Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
pengembangan modul syarat keckapan khusus (SKK) juru masak tingkat purwa untuk pramuka penegak
ABSTRAK Firiski, NovanWahyu. 2017. Pengembangan Modul SyaratKecakapanKhusus (SKK)JuruMasak Tingkat PurwauntukPramukaPenegak. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. NunungNurjanah, M.Kes, (II) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd, Kata kunci: pengembanganmodul,syaratkecakapankhusus, jurumasaktingkatpurwa. Gerakanpramukamerupakankegiatanekstrakulikuler yang mendidikanggotapramukauntukmemilikiberbagaiketerampilankecakapanhidup.Diantaranyaadalahdenganmemilikisyaratkecakapankhusus (SKK)jurumasaktingkatpurwauntukpramukapenegak.Pengembangan modul ini dibuat melalui pembuatanmodulSKK juru masak tingkat purwa untuk pramuka penegak. Model penelitian dan pengembangan menggunakan langkah-langkah metode research and developmentmenurut Sugiyono. Uji validasi, uji coba kecil, dan uji coba pemakaian dilakukan untuk mengetahui kelayakan modul dikembangkan.Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan jenis data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis data untuk menghitung perolehan skor adalah persentase. Hasilvalidasiahlimateripengolahanmakananmenunjukkanbahwamodulsangatlayak(85%),dengan sarandari validator agarmemperbaikibeberapaisimodul.Hasilvalidasiahlimaterikepramukaanmenunjukkanbahwamodulsangatlayak(93,18%)dengan saran dari validator agarmemperbaikibeberapaisimoduldisesuaikandengantekniksurvival.Hasilvalidasiahlibahasamenunjukkanbahwamodulsangatlayak (90%), sarandari validator agarmemperbaikikalimat yang digunakan. Hasilvalidasiahlimediamenunjukkanbahwamodulsangatlayak(85%), sarandari validator agarmemperbaikifonthuruf yang digunakanpadasampulmodul. Hasilujicobakeciloleh5pramukapenegakmenunjukkanmenunjukkanbahwamodullayak (74%). Hasilujicobapemakaianoleh25pramukapenegakmenunjukkanbahwamodulsangatlayak (86,7%). Kesimpulan hasilpengembanganmodulinitelahmemenuhisyaratdarisisimateripadaaspekkesesuaianmateridengansyaratkecakapankhususjurumasaktingkatpurwa yang diujikan, sisibahasa yang digunakanpadaaspektatabahasa dan tata tulis maupun tinjauan dari sisi media pada aspek tampilan dan desain modul
Pengaruh Tingkat Kekentalan Susu Kedelai Terhadap Kualitas Keju Susu Kedelai
ABSTRAK Wicaksono, P. 2018. Pengaruh Tingkat Kekentalan Susu Kedelai Terhadap Kualitas Keju Susu Kedelai. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. (II) Ir. Issutarti, M.P. Kata Kunci: kedelai, susu kedelai, keju, tingkat kekentalan susu kedelai Keju susu kedelai memiliki kandungan protein yang setara dengan keju cheddar. Tingkat kekentalan susu kedelai dapat mempengaruhi tingginya kandungan protein keju susu kedelai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan protein, lemak, karbohidrat, kadar air, tingkat kekerasan, sifat hedonik, sifat mutu hedonik, dengan perlakuan tingkat kekentalan susu kedelai rasio kedelai dan air 1 : 3, 1 : 4 dan 1 : 5. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu perlakuan dengan dua kali pengulangan. Data kandungan protein, lemak, karbohidrat, kardar air, tingkat kekerasan, sifat hedonik, sifat mutu hedonik dianalisis menggunakan ANOVA. Jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan post hoc test LSD (Least Signifcant Diffrence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tingkat kekentalan susu kedelai rasio air dan kedelai dengan rasio yang berbeda menyebabkan perbedaan yang signifikan pada kandungan protein, lemak , karbohidrat, kadar air, tingkat kekerasan, hedonik warna, mutu hedonik warna, hedonik rasa, dan mutu hedonik rasa. Hedonik aroma, dan mutu hedonik aroma tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan tingkat kekentalan susu kedelai terhadap kualitas keju susu kedelai dengan perlakuan tingkat kekentalan susu kedelai rasio kedelai dan air 1 : 3 yang menghasilkan kandungan protein, kandungan lemak, tingkat kekerasan yang tinggi, aroma cukup langu, warna sedikit terang, serta rasa keju cukup kuat denga perlakuan rasio kedelai dan air 1 : 4. Sedangkan kandungan karbohidrat dan kadar air tertinggi pada perlakuan tingkat kekentalan susu kedelai rasio kedelai dan air 1 : 5.
