Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU DI SMA NEGERI KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: This study aims to determine of work program of teaching supervision, implementation supervision of teaching, and the principal constraints in implementation of the teaching supervision. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice principal, and teacher. The results showed that: (1) The work program for the supervision of teaching principals at SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar District and SMAN Peukan Bada Aceh Besar District already has a good design for a period of one year to the next and reformulated in the years for future; (2) The supervision of teaching adopted by the heads of High School 1 Darul Imarah Aceh Besar District implemented an indirect approach, while the head of High School Peukan Bada Aceh Besar District using the direct approach; and (3) The principal constraints encountered in implementation of the teaching supervision, among others: (a) the supervision of the teaching approach, the least time owned by the principal making it difficult to supervise the implementation of the agenda, (b) technical supervision of teaching, more attention to the psychological aspects of teacher and these factors will determine the course of implementation of the program of teaching supervision, and (c) the teacher's behavior at the time of supervision of teaching, teachers conditions are very varied and highly dependent on the technique used by the principal.Keywords: Supervision of Teaching and Teacher Professionalism Improved.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kerja supervisi pengajaran, pelaksanaan supervisi pengajaran, dan kendala kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pengajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program kerja supervisi pengajaran kepala sekolah untuk SMA Negeri 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar dan SMA Negeri Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar sudah memiliki rancangan yang baik untuk jangka waktu satu tahun ke depan dan dirumuskan kembali di tahun yang akan datang; (2) Pelaksanaan supervisi pengajaran yang diterapkan oleh kepala SMA Negeri 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar dilaksanakan dengan pendekatan tidak langsung, sedangkan kepala SMA Negeri Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar menggunakan pendekatan langsung; dan (3) Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pengajaran antara lain: (a) pendekatan supervisi pengajaran, sedikitnya waktu yang dimiliki oleh kepala sekolah sehingga pelaksanaan supervisi sulit untuk diagendakan, (b) teknik supervisi pengajaran, lebih memperhatikan pada aspek psikologis guru dan faktor ini sangat menentukan jalannya pelaksanaan program supervisi pengajaran, dan (c) perilaku guru pada saat dilakukan supervisi pengajaran, kondisi guru-guru sangat variatif dan sangat tergantung pada teknik yang digunakan oleh kepala sekolah.Kata kunci : Supervisi Pengajaran dan Peningkatan Profesionalisme Gur
PEMAHAMAN DAN PENERAPAN GURU PENDIDIKAN JASMANI TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2011
Abstrak. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Kenyataan di lapangan tidak semua guru memahami kurikulum KTSP, keluhan sering terjadi dan terdengar dari guru pada saat observasi awal yang penulis lakukan pada beberapa guru SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Penjaskes tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kabupaten Bireuen tahun 2011. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Penjas yang ada di SMP dan SMA Kabupaten Bireuen yang berjumlah 108 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Random Sampling 20% dari jumlah guru Pendidikan Jasmani yang ada di Kabupaten Bireuen yaitu 22 guru Pendidikan Jasmani. Untuk mendukung data dalam penelitian ini peneliti juga menambahkan kepala sekolah dan siswa yang berjumlah 22 kepala sekolah dan 22 siswa. Instrumen dalam penelitian menggunakan angket dan wawancara, dengan teknik analisis data menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam konsep dasar KTSP sebagian besar (63,64%) guru Pendidikan Jasmani pernah dipanggil untuk penataan pemahaman KTSP. Dalam perencanaan KTSP lebih dari setengah (59,09%) guru Pendidikan Jasmani ada menyusun perangkat pembelajaran sebelum mengajar. Dalam penyelenggaraan KTSP sebagian besar (77,27%) mendapat pujian dari kepala sekolah karena sangat bagus dalam mengajar dan lebih dari setengah (59,09%) mampu untuk mengajar dan perlu ditatar/diberi penataran lagi. Dalam media KTSP sebagian besar (68,18%) guru Pendidikan Jasmani menyatakan sebelum penerapan KTSP sarana dan prasarana di sekolah sudah memadai dan pernah membuat/pengadaan peralatan serta berupaya menanggulangi kekurangannya dalam proses belajar mengajar. Dalam Model Pembelajaran KTSP sebagian besar (63,64 %) ada membuat model pembelajaran tersendiri dalam mengajar dan model pembelajaran yang dibuatnya beragam serta sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan tuntutan. Dalam evaluasi KTSP pada umumnya (81,82%) setelah penerapan KTSP kepala sekolah pernah mengevaluasi sejauhmana hasil pembelajaran yang dicapai serta dalam beberapa tahun setelah diterapkan KTSP pelajaran Pendidikan Jasmani sudah sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci: Pemahaman, penerapan dan kurikulum tingkat satuan Pendidika
