Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
    418 research outputs found

    PERBANDINGAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PETANI DAN PEGAWAI KANTOR DI DESA TRAYU

    Get PDF
    ABSTRAK   Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah   arterial,   sistol ≥  130  mmHg  dan diastol  ≥ 90mmHg. Tekanan darah ditentukan oleh cardiac output dan resistensi perifer. Tujuan penelitian hipertensi ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya hipertensi antara pekerja kantoran dan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross - sectional study ( pengambilan data sewaktu ) dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Penggunaan pengambilan data sewaktu dengan cara menghitung prosentase pada 20 masyarakat yang masing - masing 10 orang bekerja di kantoran dan 10 orang bekerja sebagai petani. Metode pendidikan kesehatan dilakukan setelah pengukuran tekanan darah dengan memberikan penjelasan hasil yang disertai leaflet kepada masing - masing masayarakat.   Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dari 20 orang yang resiko terkena hipertensi dari masyarakat yang bekerja sebagai petani dan bekerja di kantor,yaitu yang bekerja sebagai petani  20% Hipertensi berat, sedangkan yang bekerja di kantor 5 % yang terkena hipertensi berat. ABSTRACT   Hypertension is the increase in arteria lblood pressure, systolic ≥130 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Blood pressure is determined by cardiac output and peripheral resistance. The purpose of this hypertension study to determine risk factors of hypertension among officer and farmers.    The method used is the method of cross - sectional study and health education about hypertension. The use of any data retrieval by calculating the percentage of the 20 people each - every 10 people working in the office and 10 people work as farmers. Methods of health education carried out after the measurement of blood pressure by giving the explanation that accompanied the leaflet to each community.     The results obtained from this study of 20 people who risk of hypertension than people who worked as a farme rand worked in the office, which I sworking as a farmer Hipertensi 20% by weight, while those working in the office affected 5% of severe hypertension

    HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI DIII KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK   Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar tergantung pada proses belajar yang dialami. Banyaknya mahasiswa yang mempunyai kebiasaan belajar kurang sehingga prestasi yang didapat tidak sesuai yang diharapkan. Dukungan sosial diharapkan membantu mereka dalam menjalani proses pembelajaran dan dijadikan semangat untuk mendapatkan prestasi yang diharapkan. Tujuan penelitian : 1) Menganalisa hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. 2) Menganalisa hubungan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa. 3) Menganalisa keeratan hubungan kebiasaan belajar dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada  Surakarta. Penelitian ini menggunakan studi corelation dengan rancangan crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa DIII Kebidanan dengan jumlah mahasiswa 491 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Propotionate stratified random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 83 orang. Hasil penelitian dianalisa melalui uji korelasi product moment dan analisis regresi linier ganda.. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1). Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dengan nilai sig. (0,004) ) (p ≤ 0,05) dan koefisien korelasi (r hitung) 0,316. 2). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa nilai sig. (0,004) ) (p ≤ 0,05) dan koefisien korelasi (r hitung) 0,311. 3). Hasil uji regresi linier berganda diperoleh nilai F hitung sebesar 6.686 dengan probabilitas sebesar 0,002 ) (p ≤ 0,05) artinya ada hubungan signifikan secara bersama-sama antara faktor-faktor (kebiasaan belajar dan dukungan sosial) dengan prestasi belajar mahasiswa DIII kebidanan di STIKes Kusuma Husada Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian maka ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. ABSTRACT   The success of learning objective achievement depends on the learning process experienced. Many students have inadequate learning habit so the achievement they obtain is not as expected. Social support is expected to help them in undertaking learning process and become the spirit to get the expected achievement. The objective: 1) to analyze the relationship of learning habit and social support to the student learning achievement, 2) to analyze the relationship between social support and student learning achievement, 3) to analyze the strong relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta. This study employed a correlational study with cross-sectional design. The population of research was all DIII Midwifery students consisting of 491 students. The sampling technique used was Proportionate Stratified Random Sampling. The sample of research consisted of 83 students. The result of research was analyzed using product moment correlational test and multiple linear regression analysis. The result obtained showed that: 1) there was a significant relationship between learning habit and the student learning achievement with significance value (0.004) ) (p ≤ 0.05) and correlation coefficient (r statistic) of 0.316. 2). There was a significant relationship between social support and the student learning achievement with significance value (0.004) ) (p ≤ 0.05) and correlation coefficient (r statistic) of 0.311. 3) The result of multiple linear regression test showed F statistic value of 6.686 with probability of 0.002) (p ≤ 0.05) meaning that there was a simultaneously relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta. Based on the result of research, it could be concluded that there was a significant relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta

    STUDI FENOMENOLOGI : PENDEKATAN PERAWAT DALAM MENGATASI KECEMASAN DAN KETAKUTAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK   Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Kondisi tersebut merupakan stressor bagi anak, yang dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada anak dimana akan mempengaruhi perkembangan anak. Peran perawat disini sangat penting dalam meminimalkan dampak dari hospitalisasi, sehingga dibutuhkan suatu pendekatan untuk dapat memahami kebutuhan klien agar anak dapat berkembang kearah yang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan perawat dalam mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak usia pra sekolah akibat hospitalisasi di Ruang Anak Parikesit Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang, dengan mengambil sampel sebanyak 3 responden. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh dengan in-depth interview (wawancara mendalam) dan direkam dengan menggunakan tape recoder atas persetujuan reponden. Data-data yang sudah diperoleh kemudian di klasifikasikan dengan cara koding dan kategorising. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa pendekatan perawat dalam mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak usia pra sekolah adalah terfokus pada tiga pendekatan yaitu pendekatan pada anak, orang tua dan pendekatan dalam memodifikasi lingkungan. Kurangnya pendekatan pada anak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, kurangnya meminimalkan perpisahan dengan orang tua, sibling dan teman serta perlukaan akibat prosedur medik atau keperawatan yang menyakitkan, dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan pada anak yang mengalami hospitalisasi. Keterbatasan tenaga perawat, sarana dan pra sarana, kurangnya waktu untuk mengadakan pendekatan karena beban kerja yang banyak merupakan kendala dalam mengadakan pendekatan pada anak untuk meminimalkan dampak dari hospitalisasi

    PERSEPSI PERAWAT TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI UPJ RSUP DR. KARIADI SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK   Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali digunakan di tahun 1960. Selama kurun waktu 40 tahun sejak diperkenalkannya RJP modern, telah banyak perubahan dan perkembangan. RJP dilakukan dengan memberikan bantuan ventilasi, kompresi dada, dan mengembalikan sirkulasi ke dalam kondisi normal. Hanya 10 % dari pasien yang dapat bertahan hidup setelah mendapatkan resusitasi. Keberhasilan RJP dipengaruhi barbagai faktor. Tujuan dari evidence base ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan resusitasi jantung paru (RJP). Jenis dan rancangan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik sampling menggunakan random sampling dengan melibatkan 4 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview Hasil dari studi evidence base ini menggambarkan bahwa persepsi perawat tentang faktor yang meningkatkan keberhasilan RJP adalah  ketersediaan alat, kompetensi perawat, penanganan pasca resusitasi, kolaborasi dengan dokter, panduan RJP, dan response time.  Kesiapan alat dan kondisi pasien merupakan faktor yang menghambat dalam keberhasilan RJP.  Kesimpulan yang didapat bahwa ketersediaan alat tanpa disertai kesiapan untuk digunakan menurunkan respon time perawat dalam memberikan resusitasi pada pasien yang mengalami cardiac arrest. Kompetensi perawat menguasai panduan RJP dan kolaborasi dengan dokter menentukan kualitas resusitasi yang diberikan kepada pasien. Penghentian RJP dengan mempertimbangkan durasi RJP dan kondisi pasien dilakukan untuk memberi kesempatan pada klien untuk meninggal dengan tenang. Penanganan pasca resusitasi setelah pasien stabil perlu persiapkan sebagai penanganan berkelanjutan dari RJ

    EFEKTIVITAS SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA LANSIA MEROKOK DI DUSUN PIRAK MERTOSUTAN SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009

