Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 1 BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA
Abstract: Management guidance and counseling teacher is an important factor in the effort to realize the quality of educational institutions. Management guidance and counseling will be able to provide effective guidance services. This study aims to describe the program, implementation, evaluation, guidance and counseling teachers barriers in Junior High School (SMP) Negeri 1 Bandar Baru Pidie Jaya district. This research method is descriptive with qualitative approach. Collecting data using techniques: observation, interviews, and studies dokumensi. Subjects were Principal, Vice Principal, teacher guidance and counseling, as well as students. Data were analyzed by the technique: reduction, display, and verification. The results showed that: 1) Program guidance and counseling teacher made in the form of: annual program, the semester program, the program monthly, daily, and RPL has been arranged and documented; 2) Implementation of the guidance is implemented in accordance with a program that has priority. Preparation is done at the beginning of the year and involves counseling teacher, vice principal of student field, and coaches the student council. Implementation of the program in accordance with the problems faced by students; 3) Evaluation conducted adapted to cases resolved, including disciplinary offenses like coming late to school, do not use attributes schools, and brought HP to school. Evaluations are kualitatifa; and 4) Obstacles encountered, guidance and counseling teachers' lack of cooperation with the homeroom teacher, student council adviser in solving the problems of students.Keywords: Management, Teachers, Guidance and CounselingAbstrak: Manajemen guru bimbingan dan konseling merupakan faktor penting dalam upaya mewujudkan mutu lembaga pendidikan. Manajemen bimbingan dan konseling akan dapat memberikan layanan bimbingan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan program, pelaksanaan, evaluasi, hambatan guru bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik: observasi, wawancara, dan studi dokumensi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik: reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program guru bimbingan dan konseling yang dibuat berupa: program tahunan, program semester, program bulanan, harian, dan RPL telah tersusun dan terdokumentasi; 2) Pelaksanaan bimbingan dilaksanakan sesuai dengan program yang telah diprioritaskan. Penyusunan dilakukan pada awal tahun dan melibatkan guru bimbingan konseling, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan Pembina OSIS. Pelaksanaan program sesuai dengan permasalahan yang dihadapi siswa; 3) Evaluasi yang dilaksanakan disesuaikan dengan kasus yang diselesaikan, di antaranya pelanggaran disiplin seperti terlambat hadir ke sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah, dan membawa HP ke sekolah. Evaluasi yang dilaksanakan bersifat kualitatifa; dan 4) Hambatan yang ditemui, guru bimbingan dan konseling kurangnya kerjasama dengan wali kelas, pembina OSIS dalam penyelesaian permasalahan siswa.Kata Kunci: Manajemen, Guru, Bimbingan dan Konselin
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTsN RUKOH BANDA ACEH
Abstract:Leadership Principal is a manager who mengorganizir using prinsif " Team Work " , which was entrusted to lead the institution , all the resources of the school to influence , motivate workers, encourage , organize , mobilize and drive to achieve school goals . Leadership is one aspect of determining a discipline . The ability of teachers to improve discipline in performing their duties mainly influenced by the style of school leadership . This study aims to find a clear picture of : ( 1 ) The work program MTsN Rukoh principals in improving teacher performance motivation ,(2) Implementation of the program MTsN Rukoh principals in motivating teachers to implement effective learning , (3) How MTsN Rukoh principals to evaluate teachers' work program . This study uses descriptive and qualitative approach . Data collected through the guidelines for observation , interview , and documentation . Subjects in this study were principals and teachers MTsN Rukoh Banda Aceh.Teknik data analysis in this study by using data reduction ,data display and draw conclusions . The results of this study indicate that : ( 1 ) leadership principals MTsN Rukoh Banda Aceh in improving teachers' commitment through regular activities in accordance with the empowerment of the field ( 2 ) principals MTsN Rukoh Banda Aceh using a democratic style , and the efforts made by the school head can be seen with their teachers prepare a work plan , implement KKG , supervision / classroom visits , helping to propose promotions , rewards , and pay attention to the needs of teachers . ( 3 ) the principal MTsN Rukoh Banda Aceh have a bottleneck in improving the discipline of school teachers . This is commonly seen with the work ethic of teachers who are still weak , different educational backgrounds , so the lack of control of orderly administration , teachers and the administration both class administrationKeywords: Leadership and Teacher Performance .Abstrak: Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan Manajer yang mengorganizir dengan menggunakan prinsif Team Work, yang diberi kepercayaan lembaga untuk memimpin, seluruh sumberdaya sekolah dengan mempengaruhi, memotivasi kerja, mengajak, mengatur, menggerakkan dan mengarahkan demi tercapainya tujuan sekolah. Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penentu peningkatan kedisiplinan. Kemampuan guru dalam meningkatkan kedisiplinan terutama dalam melaksanakan tugasnya dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran yang jelas tentang: (1) Program kerja kepala sekolah MTsN Rukoh dalam meningkatkan motivasi kinerja guru, (2) Pelaksanaan program kepala sekolah MTsN Rukoh dalam memotivasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif, (3) Cara kepala sekolah MTsN Rukoh untuk mengevaluasi program kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MTsN Rukoh Banda Aceh.Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepemipinan kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh dalam meningkatkan komitmen guru melalui pemberdayaan kegiatan rutin sesuai dengan bidangnya (2) kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh menggunakan gaya yang demokratis, dan upaya yang dilakukan kepala sekolah bisa dilihat dengan adanya menyusun rencana kerja guru, melaksanakan KKG, supervisi/kunjungan kelas, membantu dalam pengusulan kenaikan pangkat, memberi penghargaan, dan memperhatikan kebutuhan guru. (3) kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh memiliki hambatan dalam meningkatkan kedisiplinan guru disekolah. Hal ini biasa dilihat dengan adanya etos kerja guru yang masih lemah , latar belakang pendidikan berbeda, sehingga kurang menguasai tertib administrasi, baik administrasi guru maupun administrasi kelas.Kata Kunci : Kepemimpinan dan Kinerja Guru
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI LAM URA KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: The purpose of this study was to determine the program, implementation, follow-up and the obstacles faced by principals in the implementation of academic supervision in improving the professional competence of teachers. This study used descriptive qualitative approach. The technique of data collection used were observation, interviews, and documentation. Subjects of study were principals, vice-principals, teachers and supervisors. Data were analyzed with data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results showed that: 1) Programs are arranged at the beginning of each school year based on the results of the follow-up implementation of supervision in the previous year based on the instructions given by the Department of Education. Teachers were not fully involved in setting the programs and it was planned twice in one semester. 2) Implementation of supervision begins with socialization activities for teachers and pre-observation meeting. Supervision activities were carried out by providing guidance and direction on the preparation of learning tools, learning implementation and evaluation of learning through meetings, discussions, individual meetings and classroom observations. Principal recorded all activities on a classroom observation on instrument sheet that will be used as input and consideration for guidance in improving teachers' professional competence. 3) Follow-up is done through discussions between principals and teachers to provide feedback from the results of classroom observation. Results of follow-up were concluded with concrete steps contextually as a way out of the problems faced by teachers in the learning process and as an improvement in the future to improve the quality of learning. 4) Obstacles faced were the supervision schedule was often shifted, the use of teaching methods were still centered on the teacher, the teacher felt clumsy when supervised and teachers were less active in seeking new information about learning.Keywords: Academic Supervision and Teacher Professional Competence.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya dengan berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Penyusunan program tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak dua kali dalam satu semester. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada guru dan melakukan pertemuan pra observasi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan memberikan bimbingan dan arahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran melalui kegiaran rapat, diskusi, pertemuan individu dan observasi kelas. Kepala sekolah mencatat seluruh kegiatan observasi kelas pada lembar instrumen yang akan dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan untuk pembinaan dalam meningkatkan profesional guru. 3) Tindak lanjut dilakukan melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan dari hasil observasi kelas. Hasil tindak lanjut diakhiri dengan langkah-langkah kongkrit secara kontekstual sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dan sebagai upaya perbaikan pada masa yang akan datang untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. 4) Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah sering bergeser jadwal supervisi, penggunaan metode mengajar masih berpusat pada guru, guru merasa kaku ketika disupervisi dan guru kurang aktif dalam mencari informasi baru tentang pembelajaran.Kata Kunci: Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Gur
PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 4 WIRA BANGSA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT
Abstract: The quality of education will be well implemented if the principal has professionalism so that the principal, with broader and flexible authority, can manage the decision independently. This research aimed to find out program planning, program implementation, and obstacles faced by principal in improving education quality at Wira Bangsa State Senior High School 4 of Meulaboh. This research employed descriptive method with qualitative approach. Data was collected through interview, observation and documentation study. The research subjects were principal, teachers, supervisors, and students. The results showed that: 1) the efforts of principal made in preparing school program, which was accordance with schools vision and mission, was well implemented; 2) The implementation program was aimed to establish the effective school models with the professionalism and empowerment of all school staffs for quality of education improvement program. The principal try to improve teachers performance in order to achieve the effective learning process; and 3) The obstacle in improving quality of education was planning for teachers coaching was not achieved the expected target because of unavailable time, facilities, and staffs that primarily concerned in teachers educational principles. Besides, the teachers are not active in Teacher Discussion activities, seminars, coaching and others activities in attempt to improve teachers professionalism competence.Keywords: Professionalism, principal, and education qualityAbstrak: Peningkatan mutu pendidikan akan terwujud jika sekolah dengan potensi yang dimiliki diberi kewenangan yang lebih luas dan fleksibel untuk mengelola secara mandiri melalui keputusan-keputusan yang partisipasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, pengawas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam menyusun program sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah yang dijabarkan dalam tujuan dan dapat dinyatakan sudah berjalan ke arah yang baik; 2) Pelaksanaan program mengarah pada pembentukan sekolah model efektif, yaitu menempatkan profesionalisme dan pemberdayaan semua personil sekolah bagi program peningkatan mutu pendidikan. Upaya kepala sekolah adalah meningkatkan kinerja guru demi keefektifan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru; dan 3) Kendala dalam peningkatan mutu pendidikan antara lain dalam membuat perencanaan untuk pembinaan guru masih belum tercapai sasaran sebagaimana yang diharapkan. Hal ini juga disebabkan karena waktu, sarana dan personil yang tersedia terutama menyangkut dengan penguasaan landasan kependidikan guru-guru. Kendala lain, dalam peningkatan kinerja guru, kurangnya pelatihan bagi guru-guru, tidak aktifnya sebagian guru dalam kegiatan MGMP, seminar dan kegiatan peningkatan profesi keguruan yang mampu meningkatkan kompetensi profesional guru.Kata Kunci: Profesionalisme, Kepala Sekolah, dan Mutu Pendidika
PEMBELAJARAN PADA MIN MESJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH
Abstraction: The teacher performance is the result of works done by a teacher, both in quality and quantity in implementing tasks in accordance with his or her responsibilities and authorities based on work standards that have been set. The objective of this research was to determine the ability and accuracy, quality, initiative, and obstacles faced by the teachers in improving the learning process at Islamic Elementary School (MIN) of Mesjid Raya Baiturrahman of Banda Aceh. This research qualitative approach. The techniques of data collection used in this research were interview, observation, and documentation. The research subjects were the principal, teachers, and students. The results of the research showed that: 1) the ability of teachers in preparing Lesson Plan already available, as shown when the teachers did not feel confused and have difficulties any longer because all teaching materials had been prepared in accordance with the competence formulated clearly and concretely. However, the learning process had not been entirely successful because some teachers had not used correctly the lesson Plan; 2) the quality and initiative of the teachers in the learning process shown was still not good such as the Lesson Plans made by the teachers had not been meet the quality standards, furthermore the teachers lack the skills to ask open-ended questions, but closed-ended question that had been given frequently to the students, this was because the lack of mastery of broader teaching materials. This condition made some students difficult to develop their critical thinking, imagination and deep analysis in learning, thus it was viewed from the improvement of students learning achievement has not improved significantly because all teachers were just preparing