KOMPETENSI GURU DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA SMP NEGERI DALAM KOTA BANDA ACEH
Kompetensi guru dapat memberikan kontribusi atas peningkatan prestasi belajar mampu menjadi teladan aktif kreatif inovatif dan mempunyai integritas yang tinggi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional guru dalam peningkatan prestasi belajar pada Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, ketua musyawarah guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompetensi Pedagogik lebih diprioritaskan kepada pengelolaan peserta didik dengan memahami potensi dan keragaman peserta didik, memahami akan landasan dan filsafat pendidikan, mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan dan tidak semua guru mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas. (2) Kompetensi kepribadian antara lain, guru menghargai keanekaragaman suku dan agama yang dianut oleh masing-masing peserta didik dan menjadi teladan yang jujur, tegas, bijaksana dan mampu menjaga nama baik. (3) Kompetensi sosial, guru dapat berkomunikasi secara lisan dan tulisan, mampu bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; dan dapat bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. (4) Kompetensi profesional, guru sudah menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar, Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan refleksi dan Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.Kata Kunci: Kompetensi Guru, Prestasi Belajar Sisw
PELAKSANAAN MANAJEMEN KURIKULUM PADA SMA NEGERI 1 BUENGCALA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstrak: Kurikulum sekolah menengah merupakan seperangkat pengalaman belajar yang dirancang untuk siswa sekolah menengah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu, diperlukan suatu pola pengelolaan yang memadai, yang disebut dengan manajemen kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kurikulum pada SMA Negeri 1 Buengcala Kabupaten Aceh Besar dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan hambatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan kurikulum dimulai dari pengembangan silabus dengan merancang pembelajaran yang berisi rencana materi ajar, pengelompokan materi, dan penyajian materi hal ini dapat dilihat dari program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, criteria ketuntasan minimal; (2) Pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran yang meliputi penugasan guru, pemberian tugas tambahan, penyusunan jadwal, pembagian rombongan belajar, pengisian absen guru dan siswa, penetapan kegiatan ekstra kurikulur, pelaksanaan ujian dan pengisian rapor dan remedial serta peran guru dalam pelaksanaan kurikulum juga pengambilan keputusan dan mengimplementasikan program pengajaran; (3) Ada hambatan berarti yang dialami kepala sekolah dalam pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 1 Buengcala Kabupaten Aceh Besar. Akan tetapi diperlukan pembinaan dari kepala sekolah dan komitmen guru untuk melaksanakan kurikulum di SMA Negeri 1 Buengcala. Pembinaan dari kepala sekolah dengan adanya reward dan punishment, sehingga guru-guru yang memiliki komitmen mendapatkan penghargaan dan sebaliknya.Kata Kunci: Manajemen Kurikulu
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH PADA SMK NEGERI 1 BANDA ACEH
Abstract: Education is very important in improving the quality of human resource. The quality of education is a hope and a dream for community. Total Quality Management can improve school performance if it is applied appropriately. This research aimed to find out the programming, implementation programs, and factors affecting the implementation of Total Quality Management. This research employed descriptive method with qualitative approach. Technique of data collection used was interview, observation, and documentation. The research subjects were principal, teachers, and staffs. The results showed that: (1) the State Vocational High School 1 of Banda Aceh refer to the principles of Total Quality Management in programming. (2) The implementation of Total Quality Management involved all school elements. The beneficial implementation of Total Quality Management was to increase teachers performance in order to affect students achievement and school performance. (3) The factors affecting were motivating factor and inhibiting factor. Motivating factors include a good quality of teachers and principal, an adequate infrastructure, a high level of trust and public interest of parents and school committee. The inhibiting factors include inadequate human resources and the incompatibility of teachers and staffs performance with Total Quality Management.Keywords: Total Quality Management, School PerformanceAbstrak: Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan yang bermutu merupakan