Acta VETERINARIA Indonesiana
Not a member yet
    324 research outputs found

    Distribution and The Habitat Characteristics of Anopheles vagus (Diptera: Culicidae) Larvae at Paddy Fields in The Vicinity of Dramaga IPB University Campus Dramaga Bogor West Java

    Get PDF
    Dramaga sub-district is an area that has rice fields close to buffalo stalls and a population of wild Macaca fascicularis as natural hosts for several species of Plasmodium. This causes the Dramaga sub-district to become a potential vector habitat for malaria, including Anopheles vagus. This study aims to analyze distribution of An. vagus larval stage in 4 villages (Cikarawang, Babakan, Margajaya, and Ciherang) in Dramaga subdistrict which have paddy field areas. Larvae were collected using a dipper, and each collection sites of the larvae habitat were marked using Global Positioning System. The physical characteristics of the water habitat measured were temperature, pH, total dissolved solids and the electrical conductivity of the water. Pearson\u27s correlation test was used to analyze the relationship between the number of larvae An. vagus with each of the parameters water physical characteristics. The results of this study obtained 309 An. vagus larvae from the 27 collection points. Larvae of An. vagus was found in 3 villages (i.e. Cikarawang, Babakan and Ciherang), but was not found in Margajaya village. The habitat characteristics of An. vagus in paddy fields showed a water temperature of 26.6-31.7oC, pH 6.40-8.10, the total dissolved solid 36-285 ppm, and the electrical conductivity 72-262 μm/cm. The Pearsons correlation test results did not show a significant difference between the number of An. vagus larvae and each parameter (r= -0.26, 0.13, -0.15 and -0.16, respectively). The presence of An. vagus in this area could be considered in malaria vector control programs

    hCG Priming Before Ovary Collection Increasing The Oocyte Quality In The Domestic Cat

    Get PDF
    Oocyte competence is a determining factor that influences the embryo development. Embryos produced in vitro have a reduced developmental competence than embryos produced in vivo. Therefore, human Chorionic Gonadotropin (hCG) injection was carried out to improve the quality of the oocytes. The objective of this study was to evaluate the effect of ovarian stimulation with hCG before ovary collection on oocyte quality in the domestic cat. Oocyte donors were either 1) treated with a single dose of 200 IU hCG four days before ovary collection (hCG group), or, 2) no treatment before ovary collection (control group). The oocytes were collected by the slicing method. Immature cumulus oophorus complexes (COCs) from both groups were pooled and matured in vitro for 24-26 hours. Then mature oocytes were fertilized with epididymal sperm and cultured in vitro for seven days. The results study showed that the number of the dominant follicle (DF) and the number of COCs in the hCG group was higher than the control group in right and left ovaries (p<0.05). The morulae and blastocyst rates from cleavage embryos were 88% and 75%, respectively. These results demonstrate that hCG priming of oocytes donors before ovary collection improve oocyte quality

    The The Effect of Age and Breed on The Quality of Bull Semen in The Regional Artificial Insemination Centre

    No full text
    The success of beef cattle reproduction development in Indonesia very much depends on the quality of the semen produced by the Indonesian Institute for Artificial Insemination. Good quality bull will benefit farmers, frozen semen producers, and the country in large. This study aimed to determine effect of age and breed on the libido and quality of bull semen collected in the Regional Artificial Insemination Center (RAIC). This study used PO, Simmental, and Brahman Bull in RAIC Yogyakarta, with a total amount of 15, aged 4-7 years old. Semen was collected using an artificial vagina, semen evaluation used a spectrophotometer, and eosin-nigrosin staining method used for sperm viability and abnormalities examination. The result of this study indicated that bull breed did not affect the libido value and the semen quality of bulls (P>0,05). Volume, concentration, motility, and viability in various age groups did not show significant differences (P>0,05), but age groups had a significant effect on sperm abnormalities (P<0,05). The group of bulls aged 5-6 years showed the best quality compared to other groups, with the volume 4,58 ± 1,37 ml, concentration 1,91 ± 0,36 x109/ml, motility 3,80 ± 1,30, viability 89.83 ± 10.69%, and sperm abnormalities 2.51 ± 0.81%. It can be concluded that breed did not affect the bull libido and semen quality, while age had an effect on bull sperm abnormalities

    Performa dan Karakteristik Semen serta Freezability Spermatozoa Ayam IPB-D1 dengan Konsentrasi Immunoglobulin Yolk Berbeda

