JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Peran Komunitas Hopeeducation dalam Pengembangan Civic Virtue Generasi Muda Bangka Belitung
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran yang dilakukan komunitas hopeeducation dalam pengembangan civic virtue pada generasi muda di Bangka Belitung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini peneliti lakukan melalui proses observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini memuat penjelasan mengenai strategi dan proses pengembangan civic virtue bagi generasi muda melalui aktivitas yang dijalankan dalam komunitas hopeeducation. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan temuan mengenai nilai-nilai civic virtue yang tumbuh dalam diri anggota hopeeducation, yakni nilai kesukarelaan, nilai altruistis, dan nilai peduli sosial. Civic virtue dalam diri generasi muda dikembangkan melalui rangkaian kegiatan yang berbasis sosial pada komunitas hopeeducation, kegiatan tersebut dilakukan dengan kunjungan ke sekolah, karang taruna, hingga panti asuhan. Pengembangan civic virtue dalam diri generasi muda menjadi hal yang sangat penting guna mengeskalasi sikap-sikap sosial dengan berlandaskan tindakan yang senantiasa mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Adapun temuan masalah yang menjadi tantangan dalam pengembangan civic virtue adalah sering terjadinya fluktuasi keaktifan dalam diri beberapa generasi muda Bangka Belitung. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah dengan optimalisasi manajemen organisasi sesuai dinamika situasi dalam komunitas hopeeducation. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan urgensi pengembangan civic virtue bagi generasi muda.
Abstract
This study aims to explain the role played by the hopeeducation community in the development of civic virtue in the younger generation in Bangka Belitung. The approach used is a qualitative approach with qualitative descriptive research methods. This method the researchers did through the process of observation, interviews, and documents studies. The results of this study contain an explanation of the strategy and process of developing civic virtue for the younger generation through activities carried out in the hopeeducation community. In addition, this study also explains the findings regarding civic virtue values that grow in hopeeducation members, namely the value of volunteerism, altruistic values, and social care values. Civic virtue in the younger generation is developed through a series of social-based activities in the hopeeducation community, these activities are carried out by visiting schools, youth organizations, and orphanages. The development of civic virtue in the younger generation is very important in order to escalate social attitudes based on actions that always prioritize common interests above personal interests. The findings of the problem that become a challenge in the development of civic virtue are frequent fluctuations in activeness in several the younger generation of Bangka Belitung. Efforts that can be made in dealing with these challenges are by optimizing organizational management according to the dynamics of the situation in the hopeeducation community. This research is expected to increase awareness of the urgency of developing civic virtue for the younger generation
Dampak Presidential Threshold terhadap Hasil Pemilihan Presiden pada Rangkaian Acara Pemilu Menurut Pandangan Mahasiswa
. Presidential elections in Indonesia use a presidential threshold to limit the number of election candidates. This policy affects the voters and the democracy in Indonesia. This article, The Effect of the Presidential Threshold System towards The Result of Presidential Election from Undergraduate Students Perspective, was written to understand the effects of the presidential threshold from the perspective of students. This article formulates how the presidential threshold affects the people of Indonesia as voters, how the presidential threshold affects polarization towards certain political parties, and how the presidential threshold affects democracy in Indonesia. A questionnaire is used to collect the data, of which will be described qualitatively. The result is that the presidential threshold does limit the number of presidential candidates and could polarize voters towards a political party. This is caused by the presidential threshold system itself that limits the number of candidates and political parties that could lead voters' attitude while voting
Sikap politik mahasiswa Papua UNJ terhadap pemekaran wilayah Papua tahun 2022
ABSTRAK
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh data dan menganalisis tentang sikap politik mahasiswa Papua UNJ terhadap pemekaran wilayah Papua. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode campuran (mixed). Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data melalui angket serta wawancara dalam kurun waktu yang bersamaan kepada informan yaitu mahasiswa Papua yang terdapat di UNJ, angket dibagikan secara Online dan wawancara dilakukan dengan masing-masing informan. Pada penelitian ini didapatkan hasil yakni 87,5% atau sejumlah 7 dari 8 orang mahasiswa Papua yang ada di Universitas Negeri Jakarta tidak setuju dengan kebijakan pemekaran wilayah Papua yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada para mahasiswa Papua. Dalam penelitian ini dihasilkan dua pendapat terhadap pemekaran Papua, yakni menolak atau mendukung Penolakan yang dilakukan oleh mahasiswa Papua berlandasakan masih banyaknya kasus pelanggaran HAM dan berpotensi menyingkirkan orang asli Papua karena akkan adanya Transmigrasi, sedangkan dukungan beralasan adanya pemekaran lapangan pekerjaan akan mudah didapatkan bagi para mahasiswa Papua yang telah lulus dan kembali ke Papua. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan sebagian besar dari mahasiswa Papua UNJ menolak akan kebijakan pemekaran wilayah Papua.
