Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
    227 research outputs found

    PENGELOLAAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 2 BANDA ACEH

    Get PDF
    Abstract: The industrial internship program is one of the methods to implement vocational education and training, especially at vocational high schools by integrating learning activities at schools into a direct experience in enterprises and industries, which represents the real working environment. The objective of this study was to have an overview of management, implementation, and inhibiting factors in the industrial internship program at Light Vehicle Engineering Department, State Vocational High School 2 in Banda Aceh. The method used in this research was a descriptive method with a qualitative approach. The data were collected by using observation, interview and documentation studies. The subjects in this research were the school principal, vice principal for public relation, and head of the department, teachers who were assigned to supervise the students, and representatives from enterprises and industries. The research results showed that: (1) The industrial internship program was designed by adjusting planning activities with school vision and missions, school organizational structure, and committee assigned to implement the program in accordance with their responsibilities; (2) In addition, the research results showed that the industrial internship program was divided into several structured and systematic stages; (3) The research results also showed that the supervisory activities were direct and indirect considering the nature of the program; and (4) Furthermore, it was revealed that the implementation of industrial internship program was not optimum, and the facilities available at the Light Vehicle Engineering Department, State Vocational High School 2 in Banda Aceh were not as sophisticated as those in enterprises and industries.Keywords: Management, Implementation, Inhibiting Factors, Industrial Internship ProgramAbstrak: Praktik Kerja Industri merupakan suatu cara menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kejuruan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan dengan memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan belajar melalui bekerja langsung pada DU/DI dengan keadaan sesungguhnya yang relevan di dunia kerja atau dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan, pelaksanaan dan hambatan Praktik Kerja Industri pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Humas, Ketua Jurusan, Guru Pembimbing dan pihak DU/DI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyusunan program praktik kerja industri dilakukan melalui perencanaan dengan menyelaraskan kegiatan perencanaan dengan visi misi sekolah serta struktur organisasi dan pelaksana program prakerin sesuai dengan tugas dan tanggung jawab; (2) Pelaksanaan program Praktik Kerja Industri dilaksanakan dalam berbagai tahapan yang terstruktur dan sistematis; (3) Kegiatan pengawasan dilakukakan secara langsung dan tidak langsung sesuai dengan program kerja; dan (4) Hambatan yang dirasakan dari pihak internal dan eksternal sekolah dalam pengelolaan Praktik Kerja Industri masih kurang optimal dan dari segi fasilitas praktik khususnya jurusan Teknik kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Banda Aceh dirasakan kurang mengimbangi teknologi yang ada di DU/DI saat ini.Kata Kunci: Pengelolaan, Pelaksanaan, Hambatan, Praktik Kerja Industr

    STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH PADA UNIT PELAKSANA TUGAS DINAS (UPTD)-II PENDIDIKAN DI KECAMATAN SIMEULUE BARAT-ALAFAN KABUPATEN SIMEULUE