all the demands of the learning process; and 3) the obstacles found by the principal in improving the teachers performance were: lack of the availability of funds to train the teachers at out of hours of work, still have few teachers who were less active and the result of the training which did not influence the colleagues, thus this condition affected the improvement of the teachers performance in carrying out the learning.Keywords: The Performance of Teacher, Learning Process, and MIN Mesjid RayaAbstak: Kinerja guru dalam proses pembelajaran adalah hasil kerja seorang guru, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya berdasarkan standar kinerja yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: kemampuan dan ketepatan, kualitas, inisiatif, dan kendala guru dalam meningkatkan proses pembelajaran pada MIN Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan guru-guru dalam membuat RPP di sekolah sudah ada, sebagaimana terlihat saat melakukan proses pembelajaran guru merasa tidak bingung dan kesulitan lagi, karena semua bahan ajar sudah disiapkan, sesuai dengan kompetensi yang dirumuskan secara jelas dan konkrit. Namun demikian, proses pembelajaran belum sepenuhnya sukses, karena masih ada sebahagian guru yang belum tepat menggunakan RPP pada saat proses pembelajaran berlangsung; (2) Kualitas dan inisiatif guru dalam proses pembelajaran terlihat masih masih belum baik, seperti Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru belum semuanya berkualitas, kemudian guru kurang memiliki keterampilan bertanya dengan pertanyaan terbuka terhadap siswa, dimana pertanyaan yang sering diberikan guru adalah pertanyaan tertutup, karena kurangnya menguasai bahan ajar yang lebih luas. Kondisi ini membuat sebahagian siswa kurang dapat mengembangkan daya pikir, imajinasi dan analisis yang tinggi dalam belajar, sehingga dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa belum mengalami peningkatan yang signifikan, karena guru hanya mempersiapkan semua tuntutan proses pembelajaran; dan (3) Kendala yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru antara lain: kurang tersedianya dana untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada sebagian kecil guru kurang aktif dan hasil penataran belum mampu mengimbas kepada temannya, guru juga masih kurang dalam penguasaan landasan kependidikan, sehingga hal ini berdampak terhadap peningkatan kinerja dalam melaksanakan pembelajaran.Kata Kunci: Kinerja Guru, Proses Pembelajaran, dan MIN Mesjid Ray
KORELASI KINERJA DAN MOTIVASI KERJA GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA SMA NEGERI KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE
Abstract: Performance and teachers motivation is two of the factors to enhance students achievement.The purpose of this study was to determine the correlation of performance, teachers work motivation and students' achievement in senior high schools (SMA) of Sigli Pidie Regency.This research method of this studywas descriptive method with quantitative approach.The population and sample in thissudywere the teachers teaching social science as many as 36 respondents and 102 students.The data were collected by using a questionnaire and analyzed by using t-test for both variables and test of the median extension to three variables.The Results of the analysis of t-test showed that the performance variable (X1)simultaneously correlated (correlation) significantly with students achievement at SMA of Sigli, Pidie Regency, and work motivation of teachers (X2)simultaneously correlated (correlation) significantly with students achievement at SMA of Sigli,Pidie Regency,and performance variables (X1)and work motivation of teachers (X2)simultaneously correlated (correlation)significantly with students achievement at SMA ofSigli,Pidie regency because Chi-Square of count was greater than the Chi-Square of tables (4.81 3,841).Keywords: Performance, Teachers Work Motivation and Students AchievementAbstrak: Kinerja dan motivasi kerja guru merupakan salah satu faktor terwujudnya prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi kinerja dan motivasi kerja guru dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru bidang studi IPS yaitu sebanyak 36 orang dan siswa sebanyak 102 Orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan uji t-test untuk kedua variabel dan test median extension untuk ketiga variabel. Hasil analisis uji t-test menunjukkan bahwa variabel kinerja (X1) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) yang signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie, dan variabel motivasi kerja guru (X2) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) secara signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie serta variabel kinerja (X1) dan motivasi kerja guru (X2) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) yang signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie karena Chi Kuadrat hitung lebih besar dari Chi Kuadrat tabel (4,813,841).Kata Kunci : Kinerja, Motivasi Kerja Guru dan Prestasi Belajar Sisw
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA GURU DI TAMAN KANAK-KANAK UPTD KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE.
