Acta VETERINARIA Indonesiana
Not a member yet
    324 research outputs found

    Evaluasi Tingkat Kejenuhan Ammonium Sulfat pada Pemurnian Gama Imunoglobulin anti-Aeromonas hydrophila Poliklonal untuk Uji Imunohistokimia

    Get PDF
    Prinsip interaksi antigen-antibodi menyebabkan antibodi banyak diproduksi untuk dimanfaatkan dalam mendeteksi penyakit dengan uji immunoassay. Antibodi yang diperoleh dari serum darah kelinci biasanya masih tercampur oleh berbagai macam protein darah sehingga perlu dilakukan pemurnian. Pemurnian antibodi dari serum umumnya menggunakan ammonium sulfat (Suhito, 2016). Penelitian ini memvariasikan tingkat kejenuhan ammonium sulfat untuk memberikan informasi yang optimal dalam presipitasi gama imunoglobulin (IgG). Hasil penelitian ini menyimpulkan imunisasi ulang (boosting) sangat baik untuk dilakukan dalam pembuatan antibodi dan antibodi dapat dimurnikan secara optimum menggunakan ammonium sulfat dengan kejenuhan 35-42% untuk dilanjutkan proses dialisis. Antibodi yang dihasilkan mampu mendeteksi antigen dan toksin dari A. hydrophila dan dapat diaplikasikan pada uji imunohistokimia

    Gambaran Histologi dan Histomorfometri Penis Kuda Gayo

    Get PDF
    Penis kuda adalah alat kopulasi utama pada kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi danhistomorfometri penis pada kuda gayo. Sampel penelitian menggunakan penis dari 3 ekor kuda gayo jantan berumur 5-10 tahun yang dipotong di Rumah Potong Hewan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Prosesmikroteknik dilakukan terhadap sampel menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Pengamatan strukturhistologi menggunakan mikroskop dan dilakukan pengukuran ketebalan lapisan epitel uretra, ketebalan tunikaalbugenia di corpora cavernosa dan corpus spongiosum radix, corpus, dan glans penis menggunakan program aplikasitoupview. Hasilnya dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan gambaran histologi penis kuda gayo terdiriatas dua jaringan erektil yaitu corpora cavernosa dan corpus spongiosum serta satu uretra. Sinusoid cavernosal daricorpus cavernosum mengandung banyak trabekula yang terdiri atas jaringan ikat fibroelastis, serat otot polos danfibroblas. Corpus spongiosum memiliki trabekula yang lebih tipis dengan ruang kavernosa yang lebih besar. Corpuscavernosum dan corpus spongiosum ditutup oleh tunika albuginea. Uretra terdiri atas berbagai epitel, seperti epitelberlapis transisional, epitel kolumnar berlapis dan epitel skuamosa. Pengukuran histomorfometri menunjukkan bahwaketebalan tunika albugenia radix dan corpus penis kuda gayo berturut-turut adalah 2.181,10 ± 48,50 µm, dan 2.366,51 ±131,48 µm., sedangkan ketebalan lapisan epitel uretra adalah 50,02 ± 6,95 µm. Kesimpulannya adalah penis kuda gayoterdiri atas radix, corpus dan glans penis. Radix dan corpus penis kuda gayo terdiri atas jaringan ikat, otot polos dansinusoid cavernosal; glans penis terdapat sinus uretra

    Identification of Extension Methods Based on Local Wisdom to Increase Public Awareness and Understanding of Antimicrobial Control

    Get PDF
    The number of people experiencing antimicrobial resistance continues to increase from year to year it can be a global threat to public health and animal health that can have an impact on the sustainability of the agricultural sector, food security, and environmental security. One of the contributing factors is the lack of public awareness and understanding of the dangers of antimicrobial resistance. For that, we need efforts to increase outreach activities to the community. This study aims to identify the most effective local wisdom- based extension methods for increasing public awareness and understanding of antimicrobial control. The research was conducted using a survey method from September to December 2020 in 10 districts/cities in West Nusa Tenggara. The number of respondents was 71 people determined by positive random sampling. Data were analysis descriptively based on frequency distribution data. The results showed that there were 45 types of extension media that could be used to convey information on antimicrobial control, namely: media extension based on local wisdom as much as 59.15%; conventional extension media 35.21% and modern extension media 5.64%. Extension methods that are effectively applied are extension methods with an 80% group approach; direct communication 86.67% and extension methods with a combination of 91.11% senses. The conclusion is that the local wisdom-based extension method is the most effective method with a group approach, direct communication and uses a combination of the senses of acceptance (sight, hearing, touch, taste, and smell)

    Karakteristik Morfologi Rusa timor (Rusa timorensis) dengan Pemeliharaan Ex Situ di Kota Kupang

