Berita Kedokteran Masyarakat
Not a member yet
    1017 research outputs found

    Rancang bangun aplikasi M-Chat berbasis android bagi anak balita di kabupaten Karawang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi M-CHAT berbasis android untuk mendeteksi dini penyimpangan perkembangan berupa autisme. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada model pengembangan Waterfall melalui beberapa langkah : analysis, design, coding dan testing. Jumlah responden 30 tenaga kesehatan di puskesmas wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2018Tampilan implementasi rancangan User Interface :Menu UtamaSaat pertama kali aplikasi ini dijalankan maka tampilan awal adalah menu utama, yang berisi : menu petunjuk penggunaan aplikasi, menu stimulasi, deteksi dan informasi gejala autis.       2. Menu StimulasiSaat pengguna memilih menu stimulasi maka system akan menampilkan informasi perihal perkembangan dan stimulasi sesuai dengan umur anak yang diperiksa.       3. Menu Deteksi AutismeSystem ini akan menampilkan kuesioner, lalu  pengguna menjawab dengan memberikan cheklist (√) jika jawaban “ya”, dan dikosongkan jika jawaban “tidak”, lalu klik tombol deteksi maka system akan menampilkan hasil deteksi sesuai jawaban yang diberikan.Penilaian menu ini akan menghasilkan status perkembangan “sesuai” atau “menyimpang”, selain itu pada menu ini juga dilengkapi dengan tampilan intervensi.      4. Menu PanduanMenu ini untuk mengetahui penggunaan aplikasi M-Chat Berbasis Android bagi Anak Balita (18-36 bulan). Pengujian black box menunjukkan hasil “sesuai” pada setiap bentuk pengujian, artinya bahwa semua fungsi pengujian beta kepada pengguna  memiliki beberapa kelebihan meliputi :  tampilan menarik, mudah digunakan, dapat membantu menentukan status perkembangan balita

    Analisis Manajemen Corporate Social Responsibility (CSR) Di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul

    Get PDF
    Pendahuluan Corporate Social Responsibility merupakan etika kewajiban yang mengharuskan rumah sakit dan organisasi lainnya untuk melakukan sesuatu yang bemanfaat dalam hal ini memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk pasien. Manajemen memiliki peran penting pada sebuah organisasi dalam menyelesaikan pekerjaan dan mencapai tujuan dengan proses-proses yang dilakukan secara sistematis.Penelitian Deskriptif dengan pendekatan Case Study. Subyek penelitian ini termasuk 4 orang. Menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan validitas data teknik triangulasi sumber.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan program CSR terencana dengan baik, 2) pengorganisasian program CSR sudah berjalan dengan baik dilengkapi dengan Tugas dan Kekuasaan (UTW), 3) dalam pelaksanaan program CSR ada kendala , kurangnya sumber daya manusia dalam proses implementasi, 4) pengawasan program CSR telah terencana baik pemantauan pihak internal maupun eksternal, dan 5) evaluasi program CSR sudah berjalan secara rutin dan sesuai dengan yang digunakan standar kualitas.Kesimpulan: Manajemen Program CSR di RS Nur Hidayah di Bantul telah berjalan dengan baik walau masih terdapat beberapa kendala

    [PHS4] Analisis program revolusi kesehatan ibu dan anak dan dampaknya terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten Timor Tengah Selatan

