Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
Koping Perawat Usia Madya (50-55 Tahun) Menghadapi Pensiun di RSUD Kabupaten Sukoharjo
ABSTRAKPada usia madya perawat akan menghadapi tugas perkembangan yaitu menyesuaikan diri dengan datangnya pensiun. Perawat di Indonesia memasuki masa pensiun bila sekurang-kurangnya mencapai usia 50 tahun dan pada umumnya dialami saat usia antara 55 tahun dimana seseorang berada pada tahapan \u27dewasa menengah (middle adulthood). Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian perawat sudah merasa cemas karena tidak mengetahui gambaran kehidupan yang akan dihadapi. Setiap perawat mempunyai caranya sendiri untuk melakukan koping terhadap perubahan. Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi koping perawat usia madya menghadapi pensiun.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel dengan melibatkan 5 informan .Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview.Hasil dari penelitian menunjukkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan, berakhirnya kesempatan melanjutkan pendidikan dan tidak sesuainya penghargaan diri yang diterima merupakan stressor yang dihadapi perawat usia madya menjelang pensiun. Perawat menerima dengan senang hati akan datangnya pensiun. Penerimaan perawat terhadap datangnya pensiun dipengaruhi oleh dukungan sosial, aset ekonomi, dan Kepuasan pekerjaan Koping yang dilakukan perawat menghadapi pensiun adalah meningkatkan kebutuhan spiritual, berorientasi pada tugas yang dihadapi, mengikuti kegiatan masyarakat, dan bekerja.Kata Kunci: koping, perawat, pensiunABSTRACTA nurse reaching the age of middle adulthood is going to face a duty of his development that is adapting himself to the coming of pension. Nurses in Indonesia begin to enter the pension period when they at least reach the age of 50 years old. Generally pension is experienced in the age of 55 years old where someone is in the level of middle adulthood. Pension is frequently considered as an unhappy reality so approaching the coming of the ^pension period, some nurses feel anxious because they do not know the description of the life which is going to be experienced. Every nurse has his own way to do coping to the changes. This research aimed to identify the coping of middle age-nurses in facing the pension. This research used a qualitative method with phenomenological approach. The sampling technique used was purposive sampling involving 5 informants. The data collecting was done by indepth interview.The results of the research showed that dissatisfaction of the work, loss of chance to continue education and inappropriate self esteem accepted were the stressors faced by middle age-nurses approaching to the pension. Nurses accepted the coming of the pension happily. The nurses\u27 acceptance to the coming of pension was influenced by social support, financial support and satisfaction of work. The copings done by the nurses facing pension were increasing spiritual need, being job oriented, participating in social activity and working after pension.Keywords : coping, nurse, pensio
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Tentang Gaya Hidup Sehat dengan Perilaku Gaya Hidup Sehat Mahasiswa di PSIK Undip Semarang
ABSTRAKMemulai gaya hidup sehat bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan yang melelahkan, membuang-buang waktu dan pandangan-pandangan negatif lainnya. Demikian juga dengan mahasiswa. Selama ini mahasiswa masih kurang memiliki perilaku gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan uji c/m\u27 square. Metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah 17G responden. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, ada hubungan antara pengetahuan tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya nidup sehat, dengan p value = 0,005 dan %2 -8,015. Kedua, ada hubungan antara sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan p value = 0,002 dan x2 - 9,739., Penelitian yang selanjutnya dapat dilakukan secara kualitatif untuk menggali secara lebih dalam lagi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gaya hidup sehat mahasiswa.Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku hidup sehatABSTRACTStarting healthy lifestyle for some people is considered as a tiring and wasting time activity, besides some other negative views. The same with students in university, until this time, they are still less to have healthy lifestyle behavior.The purpose of this research was to know the correlation between knowledge and attitude about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in Nursing Science Program of Diponegoro University Semarang. This research used a quantitative non experimental method with chi square test. The method used to take the sample was stratified random sampling with 176 respondents. The data were collected using questionnaires. The results of this research showed two important points. First, there was a correlation between knowledge about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in university with p value = 0.005 and x = 8.015. Second, there was a correlation between healthy lifestyle attitude with healthy lifestyle behavior among students in university with p value 0.002 and %2 ~ 9.739. The next research can be done by qualitative method to know more deeply the factors influencing healthy lifestyle behavior among students in university.Keywords : knowledge, attitude, health lifestyle behavio
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sehat - Sakit dengan Sikap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
ABSTRAKLatar Belakang: Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Untuk mewujudkan hal tersebut\u27 pemerintah telah mencanangkan visi Indonesia sehat 2010 melalui perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemahaman seseorang tentang pengetahuan sehat-sakitTujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan sehat-sakit dengan sikap mahasiswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode Penelitian : menggunakan metode deskriptif analitik, sebanyak 100 mahasiswa yang telah memenuhi syarat inklusi dan ekslusi. Pengujian analisis data menggunakan uji Coefficient ContingencyHasil Penelitian : Hasil nilai Chi Square diperoleh nilai 20,312 sehingga nilai Coefficient Contingency sebesar 0,411. Sehingga hasil pada penelitian ini adalah adanya hubungan yang agak lemah antara tingkat pengetaguan sehat-sakit dengan sikap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagian besar mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki pengetahuan sehat-sakit dalam kategori baik. Sebagian besar mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki sikap tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam kategori baik.Kata Kunci:Pengetahuan sehat-sakit, Sikap mahasiswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat.ABSTRACTBackground: Health is a fundamental human right and is one of the factors that determine the quality of human resources: To achieve this vision the government has launched the Healthy Indonesia 2010 through clean living and healthy behavior through knowledge of one\u27s understanding of health-illnessResearch objectives: to determine the relationship healthy level of knowledge-sick with student attitudes about the behavior of clean and healthy life at University.Research Methods: a descriptive analytical method, as many as 100 students who had qualified the inclusion and exclusion. Test analysis of test data using the Contingency Coefficient Research Findings: Results of Chi Square value of 20.312 values obtained so that the value of 0.411 Contingency Coefficient. Thus the results in this study is the presence of a rather weak relationship between the level of healthy-sick pengetaguan with Muhammadiyah Surakarta University student attitudes about the behavior of clean and healthy. Most of the students at Muhammadiyah University of Surakarta has a healthy knowledge-sick in the good category. Most of the students at Muhammadiyah University of Surakarta have an attitude about the behavior of a clean and healthy living in both categories.Keywords: Knowledge healthy-sick, student attitudes about the behavior of clean and health
Dampak Menopause Terhadap Konsep Diri Wanita yang Mengalami Menopause di Kelurahan Trengguli Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar
ABSTRAKLatar Belakang : Menopause sebagai masa yang penting dalam kehidupan wanita, dimana pada masa ini terjadi peralihan dari masa produktif menuju masa non produktif. Banyak gejolak dan perubahan yang terjadi pada masa ini, fisik maupun psikis. Hal ini dapat membuat seorang wanita mengalami perubahan konsep diri yang dimilikinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak menopause terhadap konsep diri wanita yang mengalami menopause di kelurahan Trengguli. Kabupaten Karanganyar. Metode : Metode yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan melibatkan 5 orang sebagai responden dan dengan teknik ^sampel bertujuan (pjmosive sampling). Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan yang dialami wanita yang mengalami menopause meliputi perubahan fisik dan mental, yang berdampak terhadap konsep diri wanita tersebut. Konsep diri wanita yang mengalami menopause tersebut meliputi citra tubuh yang baik, ideal diri yang realistis, harga diri yang tinggi, fungsi peran yang baik, dan identitas diri yang kuat.Simpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yang mengalami menopause memiliki konsep diri yang positif. Hal ini ditunjukkan oleh koping responden yang baik terhadap perubahan yang terjadi setelah menopause.Kata Kunci : menopause, konsep diri, wanitaABSTRACTBack Ground: Menopause as the important period in women\u27s life, that this period the woman have transition period from productive to non productive. There are many change in this period, both physic ally and psycologically. This make women experiencing change their self concept. The aim of this research is to know the menopause effect to self concept of woman who were experiencing menopause in Trengguli village, Jenawi. District of Karanganyar. Method: Method used by the researcher was qualitative method with phenomenological . approach with five participants as the subject research that taken by purposive sampling. Result: This research shows that change of the women whc were experiencing menopause include physic and mental that effected to the woman\u27s self concept. The self concept of women who were experiencing include their body image are good, their self ideal are realistic, their self esteem are high, their role function are good, and their self identity are strong. Conclusion : Based on this research can be taken conclusion that women who were experiencing menopause have positive self concept. That is indicated by coping of respondens post menopause are positif.Key Word : menopause, self concept, wome
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Serangan Asma pada Penderita Asma Bronkial di BP4 Semarang
ABSTRAKKecemasan merupakan bagian dari kehidupan dan merupakan gejala yang normal. Bagi orang yang penyesuaiannya baik, kecemasan dapat cepat diatasi. Apabila penyesuaian yang dilakukan tidak tepat, akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan jasmani dan psikis. Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Serangan asma umumnya timbul karena pajanan faktor pencetus. Pada beberapa individu, kecemasan dapat menjadi pencetus serangan asma. Tujuan penelitian ini adaiah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan instrumen berupa kuesioner. Subyek penelitian adalah penderita asma bronkial di BP4 Semarang dengan sampel 52 responden. Uji statistik menggunakan C/w\u27 Square untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% responden tidak mengalami kecemasan; ,44,2% responden mengalami kecemasan ringan; 19,2% responden mengalami kecemasan sedang; 3,8% responden mengalami kecemasan berat dan 1,9% responden mengalami kecemasan sangat berat. Sedangkan 17,3% responden mengalami serangan asma ringan; 53,8% responden mengalami serangan asma sedang dan 28,8% responden mengalami serangan asma berat. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penderita asrria dianjurkan dapat meminimalkan timbulnya kecemasan yang menjadi pencetus terjadinya serangan asma.Kata Kunci: Kecemasan, Serangan Asma, Penderita Asma.ABSTRACTAnxiety is a part of life and normal symptom. For people with good adaptation, anxiety can be handled immediately. If the implemented adaptation inappropriate, it will affect physical and mental health. Asthma is a respiratory system impairment which can cause hard breath. Asthma attack usually occur because there is contact with precipitation factors. For many people, anxiety can precipitate asthma attack. The purpose of this research was to know corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. The research used correlational study design with cross-sectional approach and used questionnaire as an instrument. Research subject was asthma bronchiale clients in BP4 Semarang with 52 respondents as sample. Statistic test used Chi Square to know correlation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Research result showed that 30,8% respondents with no anxiety; 44,2% respondents with low anxiety; 19,2% respondents with medium anxiety; 3,8% respondents with high anxiety and 1,9% respondents with severe anxiety. While 17,3% respondents with low asthma attack; 53,8% respondents with medium asthma attack and 28,8% respondents with severe asthma attack. Statistic analysis result showed there was significant corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Asthma clients must suggested to minimalize anxiety which can---------precipitate asthma attack.Key word: Anxiety, Asthma Attack, Asthma Clients
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Praktik Cara Perawatan Balita yang Menderita ISPA Nonpneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban I Kabupaten Sukoharjo