    Get PDF
    Abstract:The key to the success of a school is hugely influenced by the quality of supervision. Supervisors capacity is one of the determining factors in the quality improvement of education. This study describes the school supervisors capacity building strategies at Technical Implementing Unit of Education Office (UPTD) - II in the Sub-district of Simeulue Barat-Alafan, Simeulue. This is a descriptive research using qualitative approach. Data ware gathered using observation, interviews, and documentation techniques. The subject of this study are Head of UPTD, Supervisor Coordinator, and Head of division for program development at the local education office. The results of the research show that (1) the capacity building program is written by the head of program development division before new academic year starts (June - July) with the following activities: material selection, methods, INSTRUMENs, and stages for supervisor recruitment plan, information sessions on the implementation of academic and managerial supervision, supervisors participation in trainings, continuing education, and documented competition for best performing supervisors. (2) Some efforts have been made for school supervisors capacity building,including direct coaching which is in collaboration withthe Education Office and KORWASDA (Local Supervisor Coordinator), selection of school supervisor candidates in line with existing regulations, inviting supervisors to participate in various training and workshops, providing opportunities for further study, and giving awards to supervisors with best performance. (3) Evaluation of the success of school supervisor capacity building program has not acquired a valid INSTRUMEN. Assessment is conducted based on merely subjective and very abstract evaluation and prediction. (4) Some challenges and obstacles experienced include limited human resources from the instructors part, and limited opportunity for training.Keywords: Strategy, Interest, and School SupervisorAbstrak: Kunci keberhasilan suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas supervisi pendidikan. Kompetensi pengawas merupakan salah satu faktor peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini mendeskripsikan strategi peningkatan kompetensi pengawas sekolah pada Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD)-II Pendidikan di Kecamatan Simeulue Barat-Alafan Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala UPTD, Koordinator Pengawas Sekolah, dan Kabid. Bina Program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program peningkatan kompetensi pengawas sekolah disusun oleh Kabid. Bina Program yang dilaksanakan sebelum ajaran baru bulan Juni sampai dengan bulan Juli dengan kegiatan program diantaranya: penentuan materi, metode, INSTRUMEN, dan tahapan untuk rencana kegiatan rekruitmen pengawas sekolah, memberikan pemahaman kepada pengawas mengenai tatacara pelaksanaan supervisi akademik maupun manajerial, mengikutsertakan pengawas mengikuti pelatihan/penataran, pendidikan lanjut, lomba pengawas sekolah berprestasi terdokumentasi. (2) Implementasi peningkatan kompetensi pengawas sekolah yang telah dilakukan antara lain melakukan pembinaan langsung bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan KORWASDA, melakukan seleksi calon pengawas sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengikutsertakan pengawas dalam berbagai kegiatan pelatihan/penataran dan workshop. (3) Evaluasi keberhasilan peningkatan kompetensi pengawas sekolah belum memiliki INSTRUMEN keberhasilan yang valid. Penilaian keberhasilan program hanya dilaksanakan berdasarkan perkiraan yang sangat abstrak. (4) Kendala yang dialami dalam upaya peningkatan kompetensi pengawas sekolah antara lain keterbatasan biaya, terbatasnya sumber daya manusia pelatih/instruktur, serta terbatasnya peluang pelatihan/penataran.Kata Kunci: Strategi, Kompetensi, dan Pengawas Sekola

    KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN TRANSFORMASIONAL GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA SMA NEGERI 1 SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA

    Get PDF
    Teachers play an important role to improve education quality through increasing their students motivation. The purpose of this study was to investigate the leadership style, factors, and obstacles of the transactional and transformational leadership style of the teacher in improving students learning motivation at SMA no. 1 of Seunagan, Nagan Raya Regency.This study used descriptive qualitative approach.Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation.The research subjects in this study were a principal and teachers.The results of the study showed that (1) Transactional and transformational leadership style of teacher was carried out as full range leadership model in teaching learning process;(2) Factors influencing teacher as transactional and transformational leadership were character, experience, commitment and his/her competency;(3) The obstacle faced by the teachers in implementing transactional and transformational leadership was the lack of parents support toward policies taken by the teacher in determining rewards or sanction on the students.Keywords: teacher, transactional and transformational leadership, students learning motivatio

    KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA MAN 1 TAKENGON.

    Get PDF
    Abstract: The principal is the spearhead of a school institution, and as a headmaster also in demand to improve the performance of the teacher, because the teacher increases performance will bring a positive impact on a school that dipimpinnya..Dalam this study authors used a qualitative method, is based titles and authors describe research questions and research uses qualitative research patterns with descriptive methods. Data collection techniques in qualitative research data collection is done in a natural setting (natural conditions), the primary data source and data collection techniques more on participant observation (participan observation), in-depth interviews (in-depth interviews) and documentation.Subject of the study come from those contained in the school organization that principals, teachers, supervisors, and school committee at MAN 1 Takengon. This study aimed to obtain data about the managerial competence of the head of Madrasah Aliyah Negeri 1 Takengon in implementing performance improvement guru-guru.Sedangkan specifically research aimed to get the data that is complete, accurate and up to date on: (a) the ability of headmaster in preparing performance improvement program MAN 1 teacher at Takengon, (b) Ability headmaster in developing madrasah organization in MAN 1 Takengon that support improved teacher performance, (c) the ability of headmaster in melaksankaanakan leadership to improve kineja madrassa teachers on MAN 1 Takengon. From the research that found that (a) the Head of madrasah capable in preparing teacher performance improvement program at MAN 1 Takengon, (b) Head madrasah madrassa able to develop the organization in MAN 1 Takengon that support improved teacher performance, (c) Head of madrasah capable melaksankaanakan leadership in the madrasah to improve kineja teacher at MAN 1 Takengon.Keywords: Managerial Skills / Teacher PerformanceAbstrak: Kepala sekolah merupakan ujung tombak dari sebuah lembaga sekolah, dan sebagai kepala sekolah juga di tuntut untuk meningkatkan kinerja guru, karena dengan guru meningkat kinerjanya akan membawa dampak positif bagi sebuah sekolah yang dipimpinnya..Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif, ini berdasarkan judul maupun pertanyaan penelitian yang penulis jabarkan dan Penelitian ini menggunakan pola penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi alamiah), sumber data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta (participan observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi.Subjek penelitian bersumber dari orang-orang yang terdapat dalam organisasi sekolah yaitu kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah pada MAN 1 Takengon. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang kompetensi manajerial kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Takengon dalam melaksanakan peningkatan kinerja guru-guru.Sedangkan secara khusus penelitian bertujuan untuk mendapatkan data yang lengkap, akurat dan terkini tentang : (a) Kemampuan kepala madrasah dalam menyusun program peningkatan kinerja guru pada MAN 1 Takengon, (b) Kemampuan kepala madrasah dalam mengembangkan organisasi madrasah pada MAN 1 Takengon yang mendukung peningkatan kinerja guru, (c) Kemampuan kepala madrasah dalam melaksankaanakan kepemimpinan madrasah untuk meningkatkan kineja guru pada MAN 1 Takengon. Dari hasil penelitian yang di temukan bahwa (a) Kepala madrasah mampu dalam menyusun program peningkatan kinerja guru pada MAN 1 Takengon, (b) Kepala madrasah mampu dalam mengembangkan organisasi madrasah pada MAN 1 Takengon yang mendukung peningkatan kinerja guru, (c) Kepala madrasah mampu dalam melaksankaanakan kepemimpinan madrasah untuk meningkatkan kineja guru pada MAN 1 Takengon.Kata kunci :Keterampilan Manajerial/Kinerja Guru

    KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU PADA SMA NEGERI 2 PULO ACEH ACEH BESAR.

    Get PDF
    Abstract: Managerial competence will be very determining toward the advancement of educational institution. A good managerial competence of principal will help improving professionalism of teachers in order to improve the quality of education in State Senior High School (SMA Negeri ) 2 of Pulo Aceh of Aceh Besar. This study aimed to describe the managerial program, the implementation of managerial competence, and the professionalism of teachers in SMA Negeri 2 of Pulo Aceh. To achieve the aim, this study used qualitative approach with descriptive method. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation study. The procedures of data analysis were data reduction, data display, and data verification. The subjects of the study were principal, vice principal, and teachers. The result of the study showed that: (1) the principal of SMA Negeri 2 of Pulo Aceh had the skill to encourage staffs, teachers, and employees, optimize the school resources, guide students, and give good model in teaching. The principal has been fully responsible in advancing the school. The attitudes were patient, careful, work hard, and discipline. Therefore, the principal has tried to put himself as a leader that suited the expectation of teachers and other related stakeholders, that the principal had already had managerial programs in improving professionalism of teachers. (2) The principal in improving professionalism of teachers gladly accepted advices and critiques from his subordinates and communicated the policies and problems together. (3) The obstacles faced by the principal in implementing managerial program to improving professionalism of teachers were the inadequate of numbers of teachers and the lack of facilities and infrastructure to support the educational process.Keywords: Managerial Competence, Principal, and Professionalism of TeacherAbstrak: Kompetensi manajerial akan sangat menentukan terhadap kemajuan suatu lembaga pendidikan. Apabila kompetensi manajerial kepala sekolah baik, maka akan mampu meningkatkan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 2 Pulo Aceh Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendesripsikan program manajerial, pelaksanaan kemampuan manajerial, dan hambatan dalam pelaksanaan manajerial oleh kepada sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesional guru di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Prosedur analisis data adalah Reduksi Data, Display Data, dan Verifikasi data. Sedangkan subjek penelitian adalah: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala sekolah SMA Negeri 2 Pulo Aceh memiliki kemampuan menggerakkan staf, guru, dan karyawan, mengoptimalkan sumber daya sekolah, serta memiliki kapasitas membimbing siswa, serta mampu memberi contoh mengajar yang baik. Kepala sekolah telah bertanggungjawab penuh dalam memajukan sekolah. Sikap yang telaten, hati-hati, giat bekerja, dan disiplin waktu. Dengan demikian, kepala sekolah telah berusaha menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang sesuai dengan harapan para guru dan semua pihak yang terkait, sehingga kepala sekolah sudah memiliki program manajerial dalam meningkatkan profesional guru. (2) Kepala sekolah dalam meningkatkan pelaksanaan kemampuan profesional guru, meningkatkan profesional dan senang menerima saran dan kritik dari bawahan, serta mengkomunikasikan kebijakan dan masalah secara bersama, dan (3) Hambatan kepala sekolah dalam pelaksanaan manajerial untuk meningkatkan kemampuan profesional guru berupa: gurunya belum mencukupi dan masih kurangnya sarana dan prasarana penunjang kelancaran proses pendidikan.Kata kunci: Kompetensi Manajerial, Kepala Sekolah, dan Profesional Guru

    MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI 1 TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA.

