Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN
ABSTRAK
Kesehatan ibu hamil adalah salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan dalam siklus kehidupan seorang perempuan. Kondisi terjadinya kematian ibu dapat dipengaruhi pula oleh kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai komplikasi atau penyulit pada masa kehamilan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen Tahun 2011.Jenis penelitian menggunakan metode analitik rancangan survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen melibatkan 53 responden yang dilakukan pada tanggal 25 Mei -25 Juni 2011. Data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data primer dengan mengukur pengetahuan dengan menggunakan kuesioner data diolah menggunakan langkah editing, coding, tabulating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi subjek penelitian berdasarkan umur sebagaian besar umur 20-35 tahun 38 responden (71,69%), pendidikan sebagian besar SMA 28 responden (52,83%), paritas sebagian besar primipara 23 responden (43,30%), Dan 29 responden dengan tingkat pengetahuan baik (54,7%). Sedangkan pada analisa bivariat menggunakan chi-square ditunjukkan dengan perhitungan statistik antara umur dengan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 13,873 > X2 tabel 5,591 dan P value 0,001 dengan df = 2 artinya mempunyai hubungan yang signifikan Perhitungan statistic antara pendidikan dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 19,428 >X2 tabel 9,448 dan P value 0,001 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Perhitungan statistic antara paritas dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 10,027 > X2 tabel 9,448 dan P value 0,040 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Simpulan hasil penelitian terdapat hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen
STUDI ANALISA PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI INTERVENSI NON FARMAKOLOGI DALAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA DALAM SUDUT PANDANG KEPERAWATAN
ABSTRAK
Usia remaja merupakan usia dimana seseorang mengalami perkembanagn khususnya pada organ reproduksi. Pada masa remaja, wanita akan mengalami menstruasi. Pada saat wanita mengalami menstruasi mereka sering mengeluh nyeri. Nyeri haid sering disebut dismenore. Gunawan (2002) mengemukakan nyeri haid pada 27,6 % responden memerlukan obat dengan sebagian aktivitas terganggu, Mengkonsumsi obat dalam frekuensi yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi organ tubuh. Tindakan non farmakologis yaitu dengan pemanfaatan bahan herbal. Air kelapa dikatakan dapat mengurangi rasa nyeri saat haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan air kelapa sebagai terapi non farmakologis dalam mengurangi nyeri haid pada remaja dalam sudut pandang keeperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara dan studi literatur. Hasil yang didapatkan adalah bahwa intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Air kelapa mengandung elektrolit dan mineral. Cairan dan darah yang keluar dapat digantikan oleh elektrolit dan asam folat yang terkandung dalam air kelapa. Elektrolit bermanfaat untuk mencegah dehidrasi. Asam folat membantu dalam proses produksi sel darah merah. Nyeri haid diakibatkan oleh ketidakseimbangan kadar prostaglandin. Belum terdapat literatur yang menuliskan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Kesimpulan dari studi yang telah dilakuan adalah intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Belum ada sumber yang menyatakan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Nyeri haid berkurang karena efek sekunder dari peran elektrolit dan asam folat.
