Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PRODUK SUS KERINGALPHABET “MARTH GRANDE CAKE”
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian konsumen dan mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini termasuk penelitian explanatori yang menganalisa variabel bebas dan variabel terikat. Sampel pada penelitian ini merupakan konsumen yang membeli sus Alphabet selama periode April dan Mei 2017 dengan jumlah 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data perbandingan omzet menggunakan uji beda dua sampel bebas, sedangkan pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian diuji menggunakan analisis faktor CFA dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan omzet saluran distribusi tingkat 0 lebih besar dari saluran distribusi tingkat 1 (506937.50 > 270937.50). Hasil analisis pengaruh bauran pemasaran menunjukkan bahwa faktor produk 6,51% dan faktor harga 45,15% berpengaruh secara parsial pada keputusan pembelian. Hasil analisis bauran pemasaran secara simultan berpengaruh 51,7% terhadap keputusan pembelian. Faktor dominan yang mempengaruhi bauran pemasaran adalah faktor harga sebesar 45,15%. Saran pada penelitian ini diharapkan produsen dapat mengembangkan variasi rasa baru untuk menggantikan produk sus Alphabet rasa bayam dan mengganti jenis kemasan. Selain itu diharapkan produsen dapat memberikan potongan harga berupa voucher atau potongan harga dalam pembelian beberapa produk. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada produk sus Alphabet
Pengaruh Jenis Koagulan terhadap Mutu Tahu Kedelai Substitusi Kacang Komak (Lablab purpureus (L.) Sweet)
ABSTRAK Putra, Bima, Perdana, Dianto. 2017. Pengaruh Jenis Koagulan Terhadap Mutu Tahu Kedelai Substitusi Kacang Komak (Lablab purpureus (L.) Sweet). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dr. Soenar Soekopitojo, M.Si Kata Kunci: tahu, kacang komak, jenis koagulan Tahu merupakan salah satu produk pangan fungsional yang produk makanan berupa padatan lunak yang dibuat melalui proses pengolahan kedelai (Glycine max (L.) Merril) dengan cara pengendapan proteinnya. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah kedelai sebesar 80% dan kacang komak sebesar 20%. Dalam proses pembuatan tahu, tahap penting yang harus dilakukan adalah penambahan koagulan ke dalam susu kedelai yang berfungsi mengendapkan protein Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis koagulan batu tahu (CaSO4), glucono delta lactone (GDL), dan asam cuka terhadap kadar protein, lemak, serat kasar abu, air dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yang berbeda dengan dua kali pengulangan. Analisis statistik kadar protein, lemak, serat kasar, abu air dan uji tingkat kesukaan menggunakan ANOVA. Apabila terdapat perbedaan pada perlakuan tersebut, dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis koagulan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar abu, kadar air dan tingkat kesukaan panelis pada rasa, dan aroma, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, kadar serat kasar, tingkat kesukaan terhadap warna dan tekstur tahu kedelai substitusi kacang komak. Kadar protein tertinggi terdapat pada jenis koagulan glucono delta lactone (GDL) memiliki nilai 4,60%. Hasil analisa kadar abu tertinggi terdapat pada jenis koagulan batu tahu (CaSO4) memiliki 0,27%. Kadar air tertinggi terdapat pada jenis koagulan asam cuka memiliki nilai 85,18%. Hasil uji tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur tahu menyatakan bahwa jenis koagulan glucono delta lactone (GDL) memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada rasa dan aroma
Analisis Kapasitas Antioksidan dan Uji Organoleptik Snack Berbumbu dari Nori Daun Cincau Hijau Pohon
ABSTRAK Hariyani, Devi Susi. 2018. Analisis Kapasitas Antioksidan dan Uji Organoleptik Snack Berbumbu dari Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D. (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : Nori, Snack nori daun cincau hijau pohon, aktivitas antioksidan Nori adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari rumput laut merah. Karakteristik nori memiliki tekstur yang renyah. Lembaran nori dapat dikembangkan menjadi produk alternatif yaitu snack berbumbu berupa makanan atau camilan yang diproses dengan dipanggang. Teknik pemberian bumbu dapat menggunakan tiga teknik yang berbeda yaitu teknik oles, celup dan semprot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemberian bumbu dasar putih (teknik oles, celup dan semprot) terhadap kapasitas