Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN MINAT BACA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN II PADA MAHASISWA SEMESTER III PRODI D-III KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2016/2017
Minat baca adalah dorongan dari dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara selektif yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan atau mendatangkan kepuasan. Minat baca meliputi keterampilan membaca, intensitas membaca, perhatian, merasakan kenikmatan membaca dan menemukan manfaat membaca. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah asuhan kebidanan II pada mahasiswa semester III Program studi diploma III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta tahun akademik 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Program studi (Prodi) DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta menggunakan kuesioner kepada 50 mahasiswi. Untuk mengukur minat baca digunakan kuesioner sikap minat baca telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan prestasi belajar diukur dengan nilai absolute dari indeks prestasi (IP) untuk mata kuliah asuhan kebidanan II. Kemudian data dianalisis dengan rumus korelasi Spearman Rank. Hasil dari penelitian didapatkan nilai p = 0,000 dengan kekuatan hubungan tinggi (0,860) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah asuhan kebidanan II pada mahasiswi semester III Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta tahun akademik 2016/2017.
Reading interest is an internal motivation or factor which caused or selective attention which caused an object or a profitable activity choosen, fun on brings satisfaction reading interest consist of reading skill, reading intensity, attention, feel enjoy and find the use of reading. The aim of the reseach is to know the relationship between reading interest with learning achievement in midwifery care II courses of student semester III diploma III midwifery courses of STIKes Kusuma Husada Surakarta for academic year 2016/2017. The research methods used analitic observational with cross sectional approach. The research is done in diploma III midwifery courses of STIKes Kusuma Husada Surakarta by using 50 questioners to students.To measure reading interest used attitude of reading questioner which is tested its validity and reliability. While learning achievement tested by absolute value from grade point for midwifery care II courses. Then datais analyzed with spearman rank correlation formula.The result of the research got P value = 0,000 with high correlation (0,860) that means Ha be accepted and Ho rejected. Based on those result can be summed of that there are significant correlation between. Reading interest with learning achievment for midwifery care II course of student semester III diploma III midwifery courses of STIKes Kusuma Husada Surakarta for academic year 2016/2017
KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA SEMARANG
ABSTRAK Kepuasan keluarga pasien merupakan ungkapan perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan antara persepsi terhadap kinerja pelayanan. Kepuasan keluarga menjadi pusat dari hasil yang sedang diakui sebagai ukuran kualitas pelayanan perawatan di ICU. Ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan di ICU RS Permata Medika Semarang sering terjadi seperti penampilan perawat yang membosankan, informasi yang sulit dipahami, pemberian informasi yang kurang jelas, tanggapan yang tidak baik ketika keluarga bertanya, ketidaksigapan dalam memberikan informasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di ruang ICU. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara consecutive sampling sebanyak 32 keluarga penunggu pasien kritis di Ruang ICU. Alat penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Permata Medika Semarang (pvalue = 0,000). Profesi keperawatan diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan untuk menghadapi kompetisi dimasa yang akan datang, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk mewujudkan kualitas pelayanan.  