Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
PENDATAAN, PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA PENDIDIKAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN DARI TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN 2012
Abstrak. Proses pembelajaran pendidikan jasmani di Kabupaten Aceh Selatan pada umumnya berjalan belum efektif. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran jasmani masih belum memadai. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul pendataan, pemetaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dan mengetahui peningkatan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dengan jumlah sampel 18 sekolah. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian survei. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan format observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mentabulasi hasil pengamatan ke dalam tabel dan grafik untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan masih belum memadai. Keberadaan sarana dan prasarana untuk materi senam, atletik, sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis dan tenis meja berada pada kategori kurang lengkap. Sedangkan untuk materi tenis lapangan, bela diri, dan renang berada pada kategori tidak lengkap. Adapun pemetaan keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan masih belum merata untuk setiap sekolah penelitian.Kata Kunci : Pendataan, Pemetaan, Sarana dan Prasaran
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU
Abstract:Organizational climate and job satisfaction is one of the factors that affect the performance of the teacher. The level of teacher performance related to organizational climate and job satisfaction of teachers in performing their duties. The purpose of this study was to determine the effect of organizational climate on teacher performance, to determine the effect of job satisfaction on teacher performance and to determine the effect of organizational climate and job satisfaction on the performance of teachers. The method used in this study are correlational survey, while data collection used questionnaires to variable organizational climate, job satisfaction and performance of teachers in Madrasah Tsanawiyah Lhokseumawe. The sampling technique is stratified random sampling of 51 respondents. The results of this study it can be concluded that the organizational climate is directly significant effect on the level of teacher performance. The amount of direct influence of organizational climate on teacher performance is (0.7401 0.2759) = 55%. Job satisfaction is directly significant effect on the level of teacher performance. The amount of job satisfaction directly influences the performance of teachers is (0.7192 2.759) = 51.73%. Organizational climate and job satisfaction jointly direct and significant impact on the level of teacher performance. The magnitude of the effect of organizational climate and job satisfaction together with the teacher's performance in school is (0.7994 0.2759) = 63.9% theoretical The model developed in this study turned out to have been tested empirically on a junior secondary school in Lhokseumawe at significant level, meaning an empirical model of organizational climate and job satisfaction can be received as a model teacher performance.Keywords:Organizational Climate, Job Satisfaction and Teacher Performance.Abstrak: Iklim organisasi dan kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengruhi kinerja guru. Tinggi rendahnya kinerja guru berhubungan dengan iklim organisasi dan kepuasan kerja guru dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru, untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru dan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survei korelasional, sedangkan pengumpulan datanya dipergunakan kuisioner terhadap variabel iklim organisasi, kepuasan kerja dan kinerja guru di madrasah tsanawiyah se Kota Lhokseumawe. Teknik pengambilan sampel adalah stratifietrandom sampling terhadap 51 responden. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja guru. Besarnya pengaruh iklim organisasi secara langsung terhadap kinerja guru adalah (0,7401 0,2759) = 55 %.Kepuasan kerja secara langsung berpengaruh signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja guru. Besarnya pengaruh kepuasan kerja secara langsung terhadap kinerja guru adalah (0,7192 2,759) = 51,73%.Iklim organisasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja guru. Besarnya pengaruh iklim organisasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru di sekolah adalah (0,7994 0,2759) = 63,9%.Model teoritik yang dikembangkan dalam penelitian ini ternyata telah teruji secara empiris pada Madrasah Tsanawiyah di Kota Lhokseumawe pada taraf signifikan, berarti model empiris iklim organisasi dan kepuasan kerja dapat terima sebagai model kinerja guru.Kata Kunci:Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja Gur
PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU OLEH KEPALA SEKOLAH PADA SMP NEGERI 2 KOTA SIGLI
Abstract: Coaching of teachers is one form of business to enhance the professional competence of teachers in achieving quality learning period on SMP Negeri 2 Sigli. This study aims to determine teacher training in: (1) the process of preparing the learning program are: curriculum, syllabus, lesson plans, annual program, the semester program, and details of the effective week. (2) fostering the implementation of learning, namely: the initial activity to open the lesson, explaining the materials, instructional media, learning methods, learning resources,and KKM. (3) fostering enhancement of professional competence of teachers are: supervision, refresher courses, seminars, and MGMP. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach, this research sites in SMP Negeri 2 Sigli. Data collection techniques in the study carried out directly by the researcher through interviews, observation, and study documentation. The subject of this research is the principal, vice principal areas of the curriculum, and teacher SMP Negeri 2 Sigli. The results obtained are: (1) principals in the process of preparing teachers to foster learning programs such as the RPP, the annual program, the semester program, and details of the effective week. (2) fostering the principal teachers in the implementation of the learning done by describing the materials, instructional media, learning methods, learning resources. (3) school head teachers to foster improvement of professional competence by way of supervision, Panataran, seminars and enable MGMP as well as providing facilities and infrastructure.Key words: development of professional competence ofteacher
