JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
Not a member yet
    197 research outputs found

    Pelaksanaan fungsi partai politik dan dampaknya pada konsolidasi demokrasi : The implementation of political party function and the impact on the consolidation of democracy.

    Full text link
    Abstract: Political parties as indicators of a democratic state are not limited to their existence. Political parties ideally show their roles and functions as part of society. This study aims to analyze the causes of the failure of the function of political parties and their impact on the implementation of democratic consolidation. The research method used is a literature study method whose analysis focuses on several reference sources such as the results of previous studies and is supported by secondary data from other sources. The data were analyzed using conceptions of the ideal function of political parties that are relevant to the problem being studied. This study uses four aspects to describe the causes of the non-optimal functioning of political parties, including: the weak application of democratic principles in internal political parties, political party regulations, democratic and political literacy mechanisms, and political party funding crises. The results of this study indicate that political parties have not performed well in carrying out their roles and various functions, so that it has an impact on the consolidation of democracy which essentially places political parties as key actors in its implementation. Society and political parties are divided as two entities that currently only transact with pragmatic considerations. It is important for the state to be present not only through regulations regarding democratic and political literacy to the public, but also changes to political party regulations to better address issues regarding strengthening the integrity of political parties. Abstrak: Partai politik sebagai indikator negara demokrasi tidak sebatas mengenai keberadaannya saja. Partai politik idealnya menunjukkan peran dan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan dan penyebab kegagalan fungsi partai politik di Indonesia serta dampaknya terhadap konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yang analisisnya berfokus pada beberapa sumber rujukan seperti hasil penelitian sebelumnya, dan didukung dengan data sekunder dari sumber lainnya. Data dianalisis menggunakan sejumlah konsepsi mengenai fungsi ideal partai politik yang relevan dengan masalah yang dikaji. Penelitian ini menggunakan empat aspek untuk menguraikan penyebab ketidakoptimalan fungsi partai politik, di antaranya: lemahnya penerapan prinsip demokrasi di internal partai politik, regulasi partai politik, mekanisme literasi demokrasi serta politik, dan krisis pendanaan partai politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partai politik belum menampilkan performa yang baik dalam menjalankan peran dan berbagai fungsinya, sehingga berdampak pada konsolidasi demokrasi yang hakikatnya menempatkan partai politik sebagai aktor kunci dalam pelaksanaannya. Masyarakat dan partai politik terpecah sebagai dua entitas yang saat ini hanya bertransaksi dengan pertimbangan pragmatis. Penting bagi negara untuk hadir tidak hanya melalui regulasi mengenai literasi demokrasi dan politik kepada masyarakat, namun juga perubahan atas regulasi partai politik yang lebih baik dalam mengatasi persoalan mengenai penguatan integritas partai politik.&nbsp

    Daftar Isi: Contents

    Full text link

    Interaksi sosial pada kalangan mahasiswi bercadar di lingkungan kampus

    Full text link
    adar atau dalam bahasa arab disebut An-Niqab adalah sesuatu yang berguna untuk  menutupi seluruh wajah perempuan, kecuali kedua mata atau sesuatu yang tampak disekitar mata. Muslimah bercadar menjadi menarik untuk diteliti karena cara mereka menjalankan perintah Allah yang berbeda dengan muslimah pada umumnya. Sebagai manusia, wanita bercadar juga membutuhkan komunikasi, karena manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dorongan atau motif sosial pada manusia, mendorong manusia mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau interaksi sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara manusia satu mampu menampilkan diri sesuai dengan norma yang berlaku. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bumi Siliwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apa yang melatarbelakngi penggunaan cadar dikalangan Mahasisiwi dan bagaimana interaksi sosial mahasisiwi bercadar di Kampus UPI. Teknik penentuan sampel secara purposive sampling menetapkan jumlah subjek penelitian sebanyak 5 orang. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen data adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil dari penelitian, penulis menemukan adanya beberapa alasan yang melatar belakangi penggunaan cadar dikalangan mahasiswi, yaitu pemahaman dalam beragama, merubah diri untuk menjadi muslimah yang lebih baik, kemauan dalam diri sendiri untuk menggunakan cadar serta pengaruh dari teman dan lingkungan pergaulan yang baik juga. Interaksi Mahasiswi bercadar dengan lingkungan yang saat ini banyak bermunculan anggapan negatif dengan cadar. Penulis menemukan bahwa interaksi mahasiwi bercadar dengan teman satu kelompok atau teman perempuan yang sudah lama berinteraksi dengan mahasisiwi bercadar selalu mengalami kesulitan untuk mengenali temannya sendiri yang menggunakan cadar, kesulitan mengenali seseorang yang tidak terlihat wajah, interaksi mahasiswi bercadar dengan teman lawan jenis akan membatasi diri dan mengatur jarak atau hanya sekedar tegur sapa

    Pengaruh Model Pembelajaran Example Non-Examples Berbasis Project Citizen Terhadap Hasil Belajar Siswa