Kata kunci: papua, pemekaran wilayah, sikap politik mahasisw
Menguatkan Karakter Kerukunan Masyarakat Multikultural Indonesia Melalui Praktik Pendidikan Kewarganegaraan Global di Kota Salatiga
Indonesia is known as a multicultural nation. This progress is a cultural property as well as prone to horizontal and vertical conflicts. One of the goals of Global Citizenship Education is peace and justice for global citizens. One area in Indonesia that has harmony in accordance with the vision of Global Citizenship Education is the City of Salatiga, Central Java Province. The research method used is qualitative using a case study approach. Based on research results, the people of Salatiga have been very concerned about religious and socio-cultural harmony since ancient times until now. In addition, a life of harmony is the implementation of UNESCO's Sustainable Development Goals (SDGs) program, namely programs of peace, justice and strong institutions. The strategy for increasing harmony is carried out by the community by establishing three civic sites, namely Pancasila Village, National Village and Harmony Village. Various socio-cultural activities are carried out by the community to increase the harmony around them. The difference between the three villages is that Pancasila Village was chosen because it has the characteristics of a fairly complete distribution of places of worship and there is a tradition of tolerance in the community. National Village was chosen because the villagers have an awareness of patriotism. While the Harmony Village was chosen because of the characteristics of the villagers living in harmony and religious conflicts rarely occur
Strategi Peningkatan Usulan Aspirasi Masyarakat dan Daerah Dalam Perencanaan Pembangunan Nasional
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa usulan aspirasi masyarakat dan daerah dalam perencanaan pembangunan secara nasional belum optimal; dan menelaah bagaimana strategi peningkatan usulan aspirasi masyarakat dan daerah dalam perencanaan pembangunan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman and Saldana (2014). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan aspirasi masyarakat dan daerah dalam perencanaan pembangunan secara nasional belum optimal antara lain disebabkan oleh (1) Belum optimalnya pengembangan sistem usulan aspirasi masyarakat dan daerah yang sesuai dengan kebutuhan anggota serta kebutuhan masyarakat; (2) Belum adanya regulasi yang mengatur sebagai pedoman untuk melakukan pengolahan Aspirasi Masyarakat dan Daerah, (3) Belum maksimalnya SDM yang tersedia, khususnya tenaga fungsional; dan (4) Belum maksimalnya dukungan anggaran untuk menghasilkan output dalam rangka pelaksanaan tugas Puskadaran tergolong sangat minim. Untuk itu, Strategi Peningkatan Usulan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dalam Perencanaan pembangunan di daerah harus memperhatikan adanya sinkronisasi, koordinasi dan integrasi dengan perencanaan pembangunan nasional, karena capaian tujuan pembangunan daerah harus bersifat mendukung pencapaian tujuan pembangunan secara nasional.