harapan dan dambaan bagi masyarakat. Implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) bila diterapkan secara tepat dapat membantu meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan program, implementasi program, faktor yang mempengaruhi dalam implementasi manajemen mutu terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SMK Negeri 1 Banda Aceh dalam penyusunan program berpedoman pada prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu, (2) implementasi manajemen mutu terpadu yang dilakukan kepala sekolah dengan melibatkan seluruh pendukung sekolah, Manfaat penerapan manajemen mutu terpadu terjadinya peningkatan kinerja guru sehingga berpengaruh terhadap prestasi siswa dan meningkatnya kinerja sekolah, (3) Faktor yang memperngaruhi, pertama faktor pendukung: kualitas SDM guru dan kepala sekolah yang cukup baik, sarana prasarana yang memadai, tingkat kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi, wali murid dan komite sekolah, faktor penghambat: antara lain sumber daya manusia (SDM) belum optimal serta budaya kerja guru dan karyawan belum sesuai dengan manajemen mutu terpadu.Kata Kunci : Manajemen Mutu Terpadu, Kinerja Sekola
SUPERVISI PENGAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 12 BANDA ACEH
Abstract: Supervise instruction represent one of activity able to improve teacher performance. This research aim to for the mendeskripsikan of process compilation program, program execution and factors influencing execution supervise instruction by headmaster at SMPN 12 Banda Acheh. This Research use approach qualitative. Data collecting observation, documentation and interview. Source of data headmaster, curriculum area headmaster proxy, student and teacher. Result of research indicate that (1) Compilation program supervise instruction every early school year, in the form of activity class observation, individual meeting, staff meeting, senior tuition, workshop, permit and training learn. (2) Execution supervision; activity Observation class by headmaster visit class to see directly ability teacher teach. Individual meeting at the time of there teacher discipline collision, good intern conflict teacher with sejawat or teacher with student. Activity Workshop scheduled and packed into Cost Estimate Plan School. Activity Training usually learn only as participant, where headmaster send delegation learn to follow various activity training, hereinafter the teacher obliged to socializing in the form of activity staff meeting. Headmaster also always give recommendation to continue education to teacher according to regulation going into effect, (3) Factors influencing execution supervise instruction by headmaster in improving performance learn SMP Country 12 Banda Acheh, that is: fund supporting activity supervise not yet is adequate, (b) support On duty Education to activity supervise not yet is optimal, (c) essence supervise not yet been comprehended by all teacher so that activity supervise kadangkala interpreted as effort look for weakness teacher, (d) teachers owning old year of service or almost pension not too care to make-up of its profession development and performance.Keywords :Abstrak: Supervisi pengajaran merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyusunan program, pelaksanaan program dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan supervisi pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah pada SMPN 12 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyusunan program supervisi pengajaran dilakukan setiap awal tahun ajaran, dalam bentuk kegiatan observasi kelas, pertemuan individu, rapat staf, bimbingan senior, workshop, pelatihan dan izin belajar. (2) Pelaksanaan supervisi; Kegiatan observasi kelas dilakukan dengan cara kepala sekolah mendatangi kelas untuk melihat secara langsung kemampuan guru mengajar. Pertemuan individu dilakukan pada saat ada guru yang melakukan pelanggaran disiplin, konflik intern baik antara guru dengan sejawat atau antara guru dengan siswa. Kegiatan workshop dijadwalkan dan dimasukkan dalam Rencana Anggaran Belanja Sekolah. Kegiatan pelatihan biasanya guru hanya sebagai partisipan, dimana kepala sekolah mengirim perwakilan guru untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan, selanjutnya guru tersebut diwajibkan untuk mensosialisasikannya dalam bentuk kegiatan rapat staf. Kepala sekolah juga selalu memberikan rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan bagi guru sesuai peraturan yang berlaku, (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 12 Banda Aceh, yaitu; (a) penyediaan dana yang mendukung kegiatan supervisi belum memadai, (b) dukungan Dinas Pendidikan terhadap kegiatan supervisi belum optimal, (c) hakekat supervisi belum dipahami oleh semua guru sehingga kegiatan supervisi kadangkala diartikan sebagai upaya mencari kelemahan guru, (d) guru-guru yang memiliki masa kerja lama atau hampir pensiun tidak terlalu peduli terhadap peningkatan kinerja dan pengembangan profesinya
MANAJEMEN PEMBIAYAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA SMP NEGERI 4 BIREM BAYEUN DI KABUPATEN ACEH TIMUR.