. Pengaruh Lama FermentasiTerhadapKualitas Cuka BuahKesemek (Diospyros kaki L.)
ABSTRAK Fitriah, KuniMardiatul. 2017. Pengaruh Lama FermentasiTerhadapKualitas Cuka BuahKesemek (Diospyros kaki L.). Skripsi.JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra.TitiMutiaraKiranawati, M.P. (II) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci: kesemek, cukakesemek, kualitascuka Kesemekmerupakansalahsatutanamanbuah-buahan yang termasukdalammargaDiospyros, danmerupakansalahsatujenistanamanbuah-buahansubtropics yang mengandungbeberapanutrisipenting, meliputikarbohidrat, protein, lemak, serat, serta vitamin, selainitubuahkesemek juga mengandungmacam-macamelektrolitdan mineral.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikualitascukapadabuahkesemekdengan lama waktufermentasi 7 hari, 10 hari, 13 hari yang meliputiujisifatkimia (kadarasamasetat, kadarNaCl, kadarsisaalkohol, kadar total padatanterlarut, kadar total gula) danujisifatfisikwarna. Penelitian yang dilakukanadalahpenelitianeksperimenmenggunakanRancanganAcakLengkap (RAL) dengantigaperlakuan.Data hasilanalisisdiujisecarastatistikmenggunakanujiANOVA (Analysis of Variances) dilanjutkanujiDuncan’s. Hasilpenelitianmenunjukkanperbedaan lama fermentasiberpengaruhpadasifatkimia (kadarasamasetat, kadarNaCl, kadarsisaalkohol, kadar total padatanterlarut, dankadar total gula) dansifatfisikpadawarna. Kadar asamasetat yang tertinggidiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 7 hari.Kadar NaCl yang tertinggidiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 10 hari.Kadar sisaalkohol yang tertinggidiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 10 hari. Kadar total padatanterlarut yang tertinggidiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 10 hari. Kadar total gula yang tertinggidiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 7 hari. sifatfisikwarna yang paling cerahdiperolehpadacukakesemekdengan lama fermentasi 10 hari
Analisis Proksimat dan Uji Organoleptik Getuk Lindri Substitusi Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L)
ABSTRAK Getuk lindri bisa dibuat dari umbi-umbian lokal yang tumbuh subur di Indonesia. Gembili adalah salah satu tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia dengan ketersedian melimpah dan harga yang murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik dan mengetahui mutu hedonik (tekstur dan rasa), tingkat kesukaan (rasa, warna dan tekstur), serta sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu dan karbohidrat) getuk lindri gembili dengan jumlah gembili 20%, 30% dan 40%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata terhadap mutu hedonik tekstur, protein, kadar air, kadar abu dan karbohidrat pada getuk lindri gembili dengan formulasi yang berbeda. Tidak terdapat perbedaan terhadap mutu hedonik rasa, tingkat kesukaan (rasa, warna, tekstur) dan lemak pada getuk lindri gembili dengan formulasi yang berbeda. Formula terbaik yang diperoleh pada getuk lindri gembili dengan persentase gembili 20%. Skor mutu hedonik tekstur tertinggi sebesar 3,74, kadar protein tertinggi sebesar 2,263%, kadar air 55,279%, kadar abu 5,326% dan karbohidrat 43,355%