Abstract
Strategy for Increasing Community and Regional Aspiration Proposals in National Development Planning. This study aims to investigate why proposals for community and regional aspirations in national development planning have not been optimal and how the strategy for increasing community and regional aspirations in national development planning can be improved. This research employs a qualitative approach with a descriptive approach. The interactive model Miles, Huberman, and Saldana were used to analyze the data (2014). The research findings indicate that the proposals for community and regional aspirations in national development planning are not yet optimal, among other reasons, because (1) the proposed system for community and regional aspirations is not yet optimally developed following the needs of members and the needs of the community; (2) no regulation regulates as a guideline for processing Community and Regional Aspirations; and (3) the available human resources are insufficient. For this reason, as a result, the Strategy for Enhancing Proposed Community and Regional Aspirations in Regional Development Planning must prioritize synchronization, coordination, and integration with national development planning because regional development goals must support national development goals
Dampak Penggunaan Media Sosial pada Remaja di Desa Tenggerlor, Kec. Kunjang, Kab. Kediri dalam Mendukung Keberlangsungan Hidup Negara
Abstrak
Penelitian ini menguji bagaimana dampak penggunaan media social terhadap remaja di Desa Tenggerlor, Kec. Kunjang, Kab. Kediri serta bagaimana peran mereka dalam mendukung keberlangsungan hidup negara. Media sosial atau sering juga disebut sebagai sosial media adalah pelantar digital yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berinteraksi atau membagikan konten berupa tulisan, foto, video, dan merupakan pelantar digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media social pada remaja di Desa Tenggerlor, Kec. Kunjang, Kab. Kediri memperngaruhi dalam peningkatan kesadaran mengenai isu-isu penting dan peningkatan partisipasi dalam pemilu. Meskipun media social kerap kali digunakan untuk penyebaran berita palsu yang merugikan negara, remaja di Desa Tenggerlor, Kec. Kunjang, Kab. Kediri memiliki sikap kritisisme terhadap informasi yang diterima.
Abstract
This research examines the impact of the use of social media on teenagers in the village of Tenggerlor and their role in supporting the survival of the country. Social media or often also referred to as social media is a digital platform that facilitates users to interact with each other or share content in the form of writing, photos, videos, and is a digital platform that provides facilities for carrying out social activities for each user. Research findings show that the use of social media among teenagers in Tenggerlor Village, Kec. Kunjang, Kab. Kediri has an influence in increasing awareness of important issues and increasing participation in elections. Even though social media is often used to spread fake news that is detrimental to the country, teenagers in Tenggerlor Village, Kec. Kunjang, Kab. Kediri has a critical attitude towards the information received
Dampak Isu-Isu Global Dalam Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia
Berbagai isu-isu global yang terus menghantui negara-negara di dunia menjadi kekhawatiran bersama terutama berkenaan dengan eksistensi warga negaranya. Kehidupan yang semakin dinamis dan kontekstual menyebabkan warga negara dunia harus menyesuaikan dengan lingkungan dengan berbagai macama isu-oisu global dan persoalan yang kompeks. Hal ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan diantaranya meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kemiskinan, dan kesenjangan sosial lainnya. Berbicara mengenai sektor pendidikan tidak terlepas dari pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang menekankan pada isu-isu global dan cara mengatasinya melalui diskusi kelas. Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif global menawarkan solusi yang menarik bagi warga negara muda khususnya di lingkungan formal untuk terlibat secara aktif, kritis, dan mampu memecahkan masalah. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur berkenaan dengan dampak isu-isu global terhadap perkembangan pendidikan kewarganegaraan khususnya di negara Indonesia. Berdasarkan kajian literatur yang ditemukan oleh penulis bahwa pendidikan kewarganegaraan global dapat dalam pembelajaran di kelas dapat memecahkan berbagai persoalan dan isu-isu global yang actual. Hal ini disebabkan karena pendidikan kewarganegaraan pada hakikatnya merupakan program pembelajaran yang multifaset. Dengan pendidikan kewarganegaraan, peserta didik mampu memiliki komitmen dalam memecahkan isu-isu lokal, nasional bahkan global melalui tanggung jawab sosial, berkompetensi global, dan keterlibatan yang aktif
Fenomena human trafficking pada perempuan yang dilacurkan di ruang SPA di wilayah Jabodetabek
Tujuan penelitian menjelaskan fenomena human trafficking khususnya perempuan di Indonesia yang dilacurkan di ruang SPA hotel wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Metode penelitian dilakukan dengan deskriftif kualitatif, jenis penelitian adalah penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di wilayah Jabodetabek.
