Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
BUDAYA KINERJA GURU SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH
Abstract: The quality of education in Indonesia is one of the factors to improve the human resource quality and provide success to educational institution. Teacher as the determiner of the success is demanded to provide high performance in carrying duties and responsibilities maximally. This study aimed at finding out the performance of the teacher in implementing discipline culture, the teachers ability in teaching and providing motivation for certificated teacher. This study used qualitative approach with descriptive method. Data were collected through observation, interview, and documentation study. Subjects of the study were principal, vice principal, and certificated teachers. The results of the study showed that: (1) Certificated teachers had implemented discipline culture in planning, implementing, and evaluating the learning by preparing learning tools in accordance with the curriculum such as syllabus, semester program, and lesson plan with the guidance of senior teachers and supervisor in Teacher Activity Group. However there were teachers who prepared lesson plan just to fulfill administration requirements; (2) The ability of certificated teachers in preparing learning tools became the main necessity in teaching; and (3) Certificated teachers were motivated in aiming at improving self-quality by enthusiastically participating in various education and training program in order to improve students achievement. For a teacher, the purpose of motivation is to encourage and spur on the students in order to stimulate their desire and willingness to improve their achievement to fulfill the education goals in accordance with school curriculum.Keywords: Culture, Performance, and Achievement Teacher CertificationAbstrak: Mutu pendidikan Indonesia merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan dapat memberikan kesuksesan terhadap lembaga pendidikan. Guru sebagai penentu keberhasilan pelaksanaan belajar mengajar dituntut untuk menghasilkan kinerja yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dalam menerapkan budaya disiplin, kemampuan dalam mengajar, dan memberikan motivasi bagi guru sertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru sertifikasi telah melaksanakan budaya disiplin dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, dengan menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai kurikulum seperti membuat Silabus, Program Semester, dan RPP dengan bimbingan guru senior dan pengawas dalam forum KKG. Namun, ada beberapa guru yang membuat RPP sebagai persyaratan administrasi saja; (2) Kemampuan guru sertifikasi dalam menyusun perangkat pembelajaran dan menjadi kebutuhan pokok dalam mengajar; dan (3) Motivasi kinerja guru sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri yang sangat antusias dengan mengikuti berbagai pelatihan dan diklat sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa. Bagi seorang guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu para siswanya, agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, sehingga tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan di dalam kurikulum sekolah.Kata Kunci : Budaya, Kinerja Guru Sertifikasi, dan Prestasi Belaja
PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJARDI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH.
Abstract: Teaching Supervision aims to improve the quality of teaching and learning, so as to improve and develop the professional qualifications of teachers. This study was conducted to determine: (1) The supervision of the teaching program; (2) Technical supervision of teaching, and (3) Barriers faced by principals. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with techniques of data collection is done through interview, observation guidelines, and documentation. Subjects were principals, supervisors and teachers at SMAN 5 Banda Aceh. Results of the study found: (1) The supervision of the teaching program implemented by school principals are formulating academic activities, namely; intensify hours to go to class, controlling the PBM, review teaching materials and learning tools, study SKL, the guidance of additional learning and workshops (2) Technical supervision by the principal direct and indirect: which techniques are more directly lead to the supervision of individual ie principals directly supervising senior teachers who have been appointed, while the supervision of indirect form of supervision groups by assigning senior teacher supervises teachers who have a rank below that have been arranged in groups MGMP, and (3) Barriers faced by principals in the implementation of the supervision of teaching is limited time to implement all the programs that have been scheduled in the work