Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN MOTIVASI KERJA GURU SD NEGERI 36 LAKSANA BANDA ACEH
Abstract:Principal as a top manager has a strategic role in improving the discipline and work motivation of teachers. This study aimed to describe the programs, the policy, and the obstacles of principal in improving the discipline and work motivation of teachers in State Elementary School 36 Laksana of Banda Aceh. This study used qualitative descriptive approach. Techniques of data collection used were interview, observation, and documentation study. Subjects of this study were principal and teachers. The results of the study showed that the program of improving the discipline and work motivation of teachers aimed to achieve an optimal teaching-learning process, so that the quality of school can be improved. Each program plan was purposed to make the teaching-learning process become effective, fun, and school-goals oriented. The policy of principal in improving the commitment of teachers was the implementation of situational leadership for low-commitment teachers, and the implementation of consultative and participative leadership for high-commitment teachers. The principal always discussed the policies with the teachers. The obstacles in improving the discipline and work motivation of teachers were the condition of few teachers that came late to school, some teachers did not prepare the teaching materials well, and some of them did not use media in teaching process.Keywords:Strategies of Principal, Discipline and Motivation of Teachers.Abstrak: Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan disiplin dan motivasi kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program kepala sekolah, kebijakan kepala sekolah untuk meningkatkan komitmen dan motivasi kerja guru, serta kendala kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin dan motivasi kerja pada guru SD Negeri 36 Laksana Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan disiplin dan motivasi kerja guru bersasaran untuk tercapainya proses pembelajaran dengan optimal, sehingga pada akhirnya mutu sekolah dapat diitingkatkan. Setiap penyusunan program diarahkan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik, efektif, dan menyenangkan, dan berorientasi kepada pencapaian tujuan sekolah. Kebijakan kepala sekolah untuk meningkatkan komitmen guru dengan menerapkan kepemimpinan yang bersifat situasional bagi guru-guru yang komitmen kerjanya biasa, tetapi sikap mereka lebih patuh dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah menerapkan kepemimpinan konsultatif dan partisipatif. Kepala sekolah banyak berdiskusi untuk mendapatkan cara yang disetujui oleh guru-guru. Kendala dalam meningkatkan disiplin dan motivasi kerja guru antara lain masih ada sebagian kecil guru yang datang terlambat ke sekolah, masih ada guru yang tidak menyiapkan perangkat pembelajaran dengan lengkap, tidak pernah menggunakan media dalam melaksanakan pembelajaran.Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, disiplin dan motivasi gur
MANAJEMEN GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA FATIH BILINGUAL SCHOOL LAMLAGANG BANDA ACEH
Abstract:The management of teachers is one of the factors that affect the quality of learning in schools. Learning is the duty and responsibility of a professional teacher in implementing quality management in schools. The purpose of this study is to determine (1) the planning of learning programs, (2) the implementation of teaching methods, (3) the obstacles faced by teachers in improving the quality of learning, and (4) solution that teachers do in the face of obstacles. This study uses descriptive qualitative approach. Collecting data using the techniques of interview, observation and documentation. Test the validity of the data by reducing, display and verification of data. Subjects in this study were PAI teacher, school principal and chairman MGMP. Research results: (1) applied learning teacher planning PAI prepared in accordance with the instructions guided the development of the syllabus with the standard of competence and basic competences and formulate indicator, preparing lesson plans and make skenorio prepared in accordance with the learning activities; (2) implementation method starts with learning by teachers to plan learning programs, set the mood of the class, and conducting initial, and final core activities; (3) the obstacles faced by teachers in learning, namely: declining student motivation and lack of hours of lessons available; (4) solutions which do teachers in learning, are: students equipped with the tenets of Islam as the foundation of human morality, equipped with a variety of educational skills, and equipped with a wide range of sporting activities.Keywords:Teacher Management and Quality of Learning.Abstrak: Manajemen guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah. Pembelajaran merupakan tugas dan tanggung jawab seorang guru profesional dalam melaksanakan manajemen yang berkualitas