Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
    227 research outputs found

    PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN AKTIVITAS PENGEMBANGAN DI KELAS X SMA NEGERI 6 BANDA ACEH

    Get PDF
    Abstract: Physical education is education that uses motion media to achieve the goal of physical education. Based on the observation of high school (SMA) State 6 Banda Aceh can be drawn that the implementation of the teaching of physical education subject development activities have not reached mastery. The purpose of this study to determine the application of media using balls, cardboard and rope to mastery learning class X student development activities SMA 6 Banda Aceh. This research is action research as for the instruments used to collect observation data format. Data were analyzed by tabulating the results of observations, see mastery learning in accordance with the plans and objectives of this study based on the results of this study concluded that the application of basic instructional media development activities to complete the learning in class X SMA 6 city of Banda Aceh, the first cycle develops implement media such as ball strength, speed rope and cardboard mengembangkan to develop agility to the completeness 86.66% were 26 people who completed the second cycle while still using the ball, cardboard and rope with the changing pattern of play then increased to 100%. Mastery consists of Fitness, active, creative / intellectual, basic movement, social, happy, emotional / of mental.Keywords: Media and Development Activities.Abstrak: Pendidikan jasmani adalah pendidikan yang menggunakan media gerak untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani. Berdasarkan hasil observasi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Banda Aceh dapat digambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani pokok bahasan aktivitas pengembangan belum mencapai ketuntasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan media menggunakan bola, kardus dan tali untuk ketuntasan pembelajaran aktivitas pengembangan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan adapun instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ini format observasi. Data yang dianalisis dengan mentabulasi hasil pengamatan, melihat ketuntasan pembelajaran sesuai dengan perencanaan dan tujuan penelitian ini berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran pokok aktivitas pengembangan dapat menuntaskan pembelajaran pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Kota Banda Aceh siklus pertama menerapkan media seperti bola mengembangkan kekuatan, tali mengembangkan kecepatan dan kardus untuk mengembangkan kelincahan dengan ketuntasan 86.66% sebanyak 26 orang yang tuntas sedangkan siklus kedua masih menggunakan bola, kardus dan tali dengan merubah pola bermain maka naik menjadi 100%. Ketuntasan terdiri dari Kebugaran, keaktifan, kreatif/intelektual, gerak dasar, sosial, gembira, emosional/mental.Kata Kunci: Media, dan Aktivitas Pengembangan

    PENGARUH LATIHAN LOMPAT, JINGKAT DAN LANGKAH TERHADAP HASIL LOMPAT JAUH SISWA SMP NEGERI 1 PEUSANGAN KABUPATEN BIREUN

    Get PDF
    Abstrak. Olahraga atletik khususnya nomor lompat menuntut unsur kekuatan, kecepatan dan power guna mendapatkan hasil lompatan yang maksimal Plyometrik merupakan salah satu bentuk pelatihan yang baik untuk mengembangkan unsur kekuatan, kecepatan dan power dalam nomor lompat jauh. Salah satu bentuk pelatihan plyometrik yang cocok dan dianjurkan oleh para ahli untuk diberikan kepada siswa Sekolah Menengah Pertama adalah pelatihan lompat, jingkat dan langkah bangku. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan lompat, langkah dan jingkat bangku terhadap hasil lompat jauh pada siswa SMP Negeri 1 Peusangan Kabupaten Bireuen. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas I dan II SMP Negeri 1 Peusangan kabupaten Bireuen tahun 2012. Pengambilan sampel ditentukan sebanyak 25% dari populasi yaitu 60 orang yang dibagi dalam empat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 15 orang, kelompok perlakukan terbagi dalam 3 kelompok dan 1 kelompok untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen ini penulis gunakan atas dasar sifat penelitian yang memberikan perlakuan terhadap subjek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pengukuran lompat Jauh. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah analisis varian satu arah (one way analysis of variance- ANOVA) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan plyometrik yang terdiri dari lompat, jingkat dan langkah bangku memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil lompat jauh pada siswa SMP Negeri 1 Peusangan.Kata Kunci: Pengaruh latihan, lompat, jingkat dan langka