AbstrakISPA merupakan penyakit pernafasan, yang merupakan penyebab utama kematian pada bayi dan balita. Penyakit ISPA nonpneumonia bukan masalah kesehatan yang boleh diabaikan, karena apabila penanganannya tidak benar, maka dapat berakibat menjadi parah. Namun demikian, sebelum mengetahui tentang tindakan orang tua dalam menghadapi anaknya yang sakit ISPA non pneumonia, perlu diketahui tentang pengetahuan dan sikapnya terhadap ISPA non pneumonia, karena hal tersebut memegang peranan penting dalam melakukan sebuah tindakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang praktik cara perawatan, praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia, hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik cara perawatan, hubungan antara sikap ibu dengan praktik cara perawatan, baik sikap tentang ISPA non pneumonia maupun sikap tentang praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi yang mengarah pada korelasi. Uji korelasi yang digunakan adalah c/w\u27 square. Responden yang menjadi subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita penderita ISPA non pneumonia. Hasil penelitian dari 94 responden, mayoritas responden 31-35 tahun, pendidikan terakhir SLTP, pekerjaan buruh, status menikah, penghasilan keluarga rendah dan belum pernah mendapat penyuluhan tentang ISPA. Tingkat pengetahuan responden tinggi, sikap tentang ISPA non pneumonia cukup, sikap tentang praktek cara perawatan baik, namun praktik cara perawatan balita tidak benar. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik cara\u27 perawatan, selain itu didapatkan hubungan yang bermakna antara sikap dengan praktek cara perawatan. Hal ini karena banyak hal yang mempengaruhi ibu dalam bertindak, dengan demikian perlu adanya suatu pendidikan kesehatan.Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Sikap, Praktik cara perawatan, ISPA non pneumoni
Hubungan Penyakit Jantung Bawaan dengan Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun di Unit Perawatan Jantung RS Dr. Kariadi Semarang
ABSTRAKAngka kejadian beberapa penyakit non-infeksi semakin menonjol dalam dasawarsa terakhir ini, baik di negara maju maupun negara berkembang. Perbaikan tingkat sosial ekonomi telah membawa perubahan pola penyakit. Penyakit infeksi serta defisiensi gizi semakin berkurang, sedangkan berbagai penyakit non-infeksi, termasuk penyakit kongenital semakin meningkat. Peristiwa tersebut juga terjadi dalam bidang kardiologi. Di Indonesia, walaupun belum ada data PJB yang akurat, namun masalah PJB jelas telah memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan penyakit jantung bawaan dengan perkembangan anak usia 0-5 tahun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif jenis korelasional antar variabel penelitian. Desain penelitian digunakan peneliti sebagai petunjuk dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian untuk mencapai suatu tujuan atau menjawab suatu pertanyaan. Berdasarkan dari tujuan penelitian, desain penelitian yang digunakan adalah studi Kohort retrospektif. Desain ini dipilih karena peneliti mengidentifikasi penyakit dan efek yang sudah terjadi tanpa melakukan intervensi apapun.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyakit jantung bawaan yang mempengaruhi system sirkulasi dan oksigenasi akan menyebabkan pertumbuhan intelegensia anak tidali optimal sehingga pertumbuhan personal sosial dan bahasa anak akan tergangguKata Kunci : penyakit jantung, jantung bawaan, perkembangan anak 0-5 tahunABSTRACTThe incidence of several non-infectious diseases increasingly prominent in recent decades, both in developed and developing countries. Improvements socioeconomic level has brought changes in disease patterns. Infectious diseases and nutritional deficiencies diminishing, while the non-infectious diseases, including congenital diseases is increasing. These events may also occur in the field of cardiology. In Indonesia, although no accurate data SPA, but the problem of CHD has clearly requires serious attention. The purpose of this study was to determine the presence of congenital heart disease connection with the development of children aged 0-5 years. This type of research is research conducted with non-experimental correlational type of quantitative approach between research variables. The study design is used as a guide researchers in planning and implementation of research to achieve a goal or answer a question. Based on the research objectives, the design of the study is a retrospective cohort study. This design was chosen because the researchers identified the disease and the effects that have occurred without any intervention.Results from the study showed that congenital heart disease that affects the circulation and oxygenation system will cause the growth of children\u27s intelligence is not optimal so that social and personal growth of children\u27s language will be disturbedKeywords: heart disease, congenital heart, child development 0-5 year
