Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
SUPERVISI PENGAWAS MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA MIN MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT
Abstract: Teaching supervision is one way to assist teachers in performing their duties as a professional teacher. The purpose of this research was to obtain complete data on the implementation of the teaching supervision by the supervisor in order to improve the professional competence of teachers in State Islamic Elementary School Meulaboh of Aceh Barat Regency. The approach used in this study is a qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interview, and documentary study. Subjects of the study were school supervisor, principal and teachers. This study concludes that, teaching supervision programs compiled by the supervisor were semester program and annual program that included the coaching of teacher performance in group and individual. Teaching supervision was done through classroom observation, individual meetings, group discussions and demonstrations of teaching. Obstacles faced were the lack of supervisory personnel, lack of knowledge of the teachers about the management of teaching and learning, limited learning facilities and infrastructure, lack of ability of the teacher in preparing learning program, lack of teachers using instructional media. Supervision was conducted by using class visit, debriefing and discussion technique.Keywords: Supervision, Teaching, Competence, ProfessionalAbstrak: Supervisi pengajaran merupakan salah satu cara untuk membantu guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru yang professional. Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh data yang lengkap tentang pelaksanaan supervisi pengajaran oleh pengawas madrasah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru pada MIN Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi, subjek penelitian adalah Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, wakil kepala bidak pengajaran dan guru. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa, program supervisi pengajaran yang disusun oleh pengawas madrasah adalah program semester dan program tahunan yang meliputi pembinaan kinerja guru dalam kelompok dan pembinaan individual guru. Pelaksanaan supervisi pengajaran dalam rangka peningkatan kompetensi professional guru dilakukan melalui observasi kelas, pertemuan individu, diskusi kelompok dan demontrasi mengajar, hambatan hambatan yang dihadapi pengawas madrasah dalam pelasanaan supervisi adalah kurangnya tenaga pengawas madrasah di Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, kurangnya kemampuan guru dalam menyusun program pembelajaran, kurangnya guru dalam penggunaan media pembelajaran, teknik pelaksanaan dalam pelaksanaan supervisi menggunakan Supervisi manajerial.Kata kunci: Supervisi, Pengajaran, Kompetensi, Profesional
PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 BANDA ACEH
Abstract: Supervision of teaching is a principal effort in coaching teachers in order to improve their quality of teaching. The aim of the study was to identify the teaching supervision programs, teaching supervision implementation, supervision techniques, and inhibiting factors in supervision implementation conducted by principal. This research used descriptive method and qualitative approach. Data collection techniques used was observation, interview, and documentation study. Subjects of the research were principal, vice-principals, senior teachers and head of the program expertise. The results of the research showed that 1) Teaching supervision programs at State Vocational High School (SMKN) 1 Banda Aceh were oriented to the guidance of the task of teachers in order to improve their performance by involving the vice principals, senior teachers and head of the program expertise. During the drafting of the program, the formulation of objectives was poorly supported by the supporting facilities and implementation strategies. 2) There are several stages (cycles) in the implementation of teaching supervision to improve the performance of the teachers. It starts from the initial planning stage, the observation stage, and the final stage (discussion feedback), so that the learning process will be more effective, but not all teachers have been supervised yet in compliance with the program. 3) Techniques used by the principal were individual, group, and clinical supervision technique. 4) Follow-up is done by providing assistance and guidance to teachers who are experiencing difficulties in carry out their duties as a teacher, and improving teachers professionalism through teacher conferences and training courses. However, it was not implemented as planned in the supervision program. 