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU PADA SMA NEGERI 1 INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF
    Abstract: Teachers professionalism ability to create quality learning affects the successful of education. Guiding the teachers is one of the principals responsibilities. This research aimed to find out the principals strategies including programs, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors in improving teacher professionalism at State Senior High School 1 of Indrapuri. This research employed a descriptive method with quantitative approach. Techniques of data collection used were interview, observation, and study documentation. Subjects were principals, vice principal, teachers, supervisors, and school committee. Data were analyzed by reducing data, displaying, drawing conclusion, and data verification. The results showed that: 1) planning to improve teachers professionalism was implemented in discussion forum at the beginning of academic year and involves all school personnel. Teachers professionalism improvement programs planned were implementing team teaching, involving all teachers in school activities, managing students administration including facilities and infrastructure, conducting supervision, instilling discipline, and giving motivation and reward accordingly. 2) The programs were implemented by the team, which consisted of the principal, vice principal and senior teachers. The programs were implemented by dividing the tasks and setting the planning as a reference. 3) The evaluation was conducted at the end of semester and guided the teacher to understand the evaluation activities, showing instrument evaluation, and socializing the evaluation activities. 4) The supporting factors in improving teachers professionalism were having a formal legal basis, the socialization regarding the importance of teachers professionalism, cooperation, partnership and potential teachers, and the existence of formal and informal organization in school. The inhibiting factors were the low of bureaucratic culture, the low of work productivity, the low of output education to compete, and incomplete of facilities and infrastructure.Keywords: Strategy, school principal, teachers professional.Abstrak: Strategi kepala sekolah merupakan cara untuk mengatasi segala kendala atau tantangan dengan memanfaatkan segala sumber daya sekolah, termasuk meningkatkan professional guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas dan guru. Penyusunan rencana peningkatan profesional guru dilakukan dalam suatu forum musyawarah pada setiap awal tahun ajaran dengan melibatkan semua personel sekolah. Program peningkatan profesional guru yang direncanakan adalah melaksanakan team teaching, melibatkan seluruh guru dalam aktivitas sekolah, mengelola administrasi siswa, sarana dan prasarana, melakukan supervisi, menanamkan disiplin, memberikan motivasi dan penghargaan yang sesuai. 2) Pelaksanaan program dilakukan oleh tim yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru senior. Pelaksanaan program diawali dengan pembagian tugas dan menjadikan perencanaan sebagai pedoman pelaksanaan. 3) Evaluasi dilaksanakan pada setiap akhir semester dengan terlebih dahulu membina guru untuk memahami kegiatan evaluasi, menunjukkan instrumen evaluasi dan mensosialisasikan kegiatan evaluasi. 4) Faktor pendukung dalam meningkatkan profesional guru adalah memiliki landasan yuridis formal, telah adanya sosialisasi tentang pentingnya profesional guru, adanya budaya gotong royong dan kemitraan dan potensi guru, dan adanya organisasi formal dan informal sekolah. Sedangkan hambatan adalah kultur birokrasi yang kurang baik, produktivitas kerja masih rendah, output pendidikan kurang mampu bersaing, sarana dan prasarana masih kurang.Kata kunci: Strategi Kepala Sekolah, Profesional Guru

    EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH UNGGUL DI KOTA SABANG

    Get PDF
    Abstract: Teacher empowerment is an effective strategy to produce professional teachers in islands area. This study aimed to obtain about the effectiveness of teacher empowerment in excellent schools of Sabang City. This study used qualitative approach and descriptive method. Data were collected through observation, interview, and documentation study. Subjects of the study were principals, school committees, head of education agency, and local government. The data was analysed through data reduction, display, decision taking, and verification. The results of the study showed that: (1) teacher empowerment in excellent schools in Sabang City was prepared based on need assessment, ability to solve teachers problems in the field, and stakeholders support, (2) the implementation of teacher empowerment in excellent schools of Sabang City has met the criteria of the implementation of an activity and it has implemented various strategies, (3) the local government and all related parties in the development of excellent schools in Sabang City had a high commitment to improve the education quality in Sabang City, and (4) teacher empowerment system implemented was the system that has been existed in the schools such as providing training, activating teacher professional development networks (MGMP), conducting effective learning supervision, giving opportunity for teachers to obtain a higher education and supporting teachers to participate in scientific meetings.Keywords: Teacher Empowerment and Excellent SchoolsAbstrak: Pemberdayaan guru merupakan salah satu strategi yang efektif untuk menciptakan guru profesional pada sekolah unggul, khususnya di wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan guru pada sekolah unggul di Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengawas, kepala sekolah, komite sekolah, kepala Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program pemberdayaan guru disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan (need asesment) sekolah dengan melibatkan seluruh unsur terkait dan pakar pendidikan. Program yang direncanakan meliputi merekrut guru dengan cara memutasikan guru yang berprestasi ke sekolah unggul, peningkatan kompetensi guru dan memberdayakan guru yang sudah berada di sekolah unggul. (2) Pelaksanaan program pemberdayaan guru dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabilitas. Setiap guru diberikan deskripsi tugas untuk dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya serta diberikan motivasi secara terus menerus untuk meningkatkan kompetensinya. (3) Pemerintah Kota Sabang memiliki komitmen untuk pengembangan sekolah unggul dengan memberikan dukungan berupa moral, kebijakan, finansial serta memenuhi fasilitas, baik sarana maupun prasarana. (4) Sistem pemberdayaan guru yang diterapkan adalah memberdayakan guru yang sudah ada pada sekolah unggul dengan cara memerikan pelatihan, mengaktifkan MGMP, mengefektifkan supervisi pengajaran, memberi kesempatan bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan dan mendorong guru untuk mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah.Kata Kunci: Pemberdayaan Guru dan Sekolah Unggu

