Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
    227 research outputs found

    ANALISIS PENETAPAN STANDAR BIAYA PENDIDIKAN PADA SMA NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA

    Get PDF
    Abstract: Determination of standard cost of education is a criterion for good measure the overall expenditure in the form of cash and non-cash as an expression of the sense of responsibility of all parties (the public, parents, and government) to the development of education in order to achieve educational goals efficiently and effectively. The purpose of this study was to determine the ability of the principal to establish the cost of education, including: (1) Preparation of the cost of education; (2) The use of the cost of education; and (3) Auditing the cost of education. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interviews, observation, and documentation. Subjects were principal, treasurer and inspectorate Nagan Raya. The research found: (1) Preparation of educational costs through Plan Budget (RKA) and Draft Budget Shopping Opinions School (budgets) are discussed in a budget meeting in the DPRK; (2) The use of the cost of the education budget comes from the state budget, and the budget and other sources of educational expenses of parents, private, business, and alumni of the largest education budget priorities is to pay the salaries of teachers / employees, which is between 75-80% of the total budget, and the rest for non-teachers' salaries; and (3) the cost of education is an activity Auditing look carefully, investigate, study, examine and investigate the cost of education, including procedures for investigating its books, one truth in a case, the events that have been recorded, placed on their posting, as well as the receipt of cash flows and goods owned by a school organized by the government and society. It is expected that the inspectorate in order to direct and supervise the principal standard-setting the cost of education on the preparation, use, and effective auditing and efficiency so that the cost of education in school on target.Keywords: Determination of Standard Cost of Education and SupervisionAbstrak: Penetapan standar biaya pendidikan adalah suatu kriteria untuk mengukur keseluruhan pengeluaran baik yang berupa uang maupun bukan uang sebagai ungkapan rasa tanggung jawab semua pihak (masyarakat, orang tua, dan pemerintah) terhadap pembangunan pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai secara efesien dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kepala sekolah dalam menetapkan biaya pendidikan, meliputi: (1) Penyusunan biaya pendidikan; (2) Penggunaan biaya pendidikan; dan (3) Pengauditan biaya pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, bendahara dan inspektorat Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian ditemukan: (1) Penyusunan biaya pendidikan melalui Rencana Penggunaan Anggaran (RKA) dan Rancangan Anggaran Pendapat Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibahas dalam rapat anggaran di DPRK; (2) Penggunaan biaya pendidikan bersumber anggaran pemerintah berasal dari APBN, dan APBD dan sumber biaya pendidikan lainnya dari orang tua, swasta, dunia usaha, dan alumni dengan prioritas anggaran pendidikan terbesar adalah untuk membayar gaji guru/ pegawai, yaitu antara 75-80% dari total anggaran, dan selebihnya untuk non-gaji guru; dan (3) Pengauditan biaya pendidikan merupakan kegiatan melihat dengan teliti, menyelidiki, mempelajari, menelaah dan mengusut biaya pendidikan, termasuk mengusut tata cara pembukuannya, salah benarnya suatu hal, peristiwa yang telah dicatat, ditempatkan pada pos-posnya, serta proses arus penerimaan uang dan barang yang dimiliki oleh suatu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Diharapkan kepada inspektorat agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah penetapan standar biaya pendidikan tentang penyusunan, penggunaan, dan pengauditan secara efektif dan efesiensi sehingga biaya pendidikan di sekolah tepat sasarannya.Kata Kunci: Penetapan Standar Biaya Pendidikan, dan Pengawasa

    KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SD NEGERI LAMKLAT KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF
    Abstract: The purpose of this research was to know the program plan, implementation, and evaluation of teacher performance at State Elementary School Lamklat of Darussalam sub district of Aceh Besar regency. This study used descriptive method by qualitative approach. The techniques of data collection used in this study were observation, interview, and documentation. The subjects of the study were the principal, vice principals, teachers, school committee, head of Teacher Working Group, and supervisor. The data were analyzed by reducing, displaying, summing up the conclusion, and verifying data. The results of the study showed that: 1) the program was compiled by discussing to teachers, supervisor, school committee, and representatives of students trustees. The programs to improve teacher performance were by involving teachers in student admission program, improving the services in supporting learning activities, using the ICT for school management improvement, monitoring the implementation of school activity programs, compiling the school activity report, and planning the follow up program for the evaluation results of school activities; 2) the program implementation was initially begun with task distribution according to capability and skill by implementing Lesson Plan approach among teachers. The implementation of the program was not fully accordance with schedule listed on school plan document. It can be seen on the frequency of supervision, meeting, meeting schedule, and unpreparedness optimally in implementing curriculum 2013, using ICT for teachers to optimize the learning and implementation of learning evaluation and 3) The evaluation done has not conformed to the schedule and was done naturally without instrument of valid and reliable evaluation. The activity evaluation is used to be done annually on the last month of academic year. The evaluation result was not implemented in the form of documentation of report on the implementation of principal management.Keywords: Managerial Competence, Principal and Teacher PerformanceAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan program, pelaksanaan dan evaluasi untuk kinerja guru pada SD Negeri Lamklat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, komite, ketua KKG dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program-program untuk meningkatkan kinerja guru adalah menyusun perangkat perencanaan pembelajaran, merancang dan memanfaatkan media pemebalajran, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan pelayanan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, merencanakan dan melakukan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 2) Pelaksanaan program diawali dengan pembagian tugas sesuai kemampuan dan keahlian dengan menerapkan pendekatan lesson study antara sesama guru. Pelaksanaan program belum sepenuhnya berdasarkan jadwal yang tercantum pada dokumentasi perencanaan sekolah. Hal ini dapat dilihat pada frekuensi pelaksanaan supervisi, banyaknya pertemuan atau kegiatan rapat, jadwal kegiatan rapat, belum maksimal dalam pengembangan kurikulum 2013, pemanfaatan teknologi dan informasi bagi guru untuk memaksimalkan pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 3) Evaluasi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru belum sesuai dengan jadwal dan dilaksanakan secara alamiah serta belum adanya instrumen pelaksanaan evaluasi yang jelas dan terukur. Kegiatan evaluasi biasanya dilakukan setahun sekali pada akhir tahun pelajaran. Hasil evaluasi belum dilakukan dalam bentuk dokumentasi pelaporan pelaksanaan kegiatan manajerial kepala sekolah.Kata Kunci: Kompetensi Manajerial, Kepala Sekolah dan Kinerja Gur

    KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM GAJAH PUTIH TAKENGON

    Get PDF
    Abstract: Headmaster leadership represent one of organizational cultural determinant Thereby leadership can influence the others to reach the target which is in wishing. this Research target to know about: ( 1) Leadership Behavior in execution Program the organizational cultural job [at] Islamic Religion College White Elephant of Takengon, and ( 2) cultural Development of discipline in adhering school regulation by headmaster can improve the professional dosen in upgrading education Islamic Religion College White Elephant Takengon. This Research use the descriptive method with the approach qualitative. Data collected through/ passing]: observation guidance, guidance interview, and documentation. Subjek in this research head of Islamic Religion College White Elephant of Takengon And dosen of Islamic Religion College White Elephant Takengon. Technique analyse the data in this research by mengunakan: reduce the data, displayed [by] a data, and conclude. Result of this research indicate that: ( 1) leadership Behavior in execution program the organizational cultural job Islamic Religion College White Elephant [of] Takengon namely with the humanism approach, have shown the effective leadership behavior orienting partisipative relation and byword ( fraternizing and familiarity) in compiling study program ( syllabus, plan the study, physic appliance). ( 2) Development of professional dosen of through/ passing construction of headmaster discipline in parallel among/between socialization done/conducted] with the action to trespasser. School in institute have given the understanding of regulation of school discipline to dosen so that dosen have known in detail how school give the regulation and sanction to them.Keywords: leadership And OrganizationAbstrak: Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu budaya organisasi Dengan demikian kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang: (1) Perilaku Kepemimpinan dalam pelaksanaan Program kerja budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon, dan (2) Pengembangan budaya disiplin dalam menaati peraturan sekolah oleh kepala sekolah dapat meningkatkan professional dosen dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui: pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon dan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan mengunakan: reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perilaku kepemimpinan dalam pelaksanaan program kerja budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon yakni dengan pendekatan humanisme, telah menunjukkan perilaku kepemimpinan yang efektif yang berorientasi hubungan partisipatif dan keteladanan (bersahabat dan kekeluargaan) dalam menyusun program pembelajaran (silabus, rencana pembelajaran, alat peraga). (2) Pengembangan professional dosen melalui pembinaan kedisiplinan kepala sekolah sejalan antara sosialisasi yang dilakukan dengan tindakan-tindakan terhadap pelanggar. Sekolah secara kelembagaan sudah memberikan pemahaman peraturan kedisiplinan sekolah kepada dosen sehingga dosen sudah tahu secara detail bagaimana sekolah memberikan peraturan dan sanksi kepada mereka.Kata Kunci: Kepemimpinan dan Budaya organisas

