Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
    418 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan Primigravida Tentang Kehamilan dengan Kecemasan dalam Menghadapi Kehamilan Trimester 1 di BPS Fathonah WN

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang: Perasaan cemas seringkali menyertai kehamilan terutama pada seorang ibu yang labil jiwanya. Kecemasan ini mencapai klimaksnya nanti pada saat persalinan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa wanita -wanita yang mengalami kecemasan sewaktu hamil akan lebih banyak mengalami persalinan abnormal. Kecemasan terjadi karenanya kurangnya pengetahuan ibu hamil tetang kehamilannya. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti mengambil rumusan masalah adakah hubungan pengetahuan primigravida tentang kehamilan denagn kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1 di BPS Fathonah WN.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan primigravida tentang kehamilan dengan kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1.Metode Penelitian: merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di BPS Fathonah WN. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 37. tehnik pengumpulan data dengan kuesioner dan di analisa dengan menggunakan Spearman Rank.Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan harga t = 4,358 dan nilai r tabel 2,746, karena harga t lebih besar daripada r tabel maka Ho ditolak dan ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan primigravida tentang kehamilan dengan kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1.Kata Kunci: pengetahuan kehamilan, primigravida, kecemasan trimester 1.ABSTRACTBackground: Feelings of anxiety often accompany pregnancy especially on a mother\u27s fragile soul. This anxiety reached its climax later in during childbirth. Several studies have shown that women - women who experience anxiety during pregnancy will be more experienced abnomial deliveries. Anxiety occurs hence the lack of knowledge of pregnant women pregnant neighbor. Based on the background, the researchers took the formulation of the problem is there a relationship of knowledge about pregnancy with anxiety of primigravidae in facing the 1st trimester of pregnancy in BPS Fathonah WN. Research objectives: to determine the relationship of knowledge about pregnancy primigravidae with anxiety in the face of 1st trimester of pregnancy.Research Methods: an observational analytic studies with the cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women in BPS Fathonah WN. Sampling techniques with the purposive sampling as many as 37. techniques of data collection by questionnaire and analyzed using the Spearman Rank. Research Findings: The results obtained price and the value t = 4.358 r 2.746 table, because the price is greater than r t table then Ho is rejected and Ha accepted. Based on these results we can conclude there is a relationship between knowledge about pregnancy primigravidae with anxiety in the face first trimester of pregnancy.Keywords: knowledge of pregnancy, primigravidae, anxiety trimester 1

    Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester IV Program Study D IV Kebidanan Universitas Sebelas Maret