    No full text
    Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi Program Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Metode: Review Data sekunder yang terdiri dari Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 dan Data Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2017, jurnal-jurnal, serta didukung hasil wawancara dengan salah satu tenaga kesehatan di Kabupaten TTS. Hasil: Program Revolusi KIA di Kabupaten TTS sudah dilakukan sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018. Meskipun demikian, masih banyak ibu hamil yang belum melahirkan di fasilitas kesehatan, angka kematian ibu dan bayi-nya merupakan yang tertinggi di Provinsi NTT. Angka kematian ibu pada tahun 2008 berjumlah 59  kasus dan  pada tahun 2017 berjumlah 33  kasus. Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2008 berjumlah 134  kasus dan  pada tahun 2017 meningkat menjadi 156  kasus. Tingginya angka kematian ibu dan bayi ini disebabkan oleh faktor geografis, transportasi, pengetahuan ibu dan ketersediaan tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten TTS sudah melakukan sistem pemantauan persalinan 2H2 sebagai penunjang program revolusi KIA dan memberikan sanksi bagi masyarakat yang bersalin dengan bantuan dukun, tapi upaya ini belum maksimal karena belum menyentuh kebutuhan utama dari masyarakat. Simpulan: Pemerintah Kabupaten TTS perlu melakukan upaya pendataan ibu hamil lewat sistem deteksi dini ibu hamil (THRIVE Project), penyuluhan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, menambah jumlah bidan di pustu/poskeskel, dan pengadaan ambulance khusus untuk ibu hamil (bisa bekerja sama dengan pemerintah desa untuk dianggarkan melalui dana desa).Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi Program Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Metode: Review Data sekunder yang terdiri dari Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 dan Data Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2017, jurnal-jurnal, serta didukung hasil wawancara dengan salah satu tenaga kesehatan di Kabupaten TTS. Hasil: Program Revolusi KIA di Kabupaten TTS sudah dilakukan sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018. Meskipun demikian, masih banyak ibu hamil yang belum melahirkan di fasilitas kesehatan, angka kematian ibu dan bayi-nya merupakan yang tertinggi di Provinsi NTT. Angka kematian ibu pada tahun 2008 berjumlah 59  kasus dan  pada tahun 2017 berjumlah 33  kasus. Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2008 berjumlah 134  kasus dan  pada tahun 2017 meningkat menjadi 156  kasus. Tingginya angka kematian ibu dan bayi ini disebabkan oleh faktor geografis, transportasi, pengetahuan ibu dan ketersediaan tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten TTS sudah melakukan sistem pemantauan persalinan 2H2 sebagai penunjang program revolusi KIA dan memberikan sanksi bagi masyarakat yang bersalin dengan bantuan dukun, tapi upaya ini belum maksimal karena belum menyentuh kebutuhan utama dari masyarakat. Simpulan: Pemerintah Kabupaten TTS perlu melakukan upaya pendataan ibu hamil lewat sistem deteksi dini ibu hamil (THRIVE Project), penyuluhan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, menambah jumlah bidan di pustu/poskeskel, dan pengadaan ambulance khusus untuk ibu hamil (bisa bekerja sama dengan pemerintah desa untuk dianggarkan melalui dana desa)

    Understanding the community interest of breast cancer in Indonesia: a digital epidemiology study using Google trends

    Get PDF
    Introduction. Breast cancer was count for 30.5% of all cancers diagnosed in Indonesia. Although preventable, breast cancer is mostly diagnosed in advanced stages and caused leading dead among females. Given the increasing growth of online information seeking behavior, adequate cancer health promotion through virtual setting is needed to tackle the massive increasing burden of breast cancer. Therefore this study aims to explore the community interest in breast cancer using Google Trends. Method. 5 years (from September 2013 to August 2018) information searches for breast cancer from Google were retrieved in Indonesian language. Data were downloaded at national and sub-region level to examine the pattern and distribution of queries. Results. Sporadic traces of information searches related to breast cancer from Google Trends presented the pattern and distribution of queries. Massive search happened in July 2015 and June 2017 following the died of Indonesian celebrity who suffered from breast cancer. However, the cancer awareness month every October does not impact the number of information searches. Considering the high influence of celebrities, many studies reveal the positive impact of celebrities involvement in health promotion. Celebrity can attract the public attention to health messages and increase the agreement of vaccination and screening for cancer. Thereby, celebrities involvement and availability of qualified breast cancer online information should be increased to win the breast cancer health promotion program in the digital era. Online information related to breast cancer could be disseminated through targetted risk population using Mobile JKN that has been downloaded by 1.5 million members. Conclusion. Google Trends could be potentially used as a novel tool to measure the dynamics of community interest in breast cancer in Indonesia. Therefore, adequate cancer health promotion through a virtual setting is the key to tackling the massive increasing burden of breast cancer in the digital era