di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) perencanaan program pembelajaran, (2) pelaksanaan metode pembelajaran, (3) hambatan yang dihadapi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran, dan (4) solusi yang dilakukan guru dalam menghadapi hambatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PAI, kepala sekolah dan ketua MGMP. Hasil penelitiannya: (1) perencanaan pembelajaran yang diterapkan guru PAI disusun sesuai dengan petunjuk pengembangan silabus dengan mempedomani pada SK dan KD serta merumuskan indikator, menyusun RPP dan membuat skenorio disusun sesuai dengan ketentuan kegiatan pembelajaran; (2) pelaksanaan metode pembelajaran oleh guru dimulai dengan: merencanakan program pembelajaran, mengatur suasana kelas, dan melaksanakan kegiatan awal, kegiatan inti dan akhir; (3) hambatan yang dihadapi guru dalam pembelajaran, yaitu: menurun motivasi belajar siswa dan kurangnya jam pelajaran yang tersedia; (4) solusi yang dilakukan guru dalam pembelajaran, adalah: siswa dibekali dengan ajaran Agama Islam sebagai pondasinya akhlak manusia, dibekali dengan berbagai keterampilan pendidikan, dan dibekali dengan berbagai kegiatan olahraga.Kata Kunci: Manajemen Guru dan Mutu Pembelajara
PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 62 KOTA BANDA ACEH
Abstract: School-based management is school management system that gives the school the authority and power to regulate school in accordance with schools potential, demand and the need. This research aimed to find out principals leadership in improving the quality of education, implementation, and obstacles faced in implementing school-based management. To achieve these objectives, this research employed qualitative approach. Data was collected through interview, observation, and documentation study. The procedures of data analysis were data reduction, data display, and verification. The research subjects were principal, vice-principal, and teachers. The results showed that; (1) principal leadership in improving the quality of education was implemented by adjusting the policy rules and schools objectives, combining the work system with schools resources in order to obtain high achievement with a focus on improving the learners quality. (2) The implementation of school-based management to achieve education programs was implemented by formulating the socialization stages, vision, mission, schools objectives, schools challenges, and SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats) analysis. (3) The obstacles were not arisen in implementing school-based management if it was viewed from staff/employees condition. The teacher condition was not good in discipline and responsibility and the school was not good in government transportation.Keywords: School Based Management, and Quality of Education.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, implementasi manajemen berbasis sekolah dalam pencapaian program pendidikan, dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam menerapkan manajemen berbasis sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dilakukan dengan menyesuaikan aturan kebijakan dan tujuan pokok sekolah, memadukan sistem kerja dengan sumber daya sekolah agar memperoleh prestasi yang tinggi dengan fokus pada pengembangan mutu peserta didik; (2) Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam pencapaian program pendidikan dilakukan dengan tahapan sosialisasi, merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah, mengidentifikasi tantangan sekolah, dan melakukan Analisis SWOT; dan (3) Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah tidak memiliki kendala bila dilihat dari kondisi staf/karyawan sekolah, kondisi guru di sekolah masih terkendala dengan kedisiplinan dan tanggungjawab, sedangkan kondisi lingkungan sekolah terkendala dengan ketidaknyamanan kendaraan dan sarana transportasi pemerintah.Kata kunci : Manajemen Berbasis Sekolah, dan Mutu Pendidikan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PEMBERDAYAAN GURU PADA SMP NEGERI 6 KOTA BANDA ACEH
Abstract: School based management is a management which gives the bigger authority on the school in making and implementing the policies in empowering the teachers. The empowering teachers purpose is to improve the teachers ability in developing the qualitys learning. This research intends to get the data of the SBM implementation in empowering the Junior high school teachers in Banda Aceh by using descriptive, qualitative researchs method on the headmaster, vice of the headmaster and teachers as the subjects of the research. The techniques in collecting the observations data are interview, study of documentation and qualitative data analysis, this research summarizes that (1) the headmaster has already arranged the SBM program in empowering teachers comprehensively. (2) The implementation in empowering the teachers has already been done based on the intended purposes and (3) the obstacles which are faced in implementing SBM in empowering the