Pengembangan Media Flannelgraph Sebagai Media Pelatihan Gizi Seimbang Variasi Non Beras Bagi Ibu Balita
ABSTRAK Yunidar, Mochamad Cahya. 2017. Pengembangan Media FlannelgraphSebagai Media Pelatihan Gizi Seimbang Variasi Non Beras Bagi Ibu Balita.Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. NunungNurjanah, M.Kes., (II) Dra. TetiSetiawati, M.Pd. Kata Kunci:media flannelgraph, media pelatihan gizi seimbang, variasi non beras.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanmedia flannelgraph yang digunakan untuk pelatihan gizi Ibu Balita yang memiliki kelayakan isi, dan penyajian media. Model penelitian dan pengembangan media flannelgraph gizi seimbang ini menggunakan pengembangan Research Development yang dikembangkan oleh Sugiyono. Tahap petama yaitu mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada, selanjutnya pada tahap kedua melakukan pengumpulan data yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan kebutuhan pengembangan media flannelgraph.Tahap ketiga yaitu pembuatan desain produk media flannelgraph dan penyusunan materi yang digunakan, kemudian melakukan tahap keempat yaitu validasi media flannelgraph gizi seimbang oleh validator desain dan validator materi. Tahap kelima melakukan perbaikan desain sesuai hasil validasi media dan materi. Tahap keenam melakukan uji coba produk media flannelgraph gizi seimbang pada kelompok kecil yaitu 10 orangibu balita, tahap ketujuh adalah revisi produk yang telah diujicobakan pada kelompok kecil. Tahap kedelapan yaitu melakukan ujicoba pemakaian media flannelgraph gizi seimbang pada kelompok besar yaitu 25 orang ibu balita, tahap kesembilan yaitu tahapan revisi produk akhir setelah dilakukan ujicoba produk, dan analisis data yang terkumpul.Instrumen pengumpulan data hasil ujicoba menggunakan lembar penilaian produk. Data ujicoba yang dihasilkan berupa data kuantitatif yang dihasilkan dari skor lembar penilaian dan data kualitatif yang dihasilkan dari saran dan komentar responden. Analisis data yang digunakan untuk menghitung perolehan skor adalah persentase.Hasil validasi materi menunjukkan bahwa media flannelgraph gizi seimbang sangat valid dan tidakrevisi dengan persentase96% dan saran khusus untuk materi lauk hewani dan nabati sesuaikan dengan DKBM. Hasil validasi media menunjukkan bahwa media flannelgraph gizi seimbang sangat valid dan tidak revisi dengan persentase 94,29% dan saran gambar-gambar yang ditampilkan ukurannya bisa lebih diperbesar untuk kebutuhan kelas, perekat/velcrow bisa diperbesar sehingga gambar tidak mudah jatuh. Hasil ujicoba pada kelompok kecil dengan persentase 87,2%. Hasil ujicoba pemakaian pada kelompok besar dengan persentase 92,64%. Kesimpulan hasil pengembangan Media Flannelgraph Gizi Seimbang untuk Pelatihan Gizi Ibu Balita di Posyandu ini telah memenuhi syarat, baik ditinjau dari segi materi/isinya pada aspek kesesuaian materi dengan konsep yang digunakan, maupun tinjauan dari segi media pada aspek tampilan dan desain media flannelgraph gizi seimbang
Pemanfaatan Daun Brokoli (Brassica oleraceae var. italica) Sebagai Bubuk Pewarna Alami Dan Aplikasinya Pada Kue Putu Ayu.
