Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
STRATEGI TENAGA KESEHATAN DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS GETASAN
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan radang akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh agen infeksius sepertin virus, jamur dan bakteri. Menurut Riskesdas 2013, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu profinsi dengan angka kejadian ISPA paling tinggi dimana Prevalensi ISPA secara umum sebesar 26,6% dan untuk balita diketahui mencapai 31,5%. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan strategi tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada anak balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion (penarikan kesimpulan). Penelitian dilakukan pada September- oktober 2017 di Puskesmas Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah . Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa angka kejadian ISPA pada balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan tergolong tinggi, penanganan balita ISPA menggunakan pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat (MTBSM) serta dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai strategi baik secara teknis maupuan inisiatif seperti pemantauan kesehatan balita, penyuluhan dan pemeberian pengobatan tradisional, dan kerjasama lintas sector, sebagai upaya menurunkan angka kejadian ISPA pada balita di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Berdasaarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa angka kejadian ISPA pada balita di daerah Getasan sudah mengalami penurunan.
Acute respiratory infection (ARI) is an acute inflammation in the respiratory tract caused by infectious agents such as virus, fungus, and bacterium. According to Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, province of Central Java is one of the provinces with the highest rate of ARI case number where the ARI prevalence generally is about 26,6% and for toddlers is about 31,5%. The purpose of this research was to describe the strategy of health workers in decreasing the ARI case number on toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan. This research was using descriptive qualitative method with the data collection technique was through deep interview. The data analysis technique was done through Miles and Huberman, which were data reduction, data display and conclusion. This research was done in September-October 2017 in Puskesmas Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. The result of this study concluded that ARI case number to toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan was high. The treatment to ARI toddlers was using Manajemen Terpadu Balita Sakit and Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat. Also when doing their responsibility, the health workers did many strategies either technically or initiatively such as monitoring the toddlers’ health, counseling and giving traditional medicine, and cooperating across sectors as the effort to reduce the number of ARI case number on toddlers in the assisted area of Puskesmas Getasan. Based on the study result, the ARI case number on toddlers in the area of Getasan was getting decreased
PENGARUH JUS BUAH NAGA MERAH DAN SENAM TERHADAP KADAR HDL LANSIA
Lansia sering mengalami peningkatan kadar LDL dan rendahnya kadar HDL. Proses ini erat kaitannya dengan radikal bebas, untuk mencagah dan menanggulanginya dengan cara meningkatkan konsumsi buah naga merah, jus ini memiliki kandungan niasin, vitamin C dan asam palmitat yang dan dapat meningkatkan kadar HDL. Penangulangan secara non farmakologis dengan olah raga. Olah raga meningkatkan kapasitas otot skelet dalam mengoksidasi asam lemak menjadi karbondioksida dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah dan senam lansia terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL) lansia. Desain Penelitian yang digunakan adalah Pre and Pos test with control group desain, subjeknya adalah lansia, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi senam dan jus buah naga merah dengan dosis 2.86 gr/kg BB/hari. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan 2 way anova, independent t-test dan Mann-Whitney. Hasil perhitungan pada HDL perlakuan jus buah naga, senam lansia, gabungan keduanya mengalami peningkatan signifikan, masing-masing memiliki probabilitas 0,040, 0,000, dan 0,001. Sedangkan pada kontrol tidak mengalami peningkatan signifikan dengan probabilitas 0,306. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jus buah naga, senam lansia, dan gabungan keduanya terbukti secara statistik meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL).
Elderly often experience elevated levels of LDL and low levels of HDL. This process is closely related to free radicals, to prevent and avoid by increasing the consumption of red dragon fruit, this juice has niacin content, vitamin C and palmitic acid which and can increase HDL levels. Non-pharmacological cultivation with exercise. Exercise increases skeletal muscle capacity in oxidizing fatty acids to carbon dioxide and water. This study aims to determine the effect of red dragon fruit juice and elderly gymnastics on levels of High Density Lipoprotein (HDL) elderly. The research design used was Pre and Pos test with control group design, subjects were elderly, divided into 2 groups, namely control group and treatment group who were given gymnastics and red dragon fruit juice with dose 2.86 gr / kg BW / day. Intervention is done for 14 days. Normality test using Shapiro-Wilk. Statistical analysis using 2 way anova, independent t-test and Mann-Whitney. The results of the HDL treatment of dragon fruit juice, elderly gymnastics, combined both had significant increases, each having a probability of 0.040, 0.000, and 0.001. While the control did not increase significantly with probability 0.306. The conclusion of this study is the provision of dragon fruit juice, elderly gymnastics, and the combination of both proven statistically increase levels of High Density Lipoprotein (HDL)
HUBUNGAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN STUNTING PADA BALITA BERAT BADAN LAHIR RENDAH
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang utama pada anak di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius karena dikaitkan dengan kualitas sumberdaya manusia di kemudian hari. Anak dengan BBLR(Berat Badan Lahir Rendah) beresiko lebih tinggi menjadi stunting. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dan BBLR dengan stunting pada anak usia 12-24 bulan dengan berat badan lahir rendah. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Subjek terdiri dari 82 balita yang berusia 12-24 bulan dengan BBLR di 2 kecamatan di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan pengukuran antropometri. Uji statistik Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel IMD dengan stunting dan uji Anova digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel BBLR dengan stunting. Hasil: IMD tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (X² = 0,286, p = 0,593), berat badan lahir rendah (BBLR) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada α 10 % ( F = 1,561, p = 0,087). Kesimpulan: ada hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting.
