Berita Kedokteran Masyarakat
Not a member yet
    1017 research outputs found

    Potensi pengembangan riset filantropi gizi di Indonesia

    Full text link
    Latar belakang: Filantropi suatu kepedulian sosial yang diwujudkan dalam bentuk memberi baik harta, fasilitas, ilmu dan tenaga, dalam satu dekade ini banyak digaungkan oleh berbagai organisasi. Filantropi dinilai mampu mengatasi masalah berbagai sektor  termasuk gizi. Di Indonesia, Filantropi sebenarnya telah lama mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.  Namun, penelitian ilmiah filantropi khususnya bidang gizi belum banyak diangkat. Penelitian dilakukan  untuk mengetahui potensi pengembangan riset filantropi gizi dengan mengeksplorasi praktik-praktik filantropi gizi di Indonesia. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur yakni mengumpulkan berbagai referensi teori yang relevan dari buku, jurnal, laporan penelitian, dan situs-situs internet. Hasil: Terdapat tiga analisis pendekatan dalam filantropi yaitu karitas (charity approach), filantropi ilmiah (scientific philanthropy) dan  neo filantropi ilmiah (new scientific philanthropy). Peran filantropi dalam layanan, advokasi, budaya, kewarganegaraan dan terdepan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Praktik secara individu dan komunitas seperti dibukanya “Restoran Fakir Miskin" dan “Warung Nasi Kuning” untuk kaum dhuafa dan fakir miskin, aksi sosial dan kampanye food sharingoleh komunitas Brotherfood , serta komunitas Slow Food mencatatkan beras Adan varietas hitam dan garam gunung Krayan (Tucu’) ke dalam Ark of Taste untuk melindungi pangan lokal. Adapun kepedulian sosial yang digerakkan lembaga diantaranya : upaya Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mengatasi gizi buruk di Papua, upaya Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam advokasi budaya pangan nusantara, bantuan Dompet Dhuafa kepada desa adat Kasepuhan Sinar Resmi untuk memelihara tradisi menjaga benih unggul lokal. Program filantropi gizi yang dimotori oleh perusahaan yaitu : hibah penelitian seputar permasalahan gizi oleh Nutrifood, “Gerakan Nusantara” oleh PT Frisian Flag, “Warung Anak Sehat” oleh PT Sari Husada, serta  program “Kebun Gizi” dengan membangun green house sebagai pusat pelatihan masyarakat oleh Sharp Electronics Indonesia. Beberapa social enterprise  seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Kitabisa turut andil dalam filantropisme gizi. Simpulan: Ada banyak program filantropi gizi dan pangan yang sudah dilakukan oleh individu, komunitas, lembaga maupun perusahaan. Hal ini memberi ruang yang luas bagi peneliti Indonesia untuk