Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN RENDAH LEMAK TERHADAP MORFOLOGI SEL DAN EKSPRESI RESEPTOR-1 NEUROTENSIN (NTSR-1) PADA MUKOSA USUS TIKUS WISTAR JANTAN
Neurotensin merupakan protein yang memiliki fungsi ganda dan bekerja di otak dan usus sehingga sering disebut sebagai neuropeptida yang berperan sebagai neurtrasmitter saat di otak di otak dan disebut hormon saat berada di gastrointestinal dan bertujuan mengatur gerakan lambung,duodenum dan usus, serta sekresi asam lambung, penyerapan klorida dan air di usus besar, keberadaan neurotensin paling banyak terdapat di jejunoileum yaitu 85% dan neurotensin reseptor-1(NTSR-1) adalah reseptor terbanyak di jejunoileum. Makanan rendah lemak adalah makanan yang memiliki kadar lemak di bawah 25% dan memiliki pengaruh terhadap motilitas usus dan juga otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan rendah lemak terhadap morfologi sel dan ekspresi reseptor-1 neurotensin (NTSR-1) di mukosa usus. Tikus wistar jantan berusia 3 bulan berjumlah 20 ekor di bagi kedalam 2 kelompok, Kelompok 1 diberikan makanan rendah lemak AIN 93 M kelompok 2 diberikan pakan tinggi lemak AIN-93G, perlakuan dilakukan selama 30 hari, kemudian dilakukan pemeriksaan Imunnohistokimia (IHC) dan pembacaannya menggunakan software IHC reader yang menghitung berdasarkan penyerapan warna pada slide,dan dilakukan pemeriksaan Hemotoxilin Eosin untuk mengetahui morfologi sel di usus Penelitian ini menunjukkan hasil rerata yaitu: kelompok 1 dengan pakan standar yaitu AIN 93M menunjukkan hasil rerata 51,08± 18,13 dengan rentang nilai 6,03-96,14. kelompok 2 dengan pakan AIN 93G didapatkan hasil 107,74± 18,67 dengan rentang nilai 61,34-154,13. Hasil pengamatan IHC pada pewarnaan HE menunjukkan tidak ada perubahan morfologi pada sel usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian makanan tinggi lemak (AIN 93 G) dapat memicu sekresi neurotensin lebih tinggi. Makanan rendah lemak (AIN 93 M) tidak memicu sekresi neurotensin dan tidak merubah morfologi sel usus.
Neurotensin is a protein that has a dual function and work in the brain and the gut so often referred to as neuropeptides that act as neurtrasmitter current in the brain in the brain and is called hormone while in the gastrointestinal and respiratory stomach, duodenum and colon, as well as acid secretion Stomach, chloride and air absorption in the colon, found most neurotensin in jejunoileum ie 85% and neurotensin receptor-1 (NTSR-1) receptors in jejunoileum. Low-fat foods are foods that have a fat content below 25% and have an effect on the motility of the intestine and also the brain.This study aimed to determine the effect of food on the fat and cell morphology and expression of neurotensin receptor-1 (NTSR-1) in the intestinal mucosa. Rats Wistar male aged 3 months to 20 fish inside into two groups, Group 1 was given a low fat diet AIN 93 M group 2 is given high feed fat AIN-93g, this treatment is carried out for 30 days, then examined Imunnohistokimia (IHC) and the reading using IHC reader software that calculates based on the color absorption on the slide, and Hemotoxilin Eosin examination to determine the morphology of cells in the intestin. This study showed that the average results: group 1 with a standard feed that is AIN 93m shows the results mean 51.08 ± 18.13 with a range of values from 6.03 to 96.14. Group 2 with AIN 93G feed result of 107,74 ± 18,67 with value range 61,34-154,13. And the result of IHC observation on HE staining shows no morphological changes in intestinal cells. The results of this study showed that using a high-fat diet (AIN 93 G) could pass the secretion of higher neurotensin. Low-fat foods (AIN 93 M) do not escape neurotensin secretion and can not alter the morphology of intestinal cells
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA WANITA PREDIABETES