Hasil penelitian, human trafficking di Indonesia merupakan salah satu kejahatan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Data International Organization for Migration (IOM), mencatat tahun 2005-2017 ada 8.876 korban trafficking di Indonesia. Ada dua cara kerja pelaku dalam mencari korbannya yaitu menawarkan korban kerja dengan gaji yang tinggi dan menawarkan kerja yang tidak perlu ada tes dan ijasah. Bentuk jaringan sosial pada kasus human trafficking pada perempuan yang dilacurkan di Jabodetabek adalah jaringan sosial parsial dan jaringan sosial kepentingan. Menurut Barnes (dalam Clyde, 1971) jaringan sosial parsial adalah jaringan yang dimiliki oleh individu terbatas pada bidang kehidupan tertentu. Sedangkan jaringan sosial kepentingan (interest) merupakan jaringan dimana hubungan sosial terbentuk karena bermuatan kepentingan. Jaringan kepentingan terbentuk oleh hubungan yang bermakna pada tujuan tertentu. Pada jaringan sosial parsial, para informan menjadi korban human trafficking karena mereka melakukan kontak sosial dengan orang yang mengajak mereka bekerja, karena terkait dengan bidang ekonomi dan sosial. Human trafficking terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu: Pertama, kemiskinan. Kedua, sulitnya akses lapangan kerja. Ketiga, pendidikan yang rendah. Keempat, masalah keluarga. Kelima, praktek budaya pernikahan dini yang berdampak pada perceraian
Implementasi program Kampus Mengajar dalam pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRAK
Saat ini masih banyak permasalahan di Indonesia yang berkaitan dengan krisis karakter seperti tingginya tingkat korupsi di Indonesia, pelanggaran hukum, krisis identitas bangsa, dan menurunnya moralitas. Hal tersebut terjadi salah satunya akibat rendahnya nilai-nilai tanggung jawab. Saat ini sistem pembelajaran di perguruan tinggi hanya berorientasi pada hard-skill, sedangkan yang berorientasi pada karakter belum banyak diterapkan. Maka dari itu Nadiem Anwar Makarim selaku MENDIKBUD RI telah membuat terobosan baru yakni program kampus mengajar. Mahasiswa yang mengikuti program ini diarahkan menjadi seseorang yang taat aturan dan memiliki komitmen terhadap tugas-tugas yang mereka emban selama pelaksanaan berlangsung. Pendekatan deskriptif dilaksanakan terhadap Mahasiswa FPIPS UPI sebagai salah satu fakultas yang mahasiswanya banyak berpartisipasi melaksanakan kampus mengajar. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kampus mengajar memberikan dampak kepada mahasiswa khususnya dalam pembentukan karakter tanggung jawab diantaranya : (1) kemampuan menyelesaikan tugas sesuai instruksi, (2) mengatur waktu dengan baik, (3) mampu membina kedisiplinan atau ketertiban, (4) mampu berkomunikasi dengan baik, (5) mampu bekerja sama dengan baik, (6) mampu menerima konsekuensi dari pilihan yang diambil saat melakukan kesalahan, (7) mampu menghindari kecurangan. Adapun hambatan dalam pelaksanaan program ini diantaranya : (1) keadaan atau karakter mahasiswa yang berbeda-beda, (2) program studi yang belum sepenuhnya memahami kebijakan yang ada dalam program kampus mengajar. (3) kurangnya partisipasi dari beberapa pihak sekolah dan masyarakat, (4) kurangnya mendapat apresiasi dari pihak perguruan tinggi. Namun beberapa pihak mampu menyelesaikan hambatan tersebut dengan berbagai upaya dan dukungan yang ada.
Kata kunci : kampus mengajar, karakter mahasiswa, sikap tanggung jawa
Penerapan model Student Team Achievement Division untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila
ABSTRAK
Penerapan Model Student Team Achievement Division untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan konsentrasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila menggunkan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 4 komponen yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi belajar peserta didik meningkat melalui penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Dengan hasil pada siklus I menunjukan persentase konsentrasi belajar peserta didik sebesar 52%. Pada siklus II, perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik dengan persentase sebesar 83%.
Kata kunci : student team achievement division, pendidikan pancasila, penelitian tindakan kela