1), Larva instar 2 (L2), dan Larva instar 3 (L3) C.bezziana digunakan untuk pengujian in vitro menggunakan pot plastik yang berisi media larva dan ekstrak ethanol biji bengkuang dengan konsentrasi bertingkat 0,06, 0,12, dan 0,25%. Coumaphos 0,06% dan akuades steril digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,25% mampu menyebabkan 100% kematian larva dan 100% pupa tidak menetas. Pengujian L3 menunjukkan bahwa ekstrak ethanol biji bengkuang mampu menyebabkan penurunan daya tetas pada semua konsentrasi. Pengujiaan L1 dan L2 untuk mengindikasikan efektifi tas ekstrak sebagai racun perut, sedangkan pengujian pada L3 sebagai indikasi racun kontak. Biji bengkuang memiliki daya larvasida terhadap beberapa jenis larva serangga C. bezziana

    Studi Sistem Respirasi dan Kajian Mikrobiologis Lumba-lumba Hidung Botol Indo Pasifik (Tursiops aduncus) dari Perairan Laut Jawa

    Get PDF
    Lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin) adalah spesies lumba-lumba yang paling umum danpaling dikenal orang. Gangguan sistem respirasi pada lumba-lumba sering dijumpai, sementara jenisbakteri yang sering menyerang lumba-lumba dari perairan Laut Jawa belum pernah diteliti. Penelitianini bertujuan untuk mempelajari pemeriksaan klinis sistem respirasi lumba-lumba dan melakukan isolasibakteri serta jamur pada sistem respirasi bottlenose dolphin (Tursiops aduncus) dari Perairan Laut Jawa.Penelitian dilakukan dengan studi pustaka, pemeriksaan klinis serta isolasi sampel sistem respirasi. Swabdeep blowhole dilakukan terhadap sepuluh ekor bottlenose dolphin di PT. Wersut Seguni Indonesia.Sampel dikirim ke laboratorium Mikrobiologi FKH UGM untuk isolasi dan identifikasi terhadap bakteridan jamur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeriksaan klinis lumba-lumba hanya dapat dilakukansecara inspeksi. Hasil isolasi ditemukan bahwa 5 dari 10 lumba-lumba (50%) positif Staphylococcus aureus,sedangkan jamur tidak ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemeriksaan klinislumba-lumba dapat dilakukan dengan cara inspeksi terhadap blowhole, tingkah laku hewan, adanya“chuff” atau “honk”, frekuensi respirasi, sosialisasi hewan dan posisi hewan saat berenang. BakteriStaphylococcus aureus dijumpai pada sistem pernafasan lumba-lumba hidung botol dari perairan LautJawa di PT. Wersut Seguni Indonesia

    Kualitas Pakan Ruminansia yang Difermentasi Bakteri Selulolitik Actinobacillus sp.

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas selulolitik bakteri Actinobacillus sp. yangdikembangbiakkan menggunakan media alternatif yang murah. Ransum lengkap disusun kemudiandifermentasi menggunakan dua faktor perlakuan meliputi empat dosis fermentasi dan dua masainkubasi. Dosis fermentasi terdiri dari 0% (K), 2% (A), 3,5% (B) and 5% (C), sedangkan faktor inkubasiterdiri dari 3 hari dan 7 hari. Media alternatif menggunakan bahan-bahan kimia teknis yang ditambahdengan susu bubuk dan jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis A, B dan C yang diinkubasi7 hari secara signifikan meningkatkan kandungan bahan organik dan protein kasar, serta menurunkanserat kasar. Dosis B dan C dengan waktu inkubasi 7 hari secara signifikan meningkatkan kandunganbahan kering

    Determinan Antigen Gen omp2a Brucella abortus Isolat Lokal

    Get PDF
    Penyakit Brucellosis pada sapi disebabkan oleh Brucella abortus dan dikenal sebagai penyakitreproduksi menular pada ternak. Brucellosis merupakan penyakit zoonosis karena dapat menularpada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan antigen yang terdapat pada genomp2a B. abortus isolat lokal yang telah diblasting ke asam amino (protein). Sampel bakteri berasaldari sapi penderita Brucellosis asal Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Gen omp2a diamplifikasimelalui tehnik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan menggunakan primer 2ab5F dan 2a900R.Produk PCR disekuensing untuk mendapatkan sekuen nukleotida gen omp2a B. abortus isolat lokal.Sekuen nukleotida ini dianalisis tingkat homologinya terhadap isolat asal mancanegara yang diaksesdari GenBank dengan menggunakan BLAST. Sekuen nukleotida gen omp2a diblasting ke asam aminokemudian dengan metode Kolaskar dan Tongaonkar antigenicity dapat diperoleh determinan antigenpada antigen protein membran luar (OMP) B. abortus isolat lokal. Hasil menunjukkan bahwa tingkathomologi antara sekuen gen omp2a B. abortus isolat lokal dengan isolat asal mancanegara mempunyaitingkat homologi yang tinggi (99% - 100%). Hasil prediksi determinan antigen didapatkan enamdeterminan antigen pada antigen OMP B. abortus isolat lokal

    Tinjauan Makroskopik Organ Reproduksi Jantan Musang Luak (Paradoxurus hermaphroditus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari makroanatomi organ reproduksi jantan musang luak(Paradoxurus hermaphroditus). Pengamatan morfometri meliputi pengukuran panjang, diameter,dan bobot dari organ reproduksi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkanpanjang, diameter, dan bobot testis tanpa scrotum berturut-turut adalah 2,14 cm, 1,55 cm, dan 2,85 cm.Epididimis terdiri atas kaput, korpus, dan kauda epididimis. Kelenjar prostat mempunyai panjang 3,14cm, lebar 1,82 cm dan berat 4,21 g. Penis musang luak bertipe muskulo-kavernosus dengan panjang 7,77cm dan mempunyai penis spine. Secara umum, gambaran makroanatomi organ reproduksi musang luakjantan mirip dengan hewan karnivora lain seperti anjing dan kucing

    Kualitas Spermatozoa Domba yang Disentrifugasi sebelum Dibekukan dengan Pengencer Laktosa Pasca-Thawing

    Get PDF
    Telah diketahui bahwa plasma semen dapat menurunkan motilitas spermatozoa selama prosespembekuan. Sentrifugasi adalah metode yang digunakan untuk memisahkan plasma semen padaspermatozoa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada spermatozoa domba yang dibekukan dandiberi perlakuan sentrifugasi untuk memisahkan plasma semen dan spermatozoa domba. Terdapattiga perlakuan pada sampel spermatozoa domba yaitu kontrol (tanpa sentrifugas) dan sentrifugasidilakukan selama 5 menit dan 10 menit dengan kecepatan 3000 rpm. Ketiga sampel diekuilibrasi selama2 jam pada suhu 4 ºC, kemudian dibekukan dengan nitrogen cair dan di thawing pada suhu 37 ºC selama30 detik. Hasil yang didapat dengan menggunakan program analisis data SPSS dengan Anova dan ujilanjut Duncan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada motilitas, viabilitas, dan integritasmembran plasma utuh (MPU) antara spermatozoa dari kelompok kontrol dan perlakuan setelahthawing (P>0,05). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan plasma semen selamaproses pembekuan tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap kualitas spermatozoa domba pascapembekuan

    283

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Acta VETERINARIA Indonesiana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