ABSTRAK Prediabetes adalah subyek yang mempunyai kadar glukosa plasma meningkat akan tetapi peningkatannya masih belum mencapai nilai minimal untuk kriteria diagnosis diabetes mellitus. Kriteria prediabetes adalah individu yang tergolong Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) dan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT), yakni Glukosa puasa 100-125 mg/dl dan glukosa 2 jam post prandial (GD2PP) 140- 199 mg/dl. Metode penelitian adalah metode analitik observasional dengan pendekatan cros-sectional. Instrumen penelitian menggunakan UASure Blood Uric Meter untuk pemeriksaan kadar asam urat dan glukoSure Blood Gluko Meter untuk pemeriksaan kadar glukosa darah. Hasil penelitian diuji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0.008, atau lebih kecil sama dengan α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan kadar asam urat dengan kadar glukosa darah pada wanita prediabetes. Peningkatan kadar glukosa darah sejalan dengan peningkatan kadar asam urat.  Kata kunci: Prediabetes, asam urat, glukosa darah.    ABSTRACT Prediabetes is subject with increased plasma glucose level but not high enough to reach minimal level for criteria of diabetes mellitus diagnosis. Prediabetes criteria are those who classified as Impaired Fasting Blood Glucose (IFBG) and Impaired Glucose Tolerance (IGT) with Fasting Glucose of 100-125 mg/ dl and 2-hours postprandial glucose of 140-190 mg/dl. The method was conducted by using analytical observational with cross sectional approach. Instruments used in this study were UASure Blood Uric Meter to examine uric acid level and glucoSure Blood Glucose Meter to examine blood glucose level. The results of this study tested with Spearman’s correlation test which showed p value = 0,008, because p value was less than or equal to α (0,05) therefore Ho was rejected and H1 was accepted. There was significant association between uric acid level and blood glucose level in prediabetes women. The increase of blood glucose level was in line with uric acid level.  Keywords: prediabetes, uric acid, blood glucos
POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI DAN KULIT PETAI (PARKIA SPECIOSA HASSK.)
ABSTRAK
Biji dan kulit petai mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui potensi antioksidan ekstrak etil asetat pada biji dan kulit petai yang dinyatakan dengan Inhibitor Consentration 50 (IC50). Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 518 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat biji petai mempunyai potensi aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 sebesar 274,702 ppm sedangkan ekstrak etil asetat kulit petai aktivitas antioksidannya tidak aktif dengan nilai IC50 sebesar 685, 857 ppm. Aktivitas antioksidan pada biji petai disebabkan adanya antioksidan enzimatis sehingga tidak dapat terdeteksi dengan metode DPPH dan kandungan utamanya protein, karbohidrat, mineral,asam amino yang cukup tinggi. Aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat kulit petai menunjukkan tidak aktif, karena senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan tidak larut dalam pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan yang tidak terdapat pada kulit petai disebabkan kandungan utamanya yaitu pati dan serat. Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etil asetat biji petai memiliki aktivitas antioksidan, sedangkan ekstrak etil asetat kulit petai tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Kata kunci: biji petai, kulit petai, antioksidan, DPPH, IC50
ABSTRACT
Petai seeds and petai shell are contain flavonoids that act as antioxidants. The purpose of research is to know the potential of the ethyl acetate extract antioxidant in seeds and petaishell expressed by Inhibitor consentration 50 (IC50). Testing of antioxidant activity using DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 518 nm. The results showed the ethyl acetate extract petai seeds have potential antioxidant activity weak with IC50 value of 274.702 ppm while the ethyl acetate extract of petai shell antioxidant activity is not active with IC50 values of 685, 857 ppm. Antioxidant activity in seeds due to their antioxidant enzymatic petai so it can not be detected by DPPH and the main content of protein, carbohydrates, minerals, amino acids are quite high. The antioxidant activity of ethyl acetate extracts of petai shell showed inactive , because the active compounds that function as antioxidants are not soluble in ethyl acetate solvent. The antioxidant activity which is not present in petai shell due to the content of its main substance are starch and fiber. Conclusion of the study is the ethyl acetate extract petai beans have antioxidant activity, while the ethyl acetate extract of petai shell does not have antioxidant activity.
