Acta VETERINARIA Indonesiana
Not a member yet
    324 research outputs found

    Detection of Antibiotic Residues in Chicken Meat and Eggs from Traditional Markets at Yogyakarta City Using Bioassay Method

    Get PDF
    Studies on antibiotic residues content in food of animal origin are currently needed to support veterinary public health programs. The present study was described bioassay method for the detection of antibiotic residues in chicken meat and eggs from traditional market at Yogyakarta City. A number of twenty-four chicken meat samples and 24 egg samples were taken from 8 traditional markets in Yogyakarta city. Samples were examined at Centre for Veterinary Wates, Yogyakarta, Indonesia using bioassay method for screening detection of penicillin, aminoglycoside, macrolide and tetracycline residues. This bioassay method using some bacteria, such as Bacillus stearothermophillus, B. cereus, B. subtilis, and Kocuria rizophila. A percentage of the results showed that 8.33% (2/24) samples of chickens tested positively contained the oxytetracycline antibiotic residues. Meanwhile, as much as 75% (18/24) samples of positive eggs contain penicillin antibiotic residues, positive residues of aminoglycoside amounted to 12.5% (3/24) and the positive residues of oxytetracycline also amounted to 12.5% (3/24)

    Folikel Pre-Ovulatori Sapi PO Dara yang Distimulasi Menggunakan PMSG Dosis Rendah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan folikel sapi PO dara yang distimulasi menggunakan PMSG dosis rendah (dosis non-superovulasi) dan perolehan folikel dominan pre-ovulatori sebagai informasi dasar untuk penerapan intrauterine programming pada sapi. Sapi PO dara berjumlah sembilan ekor dibagi ke dalam tiga kelompok dosis PMSG yaitu kontrol (NaCl 0.9% sebagai placebo), dosis PMSG 0.5, dan 1.0 IU/kg BB. Injeksi PMSG dilakukan pada awal gelombang folikel ke-2 berdasarkan perubahan dinamika ovari yang dikonfirmasi menggunakan USG diikuti injeksi PGF2α 48 jam kemudian. Perkembangan folikel sejak injeksi PMSG hingga terbentuknya pre-ovulatori folikel (POF) diamati dan dipetakan menggunakan USG. Jumlah POF tertinggi terdapat pada dosis PMSG 1.0 IU/kg BB (4.67+1.67) secara signifikan (P<0.05), sedangkan POF yang terbentuk pada dosis PMSG 0.5 IU/kg BB berjumlah satu, sama dengan kelompok kontrol (P>0.05). Meskipun jumlah POF yang terbentuk berjumlah satu, namun rataan diameter dan volume kelompok sapi dosis 0.5 IU/kg BB lebih besar 16.13% dan 57.14% secara berurutan dibandingkan kelompok kontrol, diikuti oleh dosis 1.0 IU/kg BB dengan nilai tertinggi secara signifikan (P<0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa PMSG 0.5 IU/kg BB dapat terkontrol sehingga dapat digunakan sebagai metode pendekatan intrautering programming pada hewan monotokus

    Evaluasi Elektrokardiogram dan Radiografi Paru Domba Diimplan Scaffold Biphasic Calcium Phosphate/Alginate

    Get PDF
    Biomaterial merupakan suatu bahan yang digunakan untuk membantu persembuhan tulang sehingga mempunyai resiko terhadap organ jantung dan paru. Penanaman implan tulang dapat menyebabkan bone cement implantation syndrome yang dapat mempengaruhi aktivitas jantung. Degradasi implan pada tulang dapat menyebabkan efek pada paru. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pada hasil elektrokardiografi jantung dan radiografi paru domba (Ovis aries) yang diimplan scaffold biphasic calcium phosphate/alginate pada tulang tibia. Penelitian ini menggunakan 3 ekor domba jantan berusia 1.5 tahun dengan berat rata-rata 20 kg. Penanaman implan scaffold BCP/alginate dilakukan secara aseptis pada sepertiga proximal medial tulang tibia. Perekaman EKG pada domba dilakukan dalam keadaan sadar dan posisi berbaring lateral recumbency serta pemeriksaan radiografi dengan standar pandang left lateral recumbency dilakukan pada sebelum dan sesudah operasi, hari ke-7, 30, 60, dan 90 sesudah operasi. Parameter yang dievaluasi berupa amplitudo dan durasi gelombang P, durasi komplek QRS, durasi interval PR, amplitudo R, amplitudo T, durasi interval QT, durasi segmen ST, dan gambaran radiografi toraks. Data elektrokardiogram diolah menggunakan Microsoft Excel 2007 dan IBM Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Data variabel dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode One Way Analyse of Variant (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada selang kepercayaan 95%. Aktivitas elektrokardiografi jantung dan gambaran radiografi paru domba tidak mengalami perubahan setelah memperoleh penanaman implan scaffold BCP/alginate