mengembangkan riset kuantitatif ataupun kualitatif terkait topik filantropi gizi.Latar belakang: Filantropi suatu kepedulian sosial yang diwujudkan dalam bentuk memberi baik harta, fasilitas, ilmu dan tenaga, dalam satu dekade ini banyak digaungkan oleh berbagai organisasi. Filantropi dinilai mampu mengatasi masalah berbagai sektor  termasuk gizi. Di Indonesia, Filantropi sebenarnya telah lama mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.  Namun, penelitian ilmiah filantropi khususnya bidang gizi belum banyak diangkat. Penelitian dilakukan  untuk mengetahui potensi pengembangan riset filantropi gizi dengan mengeksplorasi praktik-praktik filantropi gizi di Indonesia. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur yakni mengumpulkan berbagai referensi teori yang relevan dari buku, jurnal, laporan penelitian, dan situs-situs internet. Hasil: Terdapat tiga analisis pendekatan dalam filantropi yaitu karitas (charity approach), filantropi ilmiah (scientific philanthropy) dan  neo filantropi ilmiah (new scientific philanthropy). Peran filantropi dalam layanan, advokasi, budaya, kewarganegaraan dan terdepan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Praktik secara individu dan komunitas seperti dibukanya “Restoran Fakir Miskin" dan “Warung Nasi Kuning” untuk kaum dhuafa dan fakir miskin, aksi sosial dan kampanye food sharing oleh komunitas Brotherfood , serta komunitas Slow Food mencatatkan beras Adan varietas hitam dan garam gunung Krayan (Tucu’) ke dalam Ark of Taste untuk melindungi pangan lokal. Adapun kepedulian sosial yang digerakkan lembaga diantaranya : upaya Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mengatasi gizi buruk di Papua, upaya Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam advokasi budaya pangan nusantara, bantuan Dompet Dhuafa kepada desa adat Kasepuhan Sinar Resmi untuk memelihara tradisi menjaga benih unggul lokal. Program filantropi gizi yang dimotori oleh perusahaan yaitu : hibah penelitian seputar permasalahan gizi oleh Nutrifood, “Gerakan Nusantara” oleh PT Frisian Flag, “Warung Anak Sehat” oleh PT Sari Husada, serta  program “Kebun Gizi” dengan membangun green house sebagai pusat pelatihan masyarakat oleh Sharp Electronics Indonesia. Beberapa social enterprise  seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Kitabisa turut andil dalam filantropisme gizi. Simpulan: Ada banyak program filantropi gizi dan pangan yang sudah dilakukan oleh individu, komunitas, lembaga maupun perusahaan. Hal ini memberi ruang yang luas bagi peneliti Indonesia untuk mengembangkan riset kuantitatif ataupun kualitatif terkait topik filantropi gizi