    Get PDF
    ABSTRAKPrestasi belajar yang baik dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor internal dan eksternal. Salah satu yang termasuk dalam faktor internal adalah kemampuan peserta didik untuk menggunakan gaya belajar yang efektif. Sehingga mahasiswa yang tidak menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya akan mengalami hambatan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara gaya belajar dengan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan di kampus Universitas Sebelas Maret. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa D IV Kebidanan Universitas Sebelas Maret yang berjumlah 58 orang. Pengambilan data dilakukan dengan dua metode, metode kuesioner atau angket (tes V-A-K menurut Rita Dunn dan Ken) untuk mengambil data gaya belajar mahasiswa dan metode dokumentasi untuk mengambil data prestasi akademik mahasiswa pengolahan data dilakukan dengan uji chi square untuk mengetahui adanya hubungan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar dan dengan derajat kemaknaan (a) 0,05 dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih banyak memiliki gaya belajar visual dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik yaitu 43,1% dan ada beberapa mahasiswa yang memiliki lebih dari satu gaya belajar yaitu 6,9% memiliki gaya belajar visual-auditorial, 6,9% memiliki gaya belajar visual-kinestetik dan 6,9% memiliki gaya belajar auditorial-kinestetik. Belum semua mahasiswa memiliki prestasi tinggi, 1,7% mahasiswa memiliki prestasi yang tinggi, dan 71,1% mahasiswa memiliki prestasi yang cukup tinggi dan 24,1% mahasiswa memiliki prestasi yang kurang. Setelah dilakukan uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar dengan p < 0,05.Penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar memberikan kontribusi yang bermakna dengan prestasi belajar. Jadi semakin seseorang menyadari gaya belajar dan menggunakan cara-cara yang efisien sesuai dengan gaya belajar maka akan memperoleh prestasi yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat makna disarankan agar setiap mahasiswa menggunakan cara belajar yang sesuai dengan gaya belajar sehingga akan memiliki prestasi yang lebih baik, demikian juga institusi untuk selalu memperhatikan adanya perbedaan individual dalam merancang metode instruksionalnya.Kata kunci: Gaya Belajar, Prestasi Belajar dan Cara Mengajar DosenABSTRACTGood learning achievement is influenced by many factors, including internal and external factors. One of which is included in the internal factor is the ability of learners to use learning styles effectively. So that students who do not use the learning style that suits their learning style will experience obstacles in learning. This study aims to determine the relationship between learning style with learning achievement. The experiment was conducted on the campus of the University Eleven in March. The method used is descriptive analytical cross-sectional approach. The population in this study were students D IV Midwifery University Eleven in March, amounting to 58 people. Data is collected by two methods, questionnaire or questionnaire methods (VAK tests according to Rita and Ken Dunn) to retrieve data of students \u27learning styles and methods of documentation to take students\u27 academic achievement data of data processing performed by chi square test to determine the relationship between learning styles of learning achievement and the degree of significance (a) 0.05 performed with SPSS program. The results showed that more students have a visual learning style compared with the auditory learning style and kinesthetic learning style that is 43.1% and there are some students who have more than one learning style that is 6.9% have a visual-auditory learning style, 6, 9% had a visual-kinesthetic learning styles and 6.9% had auditory-kinesthetic learning styles. Not all students have high achievement, 1.7% of students have high achievement, and 71.1% of students have high achievement and 24.1% of students have less achievement. Having performed statistical tests there is a significant relationship between learning style with learning achievement with p <0.05. Research shows that learning styles make a meaningful contribution to the achievement of learning. So the more one is aware of learning styles and use efficient ways according to the style of learning it will get better performance. Based on research results obtained suggested that the meaning of each student using the appropriate way of learning with learning styles that will have better performance, as well as the institution to always pay attention to the existence of individual différences in designing methods instruksionalnya.Key words: Learning Styles, Achievement Learning and Teaching Lecturer

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pengambilan Keputusan Memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Bidan Praktik Swasta Titik Sri Suparti Boyolali

    No full text
    AbstrakMakin menurunnya peserta Intra Uterine Device (IUD) atau AKDR, dan meningkatnya pengguna pil dan suntik serta animo yang tinggi terhadap \u27 implant merupakan salah satu bukti kesertaan masyarakat dalam ber-KB belum mempertimbangkan rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi. Menurut survey pendahuluan di BPS Titik Sri Suparti Boyolali yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2007 tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memilih AKDR hasilnya yaitu karena efektif, efisien, tidak cocok dengan kontrasepsi lain, dan pernah mengalami kegagalan KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor pribadi, faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih alat kontrasepsi dalam rahim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlokasi di Wilayah BPS Titik Sri Suparti Boyolali, Desa Tabang Wetan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan dilaksanakan pada bulan Oktober - Nopember 2007. Sedangakan informan dalam penelitian ini adalah ibu yang menjadi akseptor KB AKDR dengan pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Pengambilan data pada informan penelitian menggunakan metode diskusi kelompok tearah dan wawancara mendalam. Beberapa faktor dari pribadi yang mempengaruhi sebagian besar ibu memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi dan faktor pengaruh dari orang lain. Sedangkan untuk faktor hubungan sanggama tidak mempengaruhi untuk memilih AKDR. Selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas juga mempengaruhi sebagian besar ibu untuk memilih AKDR.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi, dan faktor pengaruh orang lain yang termasuk dalam faktor pribadi, selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas.Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi. AKD