Stunting is one of the main nutritional problems in children in Indonesia. Stunting becomes a serious problem because it is associated with the quality of human resources in the future. Children with LBW (Low Birth Weight) are at higher risk of becoming stunting. Objective: To know the relationship between IMD, and LBW with stunting in children aged 12-24 months with low birth weight. The type of research is observational analytic by using cross-sectional research design. Research subject is determined by purposive sampling. Subject consisted of 82 children aged 12-24 months with LBW in 2 districts in Surakarta. Data collection is done by direct interview and anthropometry measurement. Chi-square statistical test is used to analyze the relationship between IMD variable with stunting and Anova test is used to analyze the relationship between LBW variable with stunting. The result: IMD was not significantly associated with stunting incidence (X² = 0.286, p = 0,593), low birth weight (LBW) was significantly associated with stunting incidence at α 10% (F = 1.561, p = 0.087). Conclusion: there is a relationship between Low Birth Weight with Stunting Event
PEMBERIAN PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA RT 01, RW1, SRUNI, BOYOLALI
Pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi yang baik menjadikan perilaku remaja lebih baik. Hal ini dapat menghindarkan remaja dari berbagai penyakit reproduksi yang mungkin muncul. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan diri saat menstruasi di RT 01 RW1, Sruni, Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan Pre and post test without control yang menggunakan 22 sampel penelitian untuk menilai pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi sebelum dan sesudah pemberian pembelajaran video. Pengambilan data dilakukan dua kali pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Data sebelum dan sesudah perlakuan dianalisa menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan pembelajaran video 4,27 dan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan pembelajaran video7,13. Hasil uji statistik sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran video pada remaja dengan menggunakan Paired T-Test diperolah hasil 0,00 yang berarti nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pembelajaran video terhadap pengetahuan perawatan kebersihan diri saat menstruasi pada remaja RT01, RW1, Sruni, Boyolali.
Good self-hygiene knowledge during menstruation makes teenagers better in their behavior. It’s can prevent teenagers from various reproductive diseases that may arise. The present study aimed to improve adolescent knowledge about personal hygiene during menstruation. This was a quantitative study using a Quasi Experimental design and involved 22 respondents of teenagers of RT 01, RW1, Sruni, Boyolali to know their knowledge of personal hygiene during menstruation before and after giving of video learning. The data were collected twice before the treatment and after treatment. The data were analyzed using Paired T-Test. The results of analysis found there are significant differences in average knowledge before video learning 4.27 and average knowledge after learning video learning 7,13. The results of statistical test before and after video learning found a sig score of 0,00, and showed a p value of < 0.05. It was concluded that video learning variables has a significant influence on hygiene care knowledge during menstruation at adolescent RT 01, RW1, Sruni , Boyolali
EFEK SUPLEMENTASI SARI KURMA DAN TEH HIJAU TERHADAP PENURUNAN KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA)LASMA PADA ANAK DENGAN TALASEMIA
Anak talasemia mempunyai risiko mengalami stress oksidatif. Suplementasi sari kurma bisa menjadi alternatif untuk mencukupi asupan gizi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek suplementasi sari kurma sebagai sumber antioksidan dan teh hijau terhadap penurunan kadar MDA plasma sebagai salah satu penanda stress oksidatif pada anak dengan talasemia.Penelitian dilaksanakan di Kota Magelang, pada komunitas penderita talasemia β mayor se-eks Karisidenan Kedu yang rutin menjalani terapi di RSUD Tidar Kota Magelang pada bulan Oktober 2014. Metode penelitian menggunakan randomized pretest-posttest control group design. Penderita talasemia mayor usia 10-15 tahun dipilih secara random dan dikelompokkan menjadi kelompok yang diberi suplementasi sari kurma bersama teh hijau dosis 20% dari Angka Kecukupan Gizi dan kelompok kontrol yang hanya diberikan teh hijau saja. Perlakuan selama 28 hari, sebelum dan sesudahnya dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar MDA plasma.Berdasarkan analisis statistik uji t perpasangan diperoleh hasil bahwa anak dengan talasemia yang diberi suplementasi sari kurma bersama teh hijau mengalami penurunan kadar MDA plasma yang signifikan (t: 3.0222, Sig. (2-tailed): 0.014) dengan rata-rata penurunan 0.71 ± 0.07 μmol/l. Pada kelompok kontrol, hasil t: 2.502, Sig.(2-tailed): 0.034, signifikan dengan rata-rata penurunan 0.65 ± 0.82 μmol/l. Pemberian suplementasi sari kurma bersama teh hijau dan konsumsi teh hijau saja pada anak talasemia berefek menurunkan kadar MDA plasma secara signifikan.