    Prototipe sistem informasi penilaian kinerja kegiatan di BBTKLPP Yogyakarta

    Full text link
    Latar Belakang:Dalam rangka implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di BBTKLPP Yogyakarta, dilakukan penyusunan laporan, monitoring dan evaluasi kinerja terhadap capaian rencana aksi kegiatan (RAK) dan rencana kerja anggaran (RKA). Akan tetapi penilaian kinerja yang telah dilakukan menggunakan aplikasi hanya tingkat eselon 2, sedangkan tingkat eselon 3 dan eselon 4 masih manual. Pengelola laporan kinerja dan pimpinan belum dapat monitoring dan evaluasi capaian kinerja pada tiap tingkat eselon 3 dan 4 sehingga diperlukan sistem informasi penilaian kinerja kegiatan berbasis elektronik yang terintegrasi.Tujuan:Mengembangkan sistem informasi penilaian kinerja kegiatan di BBTKLPP Yogyakarta.Konten: Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP 7.2.15, database MySQL 5.0.12, framework Laravel 5.8, web server Nginx 1.14.0, code editor Notepad ++ 7.6.6 dan web browser Chrome 73.0.36. Fitur aplikasi terdiri atas data master (data eselon, indikator kegiatan, sub indikator, sasaran, program, kegiatan, output, sub output, komponen, sub komponen, akun), data transaksi (target RAK Total, target RAK per eselon, target RKA, capaian RAK per eselon, capaian RKA) dan laporan (capaian RAK secara keseluruhan per periode (bulanan dan tahunan), laporan capaian RAK per eselon per periode,  laporan capaian RKA per periode).Hasil: Sebelum menggunakan aplikasi, penilaian kinerja masih manual dikirim setiap bulan ke Subbag Program dan Laporan sebagai pengelola laporan kinerja. Data capaian kinerja dikompilasi berjenjang dari masing-masing eselon sehingga didapatkan capaian kinerja total. Kesalahan perhitungan karena masih menggunakan manual sering terjadi dan proses verikasi data masih membutuhkan waktu relatif lama. Setelah menggunakan aplikasi, penilaian kinerja menjadi lebih cepat dan tepat, sangat membantu pengelola laporan kinerja dan pimpinan dalam monitoring dan evualasi capaian kinerja kegiatan secara berkala.Kesimpulan: Prototipe membantu penilaian kinerja kegiatan, laporan dari aplikasi dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pimpinan dalam menentukan arah kebijakan dan pengambilan keputusan atas hasil evaluasi capaian kinerja setiap level eselon yang berada di bawahnya