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BIDANGSTUDI IPS PADA SMP KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH
Abstrak: Pengelolaan pembelajaran terkait dengan upaya guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data penelitian adalahkepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru IPS. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Perencanaan pembelajaran diawali dengan pembagian tugas guru dan penyusunan jadwal kegiatan belajar mengajar pada awal tahun ajaran sekolah. Dokumen perencanaan pembelajaran IPS dimiliki oleh guru terdiri dari kelender pendidikan, program tahunan, program semester, program modul, program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, program bimbingan dan konseling, pengembangan silabus dan RPP. Dalam hal ini guru dibolehkan mendownload program-program pembelajaran sekolah lain sebagai perbandingan, namun tidak melakukan plagiat, guru wajib memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan lokal. (2) Pelaksanaan pembelajaran IPS dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 jam tatap muka perminggu perkelas. Metode pembelajaran yang dominan dilakukan oleh guru adalah metode ceramah, tanya jawab,diskusi kelompok dan penugasan. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga kegiatan, yakni kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan dalam bentuk tes formatif dan sumatif. Materi tes disusun dalam bentuk soal essay dan pilihan berganda tanpa dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. Pemberian skor dan nilai berdasarkan Penilaian Acuan Patokan. Program remedial dilaksanakan bagi siswa-siswa yang belum mencapai KKM (4) kendala bagi guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran IPS; (a) kejenuhan dalam mengajar mengurangi motivasi guru terhadap improvisasi mutu pembelajaran, (b) guru IPS kurang mendapat bimbingan dan pelatihan, (c) media pembelajaran IPS sangat terbatas, (d) adanya persepsi bahwa pembelajaran IPS itu mudah dan kurang menarik. Kendala bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPS adalah; (a) karakteristik siswa yang beragam menyebabkan pengendalian kelas kurang efektif, (b) kurang variatifnya metode pembelajaran menyebabkan kurang efektifnya penyampaian materi (c) kurang aktifnya situasi kelas disebabkan siswa kurang tertarik terhadap materi IP
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SD NEGERI 2 PAGAR AIR KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: The aim of the study was to find out the formulation for implementation and evaluation of strategy which were done by the headmaster in order to increase teachers performances at SDN 2 Pagar Air Aceh Besar. The study was a descriptive qualitative study. The data were collected through observation, interview, and documents. The subjects of the study were the headmaster and the teachers.The results of the study showed that (1) the headmaster has formulated several ways to increase teachers performances : conducting academic supervision activities,assigning teachers to seminars and workshops, assigning teachers to join to KKG and MGMP activities at gugus (group of schools in a district). (2) The academic supervision was conducted through direct supervision in the classroom and provided help when needed. Next, the headmaster motivated and obligated teachers to join to KKG and MGMP activities. (3)The evaluation of strategies was done by conducting a meeting with teachers and stakeholders at the end of semester.Keywords: Strategy, principal, competences, teachersAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya perumusan, pelaksanaan serta evaluasi strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SD Negeri 2 Pagar Air Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perumusan strategi dalam meningkatkan kemampuan guru melalui: perencanaan program supervisi akademik, perencanaan program pengiriman guru pada pelatihan dan worshop dan perencanaan strategi agar guru-guru dapat aktif pada kegiatan KKG dan MGMP di tingkat gugus. (2) Pelaksanaan strategi supervisi akademik oleh kepala sekolah dengan cara masuk ke dalam kelas dan memberi bantuan kepada guru yang menhadapi kendala. Mengirimkan guru dalam berbagai pelatihan dan workshop dengan cara guru digilir. Mengaktifkan guru pada kegiatan KKG dan MGMP di tingkat gugus dengan cara memotivasi dan mewajibkan guru untuk mengikutinya. (3) Evaluasi strategi oleh kepala sekolah yakni dengan mengadakan rapat evaluasi setiap akhir semester bersama guru dan stakeholder lainnya.Kata Kunci: Strategi, Kepala Sekolah, Kinerja, Gur
PROFESIONALISME GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SMKN 1 LHOKSEUMAWE
