Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    359 research outputs found

    Pengembangan Produk Instan (Minuman Sari) Temu Mangga (Curcuma mangga val) dengan Pendekatan QFD (Quality Function Deployment)

    No full text
    RINGKASAN Temu mangga (Curcuma mangga val) merupakan salah satu sumber daya alam hayati Indonesia. Bahan-bahan yang diambil secara langsung dari alam meminimalisir adanya efek samping yang ditimbulkan bagi kesehatan. Pembuatan minuman sari temu mangga merupakan salah satu inovasi dalam pengembangan produk instan (minuman sari) temu mangga. Pengembangan produk memerlukan suatu metode yang tepat. QFD (Quality Function Deployment) merupakan metode yang digunakan dalam pengembangan produk instan (minuman sari) temu mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut mutu,  menganalisis kepentingan, dan merancang produk  dari minuman sari temu mangga. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah QFD. Prinsip QFD adalah membuat desain produk (barang/jasa) dan pengembangannya secara sistematis yang dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen serta kemampuan teknis perusahaan, sekaligus mengevaluasi usaha-usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan responden dengan nilai paling tinggi merupakan pernyataan “rasa minuman yang menyegarkan” yaitu skor 4,05. Pada uji tingkat kesukaan, secara keseluruhan minuman sari temu mangga memiliki skor lebih rendah dibandingkan produk pembanding dari seluruh atribut. Produk peneliti lebih tinggi 0,03 pada atribut rasa. Rata-rata nilai importance to customer dengan skor tertinggi yaitu  pada atribut rasa, atribut aroma pada urutan kedua, dan atribut warna pada urutan terakhir. Setelah dilakukan analisis QFD, didapatkan kesimpulan bahwa atribut aroma dengan nilai kepentingan kedua harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Atribut rasa dipertahankan kualitasnya

    Pengaruh Rasio Cengkeh dan Kayu Secang Terhadap Kapasitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Minuman Fungsional Buah Sawo, Cengkeh, dan Kayu Secang

    No full text
    ABSTRAK   Maulana, Qonik. 2017. Pengaruh Rasio Cengkeh dan Kayu Secang Terhadap Kapasitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Minuman Fungsional Buah Sawo, Cengkeh, dan Kayu Secang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si.   Kata Kunci: sifat organoleptik minuman fungsional, buah sawo, cengkeh, kayu secang, kapasitas antioksidan   Buah sawo dapat diolah menjadi minuman fungsional dengan ditambahkan cengkeh dan kayu secang. Penambahan cengkeh dan kayu secang pada sari buah sawo berfungsi untuk menutupi rasa sepat dari sawo dan memberikan warna yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan, sifat fisik warna, kekentalan, serta sifat hedonik minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang dengan rasio cengkeh dan kayu secang 2:1, 1:1, dan 1:2. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Data hasil analisis diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variances) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang dengan rasio cengkeh dan kayu secang yang berbeda berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, sifat fisik warna, kekentalan, dan sifat hedonik warna serta aroma. Kapasitas antioksidan yang paling baik diperoleh dari minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:2 dengan nilai rata-rata 58,050 ppm yang artinya kapasitas antioksidan tergolong kuat. Sifat fisik warna tingkat kecerahan (L) terbaik diperoleh minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dengan nilai rata-rata 81,940. Sifat fisik warna tingkat kemerahan (a+) terbaik diperoleh minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dengan nilai 28,595.  Sifat fisik warna tingkat kebiruan (b-) terbaik diperoleh minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dengan nilai rata-rata -35,625. Sifat fisik kekentalan terbaik diperoleh dari minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:2 dengan nilai rata-rata 19,63 cPs. Skor uji hedonik warna tertinggi diperoleh minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dengan nilai rata-rata 4 dan 1:2 dengan nilai rata-rata 4,4. Rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dan 1:2 lebih disukai panelis daripada rasio 2:1, sedangkan rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dan 1:2 sama-sama disukai panelis. Skor uji hedonik aroma tertinggi diperoleh minuman fungsional buah sawo, cengkeh, dan kayu secang rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dengan nilai rata-rata 4,1 dan 1:2 dengan nilai rata-rata 4,2. Rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dan 1:2 lebih disukai panelis daripada rasio 2:1, sedangkan rasio cengkeh dan kayu secang 1:1 dan 1:2 sama-sama disukai panelis