Kata kunci : kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan keluarga pasien, ICU  ABSTRACT Satisfaction of the patient’s family is an expression of feeling happy or disappointed that emerged after comparing the perceptions of service performance. Satisfaction family became the center of a result that is being recognized as a measure of quality of care in the ICU. Dissatisfaction with nursing care in ICU RS Permata Medika Semarang often occurs as a nurse dull appearance, the information difficult to understand, providing information that is less clear, the response was not good when the family asked, ketidaksigapan in providing information. The purpose of this study to determine the relationship between the quality of nursing care with the patient’s family satisfaction in the ICU. This research uses a correlational descriptive design with cross sectional method. Samples taken as many as 32 families consecutive sampling watchman critically ill patients in the ICU. Research tool using a questionnaire and analyzed univariate and bivariate test using Kendall’s tau-b. The results showed no relationship between the quality of nursing care with the patient’s family satisfaction in the ICU Hospital Permata Medika Semarang (pvalue = 0.000). The profession of nursing is expected to further improve the quality of services to face competition in the future, following the training to realize the quality of service  Keywords: quality of nursing care, family satisfaction, IC
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANGSEMUT (MYRMECODIA PENDANS) DAN EKSTRAK KELADI TIKUS (TYPHONIUM FLAGELLIFORME LODD.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHEYL-2-PICRILHIDRAZIL)
ABSTRAK
Tanaman sarang semut dan keladi tikus digunakan sebagai tanaman obat. Sarang semut memiliki kandungan tokoferol, fenolik dan flavonoid. Keladi tikus memiliki kandungan alkaloid, saponin, steroid, glikosida dan RIP (Ribosome Inacting Protein) efektif sebagai antioksidan dan penyembuhkan kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi tanaman sarang semut dan keladi tikus dibandingkan dengan bentuk tunggalnya dalam menangkal radikal bebas metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl). Metode penelitian adalah metode analitik ekperimental dengan tekhnik quota sampling. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS (Spectrofotometer AES-80). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tanaman sarang semut dan keladi tikus 2:1 termasuk paling aktif dengan IC50 91,7234 ppm dan dikategorikan kuat. IC50 bentuk tunggal keladi tikus sebesar 369,2582 ppm termasuk kategori sangat lemah. Bentuk tunggal sarang semut sebesar 99,0533 ppm termasuk dalam kategori kuat. Kombinasi sarang semut dan keladi tikus
1:2 sebesar 262,4262 ppm termasuk dalam kategori sangat lemah. Aktivitas antioksidan kombinasi sarang semut dan keladi tikus lebih kuat pada fraksi butanol dibandingkan dengan bentuk tunggalnya. Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak keladi tikus 2:1 memiliki aktivitas antioksidan paling kuat.
Kata kunci: antioksidan, DPPH, keladi tikus, sarang semut, radikal bebas, quota sampling
ABSTRACT
The Sarang semut plants and keladi tikus use as a medicinal plant. Sarang semut plants contains tocopherol, phenolic and flavonoid. Keladi tikus contains alkaloids, saponins, steroids, glycosides and RIP (Ribosome Inacting Protein) are effective as an antioxidant and cancer healing. This study aims to find out the antioxidant activity of the combination of Sarang semut plant and Keladi tikus compared to the singular in counteracting free radical DPPH(2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl) method. The study used an experimental analytical method with quota sampling technique. Test of the antioxidant activity using UV-VIS spectrophotometry (Spectrophotometer AES-80). The results of research assigmed that combination Sarang semut plants and Keladi tikus 2:1 with with IC50 91,7234 ppm included in the strong category. IC50 singular Keladi tikus at 369,2582 ppm including very weak category. Singular Sarang semut of 99,0533 ppm is included in the strong category. The combination of Sarang semut plants and Keladi tikus 1:2 at 262,4262 ppm included in the category of very weak. The antioxidant activity of the combination of the two extracts is stonger on buthanol than of the singular extract. Combination extract sarang Semut and keladi tikus with ratio 2:1 has the highest antioxidant activity.