Abstract: This study aims to determine the understanding, implementation, and constraints faced by the teacher of Vocational High School State 1 Lhokseumawe in the implementation of the educational unit level curriculum. To achieve these objectives, this study uses descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice principal areas of curriculum and instruction, and teacher. The results showed that:(1) Teachers understanding of the educational unit level curriculum has been positive and keep up with the needs of learners with attention to the weaknesses of the development of science, technology, and art as a whole and sustainable; (2) Implementation of educational unit level curriculum is done by adjusting the curriculum with lesson plans grains so that the delivery of teaching materials has alignment with the time and abilities of students; and (3) Constraints teachers in the implementation of educational unit level curriculum, among others: (a) lack of educational facilities and infrastructure that support the application for the establishment of educational unit level curriculum perfectly, (b) lack of awareness of the teacher in preparing learning materials before the learning takes place, (c) the lack of allocation of time in learning process, and (d) the lack of teacher supervision in controlling the achievement of student learning outcomes in the classroom and in the school environment development.Keywords: Professionalism, Teacher, and Educational Unit Level Curriculum.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, implementasi, dan kendala yang dihadapi guru SMK Negeri 1 Lhokseumawe dalam implementasi KTSP. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan pengajaran, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman guru terhadap KTSP sudah positif dan mengikuti perkembangan serta kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan sisi kelemahan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara menyeluruh dan berkesinambungan; (2) Implementasi KTSP dilakukan dengan menyesuaikan butir kurikulum dengan rencana pengajaran sehingga penyampaian materi ajar memiliki keselarasan dengan waktu dan kemampuan siswa; dan (3) Kendala guru dalam implementasi KTSP antara lain: (a) kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung untuk terwujudnya penerapan KTSP dengan sempurna, (b) kurangnya kesadaran guru dalam mempersiapkan materi pembelajaran sebelum pembelajaran berlangsung, (c) kurangnya pengalokasian waktu dalam proses pembelajaran, dan (d) kurangnya pengawasan guru dalam mengontrol hasil pencapaian prestasi belajar siswa di kelas dan perkembangannya di lingkungan sekolah.Kata kunci : Profesionalisme, Guru, dan KTS
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN PADA BKPP ACEH
Abstract: This research aimed to determine the planning, implementation, evaluation, and obstacles found in the implementation of learning management training prajabatan the Personnel Board of Education and Training Aceh. This research used descriptive method with qualitative approach, data collection techniques were interviews, observation and documentation study. The results of research showed that: (1) Planning of training prajabatan according to its competence established Institute of Public Administration of the Republic of Indonesia; (2) Implementation of training prajabatan learning by trainers (3) The evaluation study conducted to determine the ability of the participants in the mastery of the material through a written exam once all eyes are given training in the curriculum; and (4) The obstacles encountered in the implementation of learning management training prajabatan is the lack of ability to effectively manage learning by trainer, lack of intrinsic motivation training participants, and the lack of monitoring by the organizers of the training.Keywords : learning management and trainingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan manajemen pembelajaran diklat prajabatan pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Aceh. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran diklat prajabatan dilakukan oleh tenaga pengajar sesuai kompetensi yang ditetapkan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia; (2) Pelaksanaan pembelajaran diklat prajabatan dilakukan oleh widyaiswara sesuai kompetensi yang ditetapkan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam penguasaan materi melalui ujian tertulis setelah seluruh mata diklat dalam kurikulum diberikan; dan (4) Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pembelajaran diklat prajabatan adalah kurangnya kemampuan pengelolaan pembelajaran secara efektif oleh widyaiswara, kurangnya motivasi intrinsik peserta diklat, dan kurangnya pemantauan oleh penyelenggara diklat.Kata kunci: manajemen dan pembelajaran diklat
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA SMP 1 LHOKNGA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: Academic supervision is a series of activities to help teachers to develop their ability in managing learning process in order to achieve the learning goals. This study aimed to find out the description of academic supervision implemented by principal in State Junior High School 1 Lhoknga. This study used qualitative approach with descriptive method. The subjects of this study were principal, vice principals, and teacher. The results of this study showed that: (1) the principal involved all school personnel in designing academic supervision program. The designing process was conducted at the beginning of school year and the program was applied for two semesters. (2) The principals strategies in implementing academic supervision were preparing academic supervision instrument, providing socialization about the program plans to all teachers, carrying out a direct academic supervision to all teachers, and delegating the supervisors responsibility to all vice principals and some senior teachers that have been supervised. (3) The principal conducted follow-up academic supervision by giving guidance and trainings or Teacher Education Consensus Points to unprofessional teachers. The follow-up included the follow-up program of academic supervision, learning situation and factors that influence the students achievement, and some improvement that should be done. (4) The obstacle factors were the teachers who were unable to attend the supervision because of the reason they were sick and asked permission to follow training, the teachers who were not ready when the supervision was conducted.Keywords: Academic Supervision