antioksidan, sifat mutu hedonik (tekstur dan rasa), sifat hedonik (warna, tekstur dan rasa) dan dianalisis menggunakan ANOVA jika terdapat perbedaan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan hasil IC50 pada teknik pemberian bumbu oles 95,367 ppm, celup 80,905 ppm, semprot 130,062 ppm. Analisis kapasitas antioksidan berbeda nyata hal ini dikarenakan semakin sedikit bumbu yang menempel pada nori daun cincau hijau pohon semakin rendah kapasitas antioksidan. Sifat mutu hedonik tekstur snack nori daun cincau hijau pohon tidak terdapat perbedaan, skor tertinggi terdapat pada teknik celup dengan skor 4.26 (cukup gurih - gurih). Sifat mutu hedonik rasa snack nori daun cincau hijau pohon teknik oles dan celup berbeda dengan semprot, skor tertinggi terdapat pada teknik oles dengan skor 4.09 (cukup renyah - renyah). Sifat hedonik warna snack nori daun cincau hijau pohon teknik oles berbeda dengan celup dan semprot, skor tertinggi terdapat pada teknik celup dengan skor 4.06. Sifat hedonik tekstur snack nori daun cincau hijau pohon tidak terdapat perbedaan, skor tertinggi terdapat pada teknik celup dengan skor 4.26. Sifat hedonik rasa snack nori daun cincau hijau pohon teknik semprot berbeda dengan celup, skor tertinggi terdapat pada teknik oles dengan skor 4.10. Saran untuk industri yang berhubungan dengan makanan dan minuman dapat mengembangkan snack nori daun cincau hijau pohon sebagai jajanan sehat / healty snack dan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji sifat fisikokimia daya patah dan kadar air yang terpadat pada snack nori daun cincau hijau pohon, perlu diteliti lebih lanjut mengenai daya simpansnack nori daun cincau hijau pohon
Analisis Higiene dan Sanitasi Unit Pasteurisasi Susu pada Wisata Edukasi Kampung Susu Dinasty Sidem Gondang Tulungagung
ABSTRAK ana, Nana. 2018. Analisis Higiene dan Sanitasi Unit Pasteurisasi Susu pada Wisata Edukasi Kampung Susu Dinasty Sidem Gondang Tulungagung. Skripsi, Program Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Teti Setiawati, M.Pd., (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Susu, pasteurisasi, higiene sanitasi Susu merupakan bahan alami yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinngi namun mudah rusak terkontaminasi oleh mikroba. Salah satu cara pengawetan susu yang sudah cukup dikenal dikalangan masyarakat adalah pengawetan susu dengan menggunakan teknik pasteurisasi. Susu yang dipasteurisasi menggunakan metode HTST maupun LTLT masih baik dikonsumsi sampai umur penyimpanan 12-15 jam pada suhu penyimpanan 27,5°C (suhu kamar). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) lokasi dan kondisi bangunan unit pasteurisasi susu sapi, (2) pengadaan bahan dan alat unit pasteurisasi susu sapi, (3) tempat atau bangunan unit pasteurisasi susu sapi, (4) proses produksi unit pasteurisasi susu sapi, (5) higiene personal tenaga pengolahan unit pasteurisasi susu sapi pada wisata edukasi kampung susu Dinasty. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.Pengumpulan data deskriptif kualitatif dalam penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif berupa observasi terus terang, wawancara tidak terstruktur (unstructured interview)dengan pertanyaan terbuka, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan metode triangulasi informan dan triangulasi sumber. Triangulasi informan dilakukan dalam Forum FGD (Fokus Group Discussion) yang dihadiri oleh pemilik wisata, karyawan pasteurisasi, perwakilan guru Tata Boga, perwakilan guru peternakan, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Hasil analisis higiene dan sanitasi unit pasteurisasi susu pada wisata edukasi kampung susu Dinasty sebagai berikut: lokasi, kondisi bangunan, proses pasteurisasi susu secara keseluruhan sesuai standar, pengadaan bahan dan alat, proses sterilisasi kemasan kurang standar, higiene personal tidak standar. Terkait unit pasteurisasi susu yang kurang standar dan tidak standar, anggota FGD (Fokus Group Discussion) memberikan saran dan masukan kepada pemilik wisata edukasi kampung susu Dinasty untuk dapat mengembangkan peralatan yang digunakan untuk memproduksi susupasteurisasi, memberikan pemahaman kepada para karyawan unit pasteurisasi agar para karyawan lebih memahami tentang pentingnya higiene personal saat bekerja, misalnya dengan cara mengadakan semacam sosialisasi atau pelatihan untuk karyawan
SIFAT KIMIA, FISIK DAN ORGANOLEPTIK NON FLAKY CRACKER DENGAN PENAMBAHAN NORI DAUN CINCAU HIJAU POHON (Premna oblongifolia Merr)