5) Inhibiting Factors in the implementation of the teaching supervision is low competence of supervisor appointed, there were unplanned activities outside supervision schedule, and it is hard to change old habits.Keywords: Teaching Supervision and Teachers PerformanceAbstrak: Supervisi pengajaran kepala sekolah dilakukan untuk pembinaan guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program supervisi pengajaran, pelaksanaan supervisi, teknik-teknik supervisi, tindak lanjut hasil supervisi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Program supervisi pengajaran SMK Negeri 1 Banda Aceh disusun berorientasi pada bimbingan terhadap guru untuk meningkatkan kinerja guru melalui kompromi dan diskusi bersama guru. Dalam merumuskan tujuan kurang didukung oleh sarana penunjang dan strategi pelaksanaannya. 2) Pelaksanaan supervisi pengajaran ini mengikuti tahapan, yaitu perencanaan awal, pelaksanaan observasi, dan tahap akhir, proses pembelajaran menjadi efektif, namun belum tercapai semua guru disupervisi sesuai program. 3) Teknik-teknik yang digunakan oleh kepala sekolah adalah teknik individu, teknik kelompok dan supervisi klinis. 4) Tindak lanjut yang dilakukan adalah pemberian bantuan dan bimbingan kepada guru yang masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas sebagai guru, peningkatan profesional guru melalui kegiatan pertemuan guru mata pelajaran dan mengikuti pelatihan. Tetapi belum terlaksana sebagaimana rencana dalam program supervisi. 5) Faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah rendahnya kompetensi sebagian supervisor yang ditunjuk, adanya kegiatan di luar jadwal supervisi yang tidak direncanakan, sulit merubah kebiasaan lama.Kata Kunci: Supervisi Pengajaran dan Kinerja Gur
MANAJEMEN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM PADA MTSN BAMBONG KABUPATEN PIDIE
Abstract: Learning management has a big role in providing contribution for the moral coaching of the students in school. This study aimed to find out: planning, organization, implementation, evaluation, and supporting factors of Islamic religious learning in Bambong Islamic State Junior High School of Pidie Regency. This study used descriptive method and qualitative approach. Data were collected by using observation, interview, and documentation study technique. Subject of the study were principal, Islamic religious education teachers, students, and school supervisors. The results of the study showed that: 1) Planning prepared by Islamic religious Education teachers were in the form of annual program, semester program, syllabus, and lesson plan which were well prepared and documented. Planning related to student coaching such as the addition of learning materials in Arabic learning (local content subject), citation of Yasin at the beginning of every month on Friday, Dhuhur prayer in congregation, Ramadan activities, and religious competition at the end of every semester were not going well. 2) Organization of Islamic religious learning was in good direction so that there were no overlapped and wasted time in learning process in the class. Good learning organization enabled the achievement of efficiency in the school. 3) The implementation of learning was in compliance with the applicable curriculum but the learning implementation was not optimal because teacher did not implement the learning based on the lesson plan. 4) Evaluations carried out by the teacher in the class were pretest and posttest in the form of oral, written (multiple choice and essay), and practice test.Keywords: Management, Islamic Religious, Bambong Islamic State Junior High SchoolAbstrak: Manajemen pembelajaran memiliki peran besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembinaan moral siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor pendukung pembelajaran agama Islam pada MTsN Bambong Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari: kepala sekolah, guru pendidikan Agama Islam, siswa, dan pengawas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru agama Islam berupa program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pembelajaran (RPP) telah tersusun dengan baik dan terdokumentasi. Perencanaan yang berkaitan dengan pembinaan siswa meliputi penambahan materi pelajaran Bahasa Arab (Mulok), baca Yasin setiap awal bulan pada hari Jumat, shalat Zuhur berjamaah, kegiatan Ramadhan, serta perlombaan keagamaan setiap akhir semester belum berjalan dengan baik; 2) Pengorganisasian pembelajaran agama Islam pada MTsN Bambong sudah berjalan ke arah yang lebih baik, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan pemboroson waktu dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Melalui pengorganisasian pembelajaran yang baik, memungkinkan tercapainya efisiensi dalam lembaga MTsN Bambong; 3) Pelaksanaan pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, pelaksanaan pembelajaran belum berjalan optimal, dikarenakan guru belum menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan bukti fisik tertulis sebagaimana tercantum dalam rencana pembelajaran (RPP); dan 4) Evaluasi yang dilaksanakan oleh guru agama Islam dalam kegiatan tatap muka meliputi pretest dan post test, jenis tes yang dilaksanakan tes secara lisan, tulisan (pilihan ganda dan uraian), dan tes perbuatan atau praktik.Kata kunci: Manajemen, Agama Islam, dan MTsN Bambon
EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 67 KOTA BANDA ACEH
Abstract: Evaluation of curriculum is important to know the achievements of the program implemented, implementation, monitoring and supporting the implementation of SBC factors. This study aimed to describe the data on the evaluation of the implementation of curriculum in 67 public primary schools in Banda Aceh. This research uses descriptive qualitative method. Data was collected through interviews, observation and documentation as well as filling a questionnaire study. Data analysis techniques such as data reduction, data display and conclusion. Subjects in this study were principals, vice-principals, and teachers. the conclusion is: (1) Content Document 1 curriculum according to the guidelines but still lacking an explanation of life skills education, education-based local and global. Syllabus and RPP was adopted from examples issued by the National Education Standards, but most of the teachers have been adapted according to the conditions of the school. Syllabus and RPP are still weak in terms of withdrawal indicators and assessment as well as low-grade lesson plan is not thematic. (2) Implementation of SBC Document 1 is in accordance with the plan, but in self-development activities there is little difference for not conducting counseling. Implementation has not been fully based learning lesson plans. Low-grade teacher is not using a thematic approach. Teachers in core activities already conducting exploration activities, elaboration and confirmation as well as carry out the grip so that the students active and creative, but there is still a small proportion of teachers who have not been able to do well. Teachers already use a variety of media and learning resources, but there is still a small fraction of teachers who have not used it. Teachers at the preliminary event does not convey the purpose, benefits, coverage of materials and learning strategies, and the cover does not carry out the activities of reflection. Teachers in implementing learning assessment still shortcomings, such as is found to be less variability assessment technique, lack of due indicators to the basic competencies and the assessment techniques used and the results of the assessment has not been used as a follow-up plan. (3) Supervisors and principals have oversight of curriculum through supervision activities are done once a year. (4) The availability of a complete infrastructure, support parents, and principals, high student motivation, and cooperation among teachers is supportive of curriculum implementation and the weak ability of teachers in planning thematic lesson plans, thematic application and design instructional materials and assessment , is a barrier in the application of the SBC.Keywords: Evaluation, Implementation, Curriculum Education UnitAbstrak: Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang evaluasi penerapan KTSP pada SD Negeri 67 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. kesimpulannya adalah: (1) Isi Dokumen 1 KTSP sesuai panduan namun masih kurang penjelasan tentang pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global. Silabus dan RPP diadopsi dari contoh yang dikeluarkan oleh BSNP, namun sebagian besar guru sudah mengadaptasi sesuai dengan kondisi sekolahnya. Silabus dan RPP masih lemah dalam hal penarikan indikator dan penilaian sertaRPP kelas rendah belum tematik. (2) Pelaksanaan KTSP Dokumen 1 sudah sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya berdasarkan RPP. Guru kelas rendah belum menggunakan pendekatan tematik. Guru pada kegiatan inti sudah melaksanakan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi serta melaksanakan pakem sehingga siswa aktif dan kreatif namun masih ada sebagian kecil guru yang belum dapat melakukannya dengan baik. Guru sudah menggunakan berbagai media dan sumber belajar, namun masih ada sebagian kecil guru yang belum menggunakannya. Guru pada kegiatan pendahuluan tidak menyampaikan tujuan, manfaat, cakupan materi dan strategi belajar, dan pada kegiatan penutup tidak melaksanakan refleksi. Guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran masih terdapat kelemahan-kelemahan, seperti masih ditemukan kurang bervariasinya tehnik penilaian, kurang sesuainya indikator dengan kompetensi dasar dan dengan tehnik penilaian yang digunakan serta hasil penilaian belum dimanfaatkan sebagai bahan menyusun rencana tindak lanjut. (3) Pengawas dan kepala sekolah telah melakukan pengawasan KTSP melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setahun sekali. (4) Tersedianya sarana prasarana yang lengkap, dukungan orang tua, dan kepala sekolah, motivasi siswa yang tinggi, serta kerjasama antar guru menjadi faktor pendukung penerapan KTSP dan masih lemahnya kemampuan guru dalam hal perencanaan RPP tematik, penerapan tematik dan perancangan bahan ajar serta penilaian, menjadi faktor penghambat penerapan KTSP.Kata Kunci: Evaluasi, Implementasi, Kurikulum Satuan Pendidika