    SUPERVISI PENGAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PADA SMA TARBIYAH LABUHAN HAJI ACEH SELATAN

    Get PDF
    Abstract: The implementation of supervision in education field is one factor to improve the pedagogical competence of teachers. The purpose of this study was to find out the supervision program, the implementation of teaching supervision, and the follow-up of teaching supervision by the principal in improving pedagogical competence of teachers in Tarbiyah Senior High School of Labuhan Haji of Aceh Selatan. The method used in this study was descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation study. The subjects of this study were principals and teachers. The results of this study showed that: (1) The program of supervision in improving the pedagogical competence of teachers has been arranged and documented, but was not complete and only an outline. The program arranged included the annual and semestral work program. The principal kept implementing supervision activity, carrying out guidance, counseling, and directing teachers to improve their pedagogical competence. (2) The implementation of supervision carried out led to the effort of improving pedagogical competence of teachers. The activities carried out included class counseling, class observation, documentation, interview, questionnaire, and written report. (3) The follow-up of teaching supervision was by seeking for solution for the obstacles found in the implementation of supervision, such as the difficulty in time management to class visiting. Every finding that led to the restraint of teachers effort in improving pedagogical competence was always been followed up and responded by the principal. In following up the result of supervision, the principal has been gone through educative and persuasive approach, such as guiding teachers that had difficulties with discussion, case conference, between supervisor and the teachers about the obstacles faced in improving their teaching ability.Keywords: Teaching Supervision, Principal, and Pedagogy of TeacherAbstrak: Pelaksanaan supervisi di lingkungan pendidikan merupakan salah satu faktor yang ikut meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program supervisi, pelaksanaan supervisi, dan tindak lanjut supervisi pengajaran oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada SMA Tarbiyah Labuhan Haji Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah: kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program supervisi dalam meningkatkan kompetensi pedagoik guru telah disusun dan terdokumentasi, namun program tersebut tidak lengkap dan hanya secara garis besarnya saja. Program yang disusun meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Kepala sekolah tetap melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing, dan mengarahkan guru untuk peningkatan kemampuan pedagogiknya. 2) Pelaksanaan supervisi yang dilaksanakan dan telah mengarah pada upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, dokumentasi, wawancara, angket, dan laporan tertulis. 3) Tindak lanjut supervisi pengajaran adalah dengan menindaklanjuti kendala yang ditemui dalam pelaksanaan supervisi yaitu susahnya pengaturan waktu untuk kunjugan kelas. Setiap adanya temuan yang mengarah pada terkendalanya upaya guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, senantiasa ditindaklanjuti dan direspon dengan baik oleh kepala sekolah. Dalam menindaklanjuti hasil supervisi, kepala sekolah sudah melakukan pendekatan edukatif dan persuasif seperti pembinaan terhadap guru yang mengalami kesulitan melalui diskusi, konferensi kasus, tanya jawab antara supervisor dengan guru tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya.Kata Kunci: Supervisi Pengajaran, Kepala Sekolah dan Pedagogik Gur

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 MUTIARA KABUPATEN PIDIE.

    Get PDF
    Abstract: The principal as the top manager has a strategic role in improving the performance of teachers. The purpose of this study are: to know: programs, strategies, and constraints faced by principals in improving the performance of teachers at SMAN 1 Mutiara Pidie District. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation study. The subjects are: principals, vice-principals, and teachers. The results showed that: (1) The program principals in improving teacher performance has been drafted, but not detailed very well. The compiled program remain to be implemented as quickly as possible by the principal to improve the performance of teachers. (2) The strategy for improving teacher performance by implementing a strategy of democratic leadership. In the face of teachers, usually the principal often exchange ideas with the teachers, so finding an effective way to improve their performance in the development of the learning process. Teachers whose performance is low, loud attitude and personality, with a persuasive approach school principals encourage them to improve their performance. (3) Obstacles encountered principals in improving teacher performance, among others: the lack of available funding for teacher training outside office hours, there are teachers who are less active, and the results have not been capable of upgrading disseminated to friends.Keywords: Strategy Principal and Teacher PerformanceAbstrak: Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui: program, strategi, dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMA Negeri 1 Mutiara Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru sudah disusun, namun tidak terperinci dengan baik. Program yang disusun tetap dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru. (2) Strategi peningkatan kinerja guru dengan menerapkan strategi kepemimpinan demokratis. Dalam menghadapi guru-guru, biasanya kepala sekolah sering bertukar pikiran dengan para guru, sehingga menemukan satu cara efektif untuk meningkatkan kinerja mereka dalam pengembangan proses pembelajaran. Guru-guru yang kinerjanya rendah, sikap dan kepribadiannya keras, dengan pendekatan persuasif kepala sekolah menganjurkan agar mereka meningkatkan kinerjanya. (3) Kendala yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru antara lain: kurangnya tersedia dana untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada guru yang kurang aktif, dan hasil penataran belum mampu disosialisasikan kepada temannya.Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru

    PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA DI KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Abstract: The school supervisor is one of the elements that have an important role in improving the quality of education through an increase in the ability of school personnel working in the management of the school administration. This study aimed to get an idea of the implementation of managerial supervision on Private High School Banda Aceh. By using descriptive research methods, qualitative approach, and data collection techniques such of observation, interviews and documentation. Research subjects to the school supervisors, headmaster, and staff at private high school in Banda Aceh. The results of research have been analyzed qualitatively show that: The school supervisors has prepared supervision program together at the beginning of the school year, coordinated by the Supervisory Coordinator, organized program assessment results-oriented, monitoring and coaching from previous year. Managerial supervision carried out by applying a procedure that starts with pre supervision activities through coordination and socialization to target schools (sekolah binaan). Furthermore, the scope of supervision is started with the performance appraisal headmaster, teachers and educational staff focused on the management of the school administration. Monitoring activities are directed at the implementation of eight National Education Standards (NES). While development activities directed to school management in order to work in accordance with their duties and functions. Obstacles of implementation managerial supervision is supervisors's own self and from the field, namely: supervisors has not been uniform level of understanding, number of supervisors is not comparable with the number of schools that fostered. Obstacles in the field, namely; number of administrative staff of the school is not sufficient. Based on the research results, it is suggested that the implementation of managerial supervision implemented more intensively to improve job skills.Keyword: Managerial Supervision, School Supervision and School ManagerAbstrak: Pengawas sekolah merupakan salah satu elemen yang memiliki peranan penting dalam meningkatan kemampuan kerja personil sekolah terutama dalam hal pengelolaan sekolah. Salah satu tugas pengawas untuk mengendalikan pengelolaan sekolah dilakukan melalui pelaksanaan supervisi manajerial. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran pelaksanaan supervisi manajerial yang dilaksanakan pengawas pada SMA Swasta di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melaui observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Para pengawas sekolah menyusun program supervisi secara bersama dan dikoordinir oleh Kordinator Pengawas (KORWAS). Program yang disusun sudah mengikuti pedoman dan berorientasi pada hasil supervisi tahun sebelumnya. Supervisi manajerial dilaksanakan melalui kegiatan pra supervisi dan selanjutnya melakukan tiga tahapan kegiatan, yaitu penilaian kinerja kepala para pengelola sekolah, kegiatan pemantauan pada pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sedangkan kegiatan pembinaan mengarahkan para pengelola sekolah agar dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Hambatan pelaksanaan supervisi manajerial dari pengawas sendiri dan dari lapangan, yaitu: tingkat pemahaman pengawas belum seragam, sedangkan hambatan dilapangan staf pelaksana adminsitrasi sekolah belum mencukupi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pelaksanaan supervisi manajerial dilaksanakan lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan kerja tenaga kependidikan.Kata Kunci: Supervisi Manajerial, Pengawas Sekolah dan Pengelola Sekola

