JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
Not a member yet
    197 research outputs found

    Perbandingan Pendidikan Kewarganegaraan di Amerika (Citizenship Education in Amerika) dan Indonesia: Studi Komparatif

    Full text link
    Abstrak Berbagai isu-isu global yang terus menghantui negara-negara di dunia menjadi kekhawatiran bersama terutama berkenaan dengan eksistensi warga negaranya, Indoensia dan amerika memiliki kesamaan dalam penerapan pendidikan kewarganegaraannya hal tersebut dikarenakan Indonesia telah menggunakan beberapa sistem dan bahkan kurikulum pendidikan kewarganegaraan di amaerika. Berdasarkan kajian literatur yang ditemukan oleh penulis bahwa pendidikan kewarganegaraan di indoesia dan amerika telah ditemukan banyak kesamaan mulai pada kebijakan nasional dan konten kurikulum pendidikan kewarganegaraan di Amerika Serikat dan Indonesia yang dapat dinilai sebagai pendidikan kewarganegaraan yang mengarah lebih dekat ke dalam kontinum pendidikan kewarganegaraan maksimal. Kata kunci: pendidikan kewarnegaraan, perbandingan civics, perbandingan pendidika

    Proses Pembinaan Nilai-Nilai Demokrasi Siswa SMA Kota Banda Aceh

    Full text link
    Pemahaman dan penerapan nilai-nilai demokrasi dianggap salah satu bagian untuk mengatasi sikap intoleran maupun diskriminatif antar siswa. Solusi yang diusulkan mencakup penguatan program ekstrakurikuler, pembelajaran aktif di kelas, partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan, integrasi nilai moral dalam kurikulum, dan evaluasi program secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembinaan nilai-nilai demokrasi bagi siswa di sekolah. Studi ini termasuk tipe studi kasus dengan pendekatan kualitatif guna mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 16 guru PPKn berserta 16 siswa, selajutnya dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembinaan nilai-nilai demokrasi tidak hanya dilakukan melalui kegitan   intrakurikuler, atau pembelajaran di kelas. Namun juga diselenggarakan dengan pendekatan kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dalam Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ini mencakup simulasi pemilihan umum, pergantian ketua Osis, dan pembagian peran di kelas seperti ketua kelas. Selain itu, proses pembinaan nilai demokrasi juga melibatkan kegiatan ekstrakurikuler seperti Paskibra, PASCAL, Pramuka, olahraga (seperti futsal), debat, teater, acara tahunan "Realistig", sanggar tari, Rohis, forum duta hukum, kegiatan rohani (tahfidz), PIK-R, dan PMR.

    Profil Pelajar Pancasila dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pelajar Pancasila secara konsepsi maupun kebijakan dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di tiga sekolah menengah di Kota Bandung, yaitu SMAN 12, SMAN 23, dan SMAN 25. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan kebijakan profil pelajar Pancasila yang memiliki integritas dan moralitas tinggi, serta untuk meminimalisir praktik pendidikan yang berorientasi pada komersialisasi dan proseduralitas semata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui metode ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang kasus yang diteliti berdasarkan pengalaman dan perspektif partisipan yang terlibat secara langsung dalam penelitian. Peneliti menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan partisipan yang dianggap sebagai pemeran utama dan memiliki pengalaman yang relevan dengan fokus penelitian ini.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila merupakan kebijakan penting dalam satuan pendidikan yang bersifat komprehensif. Meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pengembangan dimensi profil pelajar Pancasila dan perencanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), sekolah-sekolah yang menjadi lokasi penelitian telah berhasil menerjemahkan dan merealisasikan kebijakan tersebut.Seluruh subjek penelitian sepakat, bahwa profil pelajar Pancasila perlu diberlakukan dalam satuan pendidikan pada era ini. Namun, tetap mereka berharap, penerapan profil pelajar Pancasila dalam satuan pendidikan tidak sebatas slogan saja, tetapi bisa terus dilaksanakan dan dapat bermanfaat positif terhadap pengembangan karakter, kompetensi, dan sikap warga negara muda. Meskipun belum mengejewantahkan sila Pancasila secara utuh, namun dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila memodifikasi nilai Pancasila dan kompetensi abad 21. Kata kunci : kompetensi abad 21, pendidikan kewarnegaraan, profil pelajar pancasil

    Pengaruh Model SQ3R Terhadap Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Komitmen Kebangsaan