and PrincipalAbstrak: Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimanakah kepala sekolah SMP 1 Lhoknga dalam melaksanakan supervisi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan (observasi), wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan dewan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah dalam menyusun program kerja supervisi akademik dengan melibatkan peran serta seluruh personel sekolah, penyusunan program supervisi dilakukan pada awal tahun ajaran untuk dua semester. (2) strategi kepala sekolah dalam melaksanakan implementasi supervisi akademik yaitu: mempersiapkan instrumen supervisi akademik, dengan dilakukan teknik yang secara individual dan kelompok baik secara langsung, tidak langsung maupun kolaboratif. (3) melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah dengan memberikan pembinaan, mengikuti kursus-kursus maupun MGMP kepada guru yang belum profesional. (4) faktor hambatan, guru yang berhalangan hadir waktu pelaksanaan supervisi yang disebabkan karena sakit, izin dan mengikuti pelatihan.Kata Kunci: Supervisi Akademik dan kepala sekola
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SD NEGERI SAKTI PIDIE
Abstrak: Manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kreatifitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan, partisipasi masyarakat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar Negeri Sakti Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dalam penerapan manajemen berbasis sekolah meliputi penetapan, visi missi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan melakukan asesmen tentang kekuatan, hambatan, peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Sekolah Dasar Negeri Sakti Pidie.Pelaksanaan manajemen berbasis sekolahpada Sekolah Dasar Negeri Sakti Pidie menyusun RAPBS, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, mengikutsertakan komite sekolah. Partisipasi masyarakat atau komite sekolah mempunyai tugas dan fungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan. Komite sekolah mendukung, memberi masukan, motivasi dan mengawasi kinerja guru serta mengadakan hubungan kerja sama dengan pihak lain dalam mencari dana dan ekstrakurikuler.Faktor pendukung dan penghambat implementasi manajemen berbasis sekolah di Sekolah Dasar Negeri Sakti Pidie. Warga sekolah, wali siswa dan komite sekolah ikut mendukung kemajuan sekolah. Hal ini terbukti komite sekolah selalu memberi masukan dan membantu program sekolah, warga sekolah dan komite sekolah selalu ikutserta dalam penyusunan program sekolah dan pelaksanaannya.Kata Kunci: Implementasi, Manajemen Berbasis Sekolah
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMAN 10 FAJAR HARAPAN
Abstract: Quality education can be achieved if school implements appropriate strategic management. Based on the assumption and the weakness of school management nowadays, the writer is interested in conducting a study with the objective to describe and analyze the profile, implementation, and evaluation of strategic management in the effort to improve education quality in SMAN 10 Fajar Harapan State Senior High School. Subjects of the study were principal, vice principal, treasurer, school administrative office personnel, school committee, and teachers. Data were collected through observation, interview, and documentation study. The results of the study showed that the profile of the school described the visions, missions, goals, targets and school resources. The strategies were implemented through internal and external school activities described through school structural organization, teamwork, and the distribution of job, day and time of study, cost asset, curriculum, school promotion, new student enrollment, school culture, ethic code, school policy, geographical environment, demography, environment culture and community appreciation, government regulation, development of science and technology, involvement of school committee, partner institution and alumni, and strategy implementation in achieving national education standard. The evaluation was conducted continuously by involving top management and all personnel either in short, medium, or long term by using school and teacher self-evaluation instruments, and benchmarking in order to improve school performance and education quality.Keywords: strategic management and quality of education.Abstrak: Pendidikan bermutu dapat terlaksana bila sekolah mengimplementasikan manajemen strategi yang tepat. Beranjak dari asumsi tersebut dan permasalahan lemahnya manajemen sekolah dewasa ini, penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis profil, implementasi dan evaluasi manajemen strategik dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada SMAN 10 Fajar Harapan dimana yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, tenaga tata usaha, komite sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil SMAN 10 Fajar Harapan mendeskripsikan visi, misi, tujuan, sasaran dan profil sumber daya sekolah. Implementasi strategi pada SMAN 10 Fajar Harapan dilakukan melalui aktivitas lingkungan internal dan eksternal sekolah yang dideskripsikan melalui struktur organisasi sekolah, teamwork dan pembagian tugas sekolah, hari dan waktu belajar, aset pembiayaan, kurikulum, promosi sekolah, penerimaan siswa baru, budaya sekolah, kode etik, kebijakan sekolah, keberadaan lingkungan geografis, demografis, lingkungan budaya dan apresiasi masyarakat, regulasi pemerintah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterlibatan komite sekolah, lembaga mitra, alumni dan implementasi strategik dalam upaya memenuhi standar pendidikan nasional. Pelaksanaan evaluasi pada SMAN 10 Fajar Harapan dilakukan secara terus menerus melibatkan manajemen puncak dan seluruh personil sekolah baik jangka pendek, menengah dan panjang melalui instrumen evaluasi diri sekolah, guru dan Benchmarking untuk meningkatkan kinerja sekolah dan mutu pendidikan.Kata kunci: manajemen strategik dan mutu pendidika