ABSTRACT
Adolesence is age where someone having development of reproduction organ. Female will start have menstruation in adolesence. When being in period, female complains pain. Menstruation pain is usually named dismenorre. Gunawan (2002) wrote that dismenorre to 27,6 % respondents need medicine while disturbance activity. Consuming medecine in high intensity can cause disturbance to body organ function. Non farmacology intervension is by using herbal materials. Coconut water said capable to relief dismenorre. This research lead to identify using of coconut water as non farmacology intervention in reducing dismenorre in nursing point of view. The methods was interview and study literature. The result showed that non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. It contained minerals and electrolyts. Wasting bBlood and fluid could be recharged by electrolyts ang folic acid. Electrolyts prevented dehydration. Folic acid helped red blood cell production. Dismenorre was caused by unstabil prostaglandin. No written literature showed analgesic substance in coconut water.The conclusion is non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. No written literature showed analgesic substance in coconut water. Dismenorre was relieved by folic acid and electrolyts
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN KEPRIBADIAN ANAK
ABSTRAK
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Kepribadian adalah organisasi sikap – sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. Dilihat dari sisi psikologis, masing-masing material golongan darah menumbuhkan perbedaan pada pembentukan perasaan dan tubuh kita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara golongan darah dengan kepribadian anak. Strategi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan secara cross sectional. Distribusi responden menurut golongan darah menunjukkan sebagian besar responden memiliki golongan darah B, yaitu sebanyak 13 responden (39%), selanjutnya golongan darah O sebanyak 11 responden (33%), golongan darah A sebanyak 6 responden (18%), dan AB sebanyak 3 responden (9%). Distribusi responden menurut tipe kepribadian sebagian besar adalah sanguinis yaitu sebanyak 16 responden (49%), selanjutnya koleris dan phlegmatis masing-masing sebanyak 7 responden (21%), dan melankolis sebanyak 3 responden (9%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan golongan darah terhadap kepribadian ana
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN KLIEN HIPERTENSI DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI PUSKESMAS GONDANGREJO KARANGANYAR
ABSTRAK
Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease atau pembunuh diam-diam, karena pada umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan sangat diperlukan untuk mendeteksi dini terjadinya penyakit hipertensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, diantaranya adalah pendidikan, pengetahuan serta motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pendidikan, pengetahuan, serta motivasi dengan kepatuhan klien hipertensi dalam menjalankan pengobatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan deskripsi kolerasi. Pendekatan yang digunakan adalah desain cross sectional dan uji statistik chi Square. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah klien hipertesi yang melakukan kunjungan di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar selama 02 Juli – 01 September 2011 dan berusia minimal 20 tahun. Teknik sampling berupa simple random sampling dan didapatkan umlah sampel sebanyak 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden mayoritas berpendidikan tinggi sebesar 37,3%, berpengetahuan tinggi sebesar 62,7 %, yang memiliki motivasi tinggi sebesar 84.0%, serta patuh dalam menjalani pengobatan sebesar 78 ,7%. Analisa uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, begitu juga antara tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,05).
ABSTRACT
The hypertension related disease is often called by silent disease, because Generally the patient does not realize whether he has got this disease before he checks his blood tension. The compliance during the medication is very needed to defect the occurrence of early hypertension disease. Some factors that influence the hypertension client during the medication are the education, knowledge, and motivation. The objective of this research is to know the relation between the education, knowledge, and motivation with the compliance of the hypertension patient during the medication. The research was a quantitstive research of non experimental with correlation description. The approach used in this research was cross sectional design and statistical analysis applied was Chi-Square. The research samples were the client with hypertension who visited to the Puskesmas Gondangrejo Karanganyar during 02 Juli – 01 September 2011 and had minimum up to 20 years old. The sampling technique used was the simple random sampling and the amount of sample was 75 clients.The results of the research indicate that from 75 majority respondents that had high education was 37,3 %, had high knowledge was 62,7 %, and had high motivation was 84.0%, and the obedient during the medication was 78,7 %. Statistical analysis showed that there was a significant correlations between client education level and the compliance level of hypertensions client during the medications, as well as between client knowledge level and the compliance level, and also between client motivatios level and the compliance level of hypertensions client during the medications sained p value of less than 0.05
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA
ABSTRACT
Based on case studies that researchers do in the Prodi DIII Midwifery Stikes Kusuma Husada Surakarta student achievement in all courses for the academic year 2010/2011 there are still many who have not graduated and do remidiasi in students who score less than the limit of graduation. Independence of learning are indispensable for the success of learning process, as well as the utilization of learning resources on campus are very supportive of students to achieve good performance. This becomes an evaluation for faculty to find the cause. This study aims to analyze the relationship utilization of learning resources and independence of learning with learning achievement in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. This research is a quantitative analytical approach crossectional. Implementation research in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. Sample of 140 female students who used the technique random disproportionate stratified sampling. The instrument used is the questionnaire. Analysis of data using corelasi product moment and multiple linear regression. The results of multiple linear regression in getting that student learning achievement Prodi DIII Midwifery Kusuma Husada Surakarta 40.8% influenced by the utilization of learning resources and learning independence, while the rest is influenced by other factors.. That there is a relationship utilization of learning resources and independence of learning with student learning achievement. Suggestions for institutional independence is expected to instill character study at universities in the scope of Prodi D III Midwifery kusuma Husada Surakarta
PERBEDAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN CERAMAH DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM RANGKA PENCEGAHAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 SURAKARTA
ABSTRAK
Kasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penularan AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 45,9% dari 28.041 kasus AIDS sampai dengan bulan September 2011. HIV akan berkembang menjadi AIDS antara 5-10 tahun, artinya HIV sudah menulari kaum muda 5-10 tahun sebelum usia 20-29 tahun atau pada usia yang sangat muda. Hal ini menunjukkan bahwa remaja sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketidaktahuan mengenai bagaimana HIV ditularkan dan bagaimana cara menghindari infeksi menyebabkan remaja rentan untuk terinfeksi HIV/ AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS serta untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta yang berjumlah 204 siswa(6 kelas). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh 2 kelas yang kemudian digunakan sebagai kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Cara pengumpulan data dengan metode kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji beda (Independent t-test). Hasil dari penelitian ini dengan uji beda (Independent t-test) adalah ada perbedaan rerata skor pengetahuan dan sikap yang signifikan antara kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan leaflet lebih baik daripada dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS.