    Potensi Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca forma typica) dan Uli (Musa paradisiaca sapientum) Menaikkan Aktivitas Superoksida Dismutase dan Menurunkan Kadar Malondialdehid Organ Hati Tikus Model Hiperkolesterolemia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antioksidan kulit pisang kepok dan kulit pisang uli pada hati tikus hiperkolesterolemia. Kulit pisang kepok dan uli diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut air, etanol 70% dan etanol 96%. Ekstrak diuji fitokimia secara kualitatif. Ekstrak diuji aktivitas antioksidanya menggunakan metode DPPH. Ekstrak dengan nilai IC50 terendah dipilih untuk uji in vivo. Desain penelitian pada uji in vivo meliputi pencegahan dan pengobatan. Uji in vivo dilakukan dengan memberikan varian ekstrak kepada kelompok tikus percobaan. Parameter yang diamati adalah aktivitas SOD dan kadar MDA organ hati. Ekstrak kulit pisang kepok memiliki rendemen 17,97% (pelarut air), 17,18% (pelarut etanol 70%) dan 15,02% (pelarut etanol 96%). Ekstrak kulit pisang uli memiliki rendemen 33,04% (pelarut air), 27,2% (pelarut etanol 70%) dan 34,42% (pelarut etanol 96%). Ekstrak kulit pisang kepok dan uli pada berbagai pelarut memiliki karakteristik warna coklat. Semua ekstrak mengandung senyawa flavonoid. Saponin terdapat pada semua ekstrak kecuali ekstrak kulit pisang uli dengan pelarut etanol 96%. Triterpenoid hanya terkandung pada ekstrak kulit pisang kepok dengan pelarut etanol. Ekstrak kulit pisang kepok dengan pelarut etanol 70% memiliki nilai IC50 terendah (P<0.01) dibandingkan dengan jenis ekstrak lainnya. Kelompok pencegahan dan kelompok pengobatan yang dicekok ekstrak etanol 70% kulit pisang kepok memiliki aktivitas SOD secara nyata lebih tinggi dan kadar MDA lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak dicekok ekstrak (P<0,05). Ekstrak kulit pisang kepok dengan pelarut etanol 70% menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik. Ekstrak etanol 70% kulit pisang kepok menaikkan aktivitas superoksida dismutase dan menurunkan kadar malondialdehid organ hati tikus percobaan model hiperkolesterolemia baik sebagai pencegahan maupun pengobatan

    Aktivitas Diuretik dan Analisa Mineral Urin Perlakuan Ekstrak Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus Benth) pada Tikus Jantan

    Get PDF
    Tanaman Kumis Kucing merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak keuntungan dan sudah digunakan sejak dahulu dalam upaya menjaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas diuretik dari penggunaan ekstrak Kumis Kucing dan mengukur kadar kalium dan natrium dalam urin. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat grup; kontrol negatif (akuades), kontrol positif (furosemide), dosis ekstrak 1 (250mg/kg BB) dan dosis ekstrak 2 (500mg/kg BB). Ekstrak diberikan secara peroral selama 7 hari. Aktivitas diuretik pada kelompok ekstrak dan kontrol positif pada jam pertama (P>0.05) dan jam keenam (P<0.05). Volume urin kumulatif dosis 1 mendekati furosemide. Pengukuran mineral urin menunjukkan hasil kehilangan mineral natrium dan kalium pada kelompok ekstrak lebih kecil dibandingkan kelompok referensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dosis efektif ekstrak Kumis Kucing adalah 250 mg/kg BB pada jam ke-2 dan menunjukkan kehilangan mineral dalam urin yang lebih kecil