    Get PDF
    ABSTRAK   Penuaan  merupakan  proses  alami  dan  menimbulkan  berbagai masalah  kesehatan.  Angka  kesakitan  lanjut usia juga mengalami  peningkatan  dari tahun ke tahun dan timbul berbagai penyakit degeneratif salah satunya disebabkan karena peningkatan kadar kolesterol darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam lansia terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada lansia merokok di Dusun Pirak Mertosutan  Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta tahun 2009. Metode  penelitian  yang  digunakan  pada  penelitian  ini adalah  quasy  eksperimen  (eksperimen  semu),  dengan  pendekatan  rancangan  one group pretest-postest  yaitu suatu rancangan penelitian dimana tidak ada kelompok kontrol.  Sampel  dalam  penelitian   ini  adalah  lansia  yang  aktif  merokok   atau mempunyai riwayat merokok dan mempunyai kadar kolesterol darah lebih dari 200 mg/dl yang diukur menggunakan alat ukur kolesterol darah. Besarnya sampel dalam penelitian  ini sebanyak  7 orang. Responden  diberi perlakuan  berupa senam lansia secara rutin 3 kali dalam 1 minggu selama 1 bulan mulai dari tanggal  22 Mei 2009 hingga tanggal 17 Juni2009. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa terdapat  penurunan  kadar kolesterol darah antara pretest dan posttest yaitu sebanyak 28-43 mg/dl. Data yang telah didapatkan dilakukan uji statistik dengan menggunakan T-test dependent. Berdasarkan  uji  statistik  didapatkan  asymp.  Sig.  (2-tailed)  =  0.000  <  a  (0.05) sehingga dapat disimpulkan senam lansia yang dilakukan secara rutin efektif untuk menurunkan   kadar   kolesterol   darah   pada   lansia   merokok

    PENGALAMAN PASIEN SINDROM GUILLAIN-BARRE (SGB) PADA SAAT KONDISI KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

    Get PDF
    ABSTRAK   Pengalaman Pasien Sindrom Guillain-Barre Pada Saat Kondisi Kritis dipersepsikan berbeda oleh setiap pasien. Penelitian ini menggunakan penelitian  kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman fisik, psikologis, spiritual dan sosial pasien Sindrom Guillain-Barre pada saat kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini melibatkan 4 partisipan Sindrom Guillain-Barre. Pasien yang menjadi partisipan adalah yang teridentifikasi mempunyai pengalaman dirawat diruang intensif dan mampu menceritakan pengalamannya. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam. Metode yang digunakan untuk analisa data yaitu metode Colaizzi. Setelah data dianalisa, peneliti dapat mengidentifikasi pengalaman pasien Sindrom Guillain-Barre, pada saat kondisi kritis. Terdapat 5 tema pengalaman fisik: badan lemah, sesak nafas, rasa baal, nyeri tenggorokan dan batuk. Ada 3 tema pengalaman psikologis: tidak percaya, sedih dan takut. Terdapat 2 tema pengalaman spiritual: seperti diambang kematian dan pasrah. Terdapat 3 tema pengalaman sosial: dukungan keluarga yang positif, tidak bisa berbicara dan tidak bisa berinteraksi. Hasil penelitian bermanfaat untuk meningkatkan sikap caring perawat pada pasien saat kondisi kritis, pada kebutuhan fisik, psikologis, spiritual dan sosial. Perawat tidak hanya berfokus dalam pemenuhan kebutuhan fisik saja tetapi kebutuhan psikologis, spiritual dan sosial sangat dibutuhkan sebagai upaya memberikan motivasi untuk sembuh pada pasien Sindrom Guillain-Barre. ABSTRACT   The experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition is perceived differently by different patients. This research used a qualitative research with a descriptive-phenomenological approach. The objective of this research was to deeply describe physical, psychological, spiritual, and social experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition at dr. Hasan Sadikin Bandung Public Hospital’s Intensive Care Unit (ICU). This research involved 4 participants of Guillain-Barre Syndrome. Those patients who were selected as participants were identified as having an experience of being treated at an intensive room and capable of telling their experiences. Data collection was conducted by an in-dept interview technique. The method used for data analysis was Colaizzi method. After the data has been analyzed, the researcher could identify the experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition. There were 5 themes of physical experiences: malaise, short-winded, numb, throat pain, and cough. There were three themes of psychological experiences: unbelief, distressing, and fearful. There were two themes of spiritual experiences: like being at the edge of dying and sense of submission. There were three themes of social experiences: positive family support, unable to speak, and enable to interact.The findings of research were useful for enhancing the caring attitude of nurses to their patients during a critical condition and to physical, psychological, spiritual, and social needs. Nurses should focus not only on the fulfillment of physical needs but psychological, spiritual, and social needs are also strongly needed as an attempt to provide a motivation to recovery to patients with Guillain-Barre Syndrome

    PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PEMASANGAN KONTRASEPSI IMPLANT