Daun brokoli yang kaya akan klorofil (pigmen warna hijau), berpotensi dijadikan sebagai bubuk pewarna alami. Pembuatan bubuk pewarna alami menggunakan maltodekstrin untuk menambah total padatan dan MgC03 untuk mempertahankan warna tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proses pembuatan bubuk pewarna alami daun brokoli dan aplikasinya pada Kue Putu Ayu serta menganalisis kandungan klorofil, aktivitas antioksidan, sifat fisik warna, dan uji hedoniknya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi bubuk pewarna alami yang ditambahkan pada Kue Putu Ayu masing-masing 2%, 3%, dan 4% dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan uji Duncan. Pengamatan meliputi kandungan klorofil, aktivitas antioksidan, analisis sifat fisik warna dan uji hedonik (kesukaan) warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk pewarna alami daun brokoli mengandung klorofil 538,061 mg ̸ kg serta aktivitas antioksidan 95,356 ppm. Rekomendasi terbaik dari produk Kue Putu Ayu penambahan bubuk pewarna alami daun brokoli adalah pada konsentrasi 3% , dengan kandungan klorofil sebesar 42,439 mg/kg dan aktivitas antioksidan sebesar 138,093 ppm. Sifat fisik warna yang diperoleh yaitu tingkat kecerahan (L) sebesar 60,82, tingkat kehijauan (a-) sebesar -39,63, dan tingkat kekuningan (b+) sebesar 51,46. Tingkat kesukaan warna sebesar 4,3 (agak suka), aroma sebesar 4,43 (agak suka), rasa sebesar 4,59 (suka), tekstur sebesar 4,26 (agak suka)
Pengaruh Blanching Kulit Ari Kedelai Terhadap Kadar Proksimat dan Mutu Organoleptik Kue Busa Kepiting
ABSTRAK Agmanda, Leony. 2016. Pengaruh Blanching Kulit Ari Kedelai Terhadap Kadar Proksimat dan Mutu Organoleptik Kue Busa Kepiting. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: kue busa kepiting, kulit ari kedelai, blanching, kadar proksimat Tujuan penelitian ini terdiri dari penelitian tahap satu dan tahap dua. Penelitian tahap satu adalah menganalisis kadar proksimat tepung kulit ari kedelai dengan variasi blanching rebus dan blanching kukus untuk mendapatkan tepung kulit ari kedelai dengan pengolahan blanching terpilih. Penelitian tahap dua yaitu pembuatan kue busa kepiting rasio tepung ketan dengan tepung kulit ari kedelai yang kemudian dianalisis proksimat (protein, lemak, karbohidrat, serat, air, dan abu), fisik (tekstur), serta uji kesukaan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua kali pengulangan. Pada tahap satu data hasil analisis tepung kulit ari kedelai dengan blanching rebus dan blanching kukus diuji beda secara statistik menggunakan uji t untuk mendapatkan tepung kulit ari kedelai dengan pengolahan blanching terpilih, selanjutnya diaplikasikan pada kue busa kepiting rasio tepung kulit ari kedelai. Data dari kue busa kepiting rasio tepung ketan dengan tepung kulit ari kedelai diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Formula kue busa kepiting rasio tepung ketan dengan tepung kulit ari kedelai terbaik ditentukan menggunakan metode indeksefektivitas. Hasil penelitian tahap satu menunjukkan tepung kulit ari kedelai terpilih pada pengolahan blanching rebus. Kandungan proksimat yang diperoleh yaitu kadar protein 32,54%, kadar lemak 11,76%, kadar serat kasar 4,67%, kadar air 11,18% dan kadar abu 7,16%. Pada penelitian tahap dua formulasi rasio tepung ketan : kulit ari kedelai berpengaruh terhadap kandungan proksimat kue busa kepiting.Formula terbaik yang diperoleh yaitu rasio 90% tepung ketan : 10% tepung kulit ari kedelai. Kandungan proksimat yang diperoleh yaitu kadar protein 6,76%, kadar lemak 15,50%, kadar karbohidrat kadar serat kasar 0,39%, kadar air 0,99% dan kadar abu 0,84%. Tingkat kerenyahan 7.35 kg/cm². Tingkat kesukaan warna dengan skor 4,51, tingkat kesukaan rasa dengan skor 4,37, serta tingkat kesukaaan terhadap tekstur dengan skor 4,40. Saran penelitian ini yaitu, perlu penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik (tingkat kekerasan) dan uji kesukaan pada kue busa kepiting sifat kimia terbaik (rasio 90:10), sehingga dihasilkan kue busa kepiting memiliki kualitas fisik, kimia, dan organoleptik yang baik dan sesuai standar mutu
Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr.).