    Get PDF
    Abstract: The curriculum management creates an effective learning process in order to achieve the goals of education set, philosophic, curricular, institutional, and instructional goal, effectively and efficiently. The purpose of this study was to find out the planning, the implementation, and the evaluation of the curriculum of State Senior High School 1 (SMA Negeri 1) of Trienggadeng of Pidie Jaya Regency. The research method used was descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation study. The subjects of the study were the principal, vice principal, and teachers in SMA Negeri 1 of Trienggadeng of Pidie Jaya Regency. The result of the study showed that: (1) The curriculum planning that was implemented positively affected the learning effectiveness, including the formulation of annual program, semestral program, subject analysis, syllabus, and lesson plan. (2) The curriculum implementation was based on the planning set, which showing an increase of discipline of teachers and students, holding of extracurricular activities, student guidance through intracurricular activities and other activities that related to the learning improvement. (3) The curriculum evaluation carried out was to find out the level of teachers performance in carrying out various school activities and students success in following learning process, which positively affected the improvement of learning quality.Key Word: Curriculum Management and Learning Quality.Abstrak: Manajemen kurikulum menciptakan proses pembelajaran yang efektif agar tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, baik tujuan filosofis, kurikuler, institusional, maupun intruksional dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Tujuan penelitian untuk mengetahui: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum pada SMA Negeri 1 Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru pada SMA Negeri 1 Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum yang dilaksanakan berdampak positif terhadap keefektivan pembelajaran, yang meliputi: penyusunan program tahunan, program semester, analisis mata pelajaran, penyusunan silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran; (2) Pelaksanaan kurikulum berpedoman pada perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga tergambar adanya peningkatan disiplin guru dan siswa, berjalannya kegiatan ekstrakurikuler, adanya pembinaan siswa, baik melalui kegiatan intrakurikuler, maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan peningkatan pembelajaran; dan (3) Evaluasi kurikulum dilaksanakan, sehingga dapat diketahui tingkat kinerja guru dalam melaksanakan berbagai kegiatan sekolah dan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga berpengaruh positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran.Kata Kunci: Manajemen Kurikulum dan Mutu Pembelajaran

    MANAJEMEN PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INKUIRI PADA MTsN KEMBANG TANJUNG KABUPATEN PIDIE.

    Get PDF
    Abstract:Learning Management is a system of guidance, supervision, maintenance, management, leadership that is carried out in a planned, including several matters, such as learning management, student management, and school-and-community management in various forms of activities for the implementation of education.In educational institutions, teachers became the first person in charge to guide, teach, educate and train students to reach maturity.The purpose of this study was to determine in particular the learning management in science subject by inquiry model to the learning process that includes: (1) planning of science learning program with the inquiry model.(2) Implementation of the learning science by inquiry model.(3) Evaluation of the learning science by inquiry model.This study used a qualitative descriptive methods, and data collection techniques are done by the study of documentation, observation and interviews.The subjects were the principal, science teachers and students at Islamic Junior High School (MTsN) Kembang Tanjong of Pidie regency.The research found that: (1) The planning of learning science program prepared by science teachers before implementing the learning process consists of: the identity of the subjects, the standard of competence, basic competence, indicators of achievement of competencies, learning objectives, learning materials, time allocation, learning sources/ tools and assessment results;(2) Implementation of the learning science by inquiry model for materials of magnetism consists of: starting the class, encouraging active participation of students to conduct experiments, using instructional media, discussing the results of the experiment and drawing conclusions (3) Evaluation of learning science by inquiry model consists of: assessment in the form of observation of oral and written tests.Keywords: Learning Management and Inquiry ModelAbstrak:Manajemen pembelajaran merupakan suatu sistem pengarahan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan yang dilakukan secara terencana, yang mencakup beberapa hal di antaranya manajemen pembelajaran, manajemen kesiswaan, manajemen hubungan madrasah dengan masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan untuk proses pelaksanaan pendidikan. Di lembaga pendidikan, guru menjadi orang pertama yang bertugas membimbing, mengajar, mendidik dan melatih siswa untuk mencapai kedewasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara khusus manajemen pembelajaran IPA dengan model inkuiri dalam proses belajar mengajar yang meliputi: (1) Perencanaan program pembelajaran IPA dengan model inkuiri. (2) Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model inkuiri. (3) Evaluasi program pembelajaran IPA dengan model inkuiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah, guru IPA dan siswa MTsN Kembang Tanjung Kabupaten Pidie. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1)Perencanaan program pembelajaran IPA yang dipersiapkan guru IPA sebelum melaksanakan proses belajar mengajar yaitu terdiri dari: identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, sumber/alat pembelajaran dan penilaian hasil; (2) Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model inkuiri untuk materi kemagnetan terdiri dari: membuka pelajaran, mendorong partisipasi aktif siswa untuk melakukan percobaan, menggunakan media pembelajaran, mendiskusikan hasil percobaan dan menarik kesimpulan (3) Evaluasi pembelajaran IPA dengan model inkuiri terdiri dari: penilaian berupa observasi, tes lisan dan tulisan.Kata Kunci : Manajemen Pembelajaran dan Model Inkuiri

    KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 MEUREUDU.

    Get PDF
    qualified education process. The education process is the essential component of the education system due to the number of educational resources utilized effectively and efficiently. This research was aimed at obtaining information about: (1) how did the leadership of the principal as a manager in policy implementation program at SMA Negeri 1 of Meureudu; (2) the strategy of principal as a manager in improving the quality of education; (3) the leadership style of principal in improving the quality of education at SMA Negeri 1 of Meureudu. This research used a qualitative approach with descriptive methods. The techniques of data collection were conducted through interview, observation, and documentation study. The subjects of this research were the principal, teachers, and students. The result showed that: (1) determining of policy through the formulation of vision, mission and the school objective, preparing School Budget Plan (RAPBS), discipline, administration, providing facilities and infrastructure, improving the ability of teachers through education, training, and provision of books; (2) in improving the quality of education, the strategies undertaken by the principal as a manager in improving the quality of education were; holding monthly meeting, guiding the teachers, creating a comfortable atmosphere to motivate teachers and staff, optimizing the use of resources; (3) the principal used the situational leadership style in managing the educators and education staff in accordance with the maturity level of subordinates.Keywords: Leadership, Principal as a Manager, and Quality of EducationAbstrak: Sekolah yang bermutu secara langsung dapat ditunjukkan oleh kemampuan kepemimpinannya dalam menciptakan proses pendidikan yang bermutu. Proses pendidikan merupakan komponen inti dari sistem pendidikan karena sejumlah sumber daya pendidikan didayagunakan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang: (1) Bagaimanakah kepemimpinan kepala sekolah sebagai manajer dalam pelaksanaan program kebijakan di SMA Negeri 1 Meureudu; (2) Strategi kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Meureudu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penetapan kebijakan melalui perumusan visi, misi dan tujuan sekolah, menyusun RAPBS, kedisiplinan, pengelolaan administrasi, pengadaan sarana dan prasarana, meningkatkan kemampuan guru melalui pendidikan, pelatihan dan penyediaan buku-buku; (2) Untuk meningkatkan mutu pendidikan, strategi yang dilakukan kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah: mengadakan rapat bulanan, membimbing guru, menciptakan suasana kondusif, memotivasi guru dan staf, mengoptimalkan penggunaan sumber daya; (3) Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam mengelola tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kepala sekolah menggunakan gaya situasional sesuai dengan tingkat kematangan dari bawahannya.Kata kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah sebagai Manajer dan Mutu Pendidikan

    KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 17 BANDA ACEH.