program and collide supervision schedule that has been programmed by the principal. While the obstacles encountered in the implementation of the regulatory supervision of the teaching is the number of trained teachers and the distance traveled to school. Expected to supervisors and principals in order to direct the teachers to improve teaching and learning through the program, and technical supervision, so that the barriers faced by teachers can be addressed effectively and efficiently.Keywords :Key word: Teaching supervision, and Teaching And Learning ProcessAbstrak: Supervisi pengajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkan kualifikasi professional para guru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Program supervise pengajaran; (2) teknik supervisi pengajaran dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru di SMA Negeri 5 Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ditemukan: (1) Program supervisi pengajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah merumuskan kegiatan-kegiatan akademik yaitu; mengintensifkan jam masuk kelas, penertiban perangkat PBM, telaah bahan ajar dan alat pembelajaran, telaah SKL, bimbingan belajar tambahan, dan kegiatan workshop ; (2) Teknik supervisi oleh Kepala Sekolah secara langsung dan tidak langsung: dimana tekhnik secara langsung lebih mengarah pada supervisi individu yaitu kepala sekolah langsung mensupervisi guru senior yang telah ditunjuk, sedangkan supervisi tidak langsung adalah berupa supervisi kelompok dengan menugaskan guru senior mensupervisi guru-guru yang mempunyai kepangkatan dibawahnya yang telah diatur dalam kelompok MGMP dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah terbatasnya waktu dalam melaksanakan semua program yang telah diagendakan dalam program kerja dan berbenturan jadwal supervisi yang telah diagendakan oleh kepala sekolah. Sedangkan hambatan yang dihadapi pengawas dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah banyaknya guru binaan dan jauhnya jarak tempuh antar sekolah. Diharapkan kepada pengawas dan kepala sekolah agar dapat mengarahkan guru-guru dalam meningkatkan proses belajar mengajar melalui program, dan teknik supervisi, sehingga hambatan yang dihadapi guru dapat diatasi secara efektif dan efisien.Kata Kunci: Supervisi Pengajaran, dan Proses Belajar Mengajar
PENGELOLAAN BUKU PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA DI AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH BANDA ACEH
Abstract: Library management in higher education institutions well, will have a positive impact on the advancement of education and the increasing interest in reading among students. This study aims to determine: the procurement of books, collection books, and library books in the library service in Banda Aceh Muhammadiyah Midwifery Academy. This study uses descriptive qualitative approach. Data was collected by observation, interview, and documentation. Subjects consisted of: Director, Head of Libraries, Library Staff, Chief of Public Affairs, and a student at the Academy of Midwifery Muhammadiyah Banda Aceh. The results showed that: 1) Procurement of library books is done by the Head of the Library and the settings adjusted to the scale of priorities. Procurement of library books not only from institutions AKBID Muhammadiyah Banda Aceh, also obtained from students, Muhammadiyah assistance centers, and support the aspirations of the fund. 2) The collection of books in the library consists of books midwifery 382 pieces, 200 pieces of nursing books, science books 300 diseases, and other supporting books. The addition of books from year to year shows an increase in line with the development of the library and in line with the growing interest of students reading at the library AKBID Muhammadiyah Banda Aceh. 3) Library Services done openly, with the aim that students can freely seek books desired. The implementation of these services carried over to foster interest in reading for students may find library books are attractive and can also save librarians/ library staff.Keywords: Library Books and Reading InterestAbstrak: Pengelolaan perpustakaan pada lembaga perguruan tinggi dengan baik, akan berdampak positif terhadap kemajuan dunia pendidikan dan meningkatnya minat baca di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengadaan buku, koleksi buku, dan layanan buku pustaka pada perpustakaan di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari: Direktur, Kepala Urusan Perpustakaan, Staf Perpustakaan, Kepala Urusan Umum, dan mahasiswa pada Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengadaan buku perpustakaan dilakukan oleh Kepala Bagian Perpustakaan dan pengaturannya disesuaikan dengan skala prioritas. Pengadaan buku pustaka tidak hanya berasal dari lembaga AKBID Muhammadiyah Banda Aceh, juga didapatkan dari mahasiswa, bantuan Muhammadiyah Pusat, dan bantuan dari dana aspirasi. 