Keywords: petai seeds, petai shell, antioxidant, DPPH, IC50
 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN GUIDED IMAGERY TERHADAP NYERI DISMINORE PADA REMAJA DI SMPN III COLOMADU KARANGANYAR
ABSTRAK Tahap pertama masa remaja pada perempuan yaitu mengalami menstruasi atau haid. Salah satu ketidaknyamanan fisik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari saat menstruasi yaitu dismenore. Manajemen non farmakologis dapat dilakukan dengan teknik guided imagery. Guided Imagery adalah suatu teknik yang menggunakan imajinasi individu dengan imajinasi terarah untuk mengurangi stress ataupun nyeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas pemberian guided imagery terhadap nyeri disminore pada remaja di SMPN III Colomadu Karanganyar. Jenis penelitian adalah Pre- Experimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilakukan di SMPN III Colomadu Karanganyar. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling; sampel berjumlah 54 siswa perempuan. Uji normalitas data pada penelitian menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Tingkat nyeri responden setelah (post) dilakukan guided imagery yang tidak mengalami nyeri dengan jumlah 12 siswi (22,2%), yang mengalami nyeri ringan 26 siswi (48,1%) dan responden yang mengalami nyeri sedang 16 siswi (29,6%). Hasil uji paired t test didapatkan hasil bahwa Sig (2-tailed) menunjukan nilai p < 0,001 (p-value < á 0,05).Kesimpulan penelitian yaitu adanya pengaruh pemberian guided imagery terhadap nyeri disminore pada remaja di SMPN III Colomadu Karanganyar.  Kata kunci : guided imagery, nyeri disminore, remaja  ABSTRACT In the early of adolescents girls experince their menstrual periods. One of the physical discomfort which can interfere daily activities during this period is dysmenorrhea. Non-pharmalogical management can be done by using guided imagery technique. Guided imagery is a technique to syncronize someone imajination with directed imagination with directed imagination in order to reduce stress and pain of dysmenorrhea. This research aims to determine the effectiveness of guided imagery technique for dysmenorrhea reduction in the case of the teenagers of SMPN III Colomadu Karanganyar. This research used pre-experimental research with One Group Pretest-Posttest research design. The research was conducted in SMP N 03 Colomadu. The sampling technique was purposive sampling. The sample size was 54 female students. The Kolomogorov-Smirnov was used for the data normality test. After the giving of guided imagery, we collected data that 12 respondents (22,2%) did not feel any pain of dysmenorrhea, 26 respondents (48,1%) experienced low level of dysmenorrhea and 16 respondents (29,6%) experienced medium level of dysmenorrhea. The paired t test results the Sig (2-tailed) that shows p value < 0,001 (p-value < á 0,05). The conclusion of this research is that there is influence of guided imagery giving on dysmenorrhea teenagers in the case of SMPN III Colomadu Karanganyar.  Keyword : Guided Imagery, Dysmenorrhea Pain, Teenager
ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH TERHADAP PERILAKU WARGA DALAM MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SEWU, KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA
Masalah sampah rumah tangga menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di perkotaan, demikian pula di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Kelurahan Sewu merupakan kawasan padat penduduk dengan kondisi permukiman yang tidak teratur dan lokasinya berdekatan dengan bantaran sungai Bengawan Solo. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap, dan perilaku warga Kelurahan Sewu terkait pengelolaan sampah rumah tangga, serta untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh variabel pengetahuan, dan sikap warga tentang pengelolaan sampah terhadap perilakunya dalam mengelola sampah rumah tangga. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 2.277 Kepala Keluarga (KK). Sampel penelitian diambil secara random probability sampling. Jumlah sampel minimum yang diperlukan dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 341 KK. Jumlah sampel sebanyak 346 KK. Alat pengumpulan data penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji t, dan uji F dengan software SPSS untuk menguji pengaruh secara parsial maupun simultan variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah terhadap perilaku warga dalam mengelola sampah rumah tangga dengan hasil uji t diperoleh nilai p <0,05. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara sikap tentang pengelolaan sampah terhadap perilaku mengelola sampah dengan hasil uji t diperoleh nilai p < 0,05, sedangkan F hitung diperoleh 129,247 dengan nilai p < 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pengetahuan dan sikap tentang pengelolaan sampah terhadap perilaku warga Kelurahan Sewu mengelola sampah rumah tangga.