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 2 UNGGUL MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF
    Abstract: Strategies appropriate principals are highly demanded to make a change to improve the quality of schools. The purpose of this study to determine the program, program implementation, evaluation and barriers faced by principals to improve the quality of education at the Junior High School 2 Mesjid Raya of Aceh Besar district. The technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Research subjects principals, vice-principals, school committee, chairman MGMPs, teachers and supervisors. Data were analyzed by reducing, display, draw conclusions and verification of data. The results showed: (1) Programs are arranged not entirely based on the consensus reached school personnel. Quality improvement programs documented in the annual program and semester program to be used as a reference in implementing the program. (2) The implementation of the quality improvement program begins with the division of tasks with daily activities forming the executive committee of the school. Programs implemented not entirely based on a predetermined schedule. If the principal is absent, then the authority to implement the program submitted to the vice-principal or a senior teacher. (3) The evaluation was conducted by a committee or team that has been formed by the principal that includes principals, vice principals, supervisors and senior teachers. Prior to the evaluation carried out, the executive committee drafting and preparing instruments evaluation beforehand. The evaluation results will be analyzed and used as a consideration in the decision making in determining the program the following year, and (4) barriers faced by principals are still lacking kediplinan teachers, most school personnel are less committed to the running quality improvement program, the principal less timely in implementing quality improvement programs, the majority of teachers are less serious when seniors do performance monitoring.Keywords: Strategy, Principal and Quality of EducationAbstrak:Strategi kepala sekolah yang tepat sangat dituntut untuk melakukan suatu perubahan guna meningkatkan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan program, Evaluasi dan hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada SMP Negeri 2 Unggul Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite sekolah, ketua MGMP, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program disusun tidak semuanya berdasarkan hasil musyawarah personel sekolah. Program peningkatan mutu didokumentasikan dalam program tahunan dan program semester untuk dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan program. (2) Pelaksanaan program peningkatan mutu diawali dengan pembagian tugas dengan membentuk panitia pelaksana kegiatan harian sekolah. Program dilaksanakan tidak seluruhnya berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Apabila kepala sekolah berhalangan, maka wewenang pelaksanaan program tersebut diserahkan kepada wakil kepala sekolah atau guru senior. (3) Evaluasi dilaksanakan oleh panitia atau tim yang telah dibentuk oleh kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas dan guru senior. Sebelum evaluasi dilaksanakan, panitia pelaksana evaluasi menyusun dan menyiapkan instrumen terlebih dahulu. Hasil evaluasi akan dilakukan analisis dan dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam menentukan program pada tahun berikutnya, dan (4) Hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah adalah kediplinan guru masih kurang, sebagian personel sekolah kurang komitmen dalam menjalankan program peningkatan mutu, kepala sekolah kurang tepat waktu dalam melaksanakan program peningkatan mutu, sebagian guru kurang serius ketika senior melakukan pengawasan terhadap kinerjanya.Kata Kunci: Strategi, Kepala Sekolah dan Mutu Pendidika

    MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SDN DAYAH GUCI KABUPATEN PIDIE

    Get PDF
    Abstract: The school management can mean everything pertaining to the management of the educational process to achieve the stated goals, both short-term goals, medium, or panjang.Tujuan term goal of this research was to determine the school management to improve the quality of education, to include: (1) Planning school programs; (2) The implementation of school programs and (3) Barriers faced. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interview, observation guidelines, and documentation. Subjects were principals, supervisors and teachers in primary schools Boarding School Jar Pidie district. Research results found: (1) planning school programs include: teaching programs, including: the need of teachers sharing teaching duties, procurement of textbooks, teaching tools and props, procurement or development of school laboratories, procurement or development of school libraries, system of assessment of learning outcomes, and curricular activities; (2) The implementation of school programs that the strategy adopted to achieve the improvement of the quality of education, include: socialization program, SWOT analysis, problem solving, quality improvement, and monitoring and evaluating the implementation of school programs; and (3) Barriers in planning school programs, among others, lack of community participation and economic difficulties so that their support for the management of low participating schools. It is expected that supervisors in order to direct and supervise principals in improving the quality of education on school program planning, program implementation and obstacles faced by appropriate, effective and efficient so that the quality of education in the schools can be improved.Keywords: Quality Management and the School of EducationAbstrak: Manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan meliputi: (1) Perencanaan program sekolah; (2) Pelaksanaan program sekolah dan (3) Hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru pada SD Negeri Dayah Guci Kabupaten Pidie. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Perencanaan program sekolah mencakup: program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler; (2) Pelaksanaan program sekolah yaitu strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah; dan (3) Hambatan dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah. Diharapkan kepada pengawas agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan tentang perencanaan program sekolah, pelaksanaan program dan hambatan yang dihadapinya secara tepat guna, efektif dan efesien sehingga mutu pendidikan di sekolah tersebut dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Manajemen Sekolah dan Mutu Pendidika

    KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 4 WIRA BANGSA MEULABOH DAN SMA NEGERI 3 MEULABOH

    Get PDF
    Abstract: Headmaster is one of the components that affect teachers' performance. Educational success in school is largely determined by the success of the headmaster in managing academic staff at the school. This study generally aims to examine the leadership of headmaster in improving the performance of teachers at SMAN 4 Wira Bangsa and SMAN 3 Meulaboh, West Aceh. The approach used in this study is a qualitative approach with technique of collecting data through observation, interview, and documentation. Subjects were headmasters, teachers, school committee, and students of SMAN 4 Wira Bangsa and SMAN 3 Meulaboh. Conclusions of this study are the headmaster leadership of SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh is autocratic style, while the headmaster of SMAN 3 Meulaboh is democratic style. Headmaster leadership of SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh and SMAN 3 Meulaboh is able to improve the performance of teachers in each school. This is proved from the curriculum, infrastructure and student achievement which achieve well and in line with the standards of teacher performance. The response of teachers to the leadership approach that made the headmaster at SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh and SMAN 3 is good enough.Keywords: Leadership, Headmaster, Teachers PerformanceAbstrak: Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. keberhasilan pendidikan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMA Negeri 4 Wira Bangsa dan SMA Negeri 3 Meulaboh, Aceh Barat.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, dan Siswa di SMA Negeri 4 Wira Bangsa dan SMA Negeri 3 Meulaboh.kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh bergaya otokratis, sedangkan kepala sekolah SMA Negeri 3 Meulaboh bergaya demokratis. Kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh dan SMA Negeri 3 Meulaboh mampu meningkatkan kinerja guru di masing-masing sekolah.Hal ini terbukti dari kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana dan prestasi belajar siswa yang berjalan dengan baik dan sesuai standar kinerja guru.Tanggapan atau respon guru terhadap pendekatan kepemimpinan yang dilakukan kepala sekolah di SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh dan SMA Negeri 3 Meulaboh cukup baik.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Kinerja Gur

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SMA NEGERI 5 BANDA ACEH

    Get PDF
    Abstract: School based management is one of management concepts which aims to increase the quality of education by giving a broad autonomy to a school. This research aimed to find out the implementation of school based management in State Senior High School 5 Banda Aceh. This research used a qualitative approach with a descriptive method. The techniques of data collection were carried out through interview, observation, and documentation study. The subjects of research were the principal, the vice principal, the teachers, the administrative staffs and the committee of State Senior High School 5 Banda Aceh. The results of research showed that: (1) the implementation of school based management in curriculum affairs was begun from designing vision, mission, school objectives, learning program, division of task, extracuricular and curricular activities, syllabus development, lesson plan, teaching schedule, structure, and academic calendar; (2) student affair has been appropriate to the program, which includes acceptance of new students, activity of student orientation period, determination students in a particular class, students attendance and discipline at school eventhough there were still students who were not discipline; (3) in field personnel, the recruitment was still managed by a local government; coaching and professional development of teachers were implemented through training activities, subject teachers forum, giving a permission for higher education and doing a supervision; meanwhile, mutation and pensioners were still managed by a local government; (4) financial management was carried out by establishing source of funds and analysing needs, budget allocation, supervision and reporting which invoved school stakeholders; and (5) in terms of relations with the community, it has been run well, and it is directed to achieve school objectives and to do a socialisation about school-based management as an effort to involve a community for its active participation to help school.Keywords: School-based Management and Quality of EducationAbstrak: Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu konsep manajemen dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan otonomi luas pada sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen berbasis sekolah pada SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tata usaha dan komite SMA Negeri 5 Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan manajemen berbasis sekolah dalam bidang kurikulum dimulai dari penyusunan visi, misi, tujuan sekolah, program pembelajaran, pembagian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), jadwal pengajaran, struktur dan kalender pendidikan; (2) bidang kesiswaan, sudah sesuai dengan program meliputi penerimaan siswa baru, kegiatan masa orientasi siswa, penetapan siswa pada kelas tertentu, kehadiran dan disiplin siswa di sekolah. namun masih adanya siswa yang kurang disiplin; (3) bidang personalia, rekruitmen masih diatur oleh pemerintah daerah, pembinaan dan peningkatan profesional guru dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan, MGMP, memberikan izin untuk pendidikan lanjutan dan melakukan supervisi, sedangkan mutasi dan pensiunan juga masih dikelola oleh pemerintah daerah; (4) dalam pengelolaan keuangan dilakukan dengan penetapan sumber dana, menganalisis kebutuhan, alokasi anggaran, pengawasan dan pelaporan dengan melibatkan stakeholder sekolah; dan (5) dalam bidang hubungan dengan masyarakat sudah berjalan dengan baik, diarahkan untuk mencapai tujuan sekolah dan melakukan sosialisasi tentang manajemen berbasis sekolah sebagai upaya melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif membantu sekolah.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah dan Mutu Pendidika

    227

    full texts

    227

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