2) Koleksi buku pada perpustakaan terdiri dari buku kebidanan 382 buah, buku keperawatan 200 buah, buku ilmu penyakit 300 buah, dan buku penunjang lainnya. Penambuku buku dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan sesuai dengan pengembangan perpustakaan dan seiring dengan meningkatnya minat baca mahasiswa pada perpustakaan AKBID Muhammadiyah Banda Aceh. 3) Layanan Perpustakaan dilakukan secara terbuka, dengan tujuan agar mahasiswa bisa bebas mencari buku yang diinginkan. Penerapan sistem pelayanan yang dilakukan selama ini dapat menumbuhkan minat baca karena mahasiswa dapat menemukan buku pustaka yang menarik dan juga dapat menghemat tenaga petugas perpustakaan/ pustakawan.Kata kunci: Buku Perpustakaan dan Minat Bac
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QURAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU NURUL ISHLAH BANDA ACEH
Abstract: The effective and efficient Quran learning management is a supporting factor to achieve the goal of learning the Quran in school in order to produce Quranic generation. The purpose of this study was to find out the planning, implementation, evaluation, and obstacles in learning the Quran in Nurul Ishlah Integrated Islamic Elementary School (SDIT Nurul Ishlah) of Banda Aceh.This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were interview, observation, and documentation. The subjects of this study were principal and Quran teachers in SDIT Nurul Ishlah.The results of the study were: (1) The planning was formulated by teachers based on the curriculum set by the school, but some teachers were not able to plan effectively in the learning. (2) The implementation of learning the Quran applied by SDIT Nurul Ishlah was in accordance with activities planned, the teachers gave motivation to the students by using various methods and learning media starting from beginning activity with praying and revising memorizationof the Quran classically. In main activity, the students performed their memorization to the teachers individually, then the students revised their memorization and learned the memorization of surah individually, and in final activity, the teachers gave motivation to the students to revise their memorization at home by showing motivation videos of children who love Quran. However, some students could not finish the tasks given by the teachers. (3) The evaluation was carried out by written exam and practice exam of reading and memorizing the Quran by assessing the quality of reciting, pronunciation, tajweed, and fluency, but some students could not perform their memorization fluently. (4) The obstacle faced by the teachers was the lack of motivation and interest of students to revise their memorization that made the learning quality was not improved.Keywords: Management, learning, and QuranAbstrak: Manajemen pembelajaran Al-Quran yang efektif dan efesien merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan pembelajaran Al-Quran di sekolah untuk melahirkan generasi Qurani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan pembelajaran Al-Quran pada sekolah SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Al-Quran pada SDIT Nurul Ishlah. Hasil penelitian: 1). Perencanaan yang disusun oleh guru sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan di sekolah, namun masih ada sebahagian guru yang belum mampu untuk merencanakan secara efektif dalam pembelajaran 2). Pelaksanaan pembelajaran Al-Quran yang diterapkan di SDIT Nurul Ishlah sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan, guru memberi motivasi kepada peserta didik dengan menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran dari kegiatan awal dimulai dengan membaca dan murajaah Al-Quran secara klasikal. Pada kegiatan inti, peserta didik menyetor hafalannya secara individual kepada guru, kemudian peserta didik murajaah dan talaqqi hafalan surah-surah secara individual, dan kegiatan akhir guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mengulang hafalannya dirumah dengan memperlihatkan video motivasi anak cinta Al-Quran, namun ada sebahagian peserta didik tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan guru. 3). Evaluasi yang dilakukan melalui ujian tulis dan ujian praktik membaca dan menghafal Al-Quran dengan menilai kualitas bacaan hafalan, makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran bacaan Al-Quran, namun sebahagian peserta didik belum mampu menyetor hafalan dengan lancar dan fasih.4). Hambatan yang dihadapi oleh guru adalah kurangnya motivasi dan minat peserta didik untuk mengulang kembali bacaan dan hafalan Al-Quran, sehingga tidak meningkatnya kualitas pembelajaran.Kata kunci: Manajemen, pembelajaran, dan Al-Qura
KEPALA MADRASAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA MIN MESJID RAYA BANDA ACEH.