Household waste problems are the main problem faced by the people in urban areas, also in the Sewu Village, Jebres District, Surakarta City. Sewu Village is a densely populated region with irregular settlements condition and its location adjacent to the Bengawan Solo River. The study purposes were determined how the knowledge, attitudes, and behaviors of Sewu Village residents related to the household waste management, as well as determined the effect of variables of knowledge and attitudes of citizens on waste management to the citizen’s behavior in household waste management. The research method is descriptive quantitative. The study populations are 2.277 families. Sampling technique was used random probability sampling. The minimum sample number ditermined with Slovin formula, then obtained minimal sample of 341 households. In this study, samples taken as many as 346 househols. Data collection technique is questionnaire. Data analyzing techniques were used multiple linear regression, t test and F test by SPSS software to test the effect of partially or simultaneously of study variables. The study results were showed that there is partially significant effect between the waste management knowledge to the citizen’s behavior in household waste management, it was evident from the results of t test obtained p-value <0.05.The research results also showed that there is partially significant effect between waste management attitudes to the waste management behavior, it was evident from the t test results obtained p-value <0.05, while Fcount testing was obtained value of 129.247 with p value of <0.05. This shown there is significant effect simultaneously between knowledge and attitudes of waste management to the Sewu Village resident behavior in manage the household waste
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGKRAH KOTA SURAKARTA
 ABSTRAK Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program yang dicanangkan Pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Ada berbagai macam alat kontrasepsi dan yang paling banyak diminati adalah suntik. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan para wanita tentang macam-macam alat kontrasepsi. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test and post test design dalam satu kelompok. Sampel adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis data uji t didapatkan hasil nilai p = 0,000 < á = 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi.  Kata kunci : penyuluhan, wanita usia subur, alat kontrasepsi    ABSTRACT Family Planning is a program launched by the government in an effort to increase awareness and public participation under Maturation Age Marriage (MAM), birth control, fostering family resilience, improving the welfare of small family, happy and prosperous. There are different kinds of contraceptives and the most preferred is a syringe. This is due to lack of knowledge of women about the various contraceptives. Counseling is one way to improve knowledge about contraceptives. The aim of research to determine the effect of extension of the level of knowledge of women of childbearing age about contraception in Puskesmas Sangkrah Surakarta. The research method using pre-experimental design with one group pre test and post test design in one group, the sample was women of childbearing age in Puskesmas Sangkrah and sampling techniques with purposive sampling. The results based on the analysis of the t test data showed the value of p = 0.000 <á = 0.05. The conclusion of research is no influence of illumination on the level of knowledge of women of childbearing age about contraception.  Keywords: counseling, women of childbearing age, contraceptio
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI HAID ANTARA KONSUMSI KUNYIT ASAM DAN KOMPRES HANGAT PADA MAHASISWI STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
ABSTRAK Nyeri haid merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit, hal ini timbul karena kontraksi disritmik miometrium yang menyebabkan otot menegang, tidak hanya terjadi pada otot perut, tetapi juga pada otot penunjang lain yang terdapat di bagian punggung bawah, pinggang, panggul, dan paha hingga betis. Dismenore menyebabkan banyak siswa yang absen dari sekolah, kehilangan konsentrasi belajar, dan aktivitas sosialnya terganggu. Beberapa wanita sampai pingsan karena tidak bisa menahan rasa nyeri akibat dismenore, ada yang merasa sangat mual bahkan sampai muntah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid antara penatalaksanaan konsumsi kunyit asam, dan kompres hangat