    PELAKSANAAN SCHOOL EMPOWERING PROGRAME KETERAMPILAN TATA BOGA DI SMA ISLAM KEPANJEN

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Yuli Suci Qurrotul. 2017. Pelaksanaan School Empowering Programe Keterampilan Tata Boga Di SMA Islam Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si.   Kata Kunci: pelaksanaan, school empowering programe   School empowering programe merupakan pengembangan dari kegiatan ekstrakurikuler pilihan. School empowering programe yang sudah dijalankan di SMA Islam Kepanjen berjalan sejak tahun 2010. Program ini memiliki tiga bidang keahlian yaitu bidang keahlian multimedia dan desain grafis yang bekerja sama dengan POLINEMA, bidang keahlian otomotif yang bekerjasama dengan VEDC, dan bidang keahlian tata boga yang bekerjasama dengan Univesitas Negeri Malang.   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan school empowering programedi SMA Islam Kepanjen, pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, dan kendala pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Islam Kepanjen. Informan dalam penelitian ini adalah ketua bagian school empowering programe, guru school empowering programe keterampilan tata boga, peserta didik school empowering programe keterampilan tata boga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga yang dilaksanakan di SMA Islam Kepanjen: (1) Kebijakan program school empowering prorame dilatar belakangi masalah siswa yang lulus SMA Islam Kepanjen namun tidak melanjutkan  pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga sekolah mendirikan program ini untuk memberikan bekal keterampilan kepada peseta didik, setiap peserta didik baru dapat memilih salah satu keterampilan sesuai dengan minatnya, struktur organisasi meliputi penanggung jawab, ketua bagian, dan guru pengajar school empowering programe, dana yang dibutuhkan untuk school empowering programe berasal dari SPP siswa; (2) Pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, meliputi: media pembelajaran yang digunakan adalah handout, papan tulis, video memasak, dan gambar masakan, metode yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi, materi yang diajarkan sudah ditentukan oleh Universitas Negeri Malang yang bekerja sama dengan SMA Islam Kepanjen,  jadwal pelaksanaan adalah hari sabtu; (3) Kendala Pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, meliputi: resep standar yang belum ada, sarana berupa kompor, alat masak, alat hidang, kursi, prasarana berupa ruang kelas yang disediakan hanya satu, guru pengajar yang masih diploma, jadwal pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga, dan lingkungan alam seperti cuaca alam

    Perencanaan Bauran Produk dan Bauran Harga Teh Celup Herbal Daun Murbei dan Kayu Secang

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, S. D. 2017. Perencanaan Bauran Produk dan Bauran Harga Teh Celup Herbal Daun Murbei dan Kayu Secang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D. (II) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci: daun murbei, kayu secang, teh celup, bauran produk dan harga   Teh daun murbei dalam kemasan seduh memiliki kandungan polifenol dan kapasitas antioksidan yang tinggi. Penambahan kayu secang yang menjadi sumber warna merah alami dapat memperbaiki warna teh dan dapat menambah kapasitas antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan polifenol, kapasitas antioksidan, hedonik, mutu hedonik, formula terbaik, bauran produk (kualitas produk, merek dan desain kemasan) dan bauran harga (ukuran dan harga) dengan perlakuan rasio daun murbei dan kayu secang 1,5 : 1, 1 : 0,5 dan 1:1. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari satu perlakuan dengan dua kali pengulangan. Data kandungan polifenol, kapasitas antioksidan, uji hedonik, uji mutu hedonik dianalisis menggunakan ANOVA. Jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan post hoc test (Duncan). Data bauran produk (merek dan desain kemasan) dan bauran harga (ukuran dan harga) dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rasio daun murbei dan kayu secang dengan rasio yang berbeda menyebabkan perbedaan yang signifikan pada polifenol, kapasitas antioksidan, hedonik aroma, hedonik warna, mutu hedonik warna, karakteristik ukuran teh celup herbal daun murbei dan kayu secang. Sedangkan, hedonik rasa, mutu hedonik aroma, mutu hedonik rasa, karakteristik aroma dan karakteristik tampilan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.             Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan rancangan bauran produk teh celup herbal daun murbei dan kayu secang dengan perlakuan rasio daun murbei dan kayu secang 1 : 0,5 yang menghasilkan warna coklat muda, aroma sedikit langu, rasa cukup masam, ukuran biasa, serta penggunaan merek dan desain kemasan A, sedangkan rancangan bauran harga yaitu isi (25pcs, 15pcs dan 10 pcs) dan harga B.   ABSTRACT   Permatasari, S.D. 2017. Planning Of Product Mixed and Price Mixed Herbal Tea Bag Mulberry Leaf and Sappan Wood. Mini Thesis. Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. (I) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D. (II) Ir. Issutarti, M.P.   Keywords: mulberry leaves, sappan wood, tea bag, product mix and price   Mulberry leaf tea in brewed packaging contains polyphenol content and high antioxidant capacity. The addition of sappan wood that is a source of natural red color can improve the color of tea and can increase the capacity of antioxidants. The purpose of this research is to know the content of polyphenol, antioxidant capacity, hedonic, hedonic quality, best formula, product mix (product quality, brand and packaging design) and price mix (size and price) with mulberry leaf and wooden ratio 1.5: 1, 1: 0,5 and 1: 1. This research is an experimental research using Completely Randomized Design  which consists of one treatment with two repetitions. Polyphenol content data, antioxidant capacity, hedonic test, hedonic quality test were analyzed using ANOVA. If there is a difference then proceed with post hoc test (Duncan). Product mix data (brand and packaging design) and price mix (size and price) were analyzed descriptively. The results showed that the mulberry leaf and sappan wood ratio with different ratios caused significant differences in polyphenols, antioxidant capacity, hedonic aroma, color hedonic, color hedonic quality, multivariate herbal mulberry leaf tea and sappan wood. While, hedonic flavors, hedonic aroma quality, taste hedonic quality, aroma characteristics, display characteristics did not show any significant differences. Based on the result of the research, it can be concluded the design of the herbal mulberry tea and sappam wood with the treatment ratio of mulberry leaf and sappan wood 1: 0,5 which produce the brown of color, the aroma is a bit grim, the taste is quite sour, the usual size and the use of the brand and packaging design A, while the price mix design is the size (25 pcs, 15 pcs and 10 pcs) and price of B

    Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Jajanan Kue Basah di Pasar Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Kue basah merupakan makanantradisional yang terdapat di setiapdaerahyang mempunyaikeberagamanmulai dari bentukhinggawarna. Warnamerupakansalahsatukriteriapenentuankualitasmakanan,diantaranyadapatmemberipetunjukperubahankimia.Zatpewarnasintesis yang padaumumnyaditambahkanadalahRhodamin B yang mempunyaiefeksampingdapatmenyebabkankanker, dan gangguanfungsihati. Rhodamin B adalahzatwarnakimia yang digunakanuntukpewarnakertas, wol, dan sutra. TujuanpenambahanRhodamin B untukmenambahwarnamenjadimerahmuda, terangmencoloksehinggakonsumenmenjaditertarikuntukmembeli. SelainituRhodamin B relatifmurah, dan mudahdidapat.Penelitianinidilaksanakandengantujuan 1) untukmengindentifikasijajanankuebasah di Kota Malang yang didugamengandungRhodamin B, 2) untukmenganalisiskandunganRhodamin B padajajanankuebasah yang diperolehdaripasar-pasar di Kota Malang, 3) untukmenentukanpersentasejajanankuebasah di Kota Malang yang didugamengandungRhodamin B.Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptif,teknikpengambilansampelmenggunakanteknikpurposive sampling.Sampeldiambildari 9 pasardankawasansekitarpasar di Kota Malang. Data yang diperoleh di analisissecarakualitatifuntukmengetahuipersentasenya. Hasilpenelitiandiperolehkuebasah yang berwarnamerah, yaitukueTok, kueMangkok, GetukLindri, danCenil. Survey didapatkan36 sampelkuebasah yang berwarnamerah. Berdasarkanhasilanalisisterhadap 36 jajanankuebasahdiperolehhasilpersentaseperhitunganbahwadari 36 sampeljajanankuebasahterbukti100% negatiftidakmengandungRhodamin B. DisarankanbagipenelitilanjutuntukmelakukanpenelitiananalisiskandunganRhodamin B secarakuantitatif, ditelitizatwarnasintetislainnya, danmengujikandunganRhodamin B padajenismakananlainnya