Abstract: A principal as a supervisor has a role to stimulate, coordinate, and guide teachers to be able to improve their professional competence as a teacher and educator. The purpose of this study was to find out the programs, strategies, and obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers in Mesjid Raya Islamic State Elementary School of Banda Aceh. This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The subjects of this study were principal, teachers, and students. The results of this study showed that: (1) the supervision programs in improving professional competence of teachers were designed by the principal and were documented, which included annual and semester programs. It positively affected the improvement of professional competence of teachers that the learning activities became positive. The principal as a supervisor still carried out supervision activity, fostering, guidance, and directing teachers to improve professional competence in learning activities. (2) The implementation of principals supervision as a supervisor in improving professional competence of teachers included classroom counseling, classroom observation, and classroom visiting. These activities positively affected the teachers in improving their professional competence in term of preparing the lesson plans before teaching. (3) The obstacles faced in improving professional competence of teachers were the lack of time for the principal in determining the supervision schedule and the small number of teachers disagreed with the implementation of supervision, if it was for observing the learning process. In following up the result of supervision, the principal has used educative and persuasive approach like guiding teachers with difficulties through discussion, classroom visiting, and talks.Keywords: Principal, Supervisor, and Professionalism of Teacher.Abstrak: Kepala madrasah sebagai supervisor memiliki peran untuk menstimulir, mengkoordinasi dan membimbing guru-guru agar mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya sebagai pengajar dan pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: program kepala madrasah, strategi, dan kendala dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada MIN Mesjid Raya Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, guru-guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Program supervisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru disusun oleh kepala madrasah dan terdokumentasi, yang meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Hal ini, berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru yaitu efektifnya kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Kepala madrasah sebagai supervisor tetap melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing, dan mengarahkan guru untuk peningkatan kompetensi profesionalnya dalam kegiatan pembelajaran; (2) Pelaksanaan supervisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, dan kunjungan kelas. Kegiatan ini berdampak positif bagi guru karena mampu meningkatkan kompetensi profesional mereka untuk senantiasa mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum mengajar; dan (3) Kendala yang ditemui dalam meningkatkan kompetensi profesional guru adalah keterbatasan waktu bagi kepala madrasah, untuk menentukan jadwal supervisi, masih ada sebagian kecil guru kurang mendukung kegiatan supervisi mengajar, bila disupervisi oleh kepala madrasah untuk melihat proses pembelajaran yang dilakukannya. Dalam menindaklanjuti hasil supervisi, kepala madrasah sudah melakukan pendekatan edukatif dan persuasif seperti pembinaan terhadap guru yang mengalami kesulitan melalui diskusi, kunjungan kelas, dan tanya jawab.Kata Kunci: Kepala Madrasah, Supervisor, dan Profesional Gur
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGANGGARAN OLEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH PROVINSI ACEH
Abstract: The purpose of this research is to find out and describe the management of budgeting performed by the House of Representatives of Aceh (DPRA) and working Unit of Aceh Government (SKPA). This reseach used qualitative approach with descriptive method. This research was conducted at the administrative office of the House of Representative of Aceh (DPRA). The subjects of this research were the DPRAs speaker, the four deputies of DPRA, the commussion of budget, and the secretary of DPRA. The results revealed that (1) budgeting management planning is conducted by the budget team of Aceh Government at the end of the year through coordination meetings by preparing budget document; (2) the budget process is performed through coordination meeting by discussing the plans of badget usage and budget Absorption of Aceh Provincial Budget (APBA) in the previous yeas, and making an accurate estimate; (3) the performance of DPRA in terms of budgeting has been in line with the procedure stated within the minutes through the mechanism of special committee; (4) the supervision and evaluation performed by DPRA involve all stakeholders and also expert staff the Aceh Government.Keywords: Management and BudgetingAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen anggaran yang dilaksanakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan pada kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan subjek penelitian: Ketua DPRA, Wakil Ketua DPRA, Komisi C yang membidangi Anggaran, dan Sekretaris Dewan (SETWAN) provinsi Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan program penganggaran dilakukan pada akhir tahun melalui rapat koordinasi dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh dengan mempersiapkan dokumen-dokumen anggaran, (2) Proses anggaran dilaksanakan melalui rapat koordinasi dengan membahas rancangan penggunaan anggaran dan daya serap APBA tahun sebelumnya serta melakukan penaksiran atau estimasi secara lebih akurat, (3) Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam hal penganggaran sudah sesuai dengan mekanisme yang tercantum dalam berita acara melalui mekanisme Panitia Khusus (PANSUS), (4) Pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh melibatkan berbagai pihak atau stakeholder dan juga staf ahli dari Pemerintah Aceh.Kata kunci : Manajemen dan Penganggaran
PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI ROFESIONALISME GURU PADA SMA NEGERI 2 BANDAR BARU PIDIE JAYA.