pada mahasiswi STIKes Kusuma Husada Surakarta.Jenis penelitian adalah analitik eksperimental dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT). Didapatkan sampel sejumlah 60 orang, 30 orang kelompok konsumsi kunyit asam dan 30 orang kelompok kompres hangat. perbedaan penatalaksanaan nyeri haid antara 2 kelompok tersebut diuji menggunakan Mann Whitney test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan intensitas nyeri haid antara penatalaksanaan konsumsi kunyit asam, dan kompres hangat (p=0.743). keduanya efektif untuk mengurangi intensitas nyeri haid.Kesimpulan penelitian adalah konsumsi kunyit asam, dan kompres hangat dapat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri haid pada perempuan, dengan efektivitas yang sebanding.  Kata kunci: intensitas nyeri haid, konsumsi kunyit asam, kompres hangat.   ABSTRACT Menstrual pain is a symptom not a disease, it appears because dysrhythmia myometrium contraction causing tighten the muscles. They are not only occur in the abdominal muscles, but also on the other supporting muscles located on the lower back, hips, pelvis, and thigh to calf. Dysmenorrhea causes many students are absent from school, concentration learning are loss, and social activities are disrupted. Some of the women are faint because they can not endure the pain of dysmenorrhea and the others feel nauseous moreover until vomit. The study is aimed to determine the difference of menstrual pain intensity between consumption of turmeric acid and warm compresses at student of STIKes Kusuma Husada Surakarta. The kind of the study is analytic experimental with Randomized Controlled Trial (RCT) design. The sample of the study is 60 people; 30 people of turmeric acid consumer and 30 peoples of warm compresses. Differences in the effectiveness of the management of menstrual pain between the two groups were tested with Mann Whitney test . The results showed that there was no difference between the effectiveness of turmeric acid consumption and warm compresses (p=0.743). Both of the treatment effective to reduce the menstrual pain intensity. The conclusion of the study is the consumption of turmeric acid, and warm compresses have significant effectiveness to reduce the intensity of menstrual pain in women.  Keywords: menstrual pain intensity, turmeric acid consumption, warm compresses
PENGARUH KOMBINASI DAUN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA BEST) DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIDIS FOLIUM) TERHADAP STRESS OKSIDATIF PADA TIKUS DIABETES MILITUS YANG DIINDUKSI ALOXAN
Global Diabetes Statistic melaporkan bahwa pada tahun 2003 terdapat 194 juta jiwa di dunia menderita DM dan akan meningkat menjadi 333 juta jiwa pada tahun 2025. Keadaan hiperglikemi juga terlibat dalam prose pembetukan radikal bebas yang di tandai dengan adanya kenaikan kadar Lipid Peroksida (LPO) dan penurunan Glutathion (GSH). Pengobatan Diabetes dapat diatasi dengan antioksidan, senyawa antioksidan sintetik maupun alami mampu mengontrol kadar glukosa dalam darah dan mencegah timbulnya komplikasi diabetes. Stevia mempunyai nilai IC50 sebesar 8,02 µg/ml dan sambiloto mempunya nilai IC50 sebesar 6,5 µg/ml. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas optimal kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto terhadap stress oksidatifpada tikus diabetes melitus dibandingkan dalam bentuk tunggal. Metode penelitian menggunakan uji praklinis dengan menginduksi aloksan pada tikus putih jantan Penelitian menggunakan 40 tikus putih jantan yang dibagi secara acak menjadi 8 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol normal diberi aquadest, kelompok II sebagai kontrol negatif diberi CMC Na 0.5%, kelompok III sebagai kontrol positif diberi glibenklamid dosis 1,26 mg/KgBB, kelompok IV sampai V diberi dosis tunggal ekstrak etanol daun stevia 100% dan sambiloto 100%, dan untuk kelompok VI - VIII berturut-turut diberi kombinasi perbandingan STSA 75:25, STSA 50:50, STSA 25: 75 (dalam persen). Kemudian dilakukan analisis penentuan parameter stress oksidatif dengan pengukuran kadar LPO dan kadar GSH. Pemberian kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto mampu menurunkan kadar LPO (Lipid Peroxidation) dan meningkatkan kadar GSH pada tikus Diabetes Melitus yang diinduksi Aloksan secara signifikan dengan nilai (P<0,05). Dosis optimal ekstrak etanol daun stevia dan ekstrak etanol daun sambiloto yang mampu menurunkan kadar LPO pada tikus Diabetes Melitus yang diinduksi adalah dosis STSA 75% : 25% yaitu 75 mg/kg BB stevia : 5,12 mg/ kg BB sambiloto.