ABSTRAK Ningsih, Rahayu. 2018. Sifat Kimia, Fisik Dan Organoleptik Non Flaky Cracker dengan Penambahan Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Non Flaky Cracker, Nori Daun Cincau Hijau Pohon, Sifat Kimia, Sifat Fisik, Sifat Organoleptik. Serat pangan termasuk komponen bioaktif dan mempunyai manfaat bagi kesehatan. Non flaky cracker termasuk produk yang rendah serat pangan sehingga selain sebagai bahan tambahan pada rasa. Penambahan nori daun cincau hijau pohon pada produk non flaky cracker dapat memperbaiki kandungan serat pangan pada produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia(kadar air, protein, asam lemak bebas, serat pangan), sifat fisik (tekstur dan warna) dan sifat hedonik (tekstur, warna, rasa) serta sifat mutu hedonik rasa non flaky cracker nori daun cincau hijau pohon. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan konsentrasi penambahan nori daun cincau hijau pohon dengan taraf 5%, 6%, dan 7%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila terdapat perbedaan dilanjutkan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa non flaky cracker penambahan nori daun cincau hijau pohon sebesar 5% memiliki kadar air terendah 0,896/100gr, sifat fisik tekstur (kekerasan) terendah 0,0035 N/Cm2, sifat fisik warna tingkat kecerahan (L) tertinggi 74,2, tingkat kehijauan (a-) terendah 12,5 dan tingkat kekuningan (b+) tertinggi 53,23 serta tingkat kesukaan tekstur dan warna dengan skor tertinggi 4,4 (suka). Non flaky cracker penambahan nori daun cincau hijau pohon sebesar 7% memiliki kadar protein tertinggi 13,048%, serat pangan total tertinggi 28,957% serta tingkat kesukaan rasa dengan skor tertinggi 4,5 (suka) dan mutu hedonik rasa dengan skor tertinggi 4,2 (terasa nori). Penambahan nori daun cincau hijau pohon pada non flaky cracker dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh terhadap kadar air, protein, serat pangan, namun tidak berpengaruh terhadap kadar asam lemak bebas
Identifikasi Kuliner Etnis Tengger dan Komposisi Gizi Kuliner di Desa GubugklakahKecamatan PoncokusumoKabupaten Malang
RINGKASAN Kata Kunci: kuliner etnis, komposisi gizi, etnis tengger desa gubug klakah Etnis Tengger sebagian besar menghuni wilayah desa Penyangga yang berbatasan dengan kawasan pelestarian alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).TNBTS secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.Penyebaran masyarakat EtnisTengger salah satunya berada di desa Gubug klakah kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.Desa Gubug klakah atau yang biasa dikenal Desa Wisata Gubug klakah (DWG) menyajikan panorama alam indah dan kesejukan khas pegunungan serta menjadi destinasi wisata alam di DesaGubug klakah.Kuliner khas yang berada pada suatu destinasi wisata dapat dipercaya sebagai alat promosi dan pembentuk pencitraan yang afektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makanan sehari-hari, bahan baku lokal,teknik pengolahan, alat pengolahan, penyajian dan nilai gizi makanan tradisional sehari-hari Etnis Tengger Desa Gubug klakah. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Informan pada penelitian ini adalah Kepala Desa Gubug klakah, Pemuka Adat Desa Gubug klakah, dan masyarakat Etnis Tengger Desa Gubug klakah. Hasil Penelitian ini menunjukkan(1)keanekaragaman makanan tradisional sehari-hari Etnis Tengger Desa Gubug klakah diantaranya makanan pokok (nasi empok/ sego empok, nasi putih), Hidangan lauk pauk (ikan asin goreng/ iwak gereh goreng, mendol tempe, tahu goreng, sambal kothokan, sambal orek), Hidangan sayuran (sayur semen rebus/kulub semen, ranti rebus/ kulub ranti, daun singkong rebus/ kulub godong puhung ), sepinggan (oyek), jajanan (pisang rebus/ gedang godok, pisang goreng/gedang goreng, singkong rebus/ puhung godok, singkong goreng/ puhung goreng, jemblem, kentang krawu), dan minuman (kopi jawa, teh).; (2) bahan baku lokal yang digunakan untuk membuat makanan tradisional sehari-hari yaitu bawang tropong/bawang prei, kentang tengger,jagung, sayur semen,ranti, kuningan, umbi- umbian,pisang, kopi; (3) teknik pengolahan makanan tradisional sehari-hari yang digunakanya itu merebus, menumis, mengukus, menggoreng, membakar; (4)Alat pengolahan yang digunakan berupa lumpang, nyiru, langseng, wajan, serok, panci, teko, anglo, tungku, kompor alat penyajian berupa piring, sendok, wakul, gelas; (5) komposisi gizi kuliner Etnis Gubugklakah sesuai dengan daftar komposisi bahan makana
Evaluasi Aktivitas Antioksidan, kadar air, Sifat Fisik Dan Uji Hedonik Manisan Kering Murbei (Morus alba L.)