    Pengaruh Literasi dan Numerasi Terhadap Life Skill Smart Cooking Siswa SMP Tazkia IIBS (Islamic International Boarding School) Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Fina . 2018. Pengaruh Literasi dan Numerasi Terhadap Life Skill Smart Cooking Siswa SMP Tazkia IIBS (Islamic International Boarding School) Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P.   Kata Kunci: Literasi, Numerasi, Life Skill Smart Cooking Literasi secara luas dimaknai sebagai kemampun berbahasa yang mencakup kemampuan dalam membaca, menyimak, menulis, dan memahami. Numerasi diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung yang meliputi kemampuan menghitung, mengukur, dan memperkirakan dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Life skill smart cooking adalah program pengembangan diri melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas dengan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi dan numerasi secara parsial dan simultan terhadap life skill smart cooking siswa SMP Tazkia IIBS (Islamic International Boarding School) Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mendeskripsikan seberapa besar pengaruh literasi dan numerasi sebagai variabel bebas terhadap life skill smart cooking siswa. Teknik pegumpulan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Tazkia IIBS Malang yang sudah melaksanakan life skill smart cookingdengan jumlah 86 siswa/ responden. Pengambilan sampel diambil seluruhnya menggunakan “populasi” karena jumlahnya kurang dari 100 responden. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 41 siswa dan siswa kelas IX yang berjumlah 45 siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji hipotesis yaitu uji t (parsial) dan uji f (simultan). Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) literasi aspek membaca resep dan konsep dasar boga berpengaruh secara simultan terhadap life skill smart cooking sebesar 40%, (2) literasi aspek membaca resep berpengaruh secara parsial terhadap life skill smart cooking sebesar 24%, (3) literasi aspek konsep dasar boga berpengaruh secara parsial terhadap life skill smart cooking sebesar 16%, (4) numerasi aspek konversi dan kalkulasi harga berpengaruh secara simultan terhadap life skill smart cooking sebesar 42%, (5) numerasi aspek konversi berpengaruh secara parsial terhadap life skill smart cooking sebesar 31%, (6) numerasi aspek kalkulasi harga berpengaruh secara parsial terhadap life skill smart cooking sebesar 11%

    pengaruh lama perebusan terhadap sifat organoleptik tempe lamtoro gung (leucaena leucocephala)

    No full text
    ABSTRAK   Pristika, A.2018.Pengaruh Lama Perebusan terhadap Sifat Organoleptik Tempe Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, S.T., M.T., M.I.M., Ph.D. (II) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci:Lamtoro Gung, Tempe, Sifat Organoleptik Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang populer dan disukai masyarakat. Tempe umumnya terbuat dari kedelai. Lamtoro gung merupakan tumbuhan kacang-kacangan yang mudah didapat di Indonesia dan  memiliki kandungan protein tinggi setara dengan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik tempe lamtoro gung dengan lama waktu  perebusan biji lamtoro yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuanyaitu lama perebusan (20 menit, 30 menit, 40 menit) dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada mutu hedonik tekstur, aroma, rasa dan pertumbuhan miselium, dan tingkat kesukaan tekstur, aroma, dan rasa. Skor tertinggi mutu hedonik, tingkat kesukaan tekstur dan aroma terdapat pada perlakuan lama perebusan 30 menit. Skor tertinggi mutu hedonik dan tingkat kesukaan rasa terdapat pada perlakuan perebusan 30 menit. Skor tertinggi pertumbuhan miselium terdapat pada perlakuan lama perebusan 30 menit. Lama waktu perebusan optimal terdapat pada perlakuan lama perebusan 30 menit

    Pengaruh Jumlah Penggunaan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Terhadap Sifat Kimia, Aktivitas Antimikroba dan Sifat Organoleptik Bumbu Ayam Lengkuas Selama Penyimpanan

    No full text
    RINGKASAN   Nawangsari, Ayu Dyas. 2018. Pengaruh Jumlah Penggunaan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Terhadap Sifat Kimia, Aktivitas Antimikroba dan Sifat Organoleptik Bumbu Ayam Lengkuas Selama Penyimpanan. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mazarina Devi, M.Si. (II) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci: lengkuas merah, bumbu ayam lengkuas, kapasitas antioksidan,  minyak atsiri, aktivitas anti mikroba Bumbu ayam lengkuas memiliki potensi tahan lama dalam masa penyimpanan karena dibuat dari rempah-rempah yang memiliki sifat antimikroba salah satunya adalah lengkuas merah. Lengkuas merah (Alpinia purpurata K. schum) selain dimanfaatkan sebagai penyedap makanan dan obat herbal, dapat dijadikan bahan pengawet alami pada makanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat kimia (kapasitas antioksidan dan minyak atsiri), aktivitas anti mikroba dan hedonik (warna, aroma dan rasa) bumbu ayam lengkuas dengan penambahan lengkuas sebanyak 60, 65, 70 dan 75% dengan masa simpan selama 0, 1 dan 2 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kapasitas antioksidan tertinggi bumbu ayam lengkuas diperoleh dari penggunaan lengkuas merah sebanyak 75% pada lama penyimpanan 0 minggu dengan nilai IC50 sebesar 45.96 ppm. Minyak atsiri tertinggi bumbu ayam lengkuas diperoleh dari penggunaan lengkuas merah sebanyak 75% pada lama penyimpanan o minggu dengan nilai 1.996%. Aktivitas antimikroba terhadap bakteri E.coli bumbu ayam lengkuas tertinggi diperoleh dari penggunaan lengkuas merah sebanyak 75% pada lama penyimpanan 0 minggu dengan jumlah bakteri 1.194%. Aktivitas antimikroba terhadap bakteri B.cereus bumbu ayam lengkuas tertinggi diperoleh dari penggunaan lengkuas merah sebanyak 75% pada lama penyimpanan 0 minggu dengan jumlah bakteri 0.597%. Hedonik warna bumbu ayam lengkuas  dengan skor tertinggi (4,4) terdapat pada konsentrasi lengkuas 60% yaitu, suka. Hedonik aroma bumbu ayam lengkuas dengan skor tertinggi (4,62) terdapat pada konsentrasi lengkuas 60% yaitu, suka. Hedonik rasa bumbu ayam lengkuas  dengan skor tertinggi (4,66) terdapat pada konsentrasi lengkuas 75% yaitu, suka