    Analisis Proteomik Cairan Sinovial Sendi Domba: Efektivitas Metode dan Profil Protein Fungsional

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode deplesi dan digesi protein, serta menganalisis proteom cairan sinovial (SF) sendi pada domba sehat menggunakan kromatografi cair–tandem spektrometri massa. Cairan SF dikoleksi dari enam ekor domba garut betina, umur ±4 tahun, berat 35-40 kg, dan sehat secara klinis. Deplesi protein berkelimpahan tinggi dilakukan dengan metode spin column menggunakan TOP 12 dan metode proteospin, sementara digesi protein dengan tiga metode, yaitu digesi in solution, in gel, dan in-solution + filter-aided sample preparation (FASP). Metode yang terbaik kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi peptida menggunakan ultra performance liquid chromatography. Metode deplesi proteospin dengan digesi protein in-solution + FASP merupakan metode terbaik berdasarkan nilai coverage dan sequest HT. Hasil analisis proteomik terkarakterisasi 52 protein pada database spesies domba. Anotasi gen ontologi menggunakan DAVID analysis menunjukkan bahwa protein-protein SF tersebut merupakan komponen sel terutama sebagai eksosom ekstraseluler, fungsi molekuler sebagai aktivitas inhibitor endopeptidase tipe-serin dan pengikat ion kalsium; serta proses biologis sebagai angiogenesis dan koagulasi darah atau pembentukan fibrin. Analisis KEGG pathway menunjukkan protein SF berperan utama pada jalur kaskade koagulasi dan komplemen

    Risk Assessment of The Use of Colistin Sulfate In Broiler Due To Escherichia coli Resistance In Broiler Flocks

    Get PDF
    The risk assessment of antimicrobial resistance is very important to determine the risk of decreasing antimicrobial efficacy can be used as a basis for policymakers in allowing or prohibiting the use of an antimicrobial. This study aims to assess the risk of using colistin against E. coli resistance in the broiler flock. Risk assessment is carried out qualitatively using primary data, interviews, and secondary data. To obtain primary data various studies were carried out including monitoring the prevalence of colistin-resistant E. coli and mcr-1 also mcr-2 genes in broiler flocks, mcr-1 gene transfer from E. coli to Salmonella Enteritidis, mcr-1 gene sequencing, mutant selection windows of colistin against E. coli, and also multiresistant of E. coli colistin-resistant. Assessment of the risk of E. coli colistin-resistant in the broiler flocks through direct contact with live broiler flock environment with the resulting assessment is a medium risk with low uncertainty. Since colistin sulfate is very critically important for humans, the reduced use of colistin sulfate in animal production is necessary to reduce the risk of resistance. Reducing the use of colistin sulfate requires the collaboration of various sectors such as the government, veterinary drugs industries, farmers, and consumers

    Komparasi Morfologi Lambung Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) Berdasarkan Pola Pemberian Pakan Buah Kopi

    Get PDF
    Musang luwak dikenal sebagai hewan yang menghasilkan biji kopi luwak dengan harga jual tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh konsumsi buah kopi terhadap morfologi lambung musang luwak. Sampel didapatkan dari lambung enam musang yang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah musang luwak yang mengkonsumsi kopi (Mk) (n=3) dan kelompok yang tidak mengkonsumsi kopi (TMk) (n=3). Lambung yang telah terfiksasi kemudian diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Pengamatan makroskopik dilakukan dengan mengamati bentuk dan ukuran dari lambung. Pengamatan mikroskopik dilakukan menggunakan teknik histokimia yaitu melalui pewarnaan hematoksilin eosin (HE), alcian blue (AB), dan periodic acid Schiff (PAS). Hasil pengamatan menunjukan kondisi lambung yang relatif berbeda. lambung kelompok Mk memiliki ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan lambung kelompok TMk namun memiliki lipatan mukosa yang lebih sedikit, terutama pada bagian proksimal lambung. Kelenjar fundus lambung kelompok Mk menunjukan jumlah sel parietal yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan kelompok TMk. Pewarnaan AB dan PAS menunjukan sebaran karbohidrat netral yang lebih dominan pada permukaan kelenjar pilorus kedua kelompok perlakuan. Konsentrasi karbohidrat asam yang tinggi juga ditemukan pada kelenjar fundus kedua kelompok perlakuan. Karakteristik lambung ini diduga berhubungan dengan diet dan proses pencernaan pada saluran pencernaan musang luwak