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1). Apakah ada pengaruh media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, 2). Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, dan 3). Apakah ada interaksi pengaruh media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasy experimental design) Control Group Posttest Only Design. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Teknik sampel penelitian yang digunakan sampling  jenuh, yaitu seluruh mahasiswa semester IV berjumlah 90 mahasiswa. Sampel dibagi tiga kelompok yaitu 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media VCD,  30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media gambar dan 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media model sebagai kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk pengetahuan pemasanagan kontrasepsi implant dan angket untuk instrumen minat belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi menggunakan uji F, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%, dilanjutkan dengan uji Schefee. Berdasarkan hasil penelitian maka (1) ada pengaruh yang signifikan media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 189,186 (sig=0.00 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 7,197 (sig=0.09 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (3). Tidak terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 0,424 (sig=0,656 > 0.05) sehingga hipotesis yang dikemukakan tidak terbukti kebenarannya ABSTRACT   Purpose of this research are 1) to know the influence of learning media toward knowledge about installation of implants\u27s contraception, 2) to know the influence interest of learning toward knowledge about installation of implant contraception, and 3) to know the interaction of learning media and learning interests toward knowledge about installation of implants contraception. The technique of collecting data knowledge of contraceptive implant installation using the tests, while the data learning of interest using  questionere. The technique analyzed data using two-way analysis of variance. Prerequisite test using the test of normality and homogeneity of using F test, with significance level of 5% followed by Schefee test. The research use an quasy experimental design control group posttest only design. This research was conducted in the course DIII Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. The population involved the research was all of student fourth semester.  The population in this study are all students at four semester study program DIII Midwifery STIKes  Kusuma Husada Surakarta. Techniques sampling used are sample saturated, total all students are 90 students, and then this sample is divided into three groups: 30 students were treated with VCD media, 30 students were treated with media images and 30 students were treated by the media as a control of model Conclusion the results of this study  are : (1) there is significant influence learning media toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 189.186 (sig = 0.00 <0.05), so the hypothesis hypothesis can be acceptable (2) there is significant influence of interest\u27s learning toward knowledge about the installation of implant contraception  with the result F = 7.197 (sig = 0.09 <0.05), so the hypothesis  can be acceptable (3). There were no significant influence interaction between instructional media and interest in learning toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 0.424 (sig = 0.656> 0.05) so that the hypothesis can nto acceptabl

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BAYI UMUR 6-24 BULAN DI POSYANDU KARYAMULYA JETIS JATEN

    Get PDF
    ABSTRAK Pengetahuan tentang makanan pendamping ASI yang dimiliki ibu sangat berpengaruh, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang semakin baik pelaksanaannya. Keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat dan cara pemberian makanan pendamping ASI yang benar sehingga berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan di posyandu Karya Mulya Jetis Jaten. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Posyandu karya Mulya Jetis Jaten. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, dan  teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dalam bentuk cheklist dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian di Posyandu Karya Mulya menunjukkan responden yang memberikan MP-ASI dengan tingkatan pengetahuan baik sebanyak 66,7%; kelompok tingkatan pengetahuan cukup sebanyak 16,7%; kelompok ibu yang  tingkat pengetahuannya kurang  sebanyak 3,3%. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan. ABSTRACT The food was given for the first time will be a huge impact on the future health of babies that are beneficial to growth and development. In this case, knowledge about complementary feeding mothers held very influential, the higher a person\u27s level of knowledge the better implementation. The state of malnutrition in infants and children caused by the provision of complementary feeding is not appropriate and the ignorance of mothers about the benefits and how the provision of proper complementary feeding and therefore contributes to the provision of complementary feeding The objective to determine the level of knowledge capital, know breast milk feeding infants aged 6-24 months and to determine the relationship of the level of knowledge of mothers with breast milk feeding infants aged 6-24 months in posyandu work Mulya Jetis Cork. The study was an observational analytic cross sectional design. Location of research work carried out in IHC Mulya Jetis Cork. The population in this study were 30 respondents, the sampling technique using total sampling. Data collection tool used was a questionnaire in the form of checklist with univariate and bivariate analyzes. The results in IHC work Mulya the respondent with a good level of knowledge, providing complementary feeding with a good level of 66.7%, while providing complementary feeding with sufficient levels of as much as 16.7%, and from women whose levels provide knowledge about complementary feeding as much as 3.3%. There is a relationship between the level of knowledge of mothers with breast milk feeding bari aged 6-24 months