teachers is the situation and the way of the teachers work still poorly in general.Keywords: The school based management in empowering the teachers.Abstrak: Manajemen berbasis sekolah adalah pada manajemen yang memberikan kewenangan yang lebih besar kepada sekolah untuk membuat dan melaksanakan kebijakan-kebijakan dalam pemberdayaan guru. Pemberdayaan guru bertujuan menambah kemampuan dan keterlibatan guru dalam membuat program mengembangkan pembelajaran berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam pemberdayaan guru SMPN 6 kota Banda Aceh dengan mempergunakan metode penelitian diskriptif kualitatif subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru, teknik pengumpulan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan analisis data secara kualitatif, peneliti memberi kesimpulan. 1)Kepala sekolah telah menyusun program MBS memperdayakan guru yang koperensif 2)Pelaksanaan pemberdayaan guru dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan 3) hambatan yang dihadapkan dalam penerapan MBS dalam pemberdayaan guru adalah situasi da cara kerja umumnya masih rendah.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah untuk Pemberdayaan Gur
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN PEMBIAYAAN SEKOLAH DI SD NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH
Abstract: Implementation of School-based management (SBM) is one attempt to raise the qualityof education in an effective and productive. A good financial management as one of the MBS canexpedite the implementation of the learning process. This study aims to reveal and analyze thefinancial management of SD Negeri 4 Banda Aceh. This research uses descriptive method withqualitative approach. Data collection techniques used interviews and documentation studies.Subjects in this study were school principals, representatives, committees and four elementaryschool teachers Banda Aceh. The research results showed that the Planning financing in SDNegeri 4 Banda Aceh compiled based on plan school development and its part of operationalplans the annual. Financing plan in the SD Negeri 4 Banda Aceh include budgeting forcompetency development activities, curriculum development, development of the learningprocess, educators and educational staff development, school facilities and infrastructuredevelopment, development and implementation of school management, development andexcavating the source of funds for education, and development and systematic assessmentimplementation. The preparation of financial planning was based on the composition of a veryurgent priority and precedence in its budget each year. Implementation or use of a series ofevents beginning with the budget and approval to ensure that funds are spent as planned, carriedout by utilizing the available resources, and funds not spent for activities that are not approvedor provided to the receiving party without consent. Evaluation is done every quarter or persemester. Funds are used properly accountable to the sources of funds by the city, province,central although parents / guardians and the community.Keywords: School-Based Management, Manage Financin
KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 1 GEUMPANG KABUPATEN PIDIE
Abstract: Communication principal is the process of delivering information (message) to the teacher and can carry the information to the students. Principal as resources in schools are needed by teachers, in order that delivered can be implemented for the development of teachers themselves and also for students. The purpose of this study was to determine the communication principals, include: Professional teacher; Discipline teacher; and responsibilities of teachers. A qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interview, observation guidelines, and documentation. Research subjects are teachers, heads, and school committee in SMA 1 Geumpang. The research found: Communication principals in improving teachers' professional that convey a message to the teacher either orally (calling and direct warning) or in writing (letter of warning); Communication principals in improving teacher discipline that is a great example by attending to school on time and return the end; and Communication principals in improving the teacher's responsibility is interpersonal communication and communication in solving problems in learning how to coordinate and seek solutions to the committee and the school superintendent, and the Department of Education related. Expected to committees and principals in order to provide encouragement and guidance in the performance of professional teachers, discipline and responsibility of teachers to effectively and efficiently so as to improve the performance of teachers in the school.Keywords: Communications Principal and Teacher Performance.Abstrak: Komunikasi kepala sekolah adalah proses penyampaian informasi (pesan) kepada guru dan dapat melaksanakan informasi tersebut kepada anak didik. Kepala Sekolah sebagai sumber informasi di sekolah sangat dibutuhkan oleh guru-guru, agar yang disampaikan dapat terlaksana bagi pengembangan guru itu sendiri dan juga bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi kepala sekolah, meliputi: Profesional guru; Disiplin guru; dan Tanggung jawab guru. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ialah guru-guru, kepala, dan komite sekolah di SMA Negeri 1 Geumpang. Hasil penelitian ditemukan: Komunikasi kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru yaitu menyampaikan pesan kepada guru baik secara cara lisan (memanggil dan teguran langsung) maupun secara tulisan (surat peringatan); Komunikasi kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin guru yaitu memberikan contoh teladan dengan hadir ke sekolah tepat waktu dan pulang paling akhir; dan Komunikasi kepala sekolah dalam meningkatkan tanggung jawab guru yaitu komunikasi antar pribadi dan komunikasi dalam memecahkan masalah di dalam pembelajaran dengan cara mengkoordinasi dan mencari solusi dengan komite dan pengawas sekolah, serta Dinas Pendidikan terkait. Diharapkan kepada komite dan kepala sekolah agar dapat memberikan dorongan dan pembinaan dalam kinerja guru tentang profesional, kedisiplinan dan tanggungjawab guru secara efektif dan efesien sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di sekolah.Kata kunci: Komunikasi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru
MANAJEMEN KONFLIK PADA ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKA KINERJA GURU MIN BENER KELIPAH KECAMATAN BENER KELIPAH KABUPATEN BENER MERIAH
Abstract: Conflict is the portion that can not be separated from human life. Since humans recognize real life then the conflict has been with humans. School as a gathering place for humans can not be separated from the problems of conflict, so that the conflict there were feeling lucky and some are feeling dirugikan.Manajemen conflict of school personnel seek to direct the difference into sameness of thought, of be peace and the ultimate goal of this research is to understand how conflict management in organizations can improve the performance of school teachers Kelipah MIN Bener Bener Kelipah District of the central highlands. The method used is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and study documentation. The data analysis techniques with data reduction, data display and making conclusions and verification. That is the subject of this research is the principal, deputy principal and teacher. results showed that: (1) The causes of conflict in the MIN Bener Kelipah is the understanding of teachers and principals about the concept of false conflicts, pressure, feeling aggrieved, oppressed, abused, role conflict and welfare of teachers. (2) The positive impact caused by conflict tehadap teacher performance: is the creation of discipline, increased teacher performance, increasing the quality of the formation of character education respect others. mature attitude and togetherness. While the negative impacts of conflict is the creation of groups within the school organization, the opposition, the decline in teacher performance, stress or crazy. (3) The strategy of conflict control done is: Understanding teachers' economic, social, emotional, psychological, character and character approaches and sanctions (4) barriers to overcome conflicts also often perceived namely: doubt in conflict resolution, the more senior age familial nature , emotional, cultural and social status. Recommendations from this study, using constructive management style, encouraging equal participation and maintain a positive relationship for the duration of the conflict, which creates an atmosphere kondusip for school personnel.Keywords: Management, Conflict, Organization.Abstrak: Konflik pada organisasi sekolah biasanya diawali oleh adanya gesekan yang terjadi antara guru dengan guru dan antara guru dengan kepala sekolah. Konflik tersebut akan memberikan dampak yang bersifat positif dan negatif. Seorang pemimpin yang arif akan membuat strategi penangan konflik yang baik, sehingga konflik yang sejatinya berdampak negatif akan di arahkan kepada hal yang positif. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan konflik pada organisasi sekolah dapat meningkatkan kinerja guru MIN Bener Kelipah Kecamatan Bener Kelipah Kabupaten Bener Meriah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan serta verifikasi. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah dan Guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa:(1) Faktor penyebab terjadinya konflik pada MIN Bener Kelipah adalah pemahaman guru dan kepala sekolah tentang konsep konflik yang keliru, adanya tekanan, merasa dirugikan, ditindas, dilecehkan, konflik peran dan kesejahteraan guru.(2) Adapun dampak positif yang ditimbulkan oleh konflik tehadap kinerja guru: adalah terciptanya kedisiplinan, meningkatnya kinerja guru, meningkatnya mutu pendidikan terbentuknya watak menghargai orang lain. sikap dewasa dan terciptanya kebersamaan . Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan konflik adalah terciptanya kelompok dalam organisasi sekolah, terjadinya pertentangan, menurunya kinerja guru, stress atau gila. (3) Strategi penggendalian konflik yang dilakukan adalah: Memahami guru secara ekonomi, sosial, emosional, kejiwaan, watak dan karakter pendekatan dan pemberian sanksi (4) hambatan dalam mengatasi konflik terbagi kepada dua macam, yaitu hambatan dari dalam dan hambatan dari luar. Implikasi dari penelitian ini, timbulnya pemahaman konflik yang koprehensif dari komponen sekolah, mendorong partisipasi sejajar dan mempertahankan hubungan positif selama masa konflik, yaitu menciptakan suasana kondusip bagi para personil sekolah, dan terjadinya sikap saling menerima kelebihan dan kekurangan orang lain dalam organisasi.Kata kunci: Manajemen, Konflik, dan kinerja guru
PERENCANAAN KERJA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH
Abstract: This studyaims to determine thework programpreparation, implementation, evaluation, andfollow-upprogramsto improve the qualityof educationinAceh. This studyused a qualitative approach. This studyused a qualitative approach. Data was collectedthrough interviews, observation, and documentation. The procedureof dataanalysisisdata reduction, data display, andverification. While the subjectof researchisthe headoffice, the head ofthe field, section chief, chiefsub-section, the secretary, andemployees. The results showedthat:(1) The process of makingthe programis donethrough aneeds assessmentapproach, the achievement ofobjectives, prioritiesandpolicies, programformulationandimplementation ofoperational activities, due diligenceprogram; (2) Implementation ofthe programis donethrough:(a) socializationprograms are implementedby introducinga numberof activitiesinvolving allthe Head of Education, Youth, andSportsDistrict/City, (b) the resources involvedis doneby placinga numberof individualswho are competentandresponsibleforrealize the visionandmission of the organization, (c) SWOTanalysisis doneby analyzingthe functiontoachieve theobjectivesof internaland external; and(3) Evaluation ofthe programcarried outby utilizingthe resourcesavailablein theschooleducationto the optimumand targeted, while thefollow-upprogramcarried outbyhousekeepingpersonnelnumberof educatorsandeducation personnelin the organizational structureof the schoolthatwillhave an impact onimproving the quality ofteaching staff.Keywords:WorkPlanning, Education, andQuality of Education.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan program kerja, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut program peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi.Sedangkan subjek penelitian adalahkepala dinas, kepala bidang, kepala seksi, kepala sub bagian, sekretaris, dan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan program dilakukan melalui pendekatan need assessment, pencapaian tujuan, prioritas dan kebijakan, rumusan program dan pelaksanaan kegiatan operasional, uji kelayakan program; (2) Implementasi program dilakukan melalui: (a) sosialisasi program dilaksanakan dengan memperkenalkan sejumlah kegiatan dengan melibatkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten/Kota, (b) sumber daya yang terlibat dilakukan dengan menempatkan sejumlah individu yang berkompeten dan bertanggungjawab untuk mewujudkan visi dan misi organisasi, (c) analisis SWOT dilakukan dengan menganalisis fungsi untuk mencapai sasaran internal dan eksternal; dan (3) Evaluasi program dilakukan dengan mendayagunakan sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah dengan optimal dan tepat sasaran, sedangkan tindak lanjut program dilakukan dengan pembenahan sejumlah personil tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam struktur organisasi sekolah yang akan berdampak pada peningkatan mutu tenaga pendidik.Kata kunci:Perencanaan Kerja, Pendidikan, dan Mutu Pendidika
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MIN RUKOH BANDA ACEH
Abstract: Success or failure of education and learning in school is influenced by the ability of principals to manage every component of the school. In his capacity as the leader of the principal obligation to improve the performance of teachers, especially in implementing an effective learning process. The purpose of this study to determine: the principal's managerial ability in the preparation of the teacher's performance improvement program, the managerial ability of the principal in the implementation of the program to improve teacher performance, and barriers encountered principals in improving teacher performance in MIN Rukoh Banda Aceh. The study used descriptive qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation. Subjects were principals and teachers. The results showed that; 1) Preparation of a teacher's performance improvement program carried out at the end of each school year that include intra and extra-curricular activities, school facilities and infrastructure improvements, preparing administrative / learning tool