Hubungan Antara Minat Baca dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Akbid Mitra Husada Karanganyar
ABSTRAKPendidikan tentunya tidak terlepas dari minat baca, karena untuk mencapai keberhasilan bidang tertentu, seseorang harus memahami ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Ada kalanya taraf kemajuan suatu bangsa dilihat dari sejauh mana membaca menjadi kebiasaan masyarakatnya. Semakin tinggi minat baca masyarakat pada umumnya akan berpengaruh pada semakin maju pola pikir masyarakat tersebut. Melihat pentingnya membaca pemerintah mewujudkan minat baca masyarakat. Saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan di kampus akbid Mitra Husada KarangnyarJenis penelitian yang akan digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan desain cross sectional untuk mempelajari hubungan minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada mahasiswa semester III Akademi Kebidanan (AKBID) Mitra Husada Karanganyar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penghitungan didapatkan t hitung 9,24, kemudian dibandingkan dengan t taM untuk taraf kesalahan 5% (0,05) dengan derajat kebebasan (dk) 94 diperoleh harga t = 1,980. Karena harga t hitung lebih besar daripada harga tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima (harga 9,24 > 1,980) dengan nilai p(rtio) lebih kecil dari tingkat kesalahan alpha (0,000 < 0,05) sehingga hasil penelitian dinyatakan signifikan dan benar yang berarti ada hubungan minat baca dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan II. Penelitian menunjukkan menunjukkan adanya hubungan minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada mahasiswa semester III Akademi kebidanan Mitra Husada Karanganyar. Dalam hal ini hasil berupa hubungan yang positif artinya minat baca yang tinggi akan diikuti dengan prestasi belajar yang memuaskan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapat makna disarankan agar setiap mahasiswa meningkatkan minat baca karena merupakan faktor penting dalam upaya mencapai prestasi, untuk itu tanamkanlah kesadaran, kemauan dan perhatian terhadap aktivitas membaca. Kata kunci: Minat Baca, Prestasi Belajar dan Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IIABSTRACTEducation must not be separated from the interest in reading, because to achieve the success of a particular field, one must understand the science related to the field. There are times when the level of advancement of a nation be seen from the extent to which reading becomes a habit people. The higher the reading public in general will affect the mindset of the more advanced societies. Seeing the government realize the importance of reading the public interest in reading. Currently reading interest of Indonesian society is still fairly low.This study aims to determine the relationship between reading interest in learning achievement. The experiment was conducted on campus akbid Partners Husada Karangnyar This type of research to be used is to design an observational analytic cross sectional design to study the relationship of reading with learning achievement Obstetric Care II courses in Midwifery Academy III semester students (AKBID) Partner Husada Karanganyar. The results obtained indicate that based on the calculation of t count 9.24, then compared with the t table for the error level of 5% (0.05) with degrees of freedom (dk) 94 t = 1.980 obtained prices. Because the price of t count is greater than the price of the table, so Ho rejected and Ha accepted (price 9.24> 1.980) with a value of p (rho) is smaller than the error rate alpha (0.000 <0.05) so that the results of the study revealed significant and correctly which means there is a relationship with reading achievement in subjects Obstetric Care II.Research shows interest in reading suggests a link with learning achievement Obstetric Care II courses in Academy III semester students of obstetrics Partners Husada Karanganyar. In this case the result of a positive relationship means a high interest in reading will be followed by a satisfactory learning achievements. Based on research results obtained suggested that the meaning of each student increase reading because it is an important factor in efforts to achieve the feat, for it tanamkanlah awareness, willingness and interest in reading activities.Keywords: Interest in Reading, Learning Achievement and Midwifery Care Course I