    SISTEM REKRUTMEN, SELEKSI DAN PENEMPATAN KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI PADA DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Abstract: Recruitment, selection, and replacement of the principal conducted in accordancewith competence can improve the quality of education management. This research aimed atfiguring out the description of process of recruitment, selection, and replacement and also theobstacles in recruitment, selection and replacement of State Junior High School principal atEducation Agency of Banda Aceh. This research employed descriptive qualitative method.Data was collected by using observation, interview, and documentation technique. Subject ofthe research was principal and teacher at State Junior High School. The result of the researchshowed that: first, the recruitment process, the Education Agency prepared a recruitmentprogram comprising of implementation and technical guidance of recruitment implementationfor the candidates of principal, then there was an official announcement from the EducationAgency. Second, the selection process on the principal candidates comprised of administrativeselection carried out through the assessment of the completeness of documents and academicselection carried out through the assessment of the leadership potential and initial mastery oftoward competence of principal. Third, the replacement process of principal candidates wasconducted because there was principal vacancy caused by the transfer, retirement, anddismissal. Fourth, the obstacles in recruitment, selection, and replacement of the principalwere lack of interest of the teachers to run for principal and lack of the budget for principalrecruitment. It can be concluded that the recruitment, selection, and replacement of StateJunior High School principal are still ineffective and inefficient.Keywords: Recruitment, Selection, and Replacement of Principa

    PERENCANAAN STRATEGIK SUMBER DAYA DOSEN PADA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    Get PDF
    Abstrak: Perencanaan strategik perlu dilakukan dalam pengembangan dan peningkatan sumber daya dosen di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perencanaan strategik sumber daya pada Universitas Syiah Kuala.PEnelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah Rektor dan Pembantu Rektor I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan pengembangan dosen di Universitas Syiah Kuala, dilakukan berdasarkan pertimbangan pemeratan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tata kelola, (2) Strategi pengembangan dosen pada univesitas Syiah Kuala diprioritaskan melalui kegiatan rekrutmen, promosi profesor dan studi lanjut dari jenjang S1 ke jenjang S2 dan dari jenjang S2 ke jenjang S3, (3) Program dan implementasi pengembangan sumber daya dosen dilaksanakan melalui mekanisme monitoring, evaluasi umpan balik yang terus menerus, untuk mengetahui ada tidaknya keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dengan derajat mutu yang dihasilkan dari semua produk universitas,(4) Evaluasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan melalui mutu input, proses dan out put. Namun demikian tidak terdapat dokumen tentang rancangan evaluasi yang menyeluruh baik dalam kontek perencanaan maupun implementasi untuk tiap-tiap program, (5) Faktor pendukung pengembangan sumber daya dosen pada Universitas Syiah Kuala adalahpenataan anggaran yang sesuai dan tepat sasaran, penetapan kebijakan menunjukkan adanya komitmen dalam pelaksanaan program sesuai dengan peraturan, adanya fasilitas bagi dosen untuk meningkatkan kompetensinya.PERENCANAAN STRATEGIK SUMBER DAYA DOSEN PADA UNIVERSITAS SYIAH KUAL