PENGARUH METODE LATIHAN LARI PERCEPATAN DAN LARI INTERVAL TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA
Abstrak: Kunci keberhasilan dalam permainan sepakbola adalah penguasaan keterampilan dasar bermain sepakbola harus dimiliki pemain sepakbola, hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah Kabupaten Pidie Jaya melakukan pembinaan olahraga dengan cara merangsang dan meningkatkan kegiatan olahraga di sekolah-sekolah dalam rangka menjaring calon-calon atlet berbakat. Berdasarkan hasil observasi di klub Ps.Smansa SMA Negeri I Meureudu dapat digambarkan bahwa para pemain masih kurang menguasai keterampilan dasar bermain sepakbola khususnya keterampilan kecepatan menggiring bola (dribbing) sehingga bola dapat dengan mudah direbut oleh lawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan metode latihan lari percepatan dan metode latihan lari interval terhadap keterampilan bermain sepakbola pada klub Ps.Smansa SMA Negeri 1 Meureudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode quasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design atau (pretest-posttest control group design) dalam bentuk tes keterampilan dengan mengambil sampel 40 orang siswa putra anggota klub Ps.Smansa SMA Negeri 1 Meureudu, dengan teknik mathcing pairing berdasarkan perolehan rangking pada nilai pretest ditentukan dua kelompok sampel yang masing-masing berjumlah 20 orang. Kelompok I diberi metode latihan lari percepatan dan kelompok II diberi latihan lari interval. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan dasar bermain sepakbola (soccer test). Teknik analisis data menggunakan uji t (uji beda rata-rata). Hasil penelitian terhadap pengaruh metode latihan lari percepatan dan latihan lari interval memperoleh nilai t hitung sebesar 2,100 sedangkan nilai t tabel 2,024, maka t hitung lebih besar dari t tabel (2,100 2,024) dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan dasar bermain sepakbola khususnya keterampilan menggiring bola (dribbling), dimana pada metode latihan lari percepatan memperoleh nilai rata-rata 32,40 dan nilai rata-rata, sedangkan pada metode latihan lari interval memperoleh nilai 29,900, ini membuktikan bahwa metode latihan lari interval lebih berpengaruh dari pada metode latihan lari percepatan dalam meningkatkan keterampilan bermain sepakbola khususnya keterampilan menggiring bola pada klub Ps.Smansa SMA Negeri 1 Meureudu.Kata Kunci: Lari Percepatan, Lari Interval, Keterampilan Sepakbol
PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 BANDA ACEH
Abstract: Supervision of teaching is a principal effort in coaching teachers in order to improve their quality of teaching. The aim of the study was to identify the teaching supervision programs, teaching supervision implementation, supervision techniques, and inhibiting factors in supervision implementation conducted by principal. This research used descriptive method and qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation study. Subjects of the research were principal, vice-principals, senior teachers and head of the program expertise. The results of the research showed that 1) Teaching supervision programs at State Vocational High School (SMKN) 1 Banda Aceh were oriented to the guidance of the task of teachers in order to improve their performance by involving the vice principals, senior teachers and head of the program expertise. During the drafting of the program, the formulation of objectives was poorly supported by the supporting facilities and implementation strategies. 2) There are several stages (cycles) in the implementation of teaching supervision to improve the performance of the teachers. It starts from the initial planning stage, the observation stage, and the final stage (discussion feedback), so that the learning process will be more effective, but not all teachers have been supervised yet in compliance with the program. 3) Techniques used by the principal were individual, group, and clinical supervision technique. 4) Follow-up is done by providing assistance and guidance to teachers who are experiencing difficulties in carry out their duties as a teacher, and improving teachers professionalism through teacher conferences and training courses. However, it was not implemented as planned in the supervision program. 5) Inhibiting Factors in the implementation of the teaching supervision is low competence of supervisor appointed, there were unplanned activities outside supervision schedule, and it is hard to change old habits.Keywords: Teaching Supervision and Teachers Performanc
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 2 SIGLI KABUPATEN PIDIE