Abstract: Teaching supervision is guiding services are performed by supervisors on teachers to perform activities at school which directly influence the learning in improving students learning quality. This study aim to determine how the supervision was conducted by the school supervisors in improving teacher professional competence, including: (1) the implementation of the supervision by the school supervisors; (2) supervision techniques; and (3) supporting and inhibiting factors of supervision. This study used qualitative approach. Data were collected through interview, observation, and documentation study. Subjects of the study were school supervisor, principal, and teachers of the State Senior High School 2 Bandar Baru of Pidie Jaya. The results of the study showed that: (1) the implementation of the supervision by the supervisors has not been programmed, consequently the supervisors have not been able to fully improve the teacher professional competence; (2) the supervision techniques used were group discussion, classroom visit, and individual talk. All these techniques were carried out just for the formality and has not been able to improve the teacher professional competence. The supervision was performed briefly due to the limitation of time. In addition, the supervisors have not made a good supervision planning; (3) the supporting factors of the supervision were: the presence of the supervisors made the teachers felt motivated to implement learning programs, learn how to prepare good lesson plans, and practice various teaching methods. Whereas, the inhibiting factors were: lack of the ability of the supervisors in developing supervision programs. Besides, the supervisors conducted the supervision has different field of study from the teachers supervised so that the impact was not really significant on the improvement of the teacher professional competence. This condition occurred because Pidie Jaya is still under development in all fields, including in the field of education.Keywords: Supervision of School Supervisor and Teacher Professional Competence.Abstak: Supervisi pengajaran adalah layanan bersifat membimbing yang dilakukan supervisor terhadap guru untuk melaksanakan kegiatan di sekolah yang langsung berpengaruh terhadap pembelajaran dalam meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara supervisi pengawas sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yang meliputi: (1) pelaksanaan supervisi pengawas sekolah; (2) teknik supervisi; (3) faktor pendukung dan penghambat supervisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengawas, kepala sekolah, dan guru di SMA Negeri 2 Bandar Baru Pidie Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan supervisi yang dilaksanakan pengawas sekolah belum terprogram, sehingga pengawas sekolah belum sepenuhnya dapat meningkatkan profesionalisme guru; (2) teknik supervisi yang dilaksanakan pengawas adalah dengan diskusi kelompok, mengadakan kunjungan kelas, pembicaraan individual. Semua ini bersifat umum sekadar hanya menjalankan tugas dan belum ke arah peningkatan profesionalisme guru. Pelaksanaan supervisi dilakukan pengawas secara singkat, karena keterbatasan waktu. Selain itu, pengawas belum membuat perencanaan yang lebih baik; (3) faktor Pendukung pelaksanaan supervisi oleh pengawas yaitu kehadiran pengawas membuat para guru termotivasi dalam melaksanakan program pembelajaran, adanya motivasi guru untuk belajar membuat RPP dengan baik dan melatih berbagai metode mengajar. Adapun faktor penghambat pelaksanaan suvervisi yang dilakukan oleh pengawas yaitu kurangnya kemampuan pengawas sekolah dalam menyusun program supervise. Selain itu, tenaga pengawas yang tidak sesuai dengan masing-masing bidang studi sehingga supervisi yang dilaksanakan belum memberikan pengaruh yang besar dalam peningkatan profesional guru. Kondisi ini juga terjadi, karena Kabupaten Pidie Jaya masih dalam tahap pengembangan di segala bidang termasuk di bidang pendidikan.Kata Kunci: Supervisi Pengawas Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru
KINERJA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MTsN DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA.
