Acta VETERINARIA Indonesiana
Not a member yet
    324 research outputs found

    Escherichia coli O157:H7 Resistan Antibiotik Pada Daging Kebab yang Dijual di Sekitar Kampus IPB Dramaga Bogor

    Get PDF
    Kebab merupakan salah satu makanan siap saji atau ready to eat (RTE) yang populer di seluruh dunia. Escherichia coli (E. coli) O157:H7 banyak dihubungkan dengan kejadian outbreak foodborne disease pada kebab. Kontaminasi E. coli O157:H7 resistan antibiotik pada kebab dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi E. coli O157:H7 resistan antibiotik yang diisolasi dari daging kebab yang dijual di sekitar Kampus IPB Dramaga Bogor. Total 43 sampel daging kebab diambil dari seluruh pedagang kebab di sekitar Kampus IPB Dramaga dalam radius 2 km dari batas terluar Kampus. Isolasi dan identifikasi E. coli mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2897:2008 dari Badan Standardisasi Nasional tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur, dan Susu, serta Hasil Olahannya. Uji serotyping E. coli O157:H7 menggunakan uji Serologis. Uji resistansi E. coli O157:H7 mengacu pada standar Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) dan dilakukan terhadap 10 jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan enam isolat positif E. coli O157:H7 (31.6%; 6/19) yang resistan terhadap ampisilin, amoksisilin-asam klavulanat, sefotaksim, gentamisin, siprofloksasin, enrofloksasin, kolistin sulfat dengan satu isolat termasuk multidrug resistant (MDR). Semua isolat E. coli O157:H7 masih sensitif terhadap trimethoprim-sulfametoksasol, oksitetrasiklin, dan kloramfenikol

    Konsentrasi IL-6 Serum terhadap Penyembuhan Luka Pasca Pemasangan Implan Paduan Logam pada Babi (Sus scrofa)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi IL-6 serum pada fase akut dan kronis selama proses penyembuhan luka pasca pemasangan implan paduan logam pada vesika urinaria babi. Penelitian ini menggunakan 6 ekor babi jantan dan betina, usia 2-3 bulan, dengan bobot badan berkisar 25-30 kg yang dibagi ke dalam dua kelompok implan dan tiga waktu pengamatan. Implan logam yang digunakan adalah Zn-0.5Al sebagai kelompok I dan ZnMg(4x) sebagai kelompok II, sedangkan waktu pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 14, dan 28. Pemasangan implan dilakukan pada vesika urinaria (VU) menggunakan teknik cystotomi. Pengukuran konsentrasi IL-6 serum menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Data dianalasis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke-0, implan Zn-0.5Al dan ZnMg(4x) berturut-turut adalah 1.38±2.40 pg/mL dan 0.10±0.17 pg/mL. Konsentrasi IL-6 hari ke-14 pada setiap implan terlihat mengalami penurunan dibandingkan pada hari ke-0, yaitu 0.74±1.29 pg/mL dan 0 pg/mL. Selanjutnya hari ke-28 konsentrasi IL-6 kembali mengalami penurunan, yaitu 0.32±0.35 pg/mL dan 0 pg/mL. Penurunan konsentrasi IL-6 dari fase akut ke fase kronis proses penyembuhan luka pada setiap kelompok implan tidak berbeda signifikan (P>0,05). Pemeriksaan serum pada babi (Sus scrofa) terhadap konsentrasi IL-6 kelompok perlakuan implan Zn-0,5Al dan ZnMg(4x) tidak menunjukkan perbedaan nyata (P>0,05) pada hari ke-0, 14, dan 28