    Evaluasi Gambaran Darah dan Marker Stres (Rasio H/L) Ayam Pedaging yang Diberi Daun Bangun-Bangun selama 28 Hari

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian simplisia daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour.) terhadap gambaran darah dan marker stres (rasio H/L) ayam pedaging. Sebanyak 60 ekor ayam pedaging strain Cobb berumur 1 hari (DOC) dibagi ke dalam rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 15 ulangan. Ayam percobaan yang diberi tambahan simplisia daun bangun-bangun dalam air minum dengan dosis 0% (kontrol) dan dosis 0.125, 0.25, dan 0.375% (perlakuan). Pemberian perlakuan dilakukan selama 28 hari secara per oral melalui air minum yang dimulai sejak ayam berumur 8 sampai dengan 35 hari. Analisis darah dilakukan pada masing-masing kelompok perlakuan sebanyak 6 kali. Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari ke-7 (sebelum perlakuan) dan 35 (setelah perlakuan). Hasil gambaran darah merah (jumlah butir darah merah, hematokrit, dan hemoglobin) dan diferensial darah putih (monosit, eosinofil, basofil) tidak berbeda nyata (p>0.05) pada semua perlakuan baik sebelum dan setelah perlakuan. Setelah perlakuan, ayam yang diberi daun bangun-bangun dosis 0.125 dan 0.25% memiliki rasio H/L yang lebih rendah dibanding kontrol (p<0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian daun bangun-bangun dosis 0.125 dan 0.25% mampu menurunkan tingkat stres ayam percobaan tanpa disertai perubahan gambaran darah

    Desain Primer Berdasarkan Gen Mt-12s Rrna untuk Mendeteksi Cemaran Daging Babi pada Produk Olahan Asal Daging Sapi dengan Metode Multipleks-Pcr

    Get PDF
    Kasus pencampuran daging babi pada produk olahan asal daging sapi yang meresahkan masyarakat, terutama yang beragama Islam, masih ditemukan di Indonesia. Metode multipleks Polymerase Chain Reaction (multipleks-PCR) dapat mendeteksi cemaran daging babi pada produk olahan asal daging sapi. Metode ini menggunakan beberapa primer spesifik yang dapat mengamplifikasi beberapa target DNA dalam satu kali reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain primer spesifik untuk digunakan dalam mendeteksi cemaran daging babi pada produk olahan daging sapi menggunakan metode multipleks-PCR. Pertama-tama, primer didesain secara in silico menggunakan perangkat lunak bioinformatika MegAlign, Seqbuilder, dan AmplifX. Desain ini menggunakan gen mt-12s rRNA sebagai dasarnya. Primer yang didesain berupa dua primer forward untuk sapi: 5’-AGATTCACTGCATCTAACCCT-3’ dan babi: 5’-CTACATAAGAATACCCACCATACG-3’, serta satu primer reverse universal untuk sapi dan babi: 5’-CCAAGCACACTTTCCAGTATG-3’ Amplikon yang terbentuk secara in silico dari primer tersebut untuk DNA sapi 91 bp, sementara pada babi sebesar 230 bp. Selanjutnya, primer diuji untuk mengamplifikasi DNA daging sapi, daging babi, campuran kedua daging, dan produk olahan asal daging sapi, yaitu bakso sebanyak dua belas sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa primer hasil pendesainan dapat digunakan untuk mengamplifikasi target DNA dari daging sapi, daging babi, campuran kedua daging, dan produk olahan. Dengan demikian, primer hasil pendesainan ini terbukti dapat digunakan dalam metode multipleks-PCR untuk mendeteksi cemaran daging babi pada produk olahan sapi

    283

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Acta VETERINARIA Indonesiana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