    Persepsi Ibu Tentang Pijat Bayi oleh Dukun Bayi di Kelurahan Plamongansari RW 1 Kecamatan Pedurungan Semarang

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang : Pijat adalah terapi sentuhan yang memberikan kenyamanan bagin tubuh. Pijat oleh dukun bayi ini diwariskan secara turun temurun tanpa menjelasan mengenai manfaat dan teori ilmiahnya.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui persepsi ibu mengenai pengertian pijat bayi, manfaat pijat bayi, syarat pijat bayi, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun bayi serta pelaksanaan pijat bayi.Metode Penelitian : menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penarikan sampel secara purposive sampling Hasil Penelitian : hampir semua informan mengetahui pengertian pijat bayi, manfaat, syarat, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun serta pelaksanaan pijat bayi.Kata Kunci : Persepsi, Pijat bayi dan Dukun Bayi.ABSTRACTBackground: Massage is a touch therapy that provides comfort bagin body. Massage by TBAs is inherited from generation to generation without menjelasan about the benefits and scientific theory.Research objectives: to determine the perception of mothers about infant massage understanding, the benefits of infant massage, infant massage condition, the reason for massaging the baby\u27s mother and the baby kedukun implementation of infant massage. Research Methods: Qualitative research methods with a purposive sampling for sampling Research results: almost all the informants know understanding infant massage, benefits, terms, the reasons mothers massaging their babies as well as implementation kedukun baby massage.Keywords: Perception, infant massage and Untrained

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Pertama (Kolostrum) di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta

    Get PDF
    ABSTRAKLatar belakang : kurangnya pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI Pertama (kolostrum) akan mempengaruhi terhadap kesehatan bayi, karena kolostrum sangat penting untuk kekebalan bayi dan kolostrum merupakan imunisasi alami yang banyak mengandung zat anti virus dan anti bakteri.Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian kolostrum di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta. Metode Penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu cross sectional, analisa data dengan uji Chi-square. Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan ibu baik tentang pemberian kolostrum sebanyak 20 orang (66,67%), tingkat pengetahuan ibu cukup baik tentang pemberian kolostrum sebanyak 5 orang (16,67%), tingkat pengetahuan ibu kurang tentang pemberian kolostrum sebanyak 1 orang(3,33%), dan tingkat pengetahuan ibu tidak baik dan tidak memberikan kolostrum sebanyak 3 orang(10%). Nilai p = 0,000 < 0,05, artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI pertama (kolostrum) di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta.Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Menyusui, Kolostrum.ABSTRACTBackground: The lack of knowledge of mothers on breast feeding first (colostrum) will affect the health of infants, because colostrum is very important for baby\u27s immunity and colostrum is a natural immunization that contains many anti-virus and    anti-bacterial.Purpose: determine the relationship between the level of knowledge of nursing mothers with a maternity hospital of colostrum in the An-Nissa Surakarta.Research Methods: analytical observational cross-sectional time approaches, data analysis with Chi-square test.Research Results: The level of maternal knowledge both about giving colostrum as many as 20 people (66.67%), good enough mother\u27s level of knowledge regarding the provision of colostrum as many as 5 people (16.67%), mother\u27s level of knowledge is less about giving colostrum as many as 1 person (3, 33%), and the level of knowledge is not a good mother and did not give colostrum as many as 3 people (10%). P-value = 0.000 <0.05, meaning there is a relationship between level of knowledge ofnursing mothers with breastfeeding the first (Colostrum) at the matemity hospital of An-Nissa Surakarta.Keywords: Knowledge mother, Breastfeeding, Colostrum

    Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Klien Tentang Stroke dengan Konsep Diri di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Get PDF
    ABSTRAKStroke merupakan salah satu disfungsi neurologik akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan timbul secara mendadak, apabila berlanjut dan tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian. Tingkat pengetahuan klien tentang -stroke merupakan aspek pokok untuk lebih mengenal keadaan dirinya agar tidak mengalami ancaman baik secara fisik atau psikologis, yang akhirnya mengakibatkan gangguan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan klien tentang stroke dengan konsep diri (gambaran diri, harga diri, peian). Variabel bebasnya adalah tingkat pengetahuan klien tentang stroke dan variabel terikatnya adalah konsep diri. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen (survey) dengan pendekatan cros sectional. Subjek penelitian adalah klien stroke yang bemsia 45-64 tahun yang menjalani rawat jalan pada bulan Mei-Juli 2004 di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil ada 30 sampel dipilih secara purposive sampling. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dan konsep diri menggunakan kuesioner. Kemudian untuk mengetahui hubungan antara keduanya menggunakan analisa kai kuadrat. Dari hasil penelitian diperoleh : sebagian besar tingkat pengetahuan klien tentang stroke di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta baik, yaitu sebesar 60% Sebagian besar konsep diri klien stroke di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadyah Yogyakarta positif yaitu sebesar 83,33%, hubungan antara tingkat pengetahuan klien stroke dengan konsep diri dihitung dengan teknik analisa kai kuadrat, diperoleh kai kuadrat sebesar 14, 400 dan nilai signifikan P=0,001 dan a 0,05 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan klien tentang stroke dengan konsep diri.Kata Kunci : Tingkat pegetahuan, Klien Stroke, Konsep diri.ABSTRACTStroke is one of acute neurologic dysfunct.on caused by vascular disorders and arise suddenly, if not addressed promptly goes and car. cause paralysis and even death. Client\u27s level of knowledge about stroke is an essential aspect of becoming familiar with the situation himself for not being threatened either physically or psychologically, which eventually lead to impaired self-concept.This study aims to determine the relationship level of client knowledge about stroke with the concept of self (self-image, self esteem, role). Independent variables are the level of client knowledge about stroke and the dependent variable is the concept of self.Tnis type of research is non-experimental (survey) with CROs sectional approach. Research subjects were stroke clients aged 45-64 years who underwent outpatient in May-July 2004 in the Neurosurgery Clinic PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. The number of samples taken there were 30 samples selected purposively sampling. To measure the level of knowledge and self-concept using a questionnaire. Then to determine the relationship between the two uses kai squared analysis.From the research results obtained: most of the client\u27s level of knowledge about stroke in the Neurology Clinic PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta good, amounting to 60% Most of the client\u27s self-concept stroke in PKU Muhammadiyah Hospital Neurosurgery Clinic positive Yogyakarta that is equal to 83.33%, the relationship between the level of knowledge stroke clients with the concept of self-analysis techniques are calculated by the square kai, kai squared obtained by 14, 400 and a significant P value of 0.001 and a = 0.05 which means there Is a significant relationship between the level of the client\u27s knowledge about stroke with the concept of self.Keywords: Knowledge level, Client Stroke, self-concep

    Motivasi Wanita Bekerja dalam Memberikan Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan

    Get PDF
    ABSTRAKNutrisi berupa ASI pada bayi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 1997 dan 2002, cakupan ASI Eksklusif 6 bulan menurun dari 42,4% tahun 1997 menjadi 39,5% pada tahun 2002. Sementara itu penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5% pada \u27 tahun 2002 .Tujuan: menggambarkan motivasi internal dan eksternal pada wanita bekerja dalam memberikan susu formula bagi bayi usia 0-6 bulan. Metode: penelitian ini dalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil: motivasi internal wanita bekerja dalam memberikan susu formula pada bayi usia 0-6 bulan antara lain pengetahuan atau intelegensi dan motivasi eksternal antara lain lingkungan, pendidikan, social dan status ekonomi, kebudayaan, orang tua serta petugas kesehatan.Kata kunci: motivasi, susu formula, bayi usia 0-6 bulan.ABSTRACBackground: Nutrition in the form of milk on the baby to optimize growth and brain development bayi.Menurut IDHS (Indonesia Demographic Health Survey) in 1997 and 2002, the scope of exclusive breastfeeding 6 months decreased from 42.4% in 1997 to 39.5% in 2002 . While the use of infant formula have increased more than 3 times for 5 years from 10.8% in 1997 to 32.5% in 2002. Objectives: describe the internal and external motivation in women working in providing infant formula for infants aged 0-6 months. Methods: This study dalah qualitative with a phenomenological approach. Sampling technique with    the    purposive    sampling.Results: The internal motivation of working women in providing milk formula in infants aged 0-6 months, among others, knowledge or intelligence and external motivations such as environment, education, social and economic status, culture, parents and health workers.Key words: motivation, milk formula, infants aged 0-6 months

    Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Perubahan Fisik pada Masa Pubertas dengan Konsep Diri Remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang : masa remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang membedakan remaja laki-laki dan perempuan. Perkembangan fisik yang tidak sama pada setiap orang menyebabkan remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sehingga akan berpengaruh juga pada konsep dirinya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta.Metode Penelitian : jenis penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel secara proportionate stratified random samping. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian : sebanyak 70 siswa, 64 siswa (91,42%) mempunyai tingkat pengetahuan baik mengenai perubahanfisik pada masa pubertas dan tingkat pengetahuan sedang sebanyak 6 siswa (8,58%), sedangkan remaja yang mempunyai konsep diri positif sebanyak 66 siswa (94,2%), konsep diri negatif sebanyak 4 orang (5,8%). Hasil perhitungan statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja (p>0.05)Kata Kunci : Pengetahuan perubahan fisik, Konsep diri, RemajaABSTRACBackground: adolescence is a stage in human development. In adolescence the physical changes that distinguish adolescent boys and girls. Physical development is not the same in every person causing teenagers are very worried about physical development, so it will an effect also on the concept itself. Research objectives: to detemiine the relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with the adolescent self-concept school Affairs 6 Yogyakarta.Research Methods: type of study correlational descriptive analytic cross sectional approach, proportionate sampling stratified random side. Data analysis using Chi Square. Research Findings: as many as 70 students, 64 students (91.42%) had a good level of knowledge about    the changes during puberty and the physical level of knowledge are as many as 6 students (8.58%), whereas adolescents who have positive self-concept as many as 66 students (94.2%), negative self-concept as much as 4 people (5.8%). The results of statistical calculations show there is no relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with adolescent self-concept (p> 0.05)Keywords: Knowledge of physical changes, self concept, Yout

    Perbedaan Prestasi Belajar Berdasar Tingkat Aktivitas dalam Organisasi Ekstrakurikuler pada Mahasiswa Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang : aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Dengan mengikuti kegiatan dalam organisasi ekstrakurikuler, mahasiswa dapat mengembangkan bakat dan minta serta dapat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik mereka. Tujuan Penelitian : mengetahui perbedaan prestasi belajar berdasar tingkat aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler. Metode Penelitian : observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis uji statistik dengan uji t tak berpasangan Hasil Penelitian : dari 53 responden menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang aktif organisasi kstrakurikuler dengan yang tidak aktif organisasi ekstrakurikuler. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstrakurikuler mempunyai prestasi yang lebih baik dari pada mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh pi = 3,105 dan p2 = 2,7940 (mi>M2 ) dengan signifikansi 0,003 (P< 0,05). Artinya, terdapat perbedaan prestasi belajar berdasar tingkat aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler pada mahasiswa D IV Kebidanan UNS. Prestasi belajar pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstrakurikuler lebih baik dari pada mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi ekstrakurikuler.Kata Kunci : Tingkat Aktivitas Dalam Organisasi Ekstrakurikuler, Prestasi BelajarABSTRACTBackground: The extracurricular activity of the organization is one of the factors that influence learning achievement. By following extracurricular activities within the organization, students can develop their talents and have and can develop cognitive skills, affective and psychomotor them. Research objectives: to know the difference learning achievement based extracurricular activity levels within the organization. Research Methods: Observational cross sectional analytic approach, with a proportionate stratified random sampling technique. Analysis of statistical tests with unpaired t test Research Results: of 53 respondents indicated that there are differences in learning achievement between students who are active organization with an inactive extracurricular organizations. Students who are active extracurricular organization has a better performance than the students who are not active in extracurricular organizations. Based on the results of statistical tests obtained p1 - ¡j2 = 3.10 and 2.7940 (p1> p2) with a significance of 0.00 (P <0.05). That is, there are differences in leamin achievement based on activity levels in th< organization on student extracurricular D IV Midwifery UNS. Learning achievement in student; who are active in extracurricular organizatior better than students who are not active in extracurricular organizations.Keywords: Organizational Levels In Extracurricular Activities, Learning Achievemen