ABSTRAK Masitoh, Manda Dewi. 2017. Evaluasi Aktifitas Antioksidan, Kadar Air, Sifat Fisik Dan Uji Hedonik Manisan Kering Murbei (Morus alba L.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd "> Kata Kunci: Murbei (Morus alba L.), blanching, Ca(OH)2, aktivitas antioksidan Murbei atau yang sering disebut dengan besaran adalah salah satu tanaman buah yang bisa berbuah sepanjang tahun, memiliki nama latin Morusalba L dan merupakan jenis tanaman perudu yang termasuk dalam family moraceae yang berasal dari cina. Buah murbei adalah salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi. Salah satu olahan dari buah Murbei adalah manisan kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi blanching rebus dan air kapur Ca(OH)2 terhadap kandungan aktivitas antioksidan, kadar air sifat fisik dan uji organoleptik manisan kering Murbei. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor dan empat perlakuan yang berbeda dengan dua kali pengulangan. Analisis statistik aktivitas antioksidan, kadar air, sifat fisik menggunakan uji ANOVA faktorial 5% dengan uji lanjut Tukey. Tingkat kesukaan dianalisis menggunakan One Way ANOVA 5% dengan uji lanjut Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi dan perbedaan proses blanching dengan air kapur Ca(OH)2 terhadap kadar air, tekstur, warna dan uji hedonik tekstur, warna. Kandungan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa perendaman air kapur Ca(OH)2 tanpa blanching rebus (50,99 mg) , kadar air tertinggi pada perlakuan perendaman dengan air kapur Ca(OH)2 tanpa blanching rebus (44,34 %), sifat fisik tekstur (0,78) dan tingkat warna kemerahan (a+) yang paling tinggi ditunjukkan oleh manisan kering murbei dengan perlakuan tanpa perendaman air kapur Ca(OH)2 dengan blanching rebus, tetapi mempunyai tingkat kecerahan (L) dan tingkat kebiruan (b-) paling tinggi. Uji hedonik kesukaan tertinggi dengan perlakuan manisan kering murbei tanpa perendaman air kapur Ca(OH)2 dengan blanching rebus (3,83) aroma, perendaman dengan air kapur Ca(OH)2 dengan blanching rebus (4,20) tekstur, perendaman dengan air kapur Ca(OH)2 dengan blanching rebus dan tanpa perendaman air kapur Ca(OH)2 dengan blanching rebus (4,29) warna dan rasa sama dengan rerata (3,89)
analisis perbedaan substitusi tepung kacang merah terhadap kandungan kimi, sifat fisik warna, serta mutu organoleptik cookies untuk balita
ABSTRAK Rahmi,Renata Brillyant Dwi. 2017.Analisis Perbedaan Substitusi Tepung Kacang Merah Terhadap Kandungan Kimia, Sifat Fisik Warna Serta Mutu Organoleptik Cookies Untuk Balita. Skripsi. JurusanTeknologiIndustri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mazarina Devi, M.Si. (II) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D. Kata Kunci: Cookies, Tepung kacang merah, Analisis kimia, Sifat fisik warna, Mutu hedonik Masa masa balita merupakan masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Namun pada kenyataannya masih banyak balita yang mengalami kekurangan gizi. Gizi kurang dapat ditanggulangidengan memberikan makanan tambahanyang adekuat, salah satunyacookies. Cookies merupakan produk olahan pangan yang baik untuk memenuhi kebutuhan balita, yaitu dengan melakukan substitusi bahan pangan yang memiliki nilai gizi tinggi, berupa tepung kacang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai substitusi tepung kacang merah (20%, 30%,40%) terhadap kandungan protein, kalsium, omega-3, sifat fisik warna, dan mutu hedonik (aroma, tekstur, rasa) cookies substitusi tepung kacang merah. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil uji analisis kandungan kimia, uji fisik warna, serta mutu organoleptik cookies menunjukkan bahwa terdapat perbedaanya yang nyata pada setiap perlakuan yang diberikan.Cookies substitusi tepung kacang merah 40% memiliki kadar protein, kalsium, serta omega-3 tertinggi, yaitu kandungan protein sebesar 12.03%, kadar kalsium sebesar 253,87 mg/100g dan kandar omega-3 sebesar 6.82 mg/g cookies. Nilai sifat fisik warna tingkat kecerahan (L) tertinggi diperoleh cookies dengan substitusi tepung kacang merah 20% yaitu 74.56, warna tingkat kemerahan (a+) dan kekuningan (b+) tertinggi diperoleh cookies dengan substitusi tepung kacang merah sebanyak 40% dengan nilai tingkatkemerahan (a+) 11,43 dan tingkat kekuningan (b+) 34.17. Hasil uji mutu hedonik terbaik diperoleh cookies dengan substitusi tepung kacang merah sebanyak 20%, dengan nilai rerata mutu hedonik aroma sebesar 4.82 (tidak beraroma kacang merah), nilai rerata mutu hedonik tekstur sebesar 4.74 (renyah), dan nilai rerata mutu hedonik rasa 4.53 (tidak terasa kacang merah)