ABSTRACT
Cases of HIV/AIDS in Indonesia is increasing from year to year. Transmission of AIDS were reported in the age group 20-29 years which is about 45.9% of 28 041 AIDS cases until September 2011. HIV will develop AIDS between 5-10 years, which means that HIV has infected young people 5-10 years before the age of 20-29 years or at a very young age. This suggests that adolescents are particularly vulnerable to HIV/AIDS. Ignorance about how HIV is transmitted and how to avoid infection causes adolescents vulnerable to HIV/AIDS. This study aims to analyze the differences in health education with lecture and leaflets on knowledge about HIV/AIDS as well as to analyze the differences in health education with lecture and leaflet on attitudes in the prevention of HIV/AIDS. This study is a kind of quasi-experimental studies, the design of pre test-post test group design. The population in this study is a class XI student SMAN 4 Surakarta, amounting to 204 students (sixth grade). Sampling was conducted by random cluster sampling technique to obtain two classes are then used as group lectures and leaflets groups. Ways of collecting data by questionnaire method. The results were analyzed by using a different test (Independent t-test). The results of this study with a different test (Independent t-test) are there differences in mean scores of knowledge and attitudes of significant between group lectures and leaflets groups. Based on the research results can be concluded that health education leaflets better than a lecture on improving knowledge and attitudes in the context of HIV/AIDS prevention
Hubungan Pengetahuan Laktasi dengan Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta
ABSTRAKPermasalahan laktasi pada masa antenatal dan postnatal pada umumnya karena kurangnya informasi pada perawatan payudara. Selain itu pada masa postnatal ibu tidak segera menyusui dengan berbagai alasan, misalnya karena ASI belum keluar. Oleh karena itu perlu mengetahui hubungan antara pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta.Jenis penelitian analitik observasional, menggunakan pendekatan cross sectional.Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang bersalin di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta pada bulan April-Juni 2008. sampel yang diambil sebanyak 40 orang. Analisa data univariat untuk mengetahui karakteristik responden. Analisa bivariat untuk mengetahui hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara menggunakan teknik Korelasi Product Moment.Hasil penelitian ada hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta, dengan hasil perhitungan nilai korelasi (r*y) sebesar 0,665 > (rmb = 0,403) dari a = 0,01(1%).Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta. Hubungan tersebut termasuk kategori hubungan sedang.Kata Kunci: Pengetahuan, Laktasi, Perawatan Payudara, MenyusuiABSTRACTLactation problems during antenatal and postnatal care in general due to the lack of information on breast care. Also during the immediate postnatal mothers do not breastfeed for various reasons, such as breast milk has not come out. Therefore it is necessary to know the relationship between knowledge of lactation with a breast care at the maternity hospital Seger Sane Surakarta. The research objective to determine the relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in breastfeeding mothers at maternity hospital Seger Sane Surakarta. This type of observational analytic studies, using sectional.Subyek approch this study were all breastfeeding mothers in the maternity hospital maternity Seger Sane Surakarta in April-June 2008. samples taken as many as 40 people. Univariate data analysis to determine the characteristics of respondents. Bivariate analysis to determine the relationship of knowledge lactating breast treatment using Product Moment Correlation technique.The results there is a relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in nursing mothers at the maternity hospital Seger Sane Surakarta, with the calculated value of the correlation (rxy) of 0.665> (rtab = 0.403) of a = 0.01 (1%).Conclusion there is a significant association between the relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in nursing mothers at the maternity hospital Seger Sane Surakarta. These relationships include the relationship categories are.Keywords: Knowledge, Lactation, Breast Care, Breastfeedin
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Perawat dalam Upaya Pencegahan Dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten
AbstrakDekubitus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, semakin tinggi angka kejadian pasien dengan dekubitus mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan, karenanya perlu adanya upaya dalam pencegahan sejak dini yang merupakan tanggung jawab utama perawat. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dengan perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode diskriptif korelatif. Tempat penelitian di ruang Anggrek, Arundati, Sawitri Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana yang sedang memberikan asuhan keperawatan pada pasien tirah baring sebanyak 30 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Teknik analisa data dengan menggunakan chi squere. Hasil penelitian menunjukan nilai analisis bivariat dengan rumus chi square bahwa tingkat pengetahuan tidak mempunyai hubungan dengan perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dengan nilai p=0,077 (p< 0,05) sedangkan sikap mempunyai hubungan yang signifikan yaitu semakin baik sikap perawat maka semakin baik perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dimana nilai p=0,008 (p< 0,05) dan niali uji hipotesis searah kendall\u27s tau sebesar 0,544.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan , Sikap, Perilaku Pencegahan DekubitusAbstractDecubitus is one of the hospital servicing quality indicators. When the patient is getting higher to decubitus, it means that the nursing service is getting lower. So, it is needed ari effort to prevent as soon as possible, especially as the nurses responsibility. This research aims to know the relation of the attitude and knowledge level with the effort of preventing the decubitus in Cakra Husada Hospital in Klaten. It is a non experimental quantitative research using the correlative descriptive method. It taken from Anggrek, Arundati, and Sawitri rooms in Cakra Husada Hospital Klaten. The subject of the research are the nurses who are doing the treatment of thirty patients who have to have bedrest. The data is collected by using questioner and observation. It is used chi square technic. The result shows that the bivariat analyses and the chi square do not have relation between the knowledge level and the nurses\u27 attitude in preventing the decubitus, with p= 0,077 (p<0,05), while the attitude has the significant relation. It is when the attitude of the nurses is getting better. It can make the nurses attitude is getting better too on preventing the decubitus with p= 0,008 (p<0,05) and the hypothesis approximately same with Kendall\u27s tau it is 0,544.Keyword: Level of Knowledge, Attitude, The Effort Preventing Of Decubitu
Pengaruh Pemberian Rangsangan Puting Susu dengan Pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III Terhadap Waktu Kelahiran Plasenta di Kota Surakarta
AbstrakPerdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia, dan umumnya perdarahan berlangsung setelah, persalinan. Penyebab terbanyak dari perdarahan pasca persalinan tersebut yaitu 50-60% karena kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus. Tidak adanya kontraksi uterus (atonia uteri) juga dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan, sehinggga kelahiran plasenta teijadi lebih lambat dan memperbanyak jumlah perdarahan. Pemberian rangsangan puting susu dengan pemlinan dapat mempengaruhi hipotalamus agar mengeluarkan hormon oksitosin yang akan mempercepat kontraksi uterus sehingga mengurangi perdarahan post partum. Untuk mengetahui pengaruh pemberian rangsangan puting susu dengan pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III terhadap waktu kelahiran plasenta. Jenis Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian After Only With Control Design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Surakarta dan BPS Suratini Surakarta. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 56 ibu bersalin, 28 orang sebagai kelompok perlakuan dan 28 orang sebagai kelompok kontrol. Pengolahan dan analisa data menggunakan komputer program SPSS dengan jenis One sample t- test. Terdapat pengaruh yang signifikan waktu kelahiran plasenta pada pertolongan persalinan kala III yang menggunakan MAK III dengan pemilinan jika dibandingkan dengan MAK III tanpa pemilinan, perbedaan waktunya 2.582 menit lebih cepat dari kelahiran plasenta yang menggunakan MAK III dengan pemilinan puting susu. Persalinan kala III yang menerapkan Manajemen Aktif Kala III dengan pemilinan menunjukkan pengaruh yang signifikan dimana p< 0.05 ( p 0.00; beda mean; 2.582). Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini adalah ditolak yaitu pemberian rangsangan puting susu pada Manajemen Aktif Kala III dan pemilinan berpengaruh secara signifikan terhadap Waktu kelahiran plasentanya dibandingkan dengan waktu kelahiran plasenta pada Manajemen Aktif Kala III tanpa pemilinan.Kata Kunci: Rangsangan puting susu deng an pemilinan, waktu kelahiran plasentaAbstractBleeding is the first problem that causes the death rate in Indonesia, In generally, bleeding happened after the child birth. The most highest problem of child birth that causes bleeding is 50-60%, it is happened because of the mother weakness or no uterus contractions {atonia uteri}. No uterus contractions happened because of the bad carrying in the third child birth, and the placenta birth happened so slowly, it made the bleedings. To give stimulation nipple can influence hipotalamus to take out ocytocin hormon to increase uterus constraction so that reducing post partum bleeding. The goal of the resarch is to know and to understand the influence to give stimulation nipple with the twine for the third active management of the long term of placenta birth. This research is Quasy Experiment with the research design After Only Control Design, the research held in Rumah Sakit Daerah {RSD} Surakarta and BPS Suratini Surakarta. The sample of experiment research are 56 respondes (mothers) , 28 person as an object and 28 person as a control. The cultivating and analysing the data by using the computer especially SPSS with one sample test. There are the signficant influence of the long term of placenta birth in the third birthing by using The third active Management and the twine of the nipple that compare with the Third active management without twine the nipple, the difference is about 2.582 minutes faster then the placenta birth by using the third active management with twine the nipple.The Child Birth by using the third Active Management with twine the nipple showed the significant influence p<0.05 (p 0.00; mean ; 2.582 ). Base on the data the hypothesis of the research is refused, this is The giving nipple stimulation in the third active management and twine nipple having a significant influence the long term placenta birth with the long term placenta birth in the third active management without twine the nipple.Key words: The stimulation by using the twine of the nipple, the term of placenta birth
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang
ABSTRAKPemberian ASI eksklusif sangat diperlukan sampai bayi berusia 6 bulan. Namun sampai sekarang hanya sekitar 13% ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang. Faktor yang diidentifikasi antara lain usia ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, pengetahuan ibu, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan dan sosial budaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non experimental yaitu explanatory research dengan pendekatan cross sectional dan metode survey analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 80 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji C/w\u27 Square untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif dan regresi logistik digunakan untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Uji statistik \u27 menunjukkan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi dan dukungan petugas kesehatan. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah ststus pekerjaan dengan p=0,008 dan OR=4,137 yang menandakan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang memberikan ASI ekskusif pada bayinya 4 kali dibanding ibu yang bekerja. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, dukungan petugas kesehatan dan faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan.Kata kunci: ASI eksklusif, ibu menyusuiABSTRACTThe exclusive breastfeeding (ASI exclusive) is highly recomended until six month life of infant. But until now the performance wals only aboud 13% mothers practiced exclusive the breast-feeding for their baby. The purpose of this research was to leam Influencing factors to the ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Identified factors were mother\u27s age, mother\u27s education level, occupational status, birth order of baby, mother\u27s knowledge, husband\u27s support, healthcare support and socio cultural. This research was quantitative non experimental and explanatory research with approached of cross sectional dan survey analitic method. Totally sample 80 respondents who fulfilled criterion of research. It used purposive sampling method. The data obtained were analyzed by Chi Square test to determine factors influencing ASI exclusive and logistic regression analysis was done to determine factors which most influence of ASI exclusive. The result of statistical test showed variabels which significanlly influencing ASI exclusive are mother\u27s age, occupational status, birth order of baby and healthcare support. Logistic regression indicated that factor which most influence of ASI exclusive was occupational status of mother with p=0,008 dan OR=4,137, it mean mothers who not working calmed giving ASI exclusive for their baby were 4 times than mothers who working. Factors that influencing ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang were mother\u27s age, occupational status, birth order of baby and healthcare support and factor which most influence was occupational status of mother.Keywords : exclusive breastfeeding, breastfeed motherÂÂ