    Full text link
    Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur. Metode quasi experiment adalah metode yang digunakan oleh peneliti dengan jumlah siswa sebanyak 44. Pengambilan sampel menggunakan teknik clusterrandom dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah tes dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah uji hipotesis yang terdiri dari uji T dan uji F. Berdasarkan pengujian pada uji T diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar siswa. Sedangkan pada uji F diketahui nilai Sig. sebesar 0,02 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur

    Sikap politik mahasiswa UNJ terhadap undang-undang ibukota negara tahun 2022

    Full text link
    Tujuan penelitian ini guna untuk meneliti dan mendeskripsikan sikap mahasiswa terhadap pemindahan ibukota Negara serta Undang-undang ibukota Negara (IKN) tahun 2022, pada penelitian ini sikap mahasiswa diwakili oleh para ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) fakultas yang berjumlah 8 orang sebagai elite politik yang merupakan representasi sikap mahasiswa dari masing-masing fakultasnya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan campuran antara kuantitatif dan kualitatif yang mana untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensi (atau mentriangulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa rincian-rincian deskriptif. Hasil dari penelitian ini ialah 75% atau 6 orang dari 8 orang ketua BEM fakultas setuju terhadap kebijakan pemindahan ibukota. Sedangkan, 60% atau 5 orang ketua BEM fakultas menerima Undang-undang (UU) IKN. Alasan 6 orang ketua BEM setuju pemindahan ibukota karena Jakarta dirasa sudah terlalu padat serta alasan 5 orang ketua BEM menerima UU IKN karena dirasa pemindahan ibukota memerlukan konstitusi yang jelas. Kesimpulan pada penelitian ini ialah Mahasiswa yang diwakili para ketua BEM mayoritas setuju dengan kebijakan pemindahan ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur serta menerima UU IKN sebagai konstitusi yang menjadi landasan pemindahan ibukota dengan memberikan saran perbaikan terhadap perencanaan pemindahan ibukota serta isi dari UU IKN

    Editorial

    Full text link
    Editoria

    Political Geography of Indonesian Nationalism and Ethno Nationalism: A Reflective Study From Indonesian Generation Z

    Full text link
    Debates on nationalism and ethno nationalism have intensely developed during the early decade of political reformation in Indonesia, that is, in the early 2000s. At that point, the demand for segregation from the Republic of Indonesia emerged from several districts, such as Riau and Papua. In this era, the sentiment to decentralised from the Republic of Indonesia has been well suppressed, particularly in some areas, Aceh included. On the other side of the coin, the process of welfare distribution is going well. It is supported by the balance of power between the central and local authorities, which has successfully reduced this sentiment. These observations were conducted through a qualitative method by conducting interviews with Generation Z, which were divided into two clusters: based on gender and the respondent’s status either as a student or a fresh graduate. This paper investigates the extent of understanding the nationalism and ethno nationalism among Generation Z in Indonesia. In-depth interviews were reflectively conducted in which the research participants were asked to answer some questions and share their views and understanding of this discussion. This study concludes that Generation Z Indonesian proved to have a comprehensive understanding of nationalism. They viewed that modules about nationalism should be officially included in elementary and high school curricula; thus, the students will be exposed and have a solid understanding of nationalism from an early age

    Kekuatan Gerakan Virtual Mahasiswa Universitas Andalas Pada Masa Pandemi Covid 19

    Full text link
    Mahasiswa turut serta terlibat dalam gerakan sosial pada dasarnya dilatarbelakangi oleh respon mereka melihat adanya bentuk penyimpangan terhadap kebijakan-kebijakan dan kekuasaan yang dilakukan oleh pihak penguasa. Penelitian ini mengkaji tentang bentuk gerakan mahasiswa di masa pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial, gerakan mahasiswa, kekuatan politik dan mahasiswa sebagai kekuatan politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini memiliki subjek yaitu informan yang dinilai mempunyai pengaruh signifikan dalam gerakan mahasiswa ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode study literature dan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penjabaran data penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini bentuk gerakan mahasiswa Unand pada masa pandemi covid 19 adalah gerakan yang berbentuk gerakan cyber yang dinamakan dengan gerakan hastag #unandjanganpelit. Gerakan ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya bentuk pemberian bantuan dari pihak kampus kepada mahasiswa Unand dalam hal memberikan bantuan pulsa internet kepada mahasiswanya. Sementara Dirjen Kemendikbud telah memberikan surat edaran agar kampus memberikan bantuan subsidi pulsa internet kepada mahasiswanya. Gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa Unand ini memiliki kekuatan yang kuat dalam hal mempengaruhi kampus dalam membuat kebijakan. Hal ini terlihat dengan adanya kebijakan kampus memberikan bantuan subsidi pulsa internet kepada mahasiswa Unand yang berkategori mahasiswa Bidik Misi dan UKT level 1 dan 2

    Analisis implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dalam menumbuhkan keterampilan mengemukakan pendapat pada proses pembelajaran : Analysis of the Problem Based Learning models implementation in developing express opinion skills on the learning process.