Abstract: the competence of the supervision of the head of the school is among the factors that influenced the increase in the professionalism of teachers. This research aims to describe: (1) the competence of the head of school in drawing up the programme of academic supervision to enhance the professionalism of teachers, (2) the principal kompetesi in implementing the program for academic supervision to enhance the professionalism of teachers, and (3) the competence of the head of school in following up on the results of academic supervision to enhance the professionalism of teachers. This research uses descriptive qualitative approach method. Data collection techniques used through observation, interviews, and documentation study. The subject of research is the principal, vice principal, teachers, and school superintendent. The results showed that: (1) the head of the SMA Negeri I Kuala Batee Southwest Aceh District have demonstrated a good supervision of competence, in particular in drawing up a program of academic supervision against the teacher. It can be seen from the supervision of the program has been compiled with set goals, objectives and implementation procedures of supervision, but less cooperation with the school superintendent. (2) the head of the SMA Negeri I Kuala Batee Southwest Aceh District have demonstrated a good supervision of competence, in particular in implementing the programme of academic supervision. It can be seen from the application of the models, approaches, and techniques of supervision that are run, but in the application of the techniques of observation has not been fitted with observation guidelines and (3) the competence of the supervision of the head of the SMA Negeri I Kuala Batee Southwest Aceh district in particular in follow-up on the results of supervision is still lacking. This can be from the follow-up results of supervision is performed by evaluating and providing feedback through individual talks with teachers who are disupervisi, but the principal did not devise an action plan next supervision.Keywords: Supervision, Competence, and professionalism of School Head Teachers.Abstrak: Pembiayaan pendidikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 4 Birem Bayeun dilaksanakan melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, penggunaan, pengawasan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penggunaan biaya BOS pada SMP Negeri 4 Birem Bayeun di Kabupaten Aceh Timur. Pendekatan penelitian metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan meliputi kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Subjek penelitian Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, Komite Sekolah, Pengawas dan Konsultan dana BOS Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan program dilakukan berdasarkan petunjuk teknis penggunaan dana BOS dengan melibatkan guru, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan serta melakukan sosialisasi kepada warga sekolah, orang tua serta masyarakat tentang program yang telah direncanakan, (2) Penggunaan dana BOS dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan program yang telah direncanakan, (3) Pengawasan penggunaan dana BOS dilakukan oleh Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan. Pengawasan dilakukan dengan membandingkan antara program yang direncanakan dengan pelaksanaan., dan (4) faktor-faktor kekuatan penggunaan dana BOS adalah upaya mewujudkan visi dan misi, kepemimpinan kepala sekolah yang koperatif, tingkat pendidikan guru yang memadai, dukungan masyarakat akan kemajuan pendidikan, transparansi penggunaan dana BOS dan keinginan personil sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah. Sedangkan faktor-faktor penghambat adalah kurangnya jumlah operator pendataan, anggaran yang diterima belum memenuhi semua kebutuhan sekolah, dan adanya pos-pos pembiayaan yang tidak tercantum dalam petunjuk teknis penggunaan dana BOS serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam dukungan dana.Kata kunci: Manajemen, Pembiayaan, dan Bantuan Operasional Sekolah
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMP NEGERI DI KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstrak : Strategi kepala sekolah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran, Judul penelitian adalah Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru melalui pembinaan kemampuan guru dalam proses pembelajaran, 2) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin guru yaitu : a) Menegakkan kedisiplinan guru, b) Meningkatkan standar prilaku guru, c) Melaksanakan semua peraturan, 3) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi guru yaitu menciptakan situasi yang harmonis, memenuhi semua perlengkapan yang diperlukan serta memberikan penghargaan dan hukuman, 4) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru adalah: mengadakan pelatihan, mendatangkan tutor ke sekolah dan memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, menempatkan guru sesuai dengan bidangnya, dan mengadakan rapat setiap awal semester. 5) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru adalah: a) kurang tegas dalam menerapkan kebijakan b) guru kurang motivasi dan domisili guru yang jauh. c) fasilitas sekolah yang belum memadai, d) rendahnya partisipasi warga lingkungan sekolah.Kata kunci : Strategi Kepala Sekolah Dan Kinerja Gur
KORELASI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU DENGAN HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MI NEGERI KOTA BANDA ACEH