    Analisis manajemen corporate social responsibility di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul

    No full text
    Analysis of management corporate social responsibility (CSR) at Nur Hidayah Hospital In BantulPurpose: Analyzing the management of Corporate Social Responsibility (CSR) at Nur Hidayah Hospital in Bantul.Methods: This was qualitative research using a descriptive case study design. The key informants were Director of Hospital, PKRS Coordinator and 2 PKRS Staff using techniques purposive sampling. Methods of data collection using in-depth interviews and observations. The validity of the data uses source triangulation.Results: Based on Management Functions: 1) the planning CSR program was well planned. 2) organizing CSR program has been already well run completed with the Duties and Powers (UTW). 3) in implementation there was an obstacles, the lack of human resources, miscommunication and limitations partners 4) monitoring of CSR program carried out from internal side of the hospital and external / partners. 5) evaluation of CSR program has been already running on a regular basis and in accordance with the used quality standards.Conclusions: The management function in the CSR Program at Nur Hidayah Hospital in Bantul when viewed as a whole has not been said to be perfect but has been running with all it should even though there are still some obstacles that can be overcome by employees and PKRS TeamPurpose : Analyzing the management of Corporate Social Responsibility (CSR) at Nur Hidayah Hospital in Bantul. Method : This was qualitative research using descriptive case study design. The key informants were Director of Hospital, PKRS Coordinator and 2 PKRS Staff using techniques purposive sampling. Methods of data collection using in-depth interviews and observations. The validity of the data uses source triangulation. Results : Based on Management Functions : 1) the planning CSR program was well planned. 2) organizing CSR program has been already well run completed with the Duties and Powers (UTW). 3) in implementation there was an obstacles, the lack of human resources, miscommunication and limitations partners 4) monitoring of CSR program carried out from internal side of the hospital and external / partners. 5) evaluation of CSR program has been already running on a regular basis and in accordance with the used quality standards. Conclusion : The management function in the CSR Program at Nur Hidayah Hospital in Bantul when viewed as a whole has not been said to be perfect but has been running with all it should even though there are still some obstacles that can be overcome by employees and PKRS Team

    Bullying verbal menyebabkan depresi pada remaja SMA di kota Yogyakarta

    Get PDF
    Latar belakang: Depresi merupakan penyebab nomor satu penyakit dan kecacatan pada remaja. Secara global, diperkirakan 350 juta orang menderita depresi. Prevalensi gengguan mental emosional usia 15 tahun keatas, penduduk kota Yogyakarta memiliki prevalensi diatas nasional. Peristiwa negatif ketika berinteraksi dengan teman sebaya, komunikasi yang buruk dan penolakan dari teman sebaya dapat meningkatkan kecenderungan untuk mengalami depresi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian depresi pada remaja SMA yang mengalami bullying dan tidak mengalami bullying di Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian remaja SMA di Kota Yogyakarta sebanyak 210 orang. Variabel bebas bullying, variabel terikat depresi dan variabel luar jenis kelamin, kelas dan status sosial ekonomi. Analisis data meliputi: analisis univariabel, analisis biavariabel dengan uji Chi-square dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik.Hasil: Bullying paling banyak dialami remaja adalah bullying verbal sebesar 47%, bullying fisik sebesar 30%, bullying sosial sebesar 20% dan cyberbullying sebesar 3%. Analisis bivariabel menunjukkan hubungan yang bermakna antara korban bullying dengan depresi diperoleh nilai RP 1,57 (CI 95% 1.10-2.22), menjelaskan remaja yang mengalami bullying berpeluang 1,5 kali lebih besar mengalami depresi dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami bullying.Kesimpulan: Kejadian depresi pada remaja SMA yang mengalami bullying lebih tinggi dari pada remaja yang tidak mengalami bullying.Verbal bullying can cause depression in high school adolescents in Yogyakarta cityPurposeThis study aimed to determine the differences in the incidence of depression in high school adolescents who received bullying and who did not received bullying in Yogyakarta city.MethodThis study used a cross-sectional design involving 210 high school adolescents in Yogyakarta city. The independent variable was bullying and dependent variable was depression. Data analysis included univariable, and bivariable analysis using Chi-square tests and multivariable analysis with logistic regression tests.ResultsThe types of bullying most experienced by adolescents was verbal bullying by 47.3%, physical bullying by 29.8%, social bullying by 20.2% and cyber bullying by 2.7%. The bivariable analysis showed a significant correlation between bullying and depression. Bivariable analysis showed a significant correlation between the victims of bullying with depression. Adolescents who received bullying had 1.5 times greater potential to become depressed than adolescents who did not receive bullying.ConclusionThe incidence of depression in high school adolescents who received bullying was higher than adolescents who did not receive bullying

    PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KECELAKAAN AKIBAT KERJA

    No full text
    Latar belakang: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian penting untuk perlindungan tenaga kerja agar pekerja tetap selamat, sehat, dan aman. Penerapan SMK3 di perusahaan akan menghindarkan dari risiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia, yang diakibatkan oleh kecelakaan. Setiap tahunnya di PT Mega Andalan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan harus dibawa ke rumah sakit. Kecelakaan yang terjadi seperti jari putus, jari terjepit, mata terkena percikan api gerinda, dan sebagainya. Berdasarkan uraian di atas maka ingin mengetahui penerapan SMK3 terhadap terjadinya kecelakaan akibat kerja.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kualitatif, rancangan penelitian dalam bentuk studi kasus yang bertujuan mendiskripsikan keadaan, menilai, dan mengetahui penerapan SMK3. Penelitian ini dilaksanakan di bagian produksi Divisi Hospital Equipment (HE) Unit Pre Treatment dan Painting  PT Mega Andalan Kalasan. Instrumen penelitian menggunakan kriteria daftar periksa audit SMK3 yang terdapat pada lampiran 2, Peraturan Pemerintah Nomor 50, Tahun 2012, yang terdiri dari 5 prinsip, 12 kriteria, dan 166 item. Rentang hasil dari capaian auditnya 0 – 100%.Hasil: Hasil capaian penerapan SMK3 di perusahaan sebesar 76,5%, dalam kategori penerapan baik, yaitu untuk tingkat pencapain 60 – 84%. Jumlah temuan 39 kriteria, dengan kategori ketidaksesuaian mayor 0 kriteria, dan minor 39 kriteria.Kesimpulan: Hasil penerapan SMK3 di perusahaan sebesar 76,5%, dan penerapan SMK3 secara signifikan dapat menurunkan kecelakaan akibat kerja. Kata Kunci: kecelakaan, SMK3, keselamatan dan kesehatan kerja