Abstract: Performance of the school principals as the supervisor is efforts to developing the potential that teacher have through training with the expectation of improving the quality of teaching process in the school. The purposed of this research to know : 1. The ability of school principals in plan supervision, 2. The strategy school principals to do supervision, 3. The policy of the school principals in the following up the result of supervision and 4. The supporting factors and inhibitions of the supervisions. Method used in this research are descriptive with a qualitative approach. Technique the data collection was done through observation, interview and documentation. The result finding shows that, 1. The ability of the school principals in program planning supervision teaching is very good to determine the purposed of the supervision, tell the completeness of administration to be prepare for teacher, and planning supervision arranged by involving all teacher who conducted at the beginning the school year, the system implementation of supervision academic done by school principals un-systematic and not in accordance with the schedule that has been in degree. 3. Policy of the school principals in following uf the result of supervision done by making training for making the teaching material, curriculum workshop, giving motivation an input to lack of shortage of in class observation, and giving permission for the following up. The barrier factors comprise of the low of competence supervision academic the school principal, inadequate facilities, and workload the school principal so solid, while the supporting factors principals and teachers have the commitment, motivation, and a sense family bond.Keyword : academic supervision, performance of the school principals and teacher professionalism.Abstrak: Kinerja kepala sekolah sebagai supervisor merupakan suatu usaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh guru melalui pembinaan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan kepala sekolah dalam merencanakan supervisi; 2) strategi kepala sekolah melaksanakan supervisi; 3) kebijakan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi; dan 4) faktor-faktor pendukung dan penghambat supervisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan kepala sekolah dalam perencanaan program supervisi pengajaran cukup baik dengan cara menentukan tujuan supervisi, memberitahukan kelengkapan administrasi yang harus dipersiapkan oleh guru, dan perencanaan supervisi disusun dengan melibatkan semua guru yang dilakukan pada awal tahun ajaran baru. (2) sistem pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah tidak sistematis dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (3) kebijakan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi dilakukan dengan membuat pelatihan penyusunan bahan ajar, workshop kurikulum, memberikan motivasi dan masukan terhadap kekurangan-kekurangan pada saat observasi kelas, dan memberikan izin untuk studi lanjut. (4) faktor penghambat meliputi kompetensi supervisi akademik kepala sekolah rendah, fasilitas kurang memadai, dan beban kerja kepala sekolah yang begitu padat, sedangkan faktor pendukungnya kepala sekolah dan guru memiliki komitmen, motivasi, dan rasa kekeluargaan yang baik.Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kinerja Kepala Sekolah, dan Profesionalisme Guru
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI UNGGUL MONTASIK
Abstract: Effort headmaster to the make-up of professional interest of teacher can support the attainment of education target at school. Research Target to know the program of execution and resistance to increase professional interest of teacher. This research use the descriptive method with the approach qualitative. Technique of data collecting used by is observation, interview, and documentation. Subjek Research is: Headmaster, Proxy of Headmaster and Pre-Eminent teacher SD Country of Montasik. Result of research indicate that the 1) Program ofis make-up of professional interest of teacher executed by Pre-Eminent headmaster SD Country of Montasik for example: training of compilation RPP and analyse the ( SKL, KI And KD), activating KKG, make-up of extracurricular activity and improvement of kualisifikasi teacher. 