    Pengujian Toksisitas Akut LD50 Infusa Benalu Teh (Scurrula sp.) dengan Menggunakan Mencit (Mus musculus)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian infusa benalu teh (Scurrula sp.) terhadap toksisitas akut lethal dose 50 (LD50) dan mengkaji perubahan histopatologi hati, ginjal, dan limpa mencit. Sebanyak 30 ekor mencit jantan dan 30 ekor mencit betina dibagi menjadi enam kelompok dan lima ulangan. Mencit percobaan yang tidak diberi infusa benalu teh dikelompokkan sebagai kontrol, sedangkan yang diberi infusa benalu teh dosis 1, 5, 10, 15, dan 20 g/kg BB dikelompokkan sebagai perlakuan. Pemberian infusa benalu teh dilakukan satu kali pada awal penelitian secara oral kemudian mencit diamati gejala klinis, mortalitas, dan bobot badan. Pada akhir penelitian (hari ke-14), mencit percobaan dikorbankan untuk dievaluasi secara histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa benalu teh pada mencit sampai dengan dosis 20 g/kg BB tidak menimbulkan kematian ataupun gejala klinis spesifik serta pertumbuhan normal. Gambaran histopatologi menunjukkan bahwa pemberian infusa benalu teh pada semua mencit percobaan sampai dengan dosis 20 g/kg BB tidak ditemukan adanya degenerasi maupun nekrosis pada organ hati, ginjal, maupun limpa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa infusa benalu teh dikelompokkan dalam sediaan praktis tidak toksik dan tidak menimbulkan kelainan pada organ hati, ginjal, maupun limpa

    Preliminary Study: Detection of Ecto and Endoparasites Among Wild Rats From Urban Area in Blimbing, Malang, East Java

    Get PDF
    Zoonotic parasitic infections is one of the global public health issues. The complex parasite transmission allows for the relationship between people, animals, vectors, and the environment. The existence of rat in the environment has an important role as a host and reservoir for various types of ecto and endoparasites. This study was conducted to collect informative data on the parasitic infection of wild rats in Blimbing sub-district, Malang city, East Java. A total number of eight wild rat were captured using live-traps from landfills during 4 days. They were classified by sex, weight and body length. The rats were anesthetized, collecting for any ectoparasites and then their carcasses were dissected for examinations of endoparasites. The result of this study show succesfull live-trap of rodents including Rattus norvegicus (87.5%) and Suncus murinus (12.5%). 50% of sampled rodents were male, 37.5% were female, and 12.5% of female the musk shrew. The presence of helminthes infection in all wild rats, namely Hymenolopis nana, Syphacia obvelata, Nippostrongylus brasiliensis. Furthermore, the ectoparasites identification were Xenopsylla cheopis, Echinolaelap echidninus, and blood protozoa identifications Trypanosoma lewisi. Based on the results show 100% of wild rats positive infections of endo-ectoparasites. This study indicates to continuous study among rodents’ parasites in wild rats in different urban areas and analysis of their potential impact on public health

    Phenotypic and Genotypic Study of Antibiotics Resistance Profile in Escherichia coli Isolated from Broilers in Cianjur, Indonesia

    Get PDF
    This study aimed to investigate the phenotypic and genotypic of antibiotics resistance profile in Escherichia coli. The 30 samples come from cloacal swab of broilers in Cianjur, Indonesia. Isolation and identification of E. coli was performed by culture in McConkey agar, eosin methylene blue agar, Gram staining and five essential biochemical tests (IMViC). In this study, 10 isolates (33.3%) were confirmed E. coli positive. Phenotypic profile was performed by screening all isolates with 8 antibiotics of 6 antibiotic groups. The screening was carried by Kirby-Bauer disk diffusion method based on the standard of CLSI. For genotypic profile, each resistant isolate was detected antibiotic resistance-encoding gene. The result showed all isolates (100%) resistant against tetracyclin, oxytetracycline and erythromycin. Nine isolates (90%) detected nalidixic acid and enrofloxacin-resistant. The ciprofloxacin and gentamicin-resistant isolates were 70% and 40%, respectively. There was no resistant isolate for chloramphenicol. Multi drug-resistant was detected on 90% isolates. Only gyrA (100%) and tetA (80%) genes were detected. This study showed high rate of occurrence of antibiotic resistance in E. coli. Not all resistant isolates were detected in the antibiotic resistance-encoding gene in this study. Future research to detect resistance genes should use more varied target genes