Children with thalassemia have a risk of experiencing oxidative stress. Date juice supplementation can be an alternative to improve nutritional and antioxidants intake. This research aims to analyze the effects of date palm supplementation and green tea as a source of antioxidants to decrease MDA levels as one of the markers of oxidative stress in children with thalassemia.The research was conducted in Magelang City, in the community of β major thalassemia patients in Kedu Residency who were routinely undergoing therapy at Magelang Regional Public Hospital Tidar in October 2014. The research used randomized pretest-posttest control group design. Children with major thalassemia age of 10-15 years were selected randomly and grouped into supplemented group with palm juice and green tea with a dose of 20% of the Nutrition Adequacy Rate and control group given only green tea alone. Treatment was given for 28 days, before and after the blood samples were taken for examination of plasma MDA levels. Based on statistical analysis of paired t-test, it was found that children with thalassemia supplemented with date juice and green tea had decreased plasma MDA levels significantly (t: 3.0222, Sig. (2-tailed):0.014) with decrease averages were 0.71 ± 0.07 μmol / l. In the control group, the result shows there is significant decreased of plasma MDA levels (t: 2.502, Sig. (2-tailed): 0.034), average of decreases were 0.65 ± 0.82 μmol / l. Provision of date palm juice supplementation with green tea and consumption of green tea alone in children with thalassemia effected in decreased plasma MDA levels significantly
HUBUNGAN KADAR Hb (HAEMOGLOBIN) DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWI PRODI D-III KEBIDANAN FIK UNIPDU JOMBANG
Penurunan kadar hemoglobin dalam darah akan mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen pada organ-organ tubuh, terutama organ – organ vital seperti otak, dan jantung . Jika kadar Hb rendah berarti dapat dipastikan bahwa seseorang akan mengalami anemia. Anemia dapat mengakibatkan berkurangnya daya pikir dan konsentrasi seseorang, menurunnya prestasi belajar pada remaja sekolah karena mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dampak negatif lain yang ditimbulkan oleh anemia adalah daya tahan tubuh berkurang sehingga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit, serta kemampuan kinerja intelektual juga menurun. Untuk mengetahui hubungan antara kadar Hb dengan prestasi belajar mahasiswi Prodi D III Kebidanan FIK Unipdu Jombang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Prodi D-III Kebidanan FIK Unipdu Jombang, pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling yaitu sebanyak 40 responden. Untuk mengetahui kadar Hb (Haemoglobin) dilakukan pemeriksaan Hb langsung kepada responden dan Prestasi Belajar melihat Kartu Hasil Belajar responden (KHS), untuk mengetahui hubungan dua variabel menggunakan uji statistik Spearman Corelation dengan bantuan SPSS 13 dengan taraf kemaknaan m = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat bahwa semakin tinggi kadar haemoglobin maka semakin baik prestasi belajarnya. Asupan gizi yang baik dan tidak mengalami anemia maka dapat mempengaruhi prestasi belajar. Ada hubungan antara Kadar Haemoglobin dengan Prestasi Belajar di Prodi D-III Kebidanan FIK Unipdu Jombang.