Global Diabetes Statistic reports that in 2003 there were 194 million people in the world suffering from DM and would increase to 333 million by 2025. The hyperglycemic state is also involved in the free radical free radical process which is marked by elevated levels of lipid peroxide (LPO) and decreased Glutathion (GSH). Treatment Diabetes can be overcome with antioxidants, synthetic or natural antioxidant compounds (from various plants) are able to control blood glucose levels and prevent the occurrence of diabetes complications. Stevia has IC50 value of 8.02 ìg / ml and sambiloto has IC50 value of 6.5 ìg / ml. This study was conducted to determine the optimal effectiveness of ethanol extract combination of stevia leaves and bitter leaves of oxidative stress in diabetic melitus rats compared in single form.The method used in this study was by conducting preclinical testing by inducing alloxan in male white rats. The study used 40 male white rats divided randomly into 8 groups. Group I as a normal control was given aquadest, group II as negative control was given CMC Na 0.5%, group III as positive control was given glibenclamide dose 1.26 mg / KgBB, group IV to V were given single dose of 100% stevia ethanol extract and 100 %, And for groups VI - VIII were given a combination of STSA 75:25, STSA 50:50, STSA 25: 75 (in percent), respectively. Then the analysis determines the parameters of oxidative stress with measurement of levels of LPO and GSH levels. The combination of ethanol extract of stevia leaf and bitter leaf was able to decrease LPO (Lipid Peroxidation) and increase GSH level in Aloksan-induced Diabetes Melitus mice significantly with value (P <0,05). The optimal dose of ethanol extract of stevia leaf and ethanol extract of bitter leaf that can decrease LPO level in mouse Diabetes Mellitus induced is 75%: 25% STSA dose ie 75 mg / kg BW stevia: 5.12 mg / kg BB sambiloto
KECEMASAN ANAK SAAT HOSPITALISASI
Anak yang mengalami hospitalisasi berisiko mengalami kecemasan. Kecemasan tidak mudah diatasi karena faktor penyebabnya yang tidak spesifik. Kecemasan memperburuk proses penyembuhan pada anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan anak usia 3 sampai 6 tahun yang mengalami hospitalisasi di ruang Anggrek RSUD Ambarawa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif diskriptif cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner (parent report). Sampel penelitian ini adalah 60 anak yang diambil dengan teknik incidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 41 anak (68,3%) mengalami kecemasan tingkat ringan dan sejumlah 19 anak (31,7%) mengalami kecemasan tingkat sedang. Kecemasan tingkat sedang paling banyak terjadi pada anak usia 3 tahun dengan jenis kelamin perempuan dan lama hari rawatnya 2 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah anak usia 3 sampai 6 tahun yang mengalami hospitalisasi di Ruang Anggrek RSUD Ambarawa mengalami kecemasan tingkat ringan dan sedang. Perawat perlu memberikan asuhan keperawatan holistik dengan melakukan manajemen kecemasan pada anak sehingga proses hospitalisasi lebih efektif dan tercapai peningkatan kualitas kesehatan anak.