    Get PDF
    Rusa merupakan salah satu sumber daya genetik yang ada di Indonesia. Keberadaan populasi rusa timor semakin menurun sebagai akibat adanya perburuan liar untuk berbagai kepentingan. Usaha yang dilakukan agar populasi rusa di alam tetap lestari ialah dengan melakukan pengembangan rusa timor melalui konservasi ex situ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi rusa timor dan sistem pemeliharaan pada penangkaran di Kota Kupang. Sampel yang digunakan adalah 35 ekor rusa timor yang dipelihara pada dua penangkaran di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan pengukuran menggunakan pita ukur meliputi: pengukuran panjang badan (cm), tinggi badan (cm), lingkar dada (cm), panjang ekor (cm), panjang telinga (cm), panjang kepala (cm), panjang ranggah (cm), dan bobot badan (kg) menggunakan rumus winter. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara rusa timor jantan dan betina. Secara morfologi, rusa timor jantan memiliki warna dasar kuning kecoklatan pada seluruh area tubuh dan tidak memiliki corak tertentu, sedangkan rusa timor betina memiliki warna coklat, dan berwarna coklat keabuan pada area ventral yaitu bagian kaki, perut, dagu dan bagian bawah leher. Secara morfometri, menunjukan adanya perbedaan nyata pada bagian-bagian luar tubuh rusa jantan dan betina yaitu : bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi badan. Rusa timor dewasa di Kota Kupang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan rusa timor dewasa di Manokwari. Anak rusa timor di Kota Kupang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar bila dibandingkan dengan anak rusa timor di Ciawi. Sistem pemeliharaan rusa timor pada dua kawasan penangkaran di Kota Kupang merupakan penangkaran semi terkurung (mini ranch) yang dipelihara di area pekarangan rumah

    Persepsi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil terhadap Telemedicine di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
      Telemedicine is defined as remote diagnose and patient care using telecommunications technology.  Recently telemedicine technology was introduced to the field of veterinary medicine.  Due to the nature of telecommunications, a veterinarian will utilize telemedicine technology as a means of assessing patient severity and providing medical advice.  The perception of veterinarians, especially small animal practitioners, to telemedicine is influenced by many factors, for example: age, desire (expectation), attention (focus), information obtained, and other factors.  This study aims to determine the factors that influence veterinarians\u27 perceptions of telemedicine.  This research is expected to be an input in implementing telemedicine in practice.  The design of this study is descriptive method, where the sampling method uses a questionnaire filled out by small animal practitioners online.  The results showed that the pandemic had no impact on veterinary services. But there is an adaptation of practice procedure.   Respondents are neutral towards the application of telemedicine, but the majority of respondents who have implemented telemedicine think that the application of telemedicine has a good impact on health services. There are many obstacles felt by respondents in implementing telemedicine

    Pola Perkawinan dan Estimasi Kelahiran Berdasarkan Hasil Diagnosis Kebuntingan Sapi Bali pada Sistem Pemeliharaan Semi Intensif di Daerah Lahan Kering

    Get PDF
    Pola perkawinan dan kelahiran menjadi salah satu faktor penting dari manajemen reproduksi pada sistem pemeliharan semi intensif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola perkawinan dan estimasi kelahiran berdasarkan hasil diagnosis kebuntingan sapi bali pada sistem pemeliharaan semi intensif padang penggembalaan di daerah lahan kering. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai data base dalam penerapan manajemen perkawinan. Sebanyak 208 ekor induk sapi bali di kelompok ternak Tamnau Amaf, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT dilakukan anamnesa dan pemeriksaan per rektal pada tanggal 28-30 Mei 2019. Angka kebuntingan yang diketahui pada penelitian ini adalah 90.86 % (189/208). Persentase usia kebuntingan tertua adalah usia kebuntingan 7 bulan 26,96 % (56/208). Berdasarkan data kebuntingan diketahui puncak pola perkawinan terjadi pada bulan Oktober 2018 dan estimasi kelahiran mencapai puncak pada bulan Juli 2019. Perkawinan sapi sebaiknya dilakukan pada kurun waktu bulan Januari - Maret sehingga kelahiran terjadi pada kurun waktu bulan Oktober - Desember. Perlu perbaikan manajemen perkawinan sapi bali pada sistem pemeliharaan semi intensif padang penggembalaan di daerah lahan kering sehingga kelahiran tidak terjadi pada puncak musim kemarau

    Seroprevalence and detection of H5N1 avian influenza virus in local chickens in Tabanan Regency, Bali, Indonesia

    Get PDF
    Aim: Avian Influenza (AI) is a zoonotic disease that causes death in poultry and humans. Monitoring the virus needs to be carried out continuously to prevent outbreaks of the disease. Seroprevalence and detection of H5N1 and H9N2 AI virus antigen were intended to monitor the presence of viruses in local chickens in Tabanan, a Regency of the Indonesian island Province of Bali. The research aims were to detect the presence of H5N1 AI virus, and to know the distribution of this virus in Tabanan Regency. Materials and Methods: Research located in six districts of Tabanan regency namely Baturiti, Penebel, Marga, Kediri, Tabanan, and Kerambitan. A total of 1,398 local chickens that never been vaccinated with AI were randomly sampled in this study. The samples collected were serum, cloacal and tracheal swabs. Serum samples were tested with hemagglutination inhibition (HI) assay. While samples of cloacal and tracheal swabs were isolated in 9-day-old germinated chicken eggs, followed by hemagglutination assay and RT-PCR test using H5N1 and H9N2 primers. Results: AI seroprevalence in local chickens in Tabanan Regency was 1% with the distribution in each district as follows; Penebel 1.6%, Kerambitan 1.2%, Marga 1%, while Tabanan, Kediri, and Baturiti 0.7% each. H5N1 AI virus was detected in 11 samples,  i.e. five in Marga district and three in Penebel district, two in Kediri, and one in Tabanan, while the H9N2 AI virus was not detected. Conclusion: These results indicate that H5N1 AI virus may still circulate in local chickens in Tabanan Regency, Bali