Decreased levels of hemoglobin in the blood will lead to reduced supply of oxygen in the organs of the body, especially vital organs such as brain, and heart. If low Hb levels mean it is certain that a person will develop anemia. Anemia can lead to decreased thinking power and concentration, decreased learning achievement in school adolescents because of difficulty concentrating. Another negative impact caused by anemia is reduced immune system that causes the body susceptible to disease, as well as the ability of intellectual performance is also decreased. To know the relationship between Hb level with student achievement of Prodi D III Midwifery FIK Unipdu Jombang. The design used in this research is analytical with Cross Sectional approach, population in this research is student of Prodi D-III Midwifery FIK Unipdu Jombang, sampling is done with total sampling that is counted 40 respondents. To find out the level of Hb (Haemoglobin) done direct examination of Hb to the respondent and Learning Achievement see Respondent Study Results Card (KHS), to know the relationship of two variables using Spearman Corelation statistical test with SPSS 13 with significance μ = 0,05. Based on the results of this study it can be that the higher the hemoglobin level the better the learning achievement. A good nutritional intake and no anemia can affect learning achievement. There is a correlation between Haemoglobin Level and Learning Achievement in DIKI D-III Prodi FIK Unipdu Jombang
PENGARUH TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK BL 56 (CHENGJIN) DAN SP 6 (SANYINJIAO) TERHADAP PENURUNAN NYERI DI OTOT GASTROCNEMIUS
Myalgia atau disebut juga Nyeri otot merupakan gejala dari banyak penyakit dan gangguan pada tubuh. Penyebab umum Myalgia adalah penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu tegang. Myalgia yang terjadi tanpa riwayat trauma mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Myalgia yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik, defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 (Chengjin) dan Sp 6 (Sanyinjiao) terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Febuari – Maret 2017 di sekitar Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest- postest design dengan sampel 20 orang yang didapat secara total sampling. Data dianalisis dengan uji Paired T-Test dengan taraf signifikasi 0,05. Nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius sebelum terapi akupunktur adalah sebesar 5,70 dan sesudah 10x terapi akupunktur nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius adalah sebesar 2,40. Nilai rata-rata penurunan skala nyeri secara umum pre dan post terapi sebesar 3,30 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 Chengjin dan Sp 6 Sanyinjiao terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius.
Myalgia or muscle pain is also referred to as a symptomof many diseases and disorders on the body. Common causes of Myalgia is the use of the wrong muscle or muscles that are too tense. Myalgia happens without a history of trauma may be caused by viral infections. Myalgia thata long time shows the myopati metabolic, nutritional deficiency or chronic fatigue syndrome.This purpose of this study was to know the influence of acupuncture therapy on point Bl 56 (Chengjin) and Sp 6 (Sanyinjiao) against a decrease in pain in gastrocnemius muscle.This research was conducted on a February-March 2017 around in Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Subdistrict Pasar Kliwon, Surakarta.This is research Pre-experimental designswith one group pretest-postest design with a sample of 20 people who result by in total sampling. Data were analyzed with Paired T-test with significance level 0.05. The results of this study is mean value of pain scale in gastrocnemius muscle pre acupuncture therapy was 5.70 and after 10x acupuncture therapy the mean value of pain scale in the gastrocnemius muscle was 2.40. The mean value of pain scale reduction in general pre and post therapy was 3.30 (p <0.05). So it can be conclusion there is influence of acupuncture therapy at point Bl 56 Chengjin and Sp 6 Sanyinjiao against the decrease of pain in gastrocnemius muscle
KEBIASAAN MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MAHASISWA S-1 UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Bagian penting dari mahasiswa adalah mereka mengalami masa transisi kuat dengan perubahan lingkungan yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik yang menempatkan mahasiswa pada risiko yang lebih besar dari kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan dan obesitas terjadi pada mahasiswa, menurut Centers for Disease Control (CDC), prevalensi obesitas pada mahasiswa laki-laki adalah 29,5% dan pada mahasiswa perempuan sebesar 32,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh mahasiswa S-1 UNS. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi S-1 UNS pada tahun 2016 yaitu sejumlah 24.826 orang. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistic multinomial. Hasil uji korelasi chi square, menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak berhubungan secara signifikan dengan IMT Normal-Kurus ataupun IMT Normal-Gemuk (p = 0,193 & p = 0,446), sedangkan aktivitas fisik mempunyai hubungan yang signifikan dengan IMT Normal-Gemuk (p = 0,029),tetapi tidak berhubungan dengan IMT normal-kurus (p=0,655). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan IMT normalkurus ataupun IMT normal-gemuk. Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik dengan IMT normal-kurus namun terdapat hubungan yang signifikan antara variable aktivitas fisik dengan IMT normal-gemuk.