Keywords: antioxidant, DPPH, keladi tikus, sarang semut, free radical, quota samplin
PRECONCEPTION CARE SEBAGAI STRATEGI MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DI INDONESIA
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2015 belum sesuai target WHO melalui MDG’s. Masih tingginya angka kematian ibu masih didominasi penyebab langsung yaitu perdarahan sebesar 32%. Preconception care memberikan dampak yang positif terhadap penurunan AKI. Preconception care dimulai dari masa remaja sampai menjelang terjadinya konsepsi. Selama ini program prakonsepsi belum diperhatikan kebutuhannya secara maksimal. Tujuan studi literatur ini bertujuan untuk menyajikan hasil penelitian mengenai bagaimana preconception care itu secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada penurunan AKI. Metode yang digunakan adalah telaah hasil penelitian tentang preconception care yang dipublikasikan dari tahun 2010 sampai 2015 pada sumber elektronik antara lain Pubmed, Ebsco, Proquest , Sage Journal, Science Direct ditemukan 503 dan ada 5 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Kata kunci “women of child bearing age, preconception care, maternal and child health†digunakan untuk mempermudah pencarian literatur. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris, tipe penelitian systematic review, Randomized Control Trial (RCT). Hasil telaah diketahui bahwa pre conception care mempunyai dampak yang positif terhadap kesehatan wanita mulai dari masa remaja sampai dengan masa mempersiapkan kehamilan dan masa diantara kehamilan. Preconception care yang dilaksanakan dengan baik berdampak kepada rendahnya angka kematian ibu. Kesimpulan dan saran preconception care bagian dari continuum care yaitu preconception care, antenatal care, intranatal dan post natal care. Masa prekonsepsi berdampak terhadap fase/ masa selanjutnya. Masa prekonsepsi yang baik akan berdampak kepada masa persiapan kehamilan, masa kehamilan dan masa setelah melahirkan dan masa diantara melahirkan. Oleh karena itu optimalisasi preconception care sangat penting dalam pelayanan keperawatan.
The reduction of maternal mortality rate in Indonesia in 2015 was still below the target of WHO through MDG’s. The high mortality rate was dominated by the direct cause, namely: bleeding as much as 32%. Preconception care has a positive impact on the reduction of maternal mortality rate. Preconception care starts since adolescence until before conception. All this time, the needs of preconception program has not been considered maximally. The objective of this literature study is to display the results of researches on how preconception care has direct and indirect impacts on the maternal mortality rate. This literature study employed the study of the results of researches on preconception which had been published 2010 until 2015 in the electronic media. The keywords of “preconception care, maternal mortality rate (MMR)†were used to search the intended literatures. The inclusive criteria of the study were the searched articles in Indonesian and in English; the researches employed systematic review, Randomized Control Trial (RCT), and qualitative phenomenological approach. Preconception care had positive impacts on female health since adolescence until preconception and conception. The preconception care which was conducted well had an impact on the reduction of maternal mortality rate. The searching by using the keywords found 503 articles, 5 articles fulfilled the criteria for further study. In conclusion, preconception care is a continuum care which includes preconception care, antenatal care, intra-natal, and postnatal care. The preconception has an impact on the following phases. The good preconception will have an impact on the pre-conception, antenatal period, intra-natal period, and postnatal period. Thus, optimization of preconception care is very important in the nursing services
HUBUNGAN BAYI LAHIR PREMATUR DENGAN INFEKSI NEONATORUM DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting pada bayi di Indonesia, baik bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan penyebab langsung kematian bayi di Indonesia meliputi: Asfiksia (44-46%), infeksi (24-25 %), prematur (15-20%), infeksi neonatorum (2-7%), dan cacat bawaan (1-3 %). Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan bayi berat lahir rendah, prematur dan kejadian ikterus dengan infeksi neonatorum. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong-lintang). Sampel dipilih secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2016. Teknik pengumpulan data menggunakan data rekam medik. Data dianalisis menggunakan Analisis korelasi bivariat, dikatakan signifikan apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan prematur dengan infeksi neonatorum dengan p < 5% (p=0.000, Ç: 31,438 ).Kesimpulan terdapat hubungan bayi lahir prematur dengan infeksi neonatorum.