    Health promoting university di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada: mahasiswa sebagai agent of change

    No full text
    Tujuan: Memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan dalam upaya Health Promoting University di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Isi: Inisiasi pembentukan kampus berbasis promosi kesehatan atau Health Promoting University telah dilakukan di Eropa sejak tahun 1955 dan menjadi bagian dari pergerakan WHO dalam mengupayakan lingkungan sehat. Di negara-negara ASEAN, konsep Health Promoting University telah dimulai sejak 2017 dengan harapan dapat membangun kampus sehat yang mampu mendorong civitas akademika untuk berperilaku hidup sehat. Salah satu upaya Health Promoting University diwujudkan melalui  kegiatan promosi kesehatan bagi seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa. Pada kesempatan ini, Fakultas Teknik UGM terpilih untuk menjadi sasaran pelaksanaan Health Promoting University yang dicanangkan oleh Universitas Gadjah Mada. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2018 bertempat di Fakultas Teknik UGM. Peserta merupakan perwakilan mahasiswa dari beberapa program studi di Fakultas Teknik UGM. Kegiatan dikemas ke dalam dua sesi. Sesi pertama berupa pemaparan program sekaligus edukasi untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Sesi kedua diselenggarakan dalam bentuk Small Group Discussion dengan empat topik utama yang disajikan, yaitu diet seimbang, aktivitas fisik, bahaya merokok, dan kesadaran mencuci tangan. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan tiap kelompok didampingi oleh 2-4 fasilitator dari mahasiswa pendidikan profesi dokter FKKMK UGM. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai topik kesehatan yang diangkat dan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menggali masalah kesehatan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, serta kendala yang dihadapi dalam praktiknya. Terakhir, kegiatan ditutup dengan diskusi panel dan tanya jawab. Lesson learned: Setelah mendapat paparan dan edukasi mengenai gaya hidup sehat, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agent of change yang mampu menyebarluaskan dan mengajak orang di sekitar untuk turut menjalankan gaya hidup sehat. Tindakan dapat dimulai dengan penerapan gaya hidup sehat, memantik diskusi terkait dengan teman sebaya, dan mengunggah informasi mengenai gaya hidup sehat di media sosial

    Pojok konseling remaja di puskesmas sebagai sarana penyuluhan aktif dan promosi kesehatan

    No full text
    Masa remaja merupakan masa transisi dari anak ke dewasa. Pada usia ini remaja sering menghadapi masalah yang kompleks yang sulit untuk ditanggulangi sendiri. Pemerintah memiliki program yang disebut Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang berbasis di sekolah. Pelaksanaan program PKPR belum optimal dikarenakan beberapa keterbatasan, diantaranya adalah  penyuluhan hanya dilakukan di sekolah, dengan frekuensi hanya beberapa kali setahun, penyuluhan bersifat himbauan saja,dan terbatas bagi remaja yang bersekolah. Di beberapa daerah yang telah memberikan layanan konseling kesehatan remaja cukup memberikan hasil yang baik dibandingkan dengan sekedar layanan penyuluhan di sekolah, misalnya kegiatan konseling disisipkan pada kegiatan karang taruna, namun metode ini memerlukan pengembangan, olehnya itu pojok konseling  remaja pada puskesmas merupakan pengembangan dari metode konseling remaja sebelumnya, dimana pojok konseling pada puskesmas ini sistem konselingnya bersifat interaktif  dan  dilayani oleh tenaga kesehatan yang ada di puskesmas yang bila memungkinkan perekrutan tenaga konselor yang telah mendapat pelatihan dan memiliki modul konseling yang terstandarisasi. Pojok konseling ini menjangkau remaja yang di sekolah maupun  di luar sekolah. Puskesmas bekerjasama dengan pihak kelurahan dalam sosialisasi program ini. Fokus  konsultasi yang dilakukan adalah bahaya merokok terhadap kesehatan, pengetahuan tentang organ reproduksi dan dampak seks bebas dalam kehidupan remaja. Pojok konseling remaja tidak hanya memberikan penyuluhan tetapi juga aktif mengikuti perkembangan dan memberikan pendampingan pada remaja yang telah menggunakan layanan tersebut dan diikuti dengan evaluasi sehingga program ini tidak sebatas menyuluh dan memberi konseling namun diharapkan mampu memberikan perubahan sikap dan cara pandang remaja terhadap masalah kesehatan merek

    Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan wisata alam DIY

    Full text link
    Tujuan: Merancang Desain SMK3 yang aplikatif di lingkup wisata alam DIYMetode: Analisis Konten terhadap 8 Jurnal ilmiah terbitan tahun 2014 – 2019 yang setidaknya memuat kata kunci tourism safety, rural tourism, dan tourism adventure.Hasil: Bagian terpenting dari keseluruhan desain SMK3 wisata alam adalah merancang suatu strategi yang bisa mengedukasi wisatawan tentang segala risiko potensial yang mungkin dihadapi, mengingat fakta bahwa sebagian besar wisatawan alam tidak menyadari potensi bahaya, tidak memiliki survival skill, tidak terlatih, sering kali abai dengan keselamatan dirinya dan dalam menerima informasi keselamatan. Strategi aplikatif dan solutif yang bisa diterapkan untuk mewujudkan SMK3 wisata alam yang integratif, komprehensif dan berkesinambungan yaitu :Pendirian Sentra K3 Wisata Terpadu di setiap tempat wisata rural – wisata alam di DIY.Merancang analisis risiko menggunakan pendekatan dan perspektif tempat dan wisatawan dengan memperhatikan pengalaman sosial dan sikap serta perilaku yaitu menggunakan Teori planned behavior (TPB) untuk melihat perspektif dan merancang desain intervensi manajemen risiko yang sesuai.Penggunaan Geographic Information System – GIS dan integrasinya dengan SMK3 wisata alam mengingat GIS dapat memberikan informasi spasial untuk mendukung dalam membuat keputusan dan perencanaan serta desain SMK3 termasuk keamanan dan kesehatan makanan bagi wisatawan dan lain sebagainya untuk keberlanjutan sistem wisata yang terintegrasiSafety communication berupa safety sign yang merupakan komunikasi searah8. Agar efektif, safety sign harus memenuhi kaidah memperingatkan, mudah dimengerti, komprehensif, dan kesesuaian.Kolaborasi elemen pemerintahan yaitu PEMPROV, PEMKAB, BPBD, DINAS PARIWISATA, PUSKESMAS, MUI serta UNIVERSITAS ke dalam sentra K3 Wisata Terpadu untuk melaksanakan fungsi SMK3 wisata alam sangat berpeluang untuk di terapkan di DIY mengingat bahwa DIY sendiri merupakan daerah rawan bencana yang sebenarnya elemen pemerintahan sudah berkolaborasi dengan sendirinya ketika ada titik kerawanan bencana terdeteksi. Provinsi DIY sangat berhasil dalam memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata baru. DIY juga dikenal dengan sebutan provinsi sejuta relawan karena sangat mudah untuk menggerakkan relawan di DIY sehingga integrasi pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan relawan adalah sangat berpeluang diterapkan untuk mendukung penerapan SMK3 wisata alam.BPBD, MUI, PUSKESMAS dan DINAS PARIWISATA dapat berperan dalam desain aplikasi GIS dan integrasinya dengan Food Halal dan Food safety. Rancang desain Analisis Risiko dengan pendekatan TPB dan safety communication berupa safety sign dapat diperankan  oleh UNIVERSITAS dan BPBD sekaligus sebagai fungsi integrasi pemberdayaan masyarakat dan relawan. Dan sebagai pelaksana di lapangan adalah masyarakat dan relawan yang terlatih, teredukasi dan terintegrasi dengan elemen pemerintahan. Sistem pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata semakin sempurna dengan mengintegrasikan SMK3 wisata melalui pemberdayaan relawan dan pengintegrasian fungsinya dengan segenap elemen pemerintahan. Sehingga strategi akhirnya adalah mengedukasi wisatawan tentang segala risiko potensial yang mungkin dihadapi serta peningkatan kesadaran tentang safety behavior dapat menjadi safety culture bagi wisatawan alam dapat terwujud dengan partisipasi aktif dari pemberdayaan relawan dan masyarakat sebagai ujung tombak.Terakhir, fungsi kebijakan, anggaran, dan pengawasan sangat penting sebagai penopang keberlangsungan dan kesinambungan sistem manajemen wisata rural – wisata alam di DIY. Peran dan partisipasi aktif DINAS PARIWISATA, PEMPROV dan PEMKAB sangat penting di awal integrasi SMK3 wisata ke dalam manajemen wisata alam di DIY yang mengandalkan pemberdayaan masyarakat.Kesimpulan: Aplikasi Praktis SMK3 Wisata Alam DIY :(a) Sentra K3 Wisata Terpadu di setiap tempat wisata alam (b) Desain SMK3 dari perspektif tempat dan wisatawan dengan menggunakan pendekatan TPB (c) GIS system dan food safety (d) Safety Communication : Safety Sign