    Deteksi Virus African Swine Fever dari Sampah Makanan Kapal Laut Internasional di Pelabuhan Tanjung Priok

    Get PDF
    ABSTRAK Sampah makanan kapal dihasilkan dari sampah dapur dan atau restoran yang berasal dari kru kapal atau penumpang. Sampah makanan kapal laut internasional yang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok berpotensi sebagai media pembawa virus African swine fever (ASF) ke Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadan virus ASF dari sampah makanan kapal laut internasional yang berasal atau transit dari negara tertular ASF di Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlah sampel dari setiap negara dihitung secara proporsional dari data jumlah frekuensi kedatangan kapal. Sebanyak 23 sampel pooling sampah makanan yang mengandung daging babi didapatkan dari 23 kapal yang berasal dari 5 negara tertular ASF yaitu China, Hong Kong, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan. Sampel diuji dengan real-time PCR di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian menggunakan kit ekstraksi dan master mix komersial serta primer King seperti yang direkomendasikan oleh OIE. Hasil penelitian menunjukkan dari total 23 sampel yang diambil sebanyak 2 sampel positif (8,69%) mengandung virus ASF. Sampel positif tersebut berasal dari kapal China dan Filipina. Keberadaan virus ASF pada sampah makanan tersebut menunjukkan indikasi bahwa sampah makanan dari kapal laut internasional dapat menjadi jalur masuknya ASF ke Indonesia. Kata kunci: African swine fever, sampah makanan, kapal laut, real-time PCR   ABSTRACT Ship’s food waste was generated from the kitchen and or the restaurant originating from ships crews or passengers. International ship’s food waste that is disposed at Tanjung Priok Port has the potential to carry African swine fever (ASF) to Indonesia. This study is aimed to detect the presence of the ASF virus from international ship’s food waste originating or transiting from ASF-infected countries at Tanjung Priok Port. The number of samples from each country which was calculated proportionally from the data on the frequency of ship arrivals. A total of 23 pooling samples of food waste containing pork were obtained from 23 ships from 5 ASF-infected countries, i.e., China, Hong Kong, Vietnam, Philippines, and South Korea. Samples were tested with real-time PCR at The Center for Diagnostic of Agricultural Quarantine using extraction kits and commercial master mixes and King’s primer as recommended by OIE. The results showed that from total of 23 samples, there were 2 positive samples (8.69%) containing the ASF virus. Those positive samples were from China and Philippines ships. The presence of the ASF virus in food waste indicates that food waste from international ships can be the entry route for ASF to Indonesia. &nbsp

    Isolasi dan Identifikasi Aspergillus Sp. pada Kantung Hawa Puyuh (Cortunix Japonica)

    Get PDF
    Aspergillosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus sp. yang dapat menyerang puyuh muda secara akut dan sebagai penyakit menahun pada puyuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Aspergillus sp. pada kantung hawa puyuh (Coturnix japonica). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 kantung hawa puyuh yang tidak produktif lagi (afkir) diambil secara acak. Isolasi dan identifikasi Aspergillus sp. dilakukan sesuai dengan menggunakan metode Thompson. Sampel dicuci dengan aquadest steril berisi antibiotic gentamicin selanjutnya ditanamkan pada media Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA) kemudian diinkubasikan pada suhu kamar selama 3-7 hari. Pertumbuhan koloni Aspergillus sp. diamati morfologinya secara makroskopis dan mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Aspergillus sp. dapat diisolasi dan diidentifikasi pada 24 dari 35 sampel kantung hawa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 68,57% sampel yang diperiksa positif terinfeksi Aspergillus sp. dengan persentase masing-masing spesies Aspergillus fumigatus 40%, Aspergillus flavus 25,7%, dan Aspergillus niger 17,1%

    Pola Kasus Penyakit Viral pada Anjing di Rumah Sakit Prof. Soeparwi Tahun 2017-2019