    Perbedaan Penerapan Metode Demonstrasi dan Audiovisual (VCD) Terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II pada Mahasiswa Semester III

    Get PDF
    ABSTRAKBidan merupakan tenaga kesehatan yang memegang peranan penting dalam pelayanan maternal dan perinatal. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah mampu memberikan * asuhan persalinan dan kelahiran. Pencapaian kompetensi tersebut dapat diawali dari institusi pendidikan. Guna mencapai keterampilan profesional dalam memberikan pelayanan kebidanan diperlukan proses belajar mengajar yang kondusif dilihat dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana dan prasarana serta metode. Metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran penting. Metode yang diperlukan dalam proses pembelajaran difokuskan pada penerapan metode demonstrasi dan audiovisual. Mengetahui perbedaan penerapan metode demonstrasi dan audiovisual (VCD) terhadap penguasaan keterampilan pertolongan persalinan kala II. Quasi experimental dengan desain The Statistic Group Comparison. Mahasiswa semester III Akbid Kusuma Husada Surakarta, dengan jumlah sample 84 mahasiswa.Analisis bivariat dilakukan pada variabel metode pembelajaran dan penguasaan keterampilan pertolongan .persalinan kala II dengan menggunakan rumus independent t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II dengan metode demonstrasi adalah 40.7758 dengan standart deviasi 5.89564. Sedangkan untuk audiovisual rata -rata nilai evaluasinya 22.9762 dengan standart deviasi 3.18302. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent t -test dengan tingkat kemaknaan 5%, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan (P=0.000) Kelompok perlakuan metode demonstrasi mempunyai rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II lebih tinggi daripada kelompok perlakuan audiovisual.Kata kunci: Metode demonstrasi, audiovisual (VCD), penguasaan keterampilanAbstractMidwife is one of health proffesionals who has important role in maternal and perinatal services. One of the competences that should be have is able to give upbringing of childbirth and birth. In order to get professional skill in giving midwife service, it needs a condusive teaching learning process seen from the curriculum, teaching staff, means and infrastructure, and also method. The method in series of learning system has important role. The method which is needed in learning process is focused on the application of demonstration and audiovisual methodology. Objective: To know the differences between the aplication of demonstration and audiovisual methodology (VCD) toward the skills mastery of childbirth aid II period. Research Method: quasi experimental by the statistic group comparison design.Subject: Third student of Accademic of Kusuma Husada Midwefery of Surakarta, with 84 samples student. Data Analysis: Bivariatic analysis is appleid to learning methodology and skill mastery of childbirth aid II period by using independent t-test formula with 5% degrees of significancy variable. Result: The average evaluation score of childbirth aid II period by demonstration methodology is 40.7758 with 5.89564 standard deviation.Meanwhile for audiovisual, the average evaluation score is 22.9762 with 3.18302 standard deviation. Based on the result of hypothesis test using independent t-test with 5% degrees of significancy, known that there are significantly differences between both of treatment groups (P=0.000). Conclusion: The treatment group of demonstration methodology has average evaluation score of childbirth aid II period higher than the treatment group of audiovisual methodology.Keywords: Demonstration methodology, audiovisual (VCD), skill mastery

    388

    full texts

    418

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