    Tantangan dalam pengelolaan regulasi kawasan bebas rokok di area sekolah SMA di kecamatan Kahu Sulawesi Selatan

    No full text
    Tujuan : Fenomena perilaku merokok pada remaja sekarang semakin mengkhawatirkan dan telah menjadi tren dan bukan hal yang baru di antara siswa SMP dan SMA, bahkan beberapa siswa sekolah dasar juga sudah menunjukkan perilaku merokok. Perilaku merokok dalam kehidupan sehari-hari seringkali ditemui dimana-mana, baik instansi pemerintahan, tempat umum maupun tempat pendidikan yaitu sekolahan. Adapula remaja yang merokok di sekolahan mereka baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, seperti halnya mereka merokok di kantin ataupun di mushola sekolah.Berbagai pengaruh rokok terhadap kesehatan manusia, antara lain: menyebabkan penyakit jantung koroner, trombosis koroner, kanker, bronkitis atau radang cabang tenggorok, dan kematian pada janin. Selain itu efek lain bagi kesehatan yang ditimbulkan karena merokok antara lain: wajah keriput, gigi berbercak dan nafas bau, lingkungan menjadi bau. Salah satu kandungan rokok yaitu nikotin juga memiliki efek pada otak antara lain menyebabkan ketergantungan dan toksisitas pada fungsi kognitif yang dapat mempengaruhi penurunan fungsi kognitif akan berdampak pada proses pembelajaran dan perolehan nilai akhir. Penelitian ini bertujuan ntuk mengurangi/menurunkan jumlah penggunaan rokok pada siswa. Metode : Kebijakan pengendalian tembakau di Indonesia masih menimbulkan perdebatan yang panjang, mulai dari hak asasi seorang perokok, fatwa haram merokok di tempat umum sampai dengan dampak anti rokok terhadap perekonomian dan tenaga kerja di Indonesia. Besarnya devisa yang diberikan oleh perusahaan rokok dan perdebatan panjang tersebut membuat pemerintah Indonesia masih menunda menandatangani dan meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Padahal hasil kajian di beberapa negara menunjukkan bahwa kebijakan merupakan cara yang efektif untuk mengendalikan tembakau atau lebih khusus lagi untuk mengurangi kebiasaan merokok.Hasil : Regulasi dan kebijakan pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat minimal karena nilai ekonomi tembakau. Meskipun merokok sudah tidak diperbolehkan di kantor pemerintah, fasilitas kesehatan dan sekolah, regulasi pengendalian tembakau belum dilaksanakan sepenuhnya, terutama di sekolah. Perdebatan panjang terhadap perlunya kebijakan pengendalian tembakau di Indonesia sebetulnya tidak perlu terjadi mengingat dampak kesehatan yang diakibatkan penggunaan tembakau atau kebiasaan merokok. Kesimpulan : Implementasi kawasan tanpa rokok adalah salah satu upaya dalam melindungi mereka yang tidak merokok tetapi terkena paparan asap rokok atau perokok pasif. Rekomendasi : (1) Seluruh guru terutama kepala sekolah aktif turut serta dalam mengawasi siswa termasuk melakukan penggeledahan atau pemeriksaan larangan membawa rokok sebelum masuk pada area sekolah. (2) Kepala sekolah harus dengan tegas melarang merokok bagi siswa di kantin sekolah dan diawasi oleh penjaga kantin (3) Mengeluarkan peraturan dengan memberi peringatan kepada pemilik warung yang berada di pinggiran sekolah yaitu tidak diizinkan menjual rokok kepada siswa apabila masih ingin berjualan di sekitar sekolah. (4) Guru-guru harus memberikan contoh ikut menaati peraturan dengan cara ikut tidak merokok di area sekolah atau paling tidak, pada daerah yang dapat terlihat oleh siswa.(5) Kepala sekolah membuat program dengan rutin melakukan pemutaran video setelah upacara bendera tentang bahaya atau efek negatif merokok yang harus ditonton oleh semua siswa. (6)Menyediakan boneka khusus bagian paru-paru (boneka anatomi manusia) di laboratorium sekolah untuk diperlihatkan pada siswa simulasi bahaya terpaparnya asap rokok terhadap kesehatan terutama bagi paru-paru dan dilakukan setiap 1x seminggu. (7) Melakukan pendekatan kepada orang tua pada saat rapat orang tua murid dengan mengingatkan mereka, jika tidak ingin anak mereka menjadi perokok selamanya, maka berilah contoh dengan tidak merokok di rumah, karena zat nikotin pada rokok juga dapat berpengaruh pada prestasi belajar siswa