    KOMPETENSI DAN GAYA KEPEMIMPINAN PERSONALITI KOMUNITAS OLAHRAGA DI PROVINSI ACEH

    Get PDF
    Abstrak :Kompetensi yang dimiliki seorang pemimpin merupakan komponen yang sangat utama dibutuhkan dalam pembangunan bangsa, karena dapat menjadikan pendorong dan penghambat pelaksanaan pembangunan. Kepemimpinan, sebagai sebuah konsep, diartikan sebagai proses mempengaruhi dari pihak seseorang terhadap pihak lainnya, guna mencapai suatu tujuan Bagaimana pemimpin memperagakan perilaku kepemimpinan, dalam kontek ini, disebut tipe atau gaya kepemimpinan. Olahraga memberikan kesempatan secara luas kepada pelakunya untuk menerapkan inisatif dan kreatifitasnya yang dapat memberI sumbangan kepada kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang pada akhirnya terbentuk kompetensi dan gaya kepemimpinan yang handal, namun masyarakat awan belum meyakini bahwa olahraga dapat meningkatkan kompetensi dan membentuk kepribadian seorang pemimpin. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui kompetensi dan gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh personality komunitas olahraga di Provinsi Aceh. penelitian ini mengunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah personality komunitas olahraga yang tersebar di seluruh Aceh yang berjumlah 10 orang dengan teknik Purposive sampling dengan menggunakan instrument pengamatan dan wawancara mendalam. Tehnik analisis dilakukan dalan beberapa tahap, tahap pertama, reduksi data, selanjutnya, display data, dan yang ketiga mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personality komunitas olahraga di Provinsi Aceh telah memiliki kompetensi dan gaya kepemimpinan yang ideal, sehingga asumsi masyarakat terhadap lemahnya kompetensi dan gaya kepemimpinan personality komunitas olahraga tidak diterima kebenarannya.Kata Kunci : Kompetensi, gaya kepemimpinan dan komunitas olahragaKOMPETENSI DAN GAYA KEPEMIMPINAN PERSONALITI KOMUNITAS OLAHRAGA DI PROVINSI ACE

    PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI

    Get PDF
    Abstrak : Salah satu masalah utama dalam pendidikan jasmani di Indonesia hingga dewasa ini ialah belum efektifnya pengajaran pendidikan jasmani disekolah-sekolah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah terbatasnya kemampuan guru pendidikan jasmani dan terbatasnya sumber yang digunakan untuk mendukung proses pengajaran pendidikan jasmani dan selama ini dalam proses pengajaran pendidikan jasmani belum adanya suatu alat ukur untuk melihat efektifitas pembelajaran guru pendidikan jasmani itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen keefektifan pembelajaran guru pendidikan jasmani pada SLTA Se-Kabupaten Pidie sebagai skala penilaian yang dapat digunakan oleh pihak sekolah dan masyarakat secara valid dan reliabel. Yang menjadi populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru pendidikan jasmani dan siswa pada SLTA di Kabupaten Pidie yang mewakili dari setiap rayon. Proses pembuatan alat ukur keefektifan pembelajaran guru pendidikan jasmani yaitu meliputi empat tahap (1) pengumpulan butir-butir (item pool) (2) pemilihan butir-butir (screening of item pool). (3) penyusunan skala (construction of scales) (4) metode kuesioner. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dikatagorikan dan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh yang tercantum pada bagian analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa skala keefektifan pembelajaran pendidikan jasmani yang terdiri dari 7 faktor dan 93 butir pernyataan merupakan alat ukur yang valid dan reliabel untuk mengukur keefektifan pembelajaran pendidikan jasmani pada SLTA di Kabupaten Pidie dan alat ukur keefektifan pembelajaran guru pendidikan jasmani yang dapat diikutsertakan dalam skala tersebut memiliki tingkat kesahihan tinggi dengan dengan skor 0.802 dan tingkat keterandalan yang tinggi dengan skor 0.740.Kata Kunci: Alat Ukur Keefektifan Pembelajaran Pendidikan Jasman

    GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SDN 7 MUARA DUA LHOKSUEMAWE