ABSTRAK Nurzaman, Awan. 2016. Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: nori, cincau hijau pohon, gel, aktivitas antioksidan. Nori adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari rumput laut merah sebagai sumber hidrokoloidnya dan dikonsumsi setelah dicetak menjadi lembaran tipis, dikeringkan atau dipanggang. Hidrokoloid merupakan komponen penting dalam pembuatan nori. Daun cincau hijau hijau mengandung komponen pembentuk gel berupa polisakarida pektin bermetoksi rendah sebagai hidrokoloidnya. Daun cincau hijau pohon juga memiliki banyak manfaat karena mempunyai aktivitas antioksidan dan serat pangan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh lama pengeringan terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik nori daun cincau hijau pohon. Pembuatan nori daun cincau hijau pohon diawali dengan sortasi daun, pembuangan tulang daun dan pencucian, ekstraksi menggunakan air (rasio daun : air 1 : 10 b/b), pencetakan dan pengeringan. Lama pengeringan merupakan perlakuan dalam penelitian ini , yaitu 3, 4 dan 5 jam pada suhu 40-500 C. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun cincau hijau pohon segar mengandung pektin 2,31%, serat pangan total 3,55% dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 53,91 ppm. Lama pengeringan tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan nori daun cincau hijau pohon. Aktivitas antioksidan dengan lama pengeringan selama 3 jam memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lama pengeringan selama 4 jam dan 5 jam dengan nilai IC50 sebesar 80,22 ppm. Lama pengeringan berpengaruh terhadap serat pangan nori daun cincau hijau pohon. Semakin lama proses pengeringan, kandungan serat pangan larut semakin kecil, sebaliknya kandungan serat pangan tidak larut semakin tinggi. Lama pengeringan berpengaruh terhadap sifat fisik warna nori daun cincau hijau pohon. Tingkat kehijauan (a-) yang paling tinggi ditunjukkan oleh nori daun cincau hijau dengan lama pengeringan 4 jam, tetapi mempunyai kecerahan (L) dan tingkat kebiruan (b) yang paling rendah. Secara organoleptik dari uji hedonik warna nori daun cincau hijau pohon yang paling disukai adalah nori dengan lama pengeringan 3 jam karena memiliki warna yang cerah, dari uji hedonik aroma nori daun cincau hijau pohon yang paling disukai adalah nori dengan lama pengeringan 5 jam karena tidak beraroma langu dan dari segi tekstur nori daun cincau hijau pohon yang paling disukai adalah nori dengan lama pengeringan 4 jam
Pengaruh Rasio Tepung Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) dan Tepung Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Sifat Fisik, Kandungan Proksimat dan Sifat Organoleptik Kue Gapit
ABSTRAK Masyatatin, Pratama Agys. 2016. Pengaruh Rasio Tepung Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) dan Tepung Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Sifat Fisik, Kandungan Proksimat dan Sifat Organoleptik Kue Gapit. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (2) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. Kata kunci: kue gapit, tepung suweg, tepung kelor Kue gapit merupakan jajanan yang sangat populer di masyarakat yang terbuat dari tepung beras. Kue gapit memiliki cita rasa yang manis, tekstur kering, renyah dan tahan lama. Dinamakan kue gapit karena dalam proses pencetakannya digapit atau dijepit. Umbi yang dapat menggantikan tepung beras adalah suweg yang diolah menjadi tepung. Daun kelor merupakan bagian tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan karena nilai gizinya tinggi, salah satunya dengan dibuat menjadi tepung.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio tepung suweg dan tepung kelor terhadap kandungan proksimat kue gapit berbahan dasar tepung suweg dan tepung kelor yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar, perbedaan fisik (warna dan tekstur) dan perbedaan hedonik terhadap rasa, warna, tekstur, aroma pada kue gapit berbahan dasar tepung suweg dan tepung kelor.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dengan rasio antara tepung suweg dan tepung kelor 60%:40%, 70%:30% dan 80%:20% dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test.Hasil penelitian menunjukkan rasio tepung suweg dan tepung kelor terhadap kandungan proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan kadar serat kasar, sifat fisik tekstur dan warna dan uji hedonik rasa, warna, tekstur dan aroma kue gapit.