Abstrak : Hasil pembelajaran pendidikan jasmani di pengaruhi oleh beberapa faktor, yang diimbanggi olah, kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru. Kompetensi kepala sekolah yang terasparan dan kinerja guru yang maksimal akan mempengaruhi hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian pada MI Negeri kota banda aceh, dapat diperoleh kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru dengan hasil pembelajaran pendidikan jasmani MI Negeri Kota Banda Aceh masih tarap sederhana, di bandingkan dengan Sekolah Dasar Yang ada di Kota Banda Aceh di sebabkan faktor-faktor lain yang mendukung permasalah ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengutahui korelasi kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru dengan hasil pembelajaran pendidikan jasmani MI Negeri kota banda aceh, Populasinya adalah seluruh MI Negeri kota banda aceh, sampel penelitian ini adalah seluruh kepala sekolah MI Negeri Kota Banda Aceh adalah 11 sekolah, guru pendidikan jasmani dan hasil pembelajaran pendidikan jasmani. Perhitungan data yang diperoleh dari hasil Angket Kompetensi Kepala Sekolah, Angket Kinerja Guru dan Hasil Rapots pendidikan jasmani MI Negeri Kota Banda Aceh. Hasil penghitungan di peroleh F hitung = 49,78, sedangkan nilai F tabel, adalah 4,46 pada taraf signifikansi dengan db (n-k-1) sebangai penyebut dan k sebagai pembilang artinya F hitung lebih besar F tabel, , Uraian tersebut menunjukkan bahwa hipoitesis yang penulis rumuskan di terima kebenarannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi kompetensi kepala sekolah dan Kinerja guru dengan hasil pembelajaran MI Negeri Kota Banda Aceh.Kata kunci: Kompetensi kepala sekolah, Kinerja Guru, Hasil Pembelajaran Pendidikan jasman
KOMPETENSI KEPALASEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU DI SMA NEGERI 1 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: To improve the professionalism of teachers, implementation of teaching supervision by the principal is indispensable as an indicator of the success of learning implementation in school and teachers tasks. A principal absolutely must have a competence as a supervisor because through supervision activities problems faced by teachers in the implementation of learning and development of professionalism can be identified, so that a solution can be found through routine coaching by the principal. The purpose of this study was to determine the teaching supervision program in an effort to improve the performance and professionalism of teachers at SMAN 1 Peukan Bada Senior High School in Aceh Besar Regency. This study used a qualitative approach. Data collection techniques used were: observation, interview and documentation study. The subjects of the study were principal and teachers of SMAN 1 Peukan Bada. The results of the study showed that: (1) The principal has the ability as a supervisor in the implementation of teacher professional development program in SMAN 1 Peukan Bada, (2) The principal used individual supervision technique as the strategy to improve the professionalism of teachers through classroom visit activity, classroom observation, peer supervision, informal supervision and group technique, (3) The supervision carried by the principal provided a positive impact in improving the professionalism of teachers, with the growing understanding of the teachers on how to become good educators, (4) The obstacle in the implementation of program supervision was the limited time, resulting in uneven supervision activities for any teacher, so that the efforts to improve teachers' competence was not optimal.Keywords: The Competence, Principal, Professionalism, Teacher Abstrak: Dalam meningkatkatkan profesionalisme guru, pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah sangat diperlukan sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan pembelajaran disekolah dan tugas-tugas guru. Kompetensi kepala sekolah sebagai supervisor mutlak harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah karena melalui kegiatan supervisi ditemukan masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan profesionalismenya, sehingga dapat ditemukan solusi dengan dilakukan pembinaan secara rutin oleh kepala sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program supervisi pengajaran dalam upaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru pada SMA Negeri I Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru SMA Negeri I Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data dan informasi : (1) Kepala sekolah memeiliki kemampuan sebagai supervisor dalam pelaksanaan program pembinaan profesionalisme guru SMA Negeri I Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, (2) strategi supervisi yang dilakukan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru adalah: teknik supervisi perseorangan dengan kegiatan kunjungan kelas, observasi kelas, supervisi sebaya, supervisi informal dan teknik kelompok, (3) supervisi yang dilaksanakanan kepala sekolah memberi dampak positif dalam peningkatan profesionalisme guru, dengan meningkatnya pemahaman guru bagaimana menjadi pendidik yang baik, (4) keterbatasan waktu menjadi kendala dalam pelaksanaan program supervisi, mengakibatkan tidak meratanya kegiatan supervisi untuk setiap guru sehingga upaya peningkatan kompetensi guru belum maksimal.Kata kunci: Kompetensi, Kepala Sekolah, Profesional, Gur