    Get PDF
    Abstract: A principal as a leader in educational institution has a strategic role in improving the professional competence of teachers. The purpose of this study was to find out the formulation of programs, implementation of strategies, and obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers. This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The subjects of this study were principal, teachers, supervisor, and Head of Division of Primary Education of Banda Aceh City. The results of this study showed that: (1) the programs from the principal in improving professional competence of teachers were started by holding deliberation among principal, vice principal, senior teachers, and school committee. The designed programs, long-term and short-term programs were referred to implementation instructions and technical instructions from Department of Education, Youth, and Sport of Banda Aceh City. All guidelines and programs were documented as foundation for the principal in implementing activities which aimed to the improvement of professional competence of teachers. (2) The principal applied appropriate strategies and suitable for teachers condition in the effort to improve professional competence. The strategies or approaches used to improve the professional competence of teachers were persusasive approaches. The democratic leadership style was combined with authoritarian leadership style when there were problems as stated in standard rules. (3) The obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers were the lack of funds for teacher training outside office hours, small number of teachers did not active, the training outcome did not affect their colleagues, and there were small number of teachers qualifications.Keywords: Leadership, Principal, and Professionalism of Teacher.Abstrak: Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: perumusan program, strategi pelaksanaan, dan hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah dan guru, pengawas, serta Kabid Dikdas Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mekanisme perumusannya diawali dengan pelaksanaan musyawarah antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior dan komite sekolah. Program-program yang disusun, program jangka panjang, menengah dan jangka pendek semuanya berpedoman pada petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh. Semua pedoman dan program ini sudah terdokumentasi sebagai dasar bagi kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan yang bersasaran langsung untuk peningkatan kompetensi profesional guru; 2) Kepala sekolah menerapkan strategi yang cocok dan sesuai dengan kondisi guru dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru adalah dengan mengutamakan pendekatan persuasif. Gaya kepemimpinan yang digunakan sangat demokratis tetapi kalau masalahnya sudah ada aturan baku kepala sekolah sering bersikap sebagai pemimpin yang otoriter; dan 3) Hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru antara lain terbatasnya program untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada sebagian kecil guru tidak aktif dan hasil penataran belum mampu mengimbas kepada temannya. Sebagian kecil guru masih ada yang belum berpendidikan sarjana.Kata kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, dan Kompetensi Profesional Guru

    KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PADA SMA NEGERI 1 KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA.

    Get PDF
    Abstract: Supervision competence of principalis one of the factors that affects the increase of teacher professionalism. This study was aimed at describing: (1) the competence of principal in preparing the academic supervision program to improve the professionalism of teachers, (2) the competenceof principal in implementing the academic supervision program to improve the professionalism of teachers, and (3) the competence of principal in following up the results of academic supervision to improve the professionalism of teachers. This research used descriptive method with qualitative approach. The tehniques of data collection were conducted through observation, interview, and documentation study. The subjects of the research were principal, vice-principal, teachers and school supervisors. The results showed that: (1) The principalof SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Daya district has demonstrated a good supervision competence, particularly in preparing the academic supervision programs for the teachers. It can be seen from supervision program that has been prepared by setting goals, objectives, and implementation procedures of supervision, but it was still less cooperation with the school supervisors.(2) ) The principalof SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Dayaregency has demonstrated a good supervision competence, particularly in implementing the academic supervision.It can be seen from the implementation of models, approaches, and techniques of supervisionhave been conducted,but the implementation of observation techniques have not been equipped with observation guide and (3) Supervision competence of the principal of SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Daya district particularly in following up the results of supervision was still less. It can be seen from the follow up of the supervision conducted by evaluating and providing feedback through individual talk with the teachers supervised, but the principal did not draw up an action plan for the next supervision.Keywords: Supervision Competence, Principal and Teacher Professionalism.Abstrak: Kompetensi supervisi kepala sekolah merupakan salah faktor yang mempengaruhi peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kompetensi kepala sekolah dalam menyusun program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, (2) kompetesi kepala sekolah dalam mengimplementasikan program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, dan (3) kompetensi kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya telah menunjukkan kompetensi supervisi yang baik, khususnya dalam menyusun program supervisi akademik terhadap guru. Hal ini dapat dilihat dari program supervisi yang telah disusun dengan menetapkan tujuan, sasaran, dan prosedur pelaksanaan supervisi, namun masih kurang kerja sama dengan pengawas sekolah. (2) Kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya telah menunjukkan kompetensi supervisi yang baik, khususnya dalam mengimplementasikan program supervisi akademik. Hal ini dapat dilihat dari penerapan model, pendekatan, dan teknik supervisi yang dijalankan, namun dalam penerapan teknik observasi belum dilengkapi dengan pedoman observasi dan (3) Kompetensi supervisi kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya khususnya dalam menindaklanjuti hasil supervisi masih kurang. Hal ini dapat dari tindak lanjut hasil supervisi dilakukan dengan mengevaluasi dan memberikan umpan balik melalui pembicaraan individual dengan guru yang disupervisi, namun kepala sekolah tidak menyusun rencana aksi supervisi berikutnya. Kata Kunci: Kompetensi Supervisi, Kepala Sekolah, dan Profesionalisme Guru

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