Newborns with neonatal infections are an important public health problem infants in Indonesia, both newborns with neonatal infections are the direct cause of infant mortality in Indonesia include: Asphyxia (44-46%), infection (24-25% ), Premature (15-20%), neonatal infection (2-7%), and congenital defects (1-3%). The objectives were to analyze the relationship between low birth weight, premature and jaundice with neonatal infection. This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional (cross-sectional) approach. Samples were chosen by random sampling. Data collection techniques use medical record data. Data were analyzed using bivariate correlation analysis, it is said significant if the value of p <0,05. There was a significant association of preterm with neonatal infection with p <5% (p = 0.000, Ç: 31,438). Conclusion there is a premature infant relationship with neonatal infection
EFEKTIVITAS VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN TEKNIK MASSAGE DALAM PENYEMBUHAN LUKA COMBUSTIO DERAJAT II PADA LANSIA
ABSTRAKCombustio merupakan . jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkansumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi danfriksi. Combustio yang tidak diberikan perawatan dapat mengakibatkan nekrosis jaringan. EfektivitasVCO (virgin coconut oil) dengan teknik massage diharapkan dapat meminimalisir terjadinya infeksi dandapat menjadi terapi penyembuhan luka combustio. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruhmassage dalam penyembuhan luka combustio, pengaruh pemberian massage dengan VCO untukpenyembuhan luka combustio derajat II mengetahui kendala penurunan derajat luka combustio derajatII melalui teknik massage dengan VCO. Desain penelitian Case Study dengan menggunakan metodeanalisis jalinan. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah responden duaorang lansia yang tinggal di Panti Wredha yang berbeda. Peneliti menganalisis tindakan massage,respon pasien lansia terhadap tindakan massage, perkembangan luka combustio derajat II dan kendalayang ditemui saat penelitian. Terapi massage dengan metode effleurage berpengaruh positif yaitumemberikan sensasi nyaman terhadap kedua pasien lansia. Terapi massage dengan VCO memberikanperkembangan luka yang cukup signifikan, dengan hasil luka tampak kering, warna kecoklatan, eritematampak samar dan jaringan luka menutup tanpa adanya tanda-tanda infeksi. Hambatan penelitian yaituadanya nyeri yang timbul pada terapi minggu pertama, terjadinya penolakan pasien ketika massage,pergerakan pasien yang tidak kooperatif membuat massage terasa lebih rumit. Terapi massage denganVCO efektif dalam meminimalisir terjadinya infeksi dan dapat menurunkan derajat luka combustio.Kata kunci : Massage effleurage, VCO (Virgin Coconut Oil), luka combustioABSTRACTCombustio degree wounds II is one of serious dermatological problems to clients who shall undergoprolonged care with limited activities. It occurs in the localized area whose tissues undergo necrosis,frequently on the surface of protruding bones, due to the prolonged pressures that cause the capillarypressure increase. Combustio degree wounds II which are not given care will result in tissue necrosis.The utilization of Virgin Coconut Oil (VCO) with the massage technique is expected to minimize theincidence of infection but can be a healing therapy for the. The objectives this research are to investigate: (1) the effect of the massage management on the healing of the decubitus ulcers of Grade II; (2) theeffect of the massage management utilizing the VCO on the healing of the decubitus ulcers of GradeII; and (3) the constraint to the combustio degree wounds II grade through the massage techniqueutilizing the VCO.This research used the case study with flow method of analysis. The research weretaken by using the purposive sampling technique. They consisted of two elderly respondents living indifferent nursing homes. The analysis was focused on the massage intervention, the response of theelderly clients to the massage intervention, the healing development of Combustio degree wounds II, and constraints encountered during the research. The result of the research shows that the massagetherapy with effleurage method has a positive effect. The massage therapy utilizing the VCO resultsin a fairly significant healing development. Combustio are dry and look brownish; the erythema looksfaint; and the wound tissues cover completely without any sign of infection. The constraints encounteredin the research are the occurrence of paints in the first week therapy, the clients’ rejection toward themassage therapy, and the uncooperative mobilization of the clients which make the massage therapyseem complicated. The massage therapy utilizing the VCO is effective to minimize the incidence ofinfection and can decrease the grade of the combustio degree wounds II.Keywords: Effleurage massage, VCO (Virgin Coconut Oil), combustio degree wounds I