Profil Pedagang Makanan Kaki Lima Kota Malang Untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Malang
ABSTRAK Fitri, Nur, Aini. 2017. Profil Pedagang Makanan Kaki Lima Kota Malang Untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Pedagang Makanan Kaki Lima, Pengembangan Pariwisata, Makanan. Kota Malang merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kota Malang pernah menjadi nominasi kota kreatif dalam bidang gastronomi (tata boga) dunia. Berdasarkan analisa Pajak Daerah dari Dinas Pendapatan Kota Malang pada tahun 2014, pendapatan asli daerah Kota Malang berasal dari restoran usaha jasa boga, dan usaha sejenis lainnya menempati posisi yang tertinggi diikuti oleh usaha bidang perhotelan. Banyaknya pedagang makanan kaki lima yang ada di Kota Malang menjadi salah satu potensi pengembangan pariwisata kuliner di Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pedagang makanan kaki lima di Kota Malang meliputi identitas pedagang makanan kaki lima, keanekaragaman, jenis makanan, dan sarana berdagang yang digunakan oleh pedagang makanan kaki lima di Kota Malang.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Lokasidari penelitian ini adalah pedagang makanan kaki lima di Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang makanan kaki lima didominasi oleh laki-laki dengan umur 30-39 tahun, menikah, rata-rata berpendidikan SD, lama bekerja 17-14 jam/hari, dengan masa kerja 1-4 tahun. Keanekaragaman makanan yang dijual oleh pedagang makanan kaki lima terbanyak adalah kue/ jajanan terdiri atas50 macam. Jenis makanan yang dijual pedagang makanan kaki lima adalah makanan pokok dengan tiga frekuensi terbanyak adalah lalapan, nasi pecel, nasi campur. Makanan sepinggan dengan tiga frekuensi terbanyak yaitu nasi goreng, bakso, sate. Kue/ jajanan dengan tiga frekuensi terbanyak adalah terang bulan, sempol, martabak. Minuman dengan tiga frekuensi terbanyak yaitu es degan, es dawet, dan STMJ. Sarana berdagang yang paling banyak adalah gerobak/ kereta dorong sebesar 68,1%.Sebagian besar pedagang makanan kaki lima merupakankepala keluarga yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Jumlah makanan yang dijual dari segi kuantitas banyak namun kurang menunjang pariwisata Kota malang sehingga perlu adanya modifikasi dan inovasi terhadap makanan yang dijual oleh pedagang makanan kaki lima Kota Malang. Sarana berdagang pedagang makanan kaki lima tersebut cukup baik namun untuk menarik wisatawan perlu adanya modifikasi terhadap sarana berdagang yang digunakan. ABSTRACT Fitri, N. A. 2017. Profile of Street Food Vendorsin Malang CitytoSuporrtTourism Development. MiniThesis, Departement of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Keywords: Street Food Vendors, Tourism Development, Foods. Malang City is one of the cities in East Java which has many potential to serve as a tourist destination that can be visited by the domestic and foreign tourists. The city of Malang was one of a creative city nomination in the field of gastronomy (culinary) of the world. Based on the analysis of Local Taxes from the Department of Revenue Malang City in 2014, the original revenue area of Malang City comes from catering restaurant business, and other similar businesses occupy the highest position followed by the business field of hospitality. Many of street food vendors in Malang become one of the potential of culinary tourism development in Malang. The purpose of this research is to know the profile of street food vendors in Malang City include the identity of street food vendors, diversity, food type, and vendor means used by street food vendors in Malang. This research is descriptive