    Ketahanan hidup 5 tahun pada pasien kanker payudara

    Get PDF
    Analysis of 5-year survival of patients treated for breast cancer at Sardjito Hospital in Yogyakarta province, IndonesiaPurposeThis study aimed to assess the length of life of breast cancer patients as well as factors related to the prognosis of survival of patients.MethodsThis research was a retrospective study. Samples in this study were patients with breast cancer who were first diagnosed with breast cancer from January 1, 2009 until December 31, 2009 at the Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. The Kaplan Meier method was used for the data analysis, and final factors were reviewed and those that showed significant association were entered in a Cox regression model. Calculations were performed in Stata 12.0.ResultsResults showed the 5 year survival rate was 51.07%. In bivariate analysis, there was a correlation between the age of diagnosis, education, clinical stage, tumor size and tumor location on 5-year survival in patients with breast cancer. For multivariate analysis, age of diagnosis had the most powerful correlation (HR = 3.73; 95% CI = 1.0 to 13.6) on survival (p = 0.046).ConclusionSurvival rates of women with breast cancer aged less than 50 years were lower. Young women with breast cancer tended to have more aggressive breast cancer growth and recurrence risks were greater. Efforts are needed for early detection of breast cancer to improve survival in breast cancer patients.Latar belakang: Berdasarkan data Globocan tahun 2012, insidensi kanker yang tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara. Kejadian kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat tertinggi diderita oleh perempuan. Masih banyak kematian yang disebabkan oleh kanker payudara. Ketahanan hidup pasien tergantung beberapa faktor yang sangat penting untuk diidentifikasi.Metode: penelitian ini mengunakan rancangan kohort rertrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang pertama kali terdiagnosa kanker payudara dari 01 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009 di RS Sardjito, Yogyakarta. Analisis data menggunakan metode Kapplan Meier dan faktor yang berhubungan dianalisis dengan cox regression.Hasil: Ketahanan hidup 5 tahun pasien kanker payudara adalah 51,07%. Pada analisis bivariat, ada hubungan antara variabel umur diagnosis, pendidikan, stadium klinik , ukuran tumor dan lokasi tumor terhadap ketahanan hidup 5 tahun pasien kanker payudara. Pada analisis multivariat, umur diagnosis memiliki hubungan yang paling kuat (HR=3,73;95%CI=1,0-13,6) terhadap ketahanan hidup (pvalue=0,046).Kesimpulan: Ketahanan hidup pasien kanker payudara pada wanita berusia kurang dari 50 tahun lebih rendah. Wanita muda dengan kanker payudara cenderung memiliki kanker payudara yang lebih agresif pertumbuhannya dan risiko kekambuhan yang besar. Maka diperlukan upaya deteksi dini kanker payudara untuk meningkatkan ketahanan hidup pasien kanker payudara.

    Sanitasi lingkungan dan keberadaan jentik Aedes sp dengan kejadian demam berdarah dengue di Banguntapan Bantul

    Get PDF
    Latar belakang: Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan lewat nyamuk dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Provinsi dengan IR demam berdarah dengue tertinggi tahun 2013 yaitu Bali sebesar 168,48, DKI Jakarta sebesar 104,04, dan DI Yogyakarta sebesar 95,99 per 100.000 penduduk. Selama dua tahun terakhir, kasus demam berdarah dengue tertinggi terdapat di Kabupaten Bantul yakni pada tahun 2014 sebanyak 622 kasus dan tahun 2015 sebanyak 1417 kasus. Salah satu kecamatan yang endemis demam berdarah dengueyaitu Kecamatan Banguntapan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, terjadi peningkatan kasus sebanyak tiga kali lipat dari tahun 2014 ke tahun 2015 yakni 93 kasus menjadi 282 kasus. Determinan penyakit demam berdarah dengue adalah sanitasi lingkungan dan keberadaan jentik Aedes Sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan keberadaan jentik Aedes Sp. dengan penyakit demam berdarah dengue di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan case control yang mengkaji hubungan antara efek tertentu dengan faktor risiko. Jumlah sampel pada penelitian adalah 52 kelompok kasus dan 52 kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square α = 0,05.Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan pengelolaan sampah padat (p=0,002 ; OR=3,73; CI 1,46-9,76), TPA (p=0,003; OR=3,6; CI 1,38-9,70), pengurasan TPA (p=0,001; OR=4,09; CI 1,54-11,4), keberadaan jentik Aedes sp (p=0,000; OR=4,42; CI 1,66-12,31), keberadaan jentik di dalam rumah (p=0,019; OR=3,12; CI 1,07-9,84), keberadaan jentik di luar rumah (p=0,038; OR=2,67; CI 1,94-7,96), keberadaan breeding place di luar rumah (p=0,005; OR=3,50; CI 1,31-9,81) berhubungan secara statistik terhadap kejadian demam berdarah dengue. Hasil analisis multivariat diperoleh variabel keberadaan jentik di luar rumah (p=0,020; OR=17,29; CI 1,57-190,07).Kesimpulan: Faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue adalah keberadaan jentik Aedes sp. di luar rumah.Environmental sanitation and the presence of larvae Aedes sp. with dengue hemoragic fever  incidence in Banguntapan BantulPurposeThis study aimed to analyze any association between environmental sanitation and existence of Aedes sp. larva with incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in Banguntapan, Bantul District. MethodsThis study was an observational study with case control design which analyzed any association between an effect with determinants. Respondents of this study amounted to 52 in the case group and 52 in the control group.ResultsResults of bivariate analysis showed solid waste management, water reservoirs, depletion of water reservoirs, presence of Aedes sp. larva, presence of Aedes sp. larva inside and outside house, presence of Aedes sp. larva outside of house, presence of breeding place outside of home were statistically associated with incidence of dengue fever. Multivariate analysis showed the variable of larva presence outside of house was most related to dengue fever incidence.ConclusionThe determinants of environmental sanitation included solid waste management, quality of water reservoirs, frequency of water reservoirs, and presence of breeding place inside and outside of house. All of determinants are correlated statistically with incidence of dengue fever. The determinant that was most associated with incidence of dengue fever is presence of Aedes sp. larva outside of house.Environmental sanitation and the presence of larvae Aedes sp. with dengue hemoragic fever  incidence in Banguntapan Bantu