by teachers and others as deemed necessary, including the need for the funds necessary to support learning activities teaching; 2) In the exercise program to improve teacher performance principals apply democratic leadership style. Facing the teachers are usually the principal the principal exchange ideas with teachers so finding an effective way to improve teacher kinetrja teachers in the development of the learning process; and 3) the principal obstacle encountered in improving the performance of teachers, among others, the lack of availability of funds for teacher training outside office hours, there is still a small proportion of teachers are not active and have not been able to induce the result of upgrading to his friend. A small percentage of teachers who have not been able to in the mastery of the foundation of education, so that the impact on performance in implementing the learning.Keywords: Managerial Principal and Teacher PerformanceAbstrak: Sukses tidaknya pendidikan dan pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola setiap komponen sekolah. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin kepala sekolah berkewajiban untuk meningkatkan kinerja guru khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: kemampuan manajerial kepala sekolah dalam penyusunan program peningkatan kinerja guru, kemampuan manajerial kepala sekolah dalam pelaksanaan program peningkatan kinerja guru, dan hambatan-hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru pada MIN Rukoh Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru-guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Penyusunan program peningkatan kinerja guru dilakukan pada setiap akhir tahun pelajaran yang meliputi kegiatan intra dan ekstrakurikuler, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, menyusun administrasi/perangkat pembelajaran oleh guru dan lain-lain yang dianggap perlu, termasuk kebutuhan dana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar; 2) Dalam pelaksanaan program peningkatan kinerja guru kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Menghadapi guru-guru biasanya kepala sekolah kepala sekolah bertukar pikiran dengan guru-guru sehingga menemukan satu cara efektif untuk meningkatkan kinetrja guru guru dalam pengembangan proses pembelajaran; dan 3) Hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru antara lain kurangnya tersedianya dana untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada sebagian kecil guru tidak aktif dan hasil penataran belum mampu mengimbas kepada temannya. Sebagian kecil guru yang belum mampu dalam penguasaan landasan kependidikan, sehingga berdampak terhadap kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran.Kata kunci: Manajerial Kepala Sekolah dan Kinerja Gur
PENERAPAN LESSON STUDY PADA POKOK BAHASAN PERMAINAN SEPAK BOLA UNTUK KETUNTASAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012
Abstrak: Sepakbola merupakan olahraga permainan dalam permainan sepakbola banyak hal yang harus dipelajari baik dari segi teknik maupun takti. Dalam menganalisis permainan sepak bola diperlukan tingkat kecerdasan intelektual agar bola sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan kebugaran jasmani juga diperlukan untuk diperhatikan agar pemain sanggup bermain sampai akhir permainan tanpa kelelahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan Lesson Study dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Banda Aceh untuk menguasai teknik permainan sepak bola? Tujuan dilakukan penelitian ini adalah model pembelajaran Lesson Study untuk ketuntasan pada pokok bahasan permainan sepak bola siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Banda Aceh melalui proses tindakan kelas untuk penyempurnaan ketuntasan pembelajaran pada pokok bahasan permainan sepak bola. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penerapan Lesson Studi pada pokok bahasan permaina sepak bola di kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Banda Aceh tahun 2011/2012 sudah ada ketuntasan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data kualitatif yang di kuantifikasikan. Metode deskriptif adalah penelitian dengan menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara menentukan sumber data terlebih dahulu, kemudian jenis data, dan instrumen yang di gunakan. Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran menendang dan mengiring bola, indikator dari efektivitas pembelajaran adalah peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa. Maksud utama adalah memungkinkan 75% sampai 100% siswa untuk mencapai belajar yang sama tingginya dengan pembelajaran klasikal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa belajar tuntas bertujuan untuk meningkatkan efisiensi belajar, minat belajar, dan sikap siswa yang positif terhadap materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, taraf penguasaan minimal memiliki kriteria yaitu pencapaian 75% dari indikator setiap pokok bahasan.Kata Kunci: Lesson Study, Ketuntasan dan Bermain Sepakbol