Abstract: This study aims to determine of work programof teachingsupervision, implementationsupervisionof teaching, andthe principalconstraintsin implementation ofthe teachingsupervision. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The results showed that: (1) Style of principal leadership in improving job satisfaction of teachers (2) Strategy pricipals in improving job satisfaction and (3) Constraints faced by principals in improving job satisfaction of teachers, among others: (a) the principal has not fully have the mindset intact as a leader of the institution/organization and so it is not appropriate to use the style of leadership, (b) the teachers have not fully understand and internalize its performance in the learning process so that the impact to job satisfaction, means a game which is owned by the school so that the activity of children's play is not controlled, and (c) the lack of facilities and teaching materials that are owned by the school so that learning takes place following the rules laid down by foundations and impact to the job satisfaction of teachers..Keywords: Leadership Style and Job Satisfaction of Teachers.Abstrak: Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh sejumlah orang memberi pengaruh yang signifikan terhadap prseoramgan atau kelompok, sehimgga dengan penuh kesadaran orang-orang tersebut mengikuti apa-apa yang diinginkan pemimoin dalam mencapai tujuan. Adapun kepuasan kerja selalu menjadi ukuran terhadap diri seseorang atau kelompok terhadap prestasi kerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui (1)Gaya kepemimpinan keala sekolah,(2) strategi kepala sekolah dan (3) kendala yang dihadapai kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru pada Taman Kanak-Kanak UPTD Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif denf\gan tekhnik pengumpulan data melalui observasi wawancaradan study dokumtasi dengan subjek peneliutian kepala sekolah da guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa: a. gaya kepemimpian kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru memiliki beberapa perbedaan. b. para guru belum sepenuhm\nya memahami proses pembelajaran sehingga berdampak kepada kepuasan kerja. c. sedikitnya bahan ajar yang dimilii sekolah sehingga pembelajaran berlangsung mengikuti aturan yang diterapkan oleh yayasan.Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Guru
MANAJEMEN PENDIDIKAN DAYAH NURUL KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN
Abstract: Abstract: is a science that is needed in organizing education, both for general education and Islamic education. The purpose of this study was to find out the description of education management in Nurul Huda Islamic Boarding School of Peudada District that related on the program management, the learning, the students, the facilities, the relationship with the community, and the teachers. This study used qualitative method. Techniques of data collection used were observation, interview, and documentation study. The information and the data were analyzed correctly and properly in order to be able to be interpreted, so that they had meaning in each indication. The subjects of the study were the principal and three teachers of Nurul Huda Islamic Boarding School of Peudada District. The results of the study showed that Nurul Huda Islamic Boarding School has carrying out religious activities like other Islamic boarding schools. However, its implementation was not optimal and needed improvement in some things. The students had to be handled better and the facilities had to be more organized. As the follow-up, there were some recommendations that needed to be conveyed to the principal especially those that related on the teachers quality as the main factor in improving the quality of students.Keywords: Management and EducationAbstrak: Manajemen adalah ilmu yang diperlukan dalam pengelolaan pendidikan, baik pendidikan umum atau dalam pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari bidang manajemen pendidikan di Dayah Nurul Huda Kecamatan Peudada yang berhubungan dengan manajemen program, pembelajaran, santri, fasilitas, hubungan masyarakat, dan guru pengajian. Penulis menggunakan metode kualitatif di dalam penelitian ini. Teknik yang penulis gunakan dalam mengumpul data adalah observasi, wawancara, dan studi dukumentasi. Informasi dan data dianalisa secara tepat dan sesuai, untuk di interpretasi sehingga bisa berarti dari setiap gejala yang terjadi. Subjek penelitian adalah pimpinan dayah, dan tiga guru pengajian dari Pasanteren Nurul Huda Kecamatan Peudada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasantren Nulul Huda Peuadada telah menjalankan kegiatan- kegiatan keagamaan sebagaimana Dayah lainnya, tetapi pelaksanaannya belum optimal dan masih memerlukan peningkatan dan perbaikan dalam beberapa hal. Dalam aspek santri, perlu penaganan yang lebih baik, dan pengaturan fasilitas yang lebih teratur. Sebagai tindakan lebih lanjut, ada beberapa rekomendasi yang perlu disampaikan kepada pimpinan Dayah untuk di tindak- lanjuti terutama sekali yang berhubungan dengan tenaga guru pengajian sebagai faktor utama untuk peningkatan kualitas santri dari Pasantren Nurul Huda Kecamatan Peudada. Kata Kunci: Managemen dan Pendidika
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MESJID RAYA ACEH BESAR