research using survey method. The location of this research is street food vendor in Lowokwaru and Sukun Regency. Techniques of data retrieval using techniques of observation, interview and documentation. Data analysis is done by single tabulation. The results showed that street food vendors were dominated by men aged 30-39 years old, married, average of elementary school, long working 17-14 hours/ day, with a working period of 1-4 years. The diversityfood is snack with50 kinds. The diversity of food sell by street food vendors is primer food with three most frequencies arelalapan, nasi pecel, nasi campur.Sepinggan food with three most popular frequencies are nasi goreng, bakso, and sate. Snacks with three most frequencies areterang bulan, sempol,and martabak.Drinks with three most frequencies are es degan, es dawet,and STMJ. The most vendor means widely of carts is 68.1%. The most of street food vendors are the head of the family who are responsible for statisfy the needs of the family. Amount of food sell by street food vendors in terms of quantity a lot but less to support tourism in Malang, so there is need for modification and innovation for food wich sell by street food vendors Malang. Means of street food vendors are good enough but to attract tourists need a modification of means used by street food vendors
PENGARUH PENDAPATAN WANITA, ALOKASI WAKTU BEKERJA, TANGGUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG
ABSTRAK Fatmala, Elmira . 2018. Pengaruh Pendapatan Keluarga, Alokasi Waktu Bekerja, Tanggungan Keluarga dan Tingkat Pendidikan terhadap Pendapatan Keluarga di Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S Kata kunci: Pendapatan Wanita, Alokasi Waktu bekerja,Tanggungan Keluarga, Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Keluarga Motivasi wanita bekerja tiap wanita berbeda- berbeda, ada hal lain yang mendasari wanita untuk bekerja diantaranya bekerja karena ingin sekedar menambah pendapatan untuk wanita itu sendiri, ada Tanggungan Keluarga yang banyak, sehingga menuntut wanita untuk turut ikut serta membantu suami menambah pendapatan keluarga, dari wanita yang bekerja tersebut kemudian dimbil kesimpulan dari alokasi waktu bekerja, semakin banyak alokasi waktu, bekerja yang dilakukan oleh wanita, semakin banyak juga penghasilan yang didapat wanita, begitupun juga tingkat pendidikan, semakin tinggi pendidikan wanita semakin mempengaruhi pola pikir tiap wanita, sehingga ada yang berfikir biaya pendidikan yang tinggi jika tidak dimanfaatkan untuk bekerja juga tidak bsa mengembalikan modl selama menempuh pendidikan.. Kecamatan Klojen merupakan salah satu Kecamatan di Kota Malang, salah satu kecamatan yang padat penduduknya karena Balai kota dan Stasiun Kota Baru terletak di kecamatan ini, hal ini juga menjadikan salah satu alasan wanita untuk bekerja, karena semakin padat pertumbuhan penduduk, maka semakin sulit untuk menambah penghasilan keluarga. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Wanita, Alokasi Waktu Bekerja, Tanggungan Keluarga dan Tingkat Pendidikan terhadap Pendapatan Keluarga. Kecamatan Klojen Kota Malang sebagai lokasi penelitian dan wanita yang bekerja sebagai populasi dan sampel. Jumlah populasi adalah sebesar 100 responden. Dalam penelitian ini menggunakan metode sampling aksidental yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebetulan bertemu dengan peneliti sehingga bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok langsung dimasukkan dalam data. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunkan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama pendapatan wanita, alokasi waktu bekerja, tanggungan keluarga dan tingat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga (1) Pendapatan wanita berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendpatan keluarga (2) alokasi waktu bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga (3) tanggungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga (4) Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Klojen Kota Malang dan variabel yang dominan mempengaruhi pendapatan keluarga adalah tingkat pendidikan