The important part of the students is that they experience a strong transition period with environmental changes characterized by an unhealthy diet and lack of physical activity that puts students at greater risk of weight gain. Overweight and obesity occurs in college students, according to the Centers for Disease Control (CDC), the prevalence of obesity in male students is 29.5% and in female students 32.6%. The purpose of this study was to analyze the relationship between eating habits and physical activity with the body mass index of S-1 UNS students. Type of observational analytic research with Cross Sectional approach. The subjects of this study are all S-1 students of UNS program in 2016 that is 24,826 people. Data were analyzed by chi square and multinomial logistic regression. The result of chi square correlation test showed that Eating Habits did not correlate significantly with Normal BMI - Thin or Normal BMI - Overweight (p = 0,193 & p = 0,446), whereas Physical Activity had significant relation with Normal BMI – Overweight (p = 0,029 ), But not related to normal BMI-thin (p = 0.655). Conclusion of the research is there was no significant association between eating habits with normal BMI-thin or normal-fat BMI. There was no relationship between physical activity and normal BMI-but there was a significant relationship between physical activity variables and normal-fat BMI
PENERAPAN EKO-EFISIENSI PADA PROSES PENGEMASAN TAHU DENGAN PENAMBAHAN CHITOSAN UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN TAHU
Eko-efisiensi atau produksi bersih merupakan suatu strategi yang menghasilkan suatu produk dengan kinerja yang kebih baik, menggunakan sedikit energi dan sumber daya alam untuk mengurangi limbah. Strategi ini bertujuan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimalisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan. produksi bersih pada proses industri dapat pula diartikan mengganti penggunaan bahan-bahan berbahaya dan beracun. Salah satu cara menerapkan produksi bersih pada proses produksi tahu adalah dengan menambahkan bahan pengawet alami, misalnya chitosan pada proses pengemasan tahu.Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yakni produk samping limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang, kepiting dan rajungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kitosan pada kemasan tahu terhadap daya tahan tahu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Perlakuan dilakukan dengan menambahkan larutan chitosan pada kemasan tahu. Konsentrasi larutan adalah 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter. Analisa daya tahan tahu dilakukan dengan uji fisik kondisi tahu dibandingkan dengan tahu yang tidak diawetkan, dan uji kesukaan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah larutan chitosan mampu mempertahan kesegaran tahu hingga lebih dari 4 hari. Sedangkan konsentrasi larutan yang paling baik untuk bahan pemgawet adalah konsentrasi 4 gr/ liter.
Eco-efficiency or cleaner production is a strategy to result a product with low energy and human resources-usage but high in benefit to reduce waste. This strategy aims to prevent ecological impact and to reduce wastes production, thus minimalize the risk to health and safety to human being. Cleaner product in industrial process is also defined as replacing the use of toxic and dangerous material. One of the way to apply cleaner production in the tofu production is by adding natural preservation to the packaging of the product. Chitosan is a derived product of chitin polimer; side product of fishery industry, especially prawn, shrimp, and crab. This research aims to know the impact of chitosan to durability of the tofu packaging. The method is descriptive quantitative. Technique used this research is by adding chitosan in concentration of 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter to the tofu pakcaging. Data of durability of the tofu packaging is analized by physical test compared to the original tofu, and organoleptic test. The result showed that chitosan is able to sustain the freshness of the tofu for more than 4 days. While the best chitosan in concentration of 4 gr/liter
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN POST CORONARY ARTERY BAYPASS GRAFT (CABG) DI RUANG REHABILITASI JANTUNG RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Penatalaksanaannya diantaranya dengan pembedahan seperti Coronarry Artery Bypass Graft (CABG). Tindakan CABG dapat menimbulkan kecemasan disetiap tahapannya. Kecemasan dapat menjadi hambatan penyesuaian psikologis pada pasien jantung dan akan menghambat pemulihan fisik yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup pasien post CABG. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rehabilitasi Jantung Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Desain penelitian Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan jumlah sampel 25 pasien. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara kecemasan dan kualitas hidup pasien post CABG di Ruang Rehabilitasi Jantung RSJPD Harapan Kita Jakarta (p value 0.001).
Coronary heart diseases is the biggest cause of death in the world. One of its management is by surgery such as Coronarry Artery Bypass Graft (CABG). CABG prosedure can cause anxiety at every stage. Anxiety can be a barrier to psychological adjustment in heart patients and will inhibit physical recovery that impact on quality of life. The purpose of this study to determine the relationship of anxiety with the quality of life of post-CABG patients. The study was conducted in the heart hehabilitation room of RSJPD Harapan Kita. Research design of this study is cross sectional with a sample of 25 patients. The sampling technique uses consecutive sampling. The results of this study there is a significant relationship between anxiety and quality of life of post-CABG patients in the heart rehabilitation room RSJPD Harapan Kita Jakarta (p value 0.001)