    Get PDF
    Ayam IPB-D1 merupakan jenis ayam lokal dari hasil persilangan antara jantan F1 PS (Pelung x Sentul) dengan betina F1 (Kampung x Ras pedaging paren stock Cobb). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa, kualitas semen, dan freezability spermatozoa ayam IPB-D1 pada konsentrasi Immunoglobulin Yolk (IgY) berbeda. Materi yang digunakan yaitu ayam IPB-D1 jantan sebanyak 20 ekor, terdiri atas 10 ekor ayam dengan konsentrasi IgY rendah dan 10 ekor IgY tinggi dengan ayam umur 8 bulan. Variabel yang diamati yaitu performa yakni konsumsi pakan, pertambahan berat badan, morbiditas dan mortalitas, kualitas semen segar dan kualitas semen beku (freezability). Data dianalis menggunakan uji-t menggunakan program SAS dengan membandingkan antara konsentrasi IgY tinggi dan IgY rendah. Hasil analisis performa ayam IPB-D1 tidak berbeda (P>0.05) terhadap IgY yang berbeda. Hasil kualitas semen menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap konsistensi semen dan motilitas, viabilitas, konsentrasi serta konsentrasi spermatozoa per ejakulat. Ayam IPB D-1 pada dua konsentrasi IgY tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap motilitas semen segar dan recovary rate, namun Ayam IPB D-1 dengan konsentrasi IgY tinggi memiliki motilitas spermatozoa pasca thawing lebih baik daripada (P<0.05) Ayam dengan konsentrasi IgY yang rendah

    Isolasi dan Identifikasi Salmonella spp. pada Kloaka Kura-Kura Ambon (Cuora amboinensis)

    Get PDF
    Salmonellosis merupakan penyakit enterik yang disebabkan oleh berbagai jenis spesies Salmonella spp . Penelitian inibertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi spesies Salmonella spp pada kloaka kura-kura ambon (Cuoraamboinensis). Koleksi sampel dilakukan pada lima belas ekor kura-kura ambon yang berada di kota Banda Aceh dansebagian Aceh Besar. Penelitian ini merupakan observasi lapangan dan eksperimental laboratorium berdasarkanmetode Carter. Swab kloaka kura-kura ambon ditanam dalam media Selenite Cystine Broth (SCB) dan diinkubasikanselama 24 jam suhu 37⁰C, jika terjadi perubahan warna menjadi orange dilanjutkan penanaman pada media SalmonellaShigella Agar (SSA). Koloni yang menunjukkan karakteristik Salmonella sp diamati warna, elevasi, ukuran, dan tepisecara makroskopik. Pewarnaan Gram dilakukan untuk pengamatan secara mikroskopis dan pengelompokan bakteri.Proses identifikasi Salmonella spp dilakukan dengan penanaman dalam media Indol, Methyl Red, Voges Proskauer,Sulfide Indole Motility (SIM), Simmons Citrate Agar (SCA), Triple Sugar Iron Agar (TSIA), uji biokimia (glukosa, sukrosa,laktosa, manitol, dan arabinosa). Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dangambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lima belas sampel swab kloaka kura-kura ambon (100%) positifSalmonella yang terdiri atas Salmonella bongori, Salmonella arizonae, Salmonella diarizonae, dan Salmonella indica.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Salmonella bongori, Salmonella arizonae, Salmonella diarizonae, danSalmonella indica dapat diisolasi dari kloaka kura-kura ambo

    Evaluasi Evaluasi Klinis Kastrasi pada Pedet dengan Metode Eksisi Skrotum

    No full text
    Teknik kastrasi dengan pembedahan pada pedet memiliki keunggulan yaitu waktu persembuhan yang cepat dan tingkat keberhasilan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi klinis pada pedet yang dikastrasi secara pembedahan. Sembilan ekor pedet berumur 1,5 bulan dikastrasi dengan eksisi 1/3 distal skrotum dan penjepitan emasculator di funiculus sprematicus. Evaluasi pengamatan makroskopis dilakukan terhadap perkembangan luka pada hari ke 2, 7, dan 14 pasca kastrasi. Evaluasi hematologi dilakukan pada hari ke 7 pasca kastrasi. Hasil pengamatan makroskopis persembuhan luka menunjukkan perbaikan yang signifikan (p<0.05) antara hari ke- 2 (skor 3.78 ± 0.44) dan hari ke- 7 (skor 1.56 ±0.52). Pengamatan pada hari ke- 14 pasca kastrasi semua pedet sudah sembuh sempurna dari luka operasi. Hasil evaluasi hematologi menunjukkan nilai rata-rata seluruh parameter berada dalam rentang nilai normal. Kastrasi dengan eksisi ⅓ distal skrotum dapat menjadi pilihan metode kastrasi di negara beriklim tropis seperti Indonesia karena tingkat persembuhannya yang cepat dan minim komplikasi.&nbsp

    Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021

    Get PDF
    Anjing dan kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Infeksi parasit cacing merupakan masalah yang umum pada hewan peliharaan namun data tentang prevalensi kejadian kecacingan di Indonesia masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi  dan faktor risiko kecacingan pada anjing dan kucing serta tindakan preventif untuk mencegah infeksi parasit cacing. Pengambilan data dilakukan dengan merekap rekam medik yang ada di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021. Seluruh data rekam medik di klinik Smilevet Kelapa Gading periode  Januari 2020 – Januari 2021 berjumlah 2.259 yang terdiri atas 976 pasien anjing dan 1.283 pasien kucing. Total kasus kecacingan pada anjing dan kucing berjumlah 18 kasus. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Prevalensi kecacingan pada anjing dan kucing di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021 kurang dari 1%. Spesies cacing yang teridentifikasi pada pasien kucing adalah Toxocara cati. Faktor risiko kejadian kecacingan pada anjing dan kucing dipengaruhi oleh jenis kelamin, breed, dan umur. Antelmintika yang banyak digunakan memiliki zat aktif febantel, praziquantel, dan pirantel embonate. Pemberian antelmintika secara rutin menjadi tindakan preventif untuk mencegah kejadian kecacingan pada anjing dan kucing   Kata kunci: anjing, antelmintik, helmithiasis, kucing, faktor risik