The children who had hospitalization had high risk of anxiety. The anxiety worsen the healing process of disease. The research aimed to find out the level of 3-year-old to 6-year-old child’s anxiety who had hospitalization in Room Anggrek Ambarawa Public Hospital. The research used quantitative discriptive method and cross sectional design. The data were collected by interview using questioner (parent report). The sample were 60 children who were taken by incidental sampling technique. The data were analyzed using univariat analysis. The research indicated that the occurance of children with mild anxiety was 68,3% (41 children) and children with moderate anxiety was 31,7% (19 children). The moderate anxiety was most occured in 3-year-old children with female sex and length of hospitalization 2 days. The conclusion was children aged 3 to 6 years old who had hospitalization in room Anggrek Ambarawa Public Hospital experienced anxiety in mild and moderate level. The nurse had to provide holistic nursing care with anxiety management in order to obtain an effective hospitalization process and a good children health quality
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DENGAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH
Masalah hubungan seksual pranikah merupakan hal yang erat sekali kaitannya dengan remaja. Hal ini dikarenakan terjadinya perkembangan seksual yang mendorong remaja untuk mulai mencoba sesuatu yang berhubungan dengan hubungan seksual pranikah. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap terhadap hubungan seksual pranikah remaja adalah pengetahuan tentang risiko kehamilan remaja diluar nikah. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara pengetahuan tentang risiko kehamilan remaja diluar nikah dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dengan jumlah subyek penelitian 50 responden dari mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Data dikumpulkan langsung dari responden menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis dengan menggunakan korelasi product moment dari pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji normalitas dan linearitas dengan uji One Sample Kolmogorov Smirnov Test. Hasil uji normalitas data berdistribusi normal dengan nilai sig. Pengetahuan remaja diluar nikah 0,056 dan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah diperoleh nilai sig. 0,054. Dari hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara pengetahuan tentang risiko kehamilan remaja diluar nikah dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Didapatkan nilai r hitung lebih besar dari r tabel dan koefisien korelasi -0,407. Hubungan negatif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel berlawanan arah yaitu makin tinggi skor pengetahuan tentang risiko kehamilan remaja diluar nikah maka sikap terhadap hubungan seksual pranikah makin tidak setuju.
Problems premarital sexual relations is closely related to the teenager. This is because the sexual development that encourage teens to start trying something related to premarital sexual relations. One of the factors that may affect attitudes toward adolescent premarital sexual relations is the knowledge of the risks of teenage unwanted pregnancy. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between knowledge about the risks of teenage unwanted pregnancy attitudes toward premarital sexual relations. The design of this study was observational analytic study with cross sectional design. The place and time of the study in D3 Midwifery Study Program STIKes Kusuma Husada Surakarta starting in May-June 2017. The sampling method in this study using a quota sampling with the number of respondents from the 50 study subjects students D3 Midwifery Study Program STIKes Kusuma Husada Surakarta. Data is collected directly from respondents using questionnaires that have been tested for validity and reliability. Test the hypothesis by using the Pearson product moment correlation of the 95% confidence level. Before analysis virgin normality test and linearity test One Sample Kolmogorov- Smirnov Test. The result of normal distribution of data normality test with sig. Knowledge teenagers unwanted pregnancy 0, 056 and on attitudes toward premarital sexual relations obtained sig. 0,054. From the analysis of the data showed a significant negative correlation between the knowledge of the risks of teenage unwanted pregnancy attitudes toward premarital sexual relations. R values obtained count is greater than the table and the correlation coefficient r -0.407.negative correlation indicates that the direction of the relationship between the two variables in the opposite direction ie the higher the score of knowledge about the risks of teenage unwanted pregnancy, the attitudes toward premarital sexual relations increasingly disagree