    Perbedaan Respon CD4 Menggunakan Terapi Antiretroviral Berbasis Nevirapine dengan Efavirenz Pada Pasien Terinfeksi HIV di RSUD Dr. Haji Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Kalimantan Selatan

    No full text
    Latar belakang: Penggunaan nevirapine (NVP) dan efavirenz (EFV) sebagai basis terapi antiretroviral memiliki efikasi klinis yang sama, namun berbeda efikasi virologi. Kedua obat tersebut dinyatakan mampu menekan jumlah virus dan meningkatkan jumlah CD4 pada pasien terinfeksi HIV, namun tidak diketahui manakah dari kedua obat tersebut yang memiliki respon imunologi yang lebih baik untuk meningkatkan jumlah CD4. Tujuan: Penelitian ini membandingkan respon peningkatan jumlah CD4 menggunakan terapi antiretroviral (ART) berbasis NVP dan EFV pada pasien terinfeksi HIV. Metode: Penelitian dengan desain retrospective cohort study. Data penelitian diperoleh dari rekam medis pasien terinfeksi HIV di RSUD Dr. Haji Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, dari Desember 2004 sampai Januari 2015. Pasien dianalisis adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Dilakukan pengukuran peningkatan jumlah CD4 ≥25%. Hasil: Seratus limabelas pasien (115) memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terbagi atas 66 pasien menerima ART berbasis NVP (47 pasien mengalami peningkatan CD4 ≥25%, 1 pasien meninggal dunia), dan 49 pasien menerima ART berbasis EFV (33 pasien mengalami peningkatan jumlah CD4 ≥25%). RR ART berbasis NVP terhadap ARV berbasis EFV adalah 1,08 (CI 95% 0,85-1,38; p>0,05). Rerata peningkatan CD4 dari baseline pada masing-masing kelompok berbeda signifikan (p0,05). Waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah CD4 ≥25% adalah 12 bulan setelah terapi menggunakan basis NVP (CI 95% 6,62-17,38), dan 11 bulan setelah terapi menggunakan basis EFV (CI 95% 8,50-13,50). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada waktu yang dibutuhkan meningkatkan jumlah CD4 ≥25% (p>0,05). Kesimpulan: Baik penggunaan ART berbasis NVP, ataupun berbasis EFV mampu meningkatkan jumlah CD4 dari baseline secara siginifikan, namun tidak terdapat perbedaan peningkatan rerata jumlah CD4 secara bermakna antara kedua kelompok basis terapi ARV

    498

    full texts

    1,017

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berita Kedokteran Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