    Prevalence, Identification and Geographical Distribution of Eimeria spp. in Wild Rodents in Malang, East Java

    Get PDF
    Eimeria is a genus of apicomplexan parasites that infected various species and known as the enteric monoxenous coccidian. This study aims to determine the prevalence, identification and geographical distribution study of gastrointestinal protozoa Eimeria spp. in wild rodents in Malang city, East Java. A total of 74 rodents were collected from different part of Malang, using single live traps. Rats were euthanized with ketamine and xylazine. Samples of stools were taken from gastrointestinal tract. Coprological procedure using floatation method lead to the demonstration of Eimeria spp. oocysts in the faecal samples examined at 400 and 1000 magnifications of light microscope. Cultivation in dichromate potassium 2.5% was carried out for all of coccidian positive samples. The identification is based on morphology and morphometry. Eimeria identification data was analyzed descriptively, while the analysis of species and gender of rodents on prevalence used chi square. Result, the prevalence of Eimeria spp. in Malang is 11 (14.9%). It was suggesting coccidiosis caused by Eimeria nieschulzi. In addition, Chi square analysis showed that species of rats did not have a significant relationship (P>0.05) to the incidence of Eimeria infection, however it has significant correlation between gender of rats and Eimeria infection (P<0.05). The geographical of Eimeria spp. spots were showed in 8 Sampling area, in Lowokwaru, Klojen, Kedung kandang and Sukun sub district. Findings of this study showed that wild rodents in Malang city are infected with intestinal coccidian parasites

    Rapid Survey for Population, Commercial Trade of Small-Clawed Otter (Aonyx cinereus Illiger, 1815) in Java and Preliminary Assessment of Potential Bacterial Zoonoses

    Get PDF
    Small-clawed Otter (Aonyx cinereus) is the smallest Indonesian otter species commonly traded as a pet. This species is listed in CITES appendix I and is still not protected in Indonesia. This study investigates the species\u27 illegal trade in the local market and assesses potential bacterial zoonoses transmitted to pet buyers. In general, we did not find A. cinereus trade in a traditional market in both East Java and Central Java. This fact is inversely proportional to the high online transaction. A rapid survey on the potential habitat of Small-clawed Otter in Central Java shows that suitable habitat is available, and we found many field signs (feces, traces, and nest) of Small-clawed Otter. The preliminary assessment on potential bacterial zoonoses conducted by isolating bacteria from anus, mouth and skin in selective medium for Enterobacteriaceae. Molecular identification using 16S rRNA showed that several species of bacteria such as Citrobacter freundii (n=3), Proteus alimentorum (n=2) and Klebsiella pneumoniae (n=1) were commonly observed. Based on this research, further study is still needed. We suggest that illegal trade need monitoring to reduce harvesting activities in the wild, and the biological risk of capturing and owning Small-clawed Otter as a pet

    Efek Aplikasi Balsamum Peruvianum terhadap Persembuhan Luka Kastrasi Metode Terbuka Satu dan Dua Sayatan pada Anak Babi

    Get PDF
    Tahapan pascaoperasi merupakan bagian penting dalam tindakan operasi. Persembuhan luka merupakan proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Balsamum peruvianum merupakan resin dari pohon Myroxylon balsamum dengan kandungan asam sinamat yang dapat merangsang proses persembuhan luka, sekaligus memiliki kandungan benzyl benzoate yang berfungsi sebagai antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek aplikasi Balsamum peruvianum dalam persembuhan luka kastrasi dengan metode terbuka, satu dan dua sayatan pada anak babi. Hewan coba yang digunakan adalah anak babi yang telah dikastrasi berusia satu bulan dan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kastrasi satu sayatan dan dua sayatan masing-masing tiga ekor sampel. Anak babi masing-masing dibersihkan lukanya dua kali sehari selama dua minggu pascaoperasi dengan menggunakan kapas dan rivanol kemudian dioleskan Balsamum peruvianum menggunakan cotton bud. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan metode dinilai dengan skala 1 untuk sembuh sempurna dan 5 untuk luka basah. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan Aplikasi SPSS V.20 dan diuji menggunakan Independent Sample T Test dengan selang kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan waktu persembuhan yang nyata antara dua kelompok. Kelompok babi satu sayatan memiliki waktu persembuhan rata-rata lebih singkat

    283

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Acta VETERINARIA Indonesiana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