    HUBUNGAN JENIS BREEDING SITES DAN KEPADATAN LARVA DENGAN KASUS MALARIA DI WILAYAH PT. FREEPORT INDONESIA KABUPATEN MIMIKA TAHUN 2013-2017: PENDEKATAN SPASIAL-TEMPORAL

    No full text
    Breeding sites and larvae density with malaria cases in PT. Freeport Indonesia, mimika regency in 2013-2017: spatio-temporal approachPurpose: This study aims to determine the relationship between breeding sites and larval density in malaria cases in the Lowland region of PT. Freeport Indonesia Mimika Regency 2013-2017. Method: This study uses secondary data from PT. Freeport Indonesia in 2013 - 2017. The data used in this study included malaria case data, breeding sites and breeding sites and larval density in the lowland PTFI area from 2013-2017. Data analysis included descriptive analysis to see the distribution picture, bivariate analysis to examine the relationship between variables and spatial analysis to find out the distribution of cases and breeding sites.Results: The number of malaria cases from 2013-2017 in the Lowland PTFI region was 267 (37%) from a total population of 713 people. The highest case occurred in 2014 as many as 70 cases. Distribution of cases based on sex occurs mostly in men, in the age group of 46-50 years, based on the relatively equal employment status between employees and non-employees and based on the location, many occur in Kuala Kencana. Types of breeding sites with larvae density have a significant relationship (p <0.0001), larvae density with malaria cases also have a significant relationship (p 0.0013 and r 0.40) especially density in xpool which has a density of 2.01/dip.Conclusion: Distribution of malaria cases focused on locations where employees live and locations with high mobility. The types of breeding sites are related to larval density. The highest density of larvae is found in breeding sites of the xpool type. Larval density and malaria cases have a significant relationship with larvae density in the xpool breeding site.Background: Malaria is an endemic disease in the PTFI area of Mimika Regency. Even though malaria control have been massive, malaria cases still exist. The application of control measures is carried out mainly in the Lowland region. The existence of breeding sites is a good habitat for Anopheles larvae. This study aims to determine the relationship between breeding sites and larval density in malaria cases in the Lowland region of PT. Freeport Indonesia Mimika Regency 2013-2017.Methods: This study uses secondary data from PT. Freeport Indonesia in 2013 - 2017. The data used in this study included malaria case data, breeding sites and breeding sites and larval density in the lowland PTFI area from 2013-2017. Data analysis included descriptive analysis to see the distribution picture, bivariate analysis to examine the relationship between variables and spatial analysis to find out the distribution of cases and breeding sites.Results: The number of malaria cases from 2013-2017 in the Lowland PTFI region was 267 (37%) from a total population of 713 people. The highest case occurred in 2014 as many as 70 cases. Distribution of cases based on sex occurs mostly in men, in the age group of 46-50 years, based on the relatively equal employment status between employees and non-employees and based on the location, many occur in Kuala Kencana. Types of breeding sites with larvae density have a significant relationship (p <0.0001), larvae density with malaria cases also have a significant relationship (p 0.0013 and r 0.40) especially density in xpool which has a density of 2.01/dip.Conclusions: Distribution of malaria cases focused on locations where employees live and locations with high mobility. The types of breeding sites are related to larval density. The highest density of larvae is found in breeding sites of the xpool type. Larval density and malaria cases have a significant relationship with larvae density in the xpool breeding site

    Pengalaman keluarga merawat penderita pasca stroke di kota Jambi tahun 2019

    No full text
    Family experience for the first time caring for post-stroke sufferers at homePurpose: Neurological deficits of post-stroke patients have a negative impact on patients and families. To explore in-depth the experiences of families caring for post-stroke sufferers.  Method: Qualitative research method using a descriptive phenomenology approach. Data of nine participants selected using purposive sampling. Data collected by interviews in-depth semi-structured duration of 60-90 minutes. Data analysis using the Colaizzi method.Results: This study found five themes: dependence on daily activities in the family, efforts made by the family to fulfill self-care activities, constraints faced by caregivers, family expectations and limited knowledge and skills of caregivers. Conclusion: Families experienced difficulties in meeting patients' ADLs. They have major changes in physical conditions, rest and sleep pattern, psychological conditions, social activities, and income opportunities. The families are in need of help from others and about how to treat post-stroke patients at home.Tujuan penelitian untuk mengeksplor secara mendalam pengalaman keluarga merawat penderita pasca stroke.  Metode fenomenologi deskriptif. Data sembilan partisipan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan indepth interview semi terstruktur durasi 60-90 menit. Analisa data mengunakan metode colaizzi.  Hasil ditemukan lima tema yaitu: ketergantungan aktifitas sehari-hari pada keluarga, upaya yang dilakukan keluarga memenuhi aktifitas perawatan diri, kendala yang dihadapi pada pemberi asuhan, harapan keluarga, dan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pemberi perawatan.  Kesimpulan: Keluarga mengalami kesulitan dalam memenuhi ADL pasien, perubahan kondisi fisik, perubahan istirahat dan tidur, perubahan kondisi psikologis, perubahan aktifitas sosial, dan perubahan ekonomi.  Keluarga membutuhkan bantuan orang lain, mengenai cara merawat penderita pasca stroke yang baik dan benar di rumah

    Gambaran umum lokalisasi pasar Kembang sebagai pengembangan komunitas perempuan pekerja seks