    Get PDF
    Beberapa permasalahan pemilik anjing di Yogyakarta adalah tingginya kasus penyakit anjing khususnya penyakit virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kejadian penyakit virus pada pasien anjing di Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi (PSAH) tahun 2017 - 2019 berdasarkan musim. Penelitian ini menggunakan rekam medis pasien PSAH yang dikategorikan berdasarkan infeksi penyakit virus yang didiagnosis. Data penyakit dianalisis secara diskriptif berdasarkan kasus penyakit menurut etiologi dan musim. Kedua data tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel. Selama 3 tahun terakhir (2017-2019) sebanyak 210 penyakit infeksi virus yang didiagnosis pada pasien anjing di PSAH. Jumlah kasus meningkat dari 54 kasus (2017), 75 kasus (2018), dan 81 kasus (2019). Kasus tertinggi didiagnosis Canine Papillomavirus (105 kasus) kemudian disusul canine adenovirus (61 kasus), Canine Parvovirus (30 kasus), dan virus Canine Distemper (14 kasus). Berdasarkan musim, sebagian besar kasus menunjukkan jumlah kasus yang tinggi pada musim hujan kecuali Canine Distemper dengan jumlah kasus yang hampir sama pada setiap musim. Penyakit-penyakit tersebut juga menunjukkan pola yang sama setiap tahun. Penelitian ini menemukan jumlah kasus penyakit yang disebabkan oleh Canine Papillomavirus, Canine Adenovirus, dan Canine Parvovirus, lebih tinggi pada musim hujan dibandingkan musim kemarau. Sedangkan kasus canine distemper relatif sedikit dan memiliki pola yang sama di setiap musim. Temuan penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik anjing dan dokter hewan untuk mencegah penyakit viral tersebut

    Toksisitas Perkembangan Ekstrak Daun Torbangun: Pengaruhnya terhadap Persentase Kematian dan Keterlambatan Osifikasi Fetus Mencit

    Get PDF
    Daun torbangun (Coleus amboinicus Lour.) memiliki berbagai manfaat dalam meningkatkan kesehatan manusia, namun belum terdapat penelitian yang memberikan informasi mengenai keamanan penggunaan daun torbangun pada masa kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun torbangun pada masa kebuntingan mencit terhadap perkembangan fetus yang digambarkan dengan kematian sebelum dan setelah implantasi, serta keterlambatan osifikasi rangka pada fetus mencit. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor mencit betina bunting yang diberikan ekstrak daun torbangun dari hari pertama hingga hari ke-18 kebuntingan. Dosis yang diberikan adalah sebanyak 0; 0.56; 1.68; dan 3.36 g/kg berat badan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak dengan dosis 3.36 g/kg BB menunjukkan perbedaan dalam peningkatan jumlah kematian sebelum dan setelah implantasi (P<0.05) dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Pemberian ekstrak dengan dosis minimum 0.56 g/kg BB dapat menyebabkan keterlambatan osifikasi pada fetus. Persentase fetus dengan keterlambatan osifikasi meningkat seiring dengan penambahan dosis. Konsumsi ekstrak daun torbangun pada masa kehamilan perlu dihindari karena berpotensi menyebabkan efek samping berupa kematian dan keterlambatan osifikasi pada fetus

    Combination of Systemic and Topical Treatment for Feline Dermatophytosis: A Case Report

    Get PDF
    Dermatophytoses or ringworm are the most common fungal infections in dogs and cats. This zoonotic disease is called dermatophytosis. A 2 years old male Persian cat referred to the Veterinary Clinic Faculty of Veterinary medicine, Universitas Gadjah Mada with multi-focal circular non-pruritic skin lesions and hair loss mainly on the head and ears. A complete series of dermatologic tests such as Wood’s light examination, direct microscopic examination, and fungal culture were performed. The cat was treated with itraconazole dosage orally for a period of 20 days and ketoconazole topical for 35 days, respectively. Thirty five days after treatments the cat showed reduction of lesions

    283

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Acta VETERINARIA Indonesiana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