Pengaruh Jenis Buah terhadap Mutu Minuman Fungsional Sari Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L)Rasa Buah
ABSTRAK Mashifa, Rajih. 2016. Pengaruh Jenis Buah terhadap Mutu Minuman Fungsional Sari Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L)Rasa Buah. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mazarina Devi, M.Si. (2) Dr. Ir. SoenarSoekopitojo, M.Si. Kata Kunci: rimpang rumput teki, sari buah, minuman fungsional Penelitian bertujuan untuk mengetahuipengaruh jenis buah terhadap mutu minuman fungsional sari rimpang rumput teki rasa buah. Jenis buah yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah stroberi, nanas, dan sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kandungan kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan zat besi (Fe), serta mutu organolaptik yang meliputi rasa dan aroma pada masing-masing minuman sari rimpang rumput teki rasa buah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai dengan Februari 2016 di laboratorium Teknologi Industri Universitas Negeri Malang, sedangkan analisis kandungan kalsium, magnesium, zat besi di laboratorium kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Rancangan penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan jenis buah, yaitu minuman sari rimpang rumput teki dengan buah stroberi, minuman sari rimpang rumput teki dengan buah nanas, minuman sari rimpang rumput teki dengan buah sirsak. Semua perlakuan diulang sebanyak dua kali. Uji kalsium, magnesium, dan zat besi menggunakan metode spektrofotometer uv vis. Uji hedonik rasa dan aroma dilakukan pada 35 panelis dengan dua kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis anova one way dan uji lanjut DMRT menggunakan program komputasi SPSS for windows ver. 21.Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan buah yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan kalsium, magnesium dan zat besi pada minuman sari rimpang rumput teki. Penambahan buah stroberi menghasilkan minuman sari rimpang rumput teki dengan kadar kalsium 0,338 (mg/100 ml), magnesium 0,176 (mg/100 ml) dan zat besi 0,008 (mg/100 ml) tertinggi dan berbeda nyata dengan buah nanas dan sirsak.Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa penambahan buah yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat hedonik rasa, namun tidak pada sifat hedonik aroma. Penambahan buah nanas lebih disukai dibandingkan penambahan buah stroberi dan nanas. Hasil uji hedonik rasa ketiga rasa, berada pada kisaran netral sampai agak suka. Hasil uji hedonik aroma ketiga rasa berada pada kisaran netral sampai agak suka. ABSTRACT Mashifa, Rajih. 2016. The Influence of Fruits Types Against The Quality of Functional Drinks of Nut Grass (Cyperus rotundus L) Rhizome Extract whit Fruit Flavored. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Dr. Mazarina Devi, M.Si. (2) Dr.Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. Key words: Nut Grass (Cyperus rotundus L) Rhizome, fruit extract, functional drinks The research is aimed to know the influence of fruit types against the quality of functional drinks of nut grass rhizome extract whit fruit flavored. The type of fruits which is used in this research is strawberry, pineapple, and sour fruit. The research is aimed to know the amount of calcium content (Ca), magnesium (Mg), and a iron (Fe), as well as the hedonic test covering the taste and aroma on each nut grass rhizome extract whit fruit flavored. This research was done on August 2015 to February 2016 at Technology Industry Laboratory of Malang State University, whereas the analysis of calcium content, magnesium, and a iron was at chemical laboratory of Muhammadyah Malang University. This research arranges by a complete random draft with the treatments of fruit types, that is a drink nut grass rhizome extract with strawberry, a drink nut grass rhizome extract with pineapple, and a drink nut grass rhizome extract with sour fruit. All the treatment was repeated two times. Calcium test, magnesium, and iron used spectrometer uv vis. Hedonic test taste and aroma was done to 35 panelists with two repetitions’. The data gained was analyzed by ANOVAs one way and test DMRT advanced by using computation SPSS program for Windows ver. 21. The result of this research showed that the additional different fruits gave a significant influence against the calcium content, magnesium, and a vitamin mineral in a drink nut grass rhizome extract. Adding the strawberry produce a drink nut grass rhizome extract the level of calcium 0.338 (mg/100ml), magnesium 0.176 (mg/100ml) and a vitamin mineral 0.008 (mg/100ml) highest and different with pineapple and sour fruit. The result of statistic test also showed that adding the different fruits gave significant influence against the taste of hedonic character, but it was not in the taste of aroma hedonic. Adding the pineapple is preferred compared with the additional of strawberry and pineapple. The aroma hedonic result of those three fruits was in the mill of neutral to a bit like.