    Full text link
    General description of Pasar Kembang localization as a community development of female sex workersPurpose: To find out a general description of the localization of Pasar Kembang as a community development for female sex workers. Method:This research is a qualitative descriptive study. The research informants were 7 female sex workers who were selected by purposive sampling. Results:The Community of Bunga Seroja as a community of female sex workers in Pasar Kembang localization strives to develop this community in an effort to fulfill the health and welfare of female sex workers. The organization of this community is not optimal because of the lack of resources in community management. Empowerment activities and sustainability program are important elements on the development of a community of female sex workers. Conclusion:The Community of Bunga Seroja is a place for female sex workers in organization; the implementation of community development not optimal due to limited resources; participation, empowerment, and sustainability are important elements in the development of female sex workers group by the Community of Bunga Seroja.Latar belakang: Perempuan pekerja seks merupakan populasi kunci yang berisiko terhadap penularan HIV/AIDS  yang akan sulit dijangkau apabila tidak ada komunitas yang mengkoordinir mereka. Lokalisasi Pasar Kembang di Yogyakarta memiliki sebuah komunitas yang berusaha untuk menjangkau seluruh pekerja seks dalam pemenuhan kesehatan sebagai bagian dari upaya pengembangan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum tentang lokalisasi Pasar Kembang sebagai pengembangan komunitas perempuan pekerja seks. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Informan penelitian berjumlah 7 orang perempuan pekerja seks yang dipilih secara purposive sampling. Hasil: Komunitas Bunga Seroja sebagai komunitas perempuan pekerja seks di lokalisasi Pasar Kembang berusaha untuk mengembangkan komunitas ini dalam upaya pemenuhan kesehatan dan kesejahteraan bagi perempuan pekerja seks. Pengorganisasian komunitas ini masih belum maksimal karena kurangnya sumber daya yang berperan dalam kepengurusan komunitas. Kegiatan pemberdayaan dan keberlanjutan program menjadi unsur yang penting dalam pengembangan komunitas perempuan pekerja seks. Simpulan: Komunitas Bunga Seroja menjadi suatu wadah bagi perempuan pekerja seks dalam berorganisasi; pelaksanaan pengembangan komunitas masih belum maksimal karena keterbatasan sumber daya; partisipasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan menjadi unsur penting dalam pengembangan kelompok perempuan pekerja seks oleh Komunitas Bunga Seroja

    STUDI KUALITATIF : PENGALAMAN HIDUP IBU POSTPARTUM DENGAN RIWAYAT GESTATIONAL DIABETES MELLITUS (GDM) DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2019

    No full text
    Latar Belakang : Gestasional Diabetes Melitus (GDM) adalah gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan. Sebuah tinjauan sistematis menyarankan bahwa wanita dengan GDM memiliki peningkatan 7,4 kali lipat dalam risiko terkena diabetes tipe 2 setelah melahirkan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki GDM.Tujuan : Mengetahui pengalaman hidup ibu postpartum dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus (GDM) di kota Yogyakata 2019.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan criterion sampling dengan alasan karena subjek penelitian dipilih dengan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini melibatkan 5 ibu dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus (GDM). Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juli 2019 di 3 Puskesmas kota Yogyakarta yaitu Puskesmas Umbulharjo 1, Puskesmas Danurejan 1 dan Puskesmas Kotagede 1. Data penelitian dianalisis menggunakan Colaizzi.Hasil : hasil analisis didapatkan 4 tema yaitu pengalaman ibu dengan Gestational Diabetes Mellitus, pengetahuan tentang Gestational Diabetes Mellitus, kehamilan dengan Gestational Diabetes Mellitus dan postpartum dengan riwayat Gestational Diabetes Mellitus.Simpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pengetahuan ibu mengenai GDM masih kurang, kurangnya kesadaran ibu untuk melakukan kontrol gula darah masa nifas, kurangnya informasi yang diterima dari bidan, aktifitas fisik yang dilakukan hanya berupa olahraga ringan, KIE gizi hanya diperoleh dari ahli gizi, peran dukungan keluarga sangat membantu ibu dalam proses mobilisasi

    498

    full texts

    1,017

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berita Kedokteran Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