    Full text link
    Abstract: The ability to express opinions to students is still low, so learning becomes boring. Researchers want to find out how planning and implementing learning models affect results, constraints, and solutions for implementing them. Students in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) are using Problem-Based Learning (PBL) learning models to improve their ability to express themselves.The purpose of this study was to determine the planning, implementation, and results of learning models, constraints, and solutions for using the Problem-Based Learning (PBL) learning model. Participatory learning theory. Descriptive research method with an analytical approach data collection techniques by means of interviews, documentation, and literature study. The sampling technique is purposive sampling, and the data analysis is data reduction, display, and verification. The implementation of the Problem-Based Learning (PBL) learning model that is appropriate and in accordance with the learning syntax can foster students' skills in expressing opinions by looking at the indicators of courage, accuracy in opinion, respecting the opinions of others, not forcing their opinions on others, and conveying opinions in accordance with democratic values. In conclusion, 75% of the respondents, or more than half of the respondents, stated that the application of problem-based learning models can affect the skills of students in the learning process. Abstrak: Keterampilan mengemukakan pendapat pada peserta didik masih rendah sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Peneliti ingin mencari  tahu bagaimana perencanaan, implementasi model pembelajaran, hasil, kendala, dan solusi implementasi.model.pembelajaran.Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan mengemukakan pendapat pada peserta.didik.dalam pembelajaran.Pendidikan.Pancasila.dan Kewarganegaraan.(PPKn). Tujuan untuk mengetahui perencanaan, implementasi model pembelajaran, hasil, kendala, dan solusi dalam menggunakan.model.pembelajaran Problem.Based.Learning (PBL) Teori belajar partisipatorik. Metode.penelitian.deskriptif.dengan.pendekatan kualitatif. Teknik.pengumpulan.data.dengan cara.wawancara,.dokumentasi, dan studi literatur. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan analisis data reduksi data, display dan verivication. Implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang tepat dan sesuai dengan sintak pembelajarannya, dapat menumbukan keterampilan peserta didik dalam mengemukakan pendapat, dengan dilihat dari indikator keberanian, ketepatan dalam berpendapat, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan pendapatnya terhadap orang lain, dan menyampaikan pendapat sesuai dengan nilai-nilai demokratis. Kesimpulannya 75% responden atau lebih dari setengahnya responden menyatakan bahwa penerapan model pemblejaran problem based learning dapat memengaruhi keterampilan berpendapat pada peserta didik dalam proses pembelajaran

    Pendidikan perdamaian: sebuah urgensi di tengah maraknya konflik sosial berdimensi suku, agama, ras, dan antar-golongan di indonesia: Peace Education: an urgency amid the rise of social conflicts with ethnic, religious, racial, and intergroup dimensions in indonesia.

    Full text link
    Abstract: This article aims to outline the dynamics of social conflict in Indonesia and analyze the urgency of the implementation of peace education as one of the efforts to prevent conflict in the society. This article was compiled using library research methods, with a primary focus on ethnic, religious, racial, and interracial social conflicts (SARA). Researchers collect data from various sources, such as journal articles, books, and other related sources. The results of this study show that social conflicts in Indonesia are experiencing a high escalation, especially after the New Order government or during the transition period, which is characterized by many casualties and material losses. The escalation of the conflict decreased after 2003, after the agreement and resolution of conflicts in various regions. Social conflict has been a trend again since 2014-2019. This time, the main cause is the existence of political-religious issues that accelerated during political years. In addition, other results show that peace education has an important role in preventing potential social conflicts, which can be optimized on formal, nonformal, and informal pathways. Abstrak: Artikel ini bertujuan menguraikan dinamika konflik sosial di Indonesia dan menganalisis urgensi pelaksanaan pendidikan perdamaian sebagai salah satu upaya pencegahan konflik di masyarakat. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), dengan fokus utama pada konflik sosial berdimensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti artikel jurnal, buku, dan sumber lain yang terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa konflik sosial di Indonesia mengalami eskalasi tinggi, terutama pasca pemerintahan Orde Baru atau pada masa transisi, yang ditandai dengan banyaknya korban jiwa dan kerugian materi. Eskalasi konflik menurun pasca tahun 2003, setelah adanya kesepakatan dan resolusi konflik di berbagai daerah. Konflik sosial kembali menjadi tren semenjak tahun 2014-2019. Kali ini penyebab utamanya adalah adanya isu politik-agama, kemudian terakselerasi pada tahun-tahun politik. Selain itu, hasil lain menunjukan bahwa pendidikan perdamaian memiliki peran penting dalam mencegah potensi konflik sosial, yang dapat dioptimalkan pada jalur formal, nonformal, dan informal.&nbsp

    179

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