HUBUNGAN SUMBERDAYA DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER SEBAGAI SASARAN KESELAMATAN PASIEN
ABSTRAKBanyak data di luar negeri maupun di dalam negeri yang menyatakan bahwa sebagian besarpenyebab kesalahan medis adalah ketidaktepatan komunikasi saat handover, baik dilihat dari proses,teknik maupun dokumentasi. Ketidaktepatan handover dan pelaksanaan yang belum optimal menjadipenghambat dalam tercapainya tujuan pasien safety di rumah sakit. Perlu pengkajian lebih mendalamagar handover menjadi lebih baik sehingga mengurangi terjadinya kesalahan medis. Tujuan penelitianadalah untuk menganalisis hubungan sumberdaya dengan pelaksanaan handover sebagai sasarankeselamatan pasien. Penelitian ini memberikan masukan bagi RS tentang aspek yang perlu ditingkatkanuntuk mengoptimalkan pelaksanaan handover. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap RSUDSukoharjo dengan rancangan kuantitatif non eksperimental. Waktu penelitian selama 1 bulan. Populasiseluruh perawat pelaksana ruang rawat inap sebanyak 106 orang. Pengambilan sampel dengan totalsampling. Jumlah sampel adalah 106 orang dikurangi 2 perawat cuti, sehingga berjumlah 104 orang.Pengumpulan data mengunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakanadalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sumber daya (56,7%) dan pelaksanaan handover(53,8%) dalam kategori baik. Ada hubungan antara sumber daya dengan pelaksanaan handover(p=0.039). Kesimpulan motivasi perawat pelaksana, kepemimpinan kepala ruang, sumber daya danpelaksanaan handover adalah baik. Ada hubungan antara motivasi, kepemimpinan dan sumber dayadengan pelaksanaan handover di ruang rawat inap RSUD Sukoharjo.Kata kunci: sumber daya, keselamatan pasien, handoverABSTRACTMany of data found abroad and within the country which states that most of the causes of medicalerrors are inaccuracies handover communication. Handover which is not optimal become a barrier tothe achievement of patient safety. More in-depth assessment is needed in order to be better handoverto reduce the occurrence of medical errors. The aim of research is to analyze the correlation betweensource with handover as the goal of patient safety. This research provides input to the hospital onaspects that need to be improved to optimize handover. The study was conducted in inpatient wardsin Sukoharjo Regional Public Hospital with quantitative non-experimental design. Research time for1 month. Its population is all of nurses in inpatient wards were 106. Sampling method with a totalsampling. The sample size is 106 with 2 nurses on leave, thus totaling 104. Data collection usingquestionnaires, observations and interviews. Data analysis used to chi square. The result researchshowed resources (56.7%) and handover (53.8%) in good categories. There is a relationship betweenresources and handover (p=0.039). Conclusion resources and handover is good. There is a relationshipbetween resources with handover as the goal of patient safety.Keywords : resources, nursing handover, patient safet
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DAN LOGOTERAPI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DAHLIA PUSKESMAS MOJOSONGO SURAKARTA
ABSTRAKLansia atau usia lanjut merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindarkan dan akan dialami oleh setiap individu. Pada aspek kesehatan, peningkatan jumlah tersebut akan menimbulkan masalah fungsional maupun psikologi. Masalah psikologi yang lazim dan praktis ada pada lansia adalah kecemasan. Pemberian pendidikan kesehatan dan logoterapi pada lansia diharapkan dapat memaknai hidup dengan perubahan yang dialami sehingga ia dapat produktif dalam keterbatasan yang dimilikinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dan logoterapi untuk menurunkan kecemasan pada lansia di posyandu lansia dahlia puskemas mojosongo surakarta. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan desain pre-post test design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pemberian intervensi pendidian kesehatan dan logoterapi pada lansia yang mengalami kecemasan di kelompok intervensi. Cara pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 klien dibagi 2 yaitu 30 responden untuk kelompok intervensi dan 30 responden untuk kelompok kontrol. Instrumen menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang berjumlah 14 pertanyaan. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired t-tes serta uji independen sample t-tes. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kondisi kecemasan secara bermakna pada kelompok intervensi maupun kontrol (p value< 0,05). Penurunan kondisi kecemasan pada kelompok lansia yang mendapatkan pendidikan kesehatan dan logoterapi menurun lebih rendah secara bermakna dibanding dengan kelompok lansia yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan dan logoterapi (p value< 0,05). Pendidikan kesehatan dan logoterapi direkomendasikan sebagai terapi dalam mendampingi lansia dengan kondisi cemas.Kata kunci: lansia, logoterapi, kecemasan, pendidikan kesehatanABSTRACTElderly is part of the process of life that can not be avoided and will be experienced by each individual. On the health aspect, the increase in the amount will cause problems, both functional and psychological problems. Psychological problems and practical common in the elderly there is anxiety. The provision of health education and logotherapy in the elderly is expected to make sense of life with the changes experienced so that he can be productive within its limitations. The purpose of this study to determine the effect of health education and Logotherapy to reduce anxiety in the elderly in the neighborhood health center clinics elderly Dahlia Mojosongo Surakarta. The research method was quasi experiment with pre - post test design with control group. Data were taken before and after the administration of health and logotherapy pendidian intervention in the elderly who experience anxiety in the intervention group. Total sampling with a sample of 60 clients divided by 2 group is 30 respondents to the intervention group and 30 respondents to the control group. The research instrument to determine anxiety questionnaire Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars) which amounts to 14 questions, were analyzed using univariate and bivariate Paired t - test and independent sample t - test test. The results of this study showed a significant decrease in anxiety conditions, both in the intervention and control groups (p value < 0.05). The declining state of anxiety in the elderly group who received health education and logotherapy declined significantly lower compared with elderly people who do not get health education and logotherapy (p value < 0.05). Health education and logotherapy recommended as therapy in assisting the elderly with anxiety conditions .Keywords: elderly, anxiety, health education, logotherap
HUBUNGAN ANTARA METAKOGNISI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH PELAYANAN KB PADA MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
ABSTRAKPrestasi belajar merupakan indikator penting keberhasilan proses belajar mengajar, untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Metakognisi mencakup pemahaman dan keyakinan pembelajar mengenai proses kognitifnya sendiri dan bahan pelajaran yang akan dipelajari, serta usaha-usaha sadarnya untuk terlibat dalam proses berperilaku dan berpikir yang akan meningkatkan proses belajar dan memorinya. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara metakognisi dengan prestasi belajar. Jenis penelitian adalah penelitian analitik-observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah mahasiswa semester IV Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta berjumlah 180 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan pearson corelation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang secara statistic signifikan antara metakognisi dengan prestasi belajar. Mahasiswa yang metakognisinya tinggi memiliki prestasi belajar lebih tinggi daripada mahasiswa yang metakognisinya rendah (sig. (0,000) < (0,05) koofisien 0,825 > 0, 244). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara metakognisi dengan prestasi belajar.Kata kunci: metakognisi, prestasi belajarABSTRACTLearning achievement is an important indicator of a successful teaching-learning process, to find out whether or not an individual learns successfully. The learning achievement is affected by 2 factors: internal and external. Metacognition encompasses the learner’s understanding and belief on his/her own cognition and learning material to be studied, as well as the conscious attempt of being involved in behaving and thinking process that will improve his/her learning process and memory. This research aimed to analyze the relationship of metacognition to learning achievement.This study was an analytical-observational research with cross-sectional approach. The population was the fourth semester students of Midwifery