    Pengaruh Persentase Karagenan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Minuman Jeli Daun Kecipir

    No full text
    RINGKASAN Minuman jeli daun kecipir merupakan minuman jeli berbahan dasar daun kecipir. Di Indonesia pemanfaatan daun kecipir kurang maksimal sehingga perlu dilakukan penganekaragaman bahan pangan , salah satunya adalah minuman jeli. Minuman jeli dapat menutupi kekurangan dari daun kecipir yaitu memiliki aroma yang langu dan minuman jeli semakin banyak diminati oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase karagenan terhadap kapasitas antioksidan, serat pangan, ß-karoten, sifat fisik warna dan tekstur, sifat hedonik (warna, aroma, tekstur, rasa) minuman jeli daun kecipir. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Kapasitas antioksidan tertinggi minuman jeli daun kecipir diperoleh pada persentase karagenan 0,38% dengan nilai IC50 sebesar 97,5150 ppm.Seratpangan total minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan 0,38% sebanyak 15,554%. ß-karoten minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan sebanyak 0,38% sebanyak 464,121mg/100gr. Sifat fisik warna minuman jeli daun kecipir meliputi kecerahan (L) minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan 0,38% sebanyak 38,865, kehijauan (a-) minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan 0,38% sebanyak 60,175 dan kebiruan (b-) minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan 0,38% sebanyak 40,65. Sifatfisik tekstur minuman jeli daun kecipir tertinggi diperoleh pada persentase karagenan 0,38% sebanyak 621,95 cP.Sifat hedonik warna minuman jeli daun kecipir dengan skor tertinggi 3,7 (biasa saja), sifat hedonik aroma minuman jeli daun kecipir dengan skor tertinggi 2,74 (biasa saja), sifat hedonik tekstur minuman jeli daun kecipir dengan skor tertinggi 3,47 (biasa saja), sifat hedonik rasa minuman jeli daun kecipir dengan skor tertinggi 3,26 (biasa saja)

    Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian pada Lesehan Sribu Asri Bendo-Pare.

    No full text
    RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) (a) Pengaruh bauran produk secara parsial terhadap keputusan pembelian, (b) Pengaruh bauran harga secara parsial terhadap keputusan pembelian, (c) Pengaruh bauran tempat secara parsial terhadap keputusan pembelian, (d) Pengaruh bauran promosi secara parsial terhadap keputusan pembelian. 2) Pengaruh bauran produk, bauran harga, bauran tempat, dan bauran promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah konsumen lesehan Sribu Asri yang telah membeli minimal sebanyak 2 kali. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode non probability sampling sebanyak 200 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul selanjutnya diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda algoritma stepwise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) (a) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari bauran produk secara parsial terhadap keputusan pembelian di lesehan Sribu Asri. (b) Terdapat pengaruh yang signifikan dari bauran tempat secara parsial terhadap keputusan pembelian di lesehan Sribu Asri. (c) Terdapat pengaruh yang signifikan dari bauran harga terhadapkeputusanpembelian di lesehanSribuAsri. (d) Tidakterdapatpengaruh yang signifikandaribauranpromosisecaraparsialterhadapkeputusanpembelian di lesehanSribuAsri. 2)Terdapatpengaruhsecarasimultanantarabauranproduk, bauranharga, baurantempat, dan bauranpromositerhadapkeputusanpembelia

    0

    full texts

    359

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