Abstract: This study aims to determine ofplanning, implementation, and assessment of curriculum in improving student achievement in High School 1 Mesjid Raya Aceh Besar. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice-principals, and teachers. The results showed that:(1) learning management planning is done by the teachers to prepare a number of needs of learners with regard to the development of science, technology, and art as a whole and sustainable; (2) The implementation of learning management is done with the purpose of formulating the subjects to be taught, to set standards of competence, basic competence to formulate, determine teaching materials in the form of subject and sub-subject, teaching and learning strategies, instructional media, learning activities, evaluation techniques, allocation time, and learning resources; and (3) management of the learning is done through evaluation of mastery learning materials at the beginning of each meeting which aims to determine the students' understanding of and insight into the material that is being and has been delivered, then adapted to the learning needsKeywords: Learning Management, Educational of School Level Curriculum, and Learning AchievementAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian KTSP dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Mesjid Raya Aceh Besar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi.Sedangkan subjek penelitian adalah kepalasekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan manajemen pembelajaran dilakukan oleh guru-guru dengan mempersiapkan sejumlah kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara menyeluruh dan berkesinambungan; (2) Pelaksanaan manajemen pembelajaran dilakukan dengan merumuskan tujuan mata pelajaran yang akan diajarkan, menetapkan standar kompetensi, merumuskan kompetensi dasar, menentukan materi ajar dalam bentuk pokok bahasan dan sub pokok bahasan, strategi belajar mengajar, media pembelajaran, kegiatan pembelajaran, tehnik evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar; dan (3) Penilaian manajemen pembelajaran dilakukan melalui kegiatan evaluasi terhadap penguasaan materi pembelajaran pada setiap awal pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan wawasan siswa/i terhadap materi yang sedang dan sudah disampaikan, selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.Kata kunci : Manajemen Pembelajaran, KTSP, dan Prestasi Belaja
PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH
Abstract : This study aimed to determine source of financing, planning, implementation and monitoring of education financing at State Junior High School No. 19 Percontohan (Pilot School) of Banda Aceh. This study used descriptive method with qualitative approach. The subjects of the study were the principal, vice principal, treasurer, teachers and school committees. The techniques used to collect the data were interviews, observation, and documentation. The results showed that: (1) Sources of financing for education were from the state budget, City budget, families, and society; (2) Financial planning of education or RAPBS was done by: that the principal directed vice principal, treasurer and school committee considered the input and output elements; (3) The implementation of education financing included: financing the disadvantaged students, pay honorariums of casual teachers, professional development (training), building maintenance, bought the tools of lessons, sports, arts, finance daily test of general and school, remedial, enrichment and procurement of mobile; and (4) Monitoring education financing was done by Inspectorate Team in Banda Aceh, the School Committee and functional supervision by the regional Inspectorate. The disadvantage was that in the financial planning of education had not been able to accommodate a variety of conditions and background of the students; not all teachers and donors were involved. Besides, the society is less concerned about the education financing that has been presented on the billboard.Keywords: management, finance, and educationAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber pembiayaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sumber pembiayaan pendidikan berasal dari APBN, APBK, keluarga, dan masyarakat; (2) Perencanaan pembiayaan pendidikan atau RAPBS dilakukan dengan menggunakan: a) Logika, proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan, b) Menetapkan mekanisme feed back yang memberitahukan kemajuan peserta didik, dan menunjukkan perubahan-perubahan yang diperlukan, c) Menggunakan langkah yang jelas, mudah dikomunikasikan dan dipahami oleh orang lain, d) Mengidentifikasi masalah berdasarkan kebutuhan, e) Menentukan syarat-syarat dan alternatif pemecahannya, f) Melaksanakan strategi yang telah dipilih, g) Menentukan efektivitas hasilnya dengan jalan mengadakan evaluasi, h) Mengadakan revisi setiap langkah dan proses yang dilakukan; (3) Pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi: pembiayaan siswa kurang mampu, membayar honor GTT, pengembangan profesi (pelatihan), perawatan gedung, membeli alat-alat pelajaran, olahraga, kesenian, membiayai ulangan harian/umum dan sekolah, remedial, pengayaan dan pengadaan mobiler; dan (4) Pengawasan pembiayaan dilakukan secara melekat oleh Tim Inspektorat Kota Banda Aceh, Komite Sekolah dan pengawasan fungsional oleh Bawasda. Kelemahan dalam perencanaan pembiayaan pendidikan adalah belum dapat mengakomodasi berbagai kondisi dan latar belakang siswa, tidak semua guru, donatur dilibatkan, dan masyarakat kurang peduli terhadap pembiayaan pendidikan yang telah dipaparkan di papan pengumuman.Kata kunci: pengelolaan, pembiayaan, dan pendidika