2) Execution of is make-up of professional interest learn by Pre-Eminent headmaster SD Country of Montasik that is training of compilation of Syllabus and RPP, applying of study PAIKEM of there no improvement program but execution have been executed, following Teacher Team-Work, following training and upgrading of both for executed at school and also extramural and improve the kualifikasi learn the higher kejenjang 3) natural by resistance of headmaster in improving kompetensiprofesional learn at Pre-Eminent SD Country of Montasik is the lack of medium and prasarana, lack of tanggungjawab learn to school.Keywords: The Influence of Teacher Certification and Performance.Abstrak: Usaha kepala sekolah untuk peningkatan kompetensi profesional guru dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan Penelitian untuk mengetahui program pelaksanaan dan hambatan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan guru SD Negeri Unggul Montasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program peningkatan kompetensi profesional guru yang dilaksanakan oleh kepala sekolah SD Negeri Unggul Montasik antara lain: pelatihan penyusunan RPP dan analisis (SKL, KI dan KD), mengaktifkan KKG, peningkatan kegiatan ekstrakurikuler dan peningkatan kualisifikasi guru. 2) Pelaksanaan peningkatan kompetensi profesional guru oleh kepala sekolah SD Negeri Unggul Montasik yaitu pelatihan penyusunan Silabus dan RPP, penerapan pembelajaran PAIKEM tidak ada program peningkatan namun pelaksanaan sudah dilaksanakan, mengikuti Kerja Kelompok Guru, mengikuti pelatihan-pelatihan dan penataran-penataran baik yang dilaksanakan di sekolah maupun diluar sekolah dan meningkatkan kualifikasi guru kejenjang lebih tinggi. 3) Hambatan-hambatan yang dialami kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensiprofesional guru pada SD Negeri Unggul Montasik adalah kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya tanggungjawab guru terhadap sekolah. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Gur
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH
Abstract: The leadership skills of a school principal are very significant in increasing the motivation of teachers. The professional competence of teachers is one of the strategies to increase the quality of education. The purpose of this study was to determine the efforts made by principals to improve the professional competence of teachers at SDN 2 Banda Aceh. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected through interviews, observation and documentation. Subjects were the principal, deputy principal, head of KKG and teachers at SDN 2 Banda Aceh. The results showed that: (1) the principals policy process to improve the competence of teachers at SDN 2 Banda Aceh can be said to be good, the principal in improving teacher competence gave permission to teachers to continue their study, conducted trainings, provided teaching materials in accordance with applicable curriculum; (2) The strategies of the principal in improving the professional competence of teachers at SDN 2 Banda Aceh were good because every teacher is obliged to make a set of learning devides according to the latest curriculum, to adjust to the teachers book, and to make a schedule of supervision; (3) There were constraints faced by principals in improving the professional competence of teacher at SDN 2 Banda Aceh, namely the division of duties to teachers was uneven, and teachers were reluctant to express their desire and weaknesses in learning.Keywords: Strategies of the principal and Profefessional Competence of TeacherAbstrak: Kemampuan seorang kepala sekolah dalam memimpin berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja guru. Kompetensi profesional guru merupakan strategi meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada SD Negeri 2 kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil kepala sekolah, ketua KKG dan guru di SD Negeri 2 kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru pada SD Negeri 2 Banda Aceh sudah dikatakan baik, kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru yaitu memberi izin kepada guru untuk melanjutkan kuliah, mengadakan pelatihan, menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku; (2) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada SD Negeri 2 Banda Aceh yaitu sudah baik karena setiap guru wajib membuat perangkap pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang terbaru, menyesuaikan buku pengangan guru, membuat jadwal supervisi; (3) Kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada SD Negeri 2 Banda Aceh yaitu pembagian tugas kepada guru kurang merata, guru tidak berani mengemukakan keinginan serta kekurangannya dalam pembelajaran.Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Gur