    Full text link
    ABSTRAK Materi Komitmen kebangsaan dalam pembelajaran PPKn  berfokus pada upaya mewujudkan cita-cita nasional dan membangun wawasan kebangsaan. Namun, banyak guru PPKn menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi dengan efektif. Salah satu permasalahan umum adalah penggunaan model pembelajaran konvensional yang hanya mengedepankan penjelasan satu arah tanpa adanya interaksi dengan siswa, menyebabkan keterlibatan siswa yang rendah dan pemahaman yang terbatas. Dalam penelitian ini, peneliti menyarankan penggunaan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan metode kuasi-eksperimen dan pendekatan kuantitatif, peneliti menjelaskan pengaruh signifikan dari model pembelajaran SQ3R terhadap peningkatan pemahaman siswa pada materi komitmen kebangsaan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang menerapkan model SQ3R (kelompok eksperimen) dan kelompok yang tidak (kelompok kontrol), dengan nilai thitung > ttabel (2,743 > 1,678) dan taraf signifikansi 0,08 > 0,05 Kata kunci : komitmen kebangsaan, model pembelajaran SQ3R, pemahaman sisw

    Penerapan model pembelajaran Project-Based Learning untuk meningkatkan sikap tanggung jawab pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 3 Soreang

    Full text link
    ABSTRAK Penanaman sikap tanggung jawab dalam pendidikan sangatlah penting sehingga perlunya penanaman sikap tanggung jawab sedini mungkin agar pendidikan karakter dapat tercapai dengan baik. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas melibatkan interaksi antara pendidik dan peserta didik, pentingnya aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam mencapai tujuan pendidikan diakui. Sikap tanggung jawab dalam pendidikan memiliki peran penting, terutama dalam mengembangkan karakter peserta didik. Namun, rendahnya minat belajar dan kurangnya sikap tanggung jawab peserta didik menjadi perhatian. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek dalam Pendidikan Pancasila. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengang melakukan pengolahan data, sejak mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi serta menyimpulkan data. Hasil penelitian menemukan bahwa pembelajaran berbasis proyek ini telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Peserta didik telah mengindikasikan beberapa faktor dari sikap tanggung jawab, misalmnya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru Pendidikan Pancasila, mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, dan melakulan tugas dengan sepenuh hati. Kata kunci : pendidikan pancasila, project based learning, tanggung jawa

    Analisis perbandingan pendidikan multikultural Indonesia dengan Negara Amerika, Kanada dan Inggris

    Full text link
    ABSTRAK Pendidikan multikultural di negara maju  menginginkan pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan cara menghargai dan memahami perbedaan-perbedaan yang dimiliki masing-masing individu. Perbandingan pendidikan multikultural Pertama dari masing-masing negara maju  ini memiliki persamaan dalam pendidikan multikultural yaitu ingin membratas adanya tindakantindakan diskriminasi dan ingin menegakkan hak-hak asasi manusia secara adil, Kedua Perbedaan pendidikan multikultural di Indonesia memberikan peran kepada Kepala Sekolah dalam memantau keberagaman yang dimiliki masing-masing siswa, di Amerika Serikat menerapkan pendidikan multikultural dengan cara memberikan edukasi kepada siswa mengenai keberagaman, di Inggris menerapkan pendidikan multikultural dengan cara sistem penerapan Bahasa, Bahasa inggris bukan menjadi Bahasa satu-satunya. Di Kanada menerapkan pendidikan multikultural dengan cara menerapkan model pendidikan yang merekonstruksi dari keanekaanragaraman budaya. Kata kunci : multikultural, negara maju, pendidika

    Efektivitas penerapan strategi pembelajaran diferensiasi melalui literasi digital terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila (SMP Negeri 2 Bandung)

    Full text link
    ABSTRAK Beragam potensi yang dimiliki oleh peserta didik menimbulkan adanya kebutuhan untuk memenuhi minat serta bakat dalam memproses pengetahuan secara optimal. Kemajuan zaman yang didukung dengan era revolusi industri 4.0 menciptakan masifnya penggunaan media digital termasuk kepada kegiatan pembelajaran. Hal ini memberikan urgensi dalam memberikan kompetensi kepada peserta didik untuk menguasai literasi digital. Maka dari itu dalam kurikulum merdeka belajar   menciptakan salah satu terobosan melalui pembelajaran yang interaktif dan tepat sasaran terhadap potensi peserta didik yaitu diperoleh dengan penerapan strategi pembelajaran diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah strategi pembelajaran diferensiasi pada mata pelajaran pendidikan pancasila sebagai rancangan pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik masing-masing peserta didik dengan berlandaskan kepada nilai-nilai pancasila. Pendekatan kualitatif melalui studi kasus dilaksanakan terhadap SMP Negeri 2 Bandung sebagai sekolah penggerak Angkatan pertama dengan berbasis digital. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa peran strategi pembelajaran diferensiasi yang digunakan guru dalam mata pelajaran pendidikan membangun semangat peserta didik untuk berperan aktif dan inovatif pada kegiatan pembelajaran. Penggunaan perangkat ajar berbasis digital pada setiap proses pendidikan menumbuhkan kompetensi peserta didik dalam menguasai literasi digital sehingga tingkat prestasi akademik maupun non-akademik pada peserta didik memperoleh hasil yang memuaskan dan sangat baik Kata kunci: diferensiasi, literasi digital, pendidikan pancasil

    Komparasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara melalui Ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra di SMA Negeri 1 Tanjungsiang

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya ancaman nyata juga dihadapi oleh dunia pendidikan dan generasi muda Indonesia, ancaman itu dapat berupa radikalisme, kekerasan, dan kriminalitas yang dapat membahayakan kutuhan negara. Tentunya dengan adanya ancaman tersebut diperlukan solusi untuk mencegahnya, salah satunya adalah dengan pembinaan kkesadaran bela negara yang dilakukan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi komparatif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan komparasi dalam pembinaan kesadaran bela negara yang diterapkan pada ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Tanjungsiang, Kabupaten Subang dan sampel penelitian berjumlah 98 orang siswa anggota Pramuka dan Paskibra. Dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Implementasi pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra di SMA negeri 1 Tanjungsiang sudah terimplementasi dengan baik; 2) Dengan hasil uji independent sample t-test taraf signifikansi p (Sig.(2-tailed)) memiliki nilai sebesar 0,18 yang artinya lebih besar dari 0,05. Hal itu berarti bahwa terdapat perbedaan dalam pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra di SMA negeri 1 Tanjungsiang. Kata kunci : ekstrakurikuler, kesadaran bela negara, siswa SM

    Realitas bentuk Aktualisasi nilai-nilai Nasionalisme melalui Olahraga Prestasi sebagai wujud Civic Participation

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana nilai nasionalisme dalam olahraga yang terlahir karena adanya partisipasi warga negara (civic participation) untuk melahirkan prestasi nasional. Pendekatan yang digunakan yakni kualitatif dengan metode fenomenologi. Peneliti memfokuskan teknik penelitian ini melalui teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dengan partisipan langsung. Tujuannya agar memperoleh esensi dari pengalaman partisipan yang diceritakan terkait kajian penelitian sebagaimana orientasi dari studi fenomenologi. Adapun temuan yang diperoleh berupa bentuk konkret yang dilakukan atlet elit nasional dalam mengaktualisasikan nilai nasionalisme. Didukung dengan komponen lainnya yaitu pelatih nasional, validasi dari stakeholder keolahragaan (Kemenpora RI dan National Olympic Commitee (NOC), dan Ahli Kebijakan dan Pengembangan Olahraga. Temuan tersebut dikaitkan dengan indikator dari civic participation sebagai landasan awal terlibat aktif berpartisipasi untuk dikembangkan pada nilai nasionalisme. Hasil penelitian menjelaskan bahwasannya nasionalisme merujuk pada semangat patriotisme dan identitas nasional yang tercermin dalam kompetisi olahraga antarnegara. Hal ini membuktikan bahwa realitas pada olahraga prestasi menjadi sebuah ruang gemilang dalam menggembleng partisipasi warga negara secara aktif yang Pancasilais. Walaupun dewasa ini terdapat sedikit pergeseran pada nilai nasionalisme yang berkaitan dengan sifat materialistik. Maka dari itu, perlu kiranya memperkuat kembali komitmen dan loyalitas dengan mananamkan prinsip “NKRI harga mati”. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pembaca bahwa nyatanya olahraga dapat menjadi sarana pembangun nasionalisme di suatu negara. Kata kunci : aktualisasi, civic participation, olahraga prestas

    Pendidikan Karakter Melalui Peran Pemuda Dalam Melestarikan Kesenian Jathilan

    Full text link
    Penelitian yang bertujuan untuk menganalis peran pemuda dalam pelestarian budaya khususnya kesenian jathilan di Sanggar Jathilan Ngaran I Borobudur, dalam mengembangkan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk memperoleh data yang diinginkan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,  penyajian data, dn menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi data. Peran pemuda dalam melestarikan kesenian jathilan dengan melakukan inovasi pada tarian dan pelatihan kepada anak. Pelestarian kesenian jathilan dapat menanamkan pendidikan karakter kepada pemuda dengan gerakan tarian yang meng implementasikan nilai-nilai karakter. 1) Nilai religius didapat melaui gerakan pembuka 2) nilai tanggung jawab bisa diambil saat gerakan pemimpin pasukan memberikan arahan serangan kepada musuh 3)nilai kerjasama ditunjukan pada saat tarian perang 4) nilai nasionalisme ditunjukan melalui peperangan 5) nilai toleransi ditunjukan saat penari ada yang trance atau kerasukan

    179

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