Abstract: The strategic role of the school principal can be done by improving the quality of Human Resources (SDM) in accordance with the needs of schools and education specifically, by making adjustments to education and schools are able to thrive and maju. The purpose of this study was to determine the principal strategy in improving teacher performance, with include: (1) Discipline; (2) Competence; and (3) Responsibility of teachers. Through a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interviews, observation, and documentation. Subjects were principals, teachers and supervisors at SMP Negeri 2 Sigli Kabupatem Pidie. Research results found: (1) The principal strategy in addressing the problem of teachers who lack the discipline that is by calling the teacher personally to take advice, so it does not negatively impact other teachers, and invited together to improve the discipline that can be exemplified by the students ; (2) The principal strategy in addressing the problem of teachers who lack competence is by calling the teachers concerned to be fostered, guidance and training to use innovative media so that learners have a high motivation in participating in the classroom; and (3) The principal strategy in addressing the teacher's responsibility is by way of training for teachers who have not been regular in menjabar lesson plans and syllabi, even principals have recourse to the supervisor or the relevant office to socialize teachers in improving the administration of the teacher. It is expected that supervisors in order to direct and supervise principals in improving teacher performance on discipline, competence, and responsibility of teachers to effectively and efficiency so that performance can be improved.Keywords: Strategy Principal and Teacher Performance.Abstrak: Peran strategis kepala sekolah dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dunia pendidikan secara spesifik, dengan melakukan penyesuaian agar pendidikan dan sekolah mampu untuk berkembang dan maju.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, dengan meliputi: disiplin; kompetensi; dan tanggung jawab guru. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan pengawas pada SMP Negeri 2 Sigli Kabupaten Pidie. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Strategi kepala sekolah dalam mengatasi masalah guru yang kurang disiplin yaitu dengan cara memanggil guru yang bersangkutan secara personal untuk dinasehati, sehingga tidak berdampak negatif terhadap guru lain, dan diajak bersama-sama untuk meningkatkan disiplin supaya dapat dicontohi oleh siswa; (2) Strategi kepala sekolah dalam mengatasi masalah guru yang kurang kompetensi yaitu dengan memanggil guru yang bersangkutan untuk dibina, pengarahan dan pelatihan agar mempergunakan media yang inovatif sehingga peserta didik memiliki motivasi tinggi dalam mengikuti pembelajaran di kelas; dan (3) Strategi kepala sekolah dalam mengatasi masalah tanggung jawab guru yaitu dengan cara mengadakan pelatihan bagi guru yang belum teratur dalam menjabar RPP dan silabus, bahkan kepala sekolah meminta bantuan kepada pengawas atau dinas terkait untuk mensosialisasikan guru dalam peningkatan administrasi guru. Diharapkan kepada pengawas agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru tentang disiplin, kompetensi, dan tanggung jawab guru secara efektif dan efesiensi sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan.Kata kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA DI KABUPATEN PIDIE
Abstract: The School Operational Assistance (BOS)program as one of the indicators of the completion of compulsory education program started from elementary school until senior high school/equal does not only aim to maintain the Gross Participation Rate but also to contribute important roles in improving the quality of education. The education fee is an important component in the implementation of education. The education process cannot run smoothly without financial support. The purpose of this study was to describe and analyze the matters related to the program of using the BOS funds, the strategy of usingthe BOS funds, and the supervision of the use ofBOS funds at Private Islamic Elementary Schools of Pidie Regency. The method used in this study was descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection used were interview, observation, and documentation. The subjects of this study were school principals, teachers, school treasures, and school committees. The result of this study showed that: (1) The program of using BOS funds at Private Islamic Elementary Schools of Pidie Regency was designed and implemented by the school principals with involving the school treasures, the senior teachers, and the school committees. The centralistic and de-centralistic system was adopted in Islamic elementary school financial system. (2) The strategy of using BOSat Private Islamic Elementary Schools of Pidie Regency in term of financial point was that all kind of expenditures for educational activity at school should be transparent for both the school principal and other school internals that are involved in the drafting process of School Budget.