Undergraduate Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta, consisting of 180 students. The sampling technique used was purposive cluster random sampling, with 60 students as the sample. The data was collected using questionnaire. The data analysis was conducted using a pearson correlation. The research finding showed that was a statistically significant positive relationship between metacognition and learning achievement. The students with high metacognition had learning achievement higher than those with low metacognition (sig. (0,000) < (0,05) coe fition 0,825 > 0, 244. There was a statistically significant positive relationship between metacognition and learning achievement.Keywords: metacognition, learning achievemen
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI SELAMA KEHAMILAN
ABSTRAKPengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku atautindakan seseorang (overt behavior). Apabila perubahan perilaku didasari dengan pengetahuan dansikap yang positif maka akan menyebabkan langgengnya perilaku (long lasting). Pemenuhan kebutuhannutrisi pada ibu hamil berkaitan erat dengan tinggi rendahnya pengetahuan ibu tentang nutrisi padasaat hamil. Ibu hamil dengan pengetahuan gizi baik diharapkan dapat memilih asupan makanan yangbernilai gizi baik dan seimbang bagi dirinya sendiri, janin dan keluarga. Pengetahuan gizi yang baikdapat membantu seseorang belajar bagaimana menyimpan, mengolah serta menggunakan bahan makananyang berkualitas untuk dikonsumsi. Pengetahuan yang kurang menyebabkan bahan makanan bergizi yang tersediatidak dikonsumsi secara optimal. Metode penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan crosssectional study, di BPS Mitra Ibu Sragen selama 6 bulan. Populasi penelitian adalah 30 ibu hamildengan teknik sampling quota sample. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis dataadalah Spearman’s Rho dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 5%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik dengan perilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak2 orang (6.67%), cukup 7 orang (23.33%) dan kurang 1 orang (3.33%). Ibu hamil yang memilikipengetahuan cukup dengan perilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak 1 orang (3.33%), cukup 13orang (43.33%) dan kurang 1 orang (3.33%). Ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang denganperilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak 1 orang (3.33%), cukup 3 orang (10.00%) dan kurang 1orang (3.33%). Berdasarkan hasil analisis Spearman’s Rho dengan tingkat kepercayaan 5% diperolehnilai p hitung 0.146 < p tabel 0.364 dan p-value 0.442 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidakada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi selamakehamilan.Kata Kunci: tingkat pengetahuan, perilaku, nutrisi, kehamilanABSTRACTCognitive is very important domain knowledge for the formation of a person’s behavior or actions(overt behavior). If the behavior changes based on the knowledge and a positive attitude will leadto the perpetuation of behavior (long lasting). Meeting the needs of nutrition in pregnant women isclosely related to the level of knowledge of mothers about nutrition during pregnancy. Pregnant womenwith the knowledge of good nutrition is expected to choose the food intake of good nutritional valueand balance for himself, fetus and family. Knowledge of good nutrition can help a person learn howto store, process and use a quality foodstuffs for consumption. The knowledge that they cause lessnutritious food available is not optimally consumed. The research method is analytic survey with crosssectional approach, in BPS Mitra Ibu Sragen for 6 months. The study population was 30 pregnant women with quota sampling technique sample. The research instrument was a questionnaire. The dataanalysis technique is Spearman’s Rho with a confidence level of 95% or α = 5%. The results showed thatpregnant women who have a good knowledge of nutrition with good behavior as much as 2 (6.67%), just7 people (23:33%) and less than 1 (3:33%). Pregnant women who have sufficient knowledge of nutritionwith good behavior as much as 1 (3:33%), just 13 people (43.33%) and less than 1 (3:33%). Pregnantwomen who have less knowledge of nutrition with good behavior as much as 1 (3:33%), just 3 votes(10.00%) and less than 1 (3:33%). Based on the analysis of Spearman’s Rho with a confidence levelof 5% calculated p values obtained 0146 <p table and the p-value 0.364 0.442> 0.05. This shows thatthere is no relationship between the level of knowledge of mothers with behavioral fulfilling nutritionalneeds during pregnancy.Keywords: level of knowledge, behavior, nutrition, pregnanc