    Get PDF
    Abstract: Style principals strongly influence the behavior of subordinates, but if subordinate behavior may not necessarily be able to influence the behavior of their superiors. Principal's leadership style is a consistent pattern of behavior shown by the leader and the other party known as a leader trying to influence the activities of others. The purpose of the study to determine the leadership style of the principal, including: (1) Discipline; (2) Commitment; (3) Ability and (4) The responsibility of the teacher. Qualitative approach with descriptive methods, data collection techniques performed with interview guides, observation, and study documentation. Subjects were principals, teachers and supervisors in SD Negeri 7 Muara Dua Lhoksuemawe. The results of the study found: (1) the principal's style of leadership in promoting the discipline of teachers, is a style of informing (telling), in addition to telling style, principals also apply situational style; (2) the principal's leadership style in improving teacher commitment is selling styles (consultative) by directing the teacher to complete the task; (3) the principal's leadership style to improve the ability of teachers, namely the implementation of a participative style during an internal meeting board of teachers and other meetings; and (4) the principal's style of leadership in improving the teacher's responsibility, is to force the sharing discretionary authority to the members of the organization to carry out the task. Expected to supervisors and principals in order to give impetus and direction in the performance of discipline, commitment, ability and responsibility of teachers to effectively and efficiently to improve the performance of teachers in schools.Keywords: Principal Leadership Styles and Teacher PerformanceAbstrak: Gaya kepala sekolah sangat mempengaruhi perilaku bawahannya, tetapi bila perilaku bawahan belum tentu dapat mempengaruhi perilaku atasannya. Gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah suatu pola perilaku konsisten yang ditunjukkan oleh pemimpin dan diketahui pihak lain ketika pemimpin berusaha memengaruhi kegiatan orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah, meliputi: (1) Disiplin; (2) Komitmen; (3) Kemampuan dan (4) Tanggung jawab guru. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan pengawas di SD Negeri 7 Muara Dua Lhoksuemawe. Hasil penelitian ditemukan: (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin guru, adalah gaya memberitahukan (telling), selain gaya telling, kepala sekolah juga menerapkan gaya situasional; (2) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru adalah gaya selling (konsultatif) dengan mengarahkan guru untuk menyelesaikan tugasnya; (3) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru, yaitu gaya partisipatif yang diterapkannya pada saat rapat internal dewan guru dan rapat lainnya; dan (4) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan tanggung jawab guru, ialah gaya delegatif yaitu melakukan sharing authority kepada anggota untuk melaksanakan tugas organisasi. Diharapkan kepada pengawas dan kepala sekolah supaya dapat memberikan dorongan dan arahan dalam kerja tentang disiplin, komitmen, kemampuan dan tanggungjawab guru secara efektif dan efesien untuk meningkatkan kerja di sekolah.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Gur

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA MTsN KOTA LHOKSEUMAWE

    Get PDF
    Abstract: This study aims to determine work program head of the madrasa in creating education programs, implementation strategies of school-based management, and constraints faced head of the madrasa in implementing school-based management. This study used a qualitative approach. Data were collected by interview, observation, and study documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice-principals, and teachers. The results showed that: (1) The work program headmaster in educational activities functioned properly, only in the aspect of education personnel management, financial management, and financing role has not run optimally; (2) the implementation of school-based management strategies through: (a) stages of socialization, (b) the formulation of the vision, mission and goals of the school, (c) involve a number of educational resources for the achievement of prorgam school, (d) conduct a SWOT analysis of the educational program that have been implemented, (e) preparation of work plans and quality improvement programs, and (f) the implementation and evaluation of programs; and (3) Constraints faced headmaster in implementing school-based management, among others, school autonomy and management of the budget has not been implemented in a transparent and accountable.Keywords: School Based Management, and Quality of Education.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kerja kepala madrasah dalam mewujudkan program pendidikan, strategi penerapan manajemen berbasis sekolah, dan kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam menerapkan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program kerja kepala madrasah dalam kegiatan pendidikan difungsikan dengan baik dan benar, hanya saja dalam aspek manajemen tenaga kependidikan, manajemen keuangan, dan pembiayaan perannya belum dijalankan secara optimal; (2) Strategi penerapan manajemen berbasis sekolah dilakukan melalui: (a) tahapan sosialisasi, (b) perumusan visi, misi dan tujuan sekolah, (c) melibatkan sejumlah sumber daya pendidikan untuk ketercapaian prorgam sekolah, (d) melakukan analisis SWOT terhadap program pendidikan yang sudah dilaksanakan, (e) penyusunan rencana dan program kerja peningkatan mutu, dan (f) pelaksanaan program dan evaluasi; dan (3) Kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam menerapkan manajemen berbasis sekolah antara lain kemandirian sekolah dan manajemen pengelolaan anggaran belum dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.Kata kunci: Manajemen Berbasis Sekolah, dan Mutu Pendidikan

    227

    full texts

    227

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