    Salbutamol Residue in Plasma and Urine of Balinese Calves after Single-Dose Administration

    Get PDF
    Salbutamol, a short-acting β2-adrenergic receptor agonist, due to illegal use in animal feed, is very dangerous for the safety of animal origin products. The purpose of this study is to determine the residue of salbutamol in plasma and urine of balinese calf after a single-dose administration. Three calves were given of feed fortification of salbutamol (10 mg/kg body weight). The salbutamol concentrations were measured in the plasma and urine. Samples were extracted with perchloric acid and purified by cation exchange solid phase extraction (SPE), then analyzed by High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a photodiode array detector using an RP C18 column with a mixed mobile phase of purified water pH 3.0 (adjusted with phosphoric acid) and acetonitrile (90:10, v/v). The highest salbutamol concentration in the plasma sample was 0.28±0.15 μg/mL at 12 hours and decreased after 24 hours after feeding. The highest concentration of salbutamol in urine was 15.85±4.42 μg/mL at 18 hours and decreased gradually starting at 24 hours. This result concluded that salbutamol residues mostly excreted in the urine, and the highest salbutamol residues in plasma samples formed faster but also decreased more rapidly than residues formed in urine. The residue formed in plasma is lower than that in the urine

    Sediaan topikal ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan l.) terhadap kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi khasiat sediaan topikalekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) padakepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Sebanyak 20 ekor tikus albino jantan dibagi secara acak menjadi lima kelompokdengan masing-masing empat ulangan,yakni(K-) diberi basis salep, (K+) diberi povidone iodine 10%, (P1, P2, P3) diberi salep ekstrak kayu secang konsentrasi 6,5%, 15%, dan 30%. Luka insisi dilakukan sepanjang 1 cm pada daerah dorsal. Terapidiberikan pada luka sekali dalam sehari selama 14hari. Jaringan kulit dipreservasi dan diperiksa dengan pewarnaan rutin Hematoksilin Eosin (HE). Data didapat dengan cara skoring laludianalisisdengan uji Kruskal-Wallisdilanjutkan dengan uji Mann-Whitney(p<0,05).Hasil kepadatan kolagen padaP1 menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) denganK-, K+, P2, dan P3.Sementara itu tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara K-, K+, P2 dan P3. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kayu secang6,5% dapat meningkatkan rata-rata kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Kata kunci: kayu secang, kolagen, luka insis

    Kesembuhan Skin Flap Rotasi pada Kucing dengan Perawatan Dry Dressing dan Moist Dressing Secara Subjektif Dan Objektif: Original Research

    No full text
    Skin flap rotasi adalah flap berpola melengkung digunakan untuk penutupan defek berbentuk segitiga. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kesembuhan skin flap rotasi pada kucing dengan perawatan dry dressing dan moist dressing secara subjektif dan objektif. Penelitian menggunakan 6 ekor kucing lokal jantan berumur 1-2 tahun, bobot badan  2-4 kg yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Semua kucing dibuat luka berbentuk segitiga dengan ukuran 2 cm pada area lateral abdomen untuk ditutup menggunakan skin flap rotasi. Kelompok I dirawat dengan dry dressing (K-I) dan kelompok II dirawat dengan moist dressing (K-II). Pengamatan subjektif meliputi perubahan warna kulit dan respon nyeri dilakukan pada hari ke-3, 6, 9 dan 12 setelah bedah serta uji pendarahan yang dilakukan pada hari ke-18 setelah bedah. Pengamatan objektif hari ke-18 setelah bedah untuk mengamati waktu absorpsi NaCl 0,9% dan waktu timbulnya dilatasi pupil setelah penyuntikan adrenalin. Kelompok dry dressing menunjukkan hasil yang baik pada hari ke-9 ditandai dengan warna kulit yang sama dengan kulit sekitar dan respon nyeri berkurang. Uji pendarahan menunjukkan darah segera keluar setelah insisi pada kedua kelompok perlakuaan. Waktu absorbsi NaCl 0,9% dan efek adrenalin lebih cepat pada kelompok dry dressing. Kesembuhan skin flap rotasi dengan perawatan dry dressinglebih cepat dibandingkan moist dressing. Kata kunci : Skin flap rotasi, dry dressing, dan moist dressin

    283

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Acta VETERINARIA Indonesiana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