    PEMBUATAN SGO-BGA PHANTOM SEDERHANA SEBAGAI ALAT PERAGA PRAKTIKUM PENGAMBILAN GAS DARAH ARTERI

    Get PDF
    Praktikum pengambilan darah arteri harus memperhatikan banyak aspek dan kegunaannya. Pengambilan darah arteri memiliki beberapa tujuan dan memiliki beberapa tempat pengambilan darah arteri seperti ; Arteri radialis, femoralis, brachialis. Darah arteri memiliki tekanan sehingga jika ditusuk dengan spuit maka darah akan naik dengan sendiri tanpa harus di aspirasi. Mekanisme pembuluh darah arteri harus mengetahui seberapa besar tekanannya, faktor apa saja yang mempengaruhinya, dan bagaimana cara mengukur tekanan darah arteri. SGO-BGA Phantom Sederhana sebagai alat peraga pengambilan darah arteri merupakan alat alternative untuk praktikum keperawatan. Dewasa ini belum adanya alat peraga dalam praktik pengambilan darah arteri membuat kurang efektifnya praktikum pengambilan darah arteri di akademik keperawatan. SGO-BGA Phantom Sederhana untuk pengambilan darah arteri dapat menjadi alternative untuk meningkatkan keahlihan, keterampilan serta soft skill seorang perawat agar dapat bekerja secara professional dan handal serta menanggulani terjadinya mal praktik

    PEMERIKSAAN RHEUMATOID FAKTOR PADA PENDERITA TERSANGKA RHEUMATOID ARTHRITIS

    Get PDF
    ABSTRAK   Rheumatoid Faktor (RF) adalah imunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG. Sebagaimana ditunjukkan namanya, RF terutama dipakai untuk mendiagnosa dan memantau Rheumatoid Arthritis (RA). Semua penderita dengan RA menunjukkan antibodi terhadap IgG yang disebut RF atau antiglobulin.  RA sendiri merupakan suatu penyakit sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan ringan jaringan penyambung. Pada orang dewasa RA adalah suatu poliartritis inflamatoris sismetris yang ditandai oleh proliferasi sinovial, perusakan tulang dan tulang rawan. Manifestasi tersering penyakit ini adalah terserangnya sendi yang umumnya menetap dan progresif. Awalnya yang terserang adalah sendi kecil tangan dan kaki dan seringkali keadaan ini mengakibatkan deformitas sendi dan gangguan fungsi disertai rasa nyeri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah serum penderita tersangka RA yang diperiksa secara kualitatif memberikan hasil yang positif atau negatif terhadap RF. Pemeriksaan RF secara aglutinasi latex dengan metode Randox RF test. Ketika reagen dicampur dengan serum yang mengandung RF pada level yang lebih besar dari 8,0 IU/ml maka partikel akan terjadi aglutinasi. Hal ini menunjukkan sampel positif. Berdasarkan hasil pemeriksaan RF secara aglutinasi latex pada 15 sampel didapat hasil 4 sampel positif (aglutinasi) terhadap RF yaitu sampel no. 1, 2, 14 dan 15, sedangkan 11 sampel menunjukkan reaksi negatif (tidak aglutinasi) terhadap RF sehingga dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan RF pada penderita tersangka RA dapat digunakan untuk membantu diagnosa RA. ABSTRACT Rheumatoid Factor (RF)is immunoglobulin which interacted with IgG molecule. As showed by its name, RF mainly used to diagnose and monitor Rheumatoid arthritis. All suffecter of rheumatoid arthritis showed antibody toward IgG which called rheumatoid arthritis or antiglobulin. Rheumatoid arthritis is a chronic systemic disease which is indicated with light inflammation of connecting tissue. The purpose of this research is to know if the detection of rheumatoid factor on rheumatoid arthritis susffected showed result of positive or negative toward RF qualitatively. RF examination dad done latex agglutinavely by RF test Randox method. When reagen was mixed with serum which contain RF higher level of 8,0 IU/ml, then there would be agglutinated on the particel. This thing showed positive sample. According to the result of RF examination latex agglutinavely in 15 samples there are positive sample toward RF, those are samples number 1, 2, 14, and 15 while the other samples showed negative reaction toward RF. So, it could be conclude that RF detection on rheumatoid arthritis suspected could be used to help diagnosing RA

    388

    full texts

    418

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