(3) The supervision of the use of BOS funds at Private Islamic Elementary Schools of Pidie Regency was carried out by the school principals and the officials of Regional Office of Religious Affairs of Pidie Regency as the internal supervisor. The supervision system was carried out through observing each income and expenditure of BOS funds. The audit by implementing indirect observation process, such as the expenditure, should be approved by the school principals or school treasures. The financial auditing was also carried out through auditing the financial statement of each activities, which were submitted by teachers or school treasures.Keywords: Effectiveness, School Operational Assistance Funds, and Private Islamic Elementary SchoolsAbstrak: Program BOS sebagai salah satu indikator penuntasan program wajib belajar sejak SD sampai SMA/sederajat, bukan hanya bertujuan mempertahankan Angka Partisipasi Kasar (APK), namun juga berkontribusi penting untuk peningkatan mutu pendidikan. Biaya pendidikan adalah komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi dan menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan: program penggunaan dana BOS, strategi penggunaan dana BOS, dan pengawasan penggunaan dana BOS pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian: kepala sekolah, guru, bendaharawan sekolah, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program penggunaan dana BOS pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Pidie disusun dan dilaksanakan oleh kepala sekolah, dengan melibatkan bendaharawan, guru senior, dan komite sekolah. Pembiayaan pada madrasah ibtidaiyah menganut sistem sentralistik dan desentralistik; (2) Strategi penggunaan dana BOS pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Pidie ditinjau dari sisi keuangan, bahwa semua jenis pengeluaran untuk kegiatan pendidikan pada sekolah harus diketahui bersama, baik kepala sekolah maupun pihak-pihak internal sekolah yang terlibat dalam proses penyusunan RAPBS; dan (3) Pengawasan penggunaan dana BOS pada madrasah ibtidaiyah swasta di Kabupaten Pidie dilakukan oleh kepala sekolah dan pejabat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie sebagai pengawas internal. Sistem pengawasan yang dilakukan adalah dengan cara mengamati setiap pemasukan dan pengeluaran dana BOS. Pemantauan atau pemeriksaan dengan melakukan pengamatan secara tidak langsung misalnya setiap pengeluaran dana harus atas persetujuan kepala sekolah atau bendaharawan. Pemeriksaan keuangan juga dilakukan dengan cara memeriksa laporan keuangan pada setiap kegiatan yang dilakukan, yang diserahkan oleh guru atau bendaharawan.Kata kunci: Efektivitas, Dana BOS, dan MI
THE INNOVATIVE LEARNING MANAGEMENT IN ECONOMICS TO IMPROVE STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 OF BANDA ACEH
Abstract: Innovative learning management on Economics in Senior High School is a right choice for teacher because Economics should be managed professionally including planning, implementation and evaluation. This study aimed to find out the planning, implementation, evaluation, and problems faced by teachers when implemented Innovative Learning Management in Economic at Senior High School 1 of Banda Aceh. The research method used was descriptive method with qualitative approach. Techniques of data collection used were observation, interview, and documentation study. The research subjects were principal, Economic teachers, and students. The results showed that the innovative lesson plan, which was planned by teachers through observing, ask, collect data, associate and communicate material that has been determined, was oriented to the curriculum in 2013 and arranged in the form of Learning Implementation Plan (RPP) and learning orientation was adjusted to the level of education (Senior High School). In arranging the Lesson Implementation Plan of curriculum in 2013, teachers referred to four core competencies including religious affective, social affective, cognitive and psychomotor aspects that should be by every student. Learning was implemented by using learning innovative concept with a variety of learning in the inside and outside classroom, as well asusing contextual learning model. Evaluation of innovative learning was conducted witht wo evaluations, learning process evaluation and the learning outcomes evaluation. There are two inhibiting factors in implementing innovative learning, namely: the variety ability of learners and the teachers do not maximize the use of learning media to support the learning process.Keywords: Learning management and Innovative learning concept.Abstrak: Manajemen pembelajaran inovatif pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas merupakan suatu pilihan yang tepat dilakukan oleh guru, karena mata pelajaran ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikelola secara profesional yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru ketika melaksanakan proses pembelajaran inovatif pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Banda Aceh. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran ekonomi, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran inovatif direncanakan oleh guru melalui mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasikan materi yang telah ditentukan. Semua kegiatan tersebut direncanakan guru sesuai dengan pedoman kurikulum 2013, dan orientasi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat pendidikan (Sekolah Menengah Atas). Dalam penyusunan RPP Kurikulum 2013, guru mempedomani empat kompetensi inti yang hendak dicapai dalam pembelajaran yang meliputi kompetensi tentang sisi afektif keagamaan, sisi afektif prilaku sosial, sisi kognitif dan sisi psikomotor yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan konsep pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh guru dengan pembelajaran yang bervariasi di luar dan di dalam kelas, serta menggunakan model pembelajaran kontekstual. Evaluasi pembelajaran inovatif dilaksanakan dengan dua evaluasi, yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Ada dua faktor yang menghambat pelaksanaan pembelajaran inovatif, yaitu: kemampuan peserta didik yang beragam dan guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal untuk mendukung proses pembelajaran.Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran dan Konsep Pembelajaran Inovatif
MANAJEMEN KESISWAAN PADA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI COT GUE KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: The application of the student to the institution management is one of the necessity to improve the quality of education. Lack of school facilities and infrastructure become a major obstacle in the effective management of student affairs. This study aims to determine the planning, implementation, monitoring, and evaluation of student management program. The method used in this research is descriptive qualitative approach. Techniques of data collection : observation, interview and documentation. Subjects were principals, teachers and students MTsN Cot Gue. The results showed that : student management plan prepared by the principal with the deputy head of the student and deputy head of the curriculum includes courses Admission, the capacity of new students, and new student selection process, analyze subjects, draw up an annual program, the semester program, syllabus and Learning Program Plan. All the planning is composed arranged and documented. Implementation tailored to the student management plan that is prepared, either in relation to new admissions and student activities. Supervision of student management based on the management system, which is seeking any activities that have been planned, implemented and good supervision. Principals and teachers to supervise the implementation of student management. Both principals and teachers implement the roles and responsibilities based on the duties and functions for the management of student success. Activities and aspects of the management of student assessment based on the plans drawn up. The evaluation is done to see success and improve the activities that have been implemented.Keywords: Student Management, Islamic State Junior High SchoolAbstrak: Penerapan manajemen kesiswaan pada lembaga pendidikan merupakan salah satu keharusan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah menjadi kendala yang utama dalam mengefektifkan manajemen kesiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program manajemen kesiswaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa MTsN Cot Gue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan manajemen kesiswaan disusun oleh kepala sekolah bersama wakil kepala bidang kesiswaan meliputi program Penerimaan Siswa Baru, daya tampung siswa baru, dan proses seleksi siswa baru. Semua perencanaan tersusun disusun dan terdokumentasi. Pelaksanaan manajemen kesiswaan disesuaikan dengan perencanaan yang disusun, baik menyangkut dengan penerimaan siswa baru maupun kegiatan-kegiatan kesiswaan. Pengawasan manajemen kesiswaan berpedoman pada sistem manajemen, yaitu mengupayakan setiap kegiatan yang telah direncanakan, dilaksanakan dan pengawasan dengan baik. Kepala sekolah dan guru melakukan pengawasan terhadap penerapan manajemen kesiswaan. Baik kepala sekolah maupun guru melaksanakan peran dan tanggungjawabnya berdasarkan tugas pokok dan fungsinya untuk keberhasilan manajemen kesiswaan. Kegiatan dan aspek penilaian manajemen kesiswaan berpedoman pada rencana yang disusun. Evaluasi dilakukan untuk melihat keberhasilan dan memperbaiki kegiatan yang telah dilaksanakan.Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Pada Madrasah Tsanawiyah Neger